Pemprov Jateng Siapkan Langkah agar Pekerja Kena PHK Bisa Kembali Bekerja

Pemprov Jateng Siapkan Langkah agar Pekerja Kena PHK Bisa Kembali Bekerja. (Dok. Pemprov Jateng)

Semarang, WaraWiri.net - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah siap mendampingi 756 pekerja PT Sumber Graha Sejahtera (SGS) di Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat efisiensi perusahaan.

Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen mengatakan, pendampingan dilakukan untuk memastikan hak-hak para pekerja tetap terpenuhi.

“Kami melakukan pendampingan-pendampingan untuk mengawal hak-hak para buruh,” kata Taj Yasin, seusai mengikuti rapat paripurna DPRD Jawa Tengah, di Gedung Berlian Kota Semarang, Kamis (3/9/2026).

Dia menegaskan, Pemprov Jateng akan mengawal pemenuhan hak pekerja dari perusahaan yang mengalami persoalan ketenagakerjaan. Sebab, sudah menjadi kewajiban perusahaan untuk memberikan hak kepada pekerja yang dilakukan PHK.

Di sisi lain, Pemprov Jateng juga tengah menyiapkan langkah untuk mempertemukan para pekerja terdampak PHK, dengan perusahaan lain yang membutuhkan tenaga kerja.

Taj Yasin menyampaikan, langkah tersebut masih didalami dan dikoordinasikan. Menurutnya, para pekerja PT SGS memiliki pengalaman kerja, yang menjadi modal penting untuk kembali mendapatkan pekerjaan.

Karenanya, Pemprov Jateng akan berkoordinasi dengan perusahaan-perusahaan baru maupun perusahaan yang tengah melakukan pengembangan usaha, agar dapat membuka peluang kerja bagi para pekerja terdampak PHK.

Pihaknya akan terus mengawal persoalan tersebut, agar para pekerja mendapatkan pendampingan terkait hak-haknya, serta memiliki peluang untuk kembali bekerja setelah terkena PHK. (Slamet)
Share:

Wagub Nyanyang Yakin Kepri Bisa Raih Prestasi Terbaik Pada MTQ Nasional 2026 di Semarang

Wakil Gubernur Kepri, Nyanyang Haris Pratamura hadir membuka Training Center (TC) MTQ ke-31 Tingkat Nasional Provinsi Kepri digelar di Ballroom Hotel Golden View, Bengkong, Batam. (Dok. Pemprov Kepri)

Batam, WaraWiri.net - Wakil Gubernur Nyanyang Haris Pratamura meyakini Provinsi Kepulauan Riau bisa meraih prestasi terbaik pada Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) Nasional Ke-31 yang akan dilaksanakan di Kota Semarang Jawa Tengah pada tanggal 11 - 20 September 2026 mendatang.

Hal ini disampaikan Wagub Nyanyang ketika membuka secara resmi kegiatan Training Center (TC) Kafilah Provinsi Kepri Tahun 2026, yang dilaksanakan di Ballroom Hotel Golden View Bengkong Kota Batam, Kamis (3/8/2026).

Kegiatan training senter MTQ ke-31 tingkat nasional di Kepri diikuti 56 kafilah dan 15 pelatih.

Wagub Nyanyang yang juga Ketua Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur'an (LPTQ) Provinsi Kepri dalam kesempatan ini mengatakan, training senter merupakan ajang untuk memantapkan kemampuan dan mengasah kualitas teknik, dan kesiapan mental seluruh kafilah.

"Karenanya, seluruh kafillah harus benar- benar mengoptimalkan semua potensi dan kemampuan terbaik yang dimilikinya, agar saat tampil dan berlaga di ajang MTQ nanti, bisa menampilkan kemampuan terbaiknya," jelas Wagub.

Masih kata Wagub, bahwa pemusatan latihan ini bukan sekadar tempat untuk meningkatkan kemampuan teknis dan kualitas penampilan para peserta. Kegiatan ini merupakan ruang untuk membangun mental juara, kedisiplinan, kekompakan, dan kesiapan spiritual.

"Saya berharap betul, seluruh peserta bisa mengikuti pembinaan ini dengan sungguh-sungguh. Manfaatkan waktu yang ada untuk belajar, berlatih, berdiskusi dan menerima arahan dari para pelatih serta pembina," pintanya.

Saudara-saudari semua, sambungnya, tidak hanya membawa nama pribadi, tetapi juga membawa nama Provinsi Kepulauan Riau. Karena itu, tampilkan kemampuan terbaik dengan tetap menjunjung tinggi akhlak, sportivitas, kerendahan hati dan semangat persaudaraan.

Kemenangan bukan hanya memperoleh juara dan medali. Kemenangan yang sesungguhnya adalah ketika ilmu Al-Qur'an semakin dekat denga kehidupan kita, dan ketika generasi muda semakin mencintai Al-Qur'an, maka prestasi akan berjalan seiring dengan akhlak, pesannya.

Provinsi Kepri selama ini telah memiliki rekam jejak prestasi yang sangat luar biasa di ajang MTQ baik tingkat regional dan nasional. Sehingga ini harus dijadikan motivasi kuat bagi semua kafilah, untuk terus memberikan yang terbaik, pungkas Wagub.

Sementara itu Ketua Harian LPTQ Kepri Handarlin Umar mengatakan kalau training senter akan dilaksanakan mulai dari tanggal 3 - 9 September 2026. Dimana kita semua akan berlatih secara serius dan juga fokus dalam setiap kegiatannya.

"Mengingat Kepri menargetkan bisa masuk lima besar. Dan mudah-mudahan, terget tersebut bisa kita raih. Apalagi kita telah menyiapkan segala sesuatunya secara masksimal, termasuk menghadirkan pelatih nasional kita Said Aqil Siraj," jelasnya.

Hadir dalam kesempatan tersebut bupati walikota kabupaten/kota se-Kepri atau yang mewakili, perwakilan kantor Kementrian agama se-Kepri, perwakilan kementrian kantor haji dan umroh se-Kepri dan para peserta kafilah se Kepulauan Riau. (Fitri)
Share:

Indonesia–Rusia Perkuat Kemitraan Strategis, dari Investasi Pupuk hingga Perkapalan Mutakhir

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani dan Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, memberikan keterangan pers kepada awak media di Vladivostok, Rusia. (Dok. BPMI Setpres)

Rusia, WaraWiri.net - Pertemuan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dengan Presiden Federasi Rusia Vladimir Putin di Vladivostok, Kamis, 3 September 2026, membahas sejumlah peluang konkret untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara mulai dari pertanian, energi dan sumber daya mineral, mineral, pertahanan, hingga investasi dan perkapalan.

Menteri Investasi dan Hilirisasi sekaligus CEO Danantara, Rosan P. Roeslani, mengatakan bahwa salah satu tindak lanjut konkret dari penguatan kerja sama tersebut adalah penjajakan investasi Pupuk Indonesia untuk pengembangan pabrik pupuk urea di Vladivostok.

“Pada intinya, kami bersama-sama dengan Dirut Pupuk Indonesia baru saja menandatangani joint study untuk melihat potensi dari Pupuk Indonesia berinvestasi di Vladivostok ini untuk pupuk urea,” ujar Rosan dalam keterangannya di Vladivostok.

Menurut Rosan, peningkatan kinerja dan efisiensi Pupuk Indonesia membuka peluang bagi perusahaan tersebut untuk memperluas investasi di luar negeri. Kerja sama dengan pihak Rusia diharapkan sekaligus dapat memperkuat ketahanan bahan dan industri nasional.

“Kalau kita lihat dari Pupuk Indonesia ini performance-nya makin lama makin bagus, makin efisien, sehingga mempunyai potensi yang sangat besar untuk berinvestasi di Vladivostok ini dan dengan pihak Rusia. Diharapkan ini menjadi salah satu langkah strategis yang bisa memperkuat juga dari sektor ketahanan bahan kita dan juga ketahanan industri kita,” ungkapnya.

Direktur Utama Pupuk Indonesia, Rahmad Pribadi, menambahkan bahwa penandatanganan nota kesepahaman untuk studi bersama tersebut sejalan dengan arahan Danantara agar Pupuk Indonesia makin berperan dalam memperkuat ketahanan nasional sekaligus memperluas ekspansi global. Posisi Vladivostok yang menghadap kawasan Pasifik dinilai strategis karena kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu pasar utama Pupuk Indonesia.

“Ini menjadi menarik karena Vladivostok adalah menghadap ke Pasifik, pasar yang selama ini memang menjadi pasar utama Pupuk Indonesia,” ujar Dirut Pupuk Indonesia.

Selain sektor pupuk, Rosan mengungkapkan adanya peluang kerja sama di bidang perkapalan. Dalam pertemuan bilateral, Presiden Putin menawarkan kapal berteknologi mutakhir dengan panjang lebih dari 102 meter yang dapat digunakan untuk mendukung pengolahan hasil perikanan secara langsung.

“Presiden Putin juga menawarkan untuk perkapalan yang panjangnya lebih dari 102 meter yang mutakhir, untuk pengolahan langsung ikan-ikan kita sehingga menjadi lebih baik kualitasnya,” kata Rosan.

Menindaklanjuti tawaran tersebut, Presiden Prabowo akan mengirimkan tim untuk mempelajari lebih lanjut teknologi dan potensi pemanfaatan kapal tersebut bagi Indonesia.

Rosan juga menyoroti rencana ratifikasi perjanjian perdagangan bebas antara Indonesia dan Eurasia yang diharapkan makin membuka ruang perdagangan dan investasi kedua negara. Terlebih, perdagangan Indonesia–Rusia tercatat meningkat lebih dari 12 persen pada tahun sebelumnya.

“Jadi momentumnya sangat baik, momentumnya sangat pas sehingga ini memperluas dari segi perdagangan, kerja sama, partnership, investasi terhadap kedua negara,” pungkas Rosan.

Rangkaian kesepakatan dan peluang tersebut menunjukkan bahwa pertemuan Presiden Prabowo dan Presiden Putin tidak hanya mempererat hubungan politik Indonesia–Rusia, tetapi juga diarahkan pada kerja sama konkret yang memberikan nilai tambah bagi perekonomian, industri, dan ketahanan nasional kedua negara. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Dorong Konektivitas Langsung Indonesia-Rusia, dari Kapal hingga Pesawat

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia. (Dok. BPMI Setpres)

Rusia, WaraWiri.net - Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mendorong pembukaan jalur pelayaran dan penerbangan langsung antara Indonesia dan Rusia untuk memperkuat konektivitas serta hubungan ekonomi kedua negara. Hal itu disampaikan Presiden Prabowo dalam pidatonya saat menghadiri Eastern Economic Forum (EEF) ke-11 di Far Eastern Federal University (FEFU), Vladivostok, Federasi Rusia, pada Kamis, 3 September 2026.

Presiden Prabowo mengatakan hubungan bisnis Indonesia dan Rusia yang semakin intensif perlu ditingkatkan dari hubungan personal menjadi kerja sama kelembagaan yang kuat. Menurutnya, hal itu membutuhkan aturan yang jelas, sistem pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang terprediksi, serta kesepakatan yang mampu bertahan di tengah pergantian pejabat.

“Tugas yang ada di hadapan kita adalah mengubah kepercayaan pribadi menjadi kepercayaan kelembagaan – aturan yang jelas, pembayaran yang dapat diandalkan, logistik yang dapat diprediksi, dan perjanjian yang tetap berlaku meskipun terjadi pergantian pejabat,” ujar Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo mengusulkan pembentukan jalur pelayaran langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia. Kepala Negara menekankan pentingnya kepastian jadwal, biaya, asuransi, serta ketersediaan kargo untuk perjalanan dua arah.

“Saya percaya, dalam Forum ini, kita dapat membangun pengiriman langsung yang kompetitif antara Vladivostok dan Indonesia – dengan jadwal, biaya, asuransi, dan kargo yang dapat diprediksi di kedua arah,” ungkapnya.

Selain jalur laut, Presiden Prabowo mendorong pembukaan penerbangan langsung Indonesia-Rusia. Menurutnya, konektivitas udara akan memperkuat hubungan antarmasyarakat dan meningkatkan kunjungan kedua negara.

“Jalur penerbangan langsung akan membawa pengunjung Rusia ke Indonesia dan pengunjung Indonesia ke keindahan Timur Jauh Rusia. Kapal mengangkut barang, pesawat mengangkut persahabatan,” kata Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kerja sama Indonesia-Rusia tidak hanya terbatas pada perdagangan barang, tetapi juga dapat diperluas ke sektor energi, ketahanan pangan, industrialisasi, antariksa, pendidikan tinggi, dan transportasi. Di bidang pangan dan industri misalnya, Indonesia menawarkan kerja sama teknologi pertanian, benih unggul, peternakan, mekanisasi pertanian, pengolahan pangan, produksi pupuk, serta hilirisasi berbagai produk, termasuk pangan, farmasi, furnitur, dan elektronik.

“Jadi saya katakan langsung kepada perusahaan-perusahaan Rusia: datanglah ke Indonesia, bekerja sama dengan kami, berproduksi bersama kami, mari kita membangun industri bersama, mari kita menciptakan nilai bersama,” ucap Presiden Prabowo.

Presiden Prabowo juga mengajak perusahaan Rusia menjadikan Indonesia sebagai pintu masuk menuju pasar ASEAN dan Indo-Pasifik. Sedangkan untuk memperkuat investasi, Presiden Prabowo menawarkan peran Danantara sebagai jembatan antara modal Indonesia dan Rusia. Presiden Prabowo juga mendorong Danantara dan Russian Direct Investment Fund (RDIF) bergerak dari tahap penjajakan menuju pembiayaan proyek yang layak secara bisnis.

“Danantara dan dana kekayaan negara Rusia, Russian Direct Investment Fund (RDIF), dapat beralih dari mengidentifikasi peluang ke membiayai proyek-proyek yang layak investasi,” ujarnya.

Presiden Prabowo pun menegaskan setiap kesepakatan yang dihasilkan dalam forum harus memiliki target konkret, termasuk nilai proyek, skema pembiayaan, dan tahapan pelaksanaan. 

“Setiap perjanjian yang diumumkan harus mencantumkan nilai, pembiayaan, dan tahapan penyelesaiannya,” tegas Presiden Prabowo. (Dinda)
Share:

KKP - ISI Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni

KKP - ISI Yogyakarta Kolaborasi Kembangkan BMKT untuk Ilmu Pengetahuan dan Seni. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dan Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta berkolaborasi memanfaatkan Benda Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) untuk mendukung kemajuan ilmu pengetahuan dan seni di Indonesia.

Kolaborasi KKP dan ISI ditandai dengan penandatanganan dokumen kerja sama dilakukan di Yogyakarta oleh Direktur Sumber Daya Kelautan, Frista Yorhanita, bersama Dekan Fakultas Seni Rupa dan Desain ISI Yogyakarta, Muhamad Sholahuddin, serta disaksikan oleh Rektor ISI Yogyakarta, Dr. Irwandi menjelang akhir Agustus lalu.

“Kita ingin memastikan bahwa setiap fragmen yang memiliki nilai sejarah dapat dihidupkan kembali melalui ilmu pengetahuan, seni, dan pendidikan sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Pengelolaan Kelautan, Koswara, dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (3/9).

Pendekatan kolaboratif dengan perguruan tinggi seni menjadi strategi penting KKP untuk mengenalkan kekayaan sumber daya kelautan nonhayati kepada generasi muda. BMKT merupakan bagian dari identitas maritim bangsa yang tidak hanya bernilai sejarah, tetapi juga dapat menjadi sumber inovasi dan media edukasi publik.

Direktur Sumber Daya Kelautan, Frista Yorhanita, menjelaskan ruang lingkup kemitraan ini mencakup lima bidang utama yang saling mendukung. Pertama, penguatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelaksanaan kuliah umum, bimbingan teknis, hingga program magang mahasiswa. Kedua, pemanfaatan BMKT sebagai media pembelajaran, penelitian, dan bahan konservasi berbasis keilmuan.

Ketiga, penguatan tata kelola koleksi BMKT melalui penyusunan katalog, produk kreatif, serta penyusunan pedoman standar tata kelola. Keempat, penyadartahuan dan pengabdian kepada masyarakat terkait pemanfaatan BMKT. Kelima, dokumentasi, publikasi, serta diseminasi informasi digital dan fisik koleksi BMKT secara terstruktur. Perjanjian kerja sama ini berlaku untuk jangka waktu lima tahun (2026–2031).

Langkah ini sejalan dengan komitmen KKP dalam mengoptimalkan pengelolaan barang milik negara dan warisan budaya maritim secara berkelanjutan, yang dalam lima tahun ke depan diwujudkan melalui program nyata seperti kuliah umum, bimbingan teknis, magang mahasiswa, hingga penyusunan karya masterpiece berbasis BMKT bersama ISI Yogyakarta. (Ros)
Share:

Wamenkeu Suahasil: Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Investasi Berkualitas dan Pembiayaan Jangka Panjang

Wamenkeu Suahasil: Pertumbuhan Ekonomi Perlu Ditopang Investasi Berkualitas dan Pembiayaan Jangka Panjang. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi di tengah lingkungan global yang semakin menantang. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Suahasil Nazara menegaskan penguatan investasi berkualitas dan mobilisasi pembiayaan jangka panjang menjadi kunci untuk meningkatkan produktivitas ekonomi, sekaligus menjaga stabilitas dan keberlanjutan fiskal. Hal tersebut disampaikan Wamenkeu dalam J.P. Morgan Investment Forum bertajuk “Financing Indonesia’s Growth Agenda Amid Fiscal Constraints” di Jakarta, Rabu (2/9).

Menurut Wamenkeu, Indonesia memasuki lingkungan global yang lebih menantang dengan fundamental ekonomi dan kondisi fiskal yang tetap kuat. Kondisi tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia untuk menjaga momentum pertumbuhan sekaligus menghadapi berbagai tekanan eksternal.

“Saat ini ekonomi Indonesia terbukti cukup tangguh dan memiliki ketahanan tinggi. Tingkat pertumbuhan pada semester pertama mencapai 5,45 persen secara tahunan, sementara angka inflasi terkini berada di level 3,2 persen. Hal ini menunjukkan ketangguhan Indonesia serta kemampuan kita dalam mengelola keseimbangan eksternal,” ujar Wamenkeu.

Di tengah kondisi tersebut, pemerintah ingin membawa Indonesia menuju jalur pertumbuhan yang lebih tinggi. Wamenkeu menekankan bahwa upaya tersebut perlu didukung investasi yang tidak hanya lebih besar, tetapi juga lebih berkualitas dan mampu meningkatkan produktivitas perekonomian.

“Untuk bergerak menuju jalur pertumbuhan yang lebih tinggi, kita membutuhkan investasi yang lebih kuat dan berkualitas, yang pada akhirnya meningkatkan produktivitas,” jelasnya.

Untuk mendukung agenda tersebut, pemerintah terus memperkuat iklim investasi melalui deregulasi, debottlenecking, kepastian kebijakan, serta berbagai upaya untuk meningkatkan produktivitas. Menurut Wamenkeu, pertumbuhan yang berkelanjutan membutuhkan peningkatan modal, kapasitas produksi, nilai tambah, dan produktivitas ekonomi secara luas.

Sejalan dengan itu, pembiayaan pertumbuhan perlu ditopang oleh sinergi antara APBN, Danantara, dan sektor swasta. Wamenkeu menjelaskan APBN akan tetap berperan dalam menciptakan ruang bagi pertumbuhan sekaligus melindungi masyarakat. Sementara itu, Danantara bersama mitra dan sektor swasta diharapkan dapat memobilisasi investasi dan pembiayaan jangka panjang.

“APBN dan Danantara menjadi dua pilar pendukung bagi Republik Indonesia. APBN memfasilitasi dan memberikan perlindungan, sementara Danantara berperan menyusun struktur dan meningkatkan skala usaha, serta mendorong inovasi investasi sektor swasta. Secara bersama-sama kita akan melaksanakannya,” ungkap Wamenkeu.

Dalam kerangka tersebut, Wamenkeu menegaskan APBN tetap harus menjalankan tiga fungsi secara bersamaan, yaitu sebagai shock absorber untuk menghadapi tekanan ekonomi, membiayai pembangunan yang produktif, serta menjaga kesehatan dan keberlanjutan fiskal. Karena itu, menurut Wamenkeu, pertumbuhan ekonomi dan stabilitas fiskal harus berjalan beriringan untuk memastikan Indonesia mampu menghadapi ketidakpastian global sekaligus mencapai pertumbuhan yang lebih tinggi.

“Kita tidak harus memilih antara pertumbuhan atau stabilitas. Kita akan terus melakukan keduanya untuk Indonesia yang lebih baik di masa depan,” kata Wamenkeu. (Evi)
Share:

Bantuan Kemenimipas untuk Korban Gempa Sampai di Flores

Bantuan Kemenimipas untuk Korban Gempa Sampai di Flores. (Dok. Kemenimipas)

NTT, WaraWiri.net - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) bergerak membantu masyarakat dan jajaran yang terdampak gempa Flores di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur. Bantuan yang berasal dari donasi seluruh jajaran Kemenimipas itu disalurkan langsung melalui jajaran Pemasyarakatan. Bantuan diserahkan Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi yang hadir mewakili Menteri Imipas Agus Andrianto di Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas IIB Ruteng, Kamis (3/9/2026).

"Pak Menteri menekankan pentingnya kehadiran negara bagi masyarakat maupun jajaran Kemenimipas yang terdampak bencana. Karena itu, pemantauan dan penanganan tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi dilanjutkan dengan memastikan kebutuhan pemulihan di lapangan segera ditindaklanjuti, " ungkap Mashudi.

Bantuan yang disalurkan cukup besar. Terdiri dari 20 ton beras, 2.000 selimut, 1.000 liter minyak goreng, 1.000 kilogram gula pasir, 1.000 tray telur, 1.000 dus mi instan, obat-obatan dan multivitamin. Dukungan juga diberikan Dharma Wanita Persatuan Kemenimipas serta Persatuan Ibu-ibu Pemasyarakatan.

Bantuan tersebut menyasar masyarakat terdampak gempa, jajaran Rutan Kelas IIB Ruteng, warga binaan beserta keluarganya, serta pihak terdampak di Kantor Imigrasi Kelas II Labuan Bajo.

“Pemantauan akan terus dilakukan untuk memastikan kebutuhan penanganan dan pemulihan pascabencana dapat segera ditindaklanjuti secara tepat dan terkoordinasi. Kami ingin memastikan jajaran, warga binaan, dan masyarakat yang terdampak bencana tidak sendiri dalam menghadapi kondisi ini,” terang Mashudi.

Usai menyerahkan bantuan, Mashudi bersama jajaran Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Nusa Tenggara Timur (Kanwil Ditjenpas NTT) meninjau langsung kondisi Rutan Kelas IIB Ruteng. Rutan tersebut ikut terdampak gempa yang terjadi pada 15 Agustus 2026.

Gempa menyebabkan kerusakan pada sejumlah bagian bangunan rutan. Ditjenpas sebelumnya telah menurunkan tim untuk melakukan asistensi dan penilaian tingkat kerusakan. Hasil penilaian awal menunjukkan sejumlah bagian bangunan mengalami kerusakan berat sehingga memerlukan pembangunan kembali. Hasil penilaian tersebut selanjutnya akan menjadi dasar penyusunan kebutuhan penanganan dan Rencana Anggaran Biaya.

Mashudi meminta Direktorat Sarana, Prasarana, dan Pelayanan Pemasyarakatan segera menindaklanjuti kebutuhan sarana dan prasarana Rutan Ruteng. Perhatian terhadap kondisi fisik rutan juga dibarengi dengan memastikan pelayanan kepada warga binaan tetap berjalan. Pihaknya memastikan pemenuhan hak-hak warga binaan tetap diberikan sesuai standar pelayanan dan ketentuan peraturan perundang-undangan, termasuk di antaranya pemberian remisi yang tetap diupayakan sesuai ketentuan yang berlaku.

Kepala Kanwil Ditjenpas NTT Decky Nurmansyah mengatakan jajarannya terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mempercepat penanganan Rutan Ruteng. 

“Kondisi Rutan Ruteng membutuhkan dukungan dan tindak lanjut, terutama pada bagian bangunan yang terdampak gempa. Kami akan terus berkoordinasi dan menyampaikan kondisi di lapangan agar penanganannya dapat segera dilakukan,” ujar Decky.

Tidak hanya fokus pada penanganan dampak gempa di Ruteng, pada hari yang sama Mashudi juga meninjau lahan milik Kemenimipas di Labuan Bajo seluas sekitar 3,3 hektare. Lahan tersebut telah dialihkan kepada Kemenimipas dan saat ini masih dalam proses penyesuaian administrasi serta status pertanahan dari Pemerintah Kabupaten Manggarai Barat kepada Kemenimipas. Mashudi meminta proses administrasi aset tersebut terus dikawal hingga tuntas dan seluruh tahapan dilakukan sesuai ketentuan.

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya Kemenimipas memastikan aset negara yang telah dialihkan dapat segera memiliki status administrasi yang jelas dan dimanfaatkan untuk mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi kementerian.

Melalui penyaluran bantuan, peninjauan langsung fasilitas Pemasyarakatan yang terdampak, serta pengawalan aset negara, Menteri Imipas Agus Andrianto memastikan kehadiran Kemenimipas tidak hanya dirasakan di tingkat kebijakan, tetapi juga sampai ke lapangan. Masyarakat, pegawai, maupun WBP yang terdampak gempa Flores menjadi bagian dari perhatian Kemenimipas dalam proses penanganan dan pemulihan pascabencana. (Tedy)
Share:

Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik

Menteri Imipas Tegaskan Komitmen Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik. (Dok. Kemenimipas)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, menginstruksikan seluruh jajarannya untuk segera mengimplementasikan rekomendasi perbaikan tata kelola guna menutup celah risiko penyimpangan dalam pelayanan publik. Instruksi tersebut ditekankan menyusul rampungnya hasil evaluasi menyeluruh yang dilakukan oleh Tim Evaluasi bersama konsultan profesional di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas).

”Saya minta kepada rekan-rekan sekalian, tolong apa yang menjadi temuan tim evaluator ini dilakukan perbaikan-perbaikan tata kelolanya, sehingga berbagai potensi risiko ancaman, potensi risiko penyimpangan ini bisa dihindarkan,” tegas Menteri Agus saat memimpin Rapat Pemaparan Hasil Akhir Tim Evaluasi dan Perbaikan Tata Kelola Pelayanan Publik di Lingkungan Kemenimipas, Rabu (2/9).

Berpusat di Gedung Kemenimipas, Jakarta, pemaparan hasil evaluasi tersebut menjadi momentum dalam mengantisipasi berbagai risiko yang timbul serta memperbaiki tata kelola secara menyeluruh baik di tingkat pusat, kantor wilayah, maupun unit pelaksana teknis (UPT).

Pembentukan tim evaluasi tersebut didasarkan pada Keputusan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Nomor M.IP-35.PR.02.01 Tahun 2026. Dalam pelaksanaannya, tim evaluasi menggandeng konsultan profesional untuk meninjau secara menyeluruh alur proses layanan di unit pusat dan daerah. Kolaborasi tersebut dilaksanakan untuk memperkuat kepastian layanan, pengendalian internal, akuntabilitas, serta mitigasi risiko penyimpangan.

Sekretaris Jenderal Kemenimipas, Asep Kurnia, dalam pemaparannya melaporkan bahwa tim evaluasi telah mengidentifikasi berbagai titik rawan fraud. Selain itu, tim evaluasi juga turut menyusun standar operasional prosedur (SOP) berbasis bukti, serta menetapkan target aksi cepat (quick win) dalam kerangka waktu 30, 60, hingga 90 hari ke depan pada bidang keimigrasian maupun pemasyarakatan.

”Bapak Menteri Imipas telah menugaskan kepada kami untuk meninjau seluruh alur proses layanan, khususnya di unit pusat secara menyeluruh dari aspek kepastian layanan, penguatan pengendalian internal, akuntabilitas, serta mitigasi risiko terjadinya penyimpangan. Selanjutnya Bapak Menteri Imipas juga menargetkan kepada kami untuk melaksanakan kegiatan ini paling lambat 31 Agustus 2026. Dan alhamdulillah, berkat dukungan dan komitmen seluruh anggota tim, akhirnya bisa kita selesaikan evaluasi ini tepat waktu,” ujar Sekjen Asep Kurnia.

Melalui evaluasi dan perbaikan tata kelola pelayanan publik, Kemenimipas terus berupaya dalam menghadirkan birokrasi yang bersih dan akuntabel. Kemenimipas berkomitmen dalam melaksanakan perbaikan secara berkelanjutan serta berorientasi penuh pada pelayanan prima bagi masyarakat, baik dalam bidang Keimigrasian maupun Pemasyarakatan. (Tedy)
Share:

OJK dan Kemenkes RI Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan Dorong Pembiayaan Kesehatan Murah

OJK dan Kemenkes RI Perkuat Ekosistem Asuransi Kesehatan Dorong Pembiayaan Kesehatan Murah. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) bersama Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes) terus memperkuat ekosistem asuransi kesehatan untuk mendorong layanan kesehatan yang semakin efisien, terintegrasi, dan berkelanjutan sehingga mampu memberikan pelindungan kesehatan yang lebih optimal dan semakin murah kepada masyarakat.

Penguatan ekosistem asuransi kesehatan tersebut diwujudkan melalui Task Force Penguatan Ekosistem Asuransi Kesehatan melalui Koordinasi Antar Penyelenggara Jaminan (KAPJ), yang ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara perusahaan asuransi dan jaringan/fasilitas rumah sakit di Gedung Adhyatama Kemenkes, Jakarta, Kamis (3/9).

Task Force KAPJ dibentuk sebagai tindak lanjut rapat koordinasi Komite Kebijakan Sektor Kesehatan yang diketuai oleh OJK dan didukung Kemenkes, BPJS Kesehatan, asosiasi rumah sakit, serta asosiasi perusahaan asuransi. Task Force KAPJ mendorong koordinasi dan penyelarasan antarpemangku kepentingan untuk memperkuat penyelenggaraan jaminan kesehatan serta meningkatkan efisiensi layanan kepada masyarakat.

Kepala Eksekutif Pengawas Perasuransian, Penjaminan, dan Dana Pensiun OJK Ogi Prastomiyono yang hadir dalam kesempatan itu, menyampaikan bahwa penguatan koordinasi antara perusahaan asuransi dan rumah sakit merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem asuransi kesehatan yang lebih sehat dan kuat serta meningkatkan pelindungan kesehatan kepada masyarakat.

“Ini adalah bagian daripada perbaikan penguatan ekosistem dari industri kesehatan kita. Termasuk dari perusahaan asuransi dan menjadi awal daripada transformasi kita. Bagaimana ekosistem industri kesehatan kita akan lebih sehat, lebih kuat, dan bisa melindungi daripada masyarakat," ujar Ogi.

Ogi menegaskan bahwa OJK sebagai pengawas perusahaan asuransi akan terus mendorong penguatan ekosistem tersebut sehingga masyarakat dapat memperoleh pelayanan yang semakin baik.

“Kami sebagai pengawas daripada perusahaan asuransi akan terus mendorong ekosistem ini akan menjadi lebih baik sehingga masyarakat akan terlayani dengan baik karena kesehatan adalah kebutuhan dasar dari masyarakat dan tentunya kontribusi daripada asuransi komersial akan lebih meningkat," kata Ogi.

Menteri Kesehatan Republik Indonesia Budi Gunadi Sadikin dalam kesempatan yang sama, menyampaikan bahwa penguatan koordinasi antarpenyelenggara jaminan merupakan bagian dari transformasi sistem pembiayaan kesehatan untuk menciptakan pembiayaan yang semakin efisien dan ekosistem yang berkelanjutan.

“Tujuannya adalah pembiayaan kesehatan kalau bisa dibuat bagi masyarakat dan negara semurah mungkin, hasilnya sebagus mungkin, dan ekosistemnya itu berkesinambungan. Jadi bisa berkembang dengan normal dan sustainable," ujar Budi.

Budi menjelaskan bahwa peningkatan peran asuransi dalam pembiayaan kesehatan diharapkan dapat mengurangi beban pembayaran langsung masyarakat ketika membutuhkan pelayanan kesehatan. Untuk itu, koordinasi antara perusahaan asuransi swasta, BPJS Kesehatan, dan rumah sakit perlu terus diperkuat, termasuk melalui pertukaran data dan penyelarasan mekanisme pembayaran.

Perjanjian Kerja Sama

Sebagai bentuk implementasi KAPJ, lima perusahaan asuransi yang terlibat dalam penandatanganan PKS terdiri atas AIA Financial, BRI Life, Manulife Indonesia, Manulife Indonesia Syariah, dan Asuransi Jiwa BCA. Sementara itu, tujuh jaringan atau fasilitas rumah sakit yang terlibat terdiri atas Primaya Hospital Group, Hermina Hospital Group, Siloam Hospital Group, Rumah Sakit Kasih Grup, Rumah Sakit Sentra Medika Group, Rumah Sakit Azra Bogor, dan Rumah Sakit Dinda Tangerang.

Melalui kerja sama tersebut, perusahaan asuransi dan rumah sakit berkomitmen mendorong standardisasi sistem, mempercepat proses administrasi, serta mengoptimalkan pelaksanaan manfaat jaminan kesehatan yang diterima peserta. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi hambatan dalam proses layanan antara peserta, perusahaan asuransi, dan rumah sakit.

Task Force KAPJ selanjutnya akan terus mendorong koordinasi dan kolaborasi antarpenyelenggara jaminan serta pemangku kepentingan terkait untuk memperkuat implementasi KAPJ. Sinergi antara kebijakan sektor kesehatan dan pengawasan sektor jasa keuangan diharapkan dapat mendukung terbentuknya ekosistem asuransi kesehatan yang sehat, transparan, efisien, dan berkelanjutan serta memberikan manfaat yang lebih optimal bagi masyarakat. (Budi)
Share:

Ditemui LPSK, Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Saksi di Makassar Lebih Optimal

Ditemui LPSK, Wali Kota Munafri Minta Perlindungan Saksi di Makassar Lebih Optimal. (Dok. Pemkot Makassar)

Makassar, WaraWiri.net - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, mendorong penguatan perlindungan terhadap saksi dan korban melalui sinergi Pemerintah Kota Makassar bersama Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Hal tersebut disampaikan Munafri saat menerima audiensi LPSK yang dipimpin Wakil Ketua LPSK, Mahyudin, di Balaikota Makassar, Kamis (3/09/2026). Pertemuan tersebut dimanfaatkan Munafri untuk memperkuat koordinasi sekaligus membahas upaya perlindungan saksi dan korban di tingkat daerah.

Munafri mengatakan, perlindungan saksi dan korban merupakan bagian penting dalam penanganan berbagai persoalan kekerasan yang terjadi di masyarakat, khususnya kekerasan terhadap anak dan perempuan.

Untuk itu, Pemerintah Kota Makassar terus membuka ruang bagi masyarakat untuk menyampaikan aduan dan laporan. Salah satunya melalui kantor kelurahan yang akan ditindaklanjuti bersama Dinas Sosial.

“Ini menjadi penanganan yang serius buat Pemkot Makassar. Ada beberapa yang memang menjadi perhatian kita di kasus kekerasan anak dan perempuan,” ujar Munafri.

Secara khusus, Munafri menilai, penguatan perlindungan saksi sangat penting agar masyarakat tidak takut untuk berbicara dan melaporkan kasus yang dialaminya maupun yang diketahuinya.

Sebab, kata Munafri, dalam sejumlah kasus saksi maupun korban kerap berada dalam situasi tertekan, termasuk karena ancaman atau intimidasi. Kondisi tersebut dapat membuat persoalan sulit terungkap secara utuh.

Untuk itu, Munafri mendorong penguatan perlindungan saksi di Makassar. Baik itu dari regulasi maupun edukasi. Ia pun mengajak LPSK menghadirkan sosialisasi mengenai perlindungan saksi dan korban kepada masyarakat bersama pihak LPSK terkait.

Menurutnya, pemahaman masyarakat mengenai mekanisme perlindungan menjadi bagian penting dari upaya pencegahan sekaligus penanganan kasus.

“Saya berharap bersama teman-teman di instansi terkait bisa kita sosialisasikan bersama,” ujarnya.

Selain menjadi ruang edukasi, Munafri menyebut sosialisasi tersebut penting sebagai langkah preventif Pemerintah sekaligus memastikan masyarakat mengetahui hak dan akses perlindungan yang tersedia.

“Penting sekali untuk kebutuhan masyarakat di Kota Makassar. Sosialisasi ini juga jadi tindakan preventif buat kami,” pungkasnya.

Wakil Ketua LPSK, Mahyudin, menyambut baik koordinasi tersebut. Ia mengatakan, sinergi dengan pemerintah daerah sangat tepat untuk mempercepat akses masyarakat terhadap layanan perlindungan saksi dan korban.

“Memang kami tidak banyak program-program edukasi, namun itu bisa dilakukan dengan pemerintah daerah,” pungkasnya.

Lebih jauh, Ia menjelaskan kolaborasi pemerintah daerah hingga tingkat bawah akan membantu memperpendek jarak layanan perlindungan, terutama ketika korban atau saksi membutuhkan penanganan secara cepat.

“Dengan adanya kerja sama dengan Pemda, mata rantai yang cukup jauh itu bisa dipersingkat dan kemudian layanan-layanan seperti kesehatan bagi korban dan saksi bisa cepat didapatkan,” katanya

Mahyudin pun mengapresiasi pertemuan tersebut menjadi awal yang baik untuk memperkuat kerja sama dalam menghadirkan perlindungan bagi saksi dan korban di Kota Makassar. (Siti)
Share:

Surabaya Andalkan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Redam Inflasi

Surabaya Andalkan Urban Farming untuk Perkuat Ketahanan Pangan dan Redam Inflasi. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan perkotaan melalui pengembangan urban farming. Memasuki tahun kelima, Surabaya Urban Farming Competition (SUFC) 2026 diarahkan menjadi gerakan masyarakat untuk meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga pasokan dan stabilitas harga komoditas.

Program yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya itu resmi diluncurkan pada Jumat (4/9/2026) di Graha Sawunggaling. Tahun ini, cabai rawit dan bawang merah menjadi komoditas utama yang dibudidayakan, dengan target panen pada awal Desember 2026.

Asisten Administrasi Umum Sekretariat Daerah Kota Surabaya, Anna Fajriatin mengatakan, urban farming akan disinergikan dengan program Kampung Pancasila, khususnya pada pilar lingkungan. Lomba Kampung Pancasila sendiri akan melibatkan seluruh 1.361 RW di Surabaya.

“Di tahun 2026 ini akan menjadi sebuah sinergi yang hebat. Program dari Dinas Ketahanan Pangan melalui Urban Farming Competition akan bersinergi dengan Lomba Kampung Pancasila,” kata Anna.

Menurut Anna, kolaborasi tersebut diharapkan menjadikan urban farming sebagai gerakan bersama di tingkat kewilayahan, sekaligus memperkuat ketahanan pangan dari lingkungan terdekat masyarakat.

“Urban farming ini tidak hanya menjadi kegiatan lomba, tetapi menjadi gerakan bersama di setiap wilayah. Dengan keterlibatan 1.361 RW, kita ingin membangun ketahanan pangan mulai dari lingkungan masing-masing,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala DKPP Surabaya Nanik Sukristina mengatakan, SUFC 2026 mendorong masyarakat memanfaatkan berbagai ruang di kawasan perkotaan, mulai dari pekarangan rumah, lahan aset, fasilitas umum hingga lahan yang belum termanfaatkan.

“Ketahanan pangan kita mulai dari skala rumah tangga. Setelah itu, secara bertahap bisa dikembangkan ke skala yang lebih luas, misalnya tingkat RW,” kata Nanik.

Tahun ini, SUFC memiliki empat kategori, yakni Urban Farming Terintegrasi atau Terpadu, Kuantitas Bawang Merah, Kuantitas Cabai Rawit, dan Urban Farming Pemula. Kategori urban farming terpadu menjadi pembeda karena menggabungkan pertanian dengan unsur perikanan dan peternakan.

Nanik menjelaskan, pada kategori kelompok tani, peserta membudidayakan cabai rawit dan bawang merah. Panitia menyediakan 30 bibit bawang merah dan satu paket benih cabai rawit, sementara media tanam serta perlengkapan budidaya disiapkan secara mandiri oleh peserta.

Penanaman dan pemeliharaan dimulai 6 September 2026. Selama kompetisi, DKPP bersama stakeholder dan mitra pendukung melakukan monitoring serta pendampingan. Penilaian mencakup proses pemeliharaan dan produktivitas sesuai kategori, tidak hanya melihat hasil akhir.

“Yang ingin kita dorong adalah bagaimana masyarakat bisa ikut memperkuat ketahanan pangan melalui urban farming. Pengetahuan dan pengalaman selama kompetisi diharapkan dapat diterapkan dan dikembangkan di lingkungan masing-masing, sehingga produksi pangan bisa terus berjalan,” ujarnya.

Rangkaian SUFC dirancang agar panen berlangsung pada awal Desember. Momentum tersebut diharapkan menambah pasokan cabai dan bawang merah ketika permintaan masyarakat meningkat menjelang akhir tahun saat periode Natal dan Tahun Baru.

“Panen tersebut diharapkan dapat turut menekan angka inflasi. Menjelang akhir tahun, Natal dan Tahun Baru, biasanya terjadi peningkatan permintaan yang dapat mendorong kenaikan harga komoditas seperti cabai dan bawang merah,” jelasnya.

Melalui pengembangan urban farming, Pemkot Surabaya mendorong lahan-lahan perkotaan menjadi lebih produktif sekaligus membangun kemandirian pangan dari tingkat rumah tangga hingga kewilayahan.

“Sinergi dengan Kampung Pancasila juga diharapkan membuat gerakan menanam terus berkembang dan memberikan manfaat setelah kompetisi berakhir,” pungkasnya. (Alif)
Share:

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Wali Kota Bekasi: Terus Tingkatkan Pelayanan

8.000 PPPK Kota Bekasi Tuntaskan Orientasi, Wali Kota Bekasi: Terus Tingkatkan Pelayanan. (Dok. Pemkot Bekasi)

Bekasi, WaraWiri.net - Rangkaian Orientasi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi tahun 2026 resmi ditutup. Kegiatan yang berlangsung selama kurang lebih empat bulan tersebut digelar dalam 10 gelombang dan diikuti sekitar 8.000 peserta.

Acara penutupan berlangsung melalui zoom di Command Centre Pemerintah Kota Bekasi, Rabu (2/9/2026). Selama mengikuti orientasi, para peserta mendapatkan berbagai materi serta menjalani sejumlah agenda yang dirancang untuk menambah pengetahuan, pengalaman, sekaligus pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab sebagai pelayan publik.

Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti rangkaian orientasi hingga selesai. Ia juga menyampaikan penghargaan kepada Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Jawa Barat, BKPSDM Kota Bekasi, serta seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan kegiatan.

“Orientasi ini bukan hanya tentang menyelesaikan tahapan sebagai PPPK, tetapi bagaimana seluruh peserta mendapatkan pengalaman dan pemahaman yang bisa menjadi bekal dalam menjalankan tugas sebagai pelayan masyarakat. Saya mengapresiasi seluruh peserta yang telah mengikuti proses ini dengan baik,” ujar Tri.

Berdasarkan hasil penilaian yang dilakukan oleh BPSDM Jawa Barat bersama BKPSDM Kota Bekasi, capaian para peserta menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal tersebut menjadi gambaran bahwa PPPK di lingkungan Pemerintah Kota Bekasi memiliki kompetensi yang baik dan siap menjalankan tugas sesuai bidangnya.

Tri berharap hasil tersebut dapat menjadi motivasi bagi seluruh PPPK untuk terus meningkatkan kemampuan dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat.

“Setelah orientasi ini selesai, tantangan yang sebenarnya adalah ketika saudara-saudara kembali ke unit kerja masing-masing. Tunjukkan kompetensi, integritas, dan semangat melayani. Jadikan ilmu serta pengalaman selama orientasi sebagai bekal untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Kota Bekasi,” tegasnya.

Dengan berakhirnya orientasi, ribuan PPPK tersebut diharapkan mampu menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pelaksanaan tugas sehari-hari. Kehadiran mereka juga diharapkan semakin memperkuat kualitas pelayanan publik dan mendukung kinerja Pemerintah Kota Bekasi ke depan. (Muh)
Share:

KCIC Hadirkan Beragam Promo Diskon Tiket Whoosh di KAI Expo 2026

KCIC Hadirkan Beragam Promo Diskon Tiket Whoosh di KAI Expo 2026. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - KCIC hadir dalam KAI Expo 2026 yang berlangsung pada 4 hingga 6 September 2026 di Grand Atrium Kota Kasablanka, Jakarta, mulai pukul 10.00 hingga 22.00 WIB. Masyarakat dapat mengunjungi Whoosh di booth nomor A20 untuk menikmati berbagai program menarik, mulai dari diskon 20% untuk Group Reservation dan Edutrip, diskon 10% pembelian Whoosh Prepaid Voucher, hingga Lucky Draw berhadiah voucher perjalanan Whoosh kelas Premium Economy dan merchandise Whoosh.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, kehadiran Whoosh di KAI Expo 2026 menjadi bagian dari upaya KCIC untuk semakin mendekatkan layanan kepada masyarakat sekaligus memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Penyelenggaraan KAI Expo yang bertepatan dengan momentum Hari Pelanggan juga dimanfaatkan oleh KCIC untuk memberikan apresiasi kepada masyarakat yang telah memilih Whoosh sebagai moda transportasi.

“Melalui KAI Expo 2026, masyarakat dapat mengenal lebih dekat berbagai layanan Whoosh sekaligus memperoleh berbagai keuntungan khusus. Kami menghadirkan sejumlah program promo serta Lucky Draw berhadiah tiket Whoosh sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan,” ujar Eva.

Diskon 20% Group Reservation dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang melakukan perjalanan secara bersama-sama, baik untuk kegiatan keluarga, komunitas, perusahaan, instansi, maupun perjalanan kelompok lainnya sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku. Melalui layanan Group Reservation, perjalanan rombongan dapat dipersiapkan dengan lebih mudah dan terkoordinasi.

KCIC juga menghadirkan diskon 20% untuk program Edutrip. Program ini memberikan pengalaman perjalanan menggunakan Whoosh sekaligus kegiatan edukasi mengenai kereta cepat dan layanan transportasi publik. Program Edutrip dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan edukatif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Selama KAI Expo 2026, KCIC juga memberikan diskon 10% untuk pembelian minimal 5 Whoosh Prepaid Voucher. Normalnya, diskon tersebut diberikan untuk pembelian minimal 50 voucher. Whoosh Prepaid Voucher memiliki masa berlaku 90 hari dan dapat dimanfaatkan untuk perjalanan bersama keluarga maupun diberikan sebagai hadiah.

Khusus dalam rangka Hari Pelanggan, KCIC turut menghadirkan Lucky Draw bagi penumpang yang pernah menggunakan Whoosh selama tahun 2026. Peserta berkesempatan mendapatkan hadiah berupa voucher perjalanan Whoosh kelas Premium Economy serta goodie bag merchandise Whoosh.

“Kami mengajak masyarakat untuk mengunjungi Whoosh di booth nomor A20 selama KAI Expo 2026 dan memanfaatkan berbagai program yang telah disiapkan. Kehadiran Whoosh di KAI Expo juga menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh informasi lebih lengkap mengenai layanan dan berbagai program perjalanan Whoosh,” tutup Eva. (Ilham)
Share:

Danantara Investment Management dan VKTR Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Kemajuan Ekosistem Mobilitas Listrik Indonesia

Danantara Investment Management dan VKTR Perkuat Kolaborasi Strategis untuk Mendorong Kemajuan Ekosistem Mobilitas Listrik Indonesia. (Dok. Danantara Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Danantara Investment Management (Persero) ("DIM"), dan PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (IDX: VKTR) ("VKTR"), bersama dengan PT Bakrie & Brothers Tbk (IDX: BNBR) ("BNBR") telah menandatangani non-binding term sheet sebagai kerangka awal untuk menjajaki kolaborasi investasi strategis untuk mempercepat pengembangan ekosistem kendaraan listrik komersial Indonesia. VKTR, anak usaha BNBR, merupakan salah satu pionir nasional kendaraan listrik berbasis baterai untuk segmen kendaraan komersial di Indonesia.

Kolaborasi ini bertujuan untuk mendukung percepatan adopsi kendaraan listrik komersial di Indonesia, terutama untuk bus dan truk listrik, melalui pengembangan industri mobility as a service atau dikenal sebagai MaaS, model ekosistem mobilitas listrik terintegrasi yang dirancang untuk mengurangi hambatan adopsi, memperluas akses pembiayaan, dan mempercepat transisi operator armada menuju kendaraan listrik, termasuk operator bus listrik di berbagai daerah di Indonesia. Inisiatif ini juga diharapkan dapat memperdalam rantai nilai industri baterai nasional serta mendukung agenda hilirisasi mineral kritikal Indonesia, yang merupakan salah satu sektor prioritas investasi DIM.

Pandu Sjahrir, Chief Investment Officer Danantara Indonesia, mengatakan, "Investasi pada elektrifikasi mobilitas komersial merupakan investasi pada transisi energi jangka panjang yang dapat membawa dampak positif pada percepatan adopsi kendaraan listrik nasional. Selaras dengan prioritas Pemerintah Indonesia, kami melihat kolaborasi ini sebagai bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengurangi emisi, memperkuat industri nasional, mendorong hilirisasi, dan membangun fondasi ekonomi yang lebih berkelanjutan."

"Non-binding term sheet yang ditandatangani merupakan kerangka awal. Proses uji tuntas yang komprehensif akan dilakukan untuk memastikan transaksi dapat memberikan nilai komersial yang baik dan memberikan kontribusi positif bagi pembangunan ekonomi Indonesia," tambah Pandu.

Anindra Ardiansyah Bakrie, Direktur Utama VKTR, menyampaikan, "Kami mengapresiasi kepercayaan dan dukungan, yang bukan hanya merepresentasikan kolaborasi strategis, tetapi juga amanah untuk membawa VKTR memasuki fase pertumbuhan berikutnya. Bersama-sama, kami ingin turut membentuk masa depan mobilitas Indonesia agar menjadi lebih maju, berkelanjutan, dan mandiri. Ini merupakan momentum penting dalam membuka babak baru bagi solusi mobilitas listrik di Indonesia, di mana dampak yang lebih besar dapat dicapai ketika berbagai kekuatan yang saling melengkapi diarahkan pada tujuan nasional yang sama."

Melalui kolaborasi ini, DIM dan VKTR menegaskan kembali komitmen bersama untuk memajukan transisi energi Indonesia, memperkuat kapasitas industri dalam negeri, serta mendorong terwujudnya solusi mobilitas berkelanjutan yang mendukung agenda pembangunan jangka panjang Indonesia. 

Adapun, non-binding term sheet ini merupakan kerangka kesepakatan awal yang akan menjadi dasar bagi pembahasan lebih lanjut, dan realisasi potensi investasi akan tunduk pada penyusunan perjanjian definitif antara para pihak. (Bambang)
Share:

Lanjutkan Pelestarian Pantai Bahak Probolinggo, PT SIG Ajak 10 Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir

Lanjutkan Pelestarian Pantai Bahak Probolinggo, PT SIG Ajak 10 Relawan Bakti BUMN 2026 Perkuat Ekosistem Pesisir. (Dok. PT SIG)

Probolinggo, WaraWiri.net - PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) turut dalam penyelenggaraan program Relawan Bakti BUMN 2026 yang diinisiasi oleh BP BUMN dan Danantara. Peran SIG sebagai penanggung jawab pelaksanaan di Probolinggo membuka peluang bagi Perusahaan untuk melanjutkan upaya konservasi hayati di Pantai Bahak, Probolinggo, dengan melibatkan 10 relawan peserta untuk berkontribusi dalam pelestarian lingkungan, pemberdayaan masyarakat pesisir, serta edukasi ekosistem bakau (mangrove).

Program Relawan Bakti BUMN (RBB) bertujuan untuk meningkatkan jiwa solidaritas dan darma bakti karyawan BUMN kepada masyarakat. Program yang tahun ini memasuki gelombang ke IX ini dilaksanakan serentak pada 16 - 19 Agustus 2026 di 11 titik lokasi yaitu Aceh Tamiang, Aceh; Samosir, Sumatra Utara; Tanah Datar, Sumatra Barat; Lampung Selatan, Lampung; Boyolali, Jawa Tengah; Probolinggo, Jawa Timur; Denpasar, Bali; Pulau Seram, Maluku; Tidore, Maluku Utara; Ruteng, Manggarai, NTT, dan; Miangas, Sulawesi Utara dengan melibatkan 110 relawan yang merupakan karyawan dari 53 BUMN.

Direktur Utama SIG, Indrieffouny Indra mengatakan keterlibatan SIG sebagai penanggung jawab RBB batch IX di Pantai Bahak Probolinggo menjadi momentum untuk melanjutkan upaya pelestarian lingkungan yang telah dilakukan Perusahaan bersama masyarakat setempat, komunitas, hingga Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Menurutnya, pelestarian ekosistem mangrove perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

“Pantai Bahak memiliki potensi besar sebagai kawasan konservasi sekaligus ruang edukasi dan pemberdayaan masyarakat pesisir. Melalui RBB, kami mengajak relawan untuk tidak hanya melakukan penanaman mangrove, tapi juga belajar bersama masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem pesisir,” ujar Indrieffouny Indra.

Mengusung tema GASPOL (Generasi Aktif Solidaritas Pesisir & Olah Lingkungan), RBB batch IX Probolinggo mengintegrasikan tiga pilar utama, yaitu lingkungan, pemberdayaan UMKM dan ekowisata, serta pendidikan dan literasi ekosistem mangrove.

Dalam pelaksanaannya, kesepuluh relawan terlibat dalam berbagai kegiatan bersama masyarakat yang mencakup aksi lingkungan seperti penanaman 5.000 bibit mangrove dan cemara udang, bersih-bersih pantai, pelepasan 1.000 benih lele, pengecatan kawasan hingga membuat rumah pembibitan. Relawan juga memberikan pendampingan kepada UMKM pesisir melalui workshop Go Digital, pengembangan branding dan pemasaran melalui marketplace, serta pelatihan ecotourism dan hospitality.

Rangkaian kegiatan juga diperkuat melalui kolaborasi dengan SPPG Tongas Probolinggo dalam mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk SD Dungun 1 dan MTs negeri 3 Probolinggo, antara lain relawan mengajar, edukasi gizi, kebersihan dan keamanan pangan, serta kampanye pengelolaan sampah dan pencegahan food waste.

Selain itu, para relawan juga membuat kelas inspirasi, yang meliputi pembelajaran lingkungan kepada siswa-siswa, serta pengembangan eco-library sebagai ruang edukasi dan penelitian terkait ekosistem mangrove.

Upaya SIG dalam menjaga ekosistem mangrove di Pantai Bahak juga telah dilakukan sebelumnya. Pada Agustus 2025, SIG bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur melakukan penanaman 17.845 bibit mangrove, sekaligus pelepasliaran satwa seperti burung pecuk padi hitam dan burung ibis kepala hitam serta penebaran ratusan benih kepiting.

“Kami terus mendorong adanya pemeliharaan, edukasi, pemberdayaan masyarakat, serta kolaborasi dengan pemerintah dan komunitas agar ekosistem mangrove dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tambah Indrieffouny Indra.

Rangkaian kegiatan kesepuluh relawan ditutup dengan pelaksanaan upacara peringatan kemerdekaan ke-81 Republik Indonesia dan lomba-lomba yang menambah kemeriahan dan kebersamaan dengan masyarakat setempat.

Pada RBB tahun ini, SIG mengirimkan Yulaikha Fatma dari PT Solusi Bangun Indonesia Tbk untuk mengabdi di Boyolali, Jawa Tengah. Sementara di Probolinggo, diikuti oleh 10 relawan yang berasal dari berbagai BUMN, yaitu Angga Indrayana dari PT Dahana (Persero); Aurel Aulia Kurniawan dari PT Pegadaian (Persero); Bayu Setiawan dari Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia; Dini Arroikhaannunnisa dari PT Wijaya Karya Serang Panimbang; Erine Puspita Sari dari PT Perusahaan Listrik Negara (Persero); Finna Sudjianto dari PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk; Ghanistra Yudha Pradhana dari PT Pertamina Patra Niaga; Novriansyah dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (Persero); Pardi dari PT Jasa Raharja (Persero); serta Rizka Luthfiah dari PT Sinergi Gula Nusantara.

Relawan Bakti BUMN 2026 menjadi momentum bagi insan BUMN untuk bergerak bersama masyarakat, membawa kepedulian, dan memberikan kontribusi nyata bagi negeri. Semangat ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo untuk membangun Indonesia dari berbagai penjuru negeri.

“Insan BUMN hadir untuk bergerak bersama masyarakat, membawa kepedulian, dan memberikan manfaat bagi negeri. Karena BUMN lahir dari Indonesia, tumbuh bersama rakyat, dan bekerja untuk kemajuan bangsa,” tutup Indrieffouny Indra. (Junaedi)
Share:

Bapas Denpasar Gandeng Puskesmas Denpasar Utara III Gelar CKG dan Skrining TBC bagi Pegawai

Bapas Denpasar Gandeng Puskesmas Denpasar Utara III Gelar CKG dan Skrining TBC bagi Pegawai. (Dok. Ditjenpas)

Bali, WaraWiri.net - Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Denpasar bekerja sama dengan Puskesmas Denpasar Utara III gelar cek kesehatan gratis (CKG) dan skrining Tuberkulosis (TBC) bagi pegawai Bapas Denpasar, Rabu (2/9). Kegiatan tersebut bentuk kepedulian terhadap kesehatan jajaran sekaligus upaya dorong kesadaran akan pentingnya pemeriksaan dan deteksi dini penyakit.

Kegiatan diawali dengan edukasi kesehatan oleh tenaga kesehatan Puskesmas Denpasar Utara III. Edukasi diberikan untuk tingkatkan pemahaman pegawai mengenai pentingnya menjaga kesehatan, mengenali kondisi kesehatan sejak dini, serta melakukan pemeriksaan secara berkala.

Selanjutnya, pegawai mengikuti pemeriksaan kesehatan yang dilakukan tenaga medis Puskesmas Denpasar Utara III. Pemeriksaan mencakup pengecekan kesehatan dasar dan skrining TBC. Pegawai juga mendapat kesempatan berkonsultasi dengan petugas kesehatan terkait kondisi kesehatan masing-masing.

Skrining TBC jadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui skrining, kondisi kesehatan dapat diketahui lebih awal sehingga apabila terdapat indikasi yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut, dapat segera ditindaklanjuti sesuai arahan tenaga kesehatan.

Kepala Bapas Denpasar, I Kadek Dedy Wirawan Arintama, menyampaikan bahwa kesehatan pegawai merupakan salah satu faktor penting dalam mendukung optimalnya pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat.

“Kesehatan pegawai harus menjadi perhatian bersama. Melalui kegiatan pemeriksaan kesehatan dan skrining TBC ini, kami mendorong seluruh jajaran untuk lebih peduli terhadap kondisi kesehatan serta melakukan deteksi dini. Pegawai yang sehat tentu akan lebih optimal dalam menjalankan tugas dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Kadek Dedy.

Surveilans Kesehatan Puskesmas Denpasar Utara III, Ns. I Nyoman Dharma Wisnawa, menyampaikan bahwa skrining merupakan salah satu langkah untuk tingkatkan kesadaran, termasuk di lingkungan kerja, terhadap pentingnya deteksi dini TBC.

“Skrining TBC penting dilakukan untuk mengetahui kondisi kesehatan sejak dini. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kami berharap pegawai semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan dan tidak ragu untuk melakukan pemeriksaan apabila memiliki keluhan atau faktor risiko,” ujar Dharma Wisnawa.

Bapas Denpasar berupaya membangun lingkungan kerja yang sehat dengan meningkatkan kepedulian jajaran terhadap kesehatan. Kerja sama dengan Puskesmas Denpasar Utara III diharapkan dapat mendukung kesehatan pegawai sehingga menunjang pelaksanaan tugas Pemasyarakatan dan pelayanan kepada masyarakat. (Slamet)
Share:

Dari Mimbar ke Masyarakat, KPK Perkuat Pemahaman Antikorupsi Tokoh Agama Kabupaten Garut

Dari Mimbar ke Masyarakat, KPK Perkuat Pemahaman Antikorupsi Tokoh Agama Kabupaten Garut. (Dok. KPK)

Garut, WaraWiri.net - Pesan antikorupsi tidak hanya dapat disampaikan melalui ruang kelas, forum pemerintahan, maupun kampanye publik. Mimbar keagamaan juga menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai integritas karena memiliki kedekatan dengan kehidupan masyarakat. Melalui ruang tersebut, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong penguatan kesadaran masyarakat untuk mengenali, menolak, dan mencegah berbagai bentuk korupsi.

Direktorat Pembinaan Peran Serta Masyarakat (Permas) menggelar Lokakarya Keagamaan Penulisan Naskah Dakwah Antikorupsi di Kabupaten Garut, Jawa Barat, Selasa (1/9). Bertempat di Aula Kantor Kementerian Agama Kabupaten Garut, kegiatan diikuti sedikitnya 20 tokoh agama yang terdiri atas penyuluh agama, pendakwah, guru, serta tenaga pendidik keagamaan.

Dalam sambutannya, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) 2 Direktorat Permas KPK, Johnson Ridwan Ginting, menyampaikan bahwa lokakarya ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kapasitas masyarakat keagamaan dalam menyampaikan pesan antikorupsi secara kontekstual, komunikatif, dan persuasif. Pendekatan ini diharapkan mampu mendekatkan nilai-nilai integritas dengan kehidupan sehari-hari masyarakat sehingga lebih mudah dipahami dan diterapkan.

“Kekuatan dakwah dalam membentuk cara pandang dan perilaku masyarakat dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan nilai antikorupsi. Karena itu, pesan integritas perlu disampaikan melalui narasi yang dekat dengan keseharian umat agar tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi menjadi landasan dalam mengambil keputusan dan bertindak,” kata Johnson.

Dalam lokakarya tersebut, lanjutnya, peserta mendapatkan pembekalan mengenai bentuk dan dampak tindak pidana korupsi, penggalian nilai-nilai antikorupsi dari perspektif ajaran agama, serta teknik penyusunan hingga finalisasi naskah dakwah antikorupsi. Rangkaian materi tersebut dirancang untuk membekali peserta agar mampu menerjemahkan pesan pencegahan korupsi ke dalam bahasa keagamaan yang relevan dan mudah diterima masyarakat.

Menurut Johnson, pendekatan tersebut penting agar pesan antikorupsi tidak hadir sebagai materi yang terpisah dari kehidupan umat, melainkan terintegrasi dengan nilai moral dan etika yang telah dikenal dalam ajaran agama. Dengan demikian, pesan tentang integritas dapat disampaikan secara lebih natural sekaligus mendorong masyarakat untuk menerapkannya dalam berbagai aspek kehidupan.

“Penguatan antikorupsi melalui pendekatan keagamaan penting, karena agama memiliki peran dalam membangun karakter dan membentuk perilaku. Konsistensi dalam menanamkan nilai kejujuran, amanah, tanggung jawab, dan keadilan melalui berbagai aktivitas keagamaan diharapkan dapat menjadikan integritas sebagai kebiasaan yang tumbuh, mengakar, dan membudaya di tengah masyarakat,” jelas Johnson.

Dari Ajakan Moral hingga Etika

Sebagai bagian dari upaya memperkuat literasi integritas berbasis nilai keagamaan, peserta juga diperkenalkan dengan Buku Panduan Peran Serta Masyarakat Menurut Perspektif 6 Agama. Buku tersebut merangkum nilai moral dan etika antikorupsi dalam ajaran Islam, Kristen, Katolik, Hindu, Buddha, dan Konghucu sebagai referensi untuk memperluas pesan integritas kepada publik.

Satuan Tugas (Satgas) 2 Direktorat Permas KPK, Rommy Iman Sulaiman, menyampaikan bahwa nilai kejujuran, amanah, keadilan, serta larangan mengambil sesuatu yang bukan haknya merupakan ajaran universal yang terdapat dalam berbagai agama. Menurutnya, penguatan nilai tersebut dapat berkontribusi membentuk karakter masyarakat yang tidak hanya memiliki kecakapan intelektual, tetapi juga berlandaskan moral dan integritas.

“Pesan antikorupsi akan lebih mudah diterima ketika disampaikan melalui nilai-nilai keagamaan yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Karena itu, KPK mendorong penyusunan literasi antikorupsi dengan bahasa yang sederhana, aplikatif, dan relevan sebagai instrumen bagi tokoh keagamaan dalam memperkuat pesan moral sekaligus menumbuhkan budaya antikorupsi,” ungkap Rommy.

Melalui lokakarya ini, lanjutnya, peserta didorong menghasilkan materi dakwah atau khotbah yang sistematis, komunikatif, dan kontekstual agar dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan keagamaan. Dengan demikian, pesan integritas tidak berhenti di ruang lokakarya, tetapi dapat diteruskan melalui mimbar keagamaan dan menjangkau masyarakat yang lebih luas.

Lebih lanjut, Rommy menegaskan bahwa tokoh keagamaan memiliki posisi strategis dalam menanamkan nilai integritas, baik di tempat ibadah maupun ruang publik. Integrasi pesan antikorupsi ke dalam dakwah, khotbah, dan pendidikan keagamaan diharapkan mampu membangun kesadaran masyarakat untuk menghindari korupsi karena bertentangan dengan nilai kebenaran dan ajaran moral yang diyakini.

Dengan penguatan pesan antikorupsi melalui nilai-nilai keagamaan bukan merupakan bentuk intervensi terhadap ajaran agama, melainkan kolaborasi untuk memperkuat integritas melalui saluran kepercayaan yang telah mengakar di masyarakat. KPK berharap sinergi tersebut tidak hanya memperkuat upaya pemberantasan korupsi, tetapi juga turut membentuk karakter bangsa yang berintegritas, bermartabat, dan berkeadilan. (Rizal)
Share:

Siapkan Pengawasan Strategis 2027, BPKP Sampaikan Rencana Kerja dan Anggaran ke DPR

Siapkan Pengawasan Strategis 2027, BPKP Sampaikan Rencana Kerja dan Anggaran ke DPR. (Dok. BPKP RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Muhammad Yusuf Ateh menyampaikan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) BPKP Tahun Anggaran 2027 kepada Komisi XI DPR RI pada Rabu, 2 September 2026. Dengan dukungan anggaran sebesar RP2,195 triliun pada tahun 2027, BPKP menyiapkan agenda pengawasan yang semakin strategis serta dukungan manajemen pengawasan. Penyampaian RKA ini menjadi bagian penting dalam memastikan akuntabilitas dukungan anggaran bagi pelaksanaan tugas pengawasan BPKP pada tahun mendatang.

“Terdiri dari dua bagian, program pengawasan pembangunan Rp5,67 miliar dan dukungan manajemen Rp1,627 triliun,” ucap Ateh dalam Rapat Kerja Komisi XI.

Untuk tahun 2027, alokasi anggaran BPKP diarahkan antara lain untuk program pengawasan pembangunan serta dukungan manajemen pengawasan, termasuk kebutuhan teknis pengawasan dan pengembangan kapasitas pengawasan.

Ateh menjelaskan, salah satu rencana kerja BPKP dilakukan melalui pengawasan current issue, yang menyasar sejumlah program prioritas pemerintah. Mulai dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG); pelaksanaan Sekolah SMA Unggul Garuda; Sekolah Rakyat; pembangunan dan operasional Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih; Kampung Nelayan Merah Putih; pembangunan dan revitalisasi satuan pendidikan anak usia dini, dasar, dan menengah; digitalisasi pendidikan; pembangunan dan revitalisasi puskesmas dan laboratorium kesehatan; serta penghapusan kantong-kantong kemiskinan.

Dari sisi keuangan negara, pengawasan diarahkan untuk memperkuat akuntabilitas keuangan melalui optimalisasi penerimaan negara, peningkatan kualitas belanja pemerintah pusat/daerah/desa, pengelolaan kekayaan negara dan daerah yang dipisahkan, serta optimalisasi pembiayaan keuangan pemerintah.

Pengawasan BPKP 2027 juga menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai salah satu fokus utama yakni pada sektor pendidikan, kesehatan, dan perlindungan sosial.

BPKP juga akan mendorong pengawasan terhadap pertumbuhan ekonomi dan pemberdayaan masyarakat. Fokusnya mencakup peningkatan produktivitas UMKM, hilirisasi industri, penguatan infrastruktur, serta tata kelola pertambangan dan perkebunan kelapa sawit dalam kawasan hutan. Termasuk di dalamnya penguatan ketahanan energi nasional sebagai salah satu fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

Sementara pada sektor pangan, pengawasan diarahkan untuk memastikan peningkatan produksi pangan, sekaligus menjaga keterjangkauan dan ketersediaan pangan bagi masyarakat.

Dukungan anggaran program pengawasan pembangunan ini juga diarahkan untuk mendorong penguatan pengendalian intern pemerintah, pengendalian kecurangan atau fraud, peningkatan kapabilitas APIP, serta tata kelola transformasi digital pemerintah.

Selain itu, pada dukungan manajemen pengawasan, BPKP juga menganggarkan untuk belanja pegawai serta belanja barang dan jasa, serta modal. Pada kesempatan tersebut Komisi XI juga memberikan masukan-masukan terhadap pengawasan BPKP ke depan. (Zikry)
Share:

Lewat Program Magang, Perpusnas Dorong Mahasiswa UIN Bandung Hasilkan Produk Berdampak

Lewat Program Magang, Perpusnas Dorong Mahasiswa UIN Bandung Hasilkan Produk Berdampak. (Dok. Perpusnas)

Bandung, WaraWiri.net - Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) mendorong mahasiswa untuk tidak sekadar memperoleh pengalaman kerja, tetapi juga menghasilkan produk yang memberikan dampak. Melalui praktik langsung di berbagai unit kerja, mahasiswa dituntut mengembangkan kreativitas dan inovasi sekaligus memahami dinamika kerja di lingkungan Perpusnas.

Deputi Bidang Pengembangan Bahan Pustaka dan Jasa Informasi Perpusnas Suharyanto mengatakan, program magang bagi mahasiswa perguruan tinggi memiliki pola yang fleksibel. Ia menyampaikannya di hadapan Dekan Fakultas Adab dan Humaniora Universitas Islam Negeri Sunan Gunung Djati (UIN Bandung) beserta jajaran. Menurutnya, durasi magang dapat disesuaikan, mulai dari satu minggu hingga tiga sampai enam bulan, dengan penempatan yang terlebih dahulu dikonsultasikan bersama Perpusnas.

“Magang lebih banyak memberikan pengalaman praktik di lapangan, bukan teori. Setiap mahasiswa yang magang harus menghasilkan produk yang berdampak,” ujarnya saat menerima kunjungan UIN Bandung, Rabu (2/9/2026). 

Menurutnya, karya yang dihasilkan mahasiswa dapat dikembangkan sesuai kreativitas dan kebutuhan Perpusnas, termasuk dalam bentuk konten media sosial, film pendek, maupun audiovisual. Mahasiswa juga akan diperkenalkan dengan dinamika kerja di lingkungan Perpusnas, termasuk sistem kerja bergilir dan kemungkinan bertugas pada akhir pekan. 

“Kami ingin mahasiswa juga merasakan bagaimana suasana kerja dengan sistem shift, termasuk masuk Sabtu-Minggu dan pulang sampai jam tutup di malam hari,” terangnya.

Perpusnas tidak membatasi jumlah maupun periode mahasiswa yang mengikuti program magang. Mahasiswa dapat ditempatkan di berbagai unit kerja dengan dukungan materi, mentor, maupun narasumber dari Perpusnas. Saat ini, sekitar 24 mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi juga tengah menjalani magang di Pusat Jasa Informasi dan Naskah Nusantara (Pujasintara).

Selain program magang, Perpusnas membuka peluang kolaborasi dengan UIN Bandung melalui kegiatan bimbingan teknis penggunaan media digital dan bimbingan pemustaka. Perpusnas juga dapat menyediakan ruang virtual serta narasumber tanpa biaya karena kegiatan tersebut merupakan bagian dari layanan dan program Perpusnas.

“Kalau mau berinovasi, pembicara dari kedua belah pihak bisa terlibat. Bila perlu moderator atau pembawa acaranya dari mahasiswa, sehingga ada pembelajaran yang berkesinambungan. Jadi semua pihak punya peran,” tutur Suharyanto.

Untuk kegiatan pembelajaran mahasiswa, Perpusnas juga terbuka menjadi narasumber dalam kuliah umum atau seminar. Suharyanto menyebut pustakawan dapat dilibatkan karena memiliki pengalaman praktis yang lebih dekat dengan mahasiswa.

“Kalau dari kami eselon satu, biasanya membahas kebijakan. Kalau pustakawan, frekuensinya lebih dekat dan lebih dapat ketika memotivasi mahasiswa,” pungkasnya.

Sebelumnya, Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung melihat Perpusnas sebagai salah satu mitra utama dalam pengembangan Program Studi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam yang kini memasuki tahun keempat. Dekan Fakultas Adab dan Humaniora UIN Bandung Dedi Supriadi menyampaikan, pihaknya tengah mempersiapkan kurikulum bagi mahasiswa agar memiliki gambaran mengenai peluang karier di bidang perpustakaan. 

“Kami memikirkan bagaimana nanti kerjanya. Kenapa kita tidak komunikasi dengan induk perpustakaan,” ucapnya.

UIN Bandung juga berencana mengembangkan program magang selama satu semester bagi mahasiswa. Selain itu, pada September 2026 akan dilaksanakan kuliah umum atau seminar yang mengangkat topik literasi digital, perpustakaan digital, kecerdasan artifisial (AI), dan peluang karier di bidang perpustakaan. 

“Kami ingin mahasiswa tahu ke depannya peran perpustakaan gimana, intinya kami ingin mahasiswa tahu peluangnya gimana kalau mereka menekuni ilmu perpustakaan,” jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Dedi menyampaikan bahwa kerja sama yang dibangun tidak ingin berhenti pada dokumen formal. Hal tersebut sejalan dengan arahan Kementerian Agama yang menekankan pentingnya aksi dan dampak nyata dari setiap kerja sama.

“Yang penting action, dampaknya apa. Itu jadi komitmen kami,” sebutnya.

Kedua pihak turut membahas penguatan kerja sama melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS). Perpusnas juga akan melakukan penelusuran dan validasi data terkait kerja sama sebelumnya yang tercatat sejak 2018. Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan pengembangan kerja sama didasarkan pada data dan implementasi yang jelas. (Evi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING