Pemkab Bogor Dorong KADIN Perkuat Kolaborasi dan Iklim Usaha Kondusif

Pemkab Bogor Dorong KADIN Perkuat Kolaborasi dan Iklim Usaha Kondusif. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menegaskan pentingnya peran Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Kabupaten Bogor sebagai wadah utama dunia usaha sekaligus mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, saat mewakili Bupati Bogor dalam Musyawarah Kabupaten (Muskab) IX KADIN Kabupaten Bogor, di Cibinong, Rabu (2/9).

Ajat mengatakan, KADIN diharapkan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah daerah, menciptakan iklim usaha yang kondusif, serta memberikan masukan konstruktif terhadap berbagai kebijakan pembangunan ekonomi di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, Muskab IX menjadi momentum penting bagi KADIN Kabupaten Bogor untuk melakukan evaluasi terhadap kinerja organisasi sekaligus merumuskan arah program kerja untuk periode 2026–2031.

“Pemkab Bogor menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada pengurus KADIN periode sebelumnya atas kontribusi yang telah diberikan. Kami juga siap terus membangun komunikasi dan sinergi yang erat dengan kepengurusan KADIN Kabupaten Bogor periode 2026–2031,” ujar Ajat.

Sementara itu, Ketua KADIN Jawa Barat, Almer Faiq Rusydi, mengingatkan seluruh calon Ketua KADIN Kabupaten Bogor agar mengedepankan persatuan dan menghindari ego pribadi selama proses kontestasi berlangsung.

Ia berharap siapapun yang terpilih nantinya mampu melanjutkan program kepengurusan sebelumnya, sekaligus memperkuat kolaborasi dengan Pemkab Bogor dan seluruh pemangku kepentingan dunia usaha.

Almer juga menekankan pentingnya menjaga kondusifitas Muskab IX. Para calon, kata dia, telah menyepakati untuk mengikuti proses pemilihan secara profesional dan fair serta tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum.

“Kami berharap KADIN Kabupaten Bogor ke depan mampu membawa perubahan dan memberikan manfaat bagi para pelaku usaha,” katanya.

Pesan persatuan juga disampaikan Ketua KADIN Kabupaten Bogor periode 2021–2026, Sintha Dec Checawaty, kepada tiga calon Ketua KADIN yang mengikuti kontestasi.

Ia meminta seluruh calon berjuang maksimal hingga proses pemilihan berakhir, namun tetap memiliki kesiapan untuk menerima apapun hasilnya.

“Kuatkan tekad untuk menang dan galang kekuatan sampai menit terakhir sebelum pemilihan, tapi sisakan ruang untuk menerima kekalahan,” ujarnya.

Sintha berharap kontestasi kepemimpinan KADIN Kabupaten Bogor tidak memecah kebersamaan dan justru menjadi momentum untuk memperkuat persatuan organisasi.

“Ini mudah-mudahan bertanding untuk bersanding,” katanya.

Ia juga berpesan kepada calon yang nantinya terpilih agar menjaga amanah jabatan serta menjalankan roda organisasi sesuai Undang-Undang, Anggaran Dasar, dan Peraturan Organisasi KADIN.

Dengan semangat kolaborasi dan persatuan tersebut, Muskab IX KADIN Kabupaten Bogor diharapkan menghasilkan kepemimpinan yang mampu membawa organisasi semakin solid serta memberikan kontribusi nyata terhadap penguatan dunia usaha dan perekonomian Kabupaten Bogor. (Isna)
Share:

Rudy Susmanto Sebut Akan Bangun Jalan Alternatif Baru Pasir Muncang–Taman Safari 7,5 Kilometer

Rudy Susmanto Sebut Akan Bangun Jalan Alternatif Baru Pasir Muncang–Taman Safari 7,5 Kilometer. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor, Rudy Susmanto menyebutkan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor menyiapkan pembangunan jalan alternatif baru yang menghubungkan wilayah Pasir Muncang, Bogor Selatan, hingga kawasan Taman Safari Indonesia. Pembangunan jalan sepanjang sekitar 7,5 kilometer tersebut ditargetkan mulai direkonstruksi pada September 2026.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan konektivitas antar wilayah menjadi salah satu prioritas Pemkab Bogor dalam mendorong pemerataan pembangunan sekaligus membuka pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru.

“Pada 2026, kami juga sudah mempersiapkan pembangunan jalan alternatif baru mulai dari Pasir Muncang, wilayah Bogor Selatan, sampai Eiger, kemudian dari Eiger hingga Taman Safari Indonesia. Insyaallah pada bulan September kita mulai melakukan rekonstruksi pembangunan jalan sepanjang 7,5 kilometer,” ujar Rudy.

Menurutnya, pembangunan infrastruktur jalan tidak hanya berkaitan dengan peningkatan akses transportasi, tetapi juga menjadi bagian penting dalam membuka akses masyarakat terhadap berbagai sektor, termasuk pendidikan, kesehatan, dan perekonomian.

Rudy menjelaskan, sejak awal menjabat, Pemkab Bogor memandang jaringan jalan sebagai “urat nadi” pembangunan wilayah. Konektivitas yang semakin baik diharapkan dapat mempercepat pemerataan pembangunan hingga ke berbagai wilayah Kabupaten Bogor.

“Kalau mau membangun wilayah, urat nadinya harus dibangun terlebih dahulu. Urat nadi itu apa? Jaringan jalan. Konektivitas antar wilayah, sehingga ke depan pemerataan pembangunan dapat dirasakan dampaknya secara langsung oleh masyarakat,” jelasnya.

Pembangunan jalan Pasir Muncang–Taman Safari tersebut menjadi bagian dari berbagai upaya Pemkab Bogor dalam meningkatkan konektivitas wilayah. Sebelumnya, Pemkab Bogor juga melakukan pembangunan dan revitalisasi sejumlah ruas jalan di wilayah barat dan timur Kabupaten Bogor.

Rudy menyebutkan, pada 2025, pembangunan jalan kabupaten dan jalan desa telah mencapai sekitar 516 kilometer. Namun, dengan luas wilayah dan jumlah penduduk Kabupaten Bogor yang besar, pembangunan infrastruktur masih perlu dilakukan secara bertahap.

“Hal ini termasuk beberapa harapan masyarakat di berbagai wilayah, di 40 kecamatan, 416 desa, dan 19 kelurahan, yang menghendaki infrastrukturnya diperbaiki. Kami terus melakukan perbaikan,” katanya.

Ia menegaskan, pembangunan infrastruktur dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing wilayah. Kawasan yang membutuhkan akses jalan akan menjadi prioritas, sementara pembangunan fasilitas lainnya juga disesuaikan dengan karakter dan kebutuhan masyarakat.

“Tidak mungkin kami membangun tugu di wilayah pinggiran di tengah gunung. Masyarakat di sana tidak membutuhkan tugu, masyarakat membutuhkan jalan, maka kita berikan jalan,” tegas Rudy.

Selain pembangunan jalan Pasir Muncang–Taman Safari, Pemkab Bogor juga menyiapkan sejumlah konektivitas baru, di antaranya pembangunan jalan dari Transyogi menuju Desa Sukaresmi, Kecamatan Sukamakmur, sepanjang sekitar 10 kilometer serta rencana konektivitas Jalan Tegar Beriman dengan Jalan Bojonggede-Kemang melalui pembangunan flyover pada 2027.

Rudy berharap pembangunan berbagai akses tersebut dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat sekaligus memperkuat konektivitas antar kawasan di Kabupaten Bogor.

“Kalau ingin cepat terealisasi, kuncinya satu: ayo kita berkolaborasi bersama-sama,” tandasnya. (Isna)
Share:

Perkuat Pendidikan Vokasi Berkelas Dunia, Kemendikdasmen Kirim Guru SMK untuk Magang Luar Negeri

Perkuat Pendidikan Vokasi Berkelas Dunia, Kemendikdasmen Kirim Guru SMK untuk Magang Luar Negeri. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta, WaraWiri.net - Sebagai upaya meningkatkan kualitas dan kompetensi guru sekolah menengah kejuruan (SMK), Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Direktorat Sekolah Menengah Kejuruan, Direktorat Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus melepas 50 guru SMK peserta program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (1/9). 

Program yang merupakan kolaborasi antara Kemendikdasmen dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) ini bertujuan memberikan pengalaman langsung kepada guru SMK mengenai budaya kerja, penerapan teknologi terkini, serta standar operasional industri bertaraf internasional. Dalam pelaksanaannya, Kemendikdasmen dan LPDP menggandeng sejumlah mitra, yakni Atase Pendidikan dan Kebudayaan Jerman, Technische Universität Dresden (TU Dresden) sebagai mitra perguruan tinggi, serta FESTO Germany sebagai mitra industri.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi kepada 50 guru SMK yang akan mengikuti program magang di Jerman “Kami berkomitmen untuk meningkatkan kualitas para guru dengan partisipasi semesta. Ini bagian awal dan bagian penting untuk memajukan pendidikan vokasi. Saya berpesan kepada Bapak dan Ibu untuk memanfaatkan program ini sebaik mungkin. Bangun jejaring karena setiap pengalaman akan memiliki makna yang sangat penting,” terang Mendikdasmen.

Melalui pengalaman belajar secara langsung di lingkungan industri global dan perguruan tinggi luar negeri, para guru diharapkan dapat memperluas wawasan serta meningkatkan kompetensi teknis dan pedagogis. Pengetahuan dan praktik terbaik yang diperoleh selama magang selanjutnya diharapkan dapat diterapkan dalam proses pembelajaran di SMK, termasuk untuk memutakhirkan kurikulum kejuruan dan memperkuat implementasi teaching factory (Tefa) yang berorientasi pada standar global.

Mendikdasmen juga menekankan bahwa SMK merupakan salah satu satuan pendidikan yang diharapkan mampu mempersiapkan murid untuk memasuki dunia kerja, mengembangkan jiwa kewirausahaan, maupun melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi. Oleh karena itu, kurikulum SMK perlu terus diperkuat dan diselaraskan dengan kebutuhan dunia kerja serta pilihan dan arah karier murid, sehingga pendidikan yang diberikan semakin relevan dengan masa depan mereka.

“Kita memahami tidak seluruh lulusan SMK harus masuk dunia kerja di usia belia. Kurikulum yang berkaitan dengan kewirausahaan harus terwadahi karena sekarang banyak ruang untuk berwirausaha. Banyak pekerjaan yang hilang di tengah perkembangan dunia digital, tapi banyak juga pekerjaan yang bisa dibuka dengan berwirausaha. Sekali lagi selamat,” pungkas Mendikdasmen.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus, Tatang Muttaqin, menyampaikan bahwa program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam memperkuat kualitas pendidikan vokasi. Menurutnya, peningkatan kompetensi guru bukanlah proses yang bersifat sekali selesai, melainkan upaya berkelanjutan yang perlu dilakukan secara konsisten untuk menjawab tuntutan perkembangan dunia pendidikan dan kebutuhan dunia kerja.

Sebanyak 50 guru SMK yang dinyatakan lulus seleksi akan magang di Jerman selama tiga bulan dengan rangkaian tahap fondasi, penguatan, imersi, dan kapitalisasi. Kelima puluh guru SMK tersebut berasal dari 16 provinsi yang membidangi Kompetensi Keahlian Teknologi Manufaktur dan Rekayasa, Teknologi Konstruksi dan Bangunan, serta Energi dan Pertambangan. 

“Sebanyak 34 guru SMK akan belajar di TU Dresden dan 16 guru SMK akan belajar di FESTO Germany. Kita menyadari bahwa kualitas pendidikan vokasi sangat ditentukan oleh kualitas guru. Guru adalah hulu dari kualitas lulusan dan investasi pada kompetensi guru adalah investasi terbaik bagi masa depan vokasi. Keberangkatan Bapak dan Ibu guru ke Jerman membawa misi penting,” terang Dirjen Tatang. 

Dirjen Tatang juga berpesan agar guru-guru SMK dapat menjaga profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, dan integritas.

“Jerman dikenal sebagai kiblat pendidikan vokasi melalui sistem ganda yang sukses. Kami harap Bapak dan Ibu dapat mengambil pengalaman itu semua sebagai bahan refleksi, inspirasi, jejaring, dan pulang membawa gagasan serta semangat untuk melakukan perubahan,” harap Dirjen Tatang.

Kepala Divisi Kerja Sama dan Pengembangan LPDP, Agam Bayu Suryantoro, menyampaikan bahwa LPDP berperan dalam memfasilitasi Program Magang Luar Negeri bagi Guru SMK Tahun 2026.

“Bagi LPDP, ini adalah program yang sangat strategis. Semoga Bapak dan Ibu bisa menjalani program ini sebaik mungkin dan dapat bermanfaat. Outcome-nya dapat dirasakan sehingga nanti ketika evaluasi dan ingin ada keberlanjutan, kami sudah ada bukti. Selamat untuk 50 guru SMK,” ucap Agam Bayu. 

Sementara itu, guru SMKN 1 Sumatra Barat, Yenni Arta, salah satu penerima manfaat program tersebut, mengaku sangat senang mendapat kesempatan untuk belajar dan mendalami pendidikan vokasi di Jerman. Menurutnya, ini adalah kesempatan langka terutama ketika guru-guru di daerah diberikan kesempatan dan difasilitasi untuk bisa mengeksplorasi lebih jauh di negara yang sangat maju pengelolaan pendidikan vokasinya. 

“Sangat senang sekali, apalagi buat kami-kami di daerah ini. Kita tahu untuk belajar ke sana sangat mahal biayanya dan kami bersyukur bisa lolos. Banyak hal yang ingin saya pelajari di sana karena ini akan bermanfaat, terutama ketika saat melakukan pendampingan murid yang akan mengikuti Lomba Kompetensi Siswa (LKS),” ucap Yenni. (Remondies)
Share:

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon melalui Pengembangan Ekosistem Baterai

Pertamina Perluas Peluang Bisnis Rendah Karbon melalui Pengembangan Ekosistem Baterai. (Dok. Pertamina)

Karawang, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) memperluas peluang pengembangan bisnis rendah karbon melalui sinergi dengan PT Industri Baterai Indonesia (IBC) dalam pengembangan ekosistem industri baterai terintegrasi. Penjajakan ini menjadi bagian dari implementasi Dual Growth Strategy Pertamina, yakni memperkuat bisnis eksisting sekaligus mengembangkan sumber pertumbuhan baru untuk mendukung transisi dan ketahanan energi nasional.

Langkah tersebut ditandai dengan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) tentang Sinergi Pengembangan Ekosistem Industri Baterai Terintegrasi di fasilitas PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB), Karawang, Jawa Barat, Senin (31/8).

SVP Technology Innovation & Implementation Pertamina, Hana Timoti, mengatakan sinergi dengan IBC membuka peluang bagi Pertamina untuk memperluas portofolio bisnis, khususnya pada pengembangan Battery Energy Storage System (BESS) dan berbagai teknologi pendukung ekosistem baterai.

“Ekosistem baterai dan kendaraan listrik merupakan salah satu pilar dari Dual Growth Strategy Pertamina. Kami melihat peluang besar untuk dikomersialisasikan, mulai dari pengembangan Battery Energy Storage System (BESS), battery recycling, pengembangan industri baterai masa depan, hingga optimalisasi fasilitas riset dan laboratorium baterai yang terintegrasi,” ujar Hana.

Menurut Hana, kesepahaman dengan IBC menjadi langkah awal untuk menjajaki pemanfaatan kompetensi dan kapabilitas kedua perusahaan dalam pengembangan material dan ekosistem baterai. Penjajakan tersebut diarahkan untuk mengidentifikasi peluang pengembangan teknologi sekaligus potensi bisnis yang memiliki kelayakan komersial dan dapat ditindaklanjuti menuju implementasi.

Salah satu peluang yang akan dijajaki lebih lanjut adalah BESS, baik berupa Portable Power Station maupun Stationary Power Station. Potensi pengembangan BESS dapat menjadi bagian dari solusi penyimpanan energi sekaligus membuka peluang bisnis Pertamina pada rantai nilai energi masa depan.

Selain BESS, penjajakan lainnya mencakup pengembangan teknologi baterai masa depan, pengelolaan baterai bekas melalui recycle dan reuse, serta potensi pemanfaatan material turunan migas Pertamina untuk mendukung rantai pasok baterai.

Direktur Pengembangan Bisnis IBC, Niko Chandra, mengatakan penjajakan bersama Pertamina diharapkan dapat memperluas pemanfaatan kapabilitas industri baterai yang tengah berkembang di Indonesia.

“Penandatanganan MoU ini merupakan langkah strategis yang sangat penting bagi IBC. Kolaborasi dengan Pertamina membuka peluang besar untuk mengintegrasikan kekuatan dua perusahaan nasional dalam membangun ekosistem baterai yang kokoh dan berkelanjutan. Kami percaya sinergi ini akan memberikan kontribusi nyata bagi percepatan transisi energi Indonesia sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri baterai global,” ujar Niko.

IBC bersama konsorsium CATL–Brunp–Lygend (CBL) saat ini juga tengah mengembangkan industri baterai terintegrasi, termasuk melalui PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) di Karawang. Fasilitas manufaktur baterai tersebut telah mulai beroperasi secara bertahap sejak Juli 2026 dan turut memiliki kapabilitas pengembangan produk BESS.

Bagi Pertamina, penjajakan pengembangan ekosistem baterai menjadi bagian dari upaya membuka peluang pertumbuhan baru yang melengkapi bisnis energi eksisting, sekaligus memperluas portofolio bisnis rendah karbon dalam mendukung transisi dan ketahanan energi Indonesia. (Dimas)
Share:

Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua

Perkuat Transformasi, Pertamina Selesaikan Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - Pertamina terus memperkuat transformasi Pertamina Group melalui penandatanganan Akta Penggabungan (merger) PT Pertamina Energy Terminal (PET) ke PT Pertamina Patra Niaga (PPN) selaku Subholding Downstream sekaligus perusahaan penerima penggabungan (surviving entity). Penandatanganan berlangsung di Kantor Pusat Pertamina, Jakarta, dan menandai penyelesaian salah satu tahapan penting dalam Implementasi Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Kedua.

Dalam prosesi tersebut ditandatangani dua dokumen akta, yakni Akta Penggabungan oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga (PPN) Mars Ega Legowo Putra dan Direktur Utama PT Pertamina Energy Terminal (PET) Bayu Prostiyono, serta penandatanganan Akta Perubahan Anggaran Dasar PPN oleh Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga Mars Ega Legowo Putra, di hadapan Notaris Jose Dima. Penggabungan berlaku efektif pada 1 September 2026.

Dalam sambutannya, Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Simon Aloysius Mantiri menegaskan bahwa momentum ini bukan semata pemenuhan aspek legal, melainkan wujud komitmen bersama seluruh insan Pertamina Group untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia.

“Apa yang kita tandatangani hari ini adalah komitmen bersama untuk membangun bisnis hilir yang tidak hanya terintegrasi secara struktural, tetapi juga andal, kompetitif, dan berkeadilan,” ujar Simon. Ia menekankan integrasi ini harus dirasakan manfaatnya oleh seluruh masyarakat, dari Sabang sampai Merauke.

Simon menegaskan, di tengah arus transformasi, operasional bisnis hilir tidak boleh surut sedikit pun karena pelayanan energi kepada masyarakat merupakan tugas utama Pertamina.

“Di tengah arus transformasi yang kompleks dan menuntut, operasional bisnis hilir tidak boleh surut, bahkan satu detik pun,” tegasnya.

Simon juga mengingatkan bahwa pelayanan energi kepada masyarakat tetap menjadi nafas utama dan tugas seluruh Perwira Pertamina. 

“Kita tidak hanya membangun struktur, tetapi juga menjaga denyut pelayanan kepada bangsa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Simon menempatkan penggabungan ini dalam kerangka amanat Danantara, yakni transformasi menjadi BUMN yang adaptif, lincah, dan kompetitif. Untuk itu, ia meminta seluruh jajaran menjaga konsistensi arah, memperkuat tata kelola dan kejelasan peran di Subholding Hilir, serta memastikan transisi berjalan mulus tanpa mengganggu operasional maupun pelayanan energi kepada masyarakat.

“Teruslah mengoptimalkan rantai nilai, efisiensi biaya, dan sinergi operasional, sehingga Pertamina benar-benar menjadi perusahaan energi yang fokus, kuat, dan bermartabat,” tegasnya.

Penggabungan PET ke PPN merupakan kelanjutan dari Restrukturisasi Bisnis Hilir Tahap Pertama yang telah berlaku efektif pada 1 Februari 2026 — mencakup penggabungan PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) dan 10 SPV anak perusahaan PT Pertamina International Shipping (PIS) ke PPN, serta pengalihan armada kapal captive PIS ke PPN.

Simon menambahkan, selama proses integrasi berlangsung operasional bisnis hilir tetap berjalan penuh untuk memenuhi kebutuhan energi masyarakat, dan pasca tanggal efektif, Pertamina memfokuskan langkah pada penataan proses dan organisasi di Subholding Hilir serta melanjutkan optimalisasi rantai nilai (value chain), efisiensi biaya operasi (OPEX optimization), dan sinergi operasional.

Acara turut dihadiri jajaran Direksi Holding, Subholding, dan anak perusahaan terkait. Melalui transformasi bisnis hilir yang berkelanjutan, Pertamina berkomitmen memperkuat integrasi, efisiensi, dan daya saing bisnis hilir nasional, sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan dan kemandirian energi bagi Indonesia. (Dimas)
Share:

Pelantikan Gubernur dan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia

Pelantikan Gubernur dan Anggota Dewan Gubernur Bank Indonesia. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketua Mahkamah Agung, Republik Indonesia, Prof. Dr. H. Sunarto, S.H., M.H. melantik Destry Damayanti sebagai Gubernur Bank Indonesia, Aida S. Budiman sebagai Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia, dan Solikin M. Juhro sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia.

Pelantikan ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 92/P Tahun 2026 tanggal 1 September 2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Dewan Gubernur Bank Indonesia. Masa jabatan ini berlaku selama 5 (lima) tahun.

Dengan demikian, susunan Dewan Gubernur Bank Indonesia menjadi sebagai berikut:
Gubernur: Destry Damayanti
Deputi Gubernur Senior: Aida S. Budiman
Deputi Gubernur:
• Filianingsih Hendarta
• Ricky P. Gozali
• Thomas A.M. Djiwandono
• Solikin M. Juhro

Penetapan Anggota Dewan Gubernur ini menandai keberlanjutan kepemimpinan Dewan Gubernur Bank Indonesia dalam melaksanakan tugas dan kewenangan Bank Indonesia sesuai amanat Undang-Undang.

Bank Indonesia akan terus memperkuat bauran kebijakan untuk menjaga stabilitas dan turut mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan, bersinergi erat dengan Pemerintah dan otoritas terkait. (Iqbal)
Share:

Komisi XII Siap Kawal Tambahan Anggaran KLH Rp1,33 Triliun ke Banggar

Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon dalam Raker bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat terkait Penetapan RKA-K/L TA 2027 di Gedung DPR RI, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi XII DPR RI menyetujui usulan penambahan anggaran Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) TA 2027 sebesar Rp1,33 triliun. Penambahan anggaran ini terus diperjuangkan oleh Komisi XII DPR RI saat dibahas dalam rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mendatang.

Persetujuan tersebut disampaikan dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi XII DPR RI bersama Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH Moh. Jumhur Hidayat terkait Penetapan RKA-K/L TA 2027 yang berlangsung di Ruang Rapat Komisi XII, Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

 Wakil Ketua Komisi XII DPR RI Dony Maryadi Oekon menyayangkan sektor lingkungan hidup kerap menghadapi keterbatasan ruang fiskal. Maka dari itu, ia menegaskan alokasi anggaran KLH/BPLH membutuhkan dukungan politik anggaran yang kuat dari parlemen.

"Jadi, saya pikir kita wajib mendorong anggaran ini untuk naik. Tapi kembali lagi pada kondisi ekonomi pemerintah, kita akan coba memperjuangkan penambahan satu triliun lebih ini di Banggar nantinya bersama teman-teman Komisi XII," ujar Donny.

Legislator Fraksi PDI-Perjuangan ini juga menyoroti lonjakan target Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) kementerian sebesar Rp800 miliar yang didominasi oleh denda dan kompensasi penegakan hukum (Gakkum). Ia mengingatkan agar kementerian agar tidak menggantungkan operasional hanya pada instrumen sanksi.

"Target PNBP yang hampir Rp800 miliar ini memang harus dikejar, instrumen Gakkum dan satgas mesti lebih proaktif turun ke lapangan untuk mengembalikan hak negara. Tapi di samping itu, kementerian jangan hanya bergantung pada pendendaan. Harus ada koordinasi intensif untuk memetakan sumber-sumber PNBP baru yang potensial," tambahnya.

Selain PNBP, Dony menggarisbawahi pentingnya transparansi alokasi program bantuan masyarakat sebesar Rp105,2 miliar agar terdistribusi tepat sasaran mulai dari penyediaan sarana pengolahan sampah dan Program Kampung Iklim (Proklim).

"Kita pantau program-program kemasyarakatan ini agar benar-benar tepat sasaran dan kita awasi sampai ke ujung hasilnya. Anggota Komisi XII akan turun langsung mendampingi di dapil masing-masing untuk memastikan bantuan seperti pengolahan sampah hingga IPAL limbah betul-betul ada faktanya di lapangan," tegasnya.

Berdasarkan Laporan Singkat Raker Komisi XII DPR RI, persetujuan ini mengubah Pagu Indikatif awal KLH/BPLH TA 2027 sebesar Rp1,23 triliun (Rp1.232.292.723.000) menjadi total Pagu Anggaran sebesar Rp2,57 triliun (Rp2.572.046.699.000). Rincian total pagu tersebut terbagi atas Program Dukungan Manajemen sebesar Rp1,05 triliun, Program Kualitas Lingkungan Hidup sebesar Rp1,09 triliun, serta Program Ketahanan Bencana dan Perubahan Iklim sebesar Rp427,51 miliar. (Budi)
Share:

G20 Dorong Penguatan Stabilitas Ekonomi untuk Dorong Investasi dan Pertumbuhan Dunia Usaha

G20 Dorong Penguatan Stabilitas Ekonomi untuk Dorong Investasi dan Pertumbuhan Dunia Usaha. (Dok. Bank Indonesia)

Amerika Serikat, WaraWiri.net - Stabilitas ekonomi dan kepastian kebijakan menjadi fondasi penting untuk mendorong investasi, memperluas kesempatan kerja, dan memperkuat pertumbuhan dunia usaha di tengah ketidakpastian global. Hal tersebut dikemukakan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam pertemuan Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 (G20 Finance Ministers and Central Bank Governors Meeting/G20 FMCBG) yang berlangsung 31 Agustus–1 September 2026 di Amerika Serikat. 

Pertemuan ini membahas upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi global melalui peningkatan produktivitas, investasi, dan inovasi. Delegasi Indonesia dipimpin oleh Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta dan Wakil Menteri Keuangan RI Juda Agung. Selain anggota G20, pertemuan tersebut dihadiri Belanda, Polandia, Singapura, Qatar, Swiss, dan Uni Emirat Arab, serta sejumlah organisasi internasional.

Bank Indonesia menekankan tiga hal penting dalam pelaksanaan kebijakan moneter di tengah ketidakpastian global. Pertama, menjaga ekspektasi inflasi tetap terjangkar melalui asesmen yang komprehensif dan forward-looking.

Kedua, memastikan kerangka kebijakan moneter terus beradaptasi dengan semakin kuatnya integrasi keuangan global dan pesatnya digitalisasi. Kondisi tersebut semakin memperkuat pentingnya bauran kebijakan melalui sinergi kebijakan moneter, stabilisasi nilai tukar, makroprudensial, dan sistem pembayaran.

Ketiga, memperkuat komunikasi kebijakan yang jelas, konsisten, dan kredibel untuk menjaga ekspektasi pelaku ekonomi dan meningkatkan efektivitas transmisi kebijakan moneter.

G20 memandang perekonomian global tetap resilien dengan dukungan kebijakan yang menjaga stabilitas makroekonomi dan mendorong pertumbuhan. Sejumlah risiko masih perlu diwaspadai, terutama ketegangan geopolitik, ketidakpastian perdagangan dan pasokan energi, tekanan inflasi, tingginya utang, serta volatilitas pasar keuangan.

G20 mendorong sinergi kebijakan moneter dan fiskal yang terkalibrasi, reformasi struktural, peningkatan investasi dan inovasi, serta penguatan dan diversifikasi rantai pasok untuk mendorong pertumbuhan potensial.

Investasi pada kecerdasan artifisial (AI) juga menjadi perhatian G20 karena berpotensi meningkatkan produktivitas dan menciptakan sumber pertumbuhan baru. Pemanfaatan AI perlu didukung dengan penguatan ketahanan sistem keuangan dan keamanan siber.

G20 juga mendorong penguatan kerja sama pada sejumlah area strategis, termasuk ketidakseimbangan global, literasi keuangan, penanganan penipuan transaksi keuangan (fraud dan scam), isu utang, serta kolaborasi dengan sektor swasta untuk mendukung pertumbuhan global yang lebih kuat dan berkelanjutan.

Pertemuan tersebut menghasilkan G20 Chair's Statement yang merangkum hasil pembahasan para Menteri Keuangan dan Gubernur Bank Sentral G20 mengenai berbagai prioritas Finance Track di bawah Presidensi G20 Amerika Serikat. G20 Chair's Statement dapat diakses melalui tautan berikut: G20 Chair's Statement. (Iqbal)
Share:

Pembahasan RUU Reforma Agraria Didorong Atasi Ketimpangan Penguasaan Tanah

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Tonny Tesar dalam Rapat Pleno Badan Keahlian dalam rangka Penyusunan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Tonny Tesar menilai penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) tentang Pengaturan Reforma Agraria penting untuk menghadirkan payung hukum dalam menyelesaikan persoalan agraria lintas sektor. Urgensi tersebut antara lain dipicu ketimpangan penguasaan tanah, tingginya konflik agraria, serta tumpang tindih regulasi, data, dan kewenangan antarsektor.

“Memang di dalam penyusunan undang-undang ini kami menganggap sangat penting karena persoalan yang tadi disampaikan bahwa ada problem di negara kita dalam pengaturan tentang undang-undang sektoral yang lain,” ujar Tonny dalam Rapat Pleno Badan Keahlian dalam rangka Penyusunan RUU tentang Pengaturan Reforma Agraria DPR RI di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta, Rabu (2/9/2026).

Ia menyoroti persoalan pengaturan sektoral yang mencakup kehutanan, minyak dan gas bumi, perikanan, pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau, serta pertambangan mineral dan batubara. Menurutnya, diperlukan satu undang-undang yang dapat menjadi payung hukum untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

Politisi Fraksi Partai NasDem itu juga menilai gagasan membangun sistem permanen yang menghubungkan administrasi hak, data spasial, perencanaan ruang, perlindungan lingkungan, pembagian kewenangan, penyelesaian sengketa, hingga mekanisme koreksi kebijakan merupakan hal penting. Ia menekankan perlunya keterlibatan pemerintah daerah hingga pemerintahan desa dalam penataan dan perencanaan ruang.

“Artinya bahwa pemerintah daerah juga harus ikut dalam penataan dan perencanaan tata ruangnya. Karena di saat ini kalau kita lihat pembagian lahan yang untuk kepentingan PSN misalnya, itu masyarakat daerah, pemerintah daerah itu tidak dilibatkan,” jelasnya.

Menurut Tonny, pelibatan pemerintah daerah dan masyarakat menjadi penting untuk memberikan perlindungan, khususnya bagi masyarakat di daerah dan wilayah adat. Ia mencontohkan persoalan perizinan pertambangan di wilayah yang memiliki potensi pariwisata serta konflik penguasaan lahan di Papua.

“Kalau di Papua, di Raja Ampat itu daerah pariwisata kemudian masuk izin pertambangan, tapi daerah tidak terlibat. Kemudian daerah yang potensi pariwisata yang begitu luar biasa harus rusak hanya untuk izin pertambangan yang dikeluarkan dari pusat,” ujar Legislator dapil Papua itu.

Untuk itu, menurutnya, penting adanya revisi tentang Pengaturan Reforma Agraria ini guna menyelesaikan permasalahan konflik terkait tanah yang terus terjadi di berbagai daerah. Ia pun menyetujui aga Baleg melanjutkan pembahasan RUU ini, tetapi perlu menyepakati orientasi dan judul atau nomenklatur RUU yang tepat.

“Jadi intinya kami merasa penting sekali undang-undang ini cuman judulnya yang kita minta untuk kita sepakati bersama agar pembahasan kita bisa terus maju begitu,” pungkasnya. (Budi)
Share:

Satgas PKH Tertibkan dan Kuasai Kembali Kawasan Hutan Ilegal PT Singlurus Pratama

Satgas PKH Tertibkan dan Kuasai Kembali Kawasan Hutan Ilegal PT Singlurus Pratama. (Dok. Kejaksaan Agung RI)

Kalimantan Timur, WaraWiri.net - Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) melaksanakan kunjungan lapangan dalam rangka penindakan hukum secara langsung terhadap aktivitas pertambangan batubara ilegal di areal konsesi Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B) PT Singlurus Pratama, yang berlokasi di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur pada Senin 31 Agustus 2026.

Tim Satuan Tugas Pelaksana Penertiban Kawasan Hutan dipimpin oleh Ketua Pelaksana Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus Kuntadi bersama dengan Wakil Ketua 1 Pelaksana Satgas Kepala Staf Umum TNI Letjen TNI Richard Taruli Tampubolon dan Wakil Ketua 2 Pelaksana Satgas PKH Kepala Bareskrim Polri Komjen Pol. Syahardiantono, Juru Bicara Satgas PKH Barita Simanjuntak dan unsur-unsur dari 12 Kementerian Lembaga yang tergabung dalam Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan.

Juru Bicara Satgas PKH mengungkap bahwa kunjungan ini terlaksana berlandaskan pada mandat Peraturan Presiden Nomor 5 Tahun 2025 tentang Penertiban Kawasan Hutan serta Surat Perintah Penguasaan Kembali resmi yang diterbitkan oleh Ketua Pelaksana Satgas PKH guna mengawal kelestarian lingkungan serta penegakan hukum di sektor kehutanan.

Berdasarkan hasil Verifikasi Lapangan yang dilaksanakan oleh tim gabungan Satgas PKH, PT Singlurus Pratama terbukti secara sah dan meyakinkan telah melakukan kegiatan penambangan batubara secara ilegal tanpa melengkapi izin Persetujuan Penggunaan Kawasan Hutan (PPKH) di kawasan hutan konservasi Taman Hutan Raya Bukit Soeharto (Tahura Bukit Soeharto), dengan total luas areal terdampak mencapai 111,71 Hektar.

Ketua Pelaksana Satgas PKH menegaskan bahwa seluruh rangkaian eksekusi dan penertiban kawasan hutan ini dijalankan secara transparan, akuntabel, serta profesional dengan memenuhi lima tahapan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang dibuktikan melalui ketersediaan Berita Acara sah di setiap prosesnya.

Tahapan tersebut diawali dari Pra-Verifikasi berupa tumpang-susun (overlay) peta tematik kawasan hutan dan peta perizinan serta pemeriksaan silang data administratif, dilanjutkan dengan Tahap Klarifikasi berupa pemanggilan pihak manajemen badan usaha pertambangan.

Selanjutnya dilakukan Tahap Verifikasi Lapangan berupa peninjauan dan identifikasi fisik secara langsung di lokasi dengan dihadiri pihak manajemen, dilanjutkan Tahap Penguasaan Kembali melalui pemasangan papan plang penguasaan negara di lapangan, hingga diakhiri dengan Tahap Pengenaan Denda Administratif yang wajib disetorkan secara resmi ke kas negara melalui Kementerian Keuangan Republik Indonesia.

Atas pelanggaran penggunaan kawasan hutan tanpa izin tersebut, Pemerintah telah menetapkan potensi denda administratif sebesar Rp147.310.621.800 (seratus empat puluh tujuh miliar tiga ratus sepuluh juta enam ratus dua puluh satu ribu delapan ratus rupiah). Langkah penguasaan kembali areal seluas 111,71 Hektar ini memberikan dampak multidimensi, baik secara geopolitik, regional, global, maupun rehabilitasi ekologis lokal.

Secara geopolitik dan strategis, lokasi penindakan yang berdekatan langsung dengan kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) memberikan efek jera (deterrent effect) sekaligus menegaskan pesan kuat dari Pemerintah Pusat bahwa tidak ada toleransi terhadap bentuk kejahatan lingkungan apa pun di wilayah penyangga (buffer zone) IKN, guna mewujudkan IKN sebagai Smart Forest City.

Di tingkat regional ASEAN dan global, tindakan tegas ini memperkuat kepemimpinan Indonesia dalam menjaga kelestarian hutan tropis dan keanekaragaman hayati dari ancaman deforestasi, serta menjadi bukti konkrit komitmen Indonesia dalam pencapaian target penurunan emisi iklim dan penegakan tata kelola sumber daya alam yang patuh hukum. 

Sementara di tingkat lokal, penghentian operasional ilegal ini bertujuan untuk memulihkan ekosistem Tahura melalui kewajiban reklamasi, penutupan lubang tambang (void), dan reforestasi, sekaligus memitigasi bencana erosi, banjir bandang, serta pencemaran air asam tambang di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

Sebagai penutup, Ketua Pelaksana Satgas PKH yakni Jampidsus menegaskan bahwa penertiban ini bukan merupakan langkah akhir, melainkan awal dari penataan kawasan hutan yang berkelanjutan.

“Satgas PKH akan terus menyisir dan menindak tegas seluruh aktivitas ilegal perkebunan dan pertambangan di dalam kawasan hutan di seluruh wilayah Indonesia tanpa pandang bulu, demi menyelamatkan keuangan negara dan menjaga kelestarian lingkungan hidup bagi generasi mendatang,” pungkas Jampidsus. (Rizal)
Share:

Penyidik JAM PIDSUS Terima Penyerahan Kerugian Keuangan Negara PT CNI Senilai Rp401 Miliar Perkara Tata Kelola Nikel

Penyidik JAM PIDSUS Terima Penyerahan Kerugian Keuangan Negara PT CNI Senilai Rp401 Miliar Perkara Tata Kelola Nikel. (Dok. Kejaksaan Agung RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktur Penyidikan Saiful Bahri Siregar menyampaikan kegiatan Tim Penyidik pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus (JAM PIDSUS) yang telah melaksanakan serangkaian tindakan penyidikan dalam rangka mengonstruksikan penanganan perkara dugaan tindak pidana korupsi tata kelola nikel tahun 2017 s.d. tahun 2020.

Adapun tindakan penyidikan tersebut diantaranya:

• Pemeriksaan terhadap 116 (seratus enam belas) orang saksi;
• Pemeriksaan terhadap 3 (tiga) orang ahli;
Penyitaan terhadap 143 (seratus empat puluh tiga) dokumen dan telah mendapatkan persetujuan penetapan dari Pengadilan Negeri;
• Penggeledahan di beberapa lokasi di Provinsi Sulawesi Tenggara, Daerah Khusus Jakarta dan Sulawesi Selatan;
• Hasil penghitungan kerugian keuangan negara dari BPKP RI; serta
• Tindakan penyidikan lainnya.

Kasus posisi singkat terkait perkara tersebut yakni sebegai berikut:

• Pada tahun 2017 s.d. 2019 di Provinsi Sulawesi Tenggara terdapat perusahaan pertambangan nikel yang memiliki Izin Usaha Pertambangan (IUP) Operasi Produksi yaitu PT CNI yang belum memiliki RKAB, tetapi telah memiliki rekomendasi ekspor; 
• Selanjutnya Pihak PT CNI bersama-sama dengan pihak Penyelenggara Negara melakukan pengaturan sedemikian rupa sehingga didapatkan kadar nikel dengan nilai hasil uji kadar <1,7% (kurang dari satu koma tujuh persen) untuk memenuhi syarat ekspor;
• Pihak PT CNI dengan menggunakan dokumen yang tidak sah melakukan ekspor nikel secara ilegal sehingga mengakibatkan terjadinya kerugian keuangan negara;
• Terdapat kerugian keuangan negara sebagaimana Laporan Hasil Penghitungan Kerugian Keuangan Negara dari BPKP RI sebesar 401.653.737.469,69 (empat ratus satu miliar enam ratus lima puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu empat ratus enam puluh sembilan rupiah koma enam puluh sembilan sen).

Pada 28 Agustus 2026, Tim Penyidik telah menerima penyerahan kerugian keuangan negara dari PT CNI sebesar Rp401.653.737.469,69 (empat ratus satu miliar enam ratus lima puluh tiga juta tujuh ratus tiga puluh tujuh ribu empat ratus enam puluh sembilan rupiah koma enam puluh sembilan sen) yang telah dititipkan di Bank Mandiri pada Rekening Pemerintah Lainnya (RPL) atas nama Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Khusus.

”Sebagaimana tujuan dari penegakan hukum tindak pidana korupsi bukan semata beorientasi penindakan tidak hanya kepada pemidaanaan, tetapi juga pada pemulihan keuangan negara dan perbaikan tata kelola pasca penindakan,” pungkas Direktur Penyidikan. (Rizal)
Share:

Dankorbrimob Tekankan Optimalisasi Personel dan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman serta Bencana

Dankorbrimob Tekankan Optimalisasi Personel dan Kesiapsiagaan Hadapi Ancaman serta Bencana. (Dok. Divisi Humas Polri)

Depok, WaraWiri.net - Korps Brimob Polri melaksanakan Analisis dan Evaluasi (Anev) Situasi Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Sitkamtibmas) melalui Zoom Meeting dari Ruang Vicon Kendali Operasi Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Cimanggis, Kota Depok, Selasa (1/9/2026).

Kegiatan dipimpin Dankorbrimob Polri Komjen Pol. Ramdani Hidayat, didampingi Wadankorbrimob Polri Irjen Pol. Reza Arief Dewanto. Anev diikuti Teknisi Jibom Utama TK I Korbrimob Polri Irjen Pol. Suhendri, Teknisi KBR Utama TK I Korbrimob Polri Irjen Pol. Rudy Harianto, Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, para Danpas, Danmen, Dansat, Pamen, Pama, serta personel Korbrimob Polri melalui jaringan Zoom Meeting.

Dalam Anev tersebut, Dankorbrimob memberikan sejumlah penekanan kepada seluruh jajaran, terutama terkait optimalisasi kekuatan personel, peningkatan kesiapan operasional, pengembangan sumber daya manusia (SDM), serta kesiapsiagaan menghadapi berbagai potensi gangguan keamanan dan bencana.

Dankorbrimob menegaskan bahwa kekuatan personel yang tersedia harus dikelola, ditempatkan, dan dimanfaatkan secara optimal sesuai kebutuhan operasional. Kemampuan setiap personel juga perlu dilatihkan secara tepat dengan mempertimbangkan karakteristik ancaman di masing-masing wilayah.

“Manajemen SDM secara cerdas, latih secara tepat, dan gunakan secara efektif,” tegasnya.

Dalam pengembangan SDM, para pimpinan satuan diminta segera melakukan pendataan terhadap personel yang memenuhi persyaratan untuk mengikuti pendidikan pengembangan karier. Pembinaan dilakukan secara terencana melalui aspek administrasi, akademik, kesehatan, jasmani, psikologi, dan kompetensi.

Pendidikan pengembangan karier, lanjutnya, merupakan bagian dari tanggung jawab pimpinan sekaligus bentuk penghargaan terhadap kinerja, dedikasi, dan pengabdian personel.

Sementara dalam menghadapi potensi gangguan keamanan, para Komandan Satuan Brimob Polda diminta melakukan pemetaan potensi dan risiko di wilayah masing-masing, baik yang berkaitan dengan bencana alam maupun konflik sosial.

Untuk menghadapi potensi kerusuhan, Korps Brimob menyiapkan pola pengerahan kekuatan secara bertahap melalui skema Aman Nusa I. Adapun dalam penanganan bencana melalui Aman Nusa II, kekuatan diarahkan dengan mengoptimalkan Satbrimob setempat, dukungan Satbrimob sekitar melalui rayonisasi, serta back-up dari Korbrimob.

Kesiapsiagaan tersebut harus didukung dengan kesiapan seluruh unsur operasional. Setiap satuan wajib memastikan personel, perlengkapan, kendaraan, sarana komunikasi, hingga peralatan SAR berada dalam kondisi siap digerakkan kapan pun dan di mana pun dibutuhkan.

Selain kesiapan operasional, Korps Brimob Polri juga terus mendukung pembangunan Jembatan Merah Putih Polri Presisi. Dari total 907 unit yang menjadi bagian dari pengerjaan, sebanyak 890 unit telah mencapai progres 100 persen, sementara unit lainnya masih berada dalam tahap pengerjaan dan perencanaan. Selanjutnya, direncanakan pembangunan 107 unit jembatan di berbagai wilayah Indonesia.

Dalam pelaksanaan pembangunan tersebut, Dankorbrimob menegaskan agar aspek kualitas, keamanan, dan keselamatan tetap menjadi prioritas.

“Harus tetap mengutamakan kualitas, keamanan dan keselamatan,” tegas Dankorbrimob.

Melalui Anev Sitkamtibmas tersebut, Korps Brimob Polri terus memperkuat kesiapan jajaran, mulai dari pengelolaan dan pengembangan personel, kesiapan operasional, pemetaan potensi ancaman, hingga kesiapan sarana dan prasarana. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan setiap kekuatan Brimob mampu bergerak secara cepat, tepat, dan terukur dalam menghadapi berbagai situasi serta memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat. (Bambang)
Share:

Penegasan Divhumas Polri Dalam Memberikan Pelayanan Penyampaian Aspirasi

Penegasan Divhumas Polri Dalam Memberikan Pelayanan Penyampaian Aspirasi. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Sejak awal dalam kegiatan kepolisian, Polri mengedepankan pendekatan humanis dan prosedural serta mensosialisasikan pelayanan penyampaian aspirasi dimuka umum pada bulan Agustus 2026. Polri menegaskan memandang perlu untuk meluruskan distorsi informasi demi tegaknya keadilan prosedural dan legitimasi hukum.

Polri menegaskan komitmennya bahwa sebagai negara hukum, wajib menjunjung tinggi hukum dan hak asasi manusia. Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum.

"Polri bekerja secara prosedural atas nama hukum, dibatasi oleh hukum dan sepenuhnya memiliki akuntabilitas secara hukum," ujar Karo Penmas Divhumas Polri, Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko Selasa (1/9).

Dalam mewujudkan situasi kamtibmas yang kondusif, Polri telah melakukan langkah-langkah dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) serta perlindungan dan pelayanan masyarakat, dengan upaya Preemtif, upaya Preventif, dan upaya Penegakan hukum.

1. Upaya Preemtif : Deteksi dan sosialisasi, edukasi, serta literasi, Partisipasi Masyarakat

Deteksi Dini & Pencegahan: Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik.

"Pada fase awal, Polri mengedepankan pendekatan pemolisian yang humanis melalui deteksi dini, peringatan dini, dan pencegahan dini terhadap segala bentuk potensi gangguan agar tidak berkembang menjadi ambang gangguan di ruang siber maupun fisik," kata Karo Penmas.

Kolaborasi Komunitas : Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing.

"Melalui strategi cooling system yang terencana sejak fase sosialisasi, Polri secara aktif membangun kemitraan warga (citizen partnership) dan orkestrasi multi-pihak. Polri melibatkan tokoh masyarakat, tokoh agama, akademisi, komunitas peduli HAM, serta segenap elemen sipil untuk menyuarakan perdamaian dan menjaga kondusivitas lingkungan masing-masing," ujarnya.

Edukasi & Literasi: Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan.

"Segenap instrumen kehumasan dikerahkan untuk menyajikan narasi edukatif, menangkal disinformasi, serta meredam ketegangan sosial sehingga publik memahami pentingnya menjaga persatuan kesatuan," tuturnya.

2. Upaya Preventif: Kehadiran Kepolisian dalam Ruang Sosial Masyarakat

Dimulai Pengaturan, Penjagaan, Pengawalan, dan Patroli (turjawali) : Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata.

"Pada tahap pelayanan pelaksanaan aksi, kehadiran fisik personel berseragam (seperti jajaran Samapta, Sabhara, dan Lalu Lintas) di titik-titik krusial objek vital dan rute aktivitas masyarakat guna meningkatkan efek pencegahan (deterrence effect) yang nyata," kata Karo Penmas.

Fasilitator Demokrasi yang Humanis : Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan).

"Kehadiran Polri di lapangan didesain untuk memfasilitasi hak konstitusional warga dalam menyampaikan pendapat, memastikan arus lalu lintas tetap berjalan, serta memberikan perlindungan kemanusiaan yang inklusif, termasuk melalui pendekatan persuasif seperti kehadiran Polisi humanis dan Polisi Wanita (Polwan)," ujarnya.

3. Upaya Penegakan Hukum: Ultimum Remedium yang Terukur

Ultimum Remedium: Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik.

"Penegakan hukum dan tindakan represif merupakan upaya terakhir yang hanya diambil apabila situasi telah bergeser dari ambang gangguan menjadi gangguan nyata yang mengancam keselamatan jiwa, hak asasi manusia, atau fasilitas publik," tutur Karo Penmas.

Legalitas dan Akuntabilitas Mutlak : Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan.

"Setiap tindakan tegas dan penegakan hukum di lapangan didasarkan secara ketat pada koridor hukum, Undang-Undang yang berlaku, serta asas proporsionalitas yang prosedural yang dapat dipertanggungjawabkan," katanya.

Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama.

"Polri sangat mengapresiasi dan terus mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, sinergi seluruh elemen masyarakat khususnya hanya pada tahap preemtif dan preventif bukan pada tindakan lainnya yang dapat merugikan, serta mengutamakan keselamatan seluruh masyarakat dan tetap berjalannya aktifitas sosial masyarakat lainnya. Diimbau kepada seluruh masyarakat silahkan untuk melaporkan setiap kejadian melalui superApps Presisi Polri dan layanan Polisi 110 demi menjaga kondusivitas keamanan dan kenyamanan bersama," pungkas Karo Penmas Divhumas Polri. (Bambang)
Share:

Aspers Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Tahap I Calon Perwira PSDP Penerbang TNI TA 2026

Aspers Panglima TNI Pimpin Sidang Pantukhir Tahap I Calon Perwira PSDP Penerbang TNI TA 2026. (Dok. Puspen TNI)

Jakarta, WaraWiri.net - Asisten Personel (Aspers) Panglima TNI Marsda TNI Djohn Amarul, S.A.B. memimpin Sidang Penentuan Akhir (Pantukhir) Tahap I Calon Perwira Prajurit Sukarela Dinas Pendek (PSDP) Penerbang TNI TA 2026 yang diikuti 21 calon. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Satpamwal Denma Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Selasa (1/9/2026).

Sidang Pantukhir tersebut merupakan bagian penting dalam proses seleksi untuk mendapatkan calon perwira penerbang TNI yang memenuhi standar dan kualifikasi yang telah ditetapkan. Proses ini sekaligus menjadi upaya TNI menyiapkan sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, berkarakter, serta memiliki kompetensi penerbangan militer sesuai kebutuhan organisasi ke depan.

Dalam arahannya, Aspers Panglima TNI menekankan bahwa proses seleksi harus dilaksanakan secara menyeluruh, objektif, transparan, akuntabel, dan profesional. Tidak boleh ada pertimbangan lain di luar kepentingan organisasi dan kebutuhan TNI.

"Setiap calon harus dinilai secara menyeluruh berdasarkan hasil seleksi yang meliputi aspek administrasi, siber, kesehatan, psikologi, kesamaptaan jasmani, mental ideologi, kemampuan akademik, kompetensi penerbangan, serta aspek lain yang dipersyaratkan," tegas Aspers Panglima TNI.

Melalui proses seleksi yang ketat dan objektif tersebut, para calon yang terpilih diharapkan mampu memenuhi kebutuhan penerbang TNI serta siap menjalankan tugas secara profesional dan bertanggung jawab dalam mendukung Tugas Pokok TNI. (Deni)
Share:

TNI Gelar Air Medevac Dalam Latihan Multinasional SGS 2026

TNI Gelar Air Medevac Dalam Latihan Multinasional SGS 2026. (Dok. Puspen TNI)

Sumatera Selatan, WaraWiri.net - Evakuasi Medis Udara (Air Medevac) menjadi salah satu rangkaian kegiatan dalam Latihan Gabungan Bersama Multinasional Super Garuda Shield (SGS) 2026 yang berlangsung di Puslatpur TNI AD, Martapura, Sumatera Selatan, Rabu (2/9/2026).

Latihan ini menegaskan kesiapan TNI dalam melaksanakan dukungan kesehatan di medan operasi gabungan multinasional.

Dalam skenario Air Medevac, prajurit yang mengalami luka di medan operasi terlebih dahulu mendapatkan pertolongan pertama sebelum dievakuasi ke Rumah Sakit Lapangan. Selanjutnya, pasien dipindahkan menggunakan helikopter Black Hawk menuju fasilitas kesehatan rujukan yang lebih lengkap dengan tetap memperoleh perawatan medis selama perjalanan.

Kegiatan ini melibatkan tenaga kesehatan TNI bersama mitra dari US Army, Australia, Kanada, dan Jepang dalam melaksanakan prosedur penanganan darurat hingga evakuasi medis udara sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesiapan dan kemampuan tenaga medis dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan.

Latihan ini menunjukkan bagaimana TNI mengintegrasikan unsur darat, udara, dan kesehatan dalam satu sistem terpadu. Koordinasi yang baik antar unsur memastikan setiap tahap pertolongan berjalan efektif, aman, dan sesuai standar operasi gabungan.

Kegiatan Air Medevac pada SGS 2026 menjadi bukti bahwa TNI tidak hanya menyiapkan kemampuan tempur, tetapi juga memprioritaskan perlindungan kesehatan prajurit. Kehadiran unsur medis dalam latihan multinasional ini memperkuat interoperabilitas sekaligus kepercayaan antar negara mitra dalam menjaga stabilitas kawasan Indo-Pasifik. (Deni)
Share:

Kemenkeu Luncurkan ARISE, Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah Hadapi Risiko Bencana

Kemenkeu Luncurkan ARISE, Perkuat Ketahanan Fiskal Daerah Hadapi Risiko Bencana. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) bersama United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR) dan Institut Teknologi Bandung (ITB) meluncurkan Adaptive Regional Integrated System for Fiscal Resilience (ARISE). Sistem ini dikembangkan untuk membantu pemerintah daerah mengidentifikasi dan mengantisipasi dampak ekonomi dan fiskal dari risiko bencana.

Peluncuran ARISE dilakukan melalui Official Launch of ARISE Dashboard and High-Level Policy Dialogue on Building Fiscal Resilience to Disaster Risks in Indonesia di Aula Nagara Dana Rakca, DJPK, Kementerian Keuangan, Senin (31/8).

Dalam kesempatan tersebut, Plt. Direktur Jenderal Perimbangan Keuangan Nufransa Wira Sakti mengatakan bencana memberikan tekanan fiskal dari dua sisi, yaitu berpotensi menurunkan penerimaan akibat terganggunya aktivitas ekonomi sekaligus meningkatkan kebutuhan belanja untuk penanganan dan pemulihan.

“Bencana memberikan tekanan kepada fiskal dari dua sisi sekaligus, yaitu menurunkan penerimaan dan meningkatkan kebutuhan belanja pemerintah. Karena itu, pengelolaan risiko bencana perlu dilakukan secara lebih terukur dan proaktif,” ujar Nufransa.

Berdasarkan data periode 2000-2016, rata-rata kerugian ekonomi akibat bencana di Indonesia mencapai sekitar Rp22,85 triliun per tahun. Besarnya dampak tersebut menunjukkan pentingnya menempatkan risiko bencana sebagai bagian dari manajemen risiko fiskal.

Nufransa menjelaskan Pemerintah melalui Kementerian Keuangan telah membangun fondasi pengelolaan risiko fiskal bencana melalui pendekatan Disaster Risk Financing and Insurance (DRFI) dan berbagai instrumen risk transfer. Namun, ketahanan fiskal nasional tidak dapat dilepaskan dari ketahanan fiskal pemerintah daerah.

Menurutnya, dampak bencana seperti kerusakan aset publik, gangguan aktivitas ekonomi, serta kebutuhan untuk menjaga keberlanjutan pelayanan publik secara langsung dirasakan oleh pemerintah daerah. Oleh karena itu, kapasitas daerah dalam melakukan mitigasi dan mempersiapkan pembiayaan risiko bencana perlu terus diperkuat.

“Kita perlu menggeser paradigma penganggaran daerah terhadap bencana, dari yang selama ini cenderung berorientasi pada post-disaster response menuju pre-disaster planning, dan dari financing losses menuju managing risks,” lanjut Nufransa.

Melalui pendekatan tersebut, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya berfokus pada pembiayaan ketika bencana terjadi, tetapi juga mampu mengantisipasi potensi dampaknya melalui perencanaan dan strategi pembiayaan risiko yang lebih baik.

ARISE dikembangkan sebagai decision-support system yang mengintegrasikan pemodelan risiko bencana dengan estimasi dampaknya terhadap perekonomian dan fiskal daerah. Sistem ini mengintegrasikan informasi risiko bencana, seperti hazard, exposure, dan vulnerability, dengan estimasi potensi kerugian ekonomi dan dampak fiskal. Informasi tersebut dapat dimanfaatkan pemerintah daerah untuk memperkuat perencanaan mitigasi, kesiapan pembiayaan, dan strategi risk transfer sebelum bencana terjadi.

Bagi Pemerintah Pusat, ARISE juga dapat menjadi salah satu sumber evidence-based policy dalam mendukung perumusan kebijakan pengelolaan keuangan daerah dan Transfer ke Daerah (TKD) guna memperkuat ketahanan fiskal daerah.

Implementasi ARISE saat ini telah dimulai melalui pilot project di Provinsi Bali dan selanjutnya akan diperluas ke Aceh, DKI Jakarta, Nusa Tenggara Timur, dan Sulawesi Tengah. Ke depan, pengembangan ARISE diharapkan dapat diperluas ke seluruh provinsi di Indonesia dengan dukungan penguatan data, metodologi, dan kapasitas pemerintah daerah.

Pengembangan ARISE juga melibatkan kolaborasi pemerintah, akademisi, dan mitra pembangunan, antara lain Department of Foreign Affairs and Trade (DFAT) Australia, World Bank, serta United Nations Resident Coordinator Office. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat memperkuat pemanfaatan informasi risiko dalam perencanaan dan pengambilan keputusan fiskal.

Melalui ARISE, Pemerintah mendorong pengelolaan risiko fiskal akibat bencana yang lebih proaktif, berbasis data, dan kolaboratif, sehingga pemerintah daerah memiliki kesiapan yang lebih baik dalam mengantisipasi dampak bencana serta menjaga keberlanjutan pembangunan. (Budi)
Share:

Danantara Housing Expo 2026 Sukses Catat Nilai Proyek Rp2 Triliun

Danantara Housing Expo 2026 Sukses Catat Nilai Proyek Rp2 Triliun. (Dok. Danantara Indonesia)

Tangerang, WaraWiri.net - Danantara Housing Expo (DHE) 2026 berlangsung dengan antusiasme tinggi masyarakat selama empat hari penyelenggaraan pada 27-30 Agustus 2026 di Nusantara International Convention Exhibition (NICE) PIK 2. Pameran perumahan ini dikunjungi kurang lebih 10 ribu orang per hari dan membukukan nilai proyek Rp2 triliun. Antusiasme tersebut mencerminkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap akses hunian dan solusi pembiayaan yang lebih terintegrasi.

Chief Operating Officer Danantara Indonesia, Dony Oskaria, mengatakan tingginya jumlah pengunjung menunjukkan bahwa masyarakat membutuhkan lebih banyak pilihan hunian yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan finansial masyarakat. Kehadiran DHE 2026 mempertemukan pengembang dan lembaga pembiayaan dalam satu lokasi sehingga masyarakat dapat membandingkan berbagai alternatif hunian dan skema pembiayaan secara lebih mudah.

"Danantara Housing Expo dikunjungi kurang lebih 10 ribu orang setiap harinya. Antusiasme ini menunjukkan tingginya minat dan kebutuhan masyarakat atas sebuah ekosistem yang menyediakan berbagai pilihan rumah dan promo pembayaran dalam satu lokasi, yaitu DHE 2026. Melalui DHE 2026, masyarakat dapat membandingkan beragam pilihan hunian dan solusi pembiayaan secara lebih mudah," ujar Dony.

Selama empat hari penyelenggaraan, DHE 2026 telah mempertemukan lebih dari 130 pengembang BUMN dan swasta dengan masyarakat yang tengah mencari hunian. Pengunjung dapat mengeksplorasi lebih dari 360 ribu pilihan unit, mulai dari rumah subsidi, rumah tapak, apartemen, hingga hunian premium, serta berkonsultasi langsung dengan perbankan dan mitra pembiayaan mengenai berbagai skema kepemilikan rumah.

DHE 2026 juga menjadi wadah bagi masyarakat untuk memperoleh berbagai informasi yang mendukung proses kepemilikan rumah, mulai dari pembiayaan, perlindungan asuransi, hingga perkembangan teknologi konstruksi dan solusi hunian berkelanjutan. Kehadiran berbagai pelaku dalam ekosistem perumahan tersebut mencerminkan pendekatan kolaboratif yang diusung DHE 2026 dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian.

Selain menghadirkan beragam pilihan hunian dan solusi pembiayaan, DHE 2026 turut diramaikan oleh berbagai program pendukung, termasuk akad Kredit Pemilikan Rumah (KPR) massal yang melibatkan 200 calon pemilik rumah bersama Himbara dan sejumlah pengembang. Rangkaian acara juga mencakup kegiatan edukasi kepemilikan rumah, program apresiasi dan hadiah undian, tenant kuliner, serta penampilan sejumlah musisi ternama Indonesia yang menjadi daya tarik bagi pengunjung.

Sebagai bagian dari upaya memperluas akses kepemilikan rumah, DHE 2026 turut menghadirkan berbagai program pembiayaan dengan skema yang beragam sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi dan memilih solusi yang paling sesuai dengan kebutuhannya. Sepanjang expo berlangsung, DHE 2026 sukses mencatat nilai proyek Rp2 triliun.

Menurut Dony, capaian tersebut menunjukkan bahwa kolaborasi antara pengembang, sektor perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan dapat memperluas akses masyarakat terhadap hunian sekaligus mendukung Program Tiga Juta Rumah yang menjadi prioritas pemerintah.

"Capaian ini menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat terhadap DHE sekaligus memperlihatkan bahwa kolaborasi antara pengembang, perbankan, dan berbagai pemangku kepentingan mampu memperluas akses masyarakat terhadap hunian. Ke depan, kami berharap DHE dapat hadir dengan skala yang lebih besar dan melibatkan ekosistem yang semakin luas untuk mendukung Program Tiga Juta Rumah," ujar Dony.

Sementara itu, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait, mengapresiasi penyelenggaraan DHE 2026 yang dinilai memperkuat kolaborasi antara pemerintah, Danantara Indonesia, sektor perbankan, dan pelaku industri perumahan dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah.

"Danantara Housing Expo memberikan kontribusi nyata dalam mendukung Program Tiga Juta Rumah melalui kolaborasi ekosistem yang lengkap dan menjangkau berbagai lapisan masyarakat. Kami juga mengapresiasi penyelenggaraan acara ini yang dikelola secara profesional dan berkualitas. Jika penyelenggaraan perdana saja mampu menunjukkan hasil yang sangat baik, kami optimistis ke depan DHE dapat berkembang lebih besar dan memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat," ujar Maruarar.

Menurut Maruarar, keberhasilan penyelenggaraan DHE 2026 menunjukkan pentingnya sinergi lintas sektor dalam memperluas akses masyarakat terhadap hunian yang layak dan terjangkau.

Sejalan dengan hal tersebut, Danantara Indonesia berencana terus mengembangkan DHE dengan melibatkan ekosistem yang lebih luas. Selain menghadirkan pilihan hunian dan solusi pembiayaan, penyelenggaraan berikutnya juga diarahkan untuk menjadi one-stop housing expo yang mencakup berbagai kebutuhan pendukung rumah tangga dalam satu lokasi. (Fajar)
Share:

Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV 2026, Menko Airlangga Dorong Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Masa Depan

Kick Off Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV 2026, Menko Airlangga Dorong Penguatan Kompetensi Tenaga Kerja Masa Depan. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Serang, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat pelatihan vokasi sebagai instrumen untuk meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus menjawab kebutuhan industri yang terus berkembang. Penguatan tersebut menjadi bagian dari upaya memastikan angkatan kerja memiliki keterampilan yang sesuai dengan perubahan kebutuhan dunia kerja.

“Program ini merupakan arahan Bapak Presiden yang menjadi bagian dari stimulus di semester dua di tahun 2026 yang perlu dijalankan secara efektif, tepat sasaran, dan berdampak bagi masyarakat,” ujar Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Kick Off Program Pelatihan Vokasi Nasional Batch IV Tahun 2026, di Kota Serang, pada Selasa (1/09).

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga menjelaskan bahwa penguatan pelatihan vokasi tidak terlepas dari kebutuhan untuk memastikan pertumbuhan investasi diikuti dengan kesiapan tenaga kerja. Hingga Semester I 2026, realisasi investasi mencapai Rp1.010,6 triliun atau tumbuh 7,2 persen (YoY) dan setara dengan 49,5 persen dari target. Investasi tersebut turut menciptakan sekitar 1,4 juta lapangan kerja secara nasional.

Di sisi ketenagakerjaan, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) nasional telah menurun menjadi 4,65 persen. Namun, tantangan struktural masih perlu menjadi perhatian karena sekitar 67 persen dari total pengangguran berasal dari kelompok generasi muda atau sekitar 4,8 juta orang. Kondisi tersebut semakin menunjukkan pentingnya pelatihan vokasi dalam mengurangi kesenjangan antara kompetensi tenaga kerja dan kebutuhan industri.

Selain kebutuhan industri secara umum, perubahan struktur ekonomi juga menciptakan kebutuhan kompetensi baru pada sektor digital dan ekonomi hijau. Sementara itu, transisi ekonomi hijau juga melahirkan kebutuhan terhadap profesi baru, antara lain teknisi panel surya, teknisi turbin, hingga tenaga yang memiliki keterampilan smart farming.

Pengembangan energi surya juga diproyeksikan membuka kebutuhan tenaga kerja dan industri pendukung dalam skala besar. Pemerintah mendorong program pembangkit listrik tenaga surya hingga 100 GW, sementara kapasitas listrik nasional saat ini berada di sekitar 88 GW. Di sisi industri, kapasitas produksi panel surya nasional telah mendekati 11 GW, sehingga peningkatan kebutuhan energi terbarukan akan turut membutuhkan kesiapan tenaga kerja dengan kompetensi yang relevan.

Program Pelatihan Vokasi Nasional Tahun 2026 menargetkan sekitar 340.000 peserta. Target tersebut terdiri atas 70.000 peserta melalui alokasi APBN existing yang telah dirancang sejak tahun sebelumnya dan tambahan 270.000 peserta melalui program stimulus ekonomi Semester II 2026. Hingga Agustus 2026, sebanyak 89.337 peserta telah mengikuti pelatihan, sementara Batch IV dilaksanakan secara serentak dengan jumlah 12.128 peserta.

Menko Airlangga menekankan bahwa pencapaian target tersebut membutuhkan pemanfaatan fasilitas pelatihan secara optimal dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan.

“Jadi Bapak Presiden ingin agar ini skalanya besar termasuk untuk vokasi ini, maka tentu ke depan kita harus memanfaatkan seluruh fasilitas yang dimiliki tidak hanya oleh Pemerintah pusat, Pemerintah daerah, tetapi juga kalangan industri,” pungkas Menko Airlangga.

Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Haryo Limanseto menambahkan bahwa penguatan pelatihan vokasi perlu diarahkan pada kebutuhan nyata dunia kerja agar peningkatan kompetensi tenaga kerja dapat berjalan seiring dengan transformasi industri.

“Pelatihan vokasi perlu dirancang secara adaptif agar kompetensi yang diberikan benar-benar relevan dengan kebutuhan industri dan perkembangan jenis pekerjaan. Kolaborasi antara Pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk memastikan proses upskilling dan reskilling tidak hanya meningkatkan keterampilan tenaga kerja, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka menghadapi perubahan teknologi dan transformasi industri,” ujar Jubir Haryo.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut di antaranya yakni Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia Prof. Yassierli, Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso, Sekretaris Jenderal Kementerian Ketenagakerjaan (Sekjen Kemnaker) Cris Kuntadi, Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (Binalavotas) Kemnaker Darmawansyah, Bupati Kabupaten Serang Ratu Rachmatuzakiyah, serta Wakil Wali Kota Serang Nur Agis Aulia, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Banten Sofwan Kurnia, serta Asisten Deputi Peningkatan Produktivitas dan Pengembangan Ekosistem Ketenagakerjaan Kemnaker Chairul Saleh. (Burhan)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING