Kemenhub Dorong Transformasi Pengawasan Digital Kendaraan Over Dimension & Over Load

Kemenhub Dorong Transformasi Pengawasan Digital Kendaraan Over Dimension & Over Load. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat, Kementerian Perhubungan terus memperkuat strategi penanganan kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan melalui penguatan sistem pengawasan. Direktur Jenderal Perhubungan Darat, Aan Suhanan menekankan pentingnya transformasi digital yang menyeluruh di sisi pengawasan angkutan logistik, agar lebih cepat dan efektif dalam mendeteksi pelanggaran over dimension over load.

“Saat ini pengawasan masih parsial dan konvensional, personil kami terbatas dan harus mengawasi sekian banyak kendaraan over load over dimension. Artinya kita perlu melakukan pengawasan berbasis teknologi dan data secara digital karena manual tidak bisa lagi, kami akan maksimalkan pemanfaatan data yang ada di kementerian dan lembaga lainnya,” jelas Aan di Jakarta, Senin (13/4).

Lanjut Aan, Kemenhub bersama kementerian dan lembaga lain seperti Korlantas Polri, Kementerian PU, BUJT, Kemenperin hingga Kemendag tengah melakukan transformasi pengawasan berbasis digital melalui integrasi data lintas stakeholders. Transformasi dilakukan dengan memanfaatkan teknologi seperti kamera ETLE ataupun jembatan timbang Weigh in Motion (WIM) guna mempermudah proses pengawasan hingga penegakan hukum terhadap kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan.

Aan menambahkan, transformasi pengawasan juga bertujuan untuk memastikan tanggung jawab pelanggaran tidak hanya dibebankan kepada pengemudi yang membawa kendaraan lebih dimensi dan lebih muatan. Aan mengatakan, dengan adanya pengawasan berbasis teknologi, pemilik barang maupun transporter juga bisa dimintakan pertanggungjawaban terhadap pelanggaran lebih dimensi dan lebih muatan.

“Selama ini kalau ada pelanggaran, pengemudi kerap jadi kambing hitam padahal ada pemilik barang atau pemilik kendaraan yang kalau mereka aware dengan keselamatan seharusnya tidak boleh memuat barang sebanyak itu. Dengan sistem yang kita bangun saat ini, tidak hanya pengemudi, tanggung jawab juga akan dibebankan ke operator atau pengusaha,” kata Aan.

Aan juga yakin, sistem pengawasan berbasis digital mampu mencegah terjadinya pungutan liar (pungli) karena akan mengurangi interaksi antara petugas dengan pengemudi di lapangan. 

“Terkait pungli kita tidak menutup mata masih terjadi dan kami tegas terhadap pelanggaran tersebut, sudah ada yang kita demosi tidak kerja di jembatan timbang lagi. Kita pun melihat ini sebagai tantangan untuk terus mengawasi personil kita agar tidak melakukan pungli, makanya dengan adanya sistem digital seperti CCTV atau ETLE akan menutup ruang terjadinya tawar-menawar pengemudi dengan petugas jadi menutup ruang adanya pungli,” ujarnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Aan mengatakan, Kemenhub juga tengah menjalankan masa transisi menuju penerapan Zero Over Dimension Over Load melalui sosialisasi dengan asosiasi pengemudi serta operator angkutan barang, guna mengurangi resistensi pada kebijakan tersebut. Hal ini dilakukan agar seluruh pihak memahami kebijakan yang akan diterapkan serta mampu beradaptasi dengan pengawasan hingga penegakan hukum berbasis digital, sehingga harapannya target Zero Over Dimension Over Load 2027 dapat tercapai.

“Dengan orkestrasi yang dimpimpin Kemenko Infrawil dan komitmen yang sama dari semua kementerian-lembaga, saya optimistis 2027 Zero Over Dimension Over Load dapat tercapai. Mari kita akhiri toleransi terhadap kendaraan over dimension dan over load, juga terhadap kecelakaan lalu lintas karena tidak ada yang lebih penting dari keselamata manusia, satu nyawa terlalu banyak,” pungkasnya. (Deni)
Share:

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi

Bergerak di Tengah Tantangan Global, Armada Kapal Pertamina Topang Distribusi Energi. (Dok. Pertamina)

Sulawesi Utara, WaraWiri.net - Pekan ini, kapal pengangkut LPG Pertamina MT Gas Attaka berhasil sandar di Jetty Integrated Terminal LPG Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal dengan kapasitas muatan sekitar 1.700 metrik ton LPG ini berperan penting dalam mendukung ketahanan pasokan LPG di wilayah Sulawesi dan Kalimantan.

Selain itu, LPG Tanker Gas Ambalat juga berhasil sandar di Kalbut, Situbondo. Gas Ambalat membawa pasokan LPG untuk kebutuhan di wilayah Jawa Timur dan sekitarnya.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Muhammad Baron mengungkapkan, jalur maritim menjadi salah satu penopang distribusi energi penyaluran BBM dan LPG ke wilayah Indonesia yang merupakan negara kepulauan.

"Di tengah geopolitik global, Pertamina terus berkomitmen untuk mengupayakan distribusi energi. Kapal-kapal kami dalam perjalanan untuk mengantar energi ke masyarakat," jelasnya.

Secara keseluruhan, Pertamina melalui subholding Downstream mengoperasikan sebanyak 345 kapal, baik kapal milik maupun kapal chartered, yang terdiri dari 271 kapal pengangkut BBM/BBK, 27 kapal pengangkut Crude, 4 Kapal mengangkut petrochemical dan 43 kapal pengangkut LPG. Armada ini melayani berbagai rute termasuk 57 wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T) yang tersebar di berbagai penjuru Nusantara, mulai dari Kalimantan, Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku hingga Papua.

Ia menambahkan, operasional kapal dilakukan oleh awak yang bekerja secara bergantian selama 24 jam guna memastikan distribusi berjalan aman dan tepat waktu, terutama dalam menghadapi tantangan cuaca ekstrem dan navigasi geografis di wilayah kepulauan dan daerah 3T.

Menghadapi geopolitik, Pertamina juga memperkuat operasional di seluruh lini bisnisnya. Sebagai perusahaan energi terintegrasi, produksi hulu migas didorong untuk meningkat sehingga dapat menambah kontribusi produksi dalam negeri. Selain itu, optimalisasi pengolahan kilang untuk memenuhi kebutuhan produk energi bagi masyarakat dan sektor industri.

Selain penguatan operasional, Pertamina juga memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah dan aparat penegak hukum untuk menjaga tata kelola distribusi energi nasional. Pertamina mendukung langkah tegas aparat dalam menindak oknum yang melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM dan LPG subsidi.

“Masyarakat dapat berperan aktif dengan melaporkan indikasi penyalahgunaan energi melalui aparat penegak hukum maupun Pertamina Contact Center 135. Pertamina juga mengajak masyarakat untuk menjaga energi bersama-sama, dengan bijak menggunakan energi sesuai kebutuhan,” tutup Baron. (Putra)
Share:

BPDP Buka Program Grant Riset 2026, Dorong Inovasi Sektor Perkebunan

BPDP Buka Program Grant Riset 2026, Dorong Inovasi Sektor Perkebunan. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang merupakan salah satu Special Mission Vehicle (SMV) Kementerian Keuangan kembali membuka Program Grant Riset Tahun 2026 sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan riset yang inovatif, aplikatif, dan berdampak nyata bagi sektor perkebunan nasional.

Program tersebut bertujuan untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi, menjaga keberlanjutan, serta mendorong lahirnya produk dan pasar baru yang bernilai tambah, khususnya pada komoditas kelapa sawit, kakao, dan kelapa. Dukungan pendanaan riset diharapkan mampu memperkuat sektor perkebunan dari hulu hingga hilir serta memberikan manfaat bagi industri, pemerintah, hingga masyarakat.

Dalam rangka pelaksanaan program tersebut, BPDP mengundang lembaga penelitian dan pengembangan di Indonesia untuk mengajukan proposal riset melalui laman resmi https://program-riset.bpdp.or.id/ paling lambat 30 Juni 2026. Adapun ruang lingkup bidang riset yang dapat diajukan dalam program ini meliputi bioenergi; biomaterial dan oleokimia; pangan, pakan, dan kesehatan; lahan, tanah, dan budidaya; pascapanen dan pengolahan; pengolahan limbah dan lingkungan; serta sosial ekonomi, manajemen, bisnis, pasar, dan teknologi informasi dan komunikasi (TIK).

Melalui berbagai bidang tersebut, BPDP mendorong lahirnya penelitian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan teknologi, tetapi juga pada penguatan aspek ekonomi, lingkungan, serta tata kelola industri perkebunan yang berkelanjutan.

Sejalan dengan komitmen menjaga integritas dan kualitas layanan, BPDP menegaskan pelaksanaan program ini dilakukan dengan prinsip Bersih, Akuntabel, Integritas, dan Kesempurnaan (BAIK), guna mendukung terwujudnya zona integritas menuju wilayah bebas dari korupsi.

Dengan dibukanya Program Grant Riset 2026, BPDP berharap partisipasi aktif dari kalangan akademisi, peneliti, dan praktisi semakin meningkat, sehingga mampu menghasilkan inovasi yang memperkuat daya saing dan keberlanjutan sektor perkebunan Indonesia. (Muh)
Share:

OJK Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah Melalui Sinergi dan Penguatan Kebijakan SLIK

OJK Dukung Akselerasi Program 3 Juta Rumah Melalui Sinergi dan Penguatan Kebijakan SLIK. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mendukung penuh upaya percepatan program prioritas pembangunan nasional dalam pengembangan UMKM antara lain melalui penyediaan tiga juta rumah melalui penguatan kebijakan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) dan sinergi dengan kementerian/lembaga, serta pemangku kepentingan terkait.

Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam pertemuan dengan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman RI Maruarar Sirait di Kantor OJK Menara Radius Prawiro, Senin, menyampaikan bahwa OJK sangat mendukung program prioritas pembangunan perumahan tiga juta rumah tersebut.

Friderica menjelaskan, OJK telah melaksanakan Rapat Dewan Komisioner pada pekan lalu dan memutuskan sejumlah langkah kebijakan untuk mendukung implementasi program tersebut.

Kebijakan pertama, OJK memutuskan bahwa informasi yang akan ditampilkan dalam laporan SLIK adalah kredit atau pembiayaan dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan plafon maupun baki debet setiap debitur.

“Dalam Rapat Dewan Komisioner kemarin, kami memutuskan bahwa dalam laporan SLIK, informasi yang akan ditampilkan adalah kredit dengan nominal di atas Rp1 juta, baik berdasarkan akumulasi catatan kredit debitur maupun baki debetnya," kata Friderica.

Kebijakan kedua, OJK juga memutuskan percepatan pembaruan status pelunasan pinjaman dalam SLIK menjadi paling lambat tiga hari kerja setelah pelunasan dilakukan. Kebijakan ini diharapkan dapat membantu mempercepat proses pengajuan pembiayaan perumahan.

“Ketika seseorang telah melunasi pinjamannya, maksimal dalam tiga hari status pelunasan tersebut sudah muncul dalam SLIK yang akan diimplementasikan paling lambat akhir Juni 2026. Hal ini penting untuk membantu rekan-rekan pengembang mempercepat proses pembiayaan perumahan," ujar Friderica.

Selain itu, untuk mendukung percepatan program perumahan, OJK juga memberikan akses kepada BP Tapera terhadap data SLIK sesuai ketentuan yang berlaku. Langkah ini diharapkan dapat mendukung percepatan proses pemberian fasilitas pembiayaan perumahan yang menjadi tugas BP Tapera.

Selanjutnya, OJK melalui Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun akan menerbitkan penegasan mengenai pengakuan Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bersubsidi sebagai program prioritas pemerintah. Penegasan tersebut dinilai penting karena memiliki implikasi terhadap aspek penjaminan dalam pembiayaan perumahan.

OJK bersama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman juga akan membentuk Satuan Tugas Percepatan Program 3 Juta Rumah. Satuan tugas ini akan melibatkan OJK, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, BP Tapera, asosiasi pengembang, dan pemangku kepentingan terkait lainnya guna memperkuat koordinasi serta mempercepat penyelesaian berbagai kendala program perumahan yang berkaitan dengan sektor jasa keuangan.

Di samping itu, OJK akan menambahkan penegasan informasi di SLIK bahwa data dalam SLIK tidak secara otomatis menentukan diterima atau ditolaknya pemberian kredit atau pembiayaan oleh pelaku usaha jasa keuangan. SLIK merupakan catatan informasi yang digunakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses analisis kredit atau pembiayaan.

Sebelumnya, OJK juga telah melakukan berbagai upaya untuk mendukung program pemerintah dalam pengadaan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR), antara lain melalui Surat OJK Nomor S-2/D.03/2025 tanggal 14 Januari 2025 perihal Dukungan terhadap Program Pemerintah dalam Pengadaan Rumah kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Peningkatan Kualitas Pelaporan SLIK.

Melalui surat tersebut, OJK menegaskan bahwa SLIK berisi informasi yang bersifat netral dan bukan merupakan daftar hitam. OJK juga menegaskan bahwa tidak terdapat ketentuan yang melarang pemberian kredit atau pembiayaan kepada debitur yang memiliki kredit dengan kualitas selain lancar, termasuk apabila dilakukan penggabungan dengan fasilitas kredit atau pembiayaan lain, khususnya untuk kredit atau pembiayaan bernilai kecil.

Selain itu, keputusan pemberian KPR kepada MBR tetap merupakan kewenangan masing-masing bank dengan mempertimbangkan prinsip kehati-hatian dan mitigasi risiko. OJK juga terus meminta bank untuk meningkatkan kualitas data SLIK, termasuk melakukan pengkinian data secara berkala.

“OJK akan terus mendukung dan mendorong berbagai langkah yang dapat dilakukan untuk mempercepat pencapaian program 3 juta rumah tersebut. Ini adalah salah satu bentuk dukungan kami," tutup Friderica. (Alfi)
Share:

Bareskrim Polri Mengamankan 3 Pelaku Produksi dan Pengedar Kosmetik Ilegal di Bogor

Bareskrim Polri Mengamankan 3 Pelaku Produksi dan Pengedar Kosmetik Ilegal di Bogor. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri mengungkap kasus produksi dan peredaran kosmetik ilegal di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dari pengungkapan kasus ini Bareskrim mengamankan tiga orang tersangka dengan salah satunya merupakan pemilik usaha.

Dalam keterangannya pada Senin (13/4/2026), Dirtipidnarkoba Bareskrim Polri Brigjen Pol. Eko Hadi Santoso mengatakan bahwa dalam pengungkapan oleh Subdit III Dittipidnarkoba Bareskrim Polri tersebut, penyidik mengamankan tiga orang yang berinisial RH selaku pemilik usaha, MR selaku pekerja, dan FA selaku kurir.

Diketahui, RH tidak mempunyai latar belakang farmasi dan hanya merupakan lulusan SMK jurusan penerbangan. RH juga telah menjalani usaha kosmetik ilegal selama dua tahun lebih.

“Sejak bulan April tahun 2024, RH memulai untuk memproduksi sediaan farmasi berupa kosmetik,” ungkap Eko.

Lebih lanjut , Eko menerangkan bahwa kosmetik ilegal yang diproduksi RH berupa berupa toner, sabun cair, krim siang, dan krim malam.

Produk-produk tersebut diedarkan secara daring melalui marketplace dengan penjualan rata-rata 90–100 paket kosmetik dalam sehari. Harga jual dalam bentuk paket, yakni satu krim malam, satu krim siang, sabun wajah, dan satu toner sebesar Rp35.000,” terang Eko.

Adapun bahan-bahan untuk membuat produk kosmetik diperoleh dengan cara membeli secara daring, seperti alkohol, sabun batang, serta krim siang dan krim malam kiloan. Alkohol digunakan untuk membuat toner, sedangkan sabun batang digunakan untuk membuat sabun wajah.

Eko menyebut, hasil pengecekan sementara di laboratorium forensik, krim siang dan krim malam yang disita terdeteksi positif mengandung bahan kimia berbahaya merkuri.

Untuk langkah selanjutnya, penyidik akan memeriksa lebih lanjut para saksi serta melakukan uji laboratorium terhadap barang bukti secara pro justitia. (Zikry)
Share:

Kodaeral V Sambut Kedatangan Kapal Perang Thailand di Surabaya

Kodaeral V Sambut Kedatangan Kapal Perang Thailand di Surabaya. (Dok. Puspen TNI)

Surabaya, WaraWiri.net - Kadiskomlek Kodaeral V Kolonel Laut (P) Aster Budi Prasetyo, S.T., M.Tr.Opsla., dan Kadiskum Kodaeral V. Kolonel Laut (H) Suhardiman, S.H. melaksanakan penyambutan kedatangan Kapal Perang Angkatan Laut Kerajaan Thailand, HTMS Naresuan-421, yang sandar di Dermaga Jamrud Utara bagian Barat Pelabuhan Tanjung Perak, Minggu (12/4).

Kapal perang jenis fregat tersebut tiba dalam rangka port visit setelah menyelesaikan partisipasi pada Latihan Bersama KAKADU 2026 di Australia. Penyambutan dilaksanakan secara resmi dengan upacara militer, termasuk penghormatan pasukan saat kapal merapat di dermaga. HTMS Naresuan-421 dikomandani oleh Captain Natas Rasmeefueng dengan jumlah awak kapal sekitar 160 personel.

Kunjungan ini merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan bilateral dan kerja sama militer antara TNI Angkatan Laut dan Angkatan Laut Kerajaan Thailand, khususnya dalam bidang keamanan maritim dan diplomasi pertahanan.

Selama berada di Surabaya, kapal dijadwalkan melaksanakan pengisian bahan bakar serta kegiatan kunjungan kota oleh awak kapal. Rencananya, HTMS Naresuan-421 akan melanjutkan pelayaran dan bertolak dari Surabaya pada Senin, 13 April 2026. (Evi)
Share:

Gubernur Akmil Pimpin Laporan Kesiapan OJT Taruna Tingkat III

Gubernur Akmil Pimpin Laporan Kesiapan OJT Taruna Tingkat III. (Dok. Puspen TNI)

Magelang, WaraWiri.net - Gubernur Akademi Militer (Akmil) Mayjen TNI Rano Tilaar memimpin Laporan Kesiapan On the Job Training (OJT) Taruna/Taruni Akmil Tingkat III Tahun Pendidikan 2025/2026 di Lapangan Mako Mentar Akmil. Kegiatan ini diikuti oleh Wakil Gubernur Akmil, para pejabat distribusi, perwira, pengasuh, serta seluruh Taruna/Taruni Tingkat III sebagai peserta latihan.

Dalam amanatnya, Gubernur Akmil menyampaikan bahwa pelaksanaan OJT akan berlangsung pada 13 hingga 22 April 2026. Kegiatan ini merupakan aplikasi dari materi Binsat, Kepemimpinan, CMI, dan Metodologi Penelitian yang diterapkan secara langsung di satuan jajaran TNI Angkatan Darat, khususnya di Kodam V/Brawijaya, Divif 2/Kostrad, dan Skadron 31/Amur Yudha Cakti Puspenerbad. Melalui latihan ini, para taruna diharapkan memperoleh gambaran nyata tentang peran, tugas, dan tanggung jawab jabatan seorang komandan peleton (Danton), perwira urusan (Paur), atau setingkat.

Lebih lanjut, Gubernur Akmil menekankan agar para taruna memanfaatkan waktu latihan yang relatif singkat secara optimal untuk mengaplikasikan seluruh materi yang telah diperoleh selama pendidikan. Selain itu, para taruna juga diingatkan untuk senantiasa menunjukkan sikap dan perilaku sebagai calon perwira yang berlandaskan nilai Budhi Bhakti Wira Utama, baik dalam kedinasan maupun kehidupan sehari-hari di lingkungan prajurit dan keluarganya.

Sebagai penekanan, Gubernur Akmil menginstruksikan agar setiap taruna mengawali kegiatan dengan doa, mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, aktif menyerap pengetahuan di satuan, serta mematuhi kode kehormatan dan Peraturan Khusus Taruna (Perkhustar).

Kepada Danmentar Akmil beserta jajaran, khususnya Danyon Taruna Madya, diberikan kepercayaan untuk melaksanakan pengawasan secara intensif demi keberhasilan latihan. Mengakhiri amanatnya, Gubernur Akmil menyampaikan harapan agar seluruh taruna dapat melaksanakan latihan dengan baik dan memberikan hasil terbaik bagi keberhasilan tugas. (Evi)
Share:

Komisi XIII DPR Minta BPIP Perkuat 'Research-Based' dalam Peta Jalan Pancasila

Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembahasan Peta Jalan Pembinaan Ideologi Pancasila dan perkembangan RUU BPIP di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketua Komisi XIII DPR RI Willy Aditya memberikan catatan mendalam terkait metodologi pembinaan ideologi Pancasila dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP). Ia menekankan agar BPIP beralih dari pendekatan yang bersifat asumtif menuju pendekatan ilmiah (scientific approach) yang berbasis riset dalam menyusun peta jalan dan kebijakan.

Maka dari itu, ia mengajak jajaran BPIP agar menggunakan kerangka metodologi yang kuat, termasuk melakukan assessment mendalam melalui kombinasi pendekatan kuantitatif dan kualitatif. Ia menyarankan agar BPIP lebih memperkaya riset ketimbang memperbanyak agenda sosialisasi semata.

"Saya ingin menambahkan satu hal yang lebih metodologi saja jadi biar kita saling melengkapi satu dan lain kalau habis ini BPIP ada waktu, cari buku garis masanya Ignatius Wibowo, disertasinya Ignatius Wibowo. Itu mencoba kita melakukan sebuah pendekatan yang scientific approach dalam mengambil sebuah kebijakan jadi tidak asumtif," ujar Willy Aditya dalam agenda Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait pembahasan Peta Jalan Pembinaan Ideologi Pancasila dan perkembangan RUU BPIP di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, di tengah revolusi teknologi saat ini, BPIP harus mampu menggunakan piranti kontemporer dalam kerjanya. "Kalau saya sih daripada sosialisasi dibanyakin lebih bagus risetnya yang diperkaya buat laboratoriumnya gunakan pendekatan yang neuroscience base ini, gotong royong ini mau kita upgrade di dalam digital life dan di dalam social life," lanjutnya.

Dalam perspektif teori ideologi, Willy mengingatkan bahwa setiap ideologi memiliki dua pilar utama, yaitu dominasi dan hegemoni. Ia mempertanyakan siapa yang akan menjadi tulang punggung (backbone) dan aktor nyata dalam pelaksanaan Pancasila ke depan agar kebijakan yang diambil tidak mengambang.

Di sisi lain, Willy juga menyoroti adanya ‘turbulensi’ antara nilai dasar Pancasila dengan realitas sosial-ekonomi saat ini yang cenderung liberal. Ia menilai perlu adanya sinkronisasi yang konkret antara filosofi dasar dengan kerangka aksi di lapangan.

Sebagai langkah konkret, Ketua Komisi XIII ini mengusulkan agar pembahasan Peta Jalan dan RUU BPIP dijadikan momentum untuk melibatkan masyarakat luas melalui rembuk nasional agar tidak hanya menjadi klaim segelintir pihak.

“Selain peta jalan dengan RUU BPIP itu, dibikin semacam rembuk nasional aja sehingga partisipatorinya terlibat sangat luas. Jangan ini hanya klaim segelintir jadi ada keterlibatan siapa representasi civil society-nya siapa representasi political society-nya siapa representasi business community-nya siapa representasi government-nya terjadi dialog yang benar-benar dari hati ke hati," kata Willy. (Junaedi)
Share:

Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Adi Bertemu MKMK

Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Adi Bertemu MKMK. (Dok. Mahkamah Konstitusi RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Hakim Konstitusi Liliek Prisbawono Adi menghadiri pertemuan dengan Majelis Kehormatan Mahkamah Konstitusi (MKMK) di Ruang Delegasi Gedung I Mahkamah Konstitusi (MK) pada Kamis (13/4/2026). Pertemuan dilakukan setelah Liliek mengucap sumpah jabatan sebagai Hakim Konstitusi di hadapan Presiden Republik Indonesia di Istana Negara, Jakarta, pada Jumat (10/4/2026).

Hadir dalam pertemuan yakni Ketua MKMK I Dewa Gede Palguna beserta Anggota MKMK Ridwan Mansyur dan Anggota MKMK Yuliandri, serta Liliek Prisbawono Adi sendiri sebagai hakim konstitusi yang baru. Menurut Palguna, pertemuan itu menjadi momen perkenalan MKMK dengan Liliek Prisbawono Adi sebagai hakim konstitusi baru dari unsur Mahkamah Agung (MA), menggantikan Anwar Usman yang memasuki masa pensiun.

“Karena kan sebagaimana kita ketahui, MKMK ini adalah lembaga yang nanti akan mengawal Mahkamah Konstitusi khususnya para hakimnya untuk menjaga dan menegakkan kode etiknya,” ujar Palguna.

Lebih lanjut Palguna mengatakan MKMK memberikan penjelasan mengenai keberadaan MKMK beserta tugas dan wewenangnya, Sapta Karsa Hutama sebagai kode etik dan perilaku hakim konstitusi, mekanisme kerja MKMK, budaya kerja di MK, serta hal-hal penting yang perlu dihindari maupun yang perlu dilakukan demi tetap terjaganya muruah dan kewibawaan MK. Palguna menjelaskan MKMK bertugas menegakkan Sapta Karsa Hutama melalui mekanisme pemeriksaan atas dugaan pelanggaran etik, baik yang bersumber dari laporan masyarakat maupun temuan internal.

Palguna juga menuturkan MKMK menyampaikan perihal pedoman utama dalam menjaga muruah yang telah terangkum dalam Sapta Karsa Hutama, yang menjadi nilai dasar bagi setiap hakim konstitusi. Tujuh prinsip dalam Sapta Karsa Hutama menegaskan pentingnya sikap independen, imparsial, berintegritas, jujur, bijaksana, bertanggung jawab, serta menjaga kehormatan dan keluhuran martabat lembaga.

"Bukan bermaksud untuk menakut-nakuti juga, tapi adalah memang semata-mata untuk lebih mengakrabkan dengan tradisi—ya boleh dikatakan begitu—yang berkembang di Mahkamah Konstitusi yang berkenaan dengan penegakan etik atau Sapta Karsa Hutama. Kami ingin menegaskan itu dan kalau memang ada hal yang dirasakan masih ada keraguan, ya jangan sungkan-sungkan juga untuk bertanya kepada majelis kehormatan tentang kalau ini boleh atau pantas atau tidak,” jelas Palguna.

Sebagai informasi, pengangkatan Liliek sebagai hakim konstitusi berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 36/P Tahun 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Hakim Konstitusi yang Diajukan oleh Mahkamah Agung. Liliek menggantikan Hakim Konstitusi Anwar Usman yang memasuki masa pensiun sebagai hakim konstitusi pada 6 April 2026 lalu.

Sebelumnya Liliek merupakan Hakim Tinggi pada Pengadilan Tinggi Medan. Liliek terpilih untuk diusulkan dan dilantik sebagai hakim konstitusi melalui proses seleksi terbuka yang sebelumnya digelar MA. Seleksi dilakukan dengan berbagai tahapan, mulai dari penulisan makalah, anotasi putusan, hingga uji kelayakan dan wawancara.

Hakim konstitusi dengan tinggi badan 187 cm ini merupakan lulusan Sarjana Ilmu Hukum Universitas Indonesia pada 1992. Liliek menempuh pendidikan S2 Bidang Hukum Bisnis di Universitas Padjajaran, Bandung yang diselesaikannya pada 2013. Kemudian Liliek melanjutkan pendidikan doktoral bidang hukum Universitas Airlangga, lulus pada 2021.

Pria kelahiran Bojonegoro, 27 Oktober 1966 ini mengawali kariernya sebagai staf Pengadilan Negeri Karawang pada 1992 dan pada 1993 pernah pula sebagai Calon Hakim Pengadilan Negeri Karawang. Kiprah keilmuan dan praktik hukumnya juga pernah dibuktikan dengan menduduki jabatan sebagai Hakim Tingkat Pertama Pengadilan Negeri Fak-Fak, Ketua Pengadilan Negeri Ungaran, dan Ketua Pengadilan Negeri Jakarta. (Budi)
Share:

KPK Tangkap Tangan Tersangka Terkait Pemerasan dan Penerimaan Lainnya di Kabupaten Tulungagung

KPK Tangkap Tangan Tersangka Terkait Pemerasan dan Penerimaan Lainnya di Kabupaten Tulungagung. (Dok. KPK)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penangkapan terhadap sejumlah pihak yang tertangkap tangan melakukan dugaan tindak pidana korupsi berupa pemerasan dan penerimaan lainnya di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tulungagung, Jawa Timur. 

KPK kemudian menetapkan GSW selaku Bupati Tulungagung periode 2025-2030 dan YOG selaku ADC atau ajudan Bupati, sebagai tersangka. Selanjutnya, para tersangka ditahan untuk 20 hari pertama sejak 11 s.d. 30 April 2026 di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Cabang Gedung Merah Putih KPK. 

Konstruksi perkaranya bermula pada tahun 2025-2026, GSW melantik sejumlah pejabat di Pemkab Tulungagung dan meminta para pejabat menandatangani surat pernyataan mundur dari jabatan dan ASN jika tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab yang diberikan. Surat yang sengaja tidak dicantumkan tanggal ini diduga digunakan oleh GSW sebagai sarana untuk mengendalikan dan “menekan” para pejabat agar dapat “tegak lurus” kepada Bupati.

Kemudian, GSW melalui ajudannya, YOG, meminta uang kepada para kepala OPD dan pejabat lainnya dengan total sekitar Rp5 miliar dari 16 OPD, dengan nominal bervariasi antara Rp15 juta hingga Rp2,8 miliar. GSW juga turut melakukan pergeseran anggaran pada OPD dan meminta “jatah” hingga 50% dari nilai anggaran. 

Dari permintaan tersebut, sekitar Rp2,7 miliar telah terkumpul dan diterima GSW. Kemudian, dana tersebut diduga digunakan untuk kepentingan pribadi serta pemberian THR kepada sejumlah Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di wilayah Tulungagung.

Dalam kegiatan tangkap tangan ini, KPK selanjutnya mengamankan barang bukti dalam bentuk dokumen, barang bukti elektronik (BBE), beberapa pasang sepatu merek Louis Vuitton, serta uang tunai senilai Rp335,4 juta yang merupakan bagian dari uang senilai Rp2,7 miliar yang diterima oleh GSW.

Atas perbuatannya, para tersangka disangkakan telah melakukan perbuatan TPK sebagaimana dimaksud dalam Pasal 12 huruf e atau Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi Jo. Pasal 20 huruf c UU No. 1 Tahun 2023 tentang KUHP.

Selama 2026, KPK telah melakukan kegiatan tertangkap tangan para terduga pelaku dugaan tindak pidana korupsi, khususnya terkait pemerasan di beberapa daerah, yakni di Pemkab Cilacap, Pemkab Pati, hingga Pemkot Madiun.

Sementara dalam perkara Tulungagung, KPK menemukan fakta bahwa untuk memenuhi permintaan bupati, sebagian OPD bahkan sampai meminjam dana hingga menggunakan uang pribadi. Tindak pidana ini, bukan tidak mungkin akan membuka modus baru, seperti pengaturan proyek dan gratifikasi, untuk mengumpulkan uang yang dibutuhkan para pejabat OPD untuk disetorkan kepada Bupati.

Untuk itu, KPK mengimbau masyarakat untuk melaporkan apabila menemukan dugaan tindak pidana korupsi yang dilakukan kepala daerah atau penyelenggara negara lainnya melalui kanal resmi KPK, yakni call center 198, email pengaduan@kpk.go.id, maupun laman https://kws.kpk.go.id/. (Fathi)
Share:

Hadapi Musim Kemarau Panjang di 2026, BMKG Dorong Penguatan Mitigasi Lintas Sektor

Hadapi Musim Kemarau Panjang di 2026, BMKG Dorong Penguatan Mitigasi Lintas Sektor. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menegaskan pentingnya kesiapsiagaan lintas sektor dalam menghadapi musim kemarau 2026 yang diprakirakan lebih kering dan berdurasi lebih panjang dibandingkan kondisi normal. Hal tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Strategi Mitigasi dan Penanggulangan Dampak Musim Kemarau Panjang Tahun 2026 yang diselenggarakan di Kementerian Pekerjaan Umum, Jakarta, Senin (13/4/2026).

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pekerjaan Umum atas undangan untuk memaparkan perkembangan terkini kondisi iklim nasional. Ia menegaskan bahwa penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika merupakan amanat Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2009 yang menjadi dasar peran strategis BMKG dalam mendukung pembangunan nasional.

Dalam paparannya, Faisal menjelaskan bahwa kondisi iklim global saat ini masih berada pada fase netral, dengan indeks ENSO (El Nino-Southern Oscillation) sekitar +0,28. Namun demikian, pada semester kedua 2026 kondisi tersebut diprakirakan berkembang menuju fase El Nino lemah hingga moderat dengan peluang 50–80 persen.

“Perlu dipahami bahwa kemarau dan El Nino itu adalah dua fenomena yang berbeda dan tidak selalu terjadi bersamaan. Kemarau tetap akan datang setiap tahun di Indonesia. Tapi jika El Nino terjadi bertepatan dengan musim kemarau, maka kemaraunya akan menjadi jauh lebih kering,” jelasnya.

Untuk menghadapi kondisi tersebut, BMKG merekomendasikan sejumlah langkah strategis, antara lain respons antisipatif pada wilayah dengan potensi curah hujan rendah, penguatan manajemen waduk dan irigasi berbasis data, pelaksanaan operasi modifikasi cuaca, serta kampanye efisiensi penggunaan air dan energi.

Lebih lanjut, Faisal menegaskan bahwa BMKG siap mendukung berbagai sektor pembangunan melalui penyediaan data dan informasi iklim terkini.

“BMKG tidak hanya mengurusi kebencanaan, tetapi juga mendukung berbagai sektor pembangunan seperti pertanian, perhubungan (darat, laut, dan udara), serta infrastruktur pekerjaan umum,” ungkapnya.

Ia menambahkan, dalam pengelolaan sumber daya air diperlukan keseimbangan agar tidak terjadi kelebihan maupun kekurangan. Air tidak berlebih yang memicu banjir dan longsor, tetapi juga tidak kurang yang menyebabkan kekeringan dan kebakaran hutan serta lahan.

“Semoga kita semua dapat bersatu dalam gerak langkah yang sama untuk mengantisipasi musim kemarau tahun 2026 yang datang lebih cepat dan lebih panjang ini,” pungkas Faisal.

Pada kesempatan yang sama, Plh. Direktur Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum, Adenan Rasyid, menegaskan bahwa potensi kemarau panjang tahun 2026 merupakan tantangan serius yang harus direspons secara terintegrasi. Ia menambahkan bahwa dampak kekeringan akan dirasakan langsung pada berbagai sektor, mulai dari penurunan debit sungai dan volume waduk, gangguan pola tanam, hingga meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan.

“Kita tidak bisa menghindari kemarau, tetapi kita bisa memastikan dampaknya tidak berkembang menjadi krisis. Kecepatan antisipasi dan koordinasi menjadi kunci yang harus kita jaga bersama,” ujar Adenan.

Untuk itu, Kementerian Pekerjaan Umum mendorong sejumlah langkah konkret, salah satunya melalui koordinasi lintas sektor, termasuk dengan BMKG, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan kementerian/lembaga terkait, guna memastikan kesiapsiagaan nasional dalam menghadapi potensi dampak kemarau panjang.

Rapat koordinasi ini turut dihadiri oleh oleh Deputi Bidang Modifikasi Cuaca BMKG, Tri Handoko Seto, serta berbagai pemangku kepentingan, antara lain perwakilan Kementerian Koordinator, Kementerian PPN/Bappenas, Kementerian Pertanian, Kementerian Kehutanan, Kementerian ESDM, serta unsur TNI-Polri dan pemerintah daerah.

Melalui forum ini, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus menyediakan informasi iklim yang akurat dan berbasis sains guna mendukung pengambilan kebijakan yang tepat dan terukur. (Ros)
Share:

Menag Kedatangan Dubes Palestina, Bicara Persaudaraan Dua Negara

Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menerima audiensi Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattar. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar, menerima audiensi Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Abdulfattah A.K. Al-Sattari, di ruang kerjanya, Kantor Kementerian Agama, Lapangan Banteng, Jakarta, Senin (13/4/2026). Pertemuan ini tidak hanya menjadi simbol diplomasi antar negara, tetapi juga mempertegas ikatan persaudaraan yang mendalam antara kedua bangsa.

Dubes Al-Sattari menyampaikan apresiasi atas dukungan yang konsisten dari pemerintah dan rakyat Indonesia terhadap Palestina. Ia menegaskan bahwa hubungan Indonesia dan Palestina telah melampaui batas-batas formal diplomasi.

"Terima kasih Menteri Agama untuk pertemuan hari ini. Hubungan kita bukan secara diplomatik semata, hubungan kita sudah seperti saudara, bahkan melebihi saudara," ujar Dubes Al-Sattari.

Menteri Agama Nasaruddin Umar memaparkan visinya mengenai pengelolaan dana umat yang sangat besar di Indonesia sebagai instrumen kesejahteraan dan kemanusiaan. Menag menekankan bahwa jika dikelola dengan profesional dan holistik, dana umat dapat menjadi kekuatan besar untuk membantu sesama.

Menag mencontohkan ekosistem perputaran dana umat di Masjid Istiqlal. Menurutnya, partisipasi umat sangat besar. "Potensi dana umat kita sangat luar biasa. Ini adalah modal sosial sekaligus spiritual yang kuat," papar Menag.

Pertemuan ini diakhiri dengan komitmen kedua belah pihak untuk terus memperkuat kolaborasi, tidak hanya dalam bentuk dukungan moral, tetapi juga melalui aksi-aksi kemanusiaan yang lebih terukur dan berkelanjutan. (Iqbal)
Share:

Apresiasi Peran Media dan Dapat Nilai WTP, Penutupan Piala Presiden 2025 Berlangsung Meriah

Penutupan Piala Presiden 2025 berlangsung meriah dan penuh energi. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Penutupan Piala Presiden 2025 berlangsung meriah dan penuh energi pada Minggu (12/4) malam. Acara yang digelar di Studio 8 SCTV Tower, Senayan City, Jakarta, menjadi puncak perayaan turnamen pramusim paling bergengsi di Indonesia.

Acara dimulai pukul 20.00 WIB dan disiarkan langsung melalui sejumlah platform nasional, termasuk Indosiar, Vidio, serta kanal resmi PSSI. Kehadiran Ketua Umum PSSI Erick Thohir dan Ketua Steering Committee Piala Presiden Maruarar Sirait menegaskan pentingnya turnamen tersebut dalam kalender sepak bola nasional.

"Ini keberhasilan bersama sebuah tim yang bekerja keras selama beberapa bulan. Saya terima kasih kepada PSSI, Emtek, Sponsor, dan rekan media yang mendukung Piala Presiden 2025 hingga berjalan dengan lancar dan sukses," kata Maruar Sirait. 

Sukses Piala Presiden 2025 juga meninggalkan catatan positif dari sisi keuangan yang mendapatkan hasil bersih sebesar Rp 16 miliar, dan mendapatkan penilaian dari PricewaterhouseCoopers (PwC) sebagai salah satu firma jasa profesional terbesar di dunia (bagian dari "Big Four") yang menyediakan layanan audit, pajak, dan konsultasi dengan Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). 

"Tanpa dukungan semua pihak kita tidak bisa mendapatkan penilaian WTP. Kepercayaan dari ekosistem sepak bola di Indonesia sangat penting untuk kesuksesan Piala Presiden," tambah Maruar Sirait. 

Pada acara tersebut, OC Piala Presiden 2025 juga memberikan penghargaan kepada media dengan dengan total Rp 210 juta. Untuk juara: Rp15 juta, runner-up Rp10 juta, peringkat ketiga Rp7 juta, dan 2 pemenang harapan terbaik Rp5 juta masing-masing. 

Malam penutupan Piala Presiden 2025 pun berakhir dengan kemeriahan dan antusiasme tinggi.Suasana semakin semarak saat Faris Adam, Tasya DA7, dan Valen DA7 naik ke panggung utama. Mereka membawakan dua lagu khas Timur, yakni “Stecu-Stecu” dan “Tabola-Bale”. (Dimas)
Share:

Warga Binaan Lapas Palu Kembali Panen Puluhan Kg Sayuran di SAE Desa Langaleso

Warga Binaan Lapas Palu Kembali Panen Puluhan Kg Sayuran di SAE Desa Langaleso. (Dok. Ditjenpas)

Sulawesi Tengah, WaraWiri.net - Warga Binaan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Palu kembali tunjukkan produktivitasnya dengan melaksanakan panen sayuran kangkung 50 kg dan bayam 30 kg di Sarana Edukasi Asimilasi (SAE), Desa Langaleso, Senin (13/4). Kegiatan ini merupakan program pembinaan kemandirian yang berfokus pada sektor pertanian sekaligus mendukung ketahanan pangan,

Panen yang dilakukan ini menjadi bukti nyata Warga Binaan mampu memanfaatkan lahan yang tersedia secara optimal. Dengan bimbingan petugas dan pendampingan berkelanjutan, proses penanaman hingga panen berjalan dengan baik, menghasilkan sayuran yang segar dan berkualitas.

Selain sebagai sarana pembinaan keterampilan, kegiatan ini juga bertujuan menumbuhkan rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat kerja bagi Warga Binaan. Program SAE di Desa Langaleso sendiri menjadi wadah edukasi yang efektif dalam mempersiapkan Warga Binaan agar memiliki bekal keterampilan saat kembali ke masyarakat.

Kepala Lapas Palu, Makmur, menjaskan pihaknya menghadirkan SAE sebagai wadah pembinaan keterampilan bagi Warga Binaan agar mereka memiliki bekal bermanfaat saat kembali ke masyarakat.

“Kami ingin menanamkan nilai-nilai penting, seperti rasa tanggung jawab, kedisiplinan, dan semangat kerja sehingga mereka menjadi pribadi yang lebih produktif dan mandiri,“ ungkapnya.

Salah seorang Warga Binaan Lapas Palu yang mengikuti program pembinaan pertanian di Lokasi SAE Desa Langaleso, Aco, mengungkapkan pembinaan pertanian yang mereka dapatkan sangat membantu dan bermanfaat untuk meningkatkan keterampilan dan meningkatkan kembali rasa tanggung jawab.

“Kegiatan ini tidak hanya mengisi waktu dengan hal positif, tetapi juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan semangat kerja. Kami bangga bisa ikut berkontribusi dalam mendukung program ketahanan pangan,“ tuturnya.

Keberhasilan panen kangkung dan bayam ini diharapkan terus berlanjut dan berkembang sehingga tidak hanya memberikan manfaat bagi Warga Binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pemenuhan kebutuhan pangan di lingkungan sekitar. Lapas Palu pun berkomitmen untuk terus mengembangkan program pembinaan berbasis kemandirian yang produktif dan berkelanjutan. (Siti)
Share:

Lapas Luwuk dan Disdikbud Kab. Banggai Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Balik Jeruji

Lapas Luwuk dan Disdikbud Kab. Banggai Hadirkan Pendidikan Kesetaraan di Balik Jeruji. (Dok. Ditjenpas)

Sulawesi Tengah, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Luwuk terus perkuat komitmennya dalam memberikan pembinaan yang berkualitas bagi Warga Binaan. Hal ini dibuktikan dengan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Lapas Luwuk dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Banggai, Senin (13/4).

Penandatanganan PKS dilakukan langsung oleh Kepala Lapas Luwuk, Muhammad Bahrun, bersama Kepala Disdikbud Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo. Kerja sama ini secara khusus difokuskan pada penyelenggaraan program pendidikan kesetaraan yang mencakup Paket A, Paket B, dan Paket C bagi Warga Binaan yang sedang menjalani masa pidana di Lapas Luwuk.

Dalam teknis pelaksanaannya, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Banggai akan memberikan dukungan penuh dalam bentuk penyusunan kurikulum dan penyediaan tenaga pengajar yang kompeten. Sementara itu, Lapas Luwuk bertanggung jawab menyediakan sarana dan prasarana pendukung guna memastikan proses belajar mengajar berjalan kondusif di Lapas.

Bahrun, berharap kolaborasi ini memberikan harapan baru bagi para Warga Binaan. Dengan memiliki kesempatan untuk menyelesaikan wajib belajar dan memperoleh ijazah resmi yang diakui negara, Warga Binaan memiliki bekal yang kuat untuk kembali ke masyarakat.

"Pendidikan adalah kunci perubahan karakter. Melalui ijazah resmi ini, kami ingin meningkatkan kualitas sumber daya manusia Warga Binaan agar ke depannya mereka memiliki peluang yang lebih baik dalam proses reintegrasi sosial dan dunia kerja," ucap Bahrun.

Mewakili Dikbud Kabupaten Banggai, Syafrudin Hinelo menyatakan dukungannya terhadap inisiatif ini. Ia menegaskan pendidikan harus dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

"Kami sangat mengapresiasi langkah Lapas Luwuk. Ini adalah bentuk nyata sinergi pemerintah daerah dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Kami berkomitmen menyediakan tenaga pengajar terbaik agar para Warga Binaan mendapatkan kualitas pendidikan yang sama dengan masyarakat di luar sehingga mereka memiliki bekal ilmu yang mumpuni," tegas Syafrudin.

Sinergi antara Lapas Luwuk dan Dikbud Kabupaten Banggai ini menjadi bukti nyata hadirnya negara dalam memberikan pelayanan publik yang inklusif sekaligus menciptakan generasi yang lebih baik dari balik tembok Pemasyarakatan. Program ini diharapkan melahirkan lulusan-lulusan yang memiliki kompetensi dan kepercayaan diri. Saat bebas nanti, mereka tidak hanya membawa surat lepas, tetapi juga ijazah resmi yang bisa membuka pintu pekerjaan dan masa depan yang lebih cerah. (Siti)
Share:

Komisi III DPR RI Aboe Bakar Apresiasi Pengawasan Lapas Bangli, Sampaikan Permohonan Maaf atas Kritik Sebelumnya

Komisi III DPR RI Aboe Bakar Apresiasi Pengawasan Lapas Bangli, Sampaikan Permohonan Maaf atas Kritik Sebelumnya. (Dok. Istimewa/Kemenimipas) 

Bangli, WaraWiri.net — Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), menegaskan komitmen penguatan pengawasan terhadap potensi peredaran narkotika di lembaga pemasyarakatan.

Hal tersebut tercermin dalam kunjungan kerja Anggota Komisi III DPR RI, Aboe Bakar Al-Habsyi, ke Lapas Narkotika Kelas IIA Bangli, Bali, pada Minggu (12/4/2026).

Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka peninjauan langsung pelaksanaan pengawasan dan pembinaan warga binaan, khususnya terkait upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika di dalam lapas.

Dalam kegiatan itu, Aboe Bakar didampingi Sekretaris Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Sesditjenpas), Gun Gun Gunawan, serta jajaran Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bali dan Kabupaten Bangli.

Rombongan melakukan peninjauan langsung pelaksanaan tes urin acak terhadap lima warga binaan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan petugas BNN, seluruh sampel dinyatakan negatif narkotika.

Proses pemeriksaan tersebut turut disaksikan langsung oleh rombongan sebagai bentuk verifikasi lapangan.

Selain pengawasan, kunjungan juga meninjau pelaksanaan program pembinaan warga binaan, termasuk kegiatan keterampilan dan kemandirian.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemasyarakatan dalam membekali warga binaan agar memiliki keterampilan produktif setelah selesai menjalani masa pidana.

Aboe Bakar turut menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan pengawasan di Lapas Narkotika Bangli yang dinilainya berjalan baik.

Ia mengakui bahwa hasil peninjauan di lapangan memberikan gambaran yang lebih utuh dibandingkan persepsi sebelumnya.

“Saya melihat langsung pengawasan berjalan. Ini penting untuk memastikan lapas tetap bersih dari narkoba,” ujar Aboe Bakar.

Dalam kesempatan tersebut, Aboe Bakar juga menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya sebelumnya yang dinilai keras terkait kondisi lembaga pemasyarakatan.

“Saya mohon maaf atas pernyataan saya sebelumnya. Setelah melihat langsung di lapangan, saya melihat ada upaya serius dalam menjaga kondisi lapas tetap terkendali,” kata Aboe Bakar.

Sementara itu, Gun Gun Gunawan menegaskan bahwa penguatan pengawasan narkoba di lapas merupakan bagian dari program berkelanjutan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI.

Upaya tersebut dilakukan melalui sinergi dengan BNN, termasuk pelaksanaan razia dan tes urin secara berkala.

“Upaya ini merupakan bagian dari program berkelanjutan pemasyarakatan untuk menjaga lapas tetap bersih dari narkoba sekaligus memperkuat fungsi pembinaan. Konsistensi di lapangan menjadi kunci,” ujar Gun Gun Gunawan.

Gun Gun menambahkan bahwa hasil pengawasan di Lapas Narkotika Bangli menjadi salah satu contoh implementasi yang diharapkan dapat diperkuat di satuan kerja pemasyarakatan lainnya.

Melalui kegiatan ini, Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sistem pengawasan berbasis kolaborasi lintas lembaga serta meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan secara berkelanjutan. (Alif/Zidan) 
Share:

Komisi VI DPR Soroti Dampak Proyek Tol Trans Sumatera Terhadap UMKM di Jambi

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI di Kota Jambi, Jambi. (Dok. DPR RI)

Jambi, WaraWiri.net - Komisi VI DPR RI saat sedang melakukan Kunjungan Kerja Spesifik Komisi VI DPR RI untuk melakukan Evaluasi Proyek Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) di Kota Jambi, Jambi, Jumat (10/4/2026).

Salah satu hal yang menjadi sorotan dalam kunjungan kerja ini adalah dampak proyek terhadap pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), khususnya yang berada di jalur non-tol.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI, Adisatrya menyampaikan salah satu yang menjadi diskusi para anggota Komisi VI DPR RI dalam progres pembangunan tol Trans Sumatera adalah terkait dengan dampak kepada UMKM.

"Nah tentunya tadi ada anggota dari Sumatera Utara yang menyampaikan tol di Sumatera Utara itu sangat berdampak terhadap penjualan UMKM,” ujar Adisatrya saat ditemui Parlementaria.

Ia menjelaskan, keberadaan jalan tol menyebabkan penurunan lalu lintas kendaraan di jalur non-tol yang sebelumnya menjadi sumber utama konsumen bagi UMKM.

“Jalan non-tol sebelumnya dilintasi oleh banyak mobil, bus, dan sebagainya tapi dengan adanya tol itu sangat berkurang. Nah pengalaman ini yang harus diawasi oleh Provinsi Jambi, karena kita hadir di sini hari ini, jangan sampai ini terjadi,” lanjutnya.

Meski demikian, Ia mengakui bahwa pembangunan tol tetap membawa dampak positif, terutama dalam meningkatkan konektivitas dan mempercepat distribusi logistik di Pulau Sumatera. Hal ini menjadi perhatian utama karena dengan adanya tol konektivitas untuk di Pulau Sumatera akan lebih baik, jalur untuk logistik akan lebih cepat.

Adisatrya menambahkan, usulan untuk mengakomodasi UMKM di rest area tol perlu dipertimbangkan, meski memiliki keterbatasan. Hal ini dikarenakan rest area tentunya tidak bisa menampung semua UMKM, jadi ini tetap akan menjadi perhatian Komisi VI DPR RI, pemerintah setemoat dan juga BUMN Karya. (Dinda)
Share:

Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Tekan Angka Kanker Serviks Sejak Dini

Pemkot Bekasi Ajak Masyarakat Tekan Angka Kanker Serviks Sejak Dini. (Dok. Pemkot Bekasi)

Bekasi, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi melakukan pencegahan kanker leher rahim secara masif selama dua tahun terakhir di Kota Bekasi. Pencegahan yang dilakukan, yakni melalui sosialisasi hingga menjadikan skrining sebagai deteksi kanker.

Melalui kegiatan Advokasi perluasan implementasi deteksi dini kanker leher rahim dengan metode self sampling, deteksi kanker leher rahim menjadi sangat penting, sehingga dapat ditangani dan dicegah penyakit tersebut. 

Kegiatan itu juga dihadiri oleh pihak Kemenkes RI, Kadinkes Kota Bekasi, Wakil Ketua TP PKK Wuri Handayani serta berbagai organisasi wanita.

“Seperti kita ketahui kanker serviks merupakan silent killer yang dapat terjadi di kalangan perempuan. Karena seringkali tidak menunjukan gejala awal namun dapat berkembang sangat pesat, maka dengan itu kami pemerintah dengan optimal melakukan berbagai upaya untuk menekan angka pertumbuhannya,” kata Wakil Wali Kota Abdul Harris Bobihoe.

Upaya Pemkot untuk mencegah kanker leher rahim juga dioptimalkan melalui pemberian program nasional berupa layanan imunisasi HPV pada anak perempuan sekolah. dengan menyediakan layanan skrining kanker leher rahim.

Selain itu, Pemkot terus menunjang fasilitas dan mempermudah akses layanan kesehatan bagi masyarakat, dengan 55 puskesmas, 49 rumah sakit pemerintah dan swasta, klinik dan ratusan bidan serta dokter praktek, bersinergi dengan organisasi profesi, berupaya memberi layanan kesehatan bermutu, profesional bagi masyarakat.

Diakhir sambutan, Wakil Wali Kota Harris Bobihoe mengimbau masyarakat untuk melakukan skrining kesehatan secara rutin. (Iqbal)
Share:

Pemkot Madiun Sinkronkan Program Keagamaan, Fokus Tangani Kemiskinan dan Pengangguran

Pemkot Madiun Sinkronkan Program Keagamaan, Fokus Tangani Kemiskinan dan Pengangguran. (Dok. Pemkot Madiun)

Madiun, WaraWiri.net - Pemerintah Kota Madiun menggelar sinkronisasi program kerja lembaga keagamaan bersama Plt Wali Kota Madiun di Balai Kota, Jumat (10/4). Kegiatan ini melibatkan lembaga keagamaan meliputi Baznas, DMI, MUI, FKUB, serta OPD terkait.

Plt Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menegaskan sinkronisasi dilakukan agar program tidak berjalan sendiri-sendiri dan benar-benar berdampak di masyarakat.

“Sinkronisasi ini dilakukan karena saya ingin peran lembaga keagamaan ini tidak hanya dalam hal acara saja, tapi dalam hal aksi,” ujarnya.

Plt wali kota menyoroti persoalan utama Kota Madiun, yakni kemiskinan dan pengangguran yang membutuhkan penanganan berbasis data valid. Menurutnya, masih banyak bantuan yang tidak tepat sasaran di lapangan.

“Satu data yang saya terima terkait kemiskinan dan pengangguran itu belum valid. Banyak yang sebenarnya mampu justru menerima bantuan, sementara yang tidak mampu malah tidak mendapatkan karena tidak masuk data,” tegasnya.

Karena itu, ia menekankan pentingnya pergeseran program dari sekadar bantuan menuju pemberdayaan masyarakat. Selain itu, seluruh lembaga keagamaan diharapkan dapat menyelaraskan program dan data dengan pemerintah agar intervensi yang dilakukan lebih tepat sasaran.

“Data panjenengan dan data kami harus disatukan. Jangan sampai ada yang dobel, sementara yang lain belum tersentuh,” tambahnya.

Dengan adanya sinkronisasi ini, Pemkot Madiun berharap kolaborasi antara pemerintah dan lembaga keagamaan semakin solid, sehingga program penanganan kemiskinan dan pengangguran dapat berjalan lebih terarah, tepat sasaran, dan berkelanjutan. (Remondies)
Share:

Overcrowding Lapas Menurun, Menteri Imipas Pertegas Komitmen Berantas Narkoba

Overcrowding Lapas Menurun, Menteri Imipas Pertegas Komitmen Berantas Narkoba. (Dok. Kemenimipas)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus mencatatkan kemajuan dalam pembenahan sistem pemasyarakatan. Salah satu capaian penting adalah penurunan tingkat kelebihan kepadatan (overcrowding) di lembaga pemasyarakatan (lapas) dan rumah tahanan (rutan) yang kini berada di angka 85 persen. Angka tersebut turun signifikan dibandingkan kondisi pada pertengahan 2025 yang hampir menyentuh 100 persen.

Menteri Imipas, Agus Andrianto, menegaskan bahwa penurunan tingkat overcrowding merupakan hasil dari berbagai langkah strategis yang dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan.

”Jumlah penghuni lapas dan rutan di Indonesia saat ini mencapai 271.468 orang, yang terdiri dari 215.156 narapidana dan 56.312 tahanan. Sementara itu, kapasitas ideal hunian berada pada angka 146.860 orang,” ujar Menteri Agus dalam audiensi bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) di Jakarta, Kamis (9/4).

Sejumlah wilayah masih mencatatkan tingkat hunian yang tinggi, seperti Sumatra Utara, Jawa Timur, Jawa Barat, Riau, Kalimantan Timur, Sumatera Selatan, dan Jawa Tengah. Kondisi ini menjadi fokus dalam upaya distribusi dan optimalisasi kapasitas hunian secara nasional.

Dalam upaya menekan overcrowding dan meningkatkan keamanan, Kemenimipas menerapkan kebijakan pemindahan narapidana berisiko tinggi (high risk) ke fasilitas khusus di Pulau Nusakambangan, Jawa Tengah. Kebijakan ini didasarkan pada hasil asesmen dan profiling yang komprehensif terhadap Warga Binaan.

Sejak awal implementasi kebijakan tersebut hingga akhir Maret 2026, sebanyak 2.284 narapidana berisiko tinggi telah dipindahkan ke Nusakambangan, dengan mayoritas merupakan pelaku tindak pidana narkotika.

Selain itu, Kemenimipas juga memperkuat pendekatan rehabilitasi melalui program One Stop Service Rehabilitasi Pemasyarakatan yang mulai diterapkan secara luas sejak 2025. Program ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan BNN dan organisasi profesi terkait, guna memberikan layanan rehabilitasi medis dan sosial secara terpadu.

Hingga saat ini, program tersebut telah berjalan di 531 Unit Pelaksana Teknis (UPT) pada 33 kantor wilayah, dengan total penerima manfaat mencapai 36.806 orang. Pendekatan ini dirancang tidak hanya untuk pemulihan, tetapi juga sebagai langkah pencegahan melalui proses skrining dan asesmen kebutuhan secara menyeluruh.

Penguatan kualitas layanan juga ditunjukkan melalui pencapaian tujuh lapas narkotika yang telah memperoleh sertifikasi Standar Nasional Indonesia (SNI) dalam penyelenggaraan rehabilitasi.

Di sisi lain, upaya pemberantasan peredaran narkoba di dalam lapas dan rutan terus diperkuat. Sepanjang tahun 2025, Kemenimipas berhasil menggagalkan 140 percobaan penyelundupan narkoba di 24 kantor wilayah dan 99 UPT, yang melibatkan 272 petugas.

Seluruh hasil pengungkapan tersebut telah diserahkan kepada aparat penegak hukum sebagai bentuk transparansi dan sinergi antarlembaga. Selain itu, narapidana yang terlibat dipindahkan ke lapas dengan tingkat keamanan tinggi di Nusakambangan.

Menteri Agus Andrianto juga menegaskan komitmen tegas terhadap penegakan integritas di lingkungan internal. Dalam periode 1 Januari 2025 hingga 9 April 2026, sebanyak 27 oknum pegawai telah dikenai sanksi atas berbagai pelanggaran, dengan lebih dari setengahnya dijatuhi hukuman berat dan diproses secara pidana.

”Kalau ada beredar narkoba, yang pengembangan dari wilayah, yang ada di lapas dan rutan dihalangi oleh pegawai kami, tidak dibantu, tolong kami dikasih informasi, pasti kami copot,” tegasnya.

Kemenimipas akan terus memperkuat langkah-langkah strategis guna menciptakan sistem pemasyarakatan yang lebih tertib, aman, dan berintegritas. Langkah tersebut sekaligus menjadi kontribusi positif terhadap program prioritas nasional terutama dalam upaya pemberantasan narkotika. (Slamet)
Share:

Wamenhaji Tekankan Rakernas Sebagai Momentum ‘Ta’liful Qulub’ untuk Perkuat Pelayanan Jemaah

Wamenhaji Tekankan Rakernas Sebagai Momentum ‘Ta’liful Qulub’ untuk Perkuat Pelayanan Jemaah. (Dok. Kemenhaji)

Tangerang, WaraWiri.net - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, secara resmi menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Konsolidasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Tahun 1447 H/2026 M di Asrama Haji Kelas I Tangerang, Banten, Jumat (10/4/2026) malam. Dalam sambutannya, Wamenhaji menekankan bahwa esensi dari Rakernas ini bukan sekadar koordinasi teknis, melainkan sebuah momentum Ta'liful Qulub, atau upaya mengikat hati antar-stakeholder perhajian.

Wamenhaji menyatakan bahwa tantangan penyelenggaraan haji ke depan semakin kompleks, sehingga sinergi yang kokoh antara kementerian, lembaga, dan seluruh petugas di lapangan menjadi syarat mutlak. Ia menggarisbawahi bahwa keberhasilan pelayanan jemaah sangat bergantung pada kesatuan visi dan rasa persaudaraan di antara para penyelenggara.

"Konsolidasi ini adalah momentum Ta’liful Qulub. Kita tidak hanya menyatukan pikiran dan rencana kerja, tetapi yang paling utama adalah 'mengikat hati' dalam satu pengabdian yang tulus untuk melayani tamu-tamu Allah," ujar Wamenhaji.

Lebih lanjut, Wamenhaji menjelaskan bahwa dengan hati yang sudah terikat dalam satu tujuan yang sama, segala kendala teknis dan birokrasi di lapangan akan lebih mudah diatasi. Ia berharap semangat "mengikat hati" ini dibawa oleh seluruh peserta Rakernas kembali ke daerah masing-masing untuk segera diimplementasikan dalam persiapan operasional haji 1447 H.

"Jika hati kita sudah terpaut dalam niat yang sama, maka kerja-kerja berat dalam melayani jutaan jemaah akan terasa ringan. Inilah inti dari konsolidasi yang sesungguhnya," tambahnya di hadapan para peserta Rakernas.

Acara penutupan ini menandai berakhirnya rangkaian rapat koordinasi intensif yang telah berlangsung selama beberapa hari, yang menghasilkan sejumlah poin strategis terkait peningkatan kualitas layanan katering, transportasi, hingga skema perlindungan jemaah selama di Tanah Suci.

Wamenhaji menutup sambutannya dengan memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran penyelenggara yang telah berkomitmen melakukan perbaikan berkelanjutan demi mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih aman, nyaman, dan mabrur bagi seluruh masyarakat Indonesia. (Isna)
Share:

Menpora Erick Dorong Terobosan PB Percasi Kembangkan Sport Industry dan Sport Tourism

Menpora RI Erick Thohir, secara resmi membuka Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia XXX Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora RI) Erick Thohir, secara resmi membuka Musyawarah Nasional Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Munas PB Percasi) XXX Tahun 2026 di The Tavia Heritage Hotel, Cempaka Putih, Jakarta, Sabtu (11/4) pagi.

Menpora Erick berharap PB Percasi terus berpartisipasi mengembangkan sport industry dan sport tourism, untuk mendukung tercapainya prestasi atlet catur ke level yang lebih tinggi.

"Secara fundamental catur ini banyak diminati, saya pada kesempatan ini percaya yang namanya olahraga itu terdiri tidak hanya prestasi, tapi ada yang namanya industri olahraga," ujar Menpora Erick.

"Kalau kita hanya bicara prestasi tapi industrinya tidak berkembang itu sulit. Realitanya industri olahraga di dunia 525 miliar US$, 40%nya ada di Amerika, kita bisa lihat prestasi olahraganya ketika didukung industrinya. Artinya pertumbuhan ekonomi harus terjadi selain ada government spending dan investasi privat sector serta daya beli masyarakat," imbuhnya.

Menurut Menpora, catur tidak hanya sebuah olahraga tetapi menjadi bagian dari pendidikan karakter bangsa melalui strategi, kedisiplinan yang tinggi dan kesabaran.

"Di era hari ini banyak anak-anak muda kita dibawah 16 tahun saat ini tidak boleh hanya bermain online games, bukan berarti catur tidak bisa breakthrough (terobosan), kenapa tidak ada online catur dan itu bisa mendorong pertandingan versi online, artinya ada stimulus ekonomi sehingga mereka bisa menjadi turnamen yang baik menuju sport tourism," jelas Menpora.

"Kami dari pemerintah dengan segala keterbatasan kami juga mendorong adanya transformasi. Seperti di Kemenpora, kita juga dorong bertransformasi besar-besaran, karena dengan minim anggaran ini kita harus membuat program yang tepat sasaran. Kita juga membagi pelatnas menjadi tiga, atlet elite, atlet tengah dan atlet muda, transformasi ini harus terjadi karena harus ada regenerasi," jelasnya lagi.

Menpora Erick menyampaikan Kemenpora siap mendukung dan bersinergi dengan PB Percasi sipapun nanti yang terpilih menjadi ketua umumnya.

"Siapapun nanti yang terpilih kami siap mendukung, tetapi menurut saya figurnya itu yang senang dengan catur, bukan karena melihat olahraga menjadi loncatan kepentingannya, kemudian punya waktu mengurus olahraga itu dan pendanaan, itu penting karena tidak hanya dari pemerintah tapi juga invest dari privat sektor termasuk masyarakat. Saya harap Percasi bisa terus konsolidasi, membuat terobosan dan saya siap mendampingi dengan segala konteks yang bisa kita support," tegasnya.

Ketua Umum PB Percasi GM Utut Adianto menyampaikan, dalam Munas yang diikuti 33 dari 37 perwakilan Percasi provinsi seluruh Indonesia ini, bahwa pemilihan ketua umum yang baru sebagai bagian regenerasi serta menyongsong konsep digitalisasi agar semakin banyak permainan catur dilakukan di sekolah-sekolah.

Ketua Umum KONI Pusat Marciano Norman yang juga hadir berharap, siapapun nanti ketumnya harus bisa melanjutkan program yang telah dirintis oleh GM Utut dan Percasi kedepan mampu melahirkan GM-GM baru berprestasi dunia. (Budi)
Share:

Menpora Erick: Potensi Muaythai Besar Untuk Berprestasi dan Semarakkan Industri Olahraga Dongkrak Perekonomian

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia (MI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menghadiri Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Muaythai Indonesia (MI) di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Jumat (10/4) pagi. 

Menpora Erick menilai kepemimpinan LaNyalla sebagai Ketua Umum Muaythai Indonesia membawa arah yang jelas bagi kemajuan muaythai nasional. Bahkan, dia menegaskan bahwa muaythai memiliki potensi besar tidak hanya dalam prestasi, tetapi juga sebagai bagian dari industri olahraga dan sport tourism.

“Saya yakin di bawah kepemimpinan Pak LaNyalla, muaythai bisa berkembang lebih luas, dari pembinaan hingga industri, serta memberi kontribusi bagi ekonomi dan penciptaan lapangan kerja,” ujarnya.

Menpora Erick juga menambahkan bahwa muaythai perlu terus diperkuat dari sisi pembinaan akar rumput sekaligus dikembangkan sebagai industri olahraga yang terintegrasi. Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar meniru kesuksesan negara lain dalam menjadikan muaythai sebagai bagian dari pertumbuhan ekonomi dan pariwisata olahraga. 

"Saya apresiasi Rakernas ini sebagai forum penting untuk evaluasi, introspeksi, serta menyusun strategi agar keseimbangan antara prestasi dan industri dapat berjalan seiring," kata Menpora Erick. 

Sementara Ketua Umum Pengurus Besar Muaythai Indonesia (PB WI), AA LaNyalla Mahmud Mattalitti menegaskan komitmen organisasi dalam meningkatkan prestasi dan pembinaan atlet, sekaligus membuka secara transparan dinamika internal yang tengah terjadi di tubuh organisasi

PB MI menegaskan fokus ke depan adalah menjalankan agenda strategis tahun 2026, termasuk partisipasi dalam Pekan Olahraga Beladiri di Sulawesi Utara, penyelenggaraan Kejuaraan Nasional, serta persiapan menuju SEA Games Malaysia 2027.

Pada acara tersebut ikut hadir Ketua Komite Olimpiade Indonesia (KOI/NOC Indonesia) Raja Sapta Oktohari dan Ketua Umum KONI Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman. (Budi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING