Pemerintah Perkuat Perencanaan Pembangunan Adaptif Hadapi Kenaikan Muka Air Laut Berbasis Bukti

Pemerintah Perkuat Perencanaan Pembangunan Adaptif Hadapi Kenaikan Muka Air Laut Berbasis Bukti. (Dok. Bappenas)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian PPN/Bappenas bersama Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan menyelenggarakan Dialog Kebijakan Nasional Kenaikan Muka Air Laut di Jakarta, Senin (13/7). 

Dialog ini menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat perencanaan pembangunan yang adaptif dan berketahanan iklim dalam menghadapi dampak kenaikan muka air laut di Indonesia.

Sebagai negara kepulauan dengan lebih dari 17 ribu pulau dan garis pantai terpanjang kedua di dunia, Indonesia memiliki kawasan pesisir yang menjadi pusat aktivitas masyarakat, layanan publik, serta pertumbuhan ekonomi. Karena itu, kenaikan muka air laut sebagai salah satu dampak perubahan iklim perlu diperhitungkan sejak awal agar kebijakan, program, dan investasi pembangunan tetap memberikan manfaat secara berkelanjutan.

Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa kenaikan muka air laut bukan sekadar persoalan teknis infrastruktur.

"Ini adalah persoalan kemanusiaan, bahkan persoalan peradaban. Yang kita lindungi bukan hanya garis pantai, tetapi masa depan masyarakat pesisir dan generasi yang akan datang. Perencanaan tidak akan berarti tanpa eksekusi. Namun eksekusi juga dapat salah arah apabila tidak dibangun di atas perencanaan yang matang, berbasis sains, layak secara teknologi, dan dapat dipertanggungjawabkan secara pembiayaan," ujar Menko AHY

Sejalan dengan hal tersebut, Menteri PPN/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy menegaskan bahwa pemerintah telah menempatkan isu kenaikan muka air laut sebagai bagian penting dalam perencanaan pembangunan nasional yang adaptif dan berbasis bukti.

"Hari ini, kita tidak hanya bicara tentang ancaman, kita bicara hal yang konkret yaitu kenaikan muka air laut yang sekarang sudah menjadi realitas yang telah mengubah wajah wilayah pesisir kita secara fundamental. Risiko kenaikan muka air laut perlu diperhitungkan sejak awal. Menghadapi kenyataan ini, pemerintah tidak hanya tinggal diam. Kita telah menyusun strategi pencegahan dan mitigasi. Melalui pengendalian air tanah, pembangunan Giant Sea Wall, komitmen Net Zero Emission, dan diperkuat dengan perencanaan berbasis bukti menjadi bagian dari satu visi besar yaitu melindungi rakyat dan mewujudkan Indonesia Emas 2045," ujar Menteri Rachmat Pambudy.

Untuk mendukung perencanaan tersebut, Kementerian PPN/Bappenas mengembangkan analisis kenaikan muka air laut melalui Sistem Perencanaan Kolaboratif dan Analisis Data Terpadu atau SEPAKAT. Analisis ini mengintegrasikan data spasial, sosial ekonomi, layanan dasar, infrastruktur, kelompok rentan, dan perlindungan sosial dari berbagai institusi pemerintah sehingga memberikan gambaran mengenai wilayah yang perlu menjadi perhatian, masyarakat yang berpotensi terdampak, layanan yang perlu diperkuat, serta intervensi pembangunan yang dapat diprioritaskan.

Hasil analisis tersebut dituangkan dalam Dashboard Kenaikan Muka Air Laut pada aplikasi SEPAKAT serta buku “Kenaikan Muka Air Laut: Memahami Dampak Sosial Ekonomi Kenaikan Muka Air Laut untuk Perencanaan Pembangunan yang Adaptif” yang juga diluncurkan bersamaan dengan dialog ini. 

Kedua instrumen tersebut diharapkan mendukung pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam mengintegrasikan isu kenaikan muka air laut ke dalam dokumen perencanaan pembangunan dan tata ruang, seperti RPJMN, RKP, RPJMD, RKPD, RTRW, dan RDTR.

Deputi Bidang Pemberdayaan Masyarakat, Kependudukan, dan Ketenagakerjaan Kementerian PPN/Bappenas Maliki menjelaskan bahwa analisis SEPAKAT membantu memperluas pemahaman mengenai dampak kenaikan muka air laut, tidak hanya terhadap kondisi fisik wilayah, tetapi juga terhadap kesejahteraan masyarakat, layanan dasar, aktivitas ekonomi, dan infrastruktur.

Berdasarkan hasil analisis SEPAKAT, terdapat 4.787 pekerja informal perkotaan, 4.566 pekerja sektor perikanan dan peternakan, 65,5 persen kepala keluarga perempuan non-penerima Program Bantuan Sosial, 14,59 persen wilayah UMKM pesisir, serta 537 infrastruktur strategis yang perlu menjadi perhatian dalam penyusunan kebijakan adaptasi dalam menghadapi skenario kenaikan muka air laut setinggi 25 sentimeter.

"Data permukaan air laut ini sudah ada dan fenomena itu akan terjadi. Kita sebagai kementerian, lembaga, pemerintah daerah, dan pemangku kepentingan lainnya mempunyai kesempatan untuk mengantisipasi jauh lebih awal dari sekarang. Sehingga mitigasi dan resiliensi masyarakat dapat kita bangun secepat mungkin," ujar Deputi Maliki.

Dalam dialog tersebut, Pemerintah Provinsi Gorontalo turut berbagi pengalaman memanfaatkan data dan analisis dampak kenaikan muka air laut melalui penyusunan berbagai ringkasan kebijakan yang mencakup isu adaptasi bencana dan akses layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan di wilayah pesisir.

Plh. Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Tim Stapleton menyampaikan bahwa Pemerintah Australia mendukung upaya Pemerintah Indonesia dalam mengembangkan pendekatan perencanaan yang semakin responsif terhadap perubahan iklim dan kebutuhan masyarakat.

“Melalui SKALA program kemitraan Australia-Indonesia untuk tata kelola desentralisasi, Australia mendukung pemerintah Indonesia dalam memperkuat perencanaan berbasis bukti, penggunaan data, dan penyediaan layanan dasar bagi masyarakat miskin dan rentan. Australia dan Indonesia akan terus bekerjasama untuk membangun ketahanan, melindungi komunitas yang rentan, dan mendukung pembangunan inklusif berbasis bukti,” ujar Tim Stapleton. (Fitri)
Share:

Kepala BMKG Tinjau Operasional di Bali, Dorong Inovasi dan Penguatan Layanan Iklim

Kepala BMKG Tinjau Operasional di Bali, Dorong Inovasi dan Penguatan Layanan Iklim. (Dok. BMKG)

Bali, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat kualitas layanan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika melalui pengembangan inovasi, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, serta penguatan koordinasi di daerah. Hal tersebut ditegaskan dalam rangkaian kunjungan kerja Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, di Bali, Senin-Selasa (13-14/07/2026).

Usai agenda pembukaan Training for Facilitators on UNESCO-IOC Tsunami Ready Indicators di Nusa Dua, Kepala BMKG bersama jajaran melaksanakan kunjungan dan audiensi ke Stasiun Klimatologi Bali di Kabupaten Jembrana. Kegiatan diawali dengan peninjauan taman alat klimatologi, ruang analisis iklim, serta ruang operasional yang menjadi pusat pengelolaan data dan layanan informasi iklim di Provinsi Bali. Kunjungan kemudian dilanjutkan dengan dialog dan audiensi bersama pegawai.

Pada kesempatan tersebut, Faisal menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan semangat inovasi yang terus ditunjukkan oleh seluruh insan BMKG di daerah dalam mendukung pelayanan kepada masyarakat.

“Saya sangat mengapresiasi inovasi dan dedikasi rekan-rekan semua. Masing-masing kedeputian punya karakter dan dinamika kerja yang berbeda, yang sering kali mengharuskan petugas bekerja tanpa mengenal waktu. Karena itu saya menyampaikan terima kasih kepada seluruh pegawai yang telah bekerja melampaui jam kerja demi memberikan layanan terbaik kepada masyarakat,” ujar Faisal.

Ia menegaskan bahwa seluruh pegawai BMKG memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung keberhasilan organisasi, baik yang bertugas di kantor pusat maupun di unit pelaksana teknis daerah.

“Satu hal yang penting, semua insan BMKG itu penting. Tugas kami di pusat adalah memastikan dukungan terbaik bagi seluruh satuan kerja agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik,” katanya.

Faisal juga mendorong peningkatan kompetensi lintas bidang, khususnya bagi teknisi dan observer, agar memiliki pemahaman yang lebih luas terhadap berbagai layanan BMKG.

“Jadi, jika ada kesempatan belajar lintas tugas, dukunglah. Semakin banyak rentang tugas yang dikuasai, semakin siap nantinya saat mendapat amanah lebih tinggi,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Stasiun Klimatologi Bali, Aminudin Al Roniri, memaparkan perkembangan layanan, kondisi sumber daya, serta berbagai inovasi yang telah dikembangkan untuk meningkatkan kualitas data dan informasi iklim di Bali.

Saat ini Stasiun Klimatologi Bali mengelola jaringan pengamatan yang tersebar di berbagai wilayah Bali, meliputi pos hujan, pos iklim, Automatic Rain Gauge (ARG), Automatic Weather Station (AWS), dan Automatic Agroclimate Weather Station (AAWS). Data tersebut menjadi dasar penyusunan berbagai layanan iklim, mulai dari analisis dan prediksi curah hujan, informasi musim, analisis kekeringan, hingga prediksi ketersediaan air tanah untuk mendukung sektor pertanian.

Selain itu, Stasiun Klimatologi Bali juga mengembangkan sejumlah inovasi untuk meningkatkan kualitas pengamatan dan layanan iklim, antara lain aplikasi Obaklim (Observasi Agroklimat Berbasis Android), Singmapobli (Sistem Pengamatan dan Pelaporan Pos Iklim Bali), serta Dashboard Data Monitoring yang memungkinkan pemantauan kondisi peralatan otomatis secara real time.

Stasiun Klimatologi Bali juga aktif mendukung berbagai program lintas sektor, termasuk pengembangan sistem informasi iklim untuk pengendalian Demam Berdarah Dengue (DBDKlim) bersama Pemerintah Provinsi Bali dan Dinas Kesehatan, serta dukungan terhadap program pertanian modern berbasis iklim melalui pemasangan Mini AWS di lahan pertanian.

Pada rangkaian kunjungan ini, Kepala BMKG turut meninjau operasional Stasiun Meteorologi I Gusti Ngurah Rai. Dalam kunjungan tersebut, Faisal meninjau ruang operasional meteorologi penerbangan, taman alat, serta berdialog langsung dengan para pegawai mengenai pelaksanaan tugas operasional dan pengembangan kapasitas sumber daya manusia.

Melalui rangkaian kunjungan kerja ini, BMKG berharap penguatan inovasi, peningkatan kualitas layanan, serta pengembangan kapasitas SDM di daerah dapat terus ditingkatkan guna mendukung penyediaan informasi meteorologi, klimatologi, dan geofisika yang semakin andal, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat. Berbagai inovasi yang berkembang di unit pelaksana teknis juga diharapkan dapat menjadi praktik baik yang dapat direplikasi di satuan kerja BMKG lainnya di seluruh Indonesia. (Anggara)
Share:

Menteri LH kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi

Menteri LH kampanyekan Gerakan Tobat Ekologis, Dua Miliar Pohon Disiapkan Jadi Bagian untuk Hijaukan Kembali Bumi. (Dok. Kemen LH)

Sumatra Barat, WaraWiri.net - Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) terus memperkuat langkah nyata pemulihan lingkungan dengan menggaungkan Gerakan Tobat Ekologis dan inisiatif penanaman dua miliar pohon. Langkah kolaboratif ini diwujudkan oleh Menteri LH/Kepala BPLH, Moh Jumhur Hidayat, bersama pemerintah daerah, sektor swasta, dan institusi pendidikan melalui aksi penanaman pohon di kampus Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Padang Pariaman, guna membangun kesadaran ekologis generasi muda sekaligus merehabilitasi alam yang rusak.

Menteri Jumhur menegaskan, bahwa Gerakan Tobat Ekologis merupakan panggilan moral bagi seluruh elemen masyarakat. Gerakan ini mengajak publik untuk menyadari kesalahan masa lalu dalam mengeksploitasi alam, berkomitmen untuk tidak mengulangi kerusakan, dan mulai melakukan tindakan perbaikan secara nyata.

"Yang punya kuasa, gunakan kekuasaannya. Yang punya intelektualitas, gunakan intelektualitasnya. Yang punya pengaruh, gunakan pengaruhnya," tegas Menteri Jumhur.

Menurut Menteri Jumhur, KLH/BPLH memposisikan pemulihan lingkungan sebagai tanggungjawab lintas sektor yang menuntut partisipasi aktif setiap individu dan kelompok. Mulai dari langkah sederhana seperti menjaga kebersihan sungai, mengelola sampah harian, hingga penanaman pohon secara masif. KLH/BPLH juga tengah menyiapkan kebijakan strategis terkait pengelolaan sampah dari sektor industri.

"Intinya, saya berterima kasih atas upaya pemulihan lingkungan. Dalam kaitannya dengan tobat lingkungan, gerakan ini dapat dilakukan di mana saja, misalnya dengan membersihkan sungai. Sebentar lagi kita juga akan menerapkan Extended Producer Responsibility (EPR), di mana para produsen yang menghasilkan kemasan plastik, termasuk untuk produk makanan dan sejenisnya, telah menyatakan kesiapan untuk turut membantu mengurangi sampah dengan mengalokasikan dana tertentu," ujar Menteri Jumhur.

Sebagai bukti nyata kolaborasi antarpihak, agenda pemulihan lingkungan ini diwarnai dengan penyerahan berbagai bantuan bibit. KLH/BPLH menyerahkan 15 kilogram benih Ketapang Kencana, disusul oleh dukungan dunia usaha yakni PT Semen Padang yang memberikan 3.300 bibit mangrove, serta PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi Sumatera Barat yang mendonasikan bibit tanaman buah-buahan.

Apresiasi juga diberikan kepada Politeknik Pelayaran Sumatera Barat yang telah menunjukkan komitmen kuat dalam membangun konsep Humanist, Smart, Sustainable, Eco-Friendly Campus (HSSEC). Kampus maritim ini sukses menghadirkan inovasi sirkular ekonomi, seperti fasilitas pengelolaan minyak jelantah, pengolahan sampah organik menjadi kompos, hingga budidaya maggot.

Langkah KLH/BPLH dan inovasi kampus ini mendapatkan dukungan penuh dari Pemerintah Provinsi Sumatera Barat. Gubernur Sumatera Barat, Mahyeldi Ansharullah, berharap sinergi ini dapat menjadi role model bagi daerah lain.

"Kami telah menetapkan kebijakan agar kantor-kantor pemerintah provinsi dan sekolah-sekolah tidak lagi membuang sampah ke luar lingkungan masing-masing. Apa yang diterapkan di Politeknik Pelayaran Sumatera Barat membuktikan bahwa sampah dapat dikelola menjadi berkah melalui budidaya maggot, pengolahan kompos, dan berbagai inovasi lainnya. Mudah-mudahan langkah ini dapat menjadi contoh bagi daerah lain di Sumatera Barat," tutur Mahyeldi Ansharullah.

KLH/BPLH optimis melalui pendekatan berbasis Gerakan Tobat Ekologis dapat mengubah paradigma masyarakat; bahwa menjaga kelestarian lingkungan bukanlah sekadar kewajiban, melainkan bentuk tanggung jawab moral dan refleksi penebusan kesalahan umat manusia terhadap alam. Esensi pertobatan ini menuntut kesadaran kolektif untuk menyesali kerusakan yang telah diperbuat, menghentikan kebiasaan eksploitatif, dan berbalik merawat bumi sepenuh hati.

Target penanaman dua miliar pohon merupakan wujud nyata dari aksi pertobatan tersebut, sebuah ikhtiar pemulihan yang diharapkan mampu memperbaiki ekosistem yang rusak, memperkuat ketahanan iklim nasional, dan mewariskan bumi yang kembali seimbang dan lestari bagi generasi mendatang. (Tedy)
Share:

Kemendikdasmen Kirim 79 Talenta Muda Indonesia Bersaing di 14 Ajang Internasional

Kemendikdasmen Kirim 79 Talenta Muda Indonesia Bersaing di 14 Ajang Internasional. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta, WaraWiri.net - Di balik setiap medali dan prestasi internasional, terdapat proses pembinaan yang panjang, kerja keras para peserta didik, serta dukungan negara yang terus hadir mengawal perjalanan mereka. Komitmen itulah yang kembali ditunjukkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) dengan mengantarkan 79 talenta terbaik Indonesia untuk mewakili bangsa pada 14 ajang talenta internasional sepanjang tahun 2026.

Mulai dari olimpiade sains, matematika, informatika, kecerdasan artifisial, geografi, astronomi, ekonomi, debat, hingga kompetisi vokasi, para delegasi muda ini akan membawa tidak hanya kemampuan akademik dan keterampilan terbaik mereka, tetapi juga harapan Indonesia untuk terus diperhitungkan di panggung dunia.

Sebelum bertolak ke negara tujuan, para delegasi mendapat penguatan langsung dari jajaran pimpinan Kemendikdasmen sebagai bekal untuk membawa Merah Putih berkibar di berbagai ajang internasional.

Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti, dalam arahannya mengatakan bahwa prestasi di tingkat internasional bukan sekadar tentang meraih medali, tetapi menjadi langkah awal untuk melahirkan generasi yang memberi manfaat bagi bangsa.

“Ajang internasional bukan tujuan akhir. Yang ingin kita lahirkan adalah generasi ilmuwan, inovator, dan pemimpin masa depan yang memanfaatkan ilmunya untuk kemajuan Indonesia. Prestasi hari ini adalah awal dari kontribusi yang lebih besar bagi bangsa,” ujar Mendikdasmen di Jakarta pada acara Pelepasan Delegasi Indonesia ke Ajang Internasional Tahun 2026 (14/7).

Menteri Mu’ti juga berpesan agar seluruh delegasi bertanding dengan percaya diri dan menjadikan setiap kompetisi sebagai kesempatan menunjukkan bahwa peserta didik Indonesia mampu berdiri sejajar dengan talenta terbaik dunia.

Sepanjang tahun 2026, delegasi Indonesia akan mengikuti 14 ajang internasional, di antaranya International Physics Olympiad (IPhO), International Chemistry Olympiad (IChO), International Mathematical Olympiad (IMO), International Biology Olympiad (IBO), International Olympiad in Informatics (IOI), International Olympiad in Artificial Intelligence (IOAI), International Geography Olympiad (IGeo), International Earth Science Olympiad (IESO), International Olympiad on Astronomy and Astrophysics (IOAA), International Economics Olympiad (IEO), World Schools Debating Championships (WSDC), Young Inventors Challenge (YIC), International Junior Science Olympiad (IJSO), serta The Battle of the Chefs. Seluruh peserta merupakan talenta terbaik hasil seleksi nasional yang telah menjalani pembinaan intensif bersama Puspresnas Kemendikdasmen dan para mitra pembina.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, mengatakan bahwa keberhasilan mengirimkan delegasi Indonesia ke berbagai ajang internasional merupakan hasil dari pembinaan yang dilakukan secara berjenjang.

“Seluruh delegasi yang berangkat hari ini telah melalui proses seleksi yang ketat dan pembinaan intensif oleh Pusat Prestasi Nasional. Mereka tidak hanya dibekali penguasaan materi, tetapi juga simulasi kompetisi, penguatan karakter, serta kesiapan mental untuk menghadapi persaingan di tingkat dunia,” ujarnya.

Suharti menambahkan bahwa tantangan kompetisi internasional terus berkembang sehingga pembinaan talenta juga harus terus beradaptasi.

“Persaingan internasional semakin ketat, terutama pada bidang-bidang baru seperti kecerdasan artifisial. Karena itu, Kemendikdasmen terus memperkuat pembinaan talenta agar Indonesia tidak hanya menjadi peserta, tetapi mampu menjadi negara yang diperhitungkan di berbagai ajang internasional,” katanya. (Muh)
Share:

Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal

Pertamina Patra Niaga Pastikan SPBU di Medan Beroperasi Normal. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina Patra Niaga memastikan layanan penyaluran BBM di seluruh SPBU wilayah Medan dan sekitarnya kini telah kembali beroperasi normal. Peningkatan kebutuhan BBM dalam beberapa hari terakhir terjadi seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, termasuk dimulainya kembali kegiatan sekolah dan perkantoran yang mendorong kenaikan mobilitas.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, mengatakan meningkatnya konsumsi BBM di wilayah Medan direspons dengan percepatan penguatan kapasitas distribusi agar kebutuhan energi masyarakat tetap terpenuhi tanpa hambatan.

"Seiring meningkatnya aktivitas masyarakat, kebutuhan BBM di Medan juga mengalami kenaikan sekitar 5–10 persen dibandingkan rata-rata harian. Kami segera meningkatkan kapasitas distribusi melalui penambahan armada mobil tangki, penguatan personel distribusi, serta optimalisasi operasional sehingga layanan di SPBU kini telah kembali berjalan normal," ujar Kitty.

Sebagai langkah percepatan distribusi, Pertamina Patra Niaga menambah 10 unit mobil tangki operasional, 30 unit mobil tangki spot charter, serta memperkuat personel distribusi dengan tambahan 34 Awak Mobil Tangki (AMT) dari Fuel Terminal terdekat dan dukungan 16 personel dari Bekangdam. Perusahaan juga terus melakukan pembinaan dan penindakan atas pelanggaran disiplin terhadap seluruh mitra operasional guna memastikan proses distribusi berjalan sesuai standar keselamatan, kepatuhan, dan keandalan.

Selain itu, operasional Fuel Terminal Medan dan sejumlah SPBU dioptimalkan selama 24 jam untuk mempercepat penyaluran BBM ke masyarakat. Upaya tersebut membuahkan hasil positif. Pada 14 Juli 2026, realisasi penyaluran 104 persen dari target harian, dengan pengoperasian 149 unit mobil tangki atau 115 persen.

Saat ini, operasional Fuel Terminal Medan telah berjalan normal dan seluruh proses distribusi BBM ke SPBU berlangsung lancar. Pertamina Patra Niaga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan untuk memastikan keandalan pasokan energi bagi masyarakat.

"Kami mengapresiasi dukungan seluruh pihak yang telah membantu percepatan distribusi. Saat ini layanan SPBU di Medan telah beroperasi normal dengan stok BBM dalam kondisi aman. Kami mengimbau masyarakat untuk membeli BBM sesuai kebutuhan agar distribusi tetap berjalan optimal," tutup Kitty. (Dinda)
Share:

Densus 88 AT Polri Bekali Paskibraka Kota Depok dengan Penguatan Ideologi Pancasila dan Pencegahan IRET

Densus 88 AT Polri Bekali Paskibraka Kota Depok dengan Penguatan Ideologi Pancasila dan Pencegahan IRET. (Dok. Divisi Humas Polri)

Depok, WaraWiri.net - Direktorat Pencegahan Densus 88 Antiteror Polri bekerja sama dengan Satgaswil DKI Jakarta dan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Depok menyelenggarakan kegiatan Sosialisasi Kebangsaan bertajuk “Paskibraka Tangguh Ideologi Pancasila”, Selasa, 14 Juli 2026.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Perpustakaan Balai Kota Depok tersebut diikuti oleh 65 peserta, terdiri atas anggota Paskibraka sekolah terpilih se-Kota Depok dan pengurus Purna Paskibraka Kota Depok.

Kegiatan ini menjadi bagian dari pembekalan pendidikan dan pelatihan bagi anggota Paskibraka tingkat sekolah yang dipersiapkan sebagai generasi pelopor dan penggerak nilai-nilai kebangsaan di lingkungan sekolah maupun organisasi.

Materi disampaikan oleh IPDA Audi Aqshal Afandi, S.Pd., M.M. dari Direktorat Pencegahan Densus 88 AT Polri. Pembahasan meliputi penguatan ideologi Pancasila dan wawasan kebangsaan, bahaya paham intoleransi, radikalisme, ekstremisme, dan terorisme atau IRET, serta dampak perundungan sebagai salah satu faktor yang dapat memicu perilaku kekerasan pada anak dan pelajar.

Melalui kegiatan tersebut, para peserta diberikan pemahaman agar mampu mengenali, menolak, serta tidak mudah terpengaruh oleh narasi kekerasan, ajakan ekstrem, dan lingkungan pergaulan yang negatif.

Peserta juga didorong untuk memiliki kemampuan berpikir kritis, berani menolak perundungan, memilih lingkungan pergaulan yang positif, serta berperan aktif dalam menciptakan lingkungan sekolah dan organisasi yang aman, nyaman, toleran, dan berlandaskan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan turut dihadiri oleh Kepala Badan Kesbangpol Kota Depok Dr. Dudi Miras, M.Si., Kepala Bidang Ideologi dan Wawasan Kebangsaan Indra Kusuma, serta Kepala Seksi Kesbangpol Kota Depok Anis.

Selama kegiatan berlangsung, peserta menunjukkan antusiasme dan berpartisipasi aktif dalam menerima serta mendiskusikan materi yang disampaikan. Seluruh rangkaian kegiatan berjalan dengan aman, tertib, lancar, dan kondusif.

Melalui kolaborasi ini, Densus 88 AT Polri dan Pemerintah Kota Depok berharap anggota Paskibraka dapat menjadi teladan sekaligus agen penggerak dalam memperkuat persatuan, mencegah perundungan, dan menjaga generasi muda dari pengaruh paham IRET. (Zidan)
Share:

Korlantas Polri Gelar Uji Kompetensi Petugas Penerbit BPKB, Pastikan Pelayanan Regident yang Profesional

Korlantas Polri Gelar Uji Kompetensi Petugas Penerbit BPKB, Pastikan Pelayanan Regident yang Profesional. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Korlantas Polri menggelar ujian sertifikasi bagi petugas penerbit Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) sebagai upaya meningkatkan kompetensi sumber daya manusia di bidang Registrasi dan Identifikasi (Regident) kendaraan bermotor.

Sertifikasi ini menjadi bagian dari penguatan petugas dalam memastikan pelayanan kepada masyarakat berjalan sesuai standar operasional yang berlaku.

Asesor Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Polri AKBP Dani Permana Putra, menjelaskan, pelaksanaan sertifikasi diawali dengan pelatihan sejak Senin 6 Juli 2026, dilanjutkan verifikasi administrasi secara mandiri, kemudian memasuki tahapan ujian sertifikasi yang terdiri dari ujian teori di kelas dan praktik di lapangan.

“Kami melaksanakan dua tahapan ujian sertifikasi. Yang pertama di kelas untuk menggali kompetensi seluruh peserta, kemudian dilanjutkan dengan praktik, mulai dari proses pencetakan BPKB menggunakan aplikasi ERI hingga pelaksanaan cek fisik kendaraan sebagai syarat penerbitan BPKB,” ujar AKBP Dani di Fave Hotel, Jakarta, Selasa (14/7/2026).

Menurutnya, pada sesi praktek, peserta diuji secara langsung dalam melakukan pemeriksaan fisik kendaraan untuk memastikan keabsahan identitas kendaraan sebelum diterbitkannya BPKB.

“Praktek ini merupakan bagian penting dari proses penerbitan BPKB. Petugas harus mampu memastikan keabsahan dokumen dan identitas kendaraan melalui cek fisik sebelum kendaraan didaftarkan,” ungkapnya.

Dalam proses asesmen, para peserta tidak hanya dinilai dari kemampuan teknis, tetapi juga pemahaman terhadap seluruh alur pelayanan Regident kendaraan bermotor.

Asesor menggali kemampuan peserta mulai dari pelaksanaan cek fisik, prosedur penerbitan BPKB, penginputan data pada sistem, penomoran buku induk, pencetakan BPKB, hingga pemberkasan dan penyimpanan dokumen sebelum diserahkan kepada masyarakat.

“Yang kami nilai bukan hanya kemampuan praktek, tetapi juga kemampuan personal dan pemahaman terhadap seluruh prosedur pelayanan BPKB sesuai ketentuan yang berlaku,” tambah Dani.

AKBP Dani menegaskan, sertifikasi kompetensi menjadi kebutuhan penting di tengah perkembangan pelayanan berbasis teknologi informasi. Melalui sertifikasi, kemampuan personel dapat terukur sehingga kualitas pelayanan kepada masyarakat semakin meningkat.

“Dengan adanya sertifikasi, Polri akan semakin profesional, semakin dipercaya masyarakat, dan semakin modern mengikuti perkembangan teknologi. Harapannya ke depan Polri semakin Presisi dan semakin dicintai masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, salah satu peserta sertifikasi, Ipda Annet, mengatakan materi yang diujikan mencakup seluruh proses pelayanan BPKB, mulai dari cek fisik kendaraan hingga penerbitan dokumen.

Ia menjelaskan, dalam pelaksanaan cek fisik terdapat empat tahapan pelayanan, yakni pendaftaran, identifikasi dan verifikasi, pengesahan, serta penyerahan. Seluruh tahapan tersebut harus dilaksanakan sesuai standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan.

Menurut dia, asesmen ini menjadi momentum bagi setiap petugas untuk memperdalam pemahaman terhadap setiap tahapan pelayanan.

“Selama ini pelayanan cek fisik maupun penerbitan BPKB sudah menjadi tugas sehari-hari. Namun melalui asesmen ini kami dituntut untuk lebih memahami secara detail setiap proses dan setiap tahapan pelayanan agar pelaksanaannya semakin baik,” ujar Ipda Annet.

Ia juga mengapresiasi proses pelatihan yang diberikan para instruktur sebelum pelaksanaan sertifikasi.

“Seluruh instruktur memberikan materi dengan sangat baik. Pembelajarannya berlangsung santai tetapi tetap fokus sehingga seluruh peserta dapat menerima materi dengan maksimal dan siap mengaplikasikannya saat bertugas di lapangan,” kata Ipda Annet. (Slamet)
Share:

Serah Terima Jabatan Komandan Yon Ranratfib 2 Marinir Langkah Awal Komitmen Jaga Kesiapan Tempur Satuan

Serah Terima Jabatan Komandan Yon Ranratfib 2 Marinir Langkah Awal Komitmen Jaga Kesiapan Tempur Satuan. (Dok. Puspen TNI)

Surabaya, WaraWiri.net - Batalyon Kendaraan Pendarat Amfibi 2 Marinir (Yon Ranratfib 2 Mar) gelar upacara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan dari Letkol Marinir Arif Wahyudi, M.Tr.Opsla. kepada Mayor Marinir Ferry Prasetiadi dipimpin oleh Komandan Resimen Kavaleri 2 Marinir (Danmenkav 2 Mar), Kolonel Marinir Dr. Iwan Permana, S.H., M.Tr.Opsla., di Balai Prajurit Aris Haryanto, Kesatrian Marinir Soepraptono, Ujung, Semampir, Surabaya, Selasa (14/07/2026).

Prosesi sertijab berlangsung tertib dan khidmat sebagai bagian dari pembinaan organisasi TNI Angkatan Laut untuk menjaga kesinambungan kepemimpinan, meningkatkan profesionalisme prajurit serta memperkuat kesiapan operasional Yon Ranratfib 2 Marinir dalam mendukung tugas-tugas Korps Marinir.

Rangkaian kegiatan ditandai dengan penandatanganan naskah serah terima jabatan sebagai penyerahan tugas, wewenang dan tanggung jawab dari pejabat lama kepada pejabat baru sekaligus menjadi awal kepemimpinan Mayor Marinir Ferry Prasetiadi dalam melanjutkan pembinaan personel, material dan kesiapan tempur satuan.

Melalui pergantian kepemimpinan ini, diharapkan Yon Ranratfib 2 Marinir semakin solid, profesional dan siap melaksanakan setiap tugas yang diamanatkan dalam mendukung tugas pokok Korps Marinir TNI Angkatan Laut. (Bambang)
Share:

Gandeng Roadshow Bunda Literasi, SMPN 11 Perkuat MPLS Ramah dan Budaya Membaca

Gandeng Roadshow Bunda Literasi, SMPN 11 Perkuat MPLS Ramah dan Budaya Membaca. (Dok. Pemkot Pekalongan)

Pemkot Pekalongan, WaraWiri.net - Sebagai upaya memperkuat pendidikan karakter peserta didik baru sekaligus menumbuhkan budaya gemar membaca sebagai bekal untuk mengembangkan kreativitas, pengetahuan umum, maupun nilai-nilai keagamaan, SMPN 11 mengemas Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 dengan Roadshow Bunda Literasi di SMP Negeri 11 sebagai bagian dari materi literasi, Rabu (15/7/2026).

Kepala SMPN 11 Pekalongan, Nurlaely Herawati menyebutkan sebanyak 223 peserta didik baru mengikuti kegiatan yang dirancang untuk menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sejak hari pertama di lingkungan sekolah.

"Suatu kehormatan yang luar biasa. Dinarpus mempercayakan SMPN 11 menjadi tuan rumah kegiatan literasi, terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan Dies Natalis SMPN 11," ujarnya.

Ia mengungkapkan, melalui MPLS Ramah, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar kepada peserta didik baru, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter agar mereka tumbuh menjadi generasi yang kreatif, berprestasi, dan memiliki keseimbangan antara ilmu pengetahuan umum serta agama.

Sementara itu, Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya menerangkan, SMPN 11 menjadi lokasi pertama Roadshow Bunda Literasi tahun ini dengan antusiasme yang tinggi dari para peserta didik.

"Kali ini Roadshow Bunda Literasi diawali di SMPN 11 bersamaan dengan pelaksanaan MPLS. Semangat anak-anak luar biasa. Kami terus mengampanyekan budaya gemar membaca dan membiasakan kegiatan membaca setiap hari agar indeks literasi Kota Pekalongan dapat meningkat kembali," terangnya.

Inggit menambahkan, selain membudayakan membaca, kegiatan tersebut juga mengedukasi siswa mengenai literasi digital agar mampu memanfaatkan teknologi secara bijak dengan pendampingan guru dan orang tua. Dirinya berharap semangat literasi peserta didik semakin meningkat dan mampu mendukung peningkatan indeks literasi Kota Pekalongan. (Ros)
Share:

Perpusnas Akan Batasi Akses Penerbit yang Tak Patuhi Kewajiban Serah Simpan

Perpusnas Akan Batasi Akses Penerbit yang Tak Patuhi Kewajiban Serah Simpan. (Dok. Perpusnas)

Jakarta, WaraWiri.net - Perpusnas akan menerapkan pembatasan akses atau pemblokiran akun bagi penerbit yang tidak memenuhi kewajiban serah simpan karya cetak dan karya rekam sesuai Peraturan Perpustakaan Nasional Nomor 11 Tahun 2025 tentang Layanan ISBN.

Deputi Bidang Pengembangan Koleksi Perpustakaan dan Jasa Informasi Perpusnas, Suharyanto, dalam Sosialisasi Kepatuhan Layanan ISBN dan SSKCKR, menjelaskan bahwa Perpusnas menetapkan sejumlah penyesuaian kebijakan layanan ISBN. Salah satunya, kepemilikan merek dagang tidak lagi menjadi satu-satunya syarat dalam pendaftaran lini penerbitan.

"Perpusnas menetapkan persyaratan kepemilikan merek tidak lagi menjadi satu-satunya dasar dalam pendaftaran lini penerbitan," ujarnya pada Rabu (15/7/2026). 

Sebagai penggantinya, penerbit dapat mendaftarkan akun untuk lini penerbitan dengan melampirkan akta notaris yang mencantumkan nama lini penerbitan tersebut. Selain itu, penerbit perguruan tinggi kini tidak lagi dibatasi dalam menerbitkan karya kreatif.

Menurut Suharyanto, dalam lima tahun terakhir jumlah penerbitan yang memperoleh ISBN terus menunjukkan tren peningkatan. Kondisi tersebut mencerminkan semakin tingginya produktivitas dunia penerbitan, baik dari penerbit pemerintah, swasta, perguruan tinggi, maupun penerbit independen.

Namun, ia mengingatkan bahwa peningkatan jumlah ISBN harus diikuti dengan kepatuhan terhadap kewajiban serah simpan sebagai bagian dari upaya menjaga memori kolektif bangsa.

"Peningkatan jumlah ISBN merupakan indikator tumbuhnya aktivitas produksi pengetahuan dan literasi nasional. Namun demikian, peningkatan tersebut perlu diimbangi dengan tingkat kepatuhan terhadap kewajiban serah simpan," katanya.

Ia menegaskan bahwa kepatuhan terhadap ISBN dan SSKCKR menjadi tanggung jawab moral untuk memastikan karya intelektual bangsa terdokumentasi dan tetap dapat diakses oleh generasi mendatang.

"Tanpa kepatuhan tersebut, karya kita hari ini berisiko hilang dan tidak meninggalkan jejak bagi peradaban Indonesia," pungkasnya.

Perpusnas berharap seluruh penerbit semakin memahami bahwa layanan ISBN dan serah simpan merupakan dua elemen yang saling melengkapi untuk membangun ekosistem penerbitan yang mampu menjadi pilar utama pembangunan literasi indonesia, memperkuat bibliografi nasional, serta menjaga warisan intelektual Indonesia sesuai amanat Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2018 beserta aturan pelaksanaannya.

Sebagai informasi, sosialisasi merupakan tindak lanjut rekomendasi Forum Konsultasi Publik (FKP) Layanan ISBN yang diselenggarakan pada 1 Juli 2026. Sosialisasi diikuti oleh pelaksana serah simpan dari Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi di seluruh Indonesia. (Zikry)
Share:

Perkuat Sinergi dengan Pemda, Kakanwil Ditjenpas Papua Barat Audiensi dengan Gubernur Papua Barat

Perkuat Sinergi dengan Pemda, Kakanwil Ditjenpas Papua Barat Audiensi dengan Gubernur Papua Barat. (Dok. Ditjenpas)

Papua, WaraWiri.net - Penguatan sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran Pemasyarakatan menjadi salah satu langkah strategis dalam mewujudkan penyelenggaraan Sistem Pemasyarakatan yang profesional, humanis, dan berdampak bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui audiensi Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) Papua Barat, I Putu Murdiana, dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan, di Rumah Kediaman Gubernur Papua Barat, Rabu (15/7).

Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan penuh semangat kolaborasi sebagai penguatan koordinasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Barat dan Kanwil Ditjenpas Papua Barat. Disampaikan pula kesiapan seluruh jajaran Pemasyarakatan Papua Barat dalam menyelenggarakan pemberian Remisi Umum (RU) pada Hari Ulang Tahun Ke-81 Republik Indonesia pada 17 Agustus 2026.

Kakanwil menyampaikan pemberian Remisi merupakan hak Warga Binaan yang telah memenuhi persyaratan administratif dan substantif sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2022 tentang Pemasyarakatan. Remisi tidak hanya menjadi bentuk penghargaan atas perubahan perilaku dan kepatuhan terhadap program pembinaan, tetapi juga menjadi instrumen penting dalam mendorong keberhasilan proses reintegrasi sosial.

"Pemasyarakatan tidak hanya berfokus pada aspek pengamanan, tetapi juga membangun manusia melalui proses pembinaan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, dukungan Pemprov Papua Barat sangat penting dalam menciptakan ekosistem pembinaan yang mempersiapkan Warga Binaan kembali menjadi pribadi yang produktif dan diterima di tengah masyarakat," ujar Putu.

Selain membahas pelaksanaan remisi, Kakanwil juga memaparkan berbagai program pembinaan yang saat ini dijalankan di Lembaga Pemasyarakatan, Rumah Tahanan Negara, dan Lembaga Pembinaan Khusus Anak di Papua Barat. Program tersebut mencakup pembinaan kepribadian, pembinaan kemandirian, peningkatan kualitas layanan, hingga penguatan proses reintegrasi sosial sebagai implementasi Sistem Pemasyarakatan modern.

Turut dibahas kondisi sarana dan prasarana Pemasyarakatan di Papua Barat, termasuk kebutuhan peningkatan fasilitas pelayanan, pembinaan, keamanan, serta infrastruktur pendukung lainnya. Penguatan sarana dan prasarana dinilai menjadi faktor penting dalam mendukung efektivitas pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan, serta peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Selaku Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan memberikan apresiasi atas dedikasi jajaran Pemasyarakatan dalam menjalankan tugas pembinaan dan pelayanan kepada masyarakat. Ia menegaskan Pemprov Papua Barat siap memperkuat koordinasi dan kolaborasi bersama Kanwil Ditjenpas Papua Barat demi mendukung keberhasilan berbagai program strategis Pemasyarakatan.

Gubernur juga menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan pemberian RU tahun 2026 dan berharap momentum Hari Kemerdekaan RI menjadi penyemangat bagi Warga Binaan untuk terus memperbaiki diri melalui pembinaan yang telah diberikan. 

"Pemasyarakatan merupakan bagian penting dalam pembangunan sumber daya manusia. Kami mendukung langkah-langkah pembinaan yang dilakukan kepada Warga Binaan agar mereka memiliki bekal ketika kembali ke masyarakat. Sinergi antara pemerintah daerah dan jajaran Pemasyarakatan harus terus diperkuat demi menghadirkan pelayanan publik yang makin baik," ujar Dominggus.

Audiensi ditutup dengan komitmen bersama untuk terus memperkuat koordinasi lintas sektor dalam mendukung penyelenggaraan Pemasyarakatan di Papua Barat. Kolaborasi antara Pemprov Papua Barat dan Kanwil Ditjenpas Papua Barat diharapkan menghadirkan pembinaan yang makin berkualitas, memperkuat reintegrasi sosial, meningkatkan pelayanan publik, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Melalui sinergi yang makin erat ini, Kanwil Ditjenpas Papua Barat menegaskan komitmennya untuk terus membangun Pemasyarakatan yang profesional, akuntabel, humanis, dan adaptif, sejalan dengan arah kebijakan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan dalam mewujudkan pelayanan publik yang berkualitas serta mendukung pembangunan Papua Barat secara berkelanjutan. (Subhan)
Share:

Semester I 2026, KAI Mengelola 320 Titik Penyeberangan untuk Menjaga Keselamatan

Tugas Harian PJL Memastikan Keselamatan di Jalur Kereta Api. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menangani 320 titik perlintasan kereta api dari Januari hingga 7 Juli 2026 sebagai bagian dari upaya mengurangi risiko kecelakaan dan menjaga keselamatan masyarakat serta perjalanan kereta api.

Penanganan tersebut meliputi penutupan 225 perlintasan tidak resmi atau ilegal, penutupan 29 perlintasan terdaftar yang dianggap berbahaya dan tidak terawat, penyempitan akses di 65 titik, dan normalisasi satu perlintasan terdaftar.

Wakil Presiden Komunikasi Korporat KAI, Anne Purba, mengatakan bahwa penanganan di setiap titik dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi lapangan, tingkat risiko, frekuensi perjalanan kereta api, serta aktivitas masyarakat di sekitar jalur kereta api.

"Penanganan 320 titik perlintasan ini bertujuan untuk mengurangi kemungkinan pelanggaran dan kecelakaan. Setiap perlintasan yang ditutup, dipersempit, atau dinormalisasi memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk melindungi masyarakat dan menjaga keselamatan perjalanan kereta api," kata Anne.

Pentingnya disiplin di jalan kembali menjadi perhatian setelah petugas jaga jalan JPL 227 Leuwigoong, Kabupaten Garut, menjadi korban penganiayaan pada Minggu (12/7) sekitar pukul 14.00 WIB.

Saat kejadian, petugas tersebut telah menutup palang pintu perlintasan untuk mengamankan perjalanan kereta Serayu yang akan lewat. Seorang pengendara sepeda motor kemudian menerobos palang yang telah ditutup dan mendapat teguran dari petugas. Pengendara tersebut kemudian kembali dengan beberapa orang dan melakukan penganiayaan terhadap petugas.

Akibat kejadian tersebut, petugas mengalami memar di wajah dan luka goresan di tangan. KAI telah berkoordinasi dengan polisi, memberikan bantuan kepada korban, dan mendukung penanganan kasus sesuai dengan hukum yang berlaku.

"KAI mengutuk tindakan kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan prosedur keselamatan. Petugas menutup perlintasan karena kereta akan lewat. Teguran diberikan agar pengguna jalan terhindar dari risiko kecelakaan. Penganiayaan terhadap petugas dalam kondisi seperti itu sama sekali tidak dapat dibenarkan," kata Anne.

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi juga memperhatikan kejadian tersebut. Melalui akun media sosialnya, Dedi menegaskan bahwa tindakan memukul petugas lalu lintas harus ditindak dan pelakunya dapat menghadapi proses hukum.

Menurut Anne, petugas lalu lintas menjalankan tugasnya melalui sistem kerja shift 24 jam. Selama shift tugas, petugas harus berada di pos jaga dalam keadaan siaga dan tidak diperbolehkan tidur karena mereka harus memantau perjalanan kereta api, mengoperasikan palang jalan, dan memastikan pengguna jalan berhenti pada jarak yang aman.

“Petugas bekerja dalam shift selama 24 jam dengan tingkat konsentrasi yang tinggi. Setiap keputusan yang mereka ambil berkaitan langsung dengan keselamatan publik dan perjalanan kereta api. Oleh karena itu, petugas yang menjalankan prosedur keselamatan harus dihormati dan dilindungi dari intimidasi dan kekerasan,” kata Anne.

Anne menjelaskan bahwa kereta api memiliki jalur khusus dan tidak dapat berhenti tiba-tiba seperti kendaraan di jalan raya. Pengguna jalan harus memprioritaskan perjalanan kereta api dan berhenti ketika sirene berbunyi, lampu peringatan menyala, palang penyeberangan mulai menutup, atau petugas memberi isyarat.

Menunggu beberapa saat adalah pilihan yang jauh lebih aman daripada memaksakan diri untuk menyeberang jalan. Keputusan untuk berhenti dapat melindungi pengendara, penumpang kendaraan, petugas, awak kereta api, dan penumpang.

“Menunggu sejenak dapat menyelamatkan banyak nyawa. Jangan mengambil risiko dengan menerobos palang penyeberangan atau mengabaikan instruksi petugas. Mereka bekerja untuk memastikan bahwa masyarakat dapat menyeberang dengan aman,” kata Anne.

KAI juga mengingatkan masyarakat untuk tidak berjalan, bermain, berkumpul, membuat konten, atau melakukan aktivitas lain di jalur kereta api. Ruang manfaat jalur kereta api adalah area terbatas yang digunakan untuk perjalanan operasional.

“Jalur kereta api juga bukan tempat untuk bermain atau berkumpul. Satu langkah memasuki area terlarang dapat membahayakan diri sendiri, pelanggan, dan petugas,” kata Anne.

KAI mengajak pengguna jalan untuk berhenti sebelum penyeberangan, tidak mengambil jalur berlawanan, tidak menyeberang meskipun kereta tidak terlihat, dan mengikuti semua instruksi petugas. Masyarakat juga diminta untuk tidak melakukan intimidasi, ancaman, atau kekerasan terhadap petugas yang sedang menjalankan tugasnya.

“Keselamatan membutuhkan disiplin dan kepedulian dari semua pihak. Menunggu sebentar, mematuhi rambu-rambu, dan menghormati petugas adalah langkah sederhana untuk menjaga diri sendiri dan keselamatan semua orang. Petugas ada di sini untuk melindungi masyarakat. Mari kita dukung mereka agar mereka dapat menjalankan tugasnya dengan aman,” pungkas Anne. (Siti)
Share:

Perkuat Pengawasan dan Integritas, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Lantik Inspektur Jenderal Baru

Perkuat Pengawasan dan Integritas, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Lantik Inspektur Jenderal Baru. (Dok. Kemenimpas)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto, secara resmi melantik Rudi Setiawan sebagai Inspektur Jenderal (Irjen) Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas), Rabu (15/7). Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan berlangsung khidmat di Aula Jusuf Adiwinata, Gedung Kemenimipas.

Pelantikan tersebut merupakan bagian dari upaya Kemenimipas untuk memperkuat fungsi pengawasan internal, meningkatkan integritas organisasi, serta mendorong terwujudnya tata kelola pemerintahan yang bersih, transparan, dan akuntabel di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.

Dalam amanatnya, Menteri Agus Andrianto menegaskan bahwa jabatan yang diemban merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan dedikasi. Ia juga mendoakan agar Inspektur Jenderal yang baru senantiasa diberikan kekuatan dan petunjuk dalam menjalankan tugasnya.

"Semoga saudara senantiasa mendapatkan bimbingan dan petunjuk dari Tuhan Yang Maha Kuasa dalam menjalankan tugas tersebut," ujar Menteri Agus.

Usai dilantik, Rudi Setiawan menyatakan komitmennya untuk mengemban amanah tersebut dengan sebaik-baiknya. Komitmen itu ditegaskan melalui penandatanganan dan pembacaan Pakta Integritas sebagai bentuk kesanggupan menjalankan tugas secara profesional, berintegritas, dan akuntabel.

Prosesi pelantikan berlangsung dengan tertib dan khidmat, serta dihadiri oleh para Pejabat Pimpinan Tinggi Madya dan Pejabat Pimpinan Tinggi Pratama di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan. (Evi)
Share:

Tutup Celah Penyalahgunaan, KPK Pertegas Batasan Hukum Pengadaan di Sektor Himbara

Tutup Celah Penyalahgunaan, KPK Pertegas Batasan Hukum Pengadaan di Sektor Himbara. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menegaskan adanya batasan tegas tentang perlindungan hukum bagi direksi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) atas dasar keputusan bisnis. KPK mengingatkan doktrin Business Judgement Rule (BJR) dalam Pasal 97 ayat (5) Undang-undang (UU) Perseroan Terbatas otomatis gugur, jika direksi terbukti bertindak di luar kewenangan dengan unsur pidana korupsi.

Pesan tersebut disampaikan langsung oleh Wakil Ketua KPK, Johanis Tanak, saat paparan dalam forum Vendor Gathering PT Bank Rakyat Indonesia (BRI) di Menara BRILiaN, Jakarta, Selasa (14/7).

Bertajuk “Integrity in Partnership, Driving Sustainable Growth”, di hadapan direksi, pimpinan unit kerja, serta ratusan mitra BRI, KPK menegaskan pentingnya aspek transparansi, akuntabilitas, tanggung jawab, independensi, dan keadilan.

“Apabila terdapat unsur penyalahgunaan kewenangan atau korupsi yang menimbulkan kerugian keuangan negara, maka ketentuan pidana tetap dapat diterapkan,” tegasnya.

Tanak menegaskan, tata kelola perusahaan yang baik merupakan fondasi utama dalam membangun organisasi yang sehat. Dalam bertugas, para direksi dinilai wajib memegang teguh prinsip duty of care (bertindak secara hati-hati), duty of loyalty (mengutamakan kepentingan perusahaan), dan duty of obedience (menjaga standar tinggi kepatuhan) sebagai standar etika maupun kepatuhan.

“Hal ini harus sejalan dengan prinsip business judgement rule, agar tercipta tata kelola perusahaan yang baik sehingga kinerja lebih optimal,” ujar Tanak.

Selain kepada jajaran direksi, KPK mengingatkan seluruh vendor atau rekanan PT BRI agar bermitra secara profesional serta mematuhi seluruh ketentuan hukum maupun kebijakan perusahaan. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama atau Group CEO BRI, Hery Gunardi, mengatakan integritas harus tertanam dalam diri setiap individu.

“Untuk itu, integritas harus menjadi mesin pertumbuhan yang berkelanjutan,” ucap Hery.

Lebih jauh, sebagai informasi, sepanjang 2025, BRI telah menyelenggarakan lebih dari 1.000 proses pengadaan dengan melibatkan lebih dari 570 vendor yang tersebar dalam 15 bidang usaha. Seluruh proses tersebut, menurutnya, dijalankan dengan mengedepankan kompetensi, kualitas, dan kepatuhan.

“Bagi kami, bukan besarnya skala (pengadaan), melainkan memastikan prosesnya berjalan bersih, adil, dan transparan,” ucapnya.

Hery turut menekankan budaya integritas harus dibangun dari tingkat kepemimpinan tertinggi (tone from the top), sehingga seluruh internal BRI berkomitmen sama dalam menjaga tata kelola perusahaan.

Melalui forum ini, KPK menegaskan upaya pencegahan korupsi di sektor perbankan BUMN perlu komitmen seluruh pihak tanpa terkecuali. Kolaborasi antara regulator, korporasi, hingga vendor diharapkan mampu menciptakan ekosistem pengadaan yang semakin transparan, akuntabel, serta bebas risiko korupsi.

KPK berharap pemahaman mengenai nilai integritas, transparansi, dan kepatuhan tidak sekadar bagian dari kebijakan internal perusahaan, melainkan bagian dari budaya kerja yang diterapkan secara konsisten oleh seluruh jajaran direksi, pegawai, maupun mitra usaha. (Junaedi)
Share:

PLN EPI Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e Melalui Program EPI Clean Energy Day

PLN EPI Catat Penghematan Emisi Lebih dari 710 Kg CO2e Melalui Program EPI Clean Energy Day. (Dok. PLN EPI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya berkelanjutan melalui implementasi EPI Clean Energy Day, sebuah inisiatif yang mendorong pegawai menggunakan moda transportasi rendah emisi sebagai bentuk kontribusi nyata dalam mendukung transisi energi, mengurangi konsumsi bahan bakar minyak (BBM), sekaligus menekan jejak karbon perusahaan. 

Program yang dilaksanakan setiap hari Jumat ini merupakan bagian dari implementasi arahan pemerintah, Kementerian BUMN, dan PT PLN (Persero) dalam mendorong budaya efisiensi energi dan pengurangan emisi karbon di lingkungan kerja. 

Berdasarkan laporan pelaksanaan kumulatif periode 28 April hingga 3 Juli 2026, sebanyak 246 pegawai telah berpartisipasi dalam program tersebut. Dari partisipasi tersebut, PLN EPI berhasil mencatat penghematan emisi sebesar 710,87 kg COĆ¢‚‚e, setara dengan penghematan konsumsi 292,3 liter Pertamax, serta efisiensi biaya transportasi mencapai Rp 3.889.727,-. Capaian tersebut menunjukkan semakin meningkatnya kesadaran pegawai untuk menerapkan gaya hidup rendah karbon sekaligus menjadi langkah awal menuju pencapaian target tahunan program.

Sekretaris Perusahaan PLN EPI, Mamit Setiawan mengatakan bahwa EPI Clean Energy Day merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun budaya kerja yang berkelanjutan melalui perubahan perilaku yang dimulai dari aktivitas sehari-hari.

"Transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pengembangan teknologi dan penyediaan energi bersih, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan. EPI Clean Energy Day menjadi wadah bagi seluruh pegawai untuk berkontribusi secara nyata dalam mengurangi emisi melalui pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan," ujar Mamit

Ia menambahkan, keberhasilan transisi energi membutuhkan partisipasi aktif seluruh insan perusahaan. Oleh karena itu, perubahan perilaku sederhana yang dilakukan secara konsisten akan memberikan dampak yang signifikan, baik bagi lingkungan maupun keberlanjutan perusahaan.

"Kami mengapresiasi antusiasme seluruh pegawai yang telah berpartisipasi. Setiap perjalanan yang beralih ke moda transportasi rendah emisi merupakan kontribusi nyata dalam membangun budaya kerja yang lebih efisien, mendukung pencapaian target Net Zero Emissions (NZE), serta menunjukkan bahwa transformasi energi dapat dimulai dari langkah-langkah sederhana yang dilakukan secara bersama," tambahnya.

Untuk memastikan manfaat program dapat diukur secara objektif, setiap peserta mencatat histori perjalanan yang kemudian dikonversi menjadi data pengurangan emisi karbon, penghematan konsumsi BBM, dan efisiensi biaya transportasi. Pendekatan berbasis data tersebut memungkinkan perusahaan memantau efektivitas program sekaligus mendorong peningkatan partisipasi pegawai secara berkelanjutan.

Melalui program ini, PLN EPI mengajak seluruh insan perusahaan untuk mengurangi penggunaan kendaraan berbahan bakar fosil dengan beralih ke moda transportasi yang lebih ramah lingkungan, seperti berjalan kaki, bersepeda, menggunakan transportasi umum, maupun kendaraan listrik. Selain berkontribusi terhadap penurunan emisi karbon, program ini juga mendorong efisiensi konsumsi BBM, menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat, serta memperkuat kesadaran kolektif akan pentingnya gaya hidup rendah emisi.

PLN EPI menegaskan bahwa transisi energi tidak hanya diwujudkan melalui pembangunan infrastruktur dan penyediaan energi primer yang andal, tetapi juga melalui perubahan perilaku setiap insan perusahaan. Dengan mengintegrasikan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) ke dalam aktivitas sehari-hari, PLN EPI terus memperkuat budaya keberlanjutan sebagai fondasi transformasi perusahaan, sekaligus mendukung tercapainya sistem energi nasional yang lebih bersih, tangguh, dan berkelanjutan menuju Net Zero Emissions Indonesia. (Ilham)
Share:

PT PAL Indonesia Perkuat Penguasaan Teknologi Hidrodinamika

Penandatanganan NDA antara PT PAL Indonesia dan BRIN. (Dok. PT PAL)

Surabaya, WaraWiri.net - PT PAL Indonesia terus memperkuat penguasaan teknologi melalui kolaborasi riset. Kali ini, perusahaan menggandeng Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) untuk mengembangkan teknologi hidrodinamika yang akan mendukung peningkatan kapabilitas industri perkapalan nasional. Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan Non-Disclosure Agreement (NDA) atau Perjanjian Kerahasiaan di Surabaya, Senin (13/07).

Penandatanganan dilakukan oleh Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, dan Kepala Pusat Riset Teknologi Hidrodinamika BRIN, Teguh Muttaqie. Dalam kerjasama ini, diharapkan pemerintah berperan sebagai regulator dan fasilitator melalui penyusunan kebijakan hingga menciptakan ekosistem inovasi industri strategis.

Sehingga kolaborasi PT PAL dan BRIN dapat mencerminkan implementasi Triple Helix yang berorientasi pada penciptaan inovasi berkelanjutan, peningkatan daya saing industri, serta penguatan ekosistem riset dan inovasi nasional.

Briljan mengatakan penguasaan teknologi merupakan kunci untuk memperkuat daya saing industri maritim nasional. Terlebih, menurutnya, teknologi hidrodinamika berperan penting dalam meningkatkan performa, efisiensi, dan keandalan platform maritim, termasuk teknologi pemanfaat bawah air.

“Kolaborasi dengan BRIN menjadi langkah strategis untuk memperkuat penguasaan teknologi hidrodinamika dan sistem bawah air, sekaligus mempercepat lahirnya inovasi yang meningkatkan daya saing industri nasional. Ini juga sejalan dengan visi PT PAL, yakni menjadi pusat teknologi pertahanan dan maritim nasional,” tegasnya.

Sementara itu, bagi BRIN, kolaborasi dengan PT PAL merupakan bagian dari upaya memperkuat pemanfaatan hasil riset nasional bagi kebutuhan industri strategis sekaligus mendukung terwujudnya kemandirian teknologi Indonesia..

“Kerja sama ini menjadi wujud komitmen BRIN dalam mendorong hilirisasi hasil riset untuk menjawab kebutuhan industri strategis nasional. Sinergi dengan PT PAL diharapkan dapat mempercepat pengembangan teknologi maritim yang berdaya saing dan mendukung kemandirian bangsa,” tutur Deputi Infrastruktur Riset dan Inovasi BRIN, Dadan Moh. Nurjaman, yang turut menyaksikan penandatanganan NDA.

Perjanjian Kerahasiaan ini menjadi dasar bagi PT PAL Indonesia dan BRIN untuk melakukan pertukaran informasi, pembahasan teknis, serta penjajakan berbagai program penelitian dan pengembangan yang membutuhkan perlindungan terhadap informasi strategis. (Fajar)
Share:

Sambut HAN, LPKA Pangkalpinang Bersiap Launching Buku Karya Anak Binaan bersama Walikota

Sambut HAN, LPKA Pangkalpinang Bersiap Launching Buku Karya Anak Binaan bersama Walikota. (Dok. Ditjenpas)

Pangkalpinang, WaraWiri.net - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Pangkalpinang terus perkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Pangkalpinang. Hal ini ditandai dengan audiensi Kepala LPKA Pangkalpinang, Mustafa Kamaluddin Simamora, didampingi Kepala Seksi Pembinaan, Didik Setiawanz serta Kepala Subseksi Pendidikan dan Pembimbingan Pemasyarakatan, Redi Franto, dengan Walikota Pangkalpinang, Saparudin, Selasa (14/7).

Pertemuan strategis ini berfokus pada pembahasan agenda peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026, rencana peluncuran buku Budak Bepantun, rencana program Sekolah Filial dan sarana penunjang kegiatan pembinaan bagi Anak Binaan LPKA Pangkalpinang.

Mustafa menyampaikan momentum HAN tahun ini harus menjadi pemantik kesadaran bersama bahwa anak yang sedang menjalani masa pembinaan di LPKA tetap memiliki hak yang sama untuk berkembang, berkreasi, dan mendapatkan pendidikan yang layak.

"Anak Binaan di LPKA adalah aset bangsa yang sedang berproses. Dalam momentum HAN nanti, kami ingin menunjukkan kepada masyarakat bahwa mereka mampu menghasilkan karya nyata, salah satunya melalui peluncuran buku Budak Bepantun hasil tulisan mereka sendiri," ujarnya.

Selain rencana peluncuran buku, fokus utama audiensi ini adalah rencana program Sekolah Filial. Program ini dirancang agar Anak Binaan tidak kehilangan hak belajarnya dan tetap mendapatkan ijazah sekolah resmi meski sedang berada di lembaga pembinaan.

“Saat ini Anak Binaan di LPKA Pangkalpinang sudah kami fasilitasi pendidikan kesetaraan Paket A, B dan C. Kami berharap ke depannya membuka ruang sekolah filial bagi Anak Binaan agar mereka juga mendapatkan kesempatan yang sama dengan anak-anak lain di luar sana untuk bisa mendapatkan ijazah dari seokolah formal yang menjadi sekolah induk nantinya,” harap Mustafa.

Selaku Walikota Pangkalpinang, Saparudin memberikan apresiasi tinggi dan dukungan penuh terhadap langkah-langkah progresif yang diinisiasi LPKA Pangkalpinang.

"Saya sangat bangga dan terharu dengan hasil karya dari Anak Binaan di LPKA Pangkalpinang. Hari ini saya mendapatkan buku Budak Bepantun dan ini merupakan inspirasi dan kata hati dari Anak Binaan untuk semua anak-anak agar menjadi anak yang lebih baik dan tidak melakukan tindakan yang menyalahi aturan yang berlaku,” pujinya,

Saparudin juga berpesan kepada Anak di LPKA untuk meningkatkan kemampuan dalam belajar, memperkuat moral dan integritas sehingga keluar dari LPKA Pangkalpinang kembali kepada keluarga dan masyarakat.

“Untuk sekolah filial akan kami tampung terlebih dahulu mengingat jumlah tenaga pengajar yang ada saat ini masih belum mencukupi. Untuk sarana pendukung kegiatan pembinaan bagi Anak Binaan, silakan dibuatkan surat resmi yang ditujukan kepada Walikota untuk menjadi dasar bagi kami dalam menyalurkan bantuan,” pesannya. (Deni)
Share:

Kenali 5 Kereta Api dengan Relasi Terpanjang di Indonesia

Kenali 5 Kereta Api dengan Relasi Terpanjang di Indonesia. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) menghadirkan beragam layanan kereta api jarak jauh yang menghubungkan kota-kota di Pulau Jawa. Di antara layanan tersebut, terdapat lima kereta api dengan relasi perjalanan terpanjang yang menempuh jarak sekitar 825 kilometer hingga lebih dari 1.000 kilometer.

Perjalanan panjang tersebut menawarkan pengalaman yang menarik bagi pelanggan. Dari balik jendela kereta api, pelanggan dapat menikmati perubahan pemandangan mulai dari kawasan perkotaan, persawahan, pegunungan, pesisir, hingga bentang alam di ujung timur Pulau Jawa.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, beragam relasi kereta api jarak jauh memberi masyarakat banyak pilihan perjalanan antarkota, termasuk layanan dengan jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer.

“Setiap kereta api memiliki karakter perjalanan, kota pemberhentian, dan daerah tujuan yang berbeda. Masyarakat dapat memilih layanan sesuai kebutuhan, baik untuk berlibur, mengunjungi keluarga, bekerja, menempuh pendidikan, maupun menjalankan kegiatan usaha,” kata Anne.

Berikut lima kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia:

1.⁠ ⁠KA Blambangan Ekspres relasi Pasarsenen–Ketapang pulang pergi (pp)
Jarak: sekitar 1.030 kilometer. Tahun 2025 melayani 533.988 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 247.142 pelanggan.

2.⁠ ⁠KA Sangkuriang relasi Bandung–Ketapang pp
Jarak: sekitar 1.002 kilometer. Sejak mulai beroperasi pada Mei hingga Juni 2026, KA Sangkuriang telah melayani 133.119 pelanggan.

3.⁠ ⁠KA Pandalungan relasi Gambir–Jember pp
Jarak: sekitar 919 kilometer. Tahun 2025 melayani 409.200 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 211.325 pelanggan.

4.⁠ ⁠KA Gajayana relasi Gambir–Malang pp
Jarak: sekitar 904 kilometer. Tahun 2025 melayani 308.106 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 162.379 pelanggan.

5.⁠ ⁠KA Gaya Baru Malam Selatan relasi Pasarsenen–Surabaya Gubeng pp
Jarak: sekitar 825 kilometer. Tahun 2025 melayani 389.736 pelanggan dan pada Semester I 2026 melayani 198.582 pelanggan.

KA Blambangan Ekspres menempati peringkat pertama sebagai kereta api dengan relasi terpanjang di Indonesia. Perjalanannya menghubungkan Jakarta dengan Ketapang di Banyuwangi melalui sejumlah kota di pesisir utara dan timur Pulau Jawa, seperti Cirebon, Semarang, Cepu, Bojonegoro, Surabaya, Probolinggo, dan Jember.

Setibanya di Banyuwangi, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi wisata, seperti Kawah Ijen, Taman Nasional Alas Purwo, Pantai Pulau Merah, kawasan kota Banyuwangi, maupun Pelabuhan Ketapang untuk perjalanan lanjutan menuju Bali.

Di peringkat kedua, KA Sangkuriang menghubungkan Bandung dengan Ketapang melalui lintas selatan Pulau Jawa. Dalam perjalanannya, kereta api ini melayani sejumlah kota seperti Tasikmalaya, Banjar, Kroya, Yogyakarta, Solo, Madiun, Surabaya, Probolinggo, Jember, dan Banyuwangi.

Kehadiran KA Sangkuriang memperluas pilihan perjalanan langsung bagi masyarakat Jawa Barat menuju Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Pelanggan dapat melakukan perjalanan panjang dalam satu kereta api tanpa perlu berpindah layanan di tengah perjalanan.

KA Pandalungan berada di posisi ketiga dengan relasi Gambir–Jember. Kereta api ini menghubungkan pusat Jakarta dengan kawasan Tapal Kuda Jawa Timur melalui Cirebon, Semarang, Bojonegoro, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Probolinggo, hingga Jember.

Relasi tersebut mendukung perjalanan masyarakat menuju pusat pendidikan, pemerintahan, perdagangan, serta pariwisata di wilayah Jawa Timur. Dari Jember, pelanggan juga dapat melanjutkan perjalanan menuju berbagai destinasi alam dan budaya di kawasan Jember, Lumajang, Bondowoso, dan sekitarnya.

Pada posisi keempat, KA Gajayana melayani perjalanan antara Gambir dan Malang. Jalurnya melewati sejumlah kota di lintas selatan, seperti Cirebon, Purwokerto, Yogyakarta, Solo, Madiun, Kediri, Tulungagung, Blitar, dan Kepanjen.

Perjalanan tersebut menghadirkan akses menuju sejumlah kota wisata dan budaya. Pelanggan dapat merencanakan liburan ke Yogyakarta, Solo, Blitar, hingga Malang yang dikenal dengan wisata sejarah, kuliner, pegunungan, serta beragam destinasi keluarga.

Melengkapi lima besar, KA Gaya Baru Malam Selatan menghubungkan Pasarsenen dengan Surabaya Gubeng. Kereta api ini melayani perjalanan melalui Cirebon, Purwokerto, Kutoarjo, Yogyakarta, Madiun, Nganjuk, Kertosono, Jombang, dan Mojokerto.

Dengan banyaknya kota yang dilayani, KA Gaya Baru Malam Selatan menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan antardaerah di lintas selatan Jawa. Layanan tersebut mendukung perjalanan menuju pusat kegiatan ekonomi, kawasan pendidikan, destinasi wisata, dan tempat tinggal keluarga.

Anne menjelaskan, keberadaan kereta api jarak jauh juga memberikan manfaat bagi daerah yang dilalui. Aktivitas pelanggan di stasiun dapat mendukung transportasi lanjutan, penginapan, kuliner, pusat oleh-oleh, dan pelaku usaha di sekitar stasiun maupun destinasi tujuan.

“Perjalanan panjang dengan kereta api memberi ruang bagi pelanggan untuk beristirahat, berbincang bersama keluarga, membaca, bekerja, atau menikmati pemandangan. Pengalaman berlibur pun dapat dimulai sejak kereta api meninggalkan stasiun keberangkatan,” ujar Anne.

KAI mengajak masyarakat merencanakan perjalanan lebih awal dengan memeriksa jadwal, relasi, stasiun pemberhentian, dan ketersediaan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Pelanggan juga diimbau datang lebih awal ke stasiun serta memastikan barang bawaan tetap terjaga selama perjalanan.

“KAI akan terus mengevaluasi pelayanan di stasiun dan selama perjalanan agar masyarakat semakin mudah menjangkau berbagai kota di Indonesia dengan aman dan nyaman,” tutup Anne. (Ros)
Share:

Popular Post











ADVERTISING

ADVERTISING