Bonus dari Pemerintah Jadi Hadiah Lebaran Istimewa Bagi Atlet Taufik Abdul Karim

Perasaan bahagia dan ungkapan penuh rasa syukur terlontar dari Taufik Abdul Karim yang memecahkan rekor cabang atletik pada perhelatan Asean Para Games 2025. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Perasaan bahagia dan ungkapan penuh rasa syukur terlontar dari Taufik Abdul Karim. Pria yang memecahkan rekor cabang atletik pada perhelatan Asean Para Games 2025 tak henti-hentinya mengucapkan rasa terima kasih atas bonus yang diberikan pemerintah kepada atlet peraih emas tersebut.

“Saya mendapat kabar dari koordinator atletik, bahwa bonus kepada para atlet sudah diberikan oleh pemerintah selasa lalu. Saat dapat kabar tersebut perasaan saya campur aduk, senang, bahagia, gak menyangka pemerintah memberikannya pas di momen mau lebaran ini," paparnya.

Atlet yang menjalani debut di ajang Asean Para Games 2025 tersebut menyampaikan terimakasih kepada Presiden Prabowo Subianto serta masyarakat luas atas apresiasi terhadap perjuangan para atlet.

“Terima kasih kepada Pak Presiden Prabowo atas apresiasinya. Kami bersyukur atas kepedulian Bapak kepada kami, tanpa membedakan dengan atlet normal. Kepada Masyarakat, saya juga mengucapkan terimakasih karena sudah mensupport. Mohon dukung kami selalu sehingga bisa berprestasi ke tingkat yang lebih tinggi yakni Paralimpiade," pesannya.

Terkait bonus yang diperoleh, Taufik mengaku telah menyiapkan sejumlah rencana keuangan untuk masa depannya. 

“Kalau ditanya untuk apa bonusnya, sepertinya sama seperti teman-teman atlet lainnya yaitu ditabung. Secara pribadi selain ditabung, bonus yang didapat akan saya investasikan dan untuk memenuhi keperluan keluarga dan anak supaya bisa terus bersekolah," ujarnya.

Menurut Taufik, bonus yang diberikan pemerintah saat ini telah sesuai dengan perjuangannya, bahkan melebihi ekspektasinya. Ia berharap pemerintah dapat terus membina para atlet termasuk meningkatkan literasi keuangan serta menjamin masa depan mereka.

“Saya dengar Pak Menpora sedang menyiapkan dana pensiun bagi para atlet. Semoga hal tersebut bisa terwujud, karena akan sangat membantu kami setelah pensiun. Selain itu saya berharap ada jenjang karir lain setelah tidak lagi aktif, misalnya membuka kesempatan menjadi ASN," tutupnya. (Ros)
Share:

Atlet Boccia Gischa Zayana Sebut Bonus ASEAN Para Games 2025 Punya Arti Sangat Besar

Bonus ASEAN Para Games 2025 diterima dengan penuh syukur oleh para atlet Indonesia. Salah satunya Gischa Zayana yang mendulang dua emas dari cabang olahraga (cabor) boccia. (Dok. Kemenpora)

Jakarta, WaraWiri.net - Bonus ASEAN Para Games 2025 diterima dengan penuh syukur oleh para atlet Indonesia yang telah mengharumkan nama bangsa. Salah satunya Gischa Zayana yang mendulang dua emas dari cabang olahraga (cabor) boccia.

"Saya sudah menerima informasi resmi dari Pemerintah terkait pencairan bonus tersebut. Syukur alhamdulillah atas apresiasi perhatian yang diberikan kepada para atlet," ujarnya.

Menurut perempuan 20 tahun ini, bonus senilai Rp1 miliar untuk peraih medali emas itu sangatlah berarti. Karena bonus ini bukan sekadar penghargaan atas prestasi, melainkan juga menunjang masa depan atlet.

"⁠Bagi saya, bonus tersebut memiliki arti yang sangat besar. Tidak hanya sebagai bentuk penghargaan, tetapi juga menjadi dukungan untuk menunjang kebutuhan sebagai atlet dan untuk masa depan saya," terang peraih emas nomor individu putri BC2 dan tim campuran BC1-2 ini.

⁠Gischa menyebut bakal memanfaatkan bonus yang dia terima dengan sebaik-baiknya. Khususnya untuk mendukung kariernya sebagai atlet ke depan. Selain itu, juga akan dipergunakan sebagai investasi untuk masa depannya.

Peraih perunggu Paralimpiade 2024 Paris ini menilai, apa yang dilakukan Pemerintah khususnya Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI sudah lebih dari cukup untuk menunjang keperluannya sebagai atlet. Harapannya perhatian Pemerintah tersebut bisa lebih ditingkatkan lagi ke depan.

"⁠Saya berharap Pemerintah dan masyarakat terus memberikan dukungan dan apresiasi kepada para atlet. Dukungan tersebut menjadi semangat bagi kami untuk terus berprestasi dan mengharumkan nama Indonesia," tegas Gischa. (Ros)
Share:

Tindak Lanjut Arahan Presiden, Seskab Hadiri Rakor Kebijakan Energi dan Stimulus Ekonomi Read more: https://setkab.go.id/tindak-lanjut-arahan-presiden-seskab-hadiri-rakor-kebijakan-energi-dan-stimulus-ekonomi/

Tangkapan layar rapat koordinasi lintas K/L melalui aplikasi Zoom. (Dok. Sekretariat Kabinet RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya mengikuti rapat koordinasi lintas K/L secara daring dari Jakarta, Senin (23/03/2026). Rapat yang dipimpin oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) Airlangga Hartarto membahas tindak lanjut arahan Presiden terkait rencana kebijakan penyesuaian kembali energi dan beberapa kebijakan ekonomi.

“Rapat tersebut membahas sejumlah rencana kebijakan terkait penyesuaian sektor energi guna menjaga stabilitas dan keberlanjutan ekonomi serta beberapa rencana kebijakan stimulus ekonomi,” ucap Seskab Teddy.

Dalam pertemuan terbatas itu, berbagai pandangan strategis disampaikan sebagai bahan pertimbangan dalam perumusan kebijakan agar tepat sasaran dan berdampak positif bagi masyarakat luas.

Turut hadir dalam rapat tersebut Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Rosan Roeslani, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti, serta Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto. (Tedy)
Share:

Menpar Pastikan Kualitas Layanan Taman Safari Bali & Marine Safari Bali Tetap Prima Pascalebaran

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat memastikan secara langsung kelancaran operasional serta kualitas pelayanan pascalibur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026 di destinasi Taman Safari Bali & Marine Safari Bali. (Dok. Kemenpar)

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana melakukan kunjungan kerja ke Bali untuk memastikan secara langsung kelancaran operasional serta kualitas pelayanan di destinasi Taman Safari Bali & Marine Safari Bali pascalibur panjang Hari Raya Nyepi dan Lebaran 2026.

Menpar Widiyanti menegaskan pentingnya menjaga standar amenitas dan kenyamanan fasilitas bagi wisatawan sebagai bagian dari upaya memperkuat daya saing destinasi pariwisata nasional.

“Kami ingin memastikan seluruh amenitas dalam kondisi bersih, fasilitas nyaman, dan layanan berjalan optimal. Hasil peninjauan menunjukkan impresi yang sangat baik,” kata Menpar Widiyanti Putri Wardhana usai visitasi Taman Safari Bali & Marine Safari Bali di Bali, Rabu (25/3/2026).

Taman Safari Bali & Marine Safari Bali dipilih sebagai lokasi peninjauan karena merupakan salah satu destinasi ikonik yang mengintegrasikan edukasi dan rekreasi. Destinasi ini menampilkan lebih dari 9.000 satwa dari sekitar 300 spesies dari berbagai negara, serta dilengkapi beragam atraksi wisata yang mendukung konsep pariwisata berkelanjutan.

Setibanya di lokasi, Menpar mengawali kunjungan melalui Terminal Utama untuk mengikuti Safari Journey menggunakan shuttle bus khusus. Rombongan kemudian melanjutkan peninjauan di Terminal Toraja guna melihat langsung berbagai aspek pelayanan.

Dalam kunjungan tersebut, Menpar meninjau kebersihan dan kelayakan fasilitas umum seperti toilet dan toko suvenir, memastikan standar layanan kesehatan di klinik, serta berdialog langsung dengan wisatawan untuk memperoleh masukan terkait kenyamanan selama berwisata.

Kunjungan dilanjutkan ke Varuna, sebuah teater tertutup yang menyajikan pertunjukan bawah air yang menjadi salah satu inovasi atraksi wisata kelas dunia di Indonesia. Kehadiran Varuna dinilai memperkuat posisi Bali sebagai destinasi unggulan yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berkelas internasional.

Menpar juga menyampaikan di tengah dinamika geopolitik global, termasuk situasi ketegangan di Timur Tengah yang berdampak pada pembatalan sejumlah penerbangan, kinerja pariwisata Bali tetap menunjukkan tren positif. Kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan nusantara, tercatat meningkat sekitar 3,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

“Bali juga baru saja meraih penghargaan The Best Destination 2026 dari Tripadvisor. Ini menunjukkan citra Bali tetap kuat. Indonesia, khususnya Bali, tetap menjadi destinasi yang aman dan nyaman bagi wisatawan,” tutur Menpar.

Direktur Komersial dan Pengembangan Bisnis Taman Safari Indonesia (TSI) Group, Hans Manansang, mengapresiasi perhatian Menpar terhadap kualitas layanan destinasi. Ia menyampaikan selama high season, Taman Safari Bali & Marine Safari Bali mencatat kunjungan sekitar 4.000 wisatawan per hari yang didominasi wisatawan nusantara, sementara pada hari biasa mencapai sekitar 1.500 wisatawan.

Hans juga menyoroti bahwa kondisi global turut mempengaruhi kunjungan wisatawan mancanegara. Namun demikian, pihaknya optimistis pemulihan akan terus berlangsung dengan strategi penguatan pasar dari kawasan Oceania, Pasifik, dan Australia.

“Kami optimistis kinerja pariwisata akan terus membaik, baik untuk Bali maupun Indonesia secara keseluruhan,” ucap Hans.

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, I Wayan Sumarajaya, turut menyampaikan apresiasi atas kunjungan Menpar. Ia menilai momentum libur Nyepi dan Lebaran memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kunjungan wisatawan, khususnya wisatawan nusantara.

Ia menambahkan, target kunjungan wisatawan ke Bali tetap dipertahankan sebesar 6,9 juta wisatawan pada tahun ini. Tren positif selama periode libur diharapkan dapat berlanjut pada bulan-bulan berikutnya, meskipun memasuki low season.

“Selama liburan ini, kunjungan wisatawan nusantara meningkat signifikan. Ini menjadi sinyal positif bagi keberlanjutan sektor pariwisata Bali ke depan,” kata Wayan.

Turut mendampingi Menpar Widiyanti dalam kunjungan tersebut Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kementerian Pariwisata, Hariyanto. (Slamet)
Share:

KPK Fasilitasi Kunjungan Keluarga Tahanan Selama Lebaran

KPK Fasilitasi Kunjungan Keluarga Tahanan Selama Lebaran. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka layanan khusus bagi para tahanan untuk merayakan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah. KPK memastikan momen Idul Fitri di Rumah Tahanan (Rutan) Gedung Merah Putih KPK berjalan kondusif dengan pengawasan berlapis.

Sepanjang libur Lebaran yang dimulai pada Sabtu (21/3) lalu, tercatat sebanyak 265 keluarga mendaftar untuk berkunjung ke Rutan Gedung Merah Putih KPK dan Rutan Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC). Diketahui dari total 81 orang tahanan, sebanyak 73 orang dikunjungi keluarga mereka secara langsung, serta 4 orang dikunjungi secara daring (online). 

“Dalam upaya kunjungan hari raya, selalu terjadi lonjakan jumlah pengunjung. Rutan menambah meja pendaftaran sebagai upaya mengurangi antrean,” tutur Kepala Rutan KPK, Togi Robson Sirait.

Meskipun kental dengan suasana emosional, KPK menegaskan tidak ada kelonggaran prosedur bagi para pengunjung. Petugas rutan memeriksa fisik dan barang bawaan secara ketat, guna memastikan tidak ada barang terlarang atau ‘bingkisan’ ilegal yang masuk ke dalam ruang tahanan.

KPK menyadari beribadah dan bersilaturahmi merupakan bagian dari hak asasi manusia (HAM), dengan tidak mengabaikan status hukum para tahanan. Kunjungan yang dijadwalkan secara terbatas ini menjadi momen krusial bagi para tahanan untuk merefleksikan diri di hadapan keluarga.

“Para tahanan mulai dengan salat Ied berjamaah pada pukul 06.00–08.00 di Masjid Gedung Merah Putih KPK,” tutur Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo.

Lebih lanjut, usai salat, KPK baru membuka layanan penerimaan hantaran makanan bagi para tahanan dari pukul 09.00–10.00 WIB. Selain itu, KPK memberikan kesempatan bagi para tahanan untuk bertemu langsung dengan anggota keluarga dan kerabat dari pukul 10.00 hingga 13.00 WIB.

“Kehadiran keluarga diharapkan mampu mendukung secara moral dan emosional para tahanan, sekaligus memperkuat nilai-nilai keagamaan yang menjadi bagian penting dari proses refleksi diri,” imbuh Budi.

Tutup Celah Gratifikasi di Tengah Tradisi

Lebih dari sekadar kunjungan, momen Lebaran sering menjadi celah bagi praktik pemberian hadiah tidak sah atau gratifikasi. KPK telah mengarahkan seluruh petugas rutan agar menolak segala pemberian dari keluarga tahanan.

Penguatan pengawasan ini merupakan upaya KPK dalam menjaga marwah institusi bahkan di hari besar keagamaan. Oleh karena itu, KPK mengapresiasi kerja sama keluarga tahanan yang mematuhi aturan jam kunjung serta membatasi barang bawaan.

Ke depan, KPK berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan rutan yang manusiawi namun tetap berfokus pada potensi penyimpangan, guna memastikan setiap proses hukum berjalan adil dan terhormat.

Sebagai informasi, hingga saat ini Rutan KPK menampung total 81 tahanan yang tersebar di dua lokasi utama, yaitu 41 tahanan di Rutan Gedung Merah Putih dan 40 tahanan di Rutan Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC), dengan 67 tahanan beragama Muslim. (Siti)
Share:

Jelang Tenggat Pelaporan, KPK Serukan Percepatan Kewajiban LHKPN

Jelang Tenggat Pelaporan, KPK Serukan Percepatan Kewajiban LHKPN. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali mengingatkan kewajiban seluruh Penyelenggara Negara atau Wajib Lapor (PN/WL) agar segera melaporkan harta kekayaannya melalui Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) dengan benar, lengkap, dan tepat waktu hingga 31 Maret 2026.

Imbauan ini berdasarkan Peraturan KPK (Perkom) Nomor 3 Tahun 2024 yang mengatur bahwa penyelenggara negara wajib melaporkan LHKPN dan bersedia diperiksa kekayaannya sebelum, selama, dan setelah menjabat.

Kewajiban ini berlaku bagi pimpinan lembaga negara, jajaran kabinet, pimpinan lembaga pemerintah dan nonstruktural, kepala daerah, hakim, direksi BUMN dan BUMD di seluruh Indonesia, serta pejabat lainnya sebagaimana diatur dalam Pasal 4A.

Hingga 11 Maret 2026, KPK mencatat tingkat kepatuhan penyampaian LHKPN Tahun Pelaporan 2025 berada di angka 67,98 persen. Dengan demikian, terdapat lebih dari 96 ribu dari total 431.468 wajib lapor yang belum menyampaikan LHKPN.

Capaian tersebut diharapkan meningkat sebelum tenggat yang telah ditentukan, mengingat LHKPN merupakan instrumen penting guna mendorong transparansi dan akuntabilitas penyelenggaraan negara.

KPK akan memverifikasi secara administratif setiap laporan yang masuk dan akan mempublikasikannya jika LHKPN dinyatakan lengkap. Namun, jika dinyatakan tidak lengkap, maka PN/WL wajib memperbaiki dan menyampaikan ulang paling lambat 14 hari kalender sejak pemberitahuan.

Seluruh PN/WL dapat mengisi dan menyampaikan LHKPN paling lambat 31 Maret 2026 melalui laman elhkpn.kpk.go.id. Sebagai wujud keterbukaan informasi publik, masyarakat dapat mengakses LHKPN yang telah dinyatakan lengkap setelah perbaikan maupun dipublikasikan.

KPK menegaskan bahwa kepatuhan pelaporan LHKPN merupakan wujud tanggung jawab pribadi sebagai penyelenggara negara dan komitmen kelembagaan dalam membangun integritas, sekaligus bagian dari upaya mewujudkan penyelenggaraan negara yang bersih dan bebas dari korupsi. (Siti)
Share:

Trafik Data Meroket Lebih Dari 20, Indosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik

Trafik Data Meroket Lebih Dari 20, Indosat Buktikan Jaringan Tangguh Layani Jutaan Pemudik. (Dok. Indosat)

Jakarta, WaraWiri.net - Setelah berhasil memecahkan rekor Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) melalui livestream TikTok nonstop selama 11 jam tanpa putus di jalur mudik Jakarta–Yogyakarta, Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) kembali membuktikan keandalan jaringannya di momen Lebaran 2026.

Indosat mencatat lonjakan trafik data sebesar 20% lebih tinggi dibanding periode mudik Lebaran tahun lalu (year-on-year). Lonjakan ini sejalan dengan proyeksi Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) yang memperkirakan kenaikan trafik telekomunikasi nasional hingga 40% selama periode Ramadan dan Idulfitri 2026.

Puncak lonjakan berasal dari Jakarta menuju Jawa Barat (lebih dari 22%) dan Jawa Tengah (lebih dari 37%), mencerminkan tingginya kebutuhan konektivitas jutaan pelanggan Indosat yang bergerak selama Lebaran 2026. Adanya peningkatan kualitas layanan yang ditunjukkan melalui penurunan downtime sebesar 20% pada periode Lebaran 2026.

Di tengah lonjakan trafik, jaringan Indosat tetap andal dan stabil. Sebagai AI-TechCo, Indosat mengoptimalkan jaringan berbasis AI di 77 jalur mudik, mencakup 36 ruas tol, 31 jalur non-tol, dan 10 jalur kereta api, sepanjang total ~8.121 km, serta 797 point of interest (POI) strategis. Pemantauan kualitas jaringan dilakukan 24 jam penuh oleh lebih dari 2.500 engineer yang bersiaga di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga di seluruh Indonesia, memastikan pelanggan tetap terhubung dengan nyaman di tol, rest area, stasiun, maupun destinasi wisata.

Desmond Cheung, Director and Chief Technology Officer Indosat Ooredoo Hutchison, menyampaikan “Periode mudik dan arus balik Lebaran merupakan ujian sesungguhnya bagi ketangguhan jaringan kami. Kami bersyukur atas kepercayaan jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan Indosat selama momen mudik yang sangat penting ini. Pencapaian ini mencerminkan upaya berkelanjutan kami dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari transformasi kami menjadi AI-TechCo.”

Data jaringan Indosat mengungkap pola menarik: selama musim mudik Lebaran 2026, pelanggan paling banyak mengakses layanan pesan instan, media sosial, dan video streaming. Aplikasi dengan lonjakan aktivitas tertinggi meliputi WhatsApp, YouTube dan TikTok.

AI-TechCo Beraksi: Jaringan Cerdas yang Selangkah Lebih Maju, Pemantauan Real-Time dan Optimasi Otomatis

Indosat tidak sekadar merespons lonjakan, melainkan mengantisipasinya. Sebagai AI-TechCo, Indosat memanfaatkan teknologi AI untuk memantau trafik jaringan secara real-time, memprediksi potensi kepadatan, dan mengoptimalkan kapasitas secara otomatis sebelum pelanggan merasakannya. Pendekatan ini memungkinkan jaringan 4G dan 5G Indosat bekerja secara sinergis -- dengan 4G tetap menjadi baseline layanan yang stabil, sementara 5G hadir untuk mengcover lonjakan trafik di titik-titik kritis.

Sistem AI Indosat mampu mengidentifikasi potensi kepadatan trafik hingga lebih dari 60% lebih cepat, memungkinkan penyesuaian kapasitas jaringan dilakukan secara proaktif di 77 titik strategis selama periode mudik. Fokus utama: jalur mudik, rest area, stasiun, dan destinasi wisata — di mana jutaan orang berkumpul dan membutuhkan koneksi terbaik.

Kesiapan ini didukung oleh investasi infrastruktur nyata: upgrade kapasitas di lebih dari 7.000 site dan lebih dari 1.600 site baru yang dibangun sejak April 2025, lebih dari 75 Mobile BTS (MBTS) yang disiagakan di jalur mudik, serta lebih dari 2.500 engineer yang bersiaga 24/7 di 46 kantor cabang dan 16 posko siaga dari Sabang sampai Merauke. Hasilnya: 55.000 site aktif di lebih dari 420 kabupaten, melayani jutaan pemudik tanpa gangguan, bukti nyata bahwa #LebihBaikIndosat bukan sekadar janji, melainkan komitmen yang dirasakan langsung oleh pelanggan di setiap sudut Indonesia.

“Bagi Indosat, periode mudik ini bukan sekadar tentang angka, tetapi tentang kepercayaan dan keyakinan yang diberikan pelanggan kepada kami di momen-momen yang paling berarti. Kami merasa terdorong oleh jutaan pelanggan yang mengandalkan jaringan kami sepanjang masa mudik. Hal ini mencerminkan transformasi berkelanjutan Indosat sebagai AI-TechCo, seiring kami terus berinvestasi dalam memperkuat kualitas dan keandalan jaringan di seluruh Indonesia.” tutup Desmond. (Zikry)
Share:

Arus Balik Lebaran Mulai Terlihat, Penumpang Whoosh Didominasi Arah Bandung–Jakarta

Arus Balik Lebaran Mulai Terlihat, Penumpang Whoosh Didominasi Arah Bandung–Jakarta. (Dok. KCIC)

Jakarta, WaraWiri.net - KCIC mencatat tingginya volume penumpang Whoosh pada masa Angkutan Lebaran 2026 yang terus menunjukkan tren peningkatan. Untuk keberangkatan pada 24 Maret 2026, jumlah penumpang telah mencapai sekitar 21.500 penumpang dan diproyeksikan akan terus bertambah hingga perjalanan terakhir, seiring penjualan yang masih berlangsung secara online maupun offline.

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, Angka ini melanjutkan tren tinggi dari hari sebelumnya, di mana pada 23 Maret 2026 jumlah penumpang tercatat mencapai sekitar 23 ribu penumpang dalam satu hari.

“Peningkatan penumpang pada periode ini menunjukkan mulai terjadinya arus balik Lebaran, di mana masyarakat kembali ke Jakarta untuk melanjutkan aktivitasnya. Whoosh menjadi pilihan karena menawarkan perjalanan yang cepat, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Eva.

Tingginya volume penumpang hari ini didominasi oleh pergerakan masyarakat dari arah Bandung menuju Jakarta. Hal ini terlihat dari tingginya okupansi keberangkatan dari Stasiun Padalarang yang telah habis terjual sejak jadwal keberangkatan siang sekitar pukul 13.00 hingga pukul 18.00.

KCIC juga memproyeksikan peningkatan volume penumpang kembali akan terjadi pada 28 hingga 29 Maret 2026, seiring berakhirnya masa posko Angkutan Lebaran serta menjelang dimulainya kembali aktivitas sekolah pada 30 Maret 2026.

Secara kumulatif, jumlah penumpang Whoosh selama masa Angkutan Lebaran periode 13 hingga 30 Maret 2026 telah mencapai sekitar 220 ribu penumpang dan diperkirakan akan terus meningkat seiring tingginya mobilitas masyarakat selama libur Lebaran.

KCIC mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan dengan baik dan melakukan pemesanan tiket lebih awal melalui seluruh kanal penjualan resmi Whoosh, baik secara online maupun offline, guna memastikan ketersediaan tiket sesuai jadwal yang diinginkan.

“Antusiasme masyarakat yang tinggi terhadap layanan Whoosh menjadi motivasi bagi kami untuk terus menghadirkan layanan yang andal dan berkualitas. Kami juga mengucapkan terima kasih atas kepercayaan masyarakat dan selamat menikmati momen liburan bersama keluarga,” tutup Eva. (Rizal)
Share:

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana

Hari Air Sedunia: Ini Sederet Kisah Pertamina dari Ujung Papua hingga Wilayah Bencana. (Dok. Pertamina)

Papua, WaraWiri.net - Selama bertahun-tahun, ribuan warga Kampung Tambat di Merauke, Papua, harus menggantungkan hidup pada kemurahan hati langit. Saat mendung tak kunjung datang, mereka terpaksa menggunakan sumur manual dengan air yang berbau belerang—sebuah pilihan sulit antara rasa haus dan risiko kesehatan.

Samuel Heremba, Kepala Kampung Tambat, mengenang masa-masa sulit tersebut. "Dulu kami sangat mengandalkan tampungan air hujan. Ada sumur, tapi airnya mengandung belerang, kurang aman untuk digunakan," tuturnya.

Namun, kecemasan itu kini meluruh. Melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL), PT Pertamina (Persero) menghadirkan sistem sumur bor lengkap dengan reservoir penampungan dan fasilitas penyaringan. Kehadirannya begitu dinanti, bahkan sebelum seremoni peresmian dilakukan, warga sudah berbondong-bondong membawa jerigen mereka.

“Kini masyarakat tidak lagi khawatir terhadap kandungan belerang atau kesulitan air saat musim kemarau. Airnya sudah jauh lebih bersih dan penampungannya sangat cukup,” ujar Samuel dengan binar syukur.

Memperingati Hari Air Sedunia, 22 Maret 2026, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menyatakan Pertamina pada awal tahun 2026 ini telah membangun 7 titik sumur bor yang dilengkapi fasilitas filter dan pipa aliran di Merauke serta Jayapura. Fasilitas ini kini melayani 4.585 jiwa yang sebelumnya kesulitan mengakses air layak konsumsi.

“Bagi Pertamina, inisiatif air bersih ini bukan sekadar pembangunan infrastruktur fisik, melainkan upaya menjaga martabat kemanusiaan di wilayah yang paling membutuhkan. Program ini menjadi jembatan harapan agar warga di pelosok Papua hingga penyintas bencana di Sumatra bisa mulai menata hidup kembali dengan layak,” tegas Baron.

Kisah serupa, namun dalam balutan duka yang berbeda, dirasakan para penyintas bencana di Sumatra. Di sana, banjir dan lumpur sempat merenggut akses air bersih, menyisakan keputusasaan bagi warga seperti Putera. Ia menggambarkan kondisi air yang terpaksa disaring dari parit sebagai "air cappuccino" karena warnanya yang cokelat pekat.

Merespons kondisi darurat tersebut, Pertamina bergerak cepat membangun 25 sumur baru, mereaktivasi 43 sumur warga yang terdampak, serta menyalurkan 5 juta liter air melalui truk tangki. Langkah ini menjadi napas baru bagi lebih dari 17.000 jiwa penerima manfaat di wilayah bencana.

"Sangat membantu sekali air bersih ini. Sebelumnya kami pakai air parit. Begitu bantuan air ini masuk sekitar dua minggu setelah kejadian, kami benar-benar terbantu," ungkap Yanti, salah seorang penyintas bencana Sumatra.

Program penyediaan fasilitas air bersih ini merupakan langkah nyata Pertamina dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Fokus utamanya tertuju pada SDG 6 (Air Bersih dan Sanitasi Layak), yang diperkuat dengan kontribusi pada SDG 11 (Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan) serta SDG 13 (Penanganan Perubahan Iklim) melalui penguatan ketangguhan masyarakat terhadap bencana dan kekeringan.

Bagi warga di Merauke, Jayapura, maupun para penyintas di Sumatra, setiap tetes air jernih yang mengalir adalah bukti nyata bahwa kepedulian Pertamina hadir melayani dengan sepenuh hati, tepat hingga ke depan pintu rumah mereka. (Fajar)
Share:

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid

OJK Pastikan Fundamental Industri Perbankan Tetap Solid. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Ediana Rae, menegaskan bahwa kinerja industri perbankan sampai saat ini masih dalam kondisi yang solid dan pertumbuhan yang positif.

Mengenai revisi outlook negatif terhadap bank-bank besar di Indonesia, termasuk Himpunan Bank Milik Negara (Himbara), oleh lembaga pemeringkat internasional seperti Moody's dan Fitch, menurut Dian, bukan dikarenakan faktor fundamental kinerja perbankan tersebut.

Revisi outlook terhadap bank-bank besar Indonesia lebih dipicu perubahan outlook peringkat kredit sovereign Indonesia dari stabil menjadi negatif, yang turut memengaruhi persepsi risiko terhadap sektor perbankan nasional serta pengaruh faktor eksternal dinamika makroekonomi global.

Sebagai informasi, secara umum peringkat Lembaga/Institusi/Perusahaan pada suatu negara setara atau lebih rendah dibandingkan peringkat sovereign di negara tersebut.

“Pada dasarnya kondisi industri perbankan nasional berada dalam kondisi yang positif, dengan pertumbuhan kredit pada Januari 2026 sebesar 9,96 persen (yoy) sejalan dengan pertumbuhan DPK sebesar 13,48 persen (yoy)," kata Dian.

Selain itu, kualitas kredit terjaga dengan NPL sebesar 2,14 persen, permodalan yang kuat sebesar 25,87 persen, serta likuiditas yang ample dengan rasio AL/NCD, AL/DPK dan LCR masing-masing sebesar 121,23 persen, 27,54 persen, dan 197,92 persen, jauh di atas threshold.

Dari sisi fundamental, kinerja bank-bank besar di Indonesia dan Himbara, saat ini berada pada level yang kuat dengan rasio permodalan dan likuiditas yang memadai untuk mengantisipasi berbagai potensi risiko ke depan.

Pertumbuhan kredit Kelompok Bank berdasarkan Modal Inti (KBMI) 4 dan Himbara mencatatkan pertumbuhan kredit double digit, masing-masing 13,34 persen dan 13,43 persen.

Di sisi pendanaan, pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) untuk KBMI 4 dan Himbara masing-masing 16,32 persen dan 16,38 persen, yang menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat tetap kuat dan kondisi likuiditas berada pada level yang sangat terjaga.

Ketahanan permodalan juga berada pada level yang sangat kuat. Rasio CAR Himbara pada Januari 2026 berada pada level 20,32 persen, sedangkan rasio CAR KBMI 4 pada level 22,33 persen. Hal ini memberikan ruang ekspansi bisnis yang memadai sekaligus menjadi bantalan yang kuat dalam mengantisipasi potensi risiko ke depan.

Dari aspek kualitas aset, rasio kredit bermasalah (NPL Gross) berada pada kisaran kurang dari 1 persen hingga 3 persen, dengan Loan at Risk (LaR) tetap terkendali dan didukung pembentukan cadangan yang memadai. Hal ini mencerminkan penerapan tata kelola dan manajemen risiko yang prudent, khususnya dalam menjaga kualitas penyaluran kredit.

Sepanjang 2025, Bank KBMI 4 dan Himbara juga membukukan laba yang baik, mencerminkan keseimbangan antara pertumbuhan, efisiensi, kualitas aset, dan penguatan manajemen risiko.

Di tengah ketidakpastian global, Himbara juga terus menunjukkan kinerja intermediasi yang stabil dan peran strategisnya dalam mendukung pembiayaan sektor riil dan program prioritas pemerintah.

OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.

Penyesuaian terhadap outlook yang dilakukan pada prinsipnya merupakan penilaian dari lembaga pemeringkat dan tidak secara langsung akan memengaruhi kemampuan bank dalam mengakses sumber pendanaan. Saat ini peringkat kredit bank KBMI 4 dan Himbara tetap pada level investment grade dan didukung oleh fundamental yang kuat.

Selain itu, struktur pendanaan perbankan nasional pada umumnya masih didominasi oleh dana pihak ketiga domestik sehingga ketergantungan terhadap pendanaan eksternal, terutama pendanaan internasional, relatif terbatas dan dalam hal diperlukan, perbankan sudah memiliki perhitungan atas kebutuhan tersebut, termasuk perhitungan atas biaya dibandingkan manfaat yang akan dihasilkan serta opsi-opsi untuk mendapatkan pendanaan tersebut.

OJK menghormati metodologi dan pandangan setiap lembaga pemeringkat internasional serta memandang bahwa penyesuaian outlook ini bersifat sementara dan berpotensi untuk kembali berubah (reversible) seiring dengan membaiknya prospek perekonomian global dan domestik, serta penguatan fundamental ekonomi, khususnya indikator fiskal dan eksternal.

Dengan perkembangan tersebut, outlook peringkat kredit ke depan berpeluang kembali ke posisi stabil maupun positif. OJK terus melakukan pengawasan secara berkelanjutan untuk memastikan bank tetap menjalankan prinsip kehati-hatian, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang memadai.

"OJK bersama-sama dengan pemangku kepentingan lainnya, terutama anggota Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), akan terus mengawal serta menjaga stabilitas sistem keuangan melalui koordinasi kebijakan dan penguatan pengawasan, agar ketahanan sektor perbankan senantiasa tetap terjaga dalam menghadapi dinamika dan pertumbuhan perekonomian," kata Dian. (Budi)
Share:

Melihat Lebih Dekat Petugas Siaga saat Lebaran, Komitmen Bersama Jaga Kota Tangerang

Petugas DLH bagian pertamanan Kota Tangerang. (Dok. Pemkot Tangerang)

Tangerang, WaraWiri.net - Suasana Lebaran di kawasan Taman Elektrik dan Masjid Raya Al-A'zhom dipadati warga yang datang bersilaturahmi dan menikmati libur bersama keluarga. Tawa, langkah kaki, dan keramaian menyatu di ruang publik, namun di balik itu, ada mereka yang tetap bekerja sejak dini hari demi menjaga kota tetap nyaman dipandang.

Petugas pertamanan dan kebersihan yang berada di bawah Dinas Lingkungan Hidup Kota Tangerang terlihat aktif menyisir area taman, memungut sampah, hingga merapikan fasilitas umum yang digunakan masyarakat. Kehadiran mereka menjadi bagian penting, terutama saat lonjakan pengunjung terjadi di momen Lebaran.

Salah satu petugas pertamanan, Hendra, menjelaskan bahwa dirinya bersama tim sudah mulai bekerja sejak dini hari untuk memastikan area tetap bersih sebelum dipadati pengunjung.

“Kita dari jam dua pagi. Jam empat sudah selesai, habis itu istirahat, salat subuh, baru habis salat Idulfitri kita bersih-bersih lagi. Karena ramai orang jadi perlu dirapikan setelahnya,” ujar Hendra.

Ia menambahkan, tugasnya tidak hanya membersihkan area publik, tetapi juga merawat taman hingga membantu penanaman sesuai kebutuhan di lapangan. Selama libur Lebaran, dirinya bersama tim difokuskan di kawasan Taman Elektrik sebagai salah satu titik keramaian utama.

Meski harus bekerja di hari Lebaran, Hendra mengaku tetap menjalankan tanggung jawab meski ada rasa sedih karena tidak bisa sepenuhnya bersama keluarga.

“Ya sedih mah sedih, tapi karena sudah ada tugas, kita jalani tanggung jawab dulu. Nanti kalau sudah selesai baru bisa pulang ketemu keluarga,” ungkapnya.

Selain petugas kebersihan dan pertamanan, tampak pula petugas keamanan, Satpol PP, tenaga kesehatan, serta sejumlah profesi lainnya yang tetap siaga demi memastikan Kota Tangerang tetap aman, tertib, dan nyaman selama Lebaran. (Tedy)
Share:

Wali Kota Bekasi Gelar Open House Hari Pertama Lebaran, Pererat Silaturahmi dengan Warga

Wali Kota Bekasi Gelar Open House Hari Pertama Lebaran, Pererat Silaturahmi dengan Warga. (Dok. Pemkot Bekasi)

Bekasi, WaraWiri.net - Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto, menggelar kegiatan open house pada hari pertama Hari Raya Idul Fitri. Kegiatan tersebut dilaksanakan bersama istri dan anaknya, menjadi momen kebersamaan dengan masyarakat Kota Bekasi.

Open house ini merupakan agenda rutin yang kerap dilakukan Tri Adhianto setiap perayaan Idul Fitri sebagai upaya mempererat tali silaturahmi antara pemimpin dan masyarakat.

Tri Adhianto menuturkan bahwa kegiatan ini terbuka untuk seluruh warga Kota Bekasi. Ia mempersilakan masyarakat untuk hadir dan menikmati hidangan yang telah disediakan dalam suasana penuh kehangatan.

“Open house ini terbuka untuk semua warga, sebagai bentuk kebersamaan dan mempererat silaturahmi,” ujar Tri.

Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.30 hingga 12.30 WIB yang dihadiri oleh forkopimda, masyarakat umum dan berbagai tokoh, yang turut meramaikan suasana Hari Raya.

Tri Adhianto juga mengajak warga yang tidak mudik atau yang berencana mudik setelah H+3 Lebaran untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai ajang bersilaturahmi.

Selain itu, ia menyampaikan pesan kepada warga yang sedang menjalankan perjalanan mudik maupun yang telah tiba di kampung halaman agar selalu menjaga kesehatan dan keselamatan selama perjalanan.

“Sampaikan salam saya kepada keluarga di kampung. Semoga tahun ini menjadi Idul Fitri yang penuh makna dan keberkahan,” tutupnya. (Deni)
Share:

Tak Pernah Habis Soal Rasa, Kuliner di Kota Bandung Semakin Seru

Tak Pernah Habis Soal Rasa, Kuliner di Kota Bandung Semakin Seru. (Dok. Pemkot Bandung)

Bandung, WaraWiri.net - Kota Bandung menegaskan diri sebagai surga kuliner yang tak pernah kehilangan pesonanya. Tak hanya menawarkan cita rasa khas, sejumlah tempat makan viral kini menjadi magnet bagi wisatawan yang ingin berburu pengalaman kuliner sekaligus spot estetik untuk bersantai.

Fenomena kuliner viral di Bandung semakin berkembang seiring maraknya media sosial. Berbagai tempat makan, mulai dari sarapan sederhana hingga bakery modern, ramai diperbincangkan karena keunikan konsep, rasa hingga suasana yang Instagramable.  

Salah satu yang mencuri perhatian adalah Toko Bubur di Bawah Pohon Rindang berlokasi di Jalan Cibeunying Utara No.24, Jalan Brigadir Jendral Katamso No.66 dan Pinus Regency, Jalan Soekarno Hatta Babakan Penghulu, yang menjadi favorit untuk sarapan dengan berbagai topping premium seperti daging, udang hingga dimsum. Tak hanya soal rasa, suasana rindang dan nyaman membuat tempat ini selalu dipadati pengunjung sejak pagi hari.  

Beranjak ke kuliner bernuansa klasik, Rumah Sejoli yang terletak di Jalan Purnawarman No.46, menghadirkan konsep kopitiam Melayu dengan menu seperti nasi lemak dan mie kari yang kaya rempah. Tempat ini menjadi pilihan favorit bagi wisatawan yang ingin menikmati suasana hangat dan homey di tengah kota.  

Bagi pecinta masakan Sunda, Sambel Hejo Natuna yang terletak di Jalan Natuna, Jalan Lodaya dan Jalan Brigadir Jenderal Katamso sedangkan Dapoer Pandan Wangi terletak di Jalan Terusan Pasirkoja No.275, Jalan Patuha No.38 dan Jalan Dago No.356 menjadi destinasi wajib.

Keduanya dikenal menyajikan hidangan autentik dengan cita rasa konsisten, mulai dari ayam goreng, sambal khas, hingga aneka lauk rumahan yang menggugah selera.  

Tak ketinggalan, inovasi kuliner juga hadir lewat Bakso Bintang Asia terletak di Jalan Sabang No.63 Cihapit yang menawarkan sensasi bakso dengan kuah ala pho Vietnam. Perpaduan rasa ini memberikan pengalaman baru bagi pecinta kuliner tradisional yang ingin mencoba sesuatu yang berbeda.  

Sementara itu, penggemar camilan dan street food dapat menikmati Dimsum Sembilan Ayam tertelak di Jalan Pasir Kaliki No.170 dengan pilihan menu beragam, serta Sate Taichan Bengawan yang terkenal dengan rasa gurih dan sambal pedas segarnya.  

Untuk pencinta makanan fusion, Tsukamie Noodle Bar Jalan H. Wahid No.23, menghadirkan bakmi dengan sentuhan Jepang, menciptakan rasa unik yang semakin memperkaya ragam kuliner Bandung. 

Di sisi lain, Bolu Pisang Tji Laki 9 terletak di Jalan Cilaki No.9 menjadi incaran wisatawan sebagai oleh-oleh khas dengan tekstur lembut dan rasa autentik.  

Tak lengkap tanpa mencicipi bakery modern, Drunk Baker yang terletak di Jalan Bahureksa No.24 menawarkan roti khas Hongkong dan Hokkaido yang terkenal dengan tekstur lembut dan rasa premium, menjadikannya salah satu spot favorit anak muda.  

Tren kuliner viral ini menunjukkan, Kota Bandung tidak hanya mengandalkan rasa, tetapi juga pengalaman. Dari antrean panjang hingga konsep unik, setiap tempat menghadirkan cerita tersendiri bagi para pengunjung.

Dengan ragam pilihan tersebut, Kota Bandung seolah tak pernah kehabisan alasan untuk dikunjungi. Satu hal yang pasti, berburu kuliner di Kota Bandung bukan sekadar makan melainkan petualangan rasa yang selalu ingin diulang. (Junaedi)
Share:

Mengingat Kisah Heroik Rakyat Saat Bandung Lautan Api Lewat 10 Stilasi

Mengingat Kisah Heroik Rakyat Saat Bandung Lautan Api Lewat 10 Stilasi. (Dok. Pemkot Bandung)

Bandung, WaraWiri.net - Pada 24 Maret 1946, sebuah keputusan besar diambil oleh para pejuang dan warga demi mempertahankan harga diri bangsa. Kota Bandung sengaja dibumihanguskan dalam peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai Bandung Lautan Api.

Saat itu, Bandung telah dikosongkan dari penduduk. Sekitar 200.000 warga bersama para pejuang meninggalkan rumah mereka menuju wilayah pegunungan di selatan. Dalam kurun waktu kurang lebih tujuh jam, kobaran api melalap kota, menciptakan pemandangan dramatis yang kemudian dikenang sebagai “lautan api”.

Aksi heroik ini bukan sekadar penghancuran, melainkan strategi untuk mencegah kota jatuh ke tangan Sekutu. Bandung pun menjadi simbol perlawanan dan pengorbanan yang tak tergantikan dalam sejarah perjuangan Indonesia.

Jejak Sejarah yang Diabadikan dalam Stilasi

Puluhan tahun setelah peristiwa tersebut, jejak perjuangan itu tidak dibiarkan hilang begitu saja. Pada 1997, komunitas Bandung Heritage bekerja sama dengan American Express Foundation merancang sebuah jalur sejarah bertajuk Bandung Lautan Api Heritage Trail.

Dalam proyek ini, dibangun 10 stilasi monumen kecil berbentuk prisma setinggi sekitar 140 cm yang tersebar di sejumlah titik penting di Kota Bandung. Stilasi ini dirancang oleh seniman Bandung, Sunaryo, sebagai penanda lokasi-lokasi bersejarah yang berkaitan dengan peristiwa Bandung Lautan Api.

Setiap stilasi memuat informasi penting, mulai dari peta jalur pengungsian, kisah di lokasi tersebut, hingga penggalan lagu Halo-Halo Bandung yang menjadi simbol semangat perjuangan. Di bagian atasnya, terdapat ornamen bunga Patrakomala ikon khas Kota Bandung.

Berikut 10 Titik Jejak Perjuangan

1. Gedung De Driekleur

Lokasi stilasi ini tak jauh dari Monumen Perpamsi, persimpangan jalan antara Jalan Sultan Agung dan Jalan Ir H Djuanda. Tepatnya, ada di depan bangunan ikonik bertuliskan 'De Driekleur'.

Gedung yang kini menjadi kantor salah satu bank ini, merupakan gedung bekas kantor berita Jepang Domei (sebelumnya konon rumah tinggal arsitek). Olivier Johannes Raap menuliskan dalam bukunya yang berjudul Kota di Djawa Tempo Doeloe, Driekleur memiliki arti triwarna atau tiga warna.

Gedung yang dirancang oleh Albert Aalbers itu, menjadi titik pertama kalinya teks proklamasi kemerdekaan Indonesia dibacakan di Kota Bandung.

2. Gedung Denis

Stilasi ini terletak di jalan yang paling tenar di Kota Bandung, yakni di persimpangan Jalan Braga dan Jalan Naripan. Lokasinya ada di Taman Braga atau depan gedung bank bjb.

Di gedung ini, pada Oktober 1945 pejuangBandung, Moeljono dan E Karmas merobek bendera Belanda. Peristiwa heroik ini juga dilakukan oleh pejuang Surabaya, Bung Tomo pada September 1945.

3. Eks Nederlandsch Indische Escompto Maatschappij

Sebuah gedung peninggalan Belanda dengan arsitektur cantik yang masih terjaga, dapat kita lihat di seberang Masjid Raya Bandung sebelah utara. 

Gedung bertuliskan 'Niescomptomy' itu sempat menjadi kantor Asuransi Jiwasraya.

Gedung ini digunakan sebagai markas resimen yang dibangun pada 1922. Konon, pada 13 Oktober 1945 para pemimpin TKR (Tentara Keamanan Rakyat) melakukan rapat yang dulu disebut Gedung NILMIJ ini.

4. Gudang di Jalan Ciguriang

Sebuah rumah di persimpangan Jalan Simpang-Jalan Ciguriang, menjadi titik stilasi selanjutnya. Stilasi satu ini justru sekilas tak terlihat, karena lokasinya yang berada di dalam sebuah rumah atau pertokoan.

Salah seorang warga sekitar menyebut, stilasi tersebut telah lama berdiri dengan terbangunnya rumah tersebut. Kini, stilasi tersebut masih terjaga utuh dengan bunga Patrakomala di atasnya, meski terdapat di balik pagar jeruji besi.

Rumah itu terlihat kosong tak berpenghuni, seperti sudah beralih fungsi menjadi gudang pertokoan. Terlihat dari luar pun hanya sudut bagian lirik lagu Halo-halo Bandung sementara dua sisi lainnya berada di dalam rumah.

5. Depan SD Dewi Sartika

Di sebuah taman kecil permukiman warga, tepatnya di depan SD Dewi Sartika terdapat sebuah stilasi di bawah pohon angsana. Bentuknya masih utuh seperti aslinya.

Tak banyak catatan sejarah soal stilasi ini, namun jalan Kautamaan Istri menjadi salah satu jalur yang dilalui untuk menuju wilayah Bandung Selatan.

6. Tepi Jalan Dewi Sartika

Di trotoar Jalan Dewi Sartika, tepatnya tak jauh dari tempat perbelanjaan Yogya Jalan Kepatihan juga terdapat sebuah stilasi. Jalan Dewi Sartika memang menjadi salah satu jalur menuju Bandung Selatan tempo dulu.

Diceritakan, di sana terdapat sebuah rumah markas komando Divisi III Siliwangi pimpinan kolonel A.H Nasution. Tempat tersebut dahulu bernama Regentsweg.

Kini, nama hotel itu sudah bukan Hotel Dewi Sartika. Sementara rumah itu pun hanya tinggal kenangan karena sudah disulap menjadi pertokoan. 

7. Komplek Belakang Kampus Unpas

Lokasi stilasi selanjutnya terletak di pertigaan Jalan Lengkong Dalam-Lengkong Tengah. Dahulu tempat ini disebut sebagai kawasan tinggal warga Indo-Belanda.

8. Jalan Jembatan Baru

Stilasi ini berada di Jalan Jembatan Baru di tepi gang permukiman padat penduduk. Berbeda dari stilasi lainnya, stilasi ini letaknya kurang lebih berada satu setengah meter dari permukaan tanah.

Stilasi ini menjadi bukti garis pertahanan pejuang saat terjadi pertempuran Lengkong.

9. SD Negeri Asmi

Stilasi ini berada tepat di dalam halaman sekolah dasar Asmi di Jalan Asmi, tak jauh dari Jalan Jembatan Baru. 

Bangunan gedung tidak mengalami banyak perubahan terlihat dari desain eksterior pintu dan jendela. Dahulunya, bangunan ini digunakan sebagai markas pemuda pejuang PSINDO dan BBRI sebelum terjadinya peristiwa Bandung Lautan Api, serta lokasi pengungsian.

10. Depan Gereja Gloria

Stilasi terakhir berada di dekat saluran irigasi yang memisahkan antara trotoar Jalan Moh Toha dengan Gereja Gloria.

Gereja tersebut dahulu digunakan sebagai pemancar NIROM untuk menjadi media menyebarkan proklamasi kemerdekaan ke seluruh Indonesia dan dunia.

Warisan Sejarah yang Perlu Dijaga

Keberadaan stilasi Bandung Lautan Api bukan sekadar penanda lokasi, melainkan pengingat akan keberanian dan pengorbanan besar masyarakat Bandung. Di tengah perkembangan kota yang pesat, jejak-jejak ini menjadi penghubung antara generasi masa kini dengan sejarah heroik masa lalu.

Melalui stilasi ini, masyarakat diajak untuk tidak hanya mengenang, tetapi juga memahami makna perjuangan bahwa kemerdekaan yang dinikmati hari ini lahir dari keberanian untuk berkorban demi masa depan bangsa. (Junaedi)
Share:

Pastikan Pasokan Energi di Sumbagut Aman Selama Lebaran, Kilang Pertamina Dumai Tetap Beroperasi 24 Jam dan Perkuat Sinergi Stakeholder

Pastikan Pasokan Energi di Sumbagut Aman Selama Lebaran, Kilang Pertamina Dumai Tetap Beroperasi 24 Jam dan Perkuat Sinergi Stakeholder. (Dok. Pertamina)

Dumai, WaraWiri.net - PT Pertamina Patra Niaga Refinery Unit Dumai (Kilang Pertamina Dumai) memastikan operasional kilang tetap berjalan normal selama 24 jam di tengah suasana perayaan Idul Fitri 1447 H. Langkah ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan ketahanan pasokan energi nasional, khususnya di wilayah Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) selama masa Satuan Tugas Ramadhan dan Idulfitri.

Kendati tetap beroperasi di Hari Raya Idul Fitri, Kilang Pertamina Dumai tetap mengutamakan aspek HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) sebagai fondasi utama di seluruh lini operasional. Untuk memastikan keandalan operasi tetap aman dan terkendali, jajaran manajemen Kilang Dumai melaksanakan Management Walkthrough (MWT) ke sejumlah area operasi usai menunaikan Salat Idulfitri.

General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan mengatakan bahwa momentum Idul Fitri tidak mengurangi komitmen perusahaan dalam menjaga keandalan operasional dan aspek keselamatan kerja.

“Pada momen ini tidak mengurangi semangat dan komitmen kami dalam memastikan pasokan energi. Seluruh Perwira menjalankan tugas secara profesional sesuai dengan pembagian tugas guna memastikan operasional kilang berjalan optimal, aman, dan andal demi melayani kebutuhan energi masyarakat di momen RAFI 2026,” ujar Iwan.

Ia menambahkan, kegiatan ini dilakukan untuk memastikan seluruh personel menjalankan prosedur HSSE secara disiplin. Komitmen ini menegaskan bahwa operasional yang optimal harus berjalan selaras dengan standar keselamatan yang tinggi tanpa kompromi. Iwan juga mengapresiasi komitmen dan dedikasi seluruh Perwira yang bertugas untuk menjaga keandalan energi.

“Kami memberikan apresiasi tertinggi bagi rekan-rekan yang tetap bertugas di lapangan. Semoga dedikasi ini memberikan keberkahan serta menjadi semangat bagi kita untuk terus memberikan yang terbaik bagi masyaraka,” tambah Iwan.

Kegiatan MWT ini tidak hanya menjadi sarana pengawasan lapangan, tetapi juga momentum bagi manajemen untuk memberikan dukungan moril kepada para Perwira yang bertugas sebagai garda terdepan di hari lebaran, sekaligus membawakan bingkisan buah-buahan untuk menambah semangat para Perwira dalam menjalankan tugas. Hal ini merupakan bentuk komitmen Kilang Pertamina Dumai dalam memenuhi target produksi yang telah drencakankan yakni 3,27 juta barel selama maret 2026, yang terdiri dari 0,35 juta pertalite, solar 2,60 juta barel, dan avtur 0,32 juta barel.

Tidak hanya melalui MWT, keandalan operasional kilang juga dipantau secara real time melalui Main Control Room serta kegiatan plant patrol. Aspek keamanan pun menjadi perhatian utama, pengamanan ini melibatkan sinergi internal dan eksternal, di antaranya Security PT KPI RU II Dumai, PAM Obvitnas Polda Riau, Polres Dumai, Kodim 0320, Lanal Dumai, Satrad 232, Denrudal 004, Kipan A 132, Subdenpom 01, serta Satpol PP.

Selain berkomitmen menjaga pasokan energi, Kilang Pertamina Dumai juga berkomitmen menjaga harmonisasi dengan para pemangku kepentingan. Upaya ini diwujudkan melalui agenda silaturahmi formal yang dilaksanakan selepas pelaksanaan Shalat Idulfitri di Masjid Al-Muhajirin, Komperta Bukit Datuk. Pada kesempatan tersebut, General Manager Kilang Pertamina Dumai, Iwan Kurniawan, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Idul Fitri bukanlah akhir dari kebaikan, melainkan awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik dan humanis.

Dalam agenda kunjungan ke stakeholder, Kilang Pertamina Dumai mengunjungi kediaman Wakil Wali Kota Dumai, Sugiyarto, serta Komandan Pangkalan TNI Angkatan Laut (Danlanal) Dumai sebagai bagian dari upaya memperkuat sinergi di wilayah operasi. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat komunikasi dan kolaborasi yang berkelanjutan.

Area Manager Communication, Relations, & CSR Kilang Pertamina Dumai, Tengku Muhammad Rum, menegaskan bahwa sinergi dengan para pemangku kepentingan menjadi kunci dalam menjaga kelancaran operasional.

“Kolaborasi dan koordinasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan menjadi faktor penting dalam menjaga kelancaran operasional, khususnya selama periode RAFI ini. Melalui sinergi yang solid, kami memastikan operasional kilang tetap berjalan aman dan andal, dalam mendukung pemenuhan kebutuhan energi masyarakat,” tambah Muhammad Rum.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa kesiapsiagaan operasional di seluruh lini bisnis Pertamina, termasuk di Kilang Pertamina Dumai, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan energi yang andal selama periode Ramadan dan Idulfitri.

“Pertamina memastikan seluruh infrastruktur energi, mulai dari kilang hingga distribusi, tetap beroperasi optimal selama periode Idulfitri. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan aman dan lancar,”tambah Baron. (Alif)
Share:

Tetap Siaga di Hari Raya, Kilang Pertamina Patra Niaga Balikpapan Beroperasi Normal Saat Idul Fitri

Tetap Siaga di Hari Raya, Kilang Pertamina Patra Niaga Balikpapan Beroperasi Normal Saat Idul Fitri. (Dok. Pertamina)

Balikpapan, WaraWiri.net - Di saat sebagian besar masyarakat merayakan Idul Fitri 1447 Hijriah bersama keluarga, aktivitas di kilang PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Refinery Unit (RU) Balikpapan tetap berjalan normal. Hal ini terlihat saat jajaran manajemen PT PPN RU Balikpapan melakukan kunjungan ke area operasional usai pelaksanaan Salat Idul Fitri di Lapangan Merdeka Balikpapan (21/3).

Terpantau operasional kilang terus dijaga untuk memastikan pasokan energi tetap aman dan andal bagi masyarakat terutama untuk momen Idul Fitri.

“Operasional kilang tetap berjalan normal selama Idul Fitri sebagai wujud komitmen kami dalam menjaga ketahanan pasokan energi bagi masyarakat,” ungkap Dodi Yapsenang, Area Manager Communication, Relations & CSR PT PPN RU Balikpapan.

Di balik operasional yang tetap berjalan tersebut, para pekerja kilang tetap siaga di area kerja, menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab. Para pekerja PT PPN RU Balikpapan memastikan setiap proses produksi energi berlangsung optimal, meskipun harus merayakan hari raya jauh dari keluarga.

Sebagai bentuk apresiasi, jajaran manajemen PT PPN RU Balikpapan turut hadir langsung ke area operasional untuk menyapa para pekerja selepas Salat Idul Fitri. Kunjungan tersebut menjadi wujud perhatian sekaligus dukungan moril bagi para pekerja yang tetap berada di garis depan operasional.

Dodi menambahkan, dedikasi para pekerja menjadi faktor penting dalam menjaga keandalan operasional kilang, terutama pada momen krusial seperti Idul Fitri.

“Kami sangat mengapresiasi dedikasi para pekerja yang tetap menjalankan tugas di hari raya. Semangat pengabdian ini menjadi kekuatan utama dalam memastikan operasional tetap andal serta kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi,” tambahnya.

Dodi juga menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung kelancaran operasional Kilang Balikpapan. “Kami juga berterima kasih pada masyarakat sekitar kilang yang turut menjaga kondusifitas selama malam takbiran. Masyarakat ikut berjaga agar tidak ada yang menyalakan kembang api ke arah kilang serta aktifitas berbahaya lainnya. Keandalan kilang tentunya juga berkat dukungan seluruh stakeholder,” ucap Dodi.

Sejalan dengan hal tersebut, Wakil Wali Kota Balikpapan, Bagus Susetyo, dalam sambutannya pada pelaksanaan Salat Idul Fitri juga menegaskan pentingnya menjaga keberlangsungan operasional sektor energi sebagai penopang kehidupan masyarakat.

Ia menyampaikan bahwa peninjauan terhadap Kilang Pertamina di Balikpapan terus dilakukan guna memastikan operasional tetap maksimal sebagai penopang energi nasional.

Sementara itu, Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, menambahkan bahwa kesiapsiagaan operasional di seluruh lini bisnis Pertamina, termasuk di Kilang Pertamina Patra Niaga Balikpapan, merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan layanan energi yang andal selama periode Ramadan dan Idulfitri.

“Pertamina memastikan seluruh infrastruktur energi, mulai dari kilang hingga distribusi, tetap beroperasi optimal selama periode Idulfitri. Ini merupakan bagian dari komitmen kami dalam menjaga ketahanan energi nasional serta memastikan kebutuhan energi masyarakat terpenuhi dengan aman dan lancar,”tambah Baron. (Alif)
Share:

Kemenhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA Untuk Atur Waktu Kembali ke Jabodetabek

Kemenhub Imbau Pemudik Maksimalkan WFA Untuk Atur Waktu Kembali ke Jabodetabek. (Dok. Kemenhub)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan mengimbau pemudik agar memaksimalkan waktu Work From Anywhere (WFA) untuk mengurai puncak arus balik yang diprediksi pada tanggal 24 Maret 2026.

"Jasa Marga memprediksi pada tanggal 24 Maret 2025 sekitar 285 ribu kendaraan pemudik akan kembali ke Jabodetabek melalui jalur tol. Kami imbau masyarakat untuk bisa memanfaatkan waktu WFA yang diberikan agar bisa kembali pada tanggal 25,26 atau 27 Maret," ujar Direktur Jenderal Perhubungan Darat Aan Suhanan di Jakarta, Senin (23/3).

Ia menambahkan, kebijakan WFA berlaku bagi masyarakat yang bekerja di sektor pemerintahan dan BUMN serta dihimbau dapat diterapkan juga di sektor swasta, harapan kami pengusaha swasta memberi kelonggaran kepada para pegawainya untuk memanfaatkan WFA dalam mengatur waktu kepulangan," katanya.

Hal ini perlu menjadi perhatian bersama mengingat tingginya lonjakan kendaraan yang terjadi pada puncak arus mudik kemarin. Tujuannya adalah untuk memberikan rasa nyaman bagi para pengguna jalan dan tidak ada penumpukan kendaraan secara masif di jalan.

Berdasarkan data Jasa Marga, hingga tanggal 22 Maret 2026 pukul 14.00 WIB, sebesar 39,9 persen kendaraan telah melintas masuk ke Jakarta dari total proyeksi 3,4 juta kendaraan. Jumlah tersebut dihitung dari empat Gerbang Tol Utama yaitu GT Cikupa, GT Ciawi, GT Cikatama dan GT Kalihurip Utama.

"Kami juga mengingatkan kepada masyarakat untuk menggunakan rest area sebaik-baiknya. Maksimalkan waktu 30 menit supaya bisa bergantian dengan yang lainnya atau maksimalkan tempat istirahat yang juga berada di luar jalur tol," ungkap Dirjen Aan.

Ia menekankan juga pemudik untuk tidak beristirahat di bahu jalan karena akan sangat berbahaya, berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas serta menambah kemacetan. Pihaknya berharap seluruh stakeholders dan masyarakat bisa bekerja sama menciptakan arus balik yang selamat, aman dan nyaman. (Burhan)
Share:

Stok Cukup, Harga Stabil, Lebaran 2026/1447 H Dilalui dengan Kemenangan untuk Semua

Stok Cukup, Harga Stabil, Lebaran 2026/1447 H Dilalui dengan Kemenangan untuk Semua. (Dok. Kementan)

Makassar, WaraWiri.net - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan stok komoditas pangan nasional dalam kondisi cukup dan harga tetap stabil menjelang dan pada Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah. Kondisi ini membuat momentum Lebaran 2026 menjadi kebahagiaan bagi seluruh pihak, mulai dari petani sebagai produsen, pedagang sebagai pelaku distribusi, hingga konsumen sebagai masyarakat luas.
 
Dari pantauan di berbagai pasar tradisional dan modern, harga berbagai kebutuhan pokok terpantau stabil dan stok tersedia cukup. 
 
Menurut Mentan Amran, keberhasilan menjaga stok dan stabilitas harga pangan merupakan hasil kerja bersama dari peningkatan produksi, penguatan cadangan pangan, pengawasan distribusi, serta pengendalian harga di pasar.
 
“Kita ingin semua tersenyum. Petani tersenyum karena harga hasil panennya baik, pedagang tersenyum karena barang tersedia dan bisa dijual, dan masyarakat juga tersenyum karena harga pangan terjangkau. Itulah tujuan pemerintah menjaga pangan,” ujar Mentan Amran.
 
Mengulas komoditas beras, Mentan Amran menjelaskan bahwa posisi stok nasional sangat kuat. Cadangan Beras Pemerintah di gudang Bulog saat ini sekitar 4,09 juta ton, beras yang beredar di masyarakat sekitar 11–12 juta ton, serta potensi panen dalam waktu dekat sekitar 12 juta ton. 

Secara total, kekuatan stok beras nasional mencapai sekitar 28 juta ton atau setara ketahanan pangan hingga sekitar 11 bulan ke depan.
 
Produksi beras nasional juga menunjukkan tren peningkatan. Panen raya di berbagai daerah sedang menunjukkan geliat hasil yang menggembirakan mengingat Maret 2026 merupakan saat di mana panen raya terjadi. Peningkatan produksi ini memperkuat stok nasional sekaligus menjaga stabilitas harga gabah di tingkat petani.
 
“Produksi kita meningkat, panen raya terjadi di banyak daerah, Februari Maret dan April banyak panen di berbagai daerah, sehingga stok beras nasional sangat kuat. Produksi kita sudah berada di atas kebutuhan konsumsi nasional,” ujar Mentan Amran.
 
Dengan kebutuhan beras nasional sekitar 2,59 juta ton per bulan dan produksi bulanan berada di kisaran 2,6 hingga 5,7 juta ton, kondisi beras nasional berada dalam posisi surplus.
 
Mentan Amran juga menyampaikan bahwa berdasarkan neraca pangan nasional hingga April 2026, sejumlah komoditas strategis berada dalam kondisi surplus. Tercatat Beras dengan ketersediaan 27,5 juta ton, kebutuhan 10,3 juta ton, maka neracarnya surplus 17,2 juta ton. 
 
Untuk cabai rawit, ketersediaan 409 ribu ton, kebutuhan 304 ribu ton, maka kondisi surplus 105 ribu ton. Begitupun untuk daging ayam, dengan ketersediaan 2,07 juta ton, kebutuhan 1,34 juta ton, angka surplus 727 ribu ton. Komoditas bawang merah ketersediaannya 479 ribu ton, kebutuhan 422 ribu ton kondisi surplus 57 ribu ton. Selain itu, neraca cabai nasional pada Maret juga mengalami surplus produksi, dengan cabai rawit merah surplus sekitar 46.868 ton dan cabai besar surplus sekitar 8.282 ton. Kondisi ini membuat harga cabai mulai stabil dan cenderung menurun di pasar.
 
“Kalau produksi surplus dan distribusi lancar, maka harga akan stabil. Itu yang kita jaga terus, dari hulu sampai hilir,” kata Mentan Amran.
 
Mentan Amran menegaskan bahwa pemerintah terus menjaga keseimbangan harga agar petani tidak rugi dan masyarakat tetap mendapatkan harga pangan yang terjangkau.
 
“Harga pangan tidak boleh terlalu tinggi karena memberatkan masyarakat, tetapi juga tidak boleh terlalu rendah karena merugikan petani. Pemerintah harus menjaga keseimbangan itu,” tegasnya.
 
Pengawasan harga dilakukan bersama lintas sektor untuk mencegah penimbunan dan permainan harga, khususnya pada momentum Ramadan dan Idulfitri. 
 
Mentan Amran menyampaikan bahwa kondisi pangan nasional yang kuat dan harga yang stabil membuat Idulfitri 1447 H menjadi kebahagiaan bagi seluruh pihak dalam rantai pangan nasional.
 
“Lebaran tahun ini kita syukuri bersama. Produksi baik, stok cukup, harga stabil. Petani tetap berproduksi, pedagang bisa berdagang, masyarakat bisa membeli dengan harga terjangkau. Lebaran tahun ini adalah kemenangan untuk semua, selamat merayakan hari nanti fitri, berkah untuk semua" tutup Mentan Amran. (Evi)
Share:

WFP: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan, Indonesia Surplus Beras

WFP: 45 Juta Orang Terancam Kelaparan, Indonesia Surplus Beras. (Dok. Kementan)

Jakarta, WaraWiri.net - Ancaman krisis pangan global kembali menghantui dunia. Laporan terbaru dari World Food Programme (WFP) memperingatkan bahwa eskalasi konflik di Timur Tengah berpotensi mendorong lonjakan jumlah penduduk dunia yang mengalami kelaparan akut ke level rekor pada 2026.

Jika konflik berkepanjangan dan harga energi dunia tetap tinggi, hampir 45 juta orang tambahan diperkirakan bisa jatuh ke dalam kondisi rawan pangan akut. Situasi ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan kini menjadi isu strategis global yang menentukan stabilitas ekonomi dan sosial suatu negara.
 
Menanggapi kondisi tersebut, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa dunia saat ini memang sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius sehingga setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak bergantung pada negara lain.
 
“Dunia sedang menghadapi ancaman krisis pangan yang serius. Karena itu setiap negara harus memperkuat ketahanan pangannya dan tidak boleh bergantung pada negara lain,” ujar Mentan Amran, Minggu (22/03/2026).
 
Ia menjelaskan bahwa kenaikan harga energi, gangguan jalur pelayaran internasional, serta meningkatnya biaya logistik berpotensi memicu inflasi pangan global seperti yang pernah terjadi saat perang Rusia–Ukraina pada 2022.

Dampak konflik tidak hanya dirasakan di kawasan perang, tetapi merambat ke seluruh dunia melalui rantai pasok global. Negara-negara yang bergantung pada impor pangan menjadi paling rentan menghadapi lonjakan harga dan kelangkaan pasokan.
 
“Kalau terjadi krisis global, terlebih permasalahan geopolitik dari Iran versus Amerika dan Israel, yang paling aman adalah negara yang bisa memproduksi pangannya sendiri. Itu sebabnya kita harus memperkuat produksi dalam negeri,” kata Mentan Amran.
 
Di tengah ancaman krisis pangan global tersebut, Indonesia justru dinilai berada pada jalur yang tepat menuju kemandirian pangan. Program pembangunan pertanian yang dijalankan pemerintah saat ini tidak hanya fokus pada peningkatan produksi, tetapi membangun sistem pertanian yang kuat, modern, dan berkelanjutan. Pemerintah menargetkan swasembada pangan sekaligus menjadikan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia.
 
“Kita harus optimis. Indonesia punya lahan, air, iklim, dan sumber daya manusia. Kalau semua dimaksimalkan, swasembada bukan mimpi, lumbung pangan dunia juga bukan hal yang mustahil, salah kalau kekuatan ini kita biarkan,” tegasnya.
 
Strategi peningkatan produksi melalui program intensifikasi dan ekstensifikasi secara bersamaan, hasilnya sudah terlihat pada tahun lalu di mana Indonesia berhasil mencapai swasembada pangan. Intensifikasi dilakukan melalui peningkatan produktivitas lahan dengan benih unggul, mekanisasi pertanian, pompanisasi, serta peningkatan indeks pertanaman. Sementara ekstensifikasi dilakukan melalui program cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa sebagai sumber produksi baru.
 
“Mandiri mutlak, swasembada mutlak. Kita tidak hanya meningkatkan produktivitas lahan yang ada, tetapi juga membuka lahan baru melalui cetak sawah dan optimalisasi lahan rawa. Semua harus kita optimalkan. Produksi harus naik secara signifikan,” ujarnya.
 
Menurut Mentan Amran, langkah utama yang menjadi pilar swasembada pangan berkelanjutan yaitu deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional menuju modern. Kedua langkah ini menjadi kunci keberlangsungan produksi pertanian nasional di tengah tantangan global.
 
“Langkah kami ada dua untuk mencapai swasembada berkelanjutan, keluar dari permasalahan geopolitik kita terus benahi aturan, deregulasi dan transformasi pertanian dari tradisional ke modern kita masifkan,” tegasnya.
 
Keberhasilan swasembada yang sudah dicapai, lanjutnya, bukan isapan jempol semata. Pemerintah melakukan reformasi besar-besaran di sektor pertanian dengan menerbitkan 13 Peraturan Presiden di sektor pertanian — jumlah terbanyak sepanjang sejarah — serta mencabut sekitar 500 regulasi internal yang dinilai menghambat percepatan program pertanian nasional. Deregulasi ini memangkas rantai birokrasi, mempercepat distribusi sarana produksi, dan menurunkan biaya produksi petani.
 
“Kalau regulasi terlalu banyak, program tidak akan jalan. Karena itu kita pangkas regulasi yang menghambat agar produksi bisa naik lebih cepat,” jelas Amran.
 
Reformasi paling signifikan terjadi pada tata kelola pupuk. Jika sebelumnya distribusi pupuk melibatkan ratusan regulasi dan persetujuan berlapis lintas daerah, kini mekanisme dipangkas menjadi jalur langsung dari Kementerian Pertanian ke Pupuk Indonesia hingga ke petani. Dampaknya sangat besar, biaya pupuk turun hingga 20 persen dan volume pupuk meningkat 700 ribu ton tanpa tambahan beban anggaran negara.
 
“Dulu petani sudah mau tanam, pupuk belum tiba. Sekarang distribusi langsung, cepat, dan tepat sasaran,” ujarnya.
 
Selain deregulasi, transformasi modernisasi pertanian juga menjadi kunci peningkatan produksi nasional. Mekanisasi pertanian memungkinkan efisiensi tenaga kerja hingga 90 persen, mempercepat proses tanam dan panen, serta mendorong indeks pertanaman dari satu kali menjadi dua hingga tiga kali tanam per tahun. Efisiensi tersebut menurunkan biaya produksi hingga 50 persen dan berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan petani.
 
“Modernisasi pertanian membuat biaya produksi turun, panen lebih cepat, dan petani lebih sejahtera. Ini yang sedang kita dorong di seluruh Indonesia,” kata Amran.
 
Peningkatan kesejahteraan petani terlihat dari Nilai Tukar Petani (NTP) yang kini mencapai angka 125, tertinggi sepanjang sejarah. Angka tersebut diperkuat kebijakan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah sebesar Rp6.500 per kilogram yang menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp132 triliun di tingkat petani. Kebijakan ini menjadi bentuk keberpihakan pemerintah terhadap petani agar tetap mendapatkan keuntungan dari usaha tani.
 
“Kalau petani untung, mereka akan semangat menanam. Kalau petani semangat, produksi pasti naik. Itu kunci swasembada. Untuk berkelanjutan tetap kita genjot sumber-sumber input produksi,” tegasnya.
 
Produksi beras nasional surplus, mencapai sekitar 34,7 juta ton atau naik sekitar 13 persen dibanding tahun sebelumnya, sementara cadangan beras pemerintah mencapai lebih dari 4 juta ton dan optimis terus meningkat dalam bulan-bulan berikutnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa fondasi ketahanan pangan nasional semakin kuat di tengah ketidakpastian global.
 
“Stok kita kuat, produksi naik, cadangan pangan aman. Ini menunjukkan program kita sudah berada di jalur yang benar,” ujarnya.
 
Untuk memperkuat produksi jangka panjang, pemerintah juga menjalankan program optimalisasi lahan rawa sebagai strategi ekspansi produksi nasional. Pemerintah memulai revitalisasi ratusan ribu hektare lahan di Kalimantan dengan sistem irigasi modern sebagai tahap awal pengembangan kawasan pangan baru di Indonesia. Program ini diproyeksikan menjadi sumber produksi beras baru di masa depan.
 
“Kita sedang menyiapkan lumbung pangan baru melalui optimalisasi lahan rawa. Ini untuk memastikan produksi pangan kita terus meningkat,” jelas Mentan Amran.
 
Melalui kombinasi deregulasi, modernisasi pertanian, cetak sawah, pompanisasi, optimalisasi lahan, serta penguatan kebijakan harga untuk petani, pemerintah menempatkan sektor pangan sebagai jangkar stabilitas ekonomi nasional sekaligus fondasi swasembada berkelanjutan. Di tengah ancaman krisis pangan global, Indonesia justru memperkuat produksi dan cadangan pangan nasional.
 
“Kita tidak boleh takut krisis pangan global. Justru ini momentum Indonesia untuk menjadi negara yang mandiri pangan dan menjadi lumbung pangan dunia, kita putar dunia,” tutupnya. (Evi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING