Siswi MTsN 3 Bogor Menjadi Peserta Termuda Disway Mandarin Debate & Speech 2026
Jadi Peserta Termuda Disway Mandarin Debate & Speech 2026, Zara Quinn Delisha: Chi Yi Qian, Zhang Yi Zhi. (Dok. Istimewa)
Bogor, WaraWiri.net --- Zara Quinn Delisha Permana (Siswi MTsN 3 Bogor) menjadi salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam Disway Mandarin Debate & Speech Competition 2026.
Sebagai peserta termuda, Zara menunjukkan keberanian dan semangat belajar yang menjadi bagian penting dalam perjalanan kompetisi tersebut.
Bagi Zara, sebuah kompetisi bukan semata-mata tentang menjadi pemenang. Setiap pengalaman, baik keberhasilan maupun kegagalan, merupakan kesempatan untuk belajar, mengevaluasi diri, dan berkembang menjadi lebih baik.
“Kalau berhasil, dinikmati kemenangannya; kalau gagal, dinikmati pembelajarannya,” ujar Zara.
Prinsip tersebut sejalan dengan pepatah Tiongkok 吃一堑,长一智 (chī yī qiàn, zhǎng yī zhì) yang berarti kurang lebih, “mengalami satu kegagalan, memperoleh satu kebijaksanaan.”
Bagi Zara, keberanian untuk mencoba merupakan bagian dari proses bertumbuh. Ia tidak ingin rasa takut gagal menjadi penghalang untuk mencoba hal-hal baru.
Setiap pengalaman yang dilalui dapat menjadi bekal untuk meningkatkan kemampuan dan kepercayaan diri.
Sikap tersebut kemudian membuahkan hasil. Dalam lomba pidato Bahasa Mandarin yang diselenggarakan Harian Disway bersama Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya pada 5–6 September 2026, Zara berhasil meraih juara 3 kategori SMA/sederajat.
Prestasi Zara sekaligus menjadi gambaran bahwa keberanian untuk tampil, kemauan belajar, dan kemampuan mengambil pelajaran dari setiap pengalaman merupakan bagian penting dalam proses meraih prestasi.
Chi Yi Qian, Zhang Yi Zhi. Setiap pengalaman memberikan pelajaran. Setiap tantangan menjadi kesempatan untuk tumbuh. (Nada)
Rudy Susmanto Dorong Regenerasi Birokrasi, ASN Muda Diberi Ruang Isi Jabatan Strategis
Rudy Susmanto Dorong Regenerasi Birokrasi, ASN Muda Diberi Ruang Isi Jabatan Strategis. (Dok. Istimewa)
Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor Rudy Susmanto mendorong percepatan regenerasi birokrasi di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor dengan memberikan ruang lebih luas kepada aparatur sipil negara (ASN) muda untuk mengisi jabatan strategis.
Menurutnya penyegaran organisasi diperlukan agar birokrasi Pemerintah Kabupaten Bogor terus berkembang dan mampu menghadapi kebutuhan pelayanan masyarakat yang semakin dinamis.
Hal tersebut disampaikan Rudy saat memberikan sambutan pada kegiatan pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan ASN di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bogor, Kamis (1/10).
Rudy menilai jabatan strategis dalam pemerintahan tidak harus selalu diisi oleh aparatur yang telah lama menduduki posisi tertentu. ASN yang memiliki kemampuan dan potensi perlu diberikan kesempatan untuk menunjukkan kapasitasnya.
"Yang namanya Asisten, Staf Ahli tidak harus diisi orang tua yang sudah melanglang buana, muter ke mana-mana. Pada saat diberikan kesempatan, diberikan amanah, maka tunjukkan kemampuan," ujar Rudy.
Ia mengatakan, dirinya melihat banyak ASN potensial di Kabupaten Bogor yang selama ini belum mendapatkan ruang untuk tampil dan mengambil peran lebih besar dalam pemerintahan.
Karena itu, regenerasi birokrasi menjadi bagian dari upaya membangun organisasi pemerintahan yang lebih dinamis sekaligus membuka peluang bagi aparatur yang memiliki kapasitas untuk berkembang.
Rudy mencontohkan sejumlah pejabat yang mendapat kepercayaan dalam pelantikan kali ini. Salah satunya aparatur yang masih berusia relatif muda dan dipercaya mengemban tanggung jawab.
"Usia bukan satu-satunya ukuran dalam melihat kemampuan seorang aparatur. Yang lebih penting adalah kesiapan menerima amanah, kemampuan bekerja, serta komitmen memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ungkapnya.
Selain memberikan ruang kepada ASN muda, Rudy juga menginginkan adanya penyegaran di berbagai lini birokrasi. Menurutnya, rotasi dan mutasi dapat menjadi bagian dari proses pengembangan organisasi agar aparatur memiliki pengalaman dan kesempatan yang lebih luas.
“ASN yang memperoleh amanah baru untuk tidak ragu menunjukkan kemampuan di tempat tugas masing-masing,” tandasnya.
Rudy berharap regenerasi dan penyegaran birokrasi dapat melahirkan lebih banyak aparatur yang memiliki keberanian, gagasan, serta kemampuan untuk mengambil tanggung jawab dalam pembangunan Kabupaten Bogor. (Dimas)
Rudy Susmanto Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Berbasis Meritokrasi, Seleksi Terbuka Jadi Ruang Tunjukkan Kemampuan
Rudy Susmanto Tegaskan Pengisian Jabatan ASN Berbasis Meritokrasi, Seleksi Terbuka Jadi Ruang Tunjukkan Kemampuan. (Dok. Istimewa)
Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto terus mendorong pengisian jabatan aparatur sipil negara (ASN) berbasis kompetensi dan meritokrasi melalui mekanisme seleksi terbuka. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan ASN yang menduduki jabatan memiliki kemampuan, potensi, serta gagasan yang sesuai dengan kebutuhan organisasi.
Demikian diungkapkan Bupati Rudy usai melaksanakan pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama, Administrator, Pengawas, Fungsional, dan Pengangkatan CPNS Menjadi PNS, di Gedung Serbaguna I, Sekretariat Daerah, Cibinong, Kamis (1/10).
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, mekanisme seleksi terbuka diterapkan dalam pengisian sejumlah jabatan di lingkungan Pemkab Bogor, mulai dari jabatan pimpinan tinggi hingga jabatan administrator dan pengawas.
“Pelantikan hari ini mulai dari jabatan Eselon II, Eselon III, Eselon IV, hingga jabatan kepala seksi dan tim. Seluruhnya kami lakukan melalui proses seleksi secara terbuka,” ujar Rudy.
Menurutnya, proses seleksi melibatkan berbagai unsur, termasuk akademisi dari perguruan tinggi. Proses wawancara juga dilaksanakan secara terbuka dengan melibatkan Bupati, Wakil Bupati, Sekretaris Daerah, BKPSDM, DPRD Kabupaten Bogor, serta unsur praktisi dan akademisi.
Seluruh hasil penilaian kemudian dikompilasi untuk menentukan ASN yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi untuk menduduki jabatan tertentu.
Rudy menegaskan, setelah proses seleksi selesai, pengisian jabatan tetap dilakukan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk melalui proses persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara (BKN).
“Setelah menentukan hasil seleksi, tentunya seluruh ketentuan peraturan perundang-undangan tetap kami tempuh. Salah satunya adalah meminta persetujuan dari Badan Kepegawaian Negara. Setelah persetujuan dari BKN terbit, barulah kami melaksanakan pelantikan,” jelasnya.
Menariknya, Rudy menyebut terdapat dua ASN yang sebelumnya mengikuti seleksi untuk jabatan kepala seksi maupun kepala subbagian, namun berdasarkan hasil penilaian justru dipercaya menduduki jabatan kepala bidang.
“Setelah kami melihat potensinya dan pola pikirnya yang sangat konstruktif, hari ini kami melantik mereka bukan sebagai kepala subbagian, melainkan sebagai kepala bidang, yang secara jenjang berada jauh di atas jabatan yang mereka daftarkan,” ungkapnya.
Rudy menambahkan, proses pengisian jabatan pimpinan tinggi di lingkungan Pemkab Bogor juga masih berlangsung. Dari proses yang telah dilakukan, lima pejabat Eselon II dilantik, sementara masih terdapat tiga jabatan Eselon II yang kosong dan saat ini dalam tahapan asesmen maupun seleksi terbuka.
Ia menjelaskan, pengisian jabatan tersebut tidak dapat dilakukan hanya melalui proses pelantikan, tetapi harus mengikuti seluruh tahapan sesuai ketentuan yang berlaku, termasuk koordinasi dan persetujuan dari Kementerian Dalam Negeri serta BKN.
“Kalau hanya sekadar melantik, tentu kami tidak bisa melakukan hal seperti itu. Ketentuan peraturan perundang-undangan harus kami tempuh,” katanya.
Selain jabatan pimpinan tinggi, Rudy menyampaikan bahwa jabatan camat saat ini telah terisi. Sementara beberapa jabatan sekretaris camat dan sekretaris dinas masih dalam proses pengisian karena terdapat pejabat yang memasuki masa pensiun.
Rudy menilai mekanisme seleksi terbuka dapat menjadi ruang bagi ASN di seluruh tingkatan untuk menunjukkan kapasitas dan kompetensinya. Menurutnya, kesempatan tersebut tidak hanya terbuka bagi ASN yang berada di perangkat daerah, tetapi juga hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.
“Seluruh aparatur sipil negara, baik yang berada di perangkat daerah, tingkat kecamatan, maupun kelurahan, memiliki kesempatan untuk tampil dan menunjukkan kemampuan, ide, serta gagasannya,” tuturnya.
Ia menegaskan, proses seleksi tersebut diarahkan untuk menemukan ASN berdasarkan kemampuan dan potensi, bukan kedekatan personal. Sebanyak 98 persen yang dilantik hari ini tidak kami kenal secara pribadi. Namun, kami melihat bahwa orang-orang tersebut memiliki kemampuan dan potensi. (Dimas)
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo dan Perubahan Pengurus, Tunjuk Dirut Baru Perseroan
RUPSLB Telkom 2026 Setujui Spin-Off InfraCo dan Perubahan Pengurus, Tunjuk Dirut Baru Perseroan. (Dok. Telkom Indonesia)
Jakarta, WaraWiri.net - PT Telkom Indonesia Persero (Tbk) (Telkom) memperoleh persetujuan pemegang saham independen atas aksi korporasi pemisahan aset dan bisnis (spin-off) wholesale fiber connectivity ke PT Telkom Infrastruktur Indonesia (InfraNexia) dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dilaksanakan secara daring pada Rabu (30/9).
Sebagai transaksi afiliasi yang diatur dalam Peraturan OJK No. 42/POJK.04/2020 tentang Transaksi Afiliasi dan Benturan Kepentingan, pelaksanaan aksi korporasi ini telah memenuhi ketentuan kuorum dari mayoritas pemegang saham independen.
Terbentuknya InfraNexia sebagai operating company yang menggawangi bisnis infrastruktur jaringan TelkomGroup merupakan bagian dari implementasi strategi TLKM 30 dalam mendorong monetisasi aset bernilai tinggi dan kemitraan strategis untuk menangkap peluang pertumbuhan.
Sejalan dengan hal tersebut, langkah ini juga memperkuat transformasi Telkom dari Operating Holding menuju Strategic Holding dengan model Holding Company-Operating Company (HoldCo-OpCo) yang berorientasi pada penciptaan nilai dan fokus pada sinergi antar entitas secara berkelanjutan.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno menyampaikan, “Atas nama direksi Perseroan, kami menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang tinggi kepada pemegang saham dan seluruh pemangku kepentingan yang senantiasa menyertai perjalanan transformasi Telkom. Kepercayaan yang diberikan kepada Telkom atas Spin-Off InfraCo ini menjadi langkah penting untuk membangun struktur bisnis yang lebih fokus, sekaligus memberi ruang dan fleksibilitas bagi InfraNexia untuk berkembang lebih optimal. Telkom memastikan transformasi yang tengah dijalankan dapat memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan value creation, sekaligus menghadirkan kontribusi yang semakin besar bagi kemajuan ekosistem digital Indonesia.”
RUPSLB juga menyetujui perubahan susunan pengurus Perseroan yang diharapkan dapat memperkuat tata kelola sekaligus berkontribusi pada meningkatnya kinerja Perseroan dan mendukung suksesnya agenda transformasi TLKM 30. Adapun susunan Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi Telkom setelah RUPSLB 2026 adalah sebagai berikut:
Dewan Komisaris
- Komisaris Utama : Angga Raka Prabowo
- Komisaris : Ossy Darmawan
- Komisaris : Rizal Mallarangeng
- Komisaris : Edwin Hidayat Abdullah
- Komisaris Independen : Rofikoh Rokhim
- Komisaris Independen : Anthony Leong
- Komisaris Independen : Deswandhy Agusman
- Komisaris Independen : Ira Noviarti
Jajaran Direksi
- Direktur Utama : Nanang Hendarno
- Direktur Enterprise & Business Service : Veranita Yosephine
- Direktur Human Capital Management : Willy Saelan
- Direktur Keuangan & Manajemen Risiko : Arthur Angelo Syailendra
- Direktur Network : Budi Satria Dharma Purba
- Direktur Strategic Business Development & Portfolio : Seno Soemadji
- Direktur Wholesale & International Service : Radita Ali Putra
- Direktur IT Digital : Kharim I. G. Siregar
- Direktur Legal & Compliance : Andy Kelana
InfraNexia Buka Jalur Pertumbuhan Baru bagi Indonesia
Pada hari yang sama, Telkom dan InfraNexia juga melaksanakan penandatanganan akta pemisahan (deed of spin-off) sebagai milestone utama dalam penyelesaian Spin-Off InfraCo Tahap 2, setelah memperoleh persetujuan pemegang saham independen Telkom melalui RUPSLB. Akta pemisahan ditandatangani oleh Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf, di Telkom Landmark Tower, Jakarta.
Melalui tahapan ini, lebih dari 90% aset infrastruktur jaringan yang sebelumnya berada di bawah Telkom resmi dikonsolidasikan ke InfraNexia, memperkuat skala perusahaan sebagai penyedia infrastruktur digital berbasis wholesale dengan jaringan yang membentang di berbagai wilayah Indonesia. Secara keseluruhan, skala tersebut mencakup sekitar 112.000 kilometer jaringan fiber optic, termasuk 26.000 km Sistem Komunikasi Kabel Laut (SKKL) domestik, dengan total nilai transaksi mencapai sekitar Rp85,7 triliun.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, InfraNexia diarahkan untuk semakin mempertajam fokus bisnis serta meningkatkan produktivitas aset infrastruktur guna mendorong peningkatan kontribusi pasar eksternal terhadap pendapatan segmen B2B Infrastructure TelkomGroup.
“Dengan skala dan fokus yang semakin solid, InfraNexia diharapkan mampu mengelola infrastruktur secara lebih optimal sekaligus membuka pemanfaatannya bagi lebih banyak pelaku industri. Langkah ini menjadi bagian dari upaya TelkomGroup membangun bisnis agar semakin fokus, kompetitif, dan mampu menciptakan nilai yang jauh lebih besar dari tiap aset strategis yang dimiliki,” ujar Nanang.
Sejalan dengan arahan tersebut, Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji menyampaikan, konsolidasi memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan utilisasi jaringan dan juga memperluas kolaborasi di dalam ekosistem digital nasional.
“Skala infrastruktur yang semakin besar memberi kami fleksibilitas untuk menghadirkan solusi yang lebih relevan bagi berbagai kebutuhan pelanggan. Fokus kami bukan hanya memperluas pemanfaatan aset, tetapi memastikan infrastruktur yang kami miliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital, serta mendukung penguatan ekosistem dan kedaulatan digital Indonesia,” tambah Seno.
Pasca konsolidasi, InfraNexia mengelola jaringan serat optik yang terhubung melalui infrastruktur darat dan laut, didukung 4 area, 12 regional, dan 61 distrik di seluruh Indonesia. Infrastruktur dan cakupan yang ekstensif ini menjadi fondasi bagi operator telekomunikasi, penyedia layanan internet, perusahaan cloud, data center, serta berbagai pelaku industri dalam memperluas kapasitas dan jangkauan layanan.
Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf menambahkan, fase baru ini memperkuat peran InfraNexia dalam mengembangkan jaringan nasional sebagai AI Ready Infrastructure yang terbuka, terintegrasi, dan dapat dimanfaatkan bersama oleh berbagai pelaku industri.
“Indonesia membutuhkan AI Ready Infrastructure yang mampu berkembang seiring kebutuhan industri dan teknologi. Dengan jaringan yang semakin terintegrasi dan scalable, kami ingin menghadirkan fondasi yang dapat mendukung pertumbuhan AI, cloud, data center, serta berbagai inovasi digital lainnya di masa depan, sekaligus membuka lebih banyak ruang bagi mitra untuk memperluas layanan dan menciptkan peluang pertumbuhan baru tanpa harus mengembangkan seluruh infrastrukturnya secara mandiri,” pungkas Lukman.
InfraNexia menjalankan model bisnis berbasis prinsip carrier-neutral dan open-access melalui dua lini utama, yaitu Wholesale Connectivity dan Wholesale FTTx. Portofolio tersebut mencakup layanan konektivitas berkapasitas tinggi, akses jaringan, hingga pemanfaatan infrastruktur pasif bersama yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan kapasitas, cakupan, dan model bisnis masing-masing pelanggan.
Sejalan dengan penguatan skala bisnis, InfraNexia juga terus mempercepat modernisasi operasi jaringan melalui otomasi, integrasi sistem, dan pengembangan kapabilitas autonomous network. Transformasi ini diarahkan untuk meningkatkan keandalan layanan, efisiensi operasional, serta kemampuan jaringan dalam merespons permintaan pelanggan yang terus meningkat.
Penguatan skala dan kapabilitas tersebut menjadi bagian dari upaya InfraNexia untuk memastikan infrastruktur yang dikelolanya terus relevan dan mengalir dengan kebutuhan Indonesia yang semakin terkoneksi. Dengan skala jaringan nasional, model bisnis terbuka, dan pengelolaan yang semakin terintegrasi, InfraNexia memperkuat perannya sebagai fondasi infrastruktur bagi pertumbuhan ekosistem digital Indonesia.
“InfraNexia dengan semangat Flowing Through Nusantara merefleksikan bagaimana infrastruktur kami akan terus menghubungkan wilayah, industri, dan berbagai peluang pertumbuhan di seluruh Indonesia. Semangat ini menjadi pengingat bahwa setiap pengembangan yang kami lakukan harus memberikan ruang bagi konektivitas dan ekosistem digital untuk terus bertumbuh,” tutup Lukman. (Ilham)
Kemenhut Ungkap Modus Perdagangan Satwa Dilindungi di Mimika, Empat Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka
Kemenhut Ungkap Modus Perdagangan Satwa Dilindungi di Mimika, Empat Orang Ditetapkan Sebagai Tersangka. (Dok. Kemenhut)
Papua, WaraWiri.net - Kementerian Kehutanan melalui Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua mengungkap ragam modus perdagangan satwa dilindungi di Kabupaten Mimika, Papua Tengah, dan menetapkan empat orang berinisial R (32), MN (34), M (46), dan A (56) sebagai tersangka. Dalam dua pengungkapan, petugas mengamankan sejumlah barang berbahan bagian tubuh Kasuari dan Cenderawasih yang diperdagangkan pada tiga lokasi usaha serta 534 butir telur labi-labi moncong babi (Carettochelys insculpta) dari sebuah rumah sewa.
Hasil pemeriksaan penyidik mengungkap modus peredaran labi-labi dilakukan dalam bentuk telur untuk kemudian ditetaskan di lokasi tujuan. Penyidik kini mengembangkan perkara untuk menelusuri asal telur, tujuan peredaran, dan pihak lain yang terlibat.
Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menegaskan bahwa perlindungan satwa liar Papua harus mampu mengikuti perubahan pola perdagangan ilegal, sekaligus menjaga hubungan antara kekayaan alam dengan kehidupan masyarakat Papua.
“Papua memiliki kekayaan alam yang tumbuh bersama kehidupan masyarakatnya dan melahirkan pengetahuan, tradisi, serta identitas yang diwariskan dari generasi ke generasi. Karena itu, melindungi satwa liar juga berarti menjaga kekayaan budaya dan tradisi masyarakat yang tumbuh bersama kelestarian alam Papua. Kekayaan hayati Papua harus kita jaga agar tetap lestari, sehingga manfaat dan kebanggaannya tetap menjadi milik masyarakat Papua dan generasi yang akan datang. Modus perdagangan dalam bentuk telur untuk kemudian ditetaskan di lokasi tujuan menjadi perhatian kami. Perubahan seperti ini harus dibaca lebih cepat dan direspons dengan penegakan hukum yang semakin adaptif,” tegas Januanto.
Pengungkapan tersebut merupakan hasil operasi peredaran tumbuhan dan satwa liar yang dilaksanakan Kementerian Kehutanan pada 11–17 September 2026. Pada 14 September 2026, tim melakukan penindakan pada tiga lokasi usaha di Jalan Jenderal Ahmad Yani, Kwamki, Kecamatan Mimika Baru. Dari ketiga lokasi tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang berbahan bagian tubuh Kasuari dan Cenderawasih yang diperdagangkan. Berdasarkan hasil penyidikan dan gelar perkara pada 28 September 2026, R, MN, dan M ditetapkan sebagai tersangka.
Dua hari kemudian, pada 16 September 2026, tim Kementerian Kehutanan bersama Polres Mimika dan unsur lingkungan setempat menindaklanjuti informasi di sebuah rumah sewa di Jalan Melati, Kelurahan Kaperapoka. Dari lokasi tersebut, petugas mengamankan 534 butir telur labi-labi moncong babi beserta wadah penyimpanannya. Seluruh telur kemudian dievakuasi ke Kantor Seksi KSDA Wilayah II Timika untuk penanganan dan identifikasi lebih lanjut. Dari pengungkapan tersebut, penyidik menetapkan A sebagai tersangka.
Hasil pemeriksaan penyidik terhadap perkara tersebut mengungkap pola peredaran satwa yang dilakukan sejak masih dalam bentuk telur untuk kemudian ditetaskan setelah tiba di lokasi tujuan. Cara ini menjadi perhatian karena menunjukkan bahwa perdagangan ilegal satwa liar tidak selalu dilakukan dengan mengangkut satwa dalam keadaan hidup. Penyidik masih mendalami dari mana 534 telur tersebut berasal, ke mana akan diedarkan, bagaimana rantai peredarannya, serta pihak-pihak lain yang terlibat.
Kepala Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Maluku dan Papua, Fredrik E. Tumbel, menegaskan bahwa penanganan perkara tidak berhenti pada tersangka dan barang bukti yang ditemukan. Penyidik terus mengembangkan perkara untuk menelusuri rantai peredarannya.
“Dalam satu rangkaian operasi kami menemukan bagian tubuh satwa dilindungi yang diperdagangkan dan ratusan telur satwa dilindungi. Empat orang telah kami tetapkan sebagai tersangka berdasarkan fakta dan alat bukti yang diperoleh selama penyidikan. Khusus temuan 534 telur labi-labi, hasil pemeriksaan mengungkap pola pengiriman dalam bentuk telur untuk kemudian ditetaskan di lokasi tujuan. Temuan ini masih kami kembangkan untuk menelusuri asal-usul telur, tujuan peredarannya, serta siapa saja pihak lain yang terlibat. Setiap keterlibatan yang didukung alat bukti akan kami tindak lanjuti,” tegas Tumbel.
Atas perbuatannya, R, MN, dan M disangkakan melanggar Pasal 40A ayat (1) huruf f juncto Pasal 21 ayat (2) huruf c Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2024 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya. Sementara A disangkakan melanggar Pasal 40A ayat (1) huruf g juncto Pasal 21 ayat (2) huruf d undang-undang yang sama.
Kementerian Kehutanan terus memperkuat pengawasan dan penegakan hukum terhadap peredaran ilegal tumbuhan dan satwa liar dengan mengikuti perubahan pola dan modus yang berkembang. Perlindungan dilakukan terhadap satwa hidup, telur, bagian tubuh, maupun bentuk lain yang peredarannya bertentangan dengan ketentuan. Partisipasi masyarakat melalui informasi dan pelaporan menjadi bagian penting untuk menjaga kekayaan hayati Papua agar tetap lestari, hidup bersama masyarakatnya, dan diwariskan kepada generasi mendatang. (Bambang)
Nuzran Joher dan Radian Syam Resmi Jabat Ketua dan Anggota Ombudsman RI 2026-2031
Nuzran Joher dan Radian Syam Resmi Jabat Ketua dan Anggota Ombudsman RI 2026-2031. (Dok. Ombudsman RI)
Jakarta, WaraWiri.net - Nuzran Joher dan Radian Syam resmi menjabat sebagai Ketua dan Anggota Ombudsman RI Masa Jabatan 2026-2031 usai mengucapkan sumpah/janji jabatan di hadapan Presiden RI, Prabowo Subianto, pada Kamis (1/10/2026) di Istana Negara, Jakarta Pusat.
Pengucapan sumpah/janji tersebut menandai lengkapnya susunan sembilan Pimpinan Ombudsman RI sekaligus memperkuat komitmen lembaga dalam menjalankan fungsi pengawasan penyelenggaraan pelayanan publik.
Dalam pengucapan sumpah/janji jabatan tersebut, Nuzran dan Radian berkomitmen menjalankan tugas dan kewajiban dengan sebaik-baiknya, memegang teguh Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta peraturan perundang-undangan, tidak menerima janji atau pemberian dalam melaksanakan jabatan, serta memelihara kerahasiaan dalam menjalankan tugas.
Nuzran menegaskan komitmennya bersama seluruh Pimpinan Ombudsman RI untuk menjalankan amanah pengawasan pelayanan publik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan. Ia juga meminta dukungan masyarakat agar Ombudsman RI dapat menjalankan tugas dengan baik, menjaga integritas, dan mengembalikan kepercayaan publik.
"Ini merupakan langkah baik bagi kami. Kami kini telah lengkap bersembilan, dan akan terus bekerja dengan penuh integritas dan berupaya mengembalikan kepercayaan publik dalam mengawasi penyelenggaraan pelayanan publik sesuai dengan undang-undang," ujar Nuzran yang ditemui usai pengucapan sumpah/janji jabatan.
Dengan dilantiknya Nuzran Joher sebagai Ketua Ombudsman RI, susunan Pimpinan Ombudsman RI masa jabatan 2026-2031 terdiri atas Nuzran Joher sebagai Ketua merangkap Anggota, Rahmadi Indra Tektona sebagai Wakil Ketua merangkap Anggota, serta Abdul Ghoffar, Fikri Yasin, Maneger Nasution, Partono, Robert Na Endi Jaweng, Syafrida Rachmawati Rasahan, dan Radian Syam sebagai Anggota.
Pengangkatan Ketua dan Anggota Ombudsman RI dilaksanakan berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 84P Tahun 2026 dan Keputusan Presiden Nomor 96P Tahun 2026 tentang Pengangkatan Anggota Ombudsman RI. Sebelumnya, Nuzran Joher merupakan Anggota Ombudsman RI masa jabatan 2026-2031 yang resmi terpilih sebagai Ketua Ombudsman RI berdasarkan hasil Rapat Paripurna DPR pada 18 Agustus 2026. (Budi)
Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik
Modernisasi PPN Pengambengan, Nelayan Lokal Harap Ada Lapangan Kerja Saat Paceklik. (Dok. KKP)
Bali, WaraWiri.net - Pengembangan Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Pengambengan resmi dimulai setelah peletakan batu pertamanya pada Selasa (29/9). Langkah Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) ini dirancang untuk mentransformasi PPN Pengambengan menjadi kawasan industri perikanan modern yang terintegrasi berskala global.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, menyatakan bahwa proyek terpadu senilai tidak kurang dari Rp1,2 triliun ini diproyeksikan memberikan dampak ekonomi signifikan, khususnya bagi masyarakat lokal melalui pembukaan lapangan kerja skala besar. Pengembangan PPN Pengambengan diproyeksikan menghasilkan multiflier effect penyerapan tenaga kerja hingga 25 ribu orang.
"Berapa besar sebetulnya serapan tenaga kerja jika ini dikembangkan dengan baik? Diprediksi kira-kira sekitar 25 ribu orang. Saya minta nanti sebaiknya memang pelaku yang bekerja di sini ya orang Bali. Harus orang Bali, supaya mereka dapat pekerjaan dengan baik, dilatih dan dididik dengan baik," ujar Menteri Trenggono dalam pidato sambutannya di acara groundbreaking ceremony di Jembrana, Bali.
Tak hanya itu, Menteri Trenggono menegaskan pentingnya membangun fasilitas perikanan yang bersih, higienis, dan modern untuk meningkatkan daya saing hasil perikanan Indonesia di pasar global. Terlebih PPN Pengambengan setelah dikembangkan, nantinya akan menjadi tempat bersandarnya kapal-kapal besar yang semula berada di Pelabuhan Benoa. Diantaranya kapal-kapal penangkapan ikan tuna.
"Saya kepingin membangun, sekali kita membangun, betul-betul harus terintegrasi. Pembangunan ini, selain juga menjadi bagian untuk pengembangan ekonomi, harapannya ini adalah tempat yang dikombinasikan antara industri perikanan yang modern, berikut juga dikombinasi dengan pariwisata," tambahnya.
Rencana pengembangan PPN Pengambengan beserta proyeksi penyerapan tenaga kerjanya disambut hangat dan penuh optimisme oleh nelayan tradisional setempat. Bagi mereka, keberadaan pelabuhan modern beserta fasilitas pendukungnya diharapkan dapat menjadi solusi atas persoalan pengangguran musiman yang membelit nelayan selama bertahun-tahun.
Anan, salah seorang nelayan kapal selerek yang telah melaut selama 11 tahun di Pengambengan, mengungkapkan bahwa masa paceklik ikan sering kali memaksa nelayan menjadi pengangguran hingga kurun waktu yang lama atau harus beralih profesi menjadi kuli serabutan. Kehadiran PPN yang lebih berkembang menjadi angin segar bagi warga lokal untuk mendapat pekerjaan.
"Harapan saya mudah-mudahan ini menjadi satu solusi yang bagus ya. Karena nantinya pasti lapangan pekerjaan akan dibuka lebih banyak lagi," ujar Anan saat ditemui langsung.
Ia menambahkan, keberadaan cold storage serta fasilitas perbaikan kapal dapat menjadi mata pencaharian alternatif saat tidak bisa melaut.
"Jadi tidak perlu harus menganggur sekian lama ketika musim paceklik ikan, ada lapangan pekerjaan khususnya untuk penduduk lokal. Harapan saya, nelayan khususnya nelayan lokal itu bisa semakin sejahtera."
Senada dengan Anan, I Ketut Sumajaya, nelayan kapal selerek berpasangan yang telah berpengalaman melaut selama 15 tahun di Pengambengan, mengapresiasi langkah pemerintah pusat yang merealisasikan proyek pengembangan pelabuhan ini.
“Ini adalah momen yang kami tunggu-tunggu sebenarnya dari tahun 2020," ungkap Sumajaya.
Sumajaya menjelaskan bahwa keterbatasan kolam labuh akibat pendangkalan membuat kapal-kapal nelayan kesulitan melakukan bongkar muat ikan secara maksimal. Dengan dimulainya pembangunan ini, ia optimistis aktivitas perikanan dan rantai distribusi hasil tangkapan akan menjadi jauh lebih efisien.
"Sebabnya kami sebagai nelayan di sini kendala-kendala ini banyak sekali di area pelabuhan ini, pelabuhan ini tidak memadai untuk kami melaksanakan kegiatan bongkar ikan. Jadi nelayan ini berharap nantinya dengan adanya pelabuhan yang modern, kami selaku nelayan gampang untuk mengakses dalam artian bongkar muat ikan, untuk mendistribusikan ikan itu ke wilayah-wilayah pabrik baik itu pengepul," jelas Sumajaya. (Siti)
Nurisa Dian Persembahkan Emas Pertama Panahan Indonesia di Asian Games
Nurisa Dian Persembahkan Emas Pertama Panahan Indonesia di Asian Games. (Dok. Kemenpora)
Jepang, WaraWiri.net - Sejarah baru tercipta dari cabang olahraga panahan. Nurisa Dian Ashrifah mempersembahkan medali emas untuk Indonesia pada nomor compound women's individual Asian Games Aichi-Nagoya 2026.
Tampil di Okazaki Chuo Sogo Park Multipurpose, Aichi, Jepang, Kamis (1/10), Nurisa harus melalui pertarungan ketat menghadapi wakil Filipina, Amaya Amparo Cojuangco. Nurisa akhirnya keluar sebagai pemenang dengan skor 139-137.
Hasil tersebut menjadi catatan penting bagi panahan Indonesia. Untuk pertama kalinya, Merah Putih meraih medali emas dari cabang olahraga panahan sepanjang keikutsertaan di Asian Games.
Sebelumnya, prestasi terbaik Indonesia di panahan adalah medali perak. Tatang Budiman, Donald Pandiangan, dan Suradi Rukimin meraihnya pada nomor beregu recurve putra Asian Games 1982.
Medali perak juga diraih tim beregu recurve putri melalui Danahuri Dahliana, Rusena Gelanteh, dan Purnama Pandiangan pada Asian Games 1994. Sementara pada Asian Games 2018, Diananda Choirunisa menyumbangkan perak dari nomor individual recurve putri.
Di partai final Aichi-Nagoya 2026, Nurisa menunjukkan ketenangan di tengah ketatnya persaingan. Akurasi menjadi kunci. Pada momen penentu, anak panah Nurisa mampu menancap di area 10 poin sehingga mengamankan kemenangan atas atlet Filipina tersebut.
Emas Nurisa sekaligus menambah koleksi emas Indonesia menjadi lima keping. Sebelumnya, Indonesia telah meraih emas melalui beregu bulu tangkis putra, ganda putra Leo Carnando/Daniel Marthin, angkat besi kelas 75 kg putra Rahmat Erwin Abdullah, serta panjat tebing speed putri Desak Made Rita Kusuma Dewi.
Perjuangan kontingen Indonesia di Aichi-Nagoya masih berlanjut. Sejumlah atlet Merah Putih masih memiliki peluang menambah medali.
Emas Nurisa menjadi tonggak baru bagi panahan Indonesia sekaligus menambah warna dalam perjuangan Merah Putih di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Fajar)
Desak Made Rita Persembahkan Emas Keempat dan Cetak Rekor Asia
Desak Made Rita Persembahkan Emas Keempat dan Cetak Rekor Asia. (Dok. Kemenpora)
Jepang, WaraWiri.net - Indonesia kembali menambah pundi-pundi medali emas pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Kali ini, medali emas dipersembahkan atlet panjat tebing putri Desak Made Rita Kusuma Dewi dari nomor speed putri, dengan catatan waktu 6,062 detik.
Raihan tersebut sekaligus menjadi medali emas keempat Indonesia pada Asian Games 2026. Dengan tambahan emas dari Desak Made Rita, target empat medali emas yang ditetapkan Indonesia pada ajang olahraga terbesar di Asia ini telah terpenuhi.
Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora) Erick Thohir menyampaikan apresiasi kepada Desak Made Rita yang kembali menunjukkan kualitas dan konsistensinya di level Asia.
“Alhamdulillah, Indonesia kembali meraih emas. Ini menjadi emas keempat Indonesia di Asian Games kali ini, sekaligus memenuhi target empat emas yang kita tetapkan. Saya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Desak Made Rita yang telah berjuang luar biasa dan mempersembahkan emas keempat untuk Merah Putih,” ujar Menpora Erick.
Menurutnya, pencapaian Desak Made Rita semakin istimewa karena catatan waktu 6,062 detik yang Ia torehkan, mengantarnya mencetak rekor baru di Asian Games sekaligus rekor Asia, memecahkan rekor sebelumnya dengan waktu 6,07 detik yang juga dicetak atas namanya pada Kejuaraan Asia 2026 di Meishan, China April lalu.
“Catatan waktunya luar biasa. 6,062 detik bukan hanya membawa Desak menjadi juara dan mempersembahkan emas untuk Indonesia, tetapi juga mencatatkan rekor Asian Games dan rekor Asia. Ini menunjukkan bahwa atlet-atlet Indonesia merupakan duta bangsa yang mampu bersaing dan mencatatkan prestasi di level tertinggi Asia, serta membuktikan kedigdayaan Indonesia,” tambahnya.
Menpora Erick juga menyampaikan apresiasi kepada Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) yang terus melakukan pembinaan dan mempersiapkan atlet secara berkelanjutan. Menurutnya, prestasi Desak merupakan hasil dari kerja bersama antara atlet, pelatih, federasi, pemerintah, serta seluruh pihak yang mendukung pembinaan olahraga prestasi Indonesia.
“Terima kasih kepada FPTI, para pelatih, ofisial dan seluruh tim yang terus mengawal perjuangan atlet. Prestasi ini membuktikan bahwa pembinaan yang dilakukan secara konsisten dan berjenjang dapat menghasilkan atlet yang mampu berprestasi di panggung Asia bahkan dunia,” ujar Menpora Erick.
Menpora menegaskan, terpenuhinya target empat medali emas tidak berarti perjuangan kontingen Indonesia telah selesai. Masih terdapat sejumlah cabang olahraga dan nomor pertandingan yang berpeluang menambah perolehan medali Indonesia hingga berakhirnya Asian Games Aichi-Nagoya 2026, termasuk di cabang sport climbing nomor men’s speed.
“Target empat emas sudah terpenuhi, tentu kita syukuri bersama. Tetapi perjuangan belum selesai. Masih ada peluang untuk menambah emas. Kita akan terus memberikan dukungan dan mengawal perjuangan para atlet sampai pertandingan terakhir. Semoga Merah Putih masih dapat berkibar dan Indonesia Raya kembali berkumandang di Nagoya,” kata Menpora Erick. (Fajar)
Mulai 2 Oktober, BGN Aktifkan SPPG di 16 Provinsi Wilayah 3T dan Stunting Tinggi
Mulai 2 Oktober, BGN Aktifkan SPPG di 16 Provinsi Wilayah 3T dan Stunting Tinggi. (Dok. BGN)
Jakarta, WaraWiri.net - Badan Gizi Nasional (BGN) akan mengaktifkan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di 16 provinsi dan 116 kabupaten/kota di wilayah Timur Indonesia mulai 2 Oktober 2026. Aktivasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas jangkauan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), khususnya ke wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi.
Kepala BGN Sudaryono atau Mas Dar mengatakan, aktivasi dilakukan dengan memprioritaskan SPPG yang telah memenuhi sejumlah persyaratan dan kesiapan untuk beroperasi.
“Pada Jumat, 2 Oktober ini, kami akan melaksanakan aktivasi dapur SPPG yang siap beroperasi di wilayah 3T, wilayah yang stuntingnya tinggi dan wilayah yang stuntingnya tinggi sekali. Kita mulai dari wilayah Timur Indonesia,” ujar Mas Dar di Jakarta, Kamis (01/10).
Sebanyak 480 SPPG yang akan diaktifkan tersebut terdiri atas 211 SPPG mitra mandiri dan 269 SPPG terpencil. Aktivasi mencakup 16 provinsi, yaitu Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, Papua, Sulawesi Tengah, Papua Barat Daya, Papua Barat, Maluku Utara, Maluku, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Barat, Sulawesi Tenggara, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, dan Nusa Tenggara Timur.
Aktivasi akan dilakukan secara serentak di 16 provinsi. Mas Dar akan berada di Provinsi Maluku, sementara Wakil Kepala BGN, para deputi, dan pejabat eselon II akan ditugaskan di sejumlah provinsi lainnya guna memastikan proses aktivasi berjalan sesuai dengan tahapan yang telah ditetapkan.
Setelah aktivasi, akan ada sejumlah tahapan sebelum SPPG mulai memberikan layanan kepada penerima manfaat. Tahapan tersebut antara lain pelatihan bagi penjamah makanan serta penyiapan dan penetapan jumlah penerima manfaat secara bertahap sesuai dengan kesiapan masing-masing SPPG.
“Selanjutnya, setelah kita aktivasi, akan ada tahapan-tahapan, termasuk tahapan pelatihan. Penjamah makanan harus dilatih, termasuk juga nanti penerima manfaatnya dimulai dari sekian jumlah, jumlahnya makin ditambah, dan seterusnya,” kata Mas Dar.
BGN memproyeksikan SPPG yang telah diaktifkan dapat mulai beroperasi sekitar tiga hingga empat minggu setelah proses aktivasi. Namun, waktu tersebut tetap akan menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing dapur dan pemenuhan seluruh tahapan yang diperlukan sebelum pelayanan MBG dimulai.
“Kami prediksi tahapan-tahapan ini akan langsung dimulai pada tanggal 2 itu, kemudian dapur-dapur tersebut siap beroperasi pada tiga sampai empat minggu setelah dilakukan aktivasi pada tanggal 2,” ujar Mas Dar.
Perluasan layanan MBG akan terus dilakukan secara bertahap setelah aktivasi pada 2 Oktober. BGN akan memprioritaskan wilayah 3T, daerah dengan prevalensi stunting tinggi dan sangat tinggi, serta wilayah yang masih memiliki keterbatasan akses terhadap layanan MBG, termasuk daerah yang berada jauh dari pusat pemerintahan.
“Kami prioritaskan di wilayah 3T, wilayah stunting tinggi, wilayah stunting tinggi sekali, dan wilayah-wilayah lain yang memang banyak sekali kami mendapatkan aduan. Sekolah-sekolah itu masih banyak yang belum mendapatkan pelayanan MBG, tetapi khususnya yang berada di daerah-daerah yang jauh dari Ibu Kota. Ini kemudian akan kami sisir terus,” tutup Mas Dar. (Muh)
Kemendikdasmen Tumbuhkan Budaya Riset dan Inovasi Berkelanjutan
Kemendikdasmen Tumbuhkan Budaya Riset dan Inovasi Berkelanjutan. (Dok. Kemendikdasmen)
Tangerang Selatan, WaraWiri.net - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) terus memperkuat pengembangan talenta murid di bidang riset dan inovasi melalui Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) Tingkat Nasional Tahun 2026. Penutupan dan penganugerahan medali OPSI 2026 menjadi momentum guna menegaskan keberlanjutan pengembangan talenta, dengan prestasi sebagai pintu masuk menuju proses belajar, penguatan kompetensi, dan pengembangan diri.
Sebanyak 250 talenta riset dan inovasi jenjang pendidikan dasar dan menengah mengikuti rangkaian final OPSI 2026 yang berlangsung pada 24–30 September 2026. Penyelenggaraan OPSI menjadi bagian penting dari implementasi Manajemen Talenta Murid sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Permendikdasmen) Nomor 25 Tahun 2025.
Staf Khusus Mendikdasmen Bidang Peningkatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dan Kompetensi Guru, Maila Dinia Husni Rahiem, mengatakan bahwa OPSI merupakan salah satu ruang aktualisasi talenta murid sekaligus bagian dari upaya Kemendikdasmen membangun ekosistem manajemen talenta yang mendukung proses identifikasi, pengembangan, aktualisasi, dan keberlanjutan talenta.
“Pemerintah ingin memastikan bahwa talenta-talenta OPSI mendapatkan ruang tumbuh yang berkelanjutan melalui apresiasi dan partisipasi semesta, termasuk dari perguruan tinggi dan dunia industri,” ujar Maila Dinia Husni Rahiem, saat menutup OPSI di Tangerang Selatan, Selasa (29/9).
Menurut Maila, OPSI tidak semata-mata diarahkan pada pencapaian medali. Pentingnya pengalaman selama mengikuti OPSI menjadi bekal penting dalam membangun karakter dan mengembangkan kapasitas diri sebagai peneliti muda. Kepada para peserta OPSI, Maila berpesan agar menjadikan ajang ini bukan hanya kesempatan meraih prestasi tetapi juga ajang yang membina karakter sebagai peneliti muda.
“Prestasi hari ini adalah pintu masuk menuju kesempatan berikutnya. Kesempatan untuk belajar lebih jauh, mengembangkan talenta, memperoleh pengalaman baru, berkompetisi di tingkat yang lebih tinggi, dan bagi sebagian talenta, membawa nama Indonesia ke panggung internasional serta mengikuti seleksi Beasiswa Talenta Indonesia,” jelas Maila.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Puspresnas, Maria Veronica Irene Herdjiono, menjelaskan bahwa karakteristik OPSI berbeda dengan kompetisi yang berorientasi pada pengerjaan soal. Dalam OPSI, peserta didorong untuk memahami dan menyelesaikan permasalahan melalui proses penelitian.
“Kalau ajang lainnya anak-anak diminta untuk mengerjakan soal. Tapi untuk riset, bukan mengerjakan soal, melainkan berpikir untuk menyelesaikan suatu permasalahan. Bahkan berangkat dari hakikat riset, permasalahan yang belum ada pun harus mampu kita prediksi, apa masalah ke depan dan bagaimana solusinya,” ujar Irene.
Karena itu, rangkaian final OPSI 2026 tidak hanya menghadirkan presentasi penelitian, tetapi juga pameran hasil karya dan Research Idea Challenge (RICh). Melalui RICh, peserta ditantang membangun ide atau gagasan untuk menyelesaikan suatu permasalahan secara spontan dalam waktu terbatas.
Pengembangan talenta OPSI juga tidak berhenti pada rangkaian kompetisi. Salah satu penguatan dilakukan melalui Bina Talenta Indonesia (BTI) Kolaboratif yang dilaksanakan pada 28 September 2026.
Program tersebut menguatkan enam kompetensi atau 6C, yaitu Critical Thinking, Creativity, Collaboration, Communication, Character, dan Citizenship. Penguatan ini dirancang agar talenta riset memiliki kemampuan yang lebih utuh, tidak hanya dari aspek akademik, tetapi juga karakter dan kemampuan berinteraksi dengan lingkungan.
“Jadi anak-anak dari 125 tim berkolaborasi untuk menyelesaikan suatu masalah, berinteraksi, berkomunikasi sehingga tercipta interaksi yang kuat antar peserta. Harapannya, ke depan mereka dapat berjejaring untuk pengembangan mereka sebagai bibit-bibit talenta riset,” pungkas Irene.
Peningkatan jumlah pendaftar OPSI turut menunjukkan tingginya partisipasi murid dalam bidang riset dan inovasi. Pada 2026, jumlah pendaftar OPSI mencapai 39.300 murid, meningkat sekitar 47 persen dibandingkan 26.723 pendaftar pada 2025.
Selain itu, untuk memperkuat kompetensi penelitian bagi peserta OPSI 2026, Kemendikdasmen juga berkolaborasi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Kolaborasi tersebut mencakup penguatan metodologi penelitian, pemahaman mengenai klirens etik dalam penelitian, serta pengenalan dasar-dasar penelitian sesuai kaidah ilmiah. (Evi)
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel
KAI Luncurkan Nusantara Explorer, Perjalanan Premium yang Membawa Cerita Indonesia di Atas Rel. (Dok. KAI)
Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) resmi meluncurkan Nusantara Explorer, rangkaian kereta wisata premium yang menghadirkan pengalaman perjalanan khas Indonesia dalam acara puncak peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 KAI “The Continuum – Timeless Transformation” di Ciputra Artpreneur Jakarta, Senin (28/9).
Kehadiran Nusantara Explorer menjadi bagian dari perjalanan transformasi KAI dalam menghadirkan layanan kereta api yang membawa pelanggan lebih dekat dengan kekayaan Indonesia melalui perpaduan perjalanan, budaya, kenyamanan, dan pelayanan premium.
Dikembangkan oleh insan KAI melalui Balai Yasa Surabaya Gubeng, Nusantara Explorer menghadirkan konsep perjalanan yang menjadikan kereta api sebagai ruang pengalaman. Setiap perjalanan dirancang untuk menghadirkan suasana yang menghubungkan pelanggan dengan keindahan alam, budaya, serta keramahan Indonesia sepanjang perjalanan.
Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan Nusantara Explorer dikembangkan untuk mendukung penguatan pariwisata Indonesia melalui pengalaman perjalanan menggunakan kereta api.
“Beberapa waktu lalu kami mendapatkan arahan untuk menghadirkan layanan kereta api yang dapat mendukung pariwisata Indonesia. Hari ini kami memperkenalkan Nusantara Explorer, sebuah perjalanan yang memadukan keindahan alam Indonesia, local hospitality, local wisdom, serta budaya Indonesia,” ujar Bobby.
Nusantara Explorer dikembangkan berdasarkan gagasan untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang berbeda, dengan mengombinasikan potensi wisata Indonesia dan layanan kereta api premium.
Rangkaian ini merupakan hasil pengembangan dan modifikasi interior yang dilakukan oleh insan KAI di Balai Yasa Surabaya Gubeng. Proses pengembangan dilakukan melalui berbagai tahapan penyempurnaan untuk menghadirkan kenyamanan pelanggan dalam perjalanan.
Dalam satu rangkaian, Nusantara Explorer menghadirkan beberapa area layanan dengan karakter berbeda, yaitu Signature Class, Advanced Class, Compact Class, Lounge, Grand Restaurant, serta Kitchen & Crew.
Area Signature Class dan Advanced Class menghadirkan ruang privat bagi pelanggan yang menginginkan pengalaman perjalanan premium. Sementara itu, Lounge dan Grand Restaurant menjadi ruang interaksi yang menghadirkan suasana perjalanan lebih dinamis dengan konsep layanan yang mengedepankan kenyamanan.
Secara keseluruhan, Nusantara Explorer memiliki kapasitas hingga 91 pelanggan, terdiri dari area kamar sebanyak 36 pelanggan serta area Lounge dan Grand Restaurant sebanyak 55 pelanggan.
Dalam proses pengembangannya, Nusantara Explorer juga melalui tahap penyempurnaan berdasarkan berbagai masukan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan, termasuk aspek sirkulasi udara, konektivitas komunikasi dan internet, serta fasilitas pendukung perjalanan.
Bobby menyampaikan bahwa Nusantara Explorer menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan layanan dengan karakter Indonesia yang dapat dinikmati masyarakat maupun wisatawan.
“Indonesia memiliki kekayaan alam, budaya, dan destinasi yang luar biasa. Melalui Nusantara Explorer, kami ingin menghadirkan perjalanan yang memberikan cerita, kenyamanan, dan pengalaman yang berkesan bagi setiap pelanggan,” kata Bobby.
Bobby menambahkan, pengembangan layanan wisata berbasis kereta api akan terus menjadi bagian dari inovasi KAI dalam memperluas pilihan perjalanan masyarakat.
“KAI akan terus bertransformasi menghadirkan layanan yang semakin melayani, termasuk melalui pengembangan produk-produk yang mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata Indonesia,” ujar Bobby.
Nusantara Explorer telah melalui tahapan persiapan teknis dan sertifikasi bersama Direktorat Jenderal Perkeretaapian sebagai bagian dari memastikan kesiapan sarana sebelum digunakan dalam layanan perjalanan.
Melalui peluncuran Nusantara Explorer, KAI menghadirkan sebuah perjalanan yang membawa pelanggan menikmati Indonesia melalui jalur kereta api, menghubungkan lanskap, budaya, dan pengalaman pelayanan dalam satu rangkaian perjalanan. (Tedy)
Menteri LH: Penguatan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan, Jangan Diabaikan!
Menteri Jumhur ungkap Penguatan Perlindungan Hak Masyarakat dalam Pelestarian Lingkungan, Jangan Diabaikan!. (Dok. Kemen LH)
Garut, WaraWiri.net - Guna memastikan perlindungan hak masyarakat adat dan penguatan komitmen pelestarian alam berjalan beriringan, Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Moh Jumhur Hidayat, menyapa langsung para tokoh dan perwakilan warga dalam acara Lawung Lingkung atau Temu Komunitas Adat di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Rabu (30/9/2026).
"Masyarakat adat sering menjadi korban dari kerusakan lingkungan yang dilakukan bukan oleh orang-orang lokal tapi oleh para pendatang dan sebagainya," kata Menteri Jumhur.
Perlindungan Hukum bagi Warga Asli
Menteri Jumhur menjelaskan, pemerintah pusat melalui KLH/BPLH terus memastikan bahwa regulasi yang berlaku benar-benar berpihak kepada masyarakat yang telah lama hidup dan merawat keseimbangan alam di tapak. Melalui aturan baru seperti ketentuan reformasi agraria, negara menjamin perlindungan bagi warga asli agar tidak lagi tersingkir dari wilayah kelola mereka akibat klaim sepihak.
"Jadi sekarang tidak bisa lagi ujug-ujug, ada selembar kertas dari Badan Pertanahan Negara (BPN) atau dari mana pun tiba-tiba dia menguasai satu wilayah dan mengusir masyarakat lokal. Kini dengan UU (Undang-Undang) yang baru Insyaallah tidak bisa lagi terjadi dan akan dikawal oleh UU," tegas Menteri Jumhur.
Pemulihan Ekosistem dan Solusi Persoalan Lokal
Lebih lanjut, KLH/BPLH memegang mandat tegas untuk memastikan seluruh ekosistem yang rusak harus dipulihkan oleh pihak yang bertanggung jawab, baik dari kalangan korporasi maupun pihak lainnya.
"Salah satu yang diamanatkan kepada kami, KLH adalah memastikan bahwa semua sumber-sumber yang pernah dirusak untuk dipulihkan. Bila dirusak oleh korporasi maka korporasi harus memulihkan, dirusak oleh siapapun, mereka memulihkan. Termasuk masyarakat yang mengotori sungai dan sebagainya tapi kami akan membantu," tutur Menteri Jumhur.
Menjawab tantangan di tingkat tapak, Menteri Jumhur memaparkan langkah konkret pemerintah, mulai dari penyediaan infrastruktur pengelolaan sampah di sepanjang aliran sungai untuk mencegah pencemaran plastik, hingga upaya mencari solusi pembiayaan bagi penanganan limbah industri penyamakan kulit di Garut agar sektor ekonomi lokal tetap produktif tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan.
Pemerintah juga terus melakukan evaluasi menyeluruh serta menyempurnakan regulasi guna memastikan penegakan hukum di sektor lingkungan hidup dapat berjalan secara konsisten dan berkeadilan.
Diakhir kegiatan tersebut, Menteri Jumhur dianugerahi gelar kehormatan Sinatria Jaga Riksa Nusantara yang diberikan langsung oleh puluhan perwakilan komunitas adat Pasundan. Mulai dari Urug, Ciptagelar, Ciptamulya, Sirna Resmi, Kampung Mahmud, Cirendeu, Cikondang, Kampung Pulo, Kampung Naga, hingga Akur Cigugur dan Dayak Segandu, apresiasi ini merupakan wujud nyata dalam merawat bumi dan menjaga kelestarian alam dan sebuah apresiasi adat bagi figur ksatria yang berdedikasi merawat dan melindungi kelestarian bumi. (Alif)
Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru
Pertamina Siapkan Bisnis Energi Hijau sebagai Sumber Pertumbuhan Baru. (Dok. Pertamina)
Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) terus mengembangkan bisnis energi rendah karbon untuk mendukung pertumbuhan ekonomi hijau menuju Indonesia Emas 2045. Di saat yang sama, Pertamina tetap menjalankan perannya dalam menjaga ketersediaan energi memenuhi kebutuhan masyarakat.
Senior Vice President Business Sustainability Pertamina Wenny Ipmawan mengatakan, kedua hal tersebut berjalan beriringan dalam strategi pertumbuhan Pertamina. Perusahaan mengurangi emisi dari kegiatan operasionalnya sambil mengembangkan peluang bisnis baru, antara lain biofuel, panas bumi, listrik energi bersih, pengolahan sampah menjadi energi, dan hidrogen hijau.
“Kebutuhan energi Indonesia masih terus tumbuh. Karena itu, transisi energi harus dilakukan secara bertahap, sambil memastikan energi tetap tersedia dan peluang bisnis rendah karbon bisa berkembang,” ujar Wenny.
Menurut Wenny, Pertamina memilih teknologi sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing kegiatan, termasuk tenaga surya, penyimpanan energi dengan baterai, serta penangkapan dan penyimpanan karbon.
Pertamina juga terus meningkatkan efisiensi di kegiatan operasional, antara lain melalui penghematan energi, optimalisasi penggunaan bahan bakar, dan penerapan teknologi energi bersih. Langkah ini membantu menekan emisi sekaligus membuat operasi lebih efisien.
“Kami ingin inisiatif rendah karbon tidak berhenti pada tahap pengembangan teknologi. Proyeknya juga harus layak secara ekonomi dan dapat dijalankan secara komersial,” kata Wenny.
Vice President Corporate Communication Pertamina Muhammad Baron mengatakan, pengembangan bisnis rendah karbon merupakan bagian dari upaya Pertamina menyiapkan masa depan energi nasional.
“Sebagai perusahaan energi nasional, Pertamina terus memenuhi kebutuhan energi hari ini, sekaligus menyiapkan pilihan energi untuk masa depan. Kami berharap pengembangan bisnis rendah karbon dapat mendukung pertumbuhan ekonomi dan memberi manfaat yang lebih luas bagi Indonesia,” ujar Baron.
Kinerja program dekarbonisasi ini sukses diimplementasikan dengan capaian pengurangan emisi di atas target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) tahun 2026. Sepanjang semester I 2026, dekarbonisasi Pertamina Group berhasil mengurangi emisi karbon sebesar 118 persen di atas target 2026.
“Sebagai perusahaan energi kelas dunia, Pertamina berkomitmen menjalankan ESG sesuai dengan standar dunia. Dekarbonisasi Pertamina juga merupakan komitmen Perusahaan menjalankan target Pemerintah mencapai NZE pada tahun 2060,” pungkas Baron. (Isna)
Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya melalui Inovasi Desain Berbasis Pasar
Kemenperin Perkuat Daya Saing IKM Fesyen dan Kriya melalui Inovasi Desain Berbasis Pasar. (Dok. Kemenperin)
Jakarta, WaraWiri.net - Di tengah perubahan preferensi konsumen, perkembangan teknologi, dan persaingan pasar yang semakin dinamis, pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dituntut untuk semakin adaptif dalam membaca peluang pasar. Kemampuan tersebut perlu diikuti dengan inovasi desain dan pengembangan produk yang mampu menjawab kebutuhan konsumen sekaligus menciptakan nilai tambah.
Kementerian Perindustrian terus memperkuat kapasitas dan daya saing IKM melalui berbagai program pembinaan yang mencakup pengembangan sumber daya manusia, inovasi produk, peningkatan kemampuan usaha, serta perluasan akses pasar dan jejaring bisnis. Industri fesyen dan kriya menjadi salah satu sektor yang potensial untuk terus dikembangkan karena ditopang kreativitas, kekayaan budaya, serta sumber daya lokal Indonesia.
Direktur Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (IKMA) Kemenperin Reni Yanita mengatakan, pengembangan produk IKM perlu semakin berorientasi pada kebutuhan pasar. Oleh karena itu, pelaku IKM perlu memahami karakter dan preferensi konsumennya sejak tahap awal perancangan produk.
“Pengembangan produk tidak cukup hanya berangkat dari pertanyaan mengenai apa yang dapat diproduksi, tetapi juga perlu mempertimbangkan siapa konsumennya, apa kebutuhannya, serta peluang apa yang dapat dijawab melalui produk tersebut. Dalam proses inilah desain memiliki peran yang penting,” ujar Reni dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (1/10).
Sebagai bagian dari upaya tersebut, Kemenperin melalui Balai Pemberdayaan Industri Fesyen dan Kriya (BPIFK) menyelenggarakan Kick Off Design Canvas & Design Maker 2026 pada 17 September 2026 secara hibrida di Auditorium BPIFK, Badung, Bali. Mengusung tema “Read the Market, Design the Product: Menjawab Kebutuhan Konsumen melalui Desain”, kegiatan tersebut diarahkan untuk membantu IKM fesyen dan kriya mengembangkan produk yang relevan dengan kebutuhan pasar melalui pendekatan berorientasi konsumen.
Program Design Canvas dan Design Maker 2026 menerapkan pendekatan co-creation yang mempertemukan pelaku IKM fesyen dan kriya dengan mahasiswa. Pelaksanaannya melibatkan Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD) Institut Seni Indonesia (ISI) Bali serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Udayana. Kolaborasi tersebut mencakup pendampingan mulai dari pengembangan ide dan desain hingga penguatan aspek pasar dan pengembangan usaha. Program ini juga mendapat dukungan CAP Bali sebagai mitra kolaborator.
Menurut Reni, kolaborasi antara IKM dan perguruan tinggi menjadi penting karena dapat mempertemukan pengalaman pelaku usaha dengan pengetahuan, kreativitas, serta perspektif baru dari kalangan akademisi dan mahasiswa.
“Melalui komposisi peserta yang terdiri dari IKM dan mahasiswa, kami berharap tercipta proses pembelajaran dua arah. Mahasiswa memperoleh pengalaman dalam menyelesaikan kebutuhan nyata industri, sementara IKM memperoleh perspektif, ide, dan alternatif pengembangan produk yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung pengembangan usahanya,” tutur Reni.
Reni berharap kolaborasi tersebut tidak berhenti pada pelaksanaan kegiatan, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan prototipe yang selanjutnya dikembangkan menjadi produk bernilai tambah dan memiliki peluang pasar.
“Design Canvas dan Design Maker memberikan ruang bagi IKM untuk melihat kembali produknya dari perspektif konsumen, sekaligus membuka kesempatan bagi mahasiswa untuk menerapkan pengetahuan dan kreativitasnya pada kebutuhan nyata industri. Kami berharap interaksi tersebut dapat menghasilkan alternatif desain dan produk yang dapat dikembangkan lebih lanjut oleh IKM,” ungkapnya.
Sementara itu, Kepala BPIFK Dickie Sulistya Aprilyanto menjelaskan, Design Canvas dan Design Maker dirancang sebagai rangkaian pengembangan produk yang saling berkesinambungan. Melalui Design Canvas, peserta diarahkan untuk menggali potensi IKM, memahami kebutuhan dan preferensi konsumen, serta merumuskan ide dan konsep desain berdasarkan peluang pasar.
“Selanjutnya, Design Maker mengarahkan gagasan tersebut ke tahap pembuatan prototipe dan penyempurnaan produk dengan mempertimbangkan aspek desain, fungsi, serta potensi pengembangannya menjadi produk bernilai tambah,” jelas Dickie.
Kick Off Design Canvas & Design Maker 2026 diikuti sebanyak 70 peserta, yang terdiri atas perwakilan dinas yang membidangi sektor industri di tingkat provinsi dan kabupaten/kota di Bali, pelaku IKM, dosen, serta mahasiswa. Kegiatan tersebut juga menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi dan pelaku industri kreatif.
Materi yang diberikan meliputi pemahaman kebutuhan dan preferensi konsumen, riset pasar, perumusan konsep desain, hingga penerjemahan gagasan menjadi prototipe dan produk bernilai tambah. Dengan pendekatan tersebut, peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pemahaman konseptual, tetapi juga mampu memahami proses pengembangan produk yang dimulai dari identifikasi kebutuhan pasar.
Dickie menambahkan, Kemenperin berharap semakin banyak IKM fesyen dan kriya serta mahasiswa yang dapat memanfaatkan ruang kolaborasi semacam ini. Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri dinilai dapat mempercepat lahirnya inovasi produk yang memiliki relevansi dengan kebutuhan konsumen.
“Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menjadi ruang bagi lahirnya gagasan dan pengembangan produk yang lebih sesuai dengan kebutuhan konsumen, sekaligus memperkuat kapasitas dan daya saing IKM fesyen dan kriya,” pungkas Dickie. (Ros)
Menkomdigi Tekankan Keamanan Anak, LEGO Dukung Penerapan PP TUNAS
Menkomdigi Meutya Hafid saat menerima audiensi LEGO Group di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)
Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menekankan pentingnya keamanan anak menjadi bagian dari desain layanan digital sejak awal.
Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Senior Director Government and Public Affairs Asia Pacific The LEGO Group Lizum Mishra di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Rabu (30/09/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Menkomdigi membahas penerapan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak atau PP TUNAS, termasuk pengelolaan fitur yang dapat menghadirkan risiko bagi anak.
Menurutnya, pengelolaan akses bagi anak perlu dirancang dengan mempertimbangkan persetujuan orang tua.
Pendekatan tersebut dinilai lebih tepat dibandingkan memberikan akses terlebih dahulu, kemudian orang tua baru mempelajari cara mengatur interaksi anak di dalam layanan digital.
“Kami lebih memilih pendekatan di mana akses tidak diberikan begitu saja tanpa persetujuan orang tua,” tegasnya.
Menkomdigi menjelaskan bahwa pendekatan tersebut juga perlu diiringi dengan upaya edukasi kepada orang tua mengenai pengelolaan interaksi anak di ruang digital.
Ia menekankan bahwa edukasi tidak harus selalu dilakukan melalui penyampaian informasi secara langsung, tetapi dapat diberikan melalui pengalaman orang tua dalam mendampingi anak menggunakan layanan digital.
“Jumlah penduduk kita hampir 200 juta jiwa. Kita tidak mungkin mengedukasi semua orang tua. Cara edukasi terbaik adalah melalui pengalaman langsung. Kita berikan akses awal tanpa fitur interaksi, lalu orang tua belajar bagaimana mengelola interaksi tersebut,” jelas Meutya.
Meutya pun menegaskan dukungannya terhadap kehadiran LEGO di Indonesia dengan tetap mengedepankan kepatuhan terhadap ketentuan PP TUNAS.
“Sekali lagi, kami akan sangat mendukung. Namun, tentu saja hal ini tetap harus mematuhi ketentuan PP Tunas,” pungkas Meutya. (Dinda)
Emban Amanah Baru, Sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih Paparkan Prioritas Kerja
Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)
Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto melantik sejumlah menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis, 1 Oktober 2026. Usai pelantikan, sejumlah menteri menyampaikan kesan sekaligus prioritas kerja yang akan dijalankan dalam mengemban amanah baru di pemerintahan.
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Sugiono menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan Presiden Prabowo kepadanya. Ia menegaskan akan segera melakukan koordinasi untuk mendalami berbagai agenda dan pekerjaan rumah di Kemenko PMK.
“Tentu saja setelah ini saya berkoordinasi dengan Pak Pratik untuk mendalami kemudian membahas hal-hal yang menjadi pekerjaan rumah di Kementeriaan Koordinator PMK,” lanjutnya.
Sementara itu, Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir menyoroti dinamika global yang semakin kompleks. Menurutnya, situasi tersebut menghadirkan tantangan besar bagi diplomasi Indonesia. Meski demikian, Indonesia memiliki landasan politik luar negeri (Polugri) yang konsisten sebagai pedoman dalam menghadapi berbagai perkembangan dunia.
“Tentunya situasi global saat ini dinamikanya tidak sederhana. Jadi tantangan yang kita hadapi sangat besar. Tentu suatu hal yang kita juga syukuri bahwa Polugri Indonesia itu selalu konsisten,” ujar Arrmanatha.
Arrmanatha menegaskan bahwa politik luar negeri bebas aktif akan tetap menjadi pijakan Indonesia. Dalam menjalankan amanah barunya, ia juga akan melanjutkan berbagai kebijakan dan langkah diplomasi yang telah dijalankan Sugiono saat menjabat sebagai Menteri Luar Negeri.
“Jadi siapapun yang menjalankan tugas sebagai Menteri Luar Negeri, rujukan yang jelas yaitu adalah undang-undang kita. Polugri kita juga jelas, bebas aktif yang telah sering disampaikan oleh Bapak Presiden. Jadi tugas saya di sini adalah melanjutkan apa yang telah dijalankan oleh Bapak Sugiono yang sekarang menjadi Pak Menko,” ungkapnya.
Di bidang industri, Menteri Perindustrian Muhammad Sarmuji memandang amanah yang diterimanya sebagai tugas yang cukup berat. Ia menekankan pentingnya sektor industri menjadi daya ungkit bagi pertumbuhan ekonomi sekaligus memperluas penyerapan tenaga kerja.
“Karena itu, itu mesti kita cari problem-problemnya, lalu kita benahi satu-satu. Terutama industri yang berkaitan dengan penyerapan tenaga kerja dan bisa menjadi pengungkit perekonomian, tentu harus kita utamakan,” ucapnya.
Pernyataan para menteri tersebut mencerminkan fokus awal dalam menjalankan amanah baru, mulai dari melanjutkan agenda pembangunan manusia dan kebudayaan, menjaga konsistensi politik luar negeri bebas aktif di tengah dinamika global, hingga memperkuat peran industri sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. (Dinda)



















