KPK Rampas Aset Perkara Taspen dan Kemnaker, Pulihkan Hak Publik Hasil Korupsi

KPK Rampas Aset Perkara Taspen dan Kemnaker, Pulihkan Hak Publik Hasil Korupsi. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Korupsi tak selalu dibaca sebagai angka kerugian negara semata, sebab dalam banyak kasus praktik ini turut merampas hak publik, baik dalam bentuk uang negara yang seharusnya dikelola untuk kepentingan masyarakat, maupun layanan publik yang semestinya dapat diakses dengan adil dan tanpa pungutan ilegal.

Dalam konteks tersebut, perampasan aset menjadi instrumen penting penegakan hukum tindak pidana korupsi. Hal ini agar tidak sekadar memberi efek jera bagi pelaku, namun juga memastikan hasil kejahatan kembali ke negara dan masyarakat.

Melalui perkara korupsi PT Taspen dan sertifikasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pemberantasan korupsi tidak berhenti pada pemidanaan, namun mencakup pemulihan hak publik yang dirampas melalui berbagai modus kejahatan.

Direktur Pelacakan Aset, Pengelolaan Barang Bukti, dan Eksekusi (Labuksi) KPK, Mungki Hadipratikto, menjelaskan perampasan aset merupakan bagian dari eksekusi putusan pengadilan berkekuatan hukum tetap atau inkrah.

“Melalui perampasan aset, negara hadir untuk mengambil kembali apa yang menjadi hak masyarakat,” tegas Mungki di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan dan Barang Rampasan (Rupbasan) KPK, Jakarta, Rabu (24/6).

Salah satu gambaran dirampasnya hak publik dapat dilihat dalam perkara sertifikasi K3 Kemnaker. Ihwal kasus ini berasal dari peristiwa tertangkap tangan oleh KPK. Para pemohon sertifikasi diduga dipaksa mengeluarkan biaya lebih, akibat pemerasan oleh oknum penyelenggara layanan.

Permohonan diperlambat, dipersulit, bahkan tidak diproses apabila tidak memenuhi permintaan tertentu. Akibatnya, layanan yang seharusnya menjadi hak masyarakat berubah menjadi sumber keuntungan ilegal.

Mungki menyebut, upaya pemulihan hasil tindak pidana korupsi pada perkara tersebut tidak instan. Pasalnya KPK harus mencari, menelusuri, hingga mengidentifikasi aliran dana maupun aset yang diduga berasal dari korupsi guna memastikan status hukumnya—merujuk pada amar putusan.

Dari 11 terpidana kasus tersebut, KPK membaginya ke dalam 4 berkas perkara. Adapun status barang rampasan, berupa uang pengganti atas nama terpidana maupun yang dirampas untuk negara.

Total aset yang telah dirampas di antaranya, 20 unit mobil, 7 unit sepeda motor, 3 bidang tanah dan bangunan, mata uang rupiah maupun valuta asing sekitar Rp3,4 miliar, emas/logam mulia, sejumlah aksesori motor, serta sejumlah aset lainnya yang bernilai ekonomis.

Bagi KPK, aset-aset tersebut bukan sekadar barang bernilai tinggi. Di balik setiap aset yang berhasil dirampas, terdapat keuntungan yang sebelumnya diperoleh secara melawan hukum dan kini dikembalikan untuk kepentingan publik.

“Kami menelusuri sejak tahap penyelidikan, penyidikan ataupun saat penggeledahan dan bekerja sama dengan sejumlah instansi negara maupun swasta,” tambah Mungki.

Sementara itu, pada perkara investasi fiktif PT Taspen, korupsi tidak sekadar merugikan keuangan negara hingga Rp1 triliun, namun turut menggerus kepercayaan yang dititipkan jutaan Aparatur Sipil Negara (ASN), yang selama puluhan tahun menyisihkan penghasilan guna jaminan hari tua. Dana yang seharusnya dikelola dengan aman dan akuntabel, justru diselewengkan demi menguntungkan segelintir pihak.

Sebelumnya, KPK telah menyerahkan barang rampasan negara kepada PT Taspen berupa uang tunai sejumlah Rp883 miliar dan 6 unit efek pada November 2025. Kini, KPK kembali merampas aset, seperti uang rupiah dan valuta asing lebih dari Rp153 miliar, yang secara resmi diserahterimakan kepada PT Taspen.

“Total seluruh aset telah memenuhi unsur pemulihan kerugian keuangan negara mencapai Rp1,03 triliun,” ucap Mungki.

Selain uang, KPK merampas aset sebagai bagian dari eksekusi uang pengganti terpidana. Adapun di antaranya sebanyak 4 unit mobil, 6 buah barang mewah, 2 buah logam emas mulia, 15 barang bukti elektronik (BBE), hingga perhiasan.

Mungki menyebut, hal ini merupakan bentuk ikhtiar bersama untuk menjaga kepercayaan publik dan melindungi hak para ASN terkait jaminan hari tua. “Ini merupakan putusan rangkaian perkara PT Taspen. Hal ini menjadi pengingat sebagai perbaikan, agar ke depan tidak terjadi penyimpangan seperti ini,” tegas Mungki.

Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Taspen, Rony Hanityo Aprianto, mengapresiasi upaya KPK dalam menelusuri aset. Menurutnya, langkah tersebut memastikan serta memperkuat kepercayaan terhadap upaya pemulihan dana peserta.

“Ini pertama kali Taspen mendapat pemulihan keuangan negara, baik lewat cash ataupun aset. Ke depannya kami berkomitmen menjaga aset dan bersinergi dengan KPK,” ujar Rony.

KPK berkomitmen terus memperkuat upaya pemulihan aset, sebagai bagian penanganan perkara tindak pidana korupsi. Ke depan, aset-aset rampasan akan dioptimalkan, termasuk melalui mekanisme lelang, yang akan diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Antikorupsi Sedunia (HAKORDIA) 2026 pada Desember mendatang, yang hasilnya disetorkan ke kas negara. (Budi)
Share:

Sambut Libur Sekolah, Kemenpar ajak "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja"

Kementerian Pariwisata menggelar konferensi pers "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" untuk menyambut libur sekolah 2026 di Gedung Sapta Pesona, Jakarta. (Dok. Kemenpar)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mengajak masyarakat mengisi libur sekolah 2026 dengan mengeksplorasi berbagai destinasi wisata di sekitar tempat tinggal melalui kampanye "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja".

Kampanye ini mendorong masyarakat menikmati pengalaman berwisata yang lebih dekat, mudah dijangkau, terjangkau, namun tetap berkesan, sekaligus memperkuat pergerakan wisatawan nusantara dan menggerakkan perekonomian daerah.

Adyatama Kepariwisataan dan Ekonomi Kreatif Ahli Utama sekaligus Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Nia Niscaya, dalam Press Conference "Liburan Cara Baru #DiIndonesiaAja" di Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Kamis (25/6), mengatakan tren perjalanan wisata saat ini menunjukkan perubahan perilaku masyarakat yang semakin memilih destinasi dekat dengan waktu tempuh lebih singkat serta biaya yang lebih efisien.

"Selain memperkuat ekonomi nasional, mengurangi arus keluar devisa, dan mendukung usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), langkah ini juga mendorong pemerataan manfaat ekonomi pariwisata hingga ke berbagai daerah," kata Nia.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Januari–April 2026 mencapai 417,06 juta perjalanan, meningkat 1,48 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Menurut Nia, peningkatan tersebut diiringi perubahan pola perjalanan masyarakat yang semakin mengutamakan fleksibilitas, kenyamanan, efisiensi biaya, serta destinasi yang berada tidak jauh dari tempat tinggal.

Pada 2025, perjalanan wisata antarkabupaten atau kota dalam satu provinsi menjadi kontributor terbesar perjalanan wisatawan nusantara dengan porsi 67,7 persen dari total perjalanan nasional.

"Pola ini juga sejalan dengan temuan UN Tourism yang menunjukkan wisatawan cenderung memilih destinasi terdekat karena lebih hemat biaya, mudah diakses, dan menawarkan beragam atraksi yang belum banyak dieksplorasi," ujarnya.

Untuk mempermudah masyarakat merencanakan perjalanan, berdasarkan arahan Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Kementerian Pariwisata menghadirkan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) melalui platform MaiA. Platform ini membantu wisatawan memilih destinasi, menyusun rencana perjalanan, hingga menyesuaikan pilihan wisata dengan kebutuhan dan anggaran.

Selama periode libur sekolah, Kementerian Pariwisata bersama pelaku industri pariwisata turut menghadirkan 95 paket wisata yang melibatkan 40 pelaku industri. Paket tersebut menawarkan beragam pilihan wisata alam, budaya, bahari, hingga petualangan yang dirancang bagi keluarga dan pelajar dengan harga yang bervariasi.

"Destinasi yang ditawarkan antara lain berada di Bali, Nusa Tenggara Barat, dan Daerah Istimewa Yogyakarta dengan pilihan harga yang dapat disesuaikan dengan kemampuan masing-masing wisatawan," ujar Nia.

Selain itu, Kementerian Pariwisata bersama Kementerian Perdagangan, HIPPINDO, dan APPBI meluncurkan “BINA Holiday & Back to School 2026”, sebuah program untuk mendorong konsumsi domestik dan pergerakan wisatawan selama periode liburan melalui diskon dan activity dari ritel dan tenant di mal. Program ini menghadirkan diskon hingga 50%, serta melibatkan 800 merek, 80.000 gerai, serta 414 anggota mall/ pusat perbelanjaan di 24 Provinsi.

Di akhir pemaparannya, Nia kembali mengajak masyarakat untuk memanfaatkan MaiA untuk merencanakan liburan sekolah tahun ini. “Mari rencanakan liburan cara baru #DiIndonesiaAja bersama teman perjalanan digital berbasis AI, MaiA,”ujarnya.

Sementara itu, Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Imam Priyono, menegaskan bahwa seluruh destinasi wisata telah dipersiapkan untuk menyambut meningkatnya mobilitas wisatawan selama libur sekolah.Menurut Imam, kesiapan tersebut difokuskan pada penerapan prinsip Cleanliness, Health, Safety, and Environment Sustainability (CHSE) guna memastikan wisatawan memperoleh pengalaman berwisata yang aman, nyaman, sehat, dan berkelanjutan.

"Kami berharap setiap wisatawan pulang membawa pengalaman yang menyenangkan, aman, dan menjadi kenangan indah selama berlibur di Indonesia," ucap Imam.

Mengantisipasi lonjakan kunjungan wisatawan, pemerintah juga memperkuat langkah mitigasi risiko melalui koordinasi lintas sektor, pemetaan kawasan rawan bencana, serta penyediaan berbagai modul CHSE sebagai pedoman pengelolaan keselamatan di destinasi wisata.

"Berbagai modul telah disiapkan, termasuk modul penanganan keracunan pangan, sebagai acuan bagi pengelola destinasi dalam menjaga keamanan dan keselamatan wisatawan," kata Imam.

Juru Bicara Kementerian Pariwisata, Mochamad Achir, menambahkan pemerintah juga memberikan berbagai stimulus berupa potongan harga transportasi massal untuk mendukung peningkatan perjalanan wisatawan nusantara selama periode libur sekolah.

Stimulus tersebut mencakup diskon tiket pesawat, kereta api, dan angkutan laut sehingga masyarakat memiliki lebih banyak pilihan perjalanan dengan biaya yang lebih terjangkau.

"Program ini diharapkan semakin mendorong mobilitas masyarakat sekaligus menggerakkan sektor pariwisata domestik. Namun, sebagian besar diskon berlaku untuk layanan kelas ekonomi sesuai periode yang telah ditetapkan," tutur Achir. (Remon)
Share:

Di Tengah Ketidakpastian Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga

Di Tengah Ketidakpastian Global, Fundamental Ekonomi Indonesia Tetap Terjaga. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Di tengah dinamika dan ketidakpastian ekonomi global yang masih berlangsung, Indonesia terus menjaga momentum pertumbuhan ekonomi melalui penguatan fundamental ekonomi, peningkatan investasi, perluasan akses pasar ekspor, serta penguatan kualitas sumber daya manusia. Berbagai langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Pemerintah untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dan berkelanjutan.

“Di tengah situasi global yang penuh tantangan, indikator makro ekonomi Indonesia masih menunjukkan kinerja yang kuat. Berbagai tantangan yang kita hadapi dapat diatasi karena fundamental ekonomi nasional tetap terjaga dengan baik,” ujar Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso saat menyampaikan keynote speech dalam Indonesia Financial Summit 2026 di Jakarta, Kamis (25/06).

Dalam kesempatan tersebut, Sesmenko Susiwijono menyampaikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan I 2025 tercatat sebesar 5,61%, inflasi Mei 2025 sebesar 3,08% masih berada dalam sasaran, indeks keyakinan konsumen berada di level optimistis, PMI manufaktur kembali berada di level ekspansi pada level 50, cadangan devisa mencapai USD144,9 miliar atau setara 5,6 bulan impor, dan realisasi investasi pada triwulan I hampir mencapai Rp500 triliun.

Oleh karena itu, Pemerintah terus mengoordinasikan berbagai sektor prioritas dan inisiatif strategis guna mendukung akselerasi pertumbuhan ekonomi nasional. Berbagai langkah tersebut meliputi peningkatan investasi dan kemudahan berusaha, penguatan sektor prioritas nasional, pengembangan ekonomi digital, hilirisasi industri, ketahanan pangan dan energi, serta penguatan kualitas sumber daya manusia.

Selain itu, Pemerintah juga terus memperluas akses pasar internasional melalui penyelesaian berbagai perjanjian perdagangan dan kerja sama ekonomi, antara lain Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA), Indonesia-Eurasian Economic Union Free Trade Agreement (I-EAEU FTA), serta sejumlah perjanjian lainnya dengan negara dan kawasan strategis. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat daya saing produk nasional sekaligus membuka peluang ekspor yang lebih besar bagi dunia usaha Indonesia.

Dari sisi investasi, Pemerintah terus mendorong perbaikan iklim usaha melalui deregulasi dan debottlenecking berbagai hambatan investasi serta penyempurnaan sistem layanan perizinan berusaha. Upaya tersebut dilakukan untuk meningkatkan realisasi investasi, memperluas penciptaan lapangan kerja, dan mendorong aktivitas ekonomi yang lebih produktif.

Pemerintah juga menaruh perhatian besar terhadap peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui program vokasi dan magang yang bertujuan menjembatani kebutuhan industri dengan ketersediaan tenaga kerja yang kompeten. Program tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas tenaga kerja sekaligus memperkuat daya saing nasional di tengah perubahan ekonomi global yang semakin dinamis.

Dalam forum tersebut, Sesmenko Susiwijono turut menjelaskan kebijakan Devisa Hasil Ekspor Sumber Daya Alam (DHE SDA) yang bertujuan memastikan devisa hasil ekspor dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi perekonomian nasional. Melalui kebijakan tersebut, devisa hasil ekspor dari sektor pertambangan, perkebunan, kehutanan, dan perikanan diwajibkan masuk ke sistem keuangan Indonesia guna memperkuat likuiditas valas domestik, menjaga stabilitas nilai tukar, memperkuat cadangan devisa, serta mendukung pembiayaan pembangunan nasional.

Menurut Sesmenko Susiwijono, kebijakan DHE SDA bukan merupakan kebijakan baru, melainkan penguatan dari kebijakan yang telah berjalan sebelumnya. Pemerintah berharap optimalisasi pengelolaan devisa hasil ekspor dapat memberikan kontribusi positif terhadap perekonomian nasional sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi Indonesia dalam menghadapi berbagai tantangan global.

“Fundamental ekonomi kita sebenarnya sangat kuat. Kalau sekarang ada permasalahan terkait trust atau kepercayaan investor, maka kita perlu bersama-sama menjelaskan kondisi yang sebenarnya dan membangun optimisme terhadap perekonomian Indonesia ke depan,” pungkas Sesmenko Susiwijono.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya yakni Ketua Komisi XI DPR RI Mukhamad Misbakhun, Wakil Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Farid Azhar Nasution, Founder & CEO The Iconomics Brams S. Putro, Ketua Umum Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) Entjik S. Djafar, Chief Economist Perbanas Winang Budoyo, Pemimpin Redaksi The Iconomics Arif Hatta, serta para pelaku industri jasa keuangan, akademisi, mahasiswa, dan pemangku kepentingan terkait. (Deni)
Share:

Pemerintah Konsolidasikan Gerakan Nasional untuk Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Anak

Pemerintah Konsolidasikan Gerakan Nasional untuk Perkuat Pencegahan Kekerasan terhadap Anak. (Dok. Kemenko PMK)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden RI Prabowo Subianto memberikan perhatian khusus terhadap upaya pencegahan kekerasan terhadap anak melalui penyediaan ruang yang aman dan nyaman di lingkungan pendidikan, keluarga, hingga ruang digital. Arahan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia dapat tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal dalam lingkungan yang terlindungi.

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno usai memimpin Rapat Tingkat Menteri dalam rangka membahas Penyelenggaraan Gerakan Ruang Aman dan Nyaman Anak (RANA) di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, pada Selasa (23/6/2026).

“Ini menindaklanjuti arahan Bapak Presiden yang secara spesifik disampaikan kepada Pak Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, bagaimana satuan-satuan pendidikan benar-benar menyediakan ruang yang aman dan nyaman untuk anak. Bukan hanya di ruang fisik saja di sekolah, tetapi juga di ruang digital, lingkungan keluarga, dan ruang publik,” ujar Menko PMK.

Menko PMK menjelaskan bahwa Gerakan RANA menjadi wadah untuk mengonsolidasikan berbagai upaya dan inisiatif perlindungan anak yang selama ini telah dijalankan oleh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, organisasi masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan lainnya. Gerakan ini diharapkan dapat lebih mendorong penguatan sinergi dan kesadaran bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, nyaman, sehat, dan penuh kasih bagi tumbuh kembang anak.

“Kita bersepakat untuk membuat gerakan nasional yang kita beri nama gerakannya RANA, gerakan untuk membangun ruang aman dan nyaman untuk anak,” jelasnya.

Gerakan RANA akan dijalankan melalui lima pilar utama, yaitu edukasi publik, penguatan keluarga berkualitas, penyediaan satuan pendidikan termasuk satuan pendidikan berbasis agama, daycare yang aman, pelindungan anak di ruang digital, serta penguatan sistem respons darurat dan pemulihan bagi anak yang menjadi korban kekerasan. Melalui gerakan ini, pemerintah menargetkan terwujudnya gerakan nasional menuju “Anak Merdeka dari Kekerasan” pada momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI pada Agustus mendatang.

Pemerintah memanfaatkan momentum penerimaan peserta didik baru tahun ajaran 2026/2027 untuk mengarusutamakan Gerakan RANA kepada sekolah, orang tua, peserta didik, dan masyarakat luas, termasuk anak sebagai bagian paling penting dari gerakan nasional ini. Momentum tersebut merupakan upaya untuk memperkuat edukasi sekaligus membangun kesadaran bersama mengenai pentingnya perlindungan anak.

“Kita bersepakat untuk memanfaatkan momentum penerimaan siswa baru tahun ini untuk mengglorifikasi, mengarusutamakan, mengedukasi bagi penjaminan ruang aman dan nyaman untuk anak,” ujarnya.

Menko PMK menyampaikan pemerintah juga memperkuat langkah-langkah pencegahan sistematis melalui penguatan forum koordinasi lintas kementerian dan lembaga, pemantauan secara berkala untuk memastikan implementasi program berjalan efektif, serta mempercepat respons dan penanganan apabila terjadi kasus kekerasan terhadap anak.

“Kita juga memperkuat upaya-upaya yang sistematis untuk pencegahan. Kita sudah sepakat untuk memperkuat forum koordinasi dalam rangka secara day-to-day melakukan monitoring, menjamin implementasi yang tersinergikan lintas K/L,” tegasnya.

Di samping itu, upaya ini akan diselaraskan dengan sistem perlindungan anak lain yang dapat dimanfaatkan masyarakat, seperti SAPA 129 dari Kementerian PPPA, Hotline 110 Polri, sistem respons darurat perlindungan anak KPAI, Aduan Konten Kementerian Komunikasi dan Digital, Hotline Kesehatan Mental dan Pencegahan Bunuh Diri Kementerian Kesehatan, serta Hotline Pelayanan Sosial Anak Kementerian Sosial.

“Setelah pengarusutamaan dan edukasi, kita juga harus benar-benar secara sistematis melakukan pencegahan dan juga merespons cepat dan melakukan penanganan seandainya terjadi kekerasan,” pungkas Pratikno.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Wakil Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Wakil Kepala BKKBN Isyana Bagoes Oka, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan, Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq, Ketua KPAI Aris Adi Leksono, serta perwakilan dari kementerian dan lembaga terkait lainnya. (Isna)
Share:

LPS Sesuaikan TBP, Guna Memperkuat Stabilitas Perbankan

LPS Sesuaikan TBP, Guna Memperkuat Stabilitas Perbankan. (Dok. LPS)

Jakarta, WaraWiri.net - Hasil Rapat Dewan Komisioner (RDK) pada Senin 22 Juni 2026, Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) memutuskan untuk menaikkan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) masing-masing sebesar 25 bps untuk simpanan Rupiah di bank umum dan Bank Perekonomian Rakyat, ke level 3,75% dan 6,25%, serta mempertahankan TBP untuk valuta asing di bank umum sebesar 2,00%. Tingkat Bunga Penjaminan tersebut berlaku sejak 1 Juli 2026 sampai dengan 30 September 2026.

Keputusan tersebut diambil dengan mempertimbangkan perkembangan Suku Bunga Pasar (SBP) simpanan Rupiah dan valuta asing yang masih menunjukkan kenaikan terbatas, kinerja intermediasi perbankan, khususnya penghimpunan simpanan yang masih kuat, kondisi likuiditas perbankan yang masih memadai, serta tingkat persaingan antar bank yang tetap sehat.

Selain itu, tingkat cakupan penjaminan simpanan tetap terjaga dan berada jauh di atas mandat Undang-Undang, yaitu melebihi 90% dari total rekening nasabah bank. Dengan mempertimbangkan berbagai kondisi tersebut, Tingkat Bunga Penjaminan yang berlaku saat ini dinilai masih memadai untuk menjaga kepercayaan masyarakat dan memperkuat stabilitas perbankan.

LPS akan terus melakukan evaluasi terhadap TBP secara berkala untuk menjaga kesesuaiannya dengan perkembangan kondisi perekonomian, perbankan, dan pasar keuangan ke depan. Evaluasi ini dilakukan dalam upaya menjaga kredibilitas dan efektivitas kebijakan penjaminan yang dilakukan oleh LPS.

Kinerja Intermediasi Perbankan Masih Kuat

Dari sisi intermediasi, kinerja industri perbankan nasional masih tumbuh dan tetap terjaga. Pada Mei 2026, Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan tercatat tumbuh sebesar 13,47% (yoy), diikuti penyaluran kredit yang tumbuh sebesar 11,51% (yoy). Pertumbuhan DPK Rupiah terpantau lebih tinggi 12,37% (yoy), daripada pertumbuhan DPK valuta asing 8,91% in US$). Perkembangan kinerja intermediasi yang positif tersebut didukung oleh kondisi permodalan, profitabilitas, dan likuiditas perbankan yang tetap terjaga sehingga mampu menjadi penyangga terhadap berbagai potensi risiko yang mungkin terjadi.

Cakupan Penjaminan Simpanan Masih Terjaga

Berdasarkan hasil evaluasi, TBP yang berlaku saat ini dipandang masih mampu menjaga tingkat cakupan penjaminan dan kepercayaan nasabah penyimpan. Data per Mei 2026 menunjukkan bahwa jumlah rekening nasabah bank umum yang dijamin seluruh simpanannya sampai dengan Rp2 miliar mencapai 681,67 juta rekening, yaitu mencakup 99,94% dari total rekening.

Sementara itu, jumlah rekening nasabah BPR/BPRS yang dijamin seluruh simpanannya sampai dengan Rp2 miliar mencapai 15,67 juta rekening, yaitu 99,97% dari total rekening. LPS akan terus memperkuat pemantauan dan asesmen terhadap tingkat cakupan penjaminan tersebut agar tetap selaras dengan dinamika suku bunga pasar dan TBP.

Transparansi TBP dan Perlindungan Nasabah Terus Ditingkatkan

Sebagaimana diketahui, mengacu kepada Undang-Undang, LPS menjamin simpanan nasabah perbankan sepanjang memenuhi tiga kriteria atau disingkat 3T, yaitu: Tercatat dalam pembukuan bank, Tingkat bunga yang diterima tidak melebihi TBP, dan Tidak terkait dengan tindakan yang menyebabkan keadaan bank menjadi tidak sehat.

Sejalan dengan itu, dalam rangka meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap TBP, LPS kembali menyampaikan kepada nasabah dan calon nasabah bank bahwa TBP merupakan batas maksimum suku bunga simpanan agar simpanan nasabah memenuhi salah satu kriteria program penjaminan simpanan LPS.

Sehubungan dengan hal tersebut, LPS selalu mengimbau masyarakat untuk memperhatikan tingkat bunga simpanan yang ditawarkan bank. Selain itu, LPS juga meminta perbankan untuk secara aktif dan transparan menyampaikan informasi mengenai TBP melalui seluruh kanal komunikasi, termasuk kanal digital, sebagai bagian dari transparansi dan perlindungan nasabah. (Slamet)
Share:

BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026

BULOG Tegaskan Komitmen Dukung Swasembada Pangan Berkelanjutan Pada Puncak PENAS XVII Tahun 2026. (Dok. Bulog)

Gorontalo, WaraWiri.net - Perum BULOG menegaskan komitmennya dalam mendukung terwujudnya swasembada pangan berkelanjutan pada Acara Puncak Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 yang dihadiri Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, di Kawasan Gelanggang Olahraga (GOR) David-Toni, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo.

PENAS XVII Tahun 2026 menjadi ajang strategis yang mempertemukan petani, nelayan, penyuluh, pelaku usaha, akademisi, serta berbagai pemangku kepentingan sektor pangan dari seluruh Indonesia. Kegiatan ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi dalam mendorong transformasi sektor pertanian dan perikanan guna mewujudkan ketahanan pangan nasional yang semakin tangguh dan berkelanjutan.

Dalam arahannya, Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi utama kedaulatan bangsa yang harus terus diperkuat melalui kerja bersama seluruh elemen bangsa.

“Kita harus berani melihat dan memperbaiki kekurangan-kekurangan kita sendiri. Saya bersama tim berkomitmen penuh untuk menghentikan penjarahan kekayaan negara agar dapat dimanfaatkan sepenuhnya untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Presiden Prabowo.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn.) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., yang turut hadir dalam kegiatan tersebut menyampaikan bahwa PENAS 2026 menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi seluruh pelaku sektor pangan dalam mendukung agenda besar swasembada pangan berkelanjutan.

“PENAS 2026 menjadi momentum memperkuat sinergi seluruh pelaku sektor pangan Indonesia. BULOG siap menjalankan peran strategis dalam menjaga ketersediaan pangan, menyerap hasil produksi petani secara optimal, serta memperkuat Cadangan Pangan Pemerintah guna mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan,” ujar Ahmad Rizal Ramdhani.

Sebagai operator pangan pemerintah, BULOG terus memperkuat berbagai program strategis, mulai dari penyerapan hasil panen petani, pengelolaan cadangan pangan pemerintah, hingga pelaksanaan stabilisasi pasokan dan harga pangan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya BULOG dalam menjaga ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan masyarakat.

Melalui partisipasi aktif pada PENAS XVII Tahun 2026, BULOG menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai instrumen pemerintah dalam menjaga stabilitas pangan, memperkuat kesejahteraan petani dan nelayan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan yang berkelanjutan demi ketahanan pangan nasional. (Fitri)
Share:

Tiga Tahun Berturut-turut, Polisi Kehutanan Kemenhut Raih Juara I Polisi Khusus Teladan Nasional

Tiga Tahun Berturut-turut, Polisi Kehutanan Kemenhut Raih Juara I Polisi Khusus Teladan Nasional. (Dok. Kemenhut)

Jakarta, WaraWiri.net - Polisi Kehutanan (Polhut) Kementerian Kehutanan (Kemenhut) kembali mencatat prestasi nasional. Dede Dicky Permadi, S.HI, Polisi Kehutanan Penyelia pada Balai Konservasi Sumber Daya Alam (Balai KSDA) Jakarta, meraih Juara I Lomba Polisi Khusus (Polsus) Teladan Nasional Tahun 2026.

Berdasarkan surat Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor B/11061/VI/HUM.1.1.1/2026/Baharkam tanggal 23 Juni 2026, Dede Dicky Permadi ditetapkan sebagai Juara I dengan total nilai 80,1. Posisi kedua diraih Sugeng Riyadi, Polsus Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (PWP3K) Kementerian Kelautan dan Perikanan, dengan nilai 76,7, sedangkan posisi ketiga diraih Anevy Zaenul Isa, Polsus Badan Karantina Indonesia, dengan nilai 74,5. Penilaian akhir Lomba Polsus Teladan Nasional Tahun 2026 dilaksanakan pada 9 sampai 12 Juni 2026 di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan) Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Lemdiklat) Polri, Ciputat, Jakarta Selatan, melalui lima aspek penilaian.

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan, Dwi Januanto Nugroho, menyampaikan bahwa prestasi Dede Dicky Permadi menjadi kebanggaan bagi Kementerian Kehutanan dan seluruh jajaran Polhut. Menurutnya, capaian ini perlu dimaknai sebagai penghargaan atas keteguhan pengabdian Polhut yang bekerja di tengah wilayah tugas yang luas, keterbatasan personel, dan risiko lapangan yang tidak ringan.

“Menjadi Polhut bukan tugas yang ringan. Mereka bekerja di wilayah yang luas, sering jauh dari sorotan, dan menghadapi risiko nyata di lapangan. Banyak tugas Polhut dilakukan dalam kerja-kerja sunyi, di kawasan hutan, di jalur-jalur rawan, dan dalam situasi yang tidak selalu mudah. Justru dalam ruang tugas yang berat dan penuh keterbatasan itu, prestasi ini menjadi lebih bermakna. Ia menunjukkan bahwa para penjaga hutan tetap mampu menjaga kualitas pengabdian, tetap hadir untuk melindungi hutan, tumbuhan dan satwa liar, serta membela kepentingan negara dan masyarakat. Ke depan, kita membutuhkan Polhut yang tidak hanya berani, tetapi juga cerdas, adaptif, berintegritas, dan mampu membaca perubahan modus kejahatan kehutanan. Kejahatan terus berubah, maka kapasitas Polhut juga harus terus ditingkatkan,” tegas Dwi Januanto.

Sementara itu, Direktur Pendayagunaan Sumber Daya dan Pengamanan Hutan, Suharyono, menyampaikan bahwa keikutsertaan Polhut Kementerian Kehutanan dalam Lomba Polsus Teladan Nasional merupakan bagian dari pembinaan berjenjang terhadap sumber daya manusia Polhut.

“Dede Dicky Permadi dan perwakilan Polhut Kementerian Kehutanan lainnya berangkat dari proses pembinaan dan seleksi melalui Lomba Wana Lestari Tahun 2025. Artinya, capaian ini tidak lahir tiba-tiba. Ada proses pembinaan, penilaian, penguatan kemampuan, dan ketekunan dalam menjalankan tugas. Prestasi Dede menjadi bukti bahwa pembinaan Polhut harus terus dijaga, karena dari proses yang baik akan lahir aparatur yang siap mengabdi dan mampu bersaing di tingkat nasional,” ujar Suharyono.

Keikutsertaan Dede Dicky Permadi dalam Lomba Polsus Teladan Nasional Tahun 2026 merupakan bagian dari proses pembinaan Polhut berprestasi di lingkungan Kementerian Kehutanan. Sebelumnya, Kementerian Kehutanan menugaskan tiga Polhut berprestasi hasil Lomba Wana Lestari Tahun 2025 untuk mengikuti Lomba Polsus Teladan Nasional Tahun 2026, yaitu Guruh Hendra Setiawan dari Balai Penegakan Hukum Kehutanan Wilayah Kalimantan, Dede Dicky Permadi dari Balai KSDA Jakarta, dan Lembang Ferdinand Firdaus Hutasoit dari Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser.

Dari proses pembinaan dan keikutsertaan tersebut, Dede Dicky Permadi berhasil melanjutkan prestasi hingga meraih Juara I Polsus Teladan Nasional Tahun 2026. Capaian ini menunjukkan bahwa prestasi tersebut lahir dari pembinaan, seleksi, dan penguatan kualitas Polhut yang terus dilakukan Kementerian Kehutanan.

Prestasi ini sekaligus memperpanjang capaian Polhut Kementerian Kehutanan sebagai Juara I Lomba Polsus Teladan Nasional selama tiga tahun berturut-turut. Pada 2024, Juara I diraih Kries Coni Satriaji, Polhut Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Pada 2025, Juara I kembali diraih Polhut Kementerian Kehutanan melalui Jonif Ronald Sianturi. Tahun 2026, prestasi tersebut dilanjutkan oleh Dede Dicky Permadi.

Kementerian Kehutanan terus mendorong penguatan Polhut melalui pemenuhan jumlah personel, peningkatan kapasitas kepolsusan, pemanfaatan teknologi, serta sinergi dengan Polri, Kejaksaan, pemerintah daerah, dan aparat penegak hukum lainnya. Penguatan tersebut diperlukan agar Polhut memperoleh dukungan yang sepadan dengan besarnya mandat perlindungan hutan Indonesia.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa Polhut memiliki peran penting dalam perlindungan dan pengamanan hutan, kawasan hutan, hasil hutan, tumbuhan dan satwa liar, serta kepentingan negara dan masyarakat. Prestasi Dede Dicky Permadi menjadi pengingat bahwa perlindungan hutan membutuhkan aparatur yang tangguh, berintegritas, profesional, dan dipercaya publik.

Lomba tersebut diselenggarakan oleh Korps Pembinaan Masyarakat (Korbinmas) pada Badan Pemelihara Keamanan (Baharkam) Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) yang merupakan unsur Polri yang membina fungsi pembinaan masyarakat, termasuk pembinaan terhadap Polsus pada kementerian dan lembaga. (Fajar)
Share:

Menteri Kehutanan Ajak Dunia Bangun Pasar Karbon yang Kuat, Transparan, dan Berdampak Nyata

Menteri Kehutanan Ajak Dunia Bangun Pasar Karbon yang Kuat, Transparan, dan Berdampak Nyata. (Dok. Kemenhut)

Inggris, WaraWiri.net - Pemerintah Indonesia menegaskan komitmennya untuk membangun pasar karbon yang kredibel, transparan, dan berintegritas tinggi sebagai instrumen penting dalam mobilisasi pembiayaan iklim global.

Komitmen tersebut disampaikan Menteri Kehutanan Republik Indonesia, Raja Juli Antoni, saat memberikan closing remarks pada sesi tingkat tinggi “From Fragile to Financeable – De-risking Carbon Credit Markets” yang diselenggarakan dalam rangka London Climate Action Week 2026 di Kota London, Inggris.

Sesi yang diselenggarakan bersama The Coalition to Grow Carbon Markets tersebut mempertemukan para pemimpin pemerintah, lembaga keuangan, pelaku usaha, organisasi internasional, dan pengembang pasar karbon untuk membahas langkah-langkah strategis dalam mentransformasi pasar karbon dari pasar yang masih terfragmentasi dan berisiko tinggi menjadi pasar yang matang, terpercaya, dan menarik bagi investasi jangka panjang.

Dalam sambutannya, Menteri Kehutanan menegaskan bahwa tantangan utama pembiayaan iklim saat ini bukanlah minimnya ambisi atau keterbatasan modal, melainkan belum terciptanya kondisi yang kondusif agar investasi dapat mengalir dengan aman dan dalam skala besar ke berbagai solusi iklim.

“Pasar karbon memiliki potensi besar untuk menyalurkan investasi bagi pengurangan emisi, perlindungan hutan, pemulihan ekosistem, dan pembangunan berkelanjutan. Namun untuk mencapai potensi tersebut, pasar karbon harus dibangun di atas fondasi integritas, transparansi, kepastian regulasi, dan kepercayaan,” ujar Raja Juli Antoni.

Menurut Menteri Kehutanan, Indonesia memiliki kepentingan strategis dalam penguatan pasar karbon global mengingat Indonesia merupakan salah satu negara dengan kawasan hutan tropis terbesar di dunia yang berperan penting dalam mitigasi perubahan iklim.

Untuk itu, Pemerintah Indonesia terus memperkuat tata kelola karbon nasional melalui berbagai reformasi kebijakan dan penguatan instrumen kelembagaan. Salah satu tonggak penting yang telah ditetapkan adalah implementasi Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 yang menjadi dasar pengembangan pasar karbon nasional yang lebih terintegrasi dan kredibel.

Di sektor kehutanan, penguatan tersebut diperkuat melalui Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 6 Tahun 2026 dan Peraturan Menteri Kehutanan Nomor 7 Tahun 2026 yang mengatur tata kelola karbon, transparansi, integritas lingkungan, serta kepastian investasi dalam kegiatan karbon kehutanan.

Sebagai bagian dari penguatan infrastruktur pasar karbon nasional, Indonesia juga akan meluncurkan Sistem Registri Unit Karbon (SRUK) pada 9 Juli 2026. Sistem ini akan menjadi fondasi utama tata kelola pasar karbon Indonesia melalui peningkatan transparansi, akuntabilitas, keterlacakan (traceability), dan kepastian bagi para pelaku usaha maupun investor.

Peluncuran SRUK akan disertai dengan pendaftaran sejumlah proyek karbon kehutanan yang menggunakan standar internasional yang diakui secara global.

Selain itu, pada 6 Juli 2026, Kementerian Kehutanan akan menerbitkan persetujuan Menteri dan memfasilitasi penerbitan kredit karbon kehutanan dengan volume lebih dari 30 juta ton CO₂e. Langkah ini menjadi salah satu pencapaian terbesar dalam sejarah pengembangan pasar karbon kehutanan Indonesia dan menunjukkan kesiapan Indonesia untuk menghadirkan peluang investasi iklim yang nyata dan terukur.

“Ini merupakan bukti bahwa Indonesia tidak hanya membangun kerangka kebijakan, tetapi juga menghadirkan peluang pasar yang konkret dan dapat dipercaya oleh investor,” tegas Menteri Kehutanan.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Kehutanan juga menekankan pentingnya kolaborasi internasional untuk membangun pasar karbon global yang semakin kuat. Menurutnya, pusat-pusat keuangan dunia memiliki peran penting dalam membangun institusi pasar yang terpercaya, mengembangkan instrumen pengelolaan risiko, serta memobilisasi investasi yang dibutuhkan untuk mendukung transisi menuju ekonomi rendah karbon.

Menjelang penyelenggaraan COP31, Indonesia mendorong tiga agenda utama dalam pengembangan pasar karbon global. Pertama, memperkuat integritas dan transparansi pasar agar kepercayaan terhadap kredit karbon terus meningkat. Kedua, mengembangkan infrastruktur pasar, mekanisme likuiditas, serta instrumen berbagi risiko yang mampu menarik investasi swasta dan institusional dalam skala besar. Ketiga, memastikan bahwa pembiayaan karbon memberikan manfaat nyata bagi masyarakat lokal dan masyarakat hukum adat serta para penjaga hutan yang berkontribusi langsung terhadap perlindungan ekosistem.

Menutup sambutannya, Menteri Kehutanan menegaskan bahwa masa depan pasar karbon tidak hanya ditentukan oleh jumlah kredit karbon yang diperdagangkan, tetapi juga oleh tingkat kepercayaan yang dibangun, investasi yang berhasil dimobilisasi, serta manfaat iklim dan pembangunan yang dihasilkan. (Bambang)
Share:

Menteri LH Tegaskan Posisi Indonesia Terkait Standar Kredit Keanekaragaman Hayati Global

Menteri LH Tegaskan Posisi Indonesia Terkait Standar Kredit Keanekaragaman Hayati Global. (Dok. Kemen LH)

Inggris, WaraWiri.net - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) memimpin Delegasi RI dalam menyatakan posisi resmi pemerintah terkait tata kelola pasar keanekaragaman hayati internasional. Menjadi pembicara dalam forum tingkat tinggi "Making Nature Credits Market Work in Asia and the Pacific" pada perhelatan London Climate Action Week di London, Inggris. Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, menyampaikan cetak biru instrumen ekonomi lingkungan nasional yang mengedepankan prinsip keadilan, transparansi, dan inklusivitas.

Menteri Jumhur memberikan penekanan khusus pada aspek integritas sosial, dengan mengingatkan bahwa rancangan pasar alam global tidak boleh mengabaikan mereka yang bekerja langsung di tingkat tapak.

"Izinkan saya menegaskan bahwa fondasi utama dari kredit keanekaragaman hayati yang sukses adalah pemberian manfaat yang adil dan merata bagi komunitas lokal dan masyarakat adat yang melakukan kerja keras nyata dalam konservasi di lapangan," ujar Menteri Jumhur dalam forum internasional tersebut.

Menteri Jumhur menjelaskan bahwa langkah strategis yang dipimpin oleh KLH/BPLH ini dipersiapkan untuk menjawab tantangan tata kelola instrumen hijau global. Kehadiran delegasi RI dalam forum ini merupakan pemenuhan atas undangan khusus dari Dame Amelia Fawcett dan Sylvie Goulard, selaku Co-Chairs International Advisory Panel on Biodiversity Credits (IAPB).

Bagi KLH/BPLH, ketertarikan lembaga penasihat internasional tersebut menunjukkan bahwa perkembangan instrumen ekonomi lingkungan yang tengah dibangun Indonesia dinilai solid, sehingga layak menjadi acuan penting (benchmark) bagi negara-negara di kawasan Asia-Pasifik.

Dame Amelia Fawcett menyatakan bahwa posisi Indonesia sangat sentral dalam arsitektur pendanaan alam global. "Apa yang tengah dilakukan oleh Indonesia memiliki dampak yang sangat krusial dan melampaui batas-batas negaranya. Langkah maju yang diambil oleh Pemerintah Indonesia bersama Satuan Tugas Kredit Keanekaragaman Hayati dalam merancang pasar berintegritas tinggi dan inklusif yang mampu memobilisasi pendanaan baru dan tambahan bagi alam serta para penjaganya, sehingga harus menjadi model yang patut dicontoh oleh negara lain, baik di tingkat regional maupun global," ujar Amelia.

Dame Amelia Fawcett juga menambahkan bahwa signifikansi ekologis Indonesia sangat vital bagi stabilitas iklim dunia. "Terumbu karang, hutan tropis, dan hutan bakau di Indonesia menyimpan kekayaan alam yang paling tidak tergantikan di planet ini. Kredit alam dapat menjadi instrumen krusial untuk melestarikan ekosistem yang kaya tersebut. IAPB mendukung kerja penting ini sebagai Mitra Pengetahuan (Knowledge Partner) bagi Satuan Tugas Indonesia, dan kami berharap dapat terus bekerja sama secara erat dengan Indonesia menuju COP17 CBD dan seterusnya," kata Amelia.

Sebagai negara penyedia modal alam (natural capital) utama, Indonesia melalui koordinasi KLH/BPLH mendorong agar kontribusi ekologis kawasan dinilai dengan standar yang adil dan proporsional. Saat ini, KLH/BPLH tengah merancang skema multi-kredit progresif yang tidak hanya menghitung luasan tutupan pohon, melainkan juga memberikan nilai ekonomi pada eksistensi flora dan fauna endemik. Melalui skema ini, keberhasilan perlindungan habitat satwa langka seperti harimau atau orang utan terintegrasi langsung ke dalam valuasi ekonomi pasar ekosistem.

Dalam menjalankan mandat sebagai instansi penanggung jawab utama (leading sector), KLH/BPLH mengonsolidasikan koalisi lintas sektor yang melibatkan Kementerian Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Kementerian Pertanian, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Bappenas, sektor swasta, aktivis masyarakat sipil, serta perwakilan masyarakat adat.

Sebagai wujud kepemimpinan regional, dalam forum di London ini, Menteri Jumhur menginisiasi pembentukan "Asia-Pacific Roundtable on Biodiversity Credits". Inisiatif ini diproyeksikan sebagai wadah regional untuk menyelaraskan regulasi, berbagi keahlian teknis, dan memastikan kepentingan negara-negara di Kawasan Asia-Pasifik terwakili secara seimbang dalam konstelasi pasar global.

Sebagai penutup, Menteri Jumhur menyampaikan pesan reflektif mengenai hubungan antara pertumbuhan ekonomi dan kelestarian alam.

"Kini saatnya bagi ekonomi kita untuk akhirnya berinvestasi kembali pada alam. Mari kita bekerja sama untuk memastikan bahwa kredit keanekaragaman hayati melampaui sekadar instrumen keuangan dan menjadi kekuatan nyata bagi kebangkitan ekologi dan kesejahteraan manusia," pungkas Menteri Jumhur. (Putra)
Share:

KKP Jaga Kredibilitas Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Nasional

KKP Jaga Kredibilitas Pengelolaan Ekosistem Karbon Biru Nasional. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya menjaga kredibilitas pengelolaan ekosistem karbon biru Indonesia sebagai solusi masalah iklim. Salah satunya dengan memperkuat kapasitas SDM yang menangani ekosistem karbon biru, melalui pelatihan aksi iklim yang digelar bersama Climateworks Centre–Monash University, dan Pusat Kajian Sumberdaya Pesisir dan Lautan (PKSPL) IPB University.

Pelatihan yang dimaksud membahas validasi dan verifikasi proyek mitigasi perubahan Iklim dari ekosistem karbon biru, yang berlangsung di Bogor, pada 17–19 Juni 2026. Validasi dan verifikasi merupakan elemen kunci untuk memastikan aksi mitigasi perubahan iklim berbasis ekosistem pesisir memiliki kredibilitas di tingkat nasional maupun global.

“Proses validasi dan verifikasi yang independen, jujur, dan transparan merupakan prasyarat untuk menjaga integritas lingkungan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap kredit karbon yang dihasilkan. Dengan dukungan Sistem Registri Nasional, potensi karbon biru Indonesia akan semakin diakui di tingkat global,” ujar Sekretaris Direktorat Jenderal Pengelolaan Kelautan, Miftahul Huda dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (25/6).

Peserta pelatihan, sambung Huda, berasal dari perwakilan kementerian dan lembaga, pemerintah daerah, serta akademisi yang sebelumnya telah mengikuti pelatihan dasar pelaporan gas rumah kaca dari ekosistem karbon biru. Pelatihan ini juga akan memperkuat kompetensi teknis peserta dalam proses Monitoring, Reporting, and Verification (MRV), serta penilaian dokumen pendukung seperti Project Design Document (PDD) dan Dokumen Rencana Aksi Mitigasi (DRAM).

Selain aspek teknis, keberlanjutan proyek karbon biru juga sangat ditentukan oleh tata kelola yang baik serta keterlibatan masyarakat pesisir sebagai aktor utama dalam menjaga ekosistem.

“Kita membutuhkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu menyusun, menilai, memverifikasi, dan mengawasi proyek-proyek karbon biru yang berkualitas tinggi,” ujar Country Lead Climateworks Centre Indonesia, Jannata Giwangkara.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, berharap pelatihan ini melahirkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu mengawal pengembangan proyek karbon biru berkualitas tinggi. Besarnya potensi ekosistem karbon biru nasional menjadi salah satu keunggulan Indonesia dalam mendukung agenda iklim global. 

“Karena itu, seluruh proses pengelolaannya harus dilakukan secara profesional, berbasis sains, dan memenuhi standar internasional agar manfaat ekologis dan ekonomi dapat dirasakan secara optimal, termasuk oleh masyarakat pesisir,” ujarnya.

Upaya ini sejalan dengan kebijakan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono yang menempatkan ekonomi biru sebagai arah utama pembangunan kelautan dan perikanan nasional. Melalui pengelolaan ekosistem pesisir yang berkelanjutan, penguatan tata kelola berbasis sains, serta peningkatan kapasitas SDM, KKP terus mendorong kontribusi sektor kelautan dalam pencapaian target iklim nasional sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. (Tedy)
Share:

RDP Komisi V DPR RI, Optimalkan Layanan BMKG untuk Mendukung Program Prioritas Nasional

RDP Komisi V DPR RI, Optimalkan Layanan BMKG untuk Mendukung Program Prioritas Nasional. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengikuti Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI pada Rabu (24/6) di Gedung Nusantara DPR RI, Jakarta. Rapat yang juga dihadiri oleh mitra kerja Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas/BNPP) tersebut membahas Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian/Lembaga (RKA-K/L) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027. BMKG diwakili oleh Sekretaris Utama BMKG, Guswanto, beserta jajaran.

Dalam pemaparannya, Guswanto menyampaikan arah kebijakan dan program kerja tahun 2027 yang disusun selaras dengan visi pembangunan nasional dalam RPJMN 2025–2029, yakni “Bersama Indonesia Maju, Menuju Indonesia Emas 2045”. Melalui berbagai program strategis, BMKG menargetkan penguatan kapasitas layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika agar semakin andal, modern, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat serta sektor-sektor strategis nasional.

“Rencana kerja dan anggaran BMKG tahun 2027 disusun untuk mendukung prioritas nasional sekaligus menjaga keberlangsungan layanan meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang dibutuhkan oleh masyarakat setiap hari,” ujar Guswanto.

BMKG juga berkontribusi dalam mendukung sejumlah Prioritas Nasional, antara lain penguatan ketahanan pangan dan energi, peningkatan keselamatan transportasi multimoda dan infrastruktur maritim, serta pengurangan risiko bencana melalui pengembangan dan modernisasi sistem peringatan dini multibahaya untuk cuaca ekstrem, gempa bumi, dan tsunami.

Menurut Guswanto, keberlangsungan layanan BMKG menjadi faktor penting dalam mendukung keselamatan masyarakat dan aktivitas pembangunan nasional.

“Layanan BMKG beroperasi 24 jam sehari, tujuh hari seminggu. Ini bukan sekadar rutinitas, melainkan prasyarat mutlak agar masyarakat dan seluruh sektor strategis nasional dapat beraktivitas dengan aman dan terlindungi,” tegasnya.

Untuk mendukung target tersebut, BMKG merencanakan berbagai program prioritas pada tahun 2027, di antaranya pembangunan radar cuaca baru, penguatan infrastruktur layanan, serta peningkatan kapasitas sarana dan prasarana operasional di berbagai wilayah Indonesia. Program-program tersebut akan memperkuat jangkauan layanan BMKG hingga ke daerah-daerah strategis dan didukung oleh operasional Unit Pelaksana Teknis (UPT) serta sumber daya manusia yang tersebar di seluruh nusantara.

Dalam sesi pendalaman, Anggota Komisi V DPR RI, Sofwan Dedy Ardyanto, memberikan perhatian terhadap pentingnya menjaga keandalan peralatan operasional BMKG agar pelayanan kepada masyarakat dapat terus berjalan optimal.

“Yang terpenting bagi kami adalah memastikan bahwa layanan BMKG kepada masyarakat tetap andal, karena itu berdampak langsung pada keselamatan dan dukungan lembaga terhadap banyak sektor,” ujarnya.

BMKG menyambut baik berbagai masukan dan dukungan yang disampaikan Komisi V DPR RI sebagai bagian dari penguatan sinergi antara lembaga eksekutif dan legislatif dalam mendukung pelayanan publik yang semakin berkualitas.

Melalui RDP ini, BMKG berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang andal guna mendukung keselamatan masyarakat, ketahanan nasional, serta pembangunan berkelanjutan. Dengan perencanaan program yang terukur dan dukungan dari Komisi V DPR RI, BMKG memperluas jangkauan layanan dan meningkatkan kualitas perlindungan kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia pada tahun 2027. (Dimas)
Share:

Capaian Pembelajaran Baru Telah Terbit, yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti

Capaian Pembelajaran Baru Telah Terbit, yang Berubah Hanya Mata Pelajaran Agama dan Budi Pekerti. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Kebijakan Pendidikan Dasar dan Menengah (BKPDM), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen), telah menetapkan Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 tentang Perubahan atas Keputusan Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Nomor 046/H/KR/2025 tentang Capaian Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini, Jenjang Pendidikan Dasar, dan Jenjang Pendidikan Menengah.
 
Penetapan keputusan ini merupakan tindak lanjut penyesuaian kebijakan pada mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti guna memperkuat arah pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan murid serta perkembangan kebijakan pendidikan nasional.
 
Perubahan dalam keputusan tersebut bersifat terbatas, yaitu hanya mencakup Capaian Pembelajaran pada mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti. Adapun Capaian Pembelajaran seluruh mata pelajaran lainnya tetap mengacu pada Keputusan Kepala BSKAP Nomor 046/H/KR/2025 dan tidak mengalami perubahan.
 
Kepala BKPDM, Toni Toharudin, menyampaikan bahwa pembaruan ini dilakukan secara terukur untuk memberikan kepastian bagi satuan pendidikan dalam melaksanakan pembelajaran.
 
“Perlu kami tegaskan bahwa perubahan yang ditetapkan melalui Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 hanya berlaku pada Capaian Pembelajaran mata pelajaran Agama dan Budi Pekerti. Capaian Pembelajaran untuk seluruh mata pelajaran lainnya tetap sama dan tidak mengalami perubahan,” ucap Toni.
 
Melalui keputusan ini, pemerintah berharap seluruh pemangku kepentingan memiliki pemahaman yang utuh mengenai ruang lingkup perubahan sehingga tidak menimbulkan persepsi bahwa seluruh Capaian Pembelajaran telah diperbarui.
 
Keputusan Kepala BKPDM Nomor 020 Tahun 2026 dapat menjadi acuan bagi pemerintah daerah, satuan pendidikan, pendidik, dan pemangku kepentingan lainnya dalam mengimplementasikan pembelajaran sesuai ketentuan yang berlaku. (Ros)
Share:

Dukung Pemulihan Operasional dan Bahan Baku PT Pakerin, Kemenperin Siapkan Langkah Mitigasi

Dukung Pemulihan Operasional dan Bahan Baku PT Pakerin, Kemenperin Siapkan Langkah Mitigasi. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) telah memanggil manajemen PT Pakerin untuk memberikan klarifikasi terkait isu operasional fasilitas produksi dan ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK). Pemanggilan ini merupakan tindak lanjut langsung dari instruksi Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita kepada Plt. Direktur Jenderal Industri Agro (Dirjen IA) guna merespons pemberitaan yang berkembang sekaligus menyiapkan dukungan bagi perusahaan.

“Menteri Perindustrian pada Minggu sore (21/6) telah memerintahkan Plt. Dirjen IA untuk memanggil manajemen PT Pakerin. Tujuannya adalah mengklarifikasi pemberitaan terkait operasional produksi dan segera mengambil langkah mitigasi secara cepat serta terukur,” ujar Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief di Jakarta, Kamis (25/6).

Merespons panggilan tersebut, Chief Financial Officer (CFO) PT Pakerin hadir memenuhi undangan dan bertemu dengan Plt. Dirjen IA di Kantor Kementerian Perindustrian, Jakarta, pada Selasa (23/6).

Hasil Pertemuan dan Kondisi Riil Perusahaan

Dari hasil pertemuan tersebut, diketahui bahwa PT Pakerin memiliki dua lini produksi utama, yaitu produksi kertas karton untuk kemasan konsumsi dan produksi soda api (caustic soda/NaOH). Produk kertas karton yang dihasilkan menjadi bahan baku kemasan berbagai produk konsumsi, sedangkan caustic soda digunakan sebagai bahan penolong industri, kebutuhan rumah tangga, hingga laboratorium.

Saat ini, lini produksi caustic soda masih tetap beroperasi secara normal. Sementara itu, lini produksi kertas karton telah berhenti beroperasi sementara sejak Desember 2024 akibat masalah internal perusahaan.

Meski lini produksi kertas terhenti sementara, manajemen PT Pakerin menegaskan bahwa perusahaan terus melakukan konsolidasi internal dan tetap berupaya memenuhi kewajibannya kepada tenaga kerja. Seiring dengan usaha pemulihan kondisi finansial perusahaan, mulai terdapat sinyal positif terkait penyelesaian hak-hak tenaga kerja yang selama ini menjadi perhatian berbagai pihak.

Sebagai informasi, PT Pakerin merupakan salah satu industri yang turut memberdayakan masyarakat di sekitar kawasan pabrik, sehingga keberadaannya memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi daerah setempat.

Dukungan Kemenperin dan Langkah Mitigasi

Terkait dengan kendala yang dihadapi perusahaan, Kemenperin menyatakan dukungannya terhadap proses pemulihan PT Pakerin, terutama dalam upaya mengaktifkan kembali lini produksi kertas karton.

“Ditjen Industri Agro telah menerima penjelasan dari PT Pakerin. Kemenperin mendukung pemulihan operasional lini produksi perusahaan serta pemenuhan kewajiban terhadap hak pekerja. Pada kesempatan tersebut, Kemenperin juga menyampaikan bahwa kami telah mengusulkan pemenuhan kebutuhan bahan baku untuk fasilitas produksi kertas karton mereka,” jelas Febri.

Secara luas, Menteri Perindustrian juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk terus memantau (monitoring) kinerja industri secara berkala serta cepat merespons informasi terkait penutupan pabrik maupun potensi PHK. Langkah mitigasi yang cepat dan terukur diharapkan dapat menghindari penutupan fasilitas produksi di dalam negeri.

“Bapak Menteri memerintahkan seluruh jajaran untuk memonitor kinerja industri nasional serta melakukan langkah mitigasi cepat terhadap industri yang mengalami gangguan pada rantai pasok maupun permintaan,” pungkas Febri.

Pemerintah berkomitmen untuk terus menjaga iklim usaha yang kondusif, memantau stabilitas produksi, serta berkoordinasi dengan pelaku industri guna memastikan keberlanjutan investasi dan perlindungan terhadap tenaga kerja industri nasional agar tetap berdaya saing di pasar global. (Fathi)
Share:

Perkuat Ekonomi Sirkular, Kemenperin Kembangkan Industri Kerajinan Berbasis Sawit

Perkuat Ekonomi Sirkular, Kemenperin Kembangkan Industri Kerajinan Berbasis Sawit. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Industri kerajinan menjadi salah satu sektor strategis yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional dan penguatan ekspor manufaktur Indonesia. Berbekal kekayaan budaya, kreativitas, dan keterampilan para perajin, produk kriya Indonesia terus menunjukkan daya saing yang semakin kuat di pasar global.

Kementerian Perindustrian mencatat, nilai ekspor industri kerajinan pada kuartal I tahun 2026 mencapai USD165,27 juta atau sekitar Rp2,97 triliun. Capaian tersebut meningkat 4,08 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, sekaligus mencerminkan semakin tingginya apresiasi pasar internasional terhadap produk kerajinan Indonesia.

“Industri kerajinan merupakan sektor yang memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan karena mampu menciptakan nilai tambah tinggi, memperluas kesempatan kerja, serta memperkuat ekonomi daerah. Pemerintah terus melakukan penguatan ekosistem industri kerajinan melalui peningkatan kapasitas SDM, pengembangan inovasi produk, dan perluasan akses pasar,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (25/6).

Menperin menambahkan, pengembangan industri kerajinan juga diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan bahan baku dalam negeri dan mendukung penerapan ekonomi sirkular. Langkah tersebut diharapkan mampu memperkuat rantai pasok industri sekaligus menciptakan peluang usaha baru yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Sejalan dengan upaya tersebut, Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menegaskan bahwa peningkatan daya saing industri kerajinan nasional memerlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan berbagai pemangku kepentingan.

“Pengembangan keterampilan, pemanfaatan bahan baku alternatif, serta penerapan prinsip ekonomi sirkular menjadi faktor penting dalam menciptakan produk kerajinan yang bernilai tambah tinggi dan berkelanjutan. Melalui berbagai program pendampingan dan peningkatan kapasitas, Kemenperin terus berupaya agar menghasilkan produk-produk kreatif yang mampu menjawab kebutuhan pasar sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” ungkap Emmy.

Sebagai bagian dari upaya penguatan industri kerajinan nasional, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Samarinda menjalin kerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Kerajinan Anyaman dan Kertas Seni Berbasis Kelapa Sawit di Tanjung Selor, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. 

Kegiatan yang berlangsung pada 22–26 Juni 2026 tersebut mendapat dukungan pendanaan penuh dari BPDP sebagai bagian program ekonomi hijau berbasis sawit dalam rangka Peningkatan Nilai Ekonomi Produk Kerajinan melalui Optimalisasi Pemanfaatan Limbah dan Produk Samping Sawit di Industri Kecil dan Menengah Kerajinan Provinsi Kalimantan Utara.

Workshop diikuti oleh 30 pelaku usaha kerajinan yang berasal dari Kabupaten Bulungan, Malinau, Nunukan, dan Tana Tidung. Para peserta memperoleh pembekalan teori serta praktik pembuatan kerajinan anyaman dan kertas seni dengan memanfaatkan limbah maupun produk samping kelapa sawit sebagai bahan baku utama.

Kepala BSPJI Samarinda, Ransi Pasae menyampaikan, pengembangan kerajinan berbasis limbah dan produk samping kelapa sawit merupakan salah satu strategi untuk terwujudnya ekonomi sirkular di wilayah perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Pemanfaatan limbah dan produk samping kelapa sawit menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi merupakan langkah nyata dalam mendukung industri yang berkelanjutan. Selain mengurangi limbah, kegiatan ini diharapkan mampu melahirkan produk-produk kreatif unggulan yang dapat memperkuat perekonomian daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro Kecil dan Menegah BPDP, sebagai mitra penyelenggara yang dalam sambutannya diwakili oleh Anwar Sadat, Analis Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP menyapaikan dukungannya terkait program ekonomi hijau berbasis sawit melalui pemberdayaan UMKM perkebunan sawit sebagaimana yang dilaksanakan oleh BSPJI Samarinda saat ini.

Melalui sinergi antara BSPJI Samarinda dan BPDP, industri kerajinan berbasis kelapa sawit di Kalimantan Utara diharapkan dapat berkembang menjadi salah satu sektor unggulan daerah. Posisi strategis Kalimantan Utara yang berbatasan langsung dengan negara tetangga dan berada pada jalur perdagangan regional juga membuka peluang besar bagi pengembangan pasar produk kerajinan berbasis sawit, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Workshop ini diharapkan menjadi langkah awal dalam membangun ekosistem industri kreatif berbasis sumber daya alam lokal yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, serta mendukung pengembangan ekonomi hijau dan berkelanjutan. (Fathi)
Share:

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia Bertahan di Kategori Emerging Market

MSCI Akui Reformasi Pasar Modal Indonesia Bertahan di Kategori Emerging Market. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyambut positif pengumuman MSCI 2026 Market Classification Review yang dirilis pada 24 Juni 2026, yang mempertahankan status Indonesia dalam kategori Emerging Markets.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengungkapkan bahwa keputusan ini mencerminkan kepercayaan investor global terhadap ketahanan ekonomi nasional, stabilitas sektor jasa keuangan, serta berbagai reformasi yang terus dilakukan untuk memperkuat transparansi, integritas, dan daya saing pasar modal Indonesia.

“Kami juga mencatat pengakuan MSCI atas berbagai langkah reformasi integritas pasar modal yang telah dilakukan. Adapun sejumlah area yang masih menjadi perhatian merupakan bagian dari proses evaluasi yang konstruktif dan akan terus kami tindak lanjuti bersama seluruh pemangku kepentingan," kata Friderica di Jakarta, Rabu.

Sebelumnya, pada 19 Juni 2026, MSCI telah merilis laporan Global Market Accessibility Review 2026. Hasil evaluasi tersebut menempatkan market accessibility Indonesia sebagai salah satu yang terbaik di antara negara-negara Emerging Markets di kawasan Asia-Pasifik.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi menyampaikan bahwa hasil penilaian tersebut sekaligus menunjukkan pengakuan lembaga penyedia indeks global terhadap agenda reformasi pasar modal Indonesia yang dijalankan oleh OJK dan Self-Regulatory Organizations (SRO), dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, sejak awal tahun 2026.

“Pengakuan terhadap capaian reformasi pasar modal ini tentu kita sambut positif. MSCI tidak hanya mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Markets, tetapi juga memberikan pengakuan bahwa berbagai langkah reformasi yang telah dan sedang kita jalankan berada pada arah yang tepat. Hal tersebut tercermin dari hasil penilaian market accessibility Indonesia yang terjaga baik," kata Hasan.

Menurut Hasan, pengakuan terhadap agenda-agenda reformasi menjadi modal penting bagi pasar modal domestik untuk terus tumbuh dengan fondasi transparansi, integritas, dan tata kelola yang semakin kuat.

“Tentu kami melihat masih terdapat ruang perbaikan dan berbagai masukan yang perlu dicermati secara konstruktif. Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk terus memperkuat engagement dengan global index providers, investor global, serta seluruh stakeholders terkait guna semakin meningkatkan kredibilitas, integritas, dan investability pasar modal Indonesia ke depan," kata Hasan.

Agenda Reformasi Terus Dilanjutkan dan Diperkuat

Hasan mengemukakan bahwa pengumuman klasifikasi pasar MSCI ini sejalan dengan hasil evaluasi lembaga penyedia indeks global lainnya, FTSE Russell, beberapa waktu lalu.

“Pada April 2026, FTSE Russell sudah menempatkan Indonesia tetap berada di kelompok Secondary Emerging Markets, setara dengan beberapa major markets seperti Tiongkok dan India. Indonesia juga tidak masuk Watch List untuk peninjauan lebih lanjut oleh FTSE Russell. Kali ini MSCI mengumumkan hal serupa dan mempertahankan status kita di Emerging Markets, bahkan secara khusus memberikan highlight terkait inisiatif-inisiatif reformasi pasar modal yang telah dan sedang kita gulirkan," kata Hasan.

Hasan juga menegaskan bahwa dipertahankannya status Emerging Markets ini bukanlah tujuan akhir. OJK dan SRO akan terus memperkuat dan mengakselerasi implementasi agenda-agenda reformasi di pasar modal dalam negeri, dengan dukungan koordinasi dan sinergi yang erat dengan segenap pemangku kepentingan. Langkah tersebut juga ditujukan untuk menindaklanjuti masukan dan concern dari pihak-pihak terkait dalam upaya memperkuat kredibilitas dan integritas pasar modal domestik.

Ke depan, upaya-upaya untuk memperkuat relevansi dan peran pasar Indonesia dalam skala global juga akan terus diperkuat. Hal ini ditopang oleh kinerja perekonomian Indonesia yang kuat serta pertumbuhan pasar domestik sesuai dengan kondisi fundamentalnya.

“Kami meyakini pasar modal Indonesia masih sangat prospektif dan menarik, baik bagi investor domestik maupun global. Hal ini didukung oleh fundamental perekonomian domestik yang terjaga, basis investor yang terus bertumbuh, valuasi saham yang kompetitif, dan kinerja fundamental emiten yang secara umum masih sangat positif," kata Hasan.

OJK menyampaikan penghargaan dan apresiasi setinggi-tingginya atas dukungan yang sangat berharga dari Pemerintah, Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, SRO, pelaku industri, investor, serta seluruh pemangku kepentingan atas sinergi dan dukungan yang kuat dalam mendorong agenda reformasi pasar modal Indonesia. Capaian ini merupakan hasil kerja bersama yang mencerminkan komitmen kolektif untuk membangun pasar modal yang semakin transparan, berintegritas, dan berdaya saing global. (Subhan)
Share:

Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Polda Riau menggelar bakti kesehatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini dihadiri ribuan masyarakat hingga melebihi target. (Dok. Div Humas Polri)

Riau, WaraWiri.net - Kegiatan Puncak Bakti Kesehatan ini digelar di Grand Central Hotel Pekanbaru, Selasa (23/6/2026), yang dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Brigjen Hengki Haryadi, Irwasda Kombes Prabowo Santoso, serta seluruh pejabat utama (PJU) Polda Riau. Turut hadir, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kadiskes Riwau yang mewakili Plt Gubernur, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, dan BNNP Riau.

Ada 14 pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam kegiatan Puncak Bakti Kesehatan ini, meliputi pengobatan umum dan spesialis, serta cek kesehatan gratis, pelayanan kesehatan gigi, operasi katarak, dan operasi bibir sumbing, khitanan massal, bedah minor, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB). 

Selain itu, Polda Riau bersama Dinas Kesehatan juga melakukan aksi donor darah, pemeriksaan laboratorium, pemberian vitamin dan imunisasi, program deteksi dini dan pencegahan stunting hingga pemberian kacamata gratis serta pelayanan khusus sekaligus pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Herry Heryawan mengatakan pelayanan bakti kesehatan ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat hingga melebihi target yang ditentukan.

Dari target-target tadi yang sudah disampaikan, ada peningkatan sejumlah 15 persen, dari target 1.432, tetapi capaiannya sudah 2.400 lebih, kata Irjen Herry Heryawan.

Peningkatan angka partisipasi ini disyukuri oleh Kapolda Riau sebagai indikator meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga kesehatan secara berkala. Secara khusus, ia menyoroti peta kerawanan penyakit di Provinsi Riau yang didominasi oleh kasus hipertensi dan diabetes.

Guna mencegah komplikasi fatal akibat kedua penyakit tersebut sejak dini, Kapolda Riau menginstruksikan jajarannya untuk tidak berhenti di momen seremonial ini saja.

Saya meminta agar terus dilakukan kolaborasi dan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan serta seluruh pihak terkait untuk memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan screening kesehatan berkala, tegasnya.

Kapolda Riau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara, khususnya 15 rumah sakit mitra, jajaran tenaga medis, tenaga kesehatan, serta para relawan.

Diharapkan, bakti kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026 ini tidak hanya memberikan manfaat kebugaran fisik yang nyata, tetapi juga semakin merekatkan ikatan emosional inklusif antara Polri dan masyarakat demi mewujudkan Riau yang sehat, aman, dan sejahtera. (Dimas)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING