Kementerian Kehutanan Perkuat Revitalisasi Hutan Alam dan Hutan Tanaman, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kementerian Kehutanan Perkuat Revitalisasi Hutan Alam dan Hutan Tanaman, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (Dok. Kemenhut)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Kebijakan Strategis (Pusjastra) terus memperkuat upaya pengelolaan hutan alam dan hutan tanaman yang lestari, produktif, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Diskusi Multipihak bertema "Revitalisasi Hutan Alam dan Hutan Tanaman: Tantangan dan Jalan Keluar", yang menjadi ruang bersama untuk menghimpun pandangan, masukan, serta rekomendasi strategis pengelolaan kehutanan.

Sekretaris Jenderal, Mahfudz mengatakan pengelolaan hutan alam dan hutan tanaman memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional periode 2025- 2029, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Menurut Mahfudz, terdapat tiga langkah utama yang perlu diperkuat. Pertama, mengelola hutan secara optimal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja, sekaligus penghasil devisa negara. Kedua, mengoptimalkan implementasi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai skema multiusaha kehutanan. Skema tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan air sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Ini potensi yang luar biasa. Harus kita dorong dan bedah bersama, bagaimana nanti instrumen kebijakan yang kita bangun dapat menjawab persoalanpersoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini," sambung Mahfudz.

Ketiga, melakukan transformasi layanan berbasis satu data melalui Decision Support System (DSS) yang terintegrasi dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai agenda prioritas sektor kehutanan.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pembenahan tata kelola pada hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi. Pada kawasan konservasi, Kementerian Kehutanan tengah mengembangkan skema pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan, sementara pada kawasan hutan lindung berbagai aspek pengelolaan, termasuk keterkaitannya dengan aktivitas industri, terus diperkuat agar tetap selaras dengan prinsip kelestarian.

"Kita terus mendorong hutan tetap lestari, pembangunan tetap dilakukan, dan masyarakat lebih sejahtera," tutup Mahfudz.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola kehutanan, Kemenhut telah membentuk sejumlah gugus tugas strategis, yaitu:
  1. Gugus Tugas Pengakuan Hutan Adat, bekerja sama dengan organisasi masyarakat adat dan LSM;
  2. Gugus Tugas Multiusaha Kehutanan, untuk mendorong integrasi berbagai usaha kehutanan dalam satu kawasan;
  3. Gugus Tugas Karbon, guna memperkuat peran sektor kehutanan dalam perdagangan karbon dan ekonomi hijau;
  4. Gugus Tugas Digitalisasi, yang bertugas membenahi sistem perizinan kehutanan dan memperluas layanan digital termasuk sistem pembayaran nontunai dan e-ticketing di kawasan konservasi.
Diskusi multipihak tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Direktur Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Perhutani, Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), serta akademisi kehutanan. Berbagai masukan yang disampaikan peserta menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan pengelolaan hutan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyempurnaan kebijakan sektor kehutanan. Hasil diskusi multipihak akan menjadi masukan strategis dalam proses evaluasi dan penyusunan berbagai kebijakan kehutanan, termasuk pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, guna mewujudkan tata kelola hutan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. (Isna)
Share:

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik. (Dok. Kemen LH)

Jerman, WaraWiri.net - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong Indonesia untuk mengambil peran besar dalam upaya menyelamatkan pulau-pulau yang terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim. Hal ini Wamen Diaz sampaikan dalam sejumlah pertemuan bilateral dengan negara sahabat di sela-sela Berlin Climate Mobility Forum (BCMF) 2026.

"Oleh karena itu, upaya kami (di forum BCMF) bertujuan untuk memastikan bahwa solusi adaptasi dan mobilitas melindungi masyarakat kami. Mobilitas iklim pada akhirnya adalah tentang manusia, rumah mereka, mata pencaharian, budaya, dan masa depan mereka. Tanggung jawab bersama kita adalah untuk memastikan bahwa tidak ada komunitas yang dibiarkan tanpa pilihan, perlindungan, atau harapan," seperti disampaikan Wamen Diaz ketika diwawancarai oleh awak media secara daring.

Dalam keterangan tertulisnya, Wamen Diaz menggelar sejumlah pertemuan bilateral untuk mendiskusikan potensi kerja sama serta proyeksi isu kenaikan permukaan air laut ke depan termasuk beberapa pejabat tinggi negara seperti Presiden Palau, Surangel S. Whipps Jr., Governor-General Tuvalu, Tofiga Vaevalu Falani, Menteri Perubahan Iklim, Lingkungan, dan Energi Maladewa, Ali Shareef, dan Ketua Komite Perlindungan Lingkungan di bawah Pemerintah Republik Tajikistan, Sheralizoda Bahodur Ahmadjon.

Wamen Diaz juga menceritakan pertemuan dengan Menteri Kehutanan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup Afrika Selatan, Willem Abraham Stephanus Aucamp, yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menemukan solusi bersama.

“Menteri LH Afrika Selatan menyatakan pertemuan dengan negara lain selalu baik, pertemuan (bilateral) seperti ini sangat penting, jika kita tidak berupaya untuk mengimplementasikan sesuatu, kita akan mengalami kerugian yang sangat besar,” ujar Wamen Diaz.

Saat bertemu dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jerman, Wamen Diaz menceritakan bahwa forum disebut sebagai momentum terbaik untuk mendorong agenda mobilitas iklim menjelang Conference of the Parties (COP) ke-31 dalam kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). 

“Saat berbicara dengan Director General for International Climate Action Jerman, Heike Henn, beliau bilang pembahasan mengenai topik mobilisasi penting dengan COP mendatang, ini adalah sesuatu yang dapat didorong oleh koalisi negara-negara (BCMF), langkah selanjutnya harus berdampak nyata, kita harus memiliki kemauan politik dan momentum yang baik untuk memulai,” jelas Wamen Diaz. 

Managing Director Global Centre for Climate Mobility, Kamal Akrane, yang turut bertemu dengan Wamen LH Diaz, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang kepulauan kecil atau Small Island Developing States (SIDS).

“Kalau dari GCCM, dikatakan bahwa Indonesia sudah berhasil menjadi anggota G20 maka bisa menjadi contoh bagi pulau-pulau (SIDS) untuk melihat Indonesia sebagai contoh sukses, Indonesia bisa menjadi jembatan antara negara-negara di utara dan di selatan,” jelas Wamen Diaz. 

Forum BCMF sendiri bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap mobilitas iklim yang dipicu oleh krisis iklim, di mana masyarakat terancam harus berpindah dan meninggalkan tempat tinggal asal mereka. Wamen Diaz menilai isu mobilitas iklim ini perlu mendapat perhatian lebih luas, tidak hanya bagi negara-negara SIDS, tetapi juga bagi negara kepulauan besar seperti Indonesia, sehingga keduanya dapat bersatu dalam menghadapi ancaman yang sama.

“Indonesia merupakan kumpulan lebih dari tujuh belas ribu pulau dan masyarakat di garis depan menghadapi tantangan berupa kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, intrusi air asin, dan erosi garis pantai seperti negara-negara lain, termasuk negara-negara kepulauan kecil (SIDS). Oleh karena itu, kita harus mengakui keadaan khusus negara-negara kepulauan (archipelagic), pesisir (coastal), dan pulau kecil (small islands),” ajak Wamen Diaz. (Siti)
Share:

Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (Dok. BPMI Setpres)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran Presiden menjadi penutup rangkaian forum strategis NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf, taujihad oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, serta pembacaan doa sebelum Presiden Prabowo menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Munas dan Konbes NU 2026.

Dalam laporannya, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan forum tersebut. Menurutnya, kehadiran Kepala Negara melengkapi kebahagiaan keluarga besar NU setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembahasan Munas dan Konbes yang menjadi forum permusyawaratan strategis menjelang Muktamar ke-35 NU.

“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Ia juga menegaskan komitmen NU untuk terus hadir menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa serta negara, sekaligus memohon doa restu agar penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kepala Negara mengatakan memiliki kedekatan emosional dengan NU sejak masa kecil.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman, merasa aman,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Menurut Presiden Prabowo, semangat cinta Tanah Air telah lama menjadi bagian dari identitas NU, bahkan tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan yang telah diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurut Presiden, keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.

“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” kata Presiden.

Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo didampingi oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat khidmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta jajaran PBNU. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Resmikan 1.151 Kilometer Jalan Daerah di 37 Provinsi, Perkuat Konektivitas hingga Pelosok Indonesia

Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur. (Dok. BPMI Setpres)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto meresmikan ruas jalan sepanjang 1.151 kilometer yang tersebar di seluruh Indonesia dan menjadi bagian dari pelaksanaan Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), dalam kunjungan kerja ke Kabupaten Sampang, Provinsi Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Peresmian dipusatkan di Ruas Kedungdung–Bringkoning, Desa Lar Lar, Kecamatan Banyuates.

Setibanya di lokasi acara, Presiden Prabowo terlebih dahulu menerima penjelasan panel dari Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo mengenai capaian pelaksanaan program IJD di berbagai daerah. Setelah itu, Presiden menuju podium utama untuk mengikuti rangkaian peresmian yang diawali dengan laporan Menteri PU.

Dalam laporannya, Menteri Dody menjelaskan bahwa pelaksanaan program tersebut merupakan tindak lanjut dari arahan Presiden melalui Instruksi Presiden Nomor 11 Tahun 2025 tentang percepatan peningkatan konektivitas jalan daerah guna mendukung swasembada pangan, energi, dan air. Menurut Menteri Dody, program tersebut dirancang untuk memastikan kelancaran rantai pasok pangan sekaligus memperkuat keterhubungan antara kawasan produksi dengan pusat-pusat konsumsi.

“Melalui program Inpres Jalan Daerah Nomor 11 Tahun 2025, pemerintah pusat meyakinkan bahwa rantai pasok pangan berjalan lancar dari hulu hingga hilir dan menghubungkan langsung pada wilayah-wilayah sentra produksi menuju pasar-pasar konsumsi secara lebih efisien dan berkelanjutan,” ucap Menteri Dody.

Menteri Dody juga melaporkan bahwa capaian nasional program IJD tahun 2025 mencakup pembangunan dan peningkatan jalan sepanjang 1.151 kilometer di 37 provinsi dengan dukungan anggaran sebesar Rp5,41 triliun. Menteri Dody pun menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur kini semakin menjangkau daerah-daerah yang selama ini membutuhkan dukungan konektivitas.

“Capaian keseluruhan ini membuktikan komitmen mutlak pemerintah bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi terpusat, melainkan telah menjangkau keseluruh pelosok Indonesia secara lebih inklusif, adil dan rata,” tuturnya.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas selesainya pembangunan jalan daerah yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kepala Negara menegaskan bahwa keberadaan jalan memiliki peran strategis dalam menggerakkan perekonomian rakyat.

“Saya menyambut dengan bangga dan bahagia telah selesai pembangunan jalan daerah dengan total sepanjang 1.151 km di seluruh pelosok Indonesia, di 37 provinsi,” ujar Presiden.

Presiden menekankan bahwa jalan daerah merupakan infrastruktur dasar yang menjadi penghubung utama aktivitas ekonomi masyarakat dari desa hingga pusat-pusat perdagangan.

“Kehadiran jalan daerah ini memiliki arti yang sangat penting. Jalan daerah adalah urat nadi perekonomian rakyat. Melalui jalan-jalan inilah hasil panen petani, hasil kebun, hasil perikanan dan berbagai produk masyarakat dapat bergerak dari desa menuju pasar, pusat distribusi, kawasan industri dan sebaliknya dari mana-mana menuju ke desa,” kata Presiden. (Dinda)
Share:

Sampaikan 4 Komitmen Baru di OOC, Indonesia Berpeluang Terima USD 260 Juta untuk Lindungi Ekosistem Laut

Sampaikan 4 Komitmen Baru di OOC, Indonesia Berpeluang Terima USD 260 Juta untuk Lindungi Ekosistem Laut. (Dok. KKP)

Kenya, WaraWiri.net - Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menyampaikan empat komitmen baru Pemerintah Indonesia untuk memperkuat tata kelola laut berkelanjutan di level regional dan global, pada konferensi laut Our Ocean Conference (OOC) ke-11 di Mombasa, Kenya. Komitmen itu membawa Indonesia berpeluang memperoleh dikungan pendanaan internasional hingga USD 260 juta melalui berbagai skema kerja sama untuk mendukung konservasi terumbu karang, restorasi ekosistem laut, serta pengembangan Ocean Centres.

“Empat komitmen yang kami sampaikan hari ini menegaskan langkah konkret Indonesia dalam memperkuat pengelolaan ruang laut, memperluas dan meningkatkan efektivitas kawasan konservasi, serta mengembangkan solusi berbasis alam seperti karbon biru untuk mitigasi perubahan iklim,” ujar Menteri Trenggono dalam siaran resmi KKP, Selasa (23/6).

Empat komitmen pemerintah Indonesia yang dimaksud Menteri Trenggono mencakup penguatan tata kelola ruang laut berupa integrasi perencanaan tata ruang darat dan laut ke dalam tata ruang nasional dan provinsi, penyusunan regulasi zonasi lintas wilayah, serta memasukkan kawasan strategis nasional karbon biru ke dalam perencanaan tata ruang nasional. 

Kemudian komitmen kedua Indonesia menargetkan penetapan 700.000 hektare kawasan konservasi laut baru pada tahun 2026. “Ini menunjukkan keseriusan Indonesia dalam menjaga keanekaragaman hayati dan ekosistem laut, serta mencapai target perluasan kawasan konservasi laut mencapai 30% dari total luas perairan nasional pada tahun 2045,” ungkapnya.

Tidak hanya mengejar target perluasan konservasi, melalui komitmen ketiga, Indonesia akan melakukan evaluasi efektivitas pengelolaan 19,10 juta hektare kawasan konservasi laut yang telah ditetapkan, guna memastikan manfaat dari kegiatan konservasi dapat dirasakan secara optimal bagi lingkungan maupun masyarakat pesisir.

Terakhir, Indonesia berkomitmen mengembangkan satu model proyek karbon biru yang bisa dijadikan sebagai percontohan untuk direplikasi di berbagai wilayah Indonesia pada masa mendatang.

“Kami percaya bahwa tantangan laut bersifat lintas batas, sehingga membutuhkan kolaborasi global yang kuat. Indonesia siap memperdalam kemitraan dengan negara sahabat, organisasi internasional, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mempercepat aksi nyata, dari komitmen menuju implementasi, demi menjaga laut tetap sehat dan produktif bagi generasi sekarang dan mendatang,” pungkas Trenggono. 

Indonesia sendiri telah memiliki rekam jejak panjang pada OOC sejak tahun 2016. Indonesia bahkan dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan OOC ke-5 pada tahun 2018 dan menyampaikan 23 komitmen konkret dengan nilai total sekitar US$500 juta (± Rp7–8 triliun) untuk aksi perlindungan laut. 

Selama sembilan tahun berpartisipasi aktif pada forum global OOC, Indonesia melalui KKP telah menyampaikan 73 komitmen menjaga kesehatan laut, yang tidak hanya menjadi agenda nasional, tetapi juga bagian dari kontribusi Indonesia terhadap solusi global. 

“Melalui komitmen-komitmen yang konkret dan terukur, Indonesia menunjukkan bahwa pembangunan ekonomi berbasis kelautan dapat berjalan seiring dengan perlindungan ekosistem dan kesejahteraan masyarakat pesisir, sejalan dengan semangat SDG 14 untuk memastikan laut tetap lestari bagi generasi mendatang,” pungkasnya. (Subhan)
Share:

Indonesia Bidik Pasar Eurasia, Kerja Sama Industri dengan Rusia Makin Diperkuat

Indonesia Bidik Pasar Eurasia, Kerja Sama Industri dengan Rusia Makin Diperkuat. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk mempercepat transformasi industri nasional, salah satunya melalui kerja sama dengan berbagai negara mitra strategis. Penguatan hubungan bilateral dengan Rusia menjadi wujud konkret dalam membuka peluang investasi, memperluas akses pasar, serta memacu kolaborasi teknologi dan manufaktur yang lebih erat. Langkah tersebut menjadi semakin penting seiring target Indonesia untuk meningkatkan daya saing industri dan memperkuat posisinya dalam rantai pasok global.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026 merupakan kesempatan berharga untuk membawa hubungan kedua negara ke tingkat yang lebih tinggi.

“Kepercayaan ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk memperluas kerja sama industri dan menghasilkan kemitraan yang memberikan manfaat nyata bagi Indonesia dan Rusia,” ujar Menperin saat menerima kunjungan Duta Besar Federasi Rusia untuk Indonesia Sergei Gennadievich Tolchenov beserta Perwakilan Perdagangan Federasi Rusia di Indonesia Alexander Masaltsev beberapa waktu lalu di Jakarta.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persiapan menjelang penyelenggaraan INNOPROM 2026 yang akan berlangsung di Ekaterinburg, Rusia, pada 6–9 Juli 2026. Selain itu, kedua pihak juga menjajaki penguatan kerja sama industri, termasuk rencana penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) Kerja Sama Industri yang diharapkan menjadi payung bagi berbagai program kolaborasi di masa mendatang.

Selain itu, Indonesia dan Rusia juga sepakat untuk mempercepat implementasi dua nota kesepahaman yang telah ditandatangani pada Desember 2025, yakni kerja sama di bidang industri perkapalan dan kajian ilmiah mengenai penggunaan asbes krisotil yang aman. Langkah tersebut diharapkan dapat menghasilkan berbagai program konkret untuk memperkuat kapasitas industri dan meningkatkan kemitraan antarpelaku usaha kedua negara.

Dalam partisipasi INNOPROM 2026, Indonesia akan membawa sekitar 50 perusahaan dari berbagai sektor industri strategis, mulai dari makanan dan minuman, permesinan, elektronik, furnitur, industri digital, energi hijau, hingga sektor manufaktur berorientasi ekspor. Kehadiran para pelaku industri tersebut diharapkan dapat membuka peluang kerja sama bisnis, investasi, serta akses pasar yang lebih luas di Rusia dan kawasan Eurasia.

Indonesia tidak sekedar menampilkan produk dan kemampuan industri nasional, namun juga akan menggelar sejumlah forum bisnis dan diskusi panel yang membahas berbagai sektor potensial, seperti industri kelapa sawit, petrokimia, perkapalan, aluminium, dan kawasan industri. Forum tersebut diharapkan menjadi ruang bagi pelaku usaha dan pemangku kepentingan kedua negara untuk bertukar gagasan sekaligus menjajaki peluang kerja sama baru.

Menutup pertemuan tersebut, Menperin optimistis bahwa hubungan Indonesia dan Rusia akan semakin kuat melalui berbagai agenda yang telah disiapkan menjelang INNOPROM 2026.

“Kami yakin kerja sama yang erat antara Indonesia dan Rusia akan menghasilkan manfaat yang nyata bagi kedua negara. Melalui INNOPROM 2026, kami harap semakin banyak peluang investasi, perdagangan, transfer teknologi, dan kemitraan industri yang dapat diwujudkan untuk mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan,” tutup Agus. (Junaedi)
Share:

Dewan Pers Dorong Industri Pers Pahami AI untuk Produksi Kreatif dan Sumber Pendapatan Baru

Dewan Pers Dorong Industri Pers Pahami AI untuk Produksi Kreatif dan Sumber Pendapatan Baru. (Dok. Dewan Pers)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Digital dan Sustainability (Komdigisus) Dewan Pers menyelenggarakan Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif di Hall Dewan Pers, Jakarta, Selasa (23/6).

Sebuah workshop intensif yang dirancang untuk membantu insan media memanfaatkan kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) secara lebih produktif, strategis, dan bernilai ekonomi.

Kegiatan yang menghadirkan tim Createwhiz sebagai narasumber utama ini diikuti oleh 40 peserta offline dan 136 peserta online dari berbagai perusahaan pers seluruh Indonesia yang ingin memahami pemanfaatan AI secara lebih mendalam.

Wakil Ketua Dewan Pers, Totok Suryanto, menegaskan, AI semestinya hadir untuk memperbesar potensi manusia yang mampu berpikir lebih dalam, lebih strategis, dan lebih imajinatif. Karena itu, insan pers perlu memahami AI sebagai alat untuk meningkatkan kualitas karya, memperluas jangkauan, dan membuka peluang ekonomi baru.

“AI sebuah keniscayaan yang harus kita dalami, kuasai. AI jangan digunakan hanya untuk melaksanakan pekerjaan kita tanpa memastikan bahwa kita adalah manusia yang diberikan otak lebih kuat. Kreativitas adalah kunci dalam pengelolaan dan penggunaan AI sebagai tools,” ujar Totok Suryanto.

Senada dengan Wakil Ketua Dewan Pers, Anggota Dewan Pers sekaligus Ketua Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers, Dahlan Dahi menekankan bahwa AI memiliki kemampuan yang bisa membantu industri pers, tapi juga membawa isu etis.

“AI harus dilihat sebagai teknologi yang membantu manusia, bukan malah menghancurkan manusia,” tegas Dahlan Dahi.

Pelatihan AI untuk Produksi Kreatif diselenggarakan Dewan pers sebagai respon atas penggunaan AI dunia jurnalisme. Sebab insan pers masih banyak yang belum mengoptimalkan potensi AI karena belum memahami cara berkomunikasi dan bekerja secara efektif dengan teknologi tersebut. 

“Pelatihan ini merupakan inisiatif Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers membantu pekerja industri pers beradaptasi dengan teknologi AI untuk meningkatkan produktivitas, kreativitas, dan peluang monetisasi,” tambah Dahlan Dahi.

Dewan Pers sendiri sudah mengeluarkan Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 Tentang Pedoman Penggunaan Kecerdasan Buatan dalam Karya Jurnalistik. Anggota Dewan Pers sekaligus Wakil Ketua Komisi Digital & Sustainability Dewan Pers, Rosarita Niken Widiastuti, mengingatkan insan pers untuk selalu berpegang pada pedoman tersebut.

“Di Peraturan Dewan Pers No 1 Tahun 2025 disebutkan bahwa dalam membuat karya jurnalistik, proses dari awal hingga akhirnya harus melibatkan manusia. Diatur juga tentang integritas penggunaannya sebab data AI itu belum tentu benar. Data AI diambil dari berbagai sumber. Peran pers, jurnalis selama ini telah mem-feeding AI dengan data-data yang akurat. Untuk itu kita sebagai pelaku pers harus terus berpegang pada pedoman,” papar Niken Widiastuti.

Dalam sesi pelatihan, peserta diajak memahami bagaimana AI telah mengubah proses produksi kreatif, mulai dari pengembangan ide, pembuatan visual, hingga produksi video generatif. Melalui pendekatan praktik langsung (hands-on experience), peserta mempelajari teknik prompting, perumusan strategi, simulasi produksi kreatif, serta pemanfaatan berbagai tools AI untuk meningkatkan produktivitas kerja.

Tim Createwhiz menunjukkan bagaimana AI dapat digunakan untuk mempercepat proses produksi, memperluas ruang imajinasi, sekaligus tetap mempertahankan sentuhan manusia (human touch) yang menjadi unsur penting dalam proses kreatif.

Selain membahas aspek produksi, pelatihan ini juga menghadirkan panel diskusi mengenai peluang monetisasi produk kreatif berbasis AI. Peserta diperkenalkan pada berbagai studi kasus dan praktik nyata mengenai bagaimana karya yang dihasilkan dengan dukungan AI dapat menciptakan sumber pendapatan baru.

Digital Marketing Lead MWX Indonesia, Utami Fitriyani, menjelaskan, kita memiliki sesuatu yang AI tidak punya: sudut pandang manusia, kepercayaan audiens, dan kemampuan storytelling yang terbangun dari pengalaman bertahun-tahun. Produksi konten kreatif menggunakan AI dapat membantu dalam hal kapasitas produksi dan diversivikasi revenue stream.

“Yang menjadi pembeda utama bukan sekadar kualitas visual AI-nya, tapi seberapa relevan konteksnya dengan pain point audiens di momen tersebut. Disitulah peran kreativitas dan kemampuan insan pers diperlukan setiap kali memproduksi konten yang dibantu dengan AI. Sehingga AI bukan sebagai ancaman tapi dapat meningkatkan produktivitas dan diversivikasi revenue stream bagi jurnalis. The best time to start monetizing your AI-enhanced journalism was yesterday. The second best time is today," ucap Utami Fitriyani.

Untuk diketahui, Dewan Pers telah dan akan rutin melaksanakan pelatihan pemanfaatan AI untuk industri pers. Harapannya perusahaan pers mampu memanfaatkan AI secara lebih strategis untuk meningkatkan daya saing, memperkuat keberlanjutan bisnis, dan menghasilkan karya-karya kreatif yang relevan di era digital. (Putra)
Share:

Ini dia Juara Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2, Pembalap Muda Menuju Panggung Dunia

Juara Kelas Kelas National 250cc saat race 2 kegiatan Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Round 2 yang diselenggarakan di Pertamina Mandalika International Sirkuit, Lombok Tengah, Lombok, Nusa Tenggara Barat. (Dok. Pertamina)

Lombok, WaraWiri.net - Rangkaian Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Balap Motor Sportbike Pertamina Mandalika Racing Series 2026 putaran kedua usai dilaksanankan pada 19-21 Juni 2026 di Mandalika International Circuit, Lombok, NTB.

Enam kelas dipertandingkan terdiri dari empat kelas Kejurnas yakni National Sport 150 (NS150), National Sport 250 (NS250), Supersport 600 (SS600) serta Indonesia Junior Talent Cup yang merupakan nama baru untuk kelas Junior Sport 150 U-15. Sementara untuk kelas pendukung yakni Underbone 150 dan yang baru yakni Junior Sport 250 U-18.

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengungkapkan bahwa dukungan berkelanjutan ini merupakan wujud kontribusi perusahaan dalam memajukan olahraga otomotif tanah air.

"Melalui Pertamina Mandalika Racing Series, kami berkomitmen untuk menyediakan wadah kompetisi yang profesional demi menyiapkan talenta dan bakat pembalap muda Indonesia menuju jenjang internasional. Langkah ini sejalan dengan semangat Energizing Indonesia, dimana Pertamina menjadi motor penggerak yang menginspirasi dan memberdayakan generasi muda untuk membawa nama bangsa ke panggung dunia," ujar Baron.

Ananda Mikola, Direktur Utama MGPA mengatakan bahwa Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series menjadi event yang memiliki jalur penjenjangan terstruktur menuju event internasional.

“Setiap tahun pesertanya bertambah khususnya di kelas pembinaan Junior U-15.Dengan demikian kita bisa menghasilkan para pembalap muda yang sudah siap tampil di kejuaraan internasional berdasarkan usianya,” sebut Ananda.

Dari persaingan 32 pembalap muda di Indonesia Junior Talent Cup (IJTC) yakni kelas Sport 150 U-15 yang didukung oleh SARGA Motorsport menempatkan Resky YH (ASTRA MOTOR RACING TEAM YOGYAKARTA) sebagai pemenang di race pertama.

Sedangkan di race kedua, pembalap lokal NTB, Gian Muhammad Gibran (RX ONE MEDIA RXT HONDA) menunjukkan potensi besarnya dengan kemenangan di race kedua. Hasil ini mengukuhkan posisi Resky YH sebagai pemuncak klasemen dengan 86 poin.

Sementara di kelas National Sport 150 (NS150) Fahmi Basam (YAMAHA LFN HP969 RCB UMA SSS KOIZUMI TRASTAR CARGLOSS juga mencetak double podium di dua race yang berlangsung sengit. Pembalap tuan rumah Aldiaz Aqsal Ismaya (YAMAHA YAMALUBE NOLIMIT MCR ADELIN RBT34 THE STROKES55) mencuri kemenangan di sesi Superpole Race. Di klasemen sementara NS150, Fahmi Basam berada di puncak dengan 91 poin.

Pada kelas bergengsi yakni National Sport 250 (NS250) ketangguhan Andi Farid Iztihar (ASTRA MOTOR RACING TEAM YOGYAKARTA) tak terbendung dengan merebut dua kemenangan melalui aksinya yang mengesankan. Namun, di sesi Superpole Race, Fahmi Basam berhasil mencuri kemenangan di kelas ini. Hasil ini menempatkan Andi Gilang di urutan pertama klasemen dengan 119 poin.

Di kelas National Supersport 600 (NS 600) pembalap ASTRA HONDA RACING TEAM yakni Herjun Atna Firdaus mendominasi jalannya balapan dengan dua podium utama. Di sesi Superpole Race pembalap asal Jawa Barat, M FAEROZI TOREQOTTULLAH (YAMAHA PIKOLI GLOBAL ONDOLOMON DRS) berhasil menjadi yang terbaik. Herjun memimpin klasemen dengan mengoleksi 113 poin.

Di kelas Junior Sport 250 U-18 M Abid Azhar Musafa (YAMAHA NITIRACING DRS35 PIKOLI DYNAVOLT RCB KYT) mengulang kemenangan di putaran pertama dengan raihan podium utama di dua race. Abid mengumpulkan 100 poin yang membuatnya berada di puncak klasemen.

Kemudian di kelas Underbone 150 yang menyajikan pertarungan panas berhasil dimenangkan oleh Fadli Rigani ((YAMAHA LFN HP969 RCB UMA SSS KOIZUMI TRASTAR CARGLOSS) merebut kemenangan di race pertama, lalu Rendi Oding (AS TUAN MUDA PRK THE STROKES55) yang memenangi race kedua. 

Sedangkan di sesi Superpole Race kemenangan diraih Dimas Juliatmoko (BINTANG MANDIRI ACEH RMP RACETECH RCB RACING TEAM). Atas hasil ini, Rendi Oding berada di urutan paling atas dengan 103 poin.

Hasil Kejurnas Pertamina Mandalika Racing Series 2026 Rd 2 dapat melalui website https://mandalikaracingseries.com/web/round-2-19-21-juni-2026/. (Fitri)
Share:

Menpora Erick Resmi Serahkan SK Penetapan Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028 Kepada DKI Jakarta, NTT dan NTB

Menpora RI, Erick Thohir, menggelar pertemuan dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI, Erick Thohir, menggelar pertemuan koordinasi dengan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Gubernur Nusa Tenggara Timur (NTT) Emanuel Melkiades Laka Lena, serta Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Lalu Muhamad Iqbal di Kantor Kemenpora, Senayan, Jakarta, Selasa (23/6).

Pada kesempatan tersebut, Menpora Erick turut menyerahkan Surat Keputusan Penetapan Tuan Rumah PON XXII Tahun 2028 kepada Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT), Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dan Provinsi DKI Jakarta sekaligus surat pengantar terkait penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. 

Kedua surat keputusan tersebut menandakan bahwa ketiga provinsi tersebut resmi menjadi tuan rumah perhelatan pesta olahraga nasional serta menandai persiapan penyelenggaraan pesta olahraga nasional tersebut.

Menpora Erick menyampaikan bahwa pertemuan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat koordinasi dan konsolidasi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah guna memastikan penyelenggaraan PON 2028 berjalan sukses serta memberikan dampak positif bagi pengembangan olahraga nasional.

“Pertemuan hari ini merupakan langkah awal yang sangat penting dalam membangun sinergi antara pemerintah pusat dan daerah untuk menyukseskan penyelenggaraan PON XXII Tahun 2028. Kita ingin memastikan seluruh proses persiapan berjalan baik, terukur, dan sesuai dengan arah kebijakan pembangunan olahraga nasional,” ujar Menpora.

Dalam kesempatan tersebut, Menpora menekankan pentingnya tata kelola penyelenggaraan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari permasalahan administrasi yang kerap menjadi catatan pada pelaksanaan ajang olahraga sebelumnya.

“Melalui koordinasi dan konsolidasi ini, kami berharap seluruh tahapan persiapan dapat berjalan dengan baik. Aspek administrasi harus dikelola secara transparan dan akuntabel sehingga berbagai permasalahan yang pernah terjadi pada penyelenggaraan sebelumnya tidak terulang kembali,” tegasnya.

Menpora pun menekankan pentingnya mempertandingkan cabang olahraga unggulan yang menjadi prioritas pembinaan nasional.

“Saya meminta agar cabang-cabang olahraga unggulan yang menjadi prioritas pembinaan nasional dapat dipastikan untuk dipertandingkan. Kita juga perlu melakukan pemetaan ulang terhadap potensi dan prestasi olahraga Indonesia sebagai bagian dari persiapan menuju SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade,” jelas Menpora.

Pembahasan lebih lanjut terkait cabang olahraga yang akan dipertandingkan, sistem kompetisi, regulasi perpindahan atlet, hingga penentuan nomor pertandingan akan dilakukan bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) agar menghasilkan standar kompetisi yang lebih baik dan terukur.

Tak Luput Menpora turut meminta kepada para gubernur untuk menyampaikan kebutuhan terkait sarana dan prasarana olahraga yang perlu direvitalisasi. Menurutnya, sejalan dengan arahan Presiden mengenai efisiensi anggaran, pemerintah akan memprioritaskan optimalisasi dan perbaikan venue olahraga yang telah tersedia dibandingkan pembangunan fasilitas baru.

Selain membahas penyelenggaraan PON, Menpora menyampaikan bahwa Kemenpora turut mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melakukan perbaikan secara menyeluruh terhadap ekosistem olahraga nasional, termasuk aspek kesejahteraan atlet, sistem penghargaan, bonus prestasi, hingga program jaminan masa depan bagi atlet.

“Kami mendapat amanat dari Presiden untuk terus memperbaiki ekosistem olahraga nasional. Tidak hanya terkait pembinaan dan prestasi, tetapi juga menyangkut kesejahteraan atlet, bonus, hingga dukungan atlet setelah tidak aktif agar semakin baik ke depannya,” ungkapnya. (Evi)
Share:

Arlyansyah Abdulmanan Siap Bersaing Tanpa Regulasi Pemain U-23

Arlyansyah Abdulmanan Siap Bersaing Tanpa Regulasi Pemain U-23. (Dok. Persija)

Jakarta, WaraWiri.net - Arlyansyah Abdulmanan (20), pemain depan Persija, menyatakan sikap optimistis dalam menghadapi penghapusan regulasi pemain U-23 pada musim Super League 2026/27. Ia menegaskan tidak merasa khawatir dan justru menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berkembang demi mengamankan tempat di skuad utama Macan Kemayoran.

Sebelumnya, regulasi mewajibkan setiap klub untuk mendaftarkan minimal lima pemain U-23 serta menurunkan setidaknya satu pemain muda sebagai starter dengan durasi bermain minimal 45 menit. Ketentuan tersebut selama ini wadah yang berpihak bagi pemain muda untuk mendapatkan menit bermain di kompetisi tertinggi.

Pada musim 2025/26, Persija menjadi salah satu klub yang konsisten memberikan kesempatan kepada pemain muda untuk tampil. Sejumlah nama tidak hanya diturunkan untuk memenuhi regulasi, tetapi juga karena dinilai memiliki kualitas serta kontribusi yang sesuai dengan kebutuhan tim.

Ada Arlyansyah yang mencatatkan 15 penampilan di sepanjang musim, lalu Aditya Warman (21) tampil dalam 11 pertandingan, Rayhan Hannan (22) dalam 17 laga, serta Dony Tri Pamungkas (21) yang tampil sebanyak 26 kali.

Bagi Arly, potensi dihapuskannya regulasi tersebut justru menjadi tantangan baru yang disambut dengan semangat dan motivasi lebih tinggi.

“Saya masih percaya diri bisa bersaing dengan pemain-pemain Persija lainnya. Saya tidak takut bersaing meski tanpa aturan itu,” kata Arly.

Ia pun menegaskan komitmennya untuk terus bekerja keras di bawah arahan pelatih Persija, Shin Tae-yong, agar mendapatkan tempat di tim. Arly bertekad memaksimalkan setiap kesempatan dalam sesi latihan sebagai bagian dari pembuktian diri.

“Saya akan terus berlatih dengan maksimal agar bisa menjadi pilihan utama di bawah arahan pelatih Shin Tae-yong,” tuturnya. (Tedy)
Share:

Bank Indonesia Luncurkan 4 Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan

Bank Indonesia Luncurkan 4 Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Perkuat Ekonomi Kerakyatan. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - UMKM merupakan fondasi penciptaan lapangan kerja dan generasi wirausaha masa depan yang produktif dan berdaya saing. Di tengah meningkatnya ketidakpastian ekonomi global, penguatan UMKM menopang pertumbuhan ekonomi domestik dan kesejahteraan masyarakat.

Penguatan UMKM tersebut juga sejalan dengan program prioritas nasional dan implementasi Asta Cita dalam memperkuat ekonomi kerakyatan. Demikian disampaikan Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo, saat meluncurkan Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu untuk Penciptaan Lapangan Kerja dan Ekonomi Kerakyatan di Jakarta (22/6).

Momen ini dihadiri oleh Menteri Agama, Nasaruddin Umar, serta para pimpinan dari Kementerian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian UMKM, para pimpinan perbankan, asosiasi, pondok pesantren, dan pengusaha UMKM. 

Peran strategis UMKM ditunjukkan melalui kontribusinya terhadap perekonomian nasional. Data Kementerian Koperasi dan UKM (2024) menunjukkan bahwa UMKM berkontribusi 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), 90% penyerapan tenaga kerja dan 15% pangsa ekspor Indonesia.

"Meningkatnya risiko ketidakpastian ekonomi global, menuntut kemandirian ekonomi Indonesia melalui penciptaan wirausaha baru dan peningkatan kapasitas UMKM. Agar lebih berdampak, dilakukan pemilihan model bisnis terbaik dari UMKM binaan BI sehingga kesesuaian bisnisnya teruji di lapangan", ujar Perry.

Lebih lanjut, Perry menegaskan bahwa Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu dirancang untuk menghasilkan dampak nyata melalui penciptaan wirausaha yang mampu menciptakan nilai tambah, membuka lapangan kerja, dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Program ini dilaksanakan dalam skala nasional dengan memanfaatkan jaringan 46 Kantor Perwakilan Bank Indonesia bersinergi dengan K/L, stakeholders strategis, lebih dari 3.000 UMKM binaan BI, serta lebih dari 1.500 pesantren yang telah diberdayakan.

Menurut Perry, kemampuan kewirausahaan merupakan kunci kemajuan UMKM yang dibangun melalui pendidikan kewirausahaan, evaluasi, dan implementasi model bisnis yang telah teruji.

“Motivasi yang kuat, semangat pantang menyerah, dan kemampuan membangun kerja sama merupakan fondasi penting bagi kemajuan UMKM", pungkas Perry. 

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Agama, Nasaruddin Umar, menyampaikan apresiasi atas sinergi yang telah terjalin antara Bank Indonesia, Pemerintah, dan berbagai pemangku kepentingan dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah, termasuk pemberdayaan pondok pesantren. Menurutnya, penguatan ekonomi pesantren merupakan bagian penting dalam membangun kemandirian ekonomi umat dan memperluas manfaat ekonomi syariah bagi masyarakat.

“Melalui sinergi yang kuat dan berkelanjutan, kita berharap ekonomi syariah, khususnya yang berbasis pondok pesantren, dapat semakin berkembang dan menghadirkan keberkahan yang lebih luas bagi masyarakat dan perekonomian nasional," ujarnya.

Terdapat empat program unggulan sebagai bagian dari Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu pada tahun 2026.

1. Cangkir Barista
Program ini bertujuan untuk meningkatkan daya saing industri kopi dari hulu ke hilir, melalui fasilitasi sertifikasi internasional kepada 400 barista hingga pendampingan usaha membuka usaha kedai kopi. Para barista ini diharapkan dapat mengembangkan ekosistem kopi yang terhubung dengan para petani kopi dalam negeri dan importir kopi luar negeri.

2. Citra Nusa
Program ini bertujuan agar UMKM wastra Indonesia semakin kuat di pasar ekspor dan menyerap tenaga kerja yang lebih besar. Penguatan kapasitas teknis, kapasitas kewirausahaan dan inovasi desain produk kepada 300 pelaku UMKM diharapkan memperluas peluang menembus pasar global.

3. Air Berkah Indonesia
Program ini mendorong kemandirian ekonomi pesantren dengan melakukan pengolahan usaha Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) berbasis sumber daya lokal. Program ini menargetkan 200 pesantren pada 2026.

4. Tani Berkah Indonesia
Melalui pemanfaatan teknologi greenhouse, program Tani Berkah Indonesia diharapkan dapat mendorong produksi dan keekonomian hasil pertanian pesantren, penyerapan tenaga kerja serta pada akhirnya turut menjaga ketahanan pangan daerah. Implementasi program ini ditargetkan pada 10 pesantren setiap tahun.

Program Transformasi Kewirausahaan UMKM Terpadu selaras dengan arah Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025-2029 untuk memperkuat ekonomi kerakyatan melalui peningkatan daya saing UMKM, perluasan akses ekonomi dan keuangan, serta penciptaan lapangan kerja. Program ini dirancang secara menyeluruh dari hulu hingga hilir, mulai dari penguatan kapasitas kewirausahaan, pendampingan usaha, inovasi produk, akses pembiayaan, hingga perluasan pasar ekspor untuk mencetak wirausaha baru yang produktif dan berdaya saing. 

Bank Indonesia bersama Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan berkomitmen memperkuat ekosistem kewirausahaan nasional yang produktif, inovatif, dan berdaya saing. Melalui sinergi strategis ini, ekonomi kerakyatan Indonesia diharapkan akan semakin kuat, inklusif dan berkelanjutan, menuju Indonesia Emas 2045. (Fajar)
Share:

Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka SS Perkara Tata Kelola MBG

Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka SS Perkara Tata Kelola MBG. (Dok. Kejagung RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Khusus (JAM PIDSUS) telah menerima Surat Permohonan Justice Collaborator yang dikirimkan oleh Penasihat Hukum Tersangka SS, terkait perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Badan Gizi Nasional Tahun 2025 s.d. Tahun 2026. Surat tersebut dikirimkan oleh Penasehat Hukum Tersangka SS kepada Tim Penyidik pada hari Selasa (23/06/2026). 

Justice Collaborator merupakan orang yang terlibat dalam suatu tindak kejahatan terorganisir serta melibatkan lebih dari 2 (dua) orang dan merupakan individu yang sangat penting karena dapat membongkar suatu kejahatan dan tentunya dapat menyediakan bukti guna menyeret tersangka lainnya

Penjelasan tersebut sebagaimana menimbang ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 31 Tahun 2014 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban dan Surat Edaran Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2011 tentang Perlakukan Bagi Pelapor Tindak Pidana (Whistleblower) dan Saksi Pelaku yang Bekerja Sama (Justice Collaborator) serta Surat Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Nomor : B-1964/F/Fd.1/09/2017 tanggal 22 September 2017 perihal Tata Cara Pemberian Status dan Penyelesaian “Justice Collaborator”.

Untuk dapat menjadi Justice Collaborator, terdapat 3 (tiga) syarat yang harus terpenuhi yaitu:
  • Merupakan Saksi Pelaku.
  • Yang bersangkutan mengakui perbuatannya.
  • Yang bersangkutan bukan merupakan pelaku utama.
Mengingat penentuan Justice Collaborator tersebut harus dilakukan secara cermat dan efektif, Tim Penyidik berpendapat bahwa Tersangka SS merupakan salah satu pelaku utama sehingga permohonan Justice Collaborator yang diajukan Tersangka SS tidak dapat dikabulkan. (Budi)
Share:

KPK Dorong Integrasi Hukum dan Akuntansi Forensik Perkuat Pembuktian Kerugian Negara

KPK Dorong Integrasi Hukum dan Akuntansi Forensik Perkuat Pembuktian Kerugian Negara. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan pentingnya menguatkan kolaborasi antara profesi hukum dan akuntansi forensik, dalam mendukung penegakan hukum berbasis bukti. Pesan tersebut disampaikan Wakil Ketua KPK, Agus Joko Pramono, dalam Seminar Lokakarya (Semiloka) Nasional Legal Forensic Analysis 2026 yang diselenggarakan Asosiasi Advokat dan Akuntan Forensik Indonesia (AAAFI) di The Hermitage Hotel, Jakarta, Senin (22/6).

“Menemukan kerugian negara merupakan suatu hal, tetapi membuktikan bahwa kerugian itu timbul akibat langsung dari perbuatan melawan hukum adalah tantangan sesungguhnya,” tegas Agus.

Mengusung tema “Integrasi Hukum, Penghitungan Kerugian Keuangan, dan Uji Kausalitas dalam Proses Peradilan,” kegiatan ini menjadi wadah diskusi, bertukar gagasan, sekaligus menguatkan kompetensi profesional analis hukum dan akuntan/auditor forensik, yang berperan strategis pada peradilan di Indonesia.

Agus memaparkan, lanskap pemberantasan korupsi, kejahatan ekonomi, hingga sengketa keuangan berubah secara signifikan sehingga perlu pendekatan lebih komprehensif. Sebagai aparat penegak hukum (APH), KPK memahami bahwa proses pembuktian kerugian keuangan negara harus dapat dijelaskan dan dipertanggungjawabkan.

“Akuntan forensik para prinsipnya bukan sekadar menghitung kerugian keuangan. Angka-angka tersebut harus mampu bercerita secara logis di ruang sidang,” lanjut Agus.

Menutup paparannya, Agus menekankan pentingnya menguatkan standar metodologi, etika profesi, dan literatur yang dapat menjadi rujukan bersama penegak hukum, advokat, auditor, maupun akuntan forensik seluruh Indonesia.

Sementara itu, Ketua Umum DPP AAAFI, Jan Samuel Maringka, menyampaikan bahwa isu tersebut sangat relevan dengan perkembangan praktik hukum saat ini, khususnya terkait metodologi perhitungan kerugian keuangan negara.

“Kita mendorong agar integrasi hukum, perhitungan kerugian keuangan negara, dan uji kausalitas dalam proses peradilan dapat berjalan dengan baik,” ujar Samuel.

Menurutnya, pendekatan berbasis uji kausalitas perlu terus didorong agar proses pembuktian dalam peradilan berjalan lebih objektif dan menghasilkan putusan yang lebih berkeadilan. Pada kesempatan yang sama, Ketua Panitia Semiloka AAAFI, Henoch Thomas, mengingatkan pentingnya menjunjung tinggi prinsip keadilan dalam penegakan hukum.

“Audi alteram partem—dengarkan juga pihak lain. Prinsip tersebut merupakan salah satu dasar keadilan yang perlu terus dipegang,” ucapnya.

Adapun kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan dari para narasumber yang berasal dari berbagai aparat penegak hukum, termasuk Polri dan Kejaksaan serta kalangan akademisi. Seminar tersebut ditutup dengan diskusi panel bersama praktisi/pengamat di bidang hukum dan akuntansi forensik guna memperkaya perspektif pengembangan forensic legal analysis.

Di tengah semakin kompleksnya kejahatan korupsi dan ekonomi, penguatan forensic legal analysis menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar. KPK meyakini, kolaborasi lintas profesi yang dibangun melalui forum ini akan menjadi fondasi penting bagi lahirnya proses peradilan yang lebih akurat, transparan, dan berkeadilan, sekaligus memastikan setiap rupiah keuangan negara memperoleh perlindungan hukum yang maksimal. (Bambang)
Share:

BMKG Perkuat Aksi Merespons Peringatan Dini melalui Sistem Prakiraan Berbasis Dampak

BMKG Perkuat Aksi Merespons Peringatan Dini melalui Sistem Prakiraan Berbasis Dampak. (Dok. BMKG)

Bandung, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus mematangkan transformasi layanan peringatan dini cuaca melalui pendekatan Impact-Based Forecasting (IBF). Langkah ini dilakukan untuk mendukung penuh implementasi Aksi Merespons Peringatan Dini (AMPD) di Indonesia.

Plt. Deputi Bidang Meteorologi BMKG, Andri Ramdhani, menjelaskan bahwa transformasi ini dipicu oleh lonjakan bencana hidrometeorologi di Indonesia sepanjang periode 2010–2025. Kondisi ini berdampak langsung terhadap masyarakat, infrastruktur, layanan publik, serta aktivitas ekonomi.

“Kita harus bergeser dari sekadar mengabarkan ‘apa cuacanya nanti’ menjadi ‘apa yang akan diakibatkan oleh cuaca tersebut’ beserta rekomendasi tindakannya. Melalui IBF, BMKG merancang layanan informasi yang jauh lebih spesifik hingga tingkat kelurahan/desa,” ujarnya.

Layanan ini mencakup IBF harian, prakiraan dampak hingga 10 hari ke depan yang diperbarui setiap 12 jam. Selain itu, Nowcasting, memberikan prakiraan cuaca jangka pendek (1—6 jam ke depan) dan diperbarui setiap 10 menit dengan memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan yang terintegrasi data Radar Cuaca dan Numerical Weather Prediction (NWP).

Sistem informasi cerdas ini nantinya akan menyokong berbagai sektor strategis nasional, mulai dari mitigasi bencana, ketahanan pangan, transportasi, energi, sumber daya air, lingkungan hidup, pariwisata, hingga infrastruktur.

Mengingat dampak cuaca dan bencana bersifat lintas sektor, BMKG bersama kementerian/lembaga terkait tengah menyusun Prosedur Operasional Standar (SOP) bersama, membentuk tim lintas instansi, serta membangun dashboard pemantauan terpadu berbasis data waktu nyata (real-time).

Selain itu, demi memastikan informasi sampai ke tangan masyarakat di zona berpotensi terdampak, BMKG menggandeng Kementerian Komunikasi dan Digital beserta operator telekomunikasi untuk menyebarkan peringatan dini melalui layanan pesan singkat massal (SMS Blast).

Implementasi operasional IBF ini akan menerapkan prinsip “mulai kecil, uji, evaluasi, lalu perluas”. Sebagai langkah awal, kawasan Jabodetabek-Punjur dipilih sebagai wilayah percontohan sebelum sistem ini diadopsi secara masif di seluruh wilayah Indonesia.

Sebagai bagian dari pemanfaatan IBF untuk Pendekatan AMPD di Indonesia, BMKG menggelar Lokakarya Konsultasi Pemangku Kepentingan Tingkat Nasional tentang Pengembangan Kerangka IBF Subnasional untuk AMDP pada 22-24 Juni 2026 di Bandung. 

Kegiatan ini berkolaborasi dengan Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenko PMK) serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dengan dukungan dari World Food Programme (WFP).

Lokakarya pertama di Bandung berfokus pada penyamaan pemahaman mengenai sistem IBF dan AMPD. Kemudian, kegiatan di wilayah percontohan D.I. Yogyakarta dan NTT berfokus mengidentifikasi kondisi implementasi AMPD, kebutuhan pengguna, serta berbagai tantangan di tingkat daerah. Hasil dan pembelajaran dari kedua wilayah percontohan tersebut dibawa kembali ke forum konsultasi nasional di Bandung untuk merumuskan kerangka implementasi yang lebih terintegrasi, taktis, dan aplikatif.

Melalui pengembangan IBF dan integrasinya dengan pendekatan AMPD, BMKG berharap sistem peringatan dini di Indonesia tidak hanya menghasilkan informasi yang akurat, tetapi juga mampu mendorong aksi nyata yang dapat mengurangi risiko bencana, menekan potensi korban jiwa, dan meminimalkan kerugian ekonomi akibat cuaca ekstrem dan bencana hidrometeorologi. (Ros)
Share:

Perpusnas Bersama IPI Dorong Standar Pelatihan Pustakawan

Perpusnas Bersama IPI Dorong Standar Pelatihan Pustakawan. (Dok. Perpusnas)

Jakarta, WaraWiri.net - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) bersama Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI) memperkuat sinergi pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan melalui kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Program Pelatihan Bidang Perpustakaan.

Upaya ini dilakukan untuk memastikan program pelatihan pustakawan semakin adaptif terhadap perkembangan kebutuhan layanan informasi, transformasi digital, dan tuntutan profesionalisme di bidang perpustakaan.

Kegiatan yang digelar daring, Selasa (23/6/2026) membahas empat pokok utama yakni kebijakan pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan, program dan kurikulum pelatihan bidang perpustakaan, standar mutu penyelenggaraan pelatihan, serta akreditasi program pelatihan bidang perpustakaan.

Ketua Umum Pengurus Pusat IPI sekaligus Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso menegaskan bahwa pustakawan memiliki peran yang semakin strategis di tengah meningkatnya kebutuhan layanan informasi masyarakat.

“Pustakawan di era disrupsi dituntut untuk meningkatkan kompetensi teknis kepustakawanan, literasi digital, layanan berbasis kebutuhan pemustaka, pengelolaan pengetahuan, komunikasi publik, advokasi literasi, dan kemampuan berjejaring dengan berbagai pemangku kepentingan,” ujarnya.

Joko menambahkan, pengembangan kompetensi pustakawan harus ditopang oleh kurikulum pelatihan yang sesuai standar mutu serta dilaksanakan melalui koordinasi yang kuat antara pusat dan daerah.

Dalam hal ini, IPI diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antara pustakawan di daerah dengan Perpusnas, sekaligus membantu menyosialisasikan kebijakan, program, standar mutu, dan akreditasi pelatihan bidang perpustakaan.

“Kualitas perpustakaan ditentukan oleh kualitas pustakawan,” tegasnya.

Senada dengan itu, Kepala Pusat Pendidikan dan Pelatihan Perpusnas, Triani Rahmawati mengatakan bahwa IPI merupakan mitra strategis Perpusnas dalam membangun pemahaman bersama mengenai arah kebijakan pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan. 

Menurutnya, tantangan yang dihadapi pustakawan saat ini semakin kompleks sehingga penguatan kompetensi perlu dilakukan secara kolaboratif agar pelatihan yang diselenggarakan benar-benar bermutu dan berdampak.

“Kita ingin menggandeng banyak tangan untuk mencapai standar kebijakan dan kebutuhan yang diperlukan dalam menyiapkan tenaga profesional di perpustakaan melalui pelatihan yang kita miliki,” ucap Triani.

Dalam kegiatan tersebut, sejumlah narasumber dari Perpusnas juga memaparkan sejumlah materi terkait pengembangan kompetensi tenaga perpustakaan. Widyaiswara Ahli Madya, Ahmad Muslim menjelaskan program dan kurikulum pelatihan bidang perpustakaan yang saat ini mencakup 20 jenis pelatihan sesuai kebutuhan.

Sementara itu, Pustakawan Ahli Madya, Sri Palupi dan Widyaiswara Ahli Pertama, Maharani Lelasari memaparkan standar mutu penyelenggaraan program pelatihan serta instrumen penjaminan mutu sebagai langkah awal menciptakan pelatihan yang berkualitas.

Adapun Pustakawan Ahli Muda, Heri Iman Santoso menjelaskan mekanisme akreditasi program pelatihan bidang perpustakaan. Menurutnya, akreditasi menjadi jaminan bahwa penyelenggaraan pelatihan dilakukan secara kredibel dan dapat dipertanggungjawabkan. 

“Kami membuka ruang konsultasi sebelum melakukan permohonan akreditasi supaya persiapannya benar-benar sempurna,” pungkasnya. (Fathi)
Share:

Jakarta Perkuat Diplomasi Global pada HUT ke-499 melalui Jakarta Twilight Soirée

Jakarta Perkuat Diplomasi Global pada HUT ke-499 melalui Jakarta Twilight Soirée. (Dok. Pemprov DKI Jakarta)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menggelar Jakarta Twilight Soiree: Commemorating Jakarta’s 499th Anniversary di Gedung A.A. Maramis, Jalan Lapangan Banteng, Jakarta Pusat, pada Senin (22/6).

Acara yang juga menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-499 Kota Jakarta ini dihadiri ratusan tamu undangan, antara lain Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, 50 duta besar, perwakilan negara sahabat, dan mitra internasional.

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan peringatan HUT ke-499 Jakarta menjadi momentum untuk merefleksikan perjalanan kota sekaligus memperkuat kolaborasi menuju kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan.

“Dalam suasana senja di Jakarta, kita berkumpul untuk merayakan persahabatan, kolaborasi, dan perjalanan panjang sebuah kota yang terus tumbuh,” ujarnya.

Gubernur Pramono menegaskan Jakarta terus bertransformasi, termasuk melalui penataan dan integrasi kawasan Lapangan Banteng dengan Gedung A.A. Maramis guna menghadirkan ruang publik yang lebih terhubung dan mudah diakses masyarakat.

“Komitmen kami tercermin dari meningkatnya peringkat Jakarta dari posisi 74 menjadi 71 dalam Indeks Kota Global. Selain itu, Jakarta juga meraih penghargaan sebagai kota teraman dengan sistem transportasi terbaik kedua di ASEAN,” katanya.

Menurut Gubernur Pramono, capaian tersebut merupakan hasil kolaborasi berbagai pihak, termasuk dukungan mitra internasional dalam percepatan proyek strategis, seperti MRT Fase 2A, pengembangan LRT, elektrifikasi armada bus, kawasan Transit Oriented Development (TOD), serta penguatan sistem pengelolaan sampah dan air.

Atas dukungan tersebut, ia menyampaikan apresiasi kepada para perwakilan negara sahabat yang selama ini menjalin kerja sama dengan Pemprov DKI Jakarta.

“Transformasi ini tidak hanya membentuk masa depan Jakarta, tetapi juga membuka peluang yang lebih luas bagi kerja sama dan kemitraan internasional. Saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah menjadi sahabat Jakarta. Semoga hubungan ini semakin kuat dan kita dapat terus berjalan bersama mewujudkan kota global yang inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur (Wagub) DKI Jakarta, Rano Karno, menandaskan Pemprov DKI Jakarta akan terus memperkuat kerja sama internasional, termasuk mengaktifkan kembali kemitraan sister city yang belum berjalan optimal. Ia menambahkan, penguatan sistem transportasi dan pengembangan kawasan perkotaan menjadi fokus utama dalam mendukung konektivitas Jakarta di tingkat global.

“Jakarta telah memiliki sejumlah kerja sama sister city, tetapi sebagian belum berjalan optimal. Kami ingin menguatkan kembali kerja sama tersebut karena konektivitas merupakan syarat penting bagi kota global,” tandasnya. (Tedy)
Share:

Meriahkan HUT DKI Jakarta, KCIC Hadirkan Seni Budaya Betawi di Kereta dan Stasiun Whoosh

Meriahkan HUT DKI Jakarta, KCIC Hadirkan Seni Budaya Betawi di Kereta dan Stasiun Whoosh. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - Dalam rangka memeriahkan HUT ke-499 DKI Jakarta pada 22 Juni 2026, KCIC menghadirkan seni budaya Betawi di Kereta Cepat Whoosh dan Stasiun Whoosh Halim. Kegiatan ini menjadi bentuk dukungan KCIC terhadap pelestarian budaya Jakarta sekaligus upaya memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda bagi penumpang.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa menyampaikan selamat ulang tahun ke-499 kepada DKI Jakarta. Eva mengatakan, KCIC bangga dapat menjadi bagian dari perkembangan Jakarta melalui kehadiran Whoosh sebagai transportasi berteknologi tinggi yang hadir di ibu kota dan telah melayani jutaan penumpang sejak mulai beroperasi.

“Selamat ulang tahun ke-499 untuk DKI Jakarta. KCIC bangga dapat menjadi bagian dari perjalanan Jakarta melalui kehadiran Whoosh sebagai transportasi massal modern berbasis teknologi tinggi yang ramah lingkungan. Sejak beroperasi, Whoosh telah melayani jutaan penumpang dan terus mendukung mobilitas masyarakat dari dan menuju Jakarta dengan layanan yang cepat, aman, nyaman, dan andal,” ujar Eva.

Di dalam perjalanan Whoosh, penumpang disuguhkan berbagai pertunjukan khas Betawi, seperti seni tari, fashion show busana adat Betawi oleh Abang None Jakarta Timur, serta interaksi langsung bersama para penampil. Kehadiran kegiatan tersebut mendapat respons positif dari penumpang yang antusias menyaksikan pertunjukan, mengabadikan momen, serta merasakan suasana perjalanan yang lebih meriah dan berbeda dari biasanya.

Di Stasiun Whoosh Halim, kegiatan dilanjutkan melalui berbagai pertunjukan budaya Betawi di area waiting hall. Penumpang dapat menyaksikan penampilan seni tari Betawi yang diiringi musik Gambang Kromong, fashion show busana adat Betawi, pawai ondel-ondel, hingga pembagian hadiah dan interaksi langsung dengan penumpang. Kegiatan ini bertujuan menghadirkan suasana HUT DKI Jakarta yang lebih dekat dengan masyarakat, sekaligus memperkenalkan kekayaan budaya Betawi kepada penumpang Whoosh.

Aktivasi budaya ini menjadi salah satu bentuk kolaborasi positif yang tidak hanya memberikan hiburan bagi penumpang, tetapi juga menghadirkan pengalaman baru di lingkungan stasiun. Selain menjadi simpul transportasi modern, Stasiun Whoosh Halim juga memiliki potensi sebagai ruang publik yang dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan kreatif, edukatif, budaya, komunitas, maupun promosi positif yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan dan masyarakat.

“Kami berharap semakin banyak komunitas, institusi, pelaku seni, maupun berbagai organisasi yang dapat berkolaborasi untuk menghadirkan kegiatan kreatif, edukatif, dan inspiratif di stasiun Whoosh. KCIC akan terus mendukung berbagai program positif yang memberikan manfaat bagi pelanggan, sekaligus menjadikan stasiun sebagai ruang publik yang inklusif, nyaman, dan terbuka bagi berbagai aktivitas masyarakat,” tutup Eva. (Putra)
Share:

Lapas Ambon Apresiasi Dedikasi, Tiga Petugas Terima Penghargaan Teladan Periode Maret–Mei

Lapas Ambon Apresiasi Dedikasi, Tiga Petugas Terima Penghargaan Teladan Periode Maret–Mei. (Dok. Ditjenpas)

Ambon, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Ambon berikan penghargaan kepada tiga petugas teladan periode Maret, April, dan Mei sebagai apresiasi atas dedikasi dan kinerja terbaik, Senin (22/6).

Pada bulan Maret, penghargaan diberikan kepada Elthon Jhon Ferneyanan, bulan April kepada Gustaf Tanihitu, dan bulan Mei kepada Meksien Tomhisa.

Penghargaan ini juga menjadi program pembinaan petugas yang rutin dilaksanakan setiap bulan. Tujuannya adalah memberikan motivasi, menumbuhkan semangat kerja, dan menciptakan budaya kerja yang positif di lingkungan kerja. Dengan adanya penghargaan ini, diharapkan setiap petugas berlomba-lomba menunjukkan kinerja terbaiknya.

Kepala Lapas Ambon, S Hendra Budiman menyampaikan penghargaan ini merupakan komitmen dalam menumbuhkan semangat kerja dan teladan bagi seluruh petugas. 

"Penghargaan ini bukti dari komitmen dan dedikasi. Diharapkan, ke depan petugas yang lainnya juga termotivasi. Kami ingin setiap petugas merasa bahwa kerja keras mereka dihargai. Dengan penghargaan ini, kami berharap muncul semangat baru yang meningkatkan kualitas pelayanan dan pengabdian,” katanya.

Salah satu penerima penghargaan, Meksien Tomhisa, bangga sekaligus termotivasi untuk terus memberikan yang terbaik.

"Saya berterima kasih atas kepercayaan ini. Penghargaan ini menjadi semangat baru untuk bekerja lebih baik dan memberi kontribusi nyata," ungkapnya.

Pemberian penghargaan petugas teladan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi seluruh jajaran untuk terus meningkatkan kinerja, disiplin, dan dedikasi sehingga Lapas Ambon makin maju dan berdaya guna bagi masyarakat. (Ros)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING