Korupsi Proyek Irigasi Rp22 Miliar Kejari Tana Toraja Tahan Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara

Korupsi Proyek Irigasi Rp22 Miliar Kejari Tana Toraja Tahan Kepala Dinas Pertanian Toraja Utara. (Dok. Kejagung RI)

Sulawesi Selatan, WaraWiri.net - Tim Penyidik Seksi Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tana Toraja melakukan langkah tegas dengan menetapkan dan menahan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Toraja Utara berinisial LPD, Senin (13/4). LPD ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi proyek pembangunan irigasi perpipaan Tahun Anggaran 2024.

Penahanan LPD dilakukan setelah penyidik mengantongi minimal dua alat bukti yang sah. Dalam proyek tersebut, LPD menjabat sebagai Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).

Kepala Kejaksaan Negeri Tana Toraja, Frendra AH, mengungkapkan bahwa kasus ini merupakan pengembangan dari perkara sebelumnya yang menjerat terdakwa Titus Rappan, yang saat ini tengah menjalani proses persidangan di Pengadilan Tipikor Makassar.

"Berdasarkan hasil penyidikan dan ekspose perkara, tim menemukan adanya penyimpangan dalam proyek dengan total anggaran Rp8 miliar tersebut," ujar Frendra.

Meskipun realisasi anggaran mencapai Rp7,92 miliar, hasil audit menunjukkan adanya kerugian keuangan negara yang cukup signifikan, yakni sebesar Rp2.221.910.450 (dua miliar dua ratus dua puluh satu juta sembilan ratus sepuluh ribu empat ratus lima puluh rupiah).

Frendra menegaskan bahwa pihak Kejaksaan akan terus mengembangkan penyidikan ini untuk menelusuri aliran dana dan potensi keterlibatan pihak lain. Ia juga mengimbau agar seluruh pihak bersikap kooperatif selama proses hukum berlangsung.

"Kami berkomitmen mengusut tuntas perkara ini secara profesional dan transparan sebagai bagian dari upaya penegakan hukum dan prinsip zero KKN di wilayah Tana Toraja," tegasnya.

Atas perbuatannya, tersangka LPD dijerat dengan pasal berlapis dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001, Juncto Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Saat ini, tersangka telah ditahan oleh pihak Kejari Tana Toraja untuk kepentingan penyidikan lebih lanjut sebelum dilimpahkan ke persidangan. (Rizal)
Share:

JPU Tegaskan Independensi Ahli BPKP Terkait Kerugian Kasus Chromebook

JPU Tegaskan Independensi Ahli BPKP Terkait Kerugian Kasus Chromebook. (Dok. Kejagung RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Roy Riady memberikan keterangan usai persidangan perkara dugaan korupsi digitalisasi pendidikan pengadaan chromebook di Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) untuk Terdakwa Nadiem Makarim yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi pada Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Senin 13 April 2026.

Dalam keterangannya, JPU Roy Riady menjelaskan bahwa ahli dari BPKP Dedy Nurmawan telah memaparkan temuan kerugian negara sekitar Rp1,5 triliun yang disebabkan oleh berbagai penyimpangan, termasuk adanya upaya mengarahkan spesifikasi ke Chrome OS dalam proyek digitalisasi pendidikan tersebut.

“Seluruh perhitungan tersebut didasarkan pada objektivitas ahli dan dokumen audit yang dapat dipertanggungjawabkan tanpa adanya paksaan atau pesanan dari pihak manapun,” imbuh JPU Roy Riadu

Mengenai metode perhitungan, JPU mengklarifikasi bahwa ahli tidak menggunakan harga pasar sebagai acuan utama, melainkan menggunakan metode akuntansi berdasarkan dokumen-dokumen valid seperti dokumen impor dan perjanjian distributor.

“Melalui dokumen tersebut, ahli memberikan margin maksimal untuk menentukan harga wajar, namun fakta di lapangan menunjukkan bahwa harga yang dibayarkan negara jauh lebih tinggi sehingga terjadi praktik mark-up,” ujar JPU Roy Riady menambahkan.

JPU sempat memberikan perbandingan bahwa jika menggunakan fakta harga pasar, mantan Dirjen Pendidikan Dasr dan Menengah Hanif Muhammad membeli perangkat serupa seharga Rp 3,2 juta, bahkan terdakwa Ibrahim Arief (IBAM) tercatat membeli hanya dengan harga Rp 2 juta pada tahun 2022.

Meski data ini tersedia, Tim JPU tetap menghormati independensi ahli yang memilih menggunakan metode pembentukan harga yang sebenarnya untuk menghindari intervensi penyidik.

Lebih lanjut, JPU Roy Riady melontarkan kritik terhadap tim penasihat hukum terdakwa yang dinilai tidak fokus selama persidangan dan pembuktian. Menurut JPU, ada pengacara yang tidak mengikuti sidang hingga selesai sehingga seringkali menanyakan hal-hal yang sebenarnya sudah diperlihatkan melalui dokumen dan barang bukti.

“Kami meminta pihak penasihat hukum untuk lebih fokus, mencatat setiap bukti yang muncul, dan tidak mengulang-ulang pertanyaan terhadap bukti yang sudah jelas dipaparkan dalam persidangan agar proses hukum berjalan efektif,” tambahnya.

Terakhir, JPU menepis keraguan mengenai referensi harga dengan menyatakan bahwa saksi teknis di persidangan pun mengakui bahwa survei e-katalog tidak memiliki referensi pembentukan harga yang akurat, sehingga metode akuntansi ahli menjadi sangat krusial dalam perkara ini. (Rizal)
Share:

Pengembangan Perkara, KPK Tahan Tersangka Dugaan Pemerasan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau

Pengembangan Perkara, KPK Tahan Tersangka Dugaan Pemerasan di Lingkungan Pemerintah Provinsi Riau. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan pengembangan perkara dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan penerimaan lainnya di Pemerintah Provinsi Riau Tahun Anggaran 2025. KPK kemudian menetapkan MJN selaku ADC atau ajudan Gubernur sebagai tersangka.

Sebelumnya, KPK telah menetapkan AW selaku Gubernur Riau; MAS selaku Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, Kawasan Permukiman dan Pertanahan (PUPR PKPP) Provinsi Riau; serta DAN selaku Tenaga Ahli Gubernur Provinsi Riau. Selanjutnya, terhadap tersangka MJN, ditahan untuk 20 hari pertama sejak 13 April s.d. 2 Mei 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung ACLC (C1) KPK.

Konstruksi perkaranya bermula dari permintaan AW kepada sejumlah perangkat daerah di Pemprov Riau, yang terbagi dalam tiga tahap (Juni - November 2025). Dalam proses penyidikan, KPK menemukan keterlibatan MJN selaku ajudan Gubernur Riau, yang diduga berperan mengalirkan uang kepada AW.

Dimana, MJN mendistribusikan uang pada tahap I senilai Rp950 juta kepada AW dan kembali menyalurkan uang tahap II sebesar Rp450 juta. Sementara di tahap III, terjadi pengumpulan sebesar Rp750 juta dari perangkat daerah, yang selanjutnya diamankan sebagai bagian dari barang bukti oleh Tim KPK dalam tahap kegiatan penyelidikan tertutup pada 3 November 2025 lalu.

Atas perbuatannya, MJN disangkakan telah melakukan perbuatan TPK sebagaimana dimaksud telah melanggar Pasal 12 huruf e dan /atau Pasal 12 huruf f dan /atau Pasal 12 B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP, bersama-sama AW, MAS, serta DAN. (Dimas)
Share:

SPI Tulungagung Masih Kategori Rentan, KPK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan

SPI Tulungagung Masih Kategori Rentan, KPK Dorong Penguatan Tata Kelola dan Pencegahan. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mendorong perbaikan tata kelola pemerintahan daerah secara menyeluruh pascaperistiwa tertangkap tangan di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung pada Sabtu (11/4) lalu.

KPK menegaskan bahwa instrumen pencegahan, seperti Survei Penilaian Integritas (SPI), perlu dimanfaatkan sebagai sistem peringatan dini untuk mengidentifikasi sekaligus menekan potensi risiko korupsi sejak awal.

Berdasarkan hasil Survei Penilaian Integritas (SPI) tahun 2025, Kabupaten Tulungagung memperoleh skor 71,62 dan masuk dalam kategori “rentan”. Capaian tersebut menempatkan Tulungagung pada peringkat ke-35 dari 39 kabupaten/kota di Jawa Timur.

Secara lebih rinci, penilaian pada aspek integritas dalam pelaksanaan tugas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung tercatat sebesar 74,31. Sementara itu, komponen internal terkait perdagangan pengaruh (trading in influence) memperoleh skor 73,21. Hasil ini menunjukkan bahwa penguatan integritas masih perlu dilakukan, termasuk dalam mencegah potensi penyalahgunaan pengaruh dalam proses pengambilan keputusan atau kebijakan.

Melalui instrumen pengukuran risiko korupsi seperti SPI, KPK mendorong pemerintah daerah bersama seluruh elemen masyarakat untuk memanfaatkan indikator tersebut sebagai sistem peringatan dini, baik dalam mengidentifikasi potensi kerawanan maupun mengevaluasi upaya perbaikan tata kelola.

Dalam konteks penanganan perkara, Kabupaten Tulungagung juga menjadi salah satu dari sembilan kabupaten/kota di Jawa Timur yang turut menjadi sorotan dalam perkara korupsi dana hibah periode 2019–2022 yang hingga kini masih dalam proses pendalaman oleh KPK.

KPK mengingatkan bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) harus digunakan sepenuhnya untuk kepentingan masyarakat, bukan untuk kepentingan pribadi atau kelompok tertentu, serta bebas dari praktik yang bertentangan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Selain itu, pentingnya komitmen bersama dalam menjunjung tinggi integritas juga terus ditekankan. Upaya pencegahan korupsi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan sinergi seluruh unsur di daerah, mulai dari kepala daerah, jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), hingga Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda).

Penguatan sistem, perbaikan tata kelola, serta integritas setiap individu aparatur menjadi kunci utama untuk mencegah terulangnya tindak pidana korupsi serupa di daerah, termasuk di Kabupaten Tulungagung.

Sebagai penutup, KPK menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang terus berkomitmen mendukung upaya pemberantasan korupsi melalui langkah-langkah nyata. KPK meyakini bahwa dukungan publik merupakan elemen penting dalam memperkuat komitmen bersama untuk menjaga integritas tata kelola pemerintahan daerah, karena pemberantasan korupsi adalah ikhtiar bersama. (Dimas)
Share:

Puan Maharani: Layanan Infrastruktur Pendidikan yang Merata adalah Hak Dasar Anak

Puan Maharani ungkap Layanan Infrastruktur Pendidikan yang Merata adalah Hak Dasar Anak. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti berbagai persoalan berkenaan dengan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk infrastruktur. Aspek ini menjadi sorotannya lantaran ia menyakini infrastruktur pada layanan pendidikan, baik utama maupun penunjang, merupakan hak dasar anak yang wajib diberikan oleh negara.

“Titik paling dasar yang menentukan apakah proses belajar dapat berlangsung dengan baik adalah dengan memastikan negara memiliki sistem pelayanan pendidikan yang maksimal bagi anak,” kata Puan melalui rilis yang disampaikan kepada Parlementaria, Selasa (14/4/2026).

Tidak hanya itu saja, ia menyinggung masih terdapatnya sejumlah persoalan dalam layanan pendidikan di Indonesia, termasuk yang bersifat teknis.

“Hari ini kita melihat bagaimana masih ada anak-anak harus bersekolah di bawah pohon, kesulitan membeli buku dan pensil, bahkan sampai ada yang setiap hari harus melalui perjalanan ekstrem untuk sampai ke sekolah,” tuturnya.

Sebelumnya, terjadi viral di media sosial siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tando di Kecamatan Welak, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, belajar di bawah pohon yang ternyata sudah berlangsung sejak 2018 akibat sekolah tersebut keterbatasan rombongan belajar atau ruang kelas. Menurut guru yang mengajar para siswa itu, murid kelas 2 dan 3 SDN Tando sering kerap kepanasan saat hari semakin siang dan terik matahari mulai menyengat.

Mereka kerap berpindah-pindah dari pohon satu ke pohon lainnya agar bisa lebih teduh. Saat musim hujan, siswa kelas 2 dan kelas 3 biasanya berbagi satu ruang kelas dengan ukuran hanya 5x6 meter yang dibangun secara swadaya oleh orang tua murid.

Kondisi ruangan tersebut juga memprihatinkan dengan lantai tanah dan dinding menggunakan seng, serta tak ada sekat pembatas antarruangan. Terkait hal ini, Puan menilai kondisi sekolah di SDN Tando menjadi salah satu potret keprihatinan dalam sistem layanan pendidikan di Tanah Air.

“Ketika ruang belajar belum tersedia dalam waktu panjang, kita bisa melihat adanya jarak antara prioritas kebijakan dan kebutuhan yang paling nyata di lapangan,” ungkapnya.

Usai kondisi siswa SD belajar di bawah pohon ini viral, Balai Penjamin Mutu Pendidikan (BPMP) Provinsi NTT bersama tim dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendisdasmen) langsung mendatangi lokasi. SDN Tando akan segera dibangun tambahan 4 ruang kelas dan 1 toilet melalui Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga (PKO) Manggarai Barat.

“Prinsipnya, Negara harus hadir saat rakyatnya membutuhkan. Apalagi ini menyangkut kebutuhan pendidikan anak-anak kita,” jelas Puan.

Selain adanya kegiatan belajar mengajar di bawah pohon, beberapa waktu terakhir layanan pendidikan juga menjadi sorotan setelah viral pelajar sekolah yang harus berenang menyeberangi sungai setiap hari demi menuntut ilmu di wilayah terpencil Sulawesi Tengah. Video yang sempat viral menunjukkan bagaimana anak anak di Desa Bainaa Barat, Kecamatan Tinombo, Kabupaten Parigi Moutong harus berjuang melawan arus sungai yang cukup deras hanya untuk bersekolah.

Apalagi saat hujan turun, derasnya air sungai mengancam keselamatan para pelajar itu. Namun kini, anak-anak dari Desa Bainaa Barat bisa sedikit lega karena jembatan mulai dibangun pemerintah bersama TNI dan masyarakat setempat sehingga akses mereka menuju ke sekolah menjadi lebih mudah.

Menurut Puan, gambaran anak anak sekolah yang harus menyeberangi sungai untuk mencapai ruang belajar menunjukkan bahwa di sebagian wilayah di Indonesia, pendidikan masih menghadapi risiko yang seharusnya tidak menjadi bagian dari rutinitas anak-anak.

Ia juga menyebut kejadian seperti ini bukan satu dua kali terjadi sebab masih banyak ditemukan pelajar, terutama di pedalaman, yang harus menempuh kondisi geografis sulit dan letak rumah dengan sekolahnya sangat jauh.

“Ini harus menjadi kesadaran kita bersama, bahwa infrastruktur yang merata sebagai bagian dari layanan pendidikan merupakan hak dasar anak yang wajib dipenuhi oleh Negara,” tegas Puan.

“Baik itu infrastruktur utama sekolah, maupun infrastruktur penunjang pendidikan seperti akses menuju sekolah, maupun sarana prasarana pendidikan lainnya,” sambung mantan Menko PMK itu.

Dalam banyak pembahasan tentang pendidikan, kata Puan, perhatian sering tertuju pada kurikulum, kualitas guru, atau hasil pembelajaran. Namun di sejumlah daerah, persoalan paling besar justru berada hal yang sangat dasar yakni tantangan terhadap keamanan dan kenyamanan anak saat mengenyam pendidikan.

“Maka penting agar kebutuhan dasar masyarakat dengan prioritas pembangunan dapat berjalan dengan cepat dan secara merata,” ujar Puan.

Puan melihat bahwa infrastruktur kecil seperti jembatan desa sering kali tidak menonjol dalam ukuran pembangunan nasional, tetapi justru di situlah kualitas kehadiran Negara paling langsung dirasakan masyarakat.

“Kami berharap pembangunan wilayah ke depan perlu semakin peka membaca titik-titik paling sederhana yang memiliki dampak sosial besar,” lanjut perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR RI itu.

Puan mengingatkan agar Negara tidak membiarkan kualitas awal pendidikan anak-anak ditentukan oleh lokasi geografis tempat mereka lahir. Sebab ketika perbedaan wilayah mejadi penentu kehadiran fasilitas dasar pendidikan, maka kesenjangan mutu dinilai akan terus menjadi persoalan.

“Kualitas kebijakan pendidikan nasional justru paling jelas terlihat dari bagaimana Negara menjawab kebutuhan sekolah-sekolah yang berada jauh dari pusat perhatian,” terang Puan.

Puan juga menilai keberhasilan pendidikan bukan hanya ditentukan oleh capaian akademik saja, tetapi juga oleh kemampuan memastikan bahwa hak dasar belajar benar-benar hadir sampai ke ruang kelas paling sederhana di daerah.

“Pada akhirnya, pendidikan yang adil tidak diukur dari tingkat akademik dan seberapa maju sekolah memiliki fasilitas lengkap, tetapi dari seberapa cepat Negara memperbaiki tempat-tempat yang selama ini masih menunggu hak dasarnya dipenuhi,” tutupnya. (Fathi)
Share:

Komisi VIII DPR RI Tekankan Kesiapan Haji 2026, Negara Tanggung Tambahan Biaya

Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memimpin Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah RI serta Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH di Nusantara II, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketua Komisi VIII DPR RI Marwan Dasopang memimpin Rapat Kerja Komisi VIII DPR RI bersama Menteri Haji dan Umrah RI serta Rapat Dengar Pendapat dengan Kepala Badan Pelaksana BPKH di Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (14/4/2026).

Dalam rapat tersebut, Komisi VIII DPR RI menyatakan dapat menerima penjelasan pemerintah terkait penyesuaian Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) tahun 2026 yang dipengaruhi oleh kenaikan harga avtur dan fluktuasi nilai tukar. Namun demikian, Komisi VIII menegaskan bahwa tambahan biaya tersebut tidak boleh dibebankan kepada jemaah.

“Kami dapat memahami adanya penyesuaian biaya akibat faktor eksternal seperti harga avtur dan nilai tukar. Namun Komisi VIII menegaskan bahwa tambahan biaya tersebut tidak boleh dibebankan kepada jemaah, melainkan harus menjadi tanggung jawab negara,” tegas Marwan Dasopang.

Komisi VIII menekankan bahwa selisih biaya harus ditanggung oleh keuangan negara. Untuk itu, Menteri Haji dan Umrah RI diminta melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga sesuai ketentuan perundang-undangan agar penggunaan anggaran negara berjalan akuntabel.

“Pemerintah perlu melakukan koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar skema pembiayaan ini dapat dilaksanakan secara akuntabel dan sesuai dengan regulasi,” lanjut Politisi Fraksi PKB ini.

Selain aspek pembiayaan, Komisi VIII juga menyoroti pentingnya dukungan pemerintah daerah. Komisi VIII meminta adanya koordinasi antara pemerintah pusat dengan pemerintah provinsi serta kabupaten/kota guna memastikan kelancaran proses pemberangkatan jemaah hingga ke embarkasi.

“Kami meminta adanya sinergi yang kuat antara pemerintah pusat dan daerah, sehingga proses pemberangkatan jemaah dari daerah menuju embarkasi dapat berjalan lancar tanpa hambatan,” ujarnya.

Terkait kesiapan teknis, Komisi VIII mengapresiasi paparan pemerintah mengenai kesiapan layanan jemaah, baik di dalam maupun luar negeri. Namun, Komisi VIII tetap meminta percepatan penyelesaian sejumlah kebutuhan penting, seperti pengadaan koper, seragam, dan perlengkapan lainnya.

“Persiapan teknis harus dipastikan selesai tepat waktu, termasuk pengadaan perlengkapan jemaah seperti koper dan seragam, agar tidak mengganggu tahapan pemberangkatan,” kata Marwan.

Dalam rapat tersebut, pimpinan dan anggota Komisi VIII DPR RI juga memberikan sejumlah catatan strategis, termasuk memastikan fasilitas akomodasi di Makkah memadai, terutama bagi jemaah lanjut usia.

“Kami menekankan pentingnya penyediaan fasilitas yang ramah bagi jemaah lansia, termasuk kelayakan mushola dan tempat wudhu di lokasi akomodasi,” jelasnya.

Selain itu, pemerintah diminta menyiapkan skema kedaruratan yang komprehensif untuk melindungi jemaah selama berada di Arab Saudi, termasuk sistem pelacakan untuk mengantisipasi jemaah yang tersesat.

“Pemerintah harus menyiapkan sistem kedaruratan yang terintegrasi, termasuk mekanisme pelacakan jemaah, guna memberikan perlindungan maksimal,” tambah Marwan.

Komisi VIII juga mendorong pemerintah melakukan kajian menyeluruh terkait upaya memperpendek masa tunggu jemaah haji, dengan tetap berpedoman pada regulasi yang berlaku.

“Kajian komprehensif perlu dilakukan untuk mencari solusi dalam memperpendek masa tunggu haji, tentunya dengan tetap memperhatikan ketentuan yang berlaku,” tutupnya.

Melalui berbagai catatan tersebut, Komisi VIII DPR RI menegaskan komitmennya untuk memastikan penyelenggaraan ibadah haji 2026 berjalan lebih baik, aman, dan memberikan kenyamanan maksimal bagi seluruh jemaah Indonesia. (Putra)
Share:

RDP Komisi V DPR RI, BMKG Tingkatkan Layanan Informasi dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem

RDP Komisi V DPR RI, BMKG Tingkatkan Layanan Informasi dan Peringatan Dini Cuaca Ekstrem. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat akurasi dan kecepatan penyampaian informasi cuaca ekstrem serta sistem peringatan dini real-time, sebagai bagian dari evaluasi pelaksanaan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Hal ini disampaikan dalam Rapat Kerja/Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI yang digelar di Gedung Nusantara, Senin (13/4).

Rapat yang melibatkan sejumlah mitra kerja strategis, di antaranya Kementerian Perhubungan, Kementerian Pekerjaan Umum, Korlantas Polri, Basarnas/BNPP, serta BMKG, membahas evaluasi layanan infrastruktur dan transportasi selama periode Lebaran 2026.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, dalam paparannya menekankan bahwa BMKG memiliki nilai keutamaan dalam mendukung keselamatan dan kelancaran transportasi nasional melalui penyediaan informasi cuaca yang akurat, berkelanjutan, dan mudah diakses.

“BMKG hadir secara luas dan terintegrasi, tidak hanya di tingkat pusat, tetapi juga di berbagai titik strategis seperti pelabuhan, bandara, dan jalur utama transportasi, untuk memastikan informasi cuaca dapat dimanfaatkan secara optimal,” ujarnya.

Selama periode Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung 13–29 Maret 2026, BMKG memberikan layanan operasional penuh selama 24 jam. Berdasarkan hasil evaluasi, kondisi cuaca secara umum relatif kondusif, meskipun masih terdapat hujan lebat dan angin kencang di sejumlah wilayah.

BMKG juga mencatat adanya pengaruh tidak langsung dari dua siklon tropis, yaitu Nuri dan Narel, yang meningkatkan aktivitas cuaca di beberapa wilayah Indonesia, terutama di bagian timur dan selatan. Namun, melalui sistem pemantauan dan peringatan dini yang berjalan efektif, dampak tersebut dapat diantisipasi tanpa mengganggu secara signifikan kelancaran transportasi.

Dari aspek kelautan, BMKG turut mengingatkan adanya potensi gelombang sedang hingga tinggi serta fenomena rob akibat fase bulan baru dan bulan perigee. Untuk itu, peringatan dini terus disampaikan secara intensif kepada masyarakat dan pemangku kepentingan guna mendukung keselamatan transportasi laut.

Dalam upaya mitigasi cuaca ekstrem, BMKG juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) di sejumlah wilayah seperti Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Sumatera Utara. Langkah ini dinilai efektif dalam menurunkan intensitas hujan dan mengurangi risiko gangguan terhadap infrastruktur serta mobilitas masyarakat.

“Operasi modifikasi cuaca memberikan kontribusi nyata dalam menekan potensi cuaca ekstrem, sehingga mobilitas masyarakat selama Lebaran dapat tetap terjaga dengan baik,” tegasnya.

Selain itu, BMKG memastikan observasi gempabumi tetap dilakukan secara intensif selama 24 jam, meskipun tidak terdapat kejadian gempa signifikan yang berdampak pada transportasi selama periode tersebut. Sejumlah aspek akan terus ditingkatkan, terutama dalam diseminasi informasi, penguatan sumber daya manusia, dan pemeliharaan sarana dan prasarana.

Menanggapi paparan tersebut, Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, menekankan pentingnya penguatan infrastruktur teknologi BMKG, khususnya dalam memastikan keandalan peralatan operasional.

“Kami berharap BMKG mengutamakan pemeliharaan peralatan. Seluruh sistem yang berbasis teknologi harus dipastikan beroperasi optimal, karena ini menjadi kunci dalam memberikan informasi cuaca secara cepat dan akurat kepada masyarakat,” ujar Lasarus.

Ia juga menyampaikan bahwa integrasi sistem yang telah terbangun secara nasional harus dimaksimalkan untuk mendukung penyampaian informasi peringatan dini yang lebih responsif.

Menutup paparannya, BMKG menyampaikan apresiasi atas dukungan Komisi V DPR RI serta menegaskan komitmen lembaganya untuk terus meningkatkan kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika untuk kebutuhan lintas sektor dan keselamatan masyarakat. (Bambang)
Share:

Dukung Industri Nasional, PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang

Dukung Industri Nasional, PLN Suplai Listrik 250 MVA ke IKPP Karawang. (Dok. PLN)

Jawa Barat, WaraWiri.net - PT PLN (Persero) kembali menunjukkan perannya sebagai penggerak ekonomi nasional dengan menyuplai listrik tegangan tinggi berkapasitas 250 Megavolt Ampere (MVA) kepada PT Indah Kiat Pulp & Paper (IKPP) Karawang Mill, Jawa Barat.

Penyambungan listrik ini menjadi langkah strategis dalam mendukung ekspansi industri pulp dan kertas nasional sekaligus memperkuat daya saing Indonesia di pasar global. Untuk mendukung penyambungan listrik ini, sebelumnya PLN melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Jawa Bagian Tengah telah mengoperasikan proyek Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kilo Volt (kV) Telukjambe – KTT IKK (Indah Kiat Karawang) dengan panjang jalur 8,481 kilometer sirkuit (kms).

Dengan kapasitas daya 250 MVA, perusahaan yang bergerak di industri pulp, kertas, tisu, dan kemasan karton, ini diproyeksikan dapat meningkatkan kapasitas produksi untuk produk industrial brown dan industrial white, sekaligus membuka potensi penyerapan tenaga kerja hingga 2.500 orang, baik secara langsung maupun tidak langsung.

Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto menegaskan bahwa penyambungan listrik ini mencerminkan kesiapan PLN sebagai BUMN ketenagalistrikan dalam mendukung produktivitas industri, memperkuat daya saing nasional di kancah global, serta berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

“Dengan pasokan listrik yang andal, berkualitas, dan tepat waktu, kami optimistis industri dapat beroperasi lebih efisien dan kompetitif. Penyambungan daya 250 MVA untuk PT IKPP Karawang ini juga menjadi bukti bahwa PLN siap menjadi mitra strategis bagi dunia usaha,” ujar Adi.

Sementara itu, Komisaris PLN, Jisman P. Hutajulu, menambahkan bahwa kolaborasi antara PLN dan sektor industri memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. Ia juga menekankan bahwa meningkatnya kebutuhan listrik industri menjadi peluang sekaligus tanggung jawab bagi PLN untuk terus memperkuat infrastruktur dan layanan.

“Kebutuhan listrik industri yang terus meningkat merupakan peluang sekaligus tanggung jawab bagi PLN. Kami akan terus memperkuat infrastruktur dan layanan agar investasi di Indonesia dapat tumbuh optimal,” ungkap Jisman.

Selanjutnya, General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Barat, Sugeng Widodo, memastikan bahwa sistem kelistrikan di Jawa Barat siap melayani pelanggan dengan kebutuhan daya besar, termasuk IKPP Karawang. Hal ini menjadi bagian dari komitmen PLN dalam mendukung pertumbuhan industri di wilayah tersebut secara berkelanjutan.

“PLN UID Jawa Barat memastikan kesiapan infrastruktur dan keandalan sistem untuk melayani pelanggan dengan kebutuhan daya besar seperti Indah Kiat Karawang. Ini menjadi bagian dari komitmen kami dalam mendukung pertumbuhan industri di Jawa Barat secara berkelanjutan,” ujar Sugeng.

Dari sisi pelanggan, Mill Head PT IKPP Karawang, Hendri Gunawan, menyampaikan apresiasi atas dukungan PLN dalam proses penyambungan listrik ini. Ia menyebut momen ini sebagai tonggak penting dalam memperkuat kolaborasi strategis antara PLN dan IKPP Karawang untuk meningkatkan daya saing industri nasional di pasar global.

“Acara peresmian ini bukan sekadar seremoni operasional, tetapi merupakan tonggak penting kolaborasi strategis antara PLN dan IKPP Karawang untuk mendukung keberlanjutan dan kemajuan industri ke depan. Kami juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada PLN atas kerja sama dan dedikasi seluruh tim sehingga proyek ini dapat direalisasikan dengan baik,” ujar Hendri.

Ke depan, PLN akan terus menghadirkan layanan kelistrikan yang semakin cepat, andal, dan berorientasi pada kebutuhan pelanggan, sejalan dengan upaya mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. (Muh)
Share:

TikTok Tutup 780 Ribu Akun Anak, Pemerintah Desak Platform Lain

Menkomdigi Meutya Hafid didampingi Dirjen Pengawasan Ruang Digital Alexander Sabar dan Dirjen Komunikasi Publik dan Media Fifi Aleyda Yahya memberikan keterangan dalam konferensi pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat. (Dok. Kemenkomdigi)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menyatakan upaya pelindungan anak di ruang digital mulai menunjukkan hasil nyata.

Hingga 10 April 2026, platform TikTok telah menonaktifkan sekitar 780 ribu akun milik pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.

Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP TUNAS).

"Kami mencatat TikTok menjadi platform pertama yang melaporkan bahwa per tanggal 10 April 2026, telah menonaktifkan 780 ribu akun anak di bawah 16 tahun untuk Indonesia," ungkap Meutya dalam Konferensi Pers di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (14/04/2026).

Meutya menyampaikan apresiasi kepada platform TikTok yang telah memutuskan bergabung dalam gerakan bersama untuk melindungi anak-anak, khususnya di Indonesia.

“TikTok telah menyerahkan surat komitmen kepatuhan kepada Pemerintah Republik Indonesia, mempublikasikan batas usia minimum 16 tahun melalui Help Center, serta berkomitmen melakukan pembaruan berkala atas implementasinya,” jelasnya.

Meutya menegaskan hal itu menjadi langkah awal yang sangat positif dan menjadi kemenangan bagi publik, khususnya orang tua dan anak-anak di Indonesia.

"Kita harapkan juga muncul dari platform lainnya untuk segera menyampaikan jumlah akun yang sudah dilakukan penanganan atau takedown," ujarnya.

Sementara itu, terkait platform Roblox, Kemkomdigi mencatat adanya perkembangan di tingkat global.

Roblox dilaporkan telah melakukan penyesuaian pengaturan (adjustment setting) dan menghadirkan fitur baru secara global dari kantor pusatnya di Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya pelindungan anak.

Namun demikian, pemerintah menilai langkah tersebut belum sepenuhnya memenuhi ketentuan PP TUNAS di Indonesia.

"Masih ada loophole (celah) yang membolehkan komunikasi atau chat dengan orang tak dikenal," jelasnya.

Kemkomdigi menegaskan hingga saat ini Roblox belum dapat dikategorikan sebagai platform yang patuh terhadap PP TUNAS.

"Dengan berat hati meskipun sudah melakukan adjustment yang cukup banyak, kami belum dapat menerima proposal dari Roblox untuk menyatakan bahwa platform Roblox telah mematuhi PP TUNAS," tandasnya.

Sebelumnya, platform X, Bigo Live, dan Meta (Instagram, Threads, Facebook) telah menyatakan kepatuhan penuh terhadap PP TUNAS.

Meutya menegaskan bahwa kepatuhan terhadap PP TUNAS bukanlah pilihan, melainkan kewajiban yang harus dijalankan oleh setiap penyelenggara sistem elektronik.

Kemkomdigi akan terus melakukan pemantauan dan evaluasi secara berkala, serta akan mengambil langkah tegas terhadap platform yang belum memenuhi ketentuan yang berlaku. (Burhan)
Share:

Wamenkeu Juda Berikan Arahan pada Kunjungan SMA Taruna Nusantara ke Kemenkeu

Wamenkeu Juda Berikan Arahan pada Kunjungan SMA Taruna Nusantara ke Kemenkeu. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menghadiri dan memberikan arahan pada Kunjungan dan Pembekalan SMA Taruna Nusantara ke Kementerian Keuangan, Selasa (14/04). Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu menyampaikan peran kebijakan fiskal dan generasi muda dalam mewujudkan cita-cita bangsa.

Wamenkeu menekankan visi besar Indonesia menuju tahun 2045 atau yang dikenal sebagai Indonesia Emas. Targetnya, Indonesia dapat menjadi salah satu dari lima kekuatan ekonomi terbesar di dunia dengan PDB sebesar USD9,8 triliun dengan pendapatan per kapita lebih dari USD13 ribu. 

Saat ini, berdasarkan data terbaru, Indonesia masih menempati peringkat ke-16 ekonomi dunia dengan nilai Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar USD1,5 triliun. Pendapatan per kapita berada di angka USD5.030 per tahun, yang masih tergolong negara berpendapatan menengah. 

Meski optimistis, Wamenkeu menekankan bahwa perjalanan menuju 2045 masih dihadapkan pada tantangan utama berupa kualitas sumber daya manusia. Rata-rata lama sekolah masyarakat Indonesia saat ini masih sekitar 8,8 tahun, di bawah beberapa negara Asia lainnya. Selain itu, angka partisipasi pendidikan tinggi juga masih perlu ditingkatkan. Pemerintah terus mendorong berbagai program pendidikan, termasuk pembangunan sekolah rakyat dan penguatan sekolah unggulan, guna memutus rantai kemiskinan dan meningkatkan kualitas generasi muda.

Wamenkeu juga menyoroti bonus demografi Indonesia yang saat ini didominasi oleh penduduk usia produktif. Momentum ini dinilai sebagai peluang emas untuk mendorong pertumbuhan ekonomi secara signifikan.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkeu turut menjelaskan peran kebijakan fiskal melalui pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Pendapatan negara yang berasal dari pajak dan bea cukai digunakan untuk membiayai pembangunan, mulai dari pendidikan, infrastruktur, hingga bantuan sosial.

“Bagaimana mengalokasikan belanja-belanja kepada sektor-sektor yang bisa mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat SDM, memperkuat sains, teknologi, research and development, pendidikan, kesehatan, juga dari sisi infrastruktur, hilirisasi industri, kemudian juga untuk pemerataan. Itulah peran dari fiskal,” ungkap Wamenkeu. (Tedy)
Share:

Menkeu Purbaya Temui Investor Potensial di AS, Paparkan Kekuatan Ekonomi Indonesia

Menkeu Purbaya Temui Investor Potensial di AS, Paparkan Kekuatan Ekonomi Indonesia. (Dok. Kemenkeu)

Amerika Serikat, WaraWiri.net - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengadakan sejumlah pertemuan strategis dengan berbagai investor potensial di kota New York dan Washington DC, Amerika Serikat.

Pada kesempatan tersebut, Menkeu Purbaya menjelaskan kondisi fundamental makro ekonomi serta strategi fiskal RI kepada sejumlah investor raksasa di Negeri Paman Sam.

"Pada dasarnya kita jelaskan kondisi ekonomi dan strategi fiskal kita ke depan, jadi mereka yakin bahwa gerakan atau kebijakan fiskal kita sudah pada arah yang benar,” ujar Menkeu Purbaya di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4).

"Mereka berniat melakukan investasi di Indonesia. Jadi beberapa penjelasan diberikan ke mereka untuk memastikan keraguan mereka terhadap Indonesia bisa di clear-kan," kata Purbaya.

Menkeu Purbaya menjelaskan bahwa investor asal AS tidak ragu akan kebijakan fundamental makro yang telah dirancang, hanya saja mereka ingin memastikan kondisi terkini soal kenyamanan berinvestasi.

"Jadi mereka (investor) nggak ragu, cuma mereka dengar ada noise bahwa fiskal kita bermasalah, mereka memastikan bahwa itu tidak benar,” ucap Purbaya.

"Kita jelaskan kebijakan fundamental kita seperti apa dan karena mereka orang pintar, mereka bisa menerima dengan sepenuh hati apa yang kita jelaskan sudah sesuai dengan teori-teori ekonomi,” tambah Purbaya.

Menteri Keuangan juga mendapat masukan yang positif agar pemerintah Indonesia memperbaiki komunikasi dengan investor AS mengingat fondasi makro ekonomi RI dianggap sudah sangat baik.

"Soal kebijakan fiskal mereka sudah yakin bahwa kebijakan arahnya sudah benar, mereka beranggapan beberapa lembaga pemeringkat internasional terlalu cepat melakukan perubahan peringkat ke Indonesia, ya seperti pemberian outlook yang negatif, dimana perubahan tersebut dilakukan ketika data ekonomi terkini belum terlalu lengkap,” tambah Menkeu Purbaya.

Ketika ditanyakan strategi apa agar investor yakin berinvestasi di Indonesia, Purbaya menjelaskan bahwa ekonomi harus terus tumbuh sesuai dengan target di APBN. "Kita akan terus pastikan ekonomi tumbuh sesuai dengan target yang kita sebutkan. Kalau Indonesia bisa tumbuh 5,5 persen di triwulan I dan pada triwulan II tetap kuat, ini akan serta merta membuat mereka lebih yakin untuk memperbesar investasinya di Indonesia,” ujar Purbaya.

"Jadi kita fokus memastikan bahwa kebijakan kita benar, implementasinya kita sesuai dengan design yang kita buat,” pungkas Menkeu Purbaya. (Ros)
Share:

Misi Diplomasi Menteri Bahlil ke Rusia, Negosiasi Pasokan Energi

Misi Diplomasi Menteri Bahlil ke Rusia, Negosiasi Pasokan Energi. (Dok. Kemen ESDM)

Rusia, WaraWiri.net - Pemerintah Indonesia tengah mengintensifkan langkah diplomasi energi ke Rusia sebagai bagian dari strategi menjaga ketahanan energi nasional di tengah ketidakpastian pasokan global. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia bahkan turun langsung mendampingi Presiden Prabowo Subianto mengawal misi strategis tersebut.

Diplomasi Menteri ESDM bukan sekadar agenda bilateral biasa, melainkan diarahkan untuk memastikan stabilitas pasokan energi domestik. Sejumlah isu krusial menjadi fokus pembahasan, mulai dari potensi kerja sama pasokan minyak mentah, investasi di sektor energi, hingga pengembangan infrastruktur seperti kilang minyak.

Guna memperdalam pembahasan teknis, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia bersama Menteri Energi Rusia Sergey Tsivilev pada hari Selasa (14/4) melakukan tatap muka langsung di Kantor Kementerian Energi Moskow, Rusia. Pertemuan ini merupakan tindak lanjut dari pembicaraan tingkat tinggi antara Presiden Prabowo dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Kremlin sehari sebelumnya.

Dalam forum tersebut, kedua pihak membahas peluang konkret kerja sama energi yang dapat segera ditindaklanjuti, terutama kepastian pasokan Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquefied Petroleum Gas (LPG). Rusia menyatakan kesiapan untuk mendukung ketahanan energi Indonesia, salah satunya suplai minyak dan gas bumi dan penyimpanan (storage). Pertemuan itu turut dihadiri perwakilan sejumlah perusahaan energi Rusia, antara lain Rosneft, Ruschem, Zahrubesneft, dan Lukoil.

"Hari ini saya baru selesai melakukan pertemuan bilateral dengan Menteri Energi Rusia dalam rangka menindaklanjuti kesepakatan pembicaraan antara Presiden Prabowo dengan Presiden Putin. Alhamdulillah apa yang sudah menjadi kesepakatan itu, kita mendapatkan hasil yang cukup baik dimana kita bisa mendapatkan cadangan crude kita untuk kita nambah. Di samping itu juga kita akan bisa mendapatkan LPG," kata Bahlil seusai pertemuan.

Bahlil menegaskan bahwa kerja sama tersebut dijajaki melalui skema antarpemerintah Government to Government atau G2G) maupun business-to-business (B2B), yang diharapkan dapat memberikan kepastian terhadap ketersediaan cadangan energi nasional, khususnya untuk minyak mentah dan LPG di Indonesia.

Di sisi lain, Bahlil menyampaikan bahwa Indonesia terbuka untuk memperluas ruang kolaborasi dengan Rusia, termasuk pada pengembangan storage crude, pasokan jangka panjang minyak mentah dan LPG, penjajakan nuklir, serta kerja sama di sektor mineral.

"Kita ingin semua ini betul-betul memberi kepastian bagi ketahanan energi nasional," tegasnya.

Bahlil menilai hasil pertemuan itu memberi sinyal positif bagi penguatan ketahanan energi nasional. di tengah dinamika global yang tidak menentu. Ia menilai kemitraan dengan Rusia dapat menjadi salah satu opsi penting, mengingat kapasitas produksi energi negara tersebut yang besar serta pengalamannya dalam industri minyak dan gas.

"Sekali lagi saya merasa senang hari ini karena atas arahan Bapak Presiden Prabowo untuk menindaklanjuti secara tuntas. Dan alhamdulillah sekali lagi saya katakan bahwa insyaallah bisa kita mendapatkan yang baik," jelas Bahlil.

Di tengah volatilitas pasar energi dunia yang dipengaruhi faktor geopolitik dan fluktuasi produksi, pemerintah berupaya maksimal mencari sumber alternatif. Rusia dinilai memiliki posisi strategis sebagai pemasok energi yang dapat diandalkan sekaligus mitra potensial untuk kerja sama jangka panjang. Dalam pertemuan bilateral ini, Rusia menyatakan kesiapan membantu Indonesia dalam memperkuat ketahanan energi.

"Sebagai mitra strategis, kami siap berkolaborasi terutama dalam penyediaan minyak dan gas, penyimpanan, maupun kelistrikan dalam hal ini pembangkit listrik tenaga nuklir", jelas Sergey Tsivilev.

Pemerintah Indonesia memandang Rusia sebagai mitra penting dalam mendukung stabilitas dan menjaga kepentingan ekonomi dan pertumbuhan ekonomi. Langkah diplomasi ini menegaskan komitmen Indonesia untuk terus aktif, konstruktif, dan berorientasi pada kepentingan nasional di panggung global. (Evi)
Share:

Investor Global Tegaskan Kepercayaan Pada Fundamental Ekonomi Indonesia Di Tengah Gejolak Global

Investor Global Tegaskan Kepercayaan Pada Fundamental Ekonomi Indonesia Di Tengah Gejolak Global. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Seiring meningkatnya tensi geopolitik global serta dampak konflik di kawasan Timur Tengah terhadap stabilitas perekonomian dunia saat ini, dua pengakuan internasional yang dirilis dalam rentang kurang dari sepekan menegaskan pandangan pelaku pasar global dan lembaga multilateral terhadap ketangguhan ekonomi Indonesia.

Salah satu proyeksi pertumbuhan disampaikan oleh Asian Development Bank (ADB) yang memperkirakan ekonomi Indonesia tumbuh stabil sebesar 5,2% pada 2026 dan 2027, naik dari realisasi 5,1% pada 2025, sebagaimana tertuang dalam laporan Asian Development Outlook April 2026: The Middle East Conflict Challenges Resilience in Asia and the Pacific. Pada hari yang hampir bersamaan, lembaga indeks global FTSE Russell pada 7 April 2026 resmi mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Secondary Emerging Market dan secara eksplisit menyatakan tidak mempertimbangkan Indonesia untuk dimasukkan ke dalam Watch List penurunan status.

Kedua sinyal tersebut hadir di tengah meningkatnya ketidakpastian global akibat konflik di Timur Tengah, volatilitas harga energi, dan ketegangan perdagangan internasional yang mendorong sejumlah ekonomi kawasan mengalami tekanan. Proyeksi ADB untuk Indonesia didasarkan pada skenario stabilisasi dini konflik Timur Tengah, dan berada signifikan di atas proyeksi subregional Asia Tenggara yang hanya 4,7% pada 2026, mencerminkan kekuatan struktural yang membedakan Indonesia dari mayoritas peers-nya di kawasan. ADB menyebut permintaan domestik yang tangguh, inflasi yang terkendali di kisaran 2,5% sesuai rentang target Pemerintah, serta kebijakan moneter yang terkalibrasi dengan baik sebagai tiga pilar utama yang membedakan kinerja Indonesia dari mayoritas peers-nya di kawasan.

Dari sisi faktor pendorong, ADB mencatat bahwa momentum pertumbuhan awal 2026 ditopang oleh penguatan konsumsi rumah tangga yang didukung peningkatan produktivitas pertanian dan efek musiman Ramadan dan Idulfitri, berlanjutnya pembangunan infrastruktur publik, serta meningkatnya partisipasi sektor swasta dalam investasi hilir. Arus masuk Penanaman Modal Asing yang solid turut membantu membiayai kesenjangan eksternal sekaligus menjaga stabilitas nilai tukar. Kebijakan fiskal yang terarah dinilai berperan penting dalam mempertahankan daya beli rumah tangga dan momentum investasi secara simultan.

Pengakuan FTSE Russell merupakan cerminan langsung dari serangkaian reformasi struktural pasar modal yang tengah diakselerasi secara konsisten. FTSE Russell dalam pengumumannya mengakui kemajuan implementasi delapan Rencana Aksi Percepatan Reformasi Integritas Pasar Modal yang mencakup peningkatan transparansi kepemilikan saham, perluasan klasifikasi investor menjadi 39 kategori, penetapan batas minimum free float sebesar 15%, serta penerapan mekanisme High Shareholding Concentration (HSC) sebagai peringatan dini bagi investor.

Status Indonesia yang setara dengan Tiongkok dan India dalam klasifikasi FTSE mempertegas bahwa pasar modal Indonesia terus bergerak menuju standar tata kelola dan transparansi kelas dunia. Otoritas Jasa Keuangan menyambut positif penilaian tersebut sebagai bukti bahwa reformasi yang sedang berjalan "menunjukkan progres yang positif dan kredibel di mata global index provider."

Pemerintah memandang kedua pengakuan internasional tersebut sebagai validasi atas arah kebijakan makroekonomi yang ditempuh secara konsisten yakni dengan memelihara permintaan domestik, memperkuat fondasi fiskal, menjaga kredibilitas moneter, dan melanjutkan reformasi struktural pasar keuangan.

Di tengah lingkungan eksternal yang penuh tantangan, Indonesia membuktikan bahwa kestabilan fundamental domestik merupakan jangkar yang efektif dalam menjaga kepercayaan investor jangka panjang. Pemerintah menegaskan komitmen untuk terus mengakselerasi reformasi, termasuk dalam rangka mempersiapkan review kuartalan FTSE Russell yang dijadwalkan pada Juni 2026, serta review MSCI di Mei 2026, demi memastikan pertumbuhan yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya tahan terhadap berbagai guncangan eksternal. (Ilham)
Share:

Presiden Prabowo dan Presiden Putin Perkuat Kerja Sama Energi, Antariksa, hingga Pendidikan

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Rusia. (Dok. BPMI Setpres)

Rusia, WaraWiri.net - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, mendapat sambutan hangat dari Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, saat melakukan pertemuan di Istana Kremlin, Moskow, pada Senin, 13 April 2026. Dalam pengantarnya, Presiden Putin menegaskan bahwa kunjungan Presiden Prabowo memiliki arti penting dalam memperkuat hubungan strategis kedua negara di tengah dinamika global saat ini.

“Kami lihat bahwa kunjungan Yang Mulia memiliki makna yang sangat besar dan sangat penting, terutama di situasi dan perkembangan sekarang di dunia, juga dari segi peningkatan kerja sama bilateral terutama di bidang ekonomi,” ucap Presiden Putin.

Presiden Putin menyampaikan bahwa hubungan antara Indonesia dan Rusia terus berkembang secara konsisten dan memiliki substansi yang makin kuat. Apalagi setelah disepakatinya deklarasi kemitraan strategis antara Indonesia dan Rusia pada tahun 2025 lalu.

“Saya sangat senang bahwa kita melaksanakan langkah-langkah yang memberikan makna dan isi yang cukup besar antara hubungan kedua negara kita,” katanya.

Lebih lanjut, Presiden Putin menyoroti perkembangan kerja sama ekonomi dan perdagangan yang menjadi salah satu pilar utama hubungan bilateral kedua negara. Menurutnya, nilai perdagangan antara Indonesia dan Rusia mengalami peningkatan signifikan mencapai angka 12 persen.

“Pada awal tahun ini, kita menyaksikan sedikit perlambatan dalam perdagangan bilateral, tetapi kami punya berbagai cara untuk meningkatkannya. Kami memberikan makna besar kepada komisi bersama antarpemerintah, dan kami berharap bahwa dalam pertemuan hari ini, Yang Mulia, kita akan sempat mencari berbagai solusi untuk tetap meningkatkan kemitraan antara kedua negara kita,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden Putin menegaskan bahwa kedua negara terus memprioritaskan penguatan kerja sama di sejumlah sektor strategis yang dinilai memiliki peran kunci dalam hubungan bilateral. Ia menyebut bahwa berbagai peluang pengembangan kerja sama telah secara intensif dibahas oleh kedua pihak.

“Antara lain, kita bicara mengenai kerja sama di bidang energi, di bidang antariksa, juga di bidang pertanian, di bidang penghasil industri, serta di bidang farmasi. Kami memberikan makna besar untuk mengembangkan kerja sama di bidang humaniter, antara lain di bidang pendidikan,” kata Presiden Putin.

Selain itu, Presiden Putin turut menyoroti eratnya koordinasi antara Kementerian Luar Negeri kedua negara dalam berbagai forum internasional. Menutup pengantarnya, Presiden Putin menilai keanggotaan Indonesia dalam kelompok BRICS membuka peluang baru yang semakin luas bagi kolaborasi strategis, termasuk dengan kawasan Uni Ekonomi Eurasia.

“Indonesia sudah menjadi anggota BRICS, hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia,” tandasnya.

Pertemuan ini menegaskan komitmen kuat Indonesia dan Rusia untuk melangkah lebih jauh yang tidak hanya sebagai mitra bilateral, tetapi sebagai kekuatan kolaboratif dalam mendorong stabilitas dan kemajuan global. (Dinda)
Share:

Hangat dan Penuh Keakraban di Kremlin, Presiden Prabowo dan Presiden Putin Pererat Kemitraan Strategis Indonesia–Rusia

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin, Rusia. (Dok. BPMI Setpres)

Rusia, WaraWiri.net - Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menggelar pertemuan dengan Presiden Federasi Rusia, Vladimir Putin, di Istana Kremlin pada Senin, 13 April 2026. Pertemuan kedua pemimpin berlangsung di ruang kerja di Istana dalam suasana hangat dan penuh keakraban.

Dalam pengantarnya saat pertemuan, Presiden Putin menyampaikan apresiasi atas kunjungan Presiden Prabowo ke Moskow. “Pertama-tama izinkanlah menyampaikan terima kasih banyak paling tulus atas Yang Mulia sempat menerima undangan kami dan berkunjung ke Moskow,” ucap Presiden Putin.

Senada, Presiden Prabowo turut menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas sambutan hangat yang diberikan di tengah padatnya agenda dari Presiden Putin.

“Di tengah kesibukan Yang Mulia, Yang Mulia bisa terima saya. Saya sangat terima kasih,” ucap Presiden Prabowo.

Pada pertemuan tersebut, kedua Kepala Negara membahas berbagai isu strategis serta peluang peningkatan kerja sama bilateral di berbagai bidang. Usai pertemuan, agenda dilanjutkan dengan pertemuan terbatas dengan format tête-à-tête yang dikemas dalam jamuan santap siang di Blue Hall, Istana Kremlin.

Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Rusia telah terjalin selama 76 tahun sejak dibuka secara resmi pada tahun 1950. Selama lebih dari tujuh dekade, kedua negara terus memelihara hubungan yang dilandasi prinsip saling menghormati dan kepentingan bersama.

Bagi Indonesia, Rusia merupakan mitra penting dan strategis yang memiliki arti signifikan baik secara geopolitik maupun geoekonomi. Sementara itu, Indonesia merupakan salah satu mitra utama Rusia di kawasan Asia Pasifik, khususnya di lingkup ASEAN.

Pertemuan di Kremlin ini tidak hanya mempererat hubungan bilateral, tetapi juga menegaskan peran aktif Indonesia dan Rusia dalam menjaga stabilitas serta mendorong kemakmuran kawasan dan dunia. (Dinda)
Share:

Kemenhub Dorong Transformasi Pengawasan Digital Kendaraan Over Dimension & Over Load

Kemenhub Dorong Transformasi Pengawasan Digital Kendaraan Over Dimension & Over Load. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terus memperkuat strategi penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan melalui penguatan sistem pengawasan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menekankan pentingnya transformasi digital yang menyeluruh di sisi pengawasan angkutan logistik, agar lebih cepat dan efektif dalam mendeteksi pelanggaran over dimension over load.

“Saat ini pengawasan masih parsial dan konvensional, personil kami terbatas dan harus mengawasi sekian banyak kendaraan over load over dimension. Artinya kita perlu melakukan pengawasan berbasis teknologi dan data secara digital karena manual tidak bisa lagi, kami akan maksimalkan pemanfaatan data yang ada di kementerian dan lembaga lainnya,” jelas Aan di Jakarta, Senin (13/4).

Lanjut Aan, Kemenhub bersama kementerian dan lembaga lain seperti Korlantas Polri, Kementerian PU, BUJT, Kemenperin hingga Kemendag tengah melakukan transformasi pengawasan berbasis digital melalui integrasi data lintas stakeholders. Transformasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti kamera ETLE ataupun jembatan timbang Weigh in Motion (WIM) guna mempermudah proses pengawasan hingga penegakan hukum terhadap kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan.

Aan menambahkan, transformasi pengawasan juga bertujuan untuk memastikan tanggung jawab pelanggaran tidak hanya dibebankan kepada pengemudi yang membawa kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan. Aan mengatakan, dengan adanya pengawasan berbasis teknologi, pemilik barang maupun transporter juga bisa dimintakan pertanggungjawaban terhadap pelanggaran lebih dimensi dan lebih muatan.

“Selama ini kalau ada pelanggaran, pengemudi kerap jadi kambing hitam padahal ada pemilik barang atau pemilik kendaraan yang kalau mereka aware dengan keselamatan seharusnya tidak boleh memuat barang sebanyak itu. Dengan sistem yang kita bangun saat ini, tidak hanya pengemudi, tanggung jawab juga akan dibebankan ke operator atau pengusaha,” kata Aan.

Aan juga yakin, sistem pengawasan berbasis digital mampu mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) karena akan mengurangi interaksi antara petugas dengan pengemudi di lapangan. 

“Terkait pungli kita tidak menutup mata masih terjadi dan kami tegas terhadap pelanggaran tersebut, sudah ada yang kita demosi tidak kerja di jembatan timbang lagi. Kita pun melihat ini sebagai tantangan untuk terus mengawasi personil kita agar tidak melakukan pungli, makanya dengan adanya sistem digital seperti CCTV atau ETLE akan menutup ruang terjadinya tawar-menawar pengemudi dengan petugas jadi menutup ruang adanya pungli,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Aan mengatakan, Kemenhub juga tengah menjalankan masa transisi menuju penerapan Zero Over Dimension Over Load melalui sosialisasi dengan asosiasi pengemudi serta operator angkutan barang, guna mengurangi resistensi pada kebijakan tersebut. Hal ini dilakukan agar seluruh pihak memahami kebijakan yang akan diterapkan serta mampu beradaptasi dengan pengawasan hingga penegakan hukum berbasis digital, sehingga harapannya target Zero Over Dimension Over Load 2027 dapat tercapai.

“Dengan orkestrasi yang dimpimpin Kemenko Infrawil dan komitmen yang sama dari semua kementerian-lembaga, saya optimistis 2027 Zero Over Dimension Over Load dapat tercapai. Mari kita akhiri toleransi terhadap kendaraan over dimension dan over load, juga terhadap kecelakaan lalu lintas karena tidak ada yang lebih penting dari keselamata manusia, satu nyawa terlalu banyak,” pungkasnya. (Deni)
Share:

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi. (Dok. Pertamina)

Sulawesi Utara, WaraWiri.net - Pekan ini, kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal dengan kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pasokan LPG di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga berhasil sandar di Kalbut, Situbondo. Gas Ambalat membawa pasokan LPG untuk kebutuhan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, jalur maritim menjadi salah satu penopang distribusi energi penyaluran BBM dan LPG ke wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat," jelasnya.

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik kapal milik maupun kapal chartered, yang terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut Crude, 4 Kapal mengangkut petrochemical dan 43 kapal pengangkut LPG. Armada ini melayani berbagai rute termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Ia menambahkan, operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

Menghadapi geopolitik, Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, produksi hulu migas didorong untuk meningkat sehingga dapat menambah kontribusi produksi dalam negeri. Selain itu, optimalisasi pengolahan kilang untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Selain penguatan operasional, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Pertamina mendukung langkah tegas aparat dalam menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

“Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat penegak hukum maupun Pertamina Contact Center 135. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menjaga energi bersama-sama, dengan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” tutup Baron. (Putra)
Share:

BPDP Buka Program Grant Riset 2026, Dorong Inovasi Sektor Perkebunan

BPDP Buka Program Grant Riset 2026, Dorong Inovasi Sektor Perkebunan. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan kembali membuka Program Grant Riset Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi sektor perkebunan nasional.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, menjaga keberlanjutan, serta mendorong lahirnya produk dan pasar baru yang bernilai tambah, khususnya pada komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Dukungan pendanaan riset diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir serta memberikan manfaat bagi industri, pemerintah, hingga masyarakat.

Dalam rangka pelaksanaan program tersebut, BPDP mengundang lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia untuk mengajukan proposal riset melalui laman resmi https://program-riset.bpdp.or.id/ paling lambat 30 Juni 2026. Adapun ruang lingkup bidang riset yang dapat diajukan dalam program ini meliputi bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pangan, pakan, dan kesehatan; lahan, tanah, dan budidaya; pascapanen dan pengolahan; pengolahan limbah dan lingkungan; serta sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Melalui berbagai bidang tersebut, BPDP mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan aspek ekonomi, lingkungan, serta tata kelola industri perkebunan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen menjaga integritas dan kualitas layanan, BPDP menegaskan pelaksanaan program ini dilakukan dengan prinsip Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan (BAIK), guna mendukung terwujudnya zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.

Dengan dibukanya Program Grant Riset 2026, BPDP berharap partisipasi aktif dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia. (Muh)
Share:

OJK Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah Melalui Sinergi dan Penguatan Kebijakan SLIK

OJK Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah Melalui Sinergi dan Penguatan Kebijakan SLIK. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh upaya percepatan program prioritas pembangunan nasional dalam pengembangan UMKM antara lain melalui penyediaan tiga juta rumah melalui penguatan kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan sinergi dengan kementerian/lembaga, serta pemangku kepentingan terkait.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Senin, menyampaikan bahwa OJK sangat mendukung program prioritas pembangunan perumahan tiga juta rumah tersebut.

Friderica menjelaskan, OJK telah melaksanakan Rapat Dewan Komisioner pada pekan lalu dan memutuskan sejumlah langkah kebijakan untuk mendukung implementasi program tersebut.

Kebijakan pertama, OJK memutuskan bahwa informasi yang akan ditampilkan dalam laporan SLIK adalah kredit atau pembiayaan dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan plafon maupun baki debet setiap debitur.

“Dalam Rapat Dewan Komisioner kemarin, kami memutuskan bahwa dalam laporan SLIK, informasi yang akan ditampilkan adalah kredit dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan akumulasi catatan kredit debitur maupun baki debetnya," kata Friderica.

Kebijakan kedua, OJK juga memutuskan percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan.

“Ketika seseorang telah melunasi pinjamannya, maksimal dalam tiga hari status pelunasan tersebut sudah muncul dalam SLIK yang akan diimplementasikan paling lambat akhir Juni 2026. Hal ini penting untuk membantu rekan-rekan pengembang mempercepat proses pembiayaan perumahan," ujar Friderica.

Selain itu, untuk mendukung percepatan program perumahan, OJK juga memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan proses pemberian fasilitas pembiayaan perumahan yang menjadi tugas BP Tapera.

Selanjutnya, OJK melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun akan menerbitkan penegasan mengenai pengakuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai program prioritas pemerintah. Penegasan tersebut dinilai penting karena memiliki implikasi terhadap aspek penjaminan dalam pembiayaan perumahan.

OJK bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah. Satuan tugas ini akan melibatkan OJK, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan terkait lainnya guna memperkuat koordinasi serta mempercepat penyelesaian berbagai kendala program perumahan yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan.

Di samping itu, OJK akan menambahkan penegasan informasi di SLIK bahwa data dalam SLIK tidak secara otomatis menentukan diterima atau ditolaknya pemberian kredit atau pembiayaan oleh pelaku usaha jasa keuangan. SLIK merupakan catatan informasi yang digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses analisis kredit atau pembiayaan.

Sebelumnya, OJK juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), antara lain melalui Surat OJK Nomor S-2/D.03/2025 tanggal 14 Januari 2025 perihal Dukungan terhadap Program Pemerintah dalam Pengadaan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Peningkatan Kualitas Pelaporan SLIK.

Melalui surat tersebut, OJK menegaskan bahwa SLIK berisi informasi yang bersifat netral dan bukan merupakan daftar hitam. OJK juga menegaskan bahwa tidak terdapat ketentuan yang melarang pemberian kredit atau pembiayaan kepada debitur yang memiliki kredit dengan kualitas selain lancar, termasuk apabila dilakukan penggabungan dengan fasilitas kredit atau pembiayaan lain, khususnya untuk kredit atau pembiayaan bernilai kecil.

Selain itu, keputusan pemberian KPR kepada MBR tetap merupakan kewenangan masing-masing bank dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. OJK juga terus meminta bank untuk meningkatkan kualitas data SLIK, termasuk melakukan pengkinian data secara berkala.

“OJK akan terus mendukung dan mendorong berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat pencapaian program 3 juta rumah tersebut. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami," tutup Friderica. (Alfi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING