Pemkab Bogor Apresiasi Kontribusi Ummul Quro dalam Pendidikan di Kabupaten Bogor

Pemkab Bogor Apresiasi Kontribusi Ummul Quro dalam Pendidikan di Kabupaten Bogor. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Di Bawah kepemimpinan Bupati Bogor, Rudy Susmanto, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor mengapresiasi kontribusi Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami dalam membangun sumber daya manusia melalui pendidikan agama dan pendidikan umum di Kabupaten Bogor.

Apresiasi tersebut disampaikan Wakil Bupati Bogor, Jaro Ade saat menghadiri Haul 1 Tahun Almarhum K.H. Helmy Abdul Mubin, di Leuwiliang, Kamis (20/8) yang dirangkaikan dengan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami.

Jaro Ade menyampaikan salam hormat dari Bupati Bogor Rudy Susmanto kepada keluarga besar Ummul Quro. Ia menegaskan, Pemkab Bogor memberikan apresiasi terhadap perjuangan keluarga besar Ummul Quro dalam mengembangkan lembaga pendidikan yang kini tidak hanya bergerak di bidang pendidikan keagamaan, tetapi juga pendidikan tinggi.

“Kami dari Pemerintah Kabupaten Bogor mengapresiasi Pondok Pesantren Ummul Quro Al-Islami maupun yayasan yang diperjuangkan dengan susah payah sehingga menjadi universitas. Sehingga dua kontribusi pendidikan umum dan pendidikan agama ini menjadi sesuatu yang luar biasa yang diwariskan dari almarhum,” ungkap Jaro Ade.

Menurutnya, perjuangan almarhum K.H. Helmy telah meninggalkan warisan yang sangat berarti bagi masyarakat. Tidak hanya melalui lembaga pendidikan, tetapi juga melalui ilmu, keteladanan, dan para alumni yang kini telah berkiprah di berbagai daerah.

Ia menilai, keberlanjutan perjuangan tersebut menjadi salah satu bentuk keberkahan yang dapat dirasakan hingga saat ini. Hal itu terlihat dari keluarga yang tetap rukun dan kompak serta ilmu dan keteladanan almarhum yang terus memberikan manfaat.

“Ciri-ciri orang yang berada di surganya Allah, pertama keluarganya rukun, kelihatan kompak. Yang kedua, secara otomatis saat meninggalkan, ilmunya itu terasa. Perjalanan hidupnya itu terasa oleh kita saat sekarang,” tuturnya.

Lebih lanjut, Jaro Ade menegaskan bahwa keberadaan Ummul Quro memiliki kontribusi penting bagi bangsa dan negara, termasuk bagi Kabupaten Bogor. Ribuan alumninya telah tersebar di berbagai wilayah Indonesia dan turut berkontribusi di tengah masyarakat.

“Ummul Quro memberikan kontribusi kepada bangsa dan negara, terutama kepada Pemerintah Kabupaten Bogor. Begitu banyak ribuan alumni yang luar biasa di mana-mana, hampir di semua provinsi,” katanya.

Ia berharap warisan perjuangan dan keteladanan almarhum K.H. Helmi dapat terus dilanjutkan oleh keluarga besar Ummul Quro, terutama para alumni, santri, dan santriwati. Menurutnya, keberadaan lembaga pendidikan seperti Ummul Quro menjadi bagian penting dalam mendukung pembangunan manusia di Kabupaten Bogor.

Pemkab Bogor, lanjutnya, terus menghargai dan mendorong keberadaan lembaga pendidikan keagamaan yang telah memberikan kontribusi nyata dalam membentuk generasi yang berilmu, berkarakter, serta memiliki kepedulian terhadap masyarakat. (Muh)
Share:

Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Kemenperin Perkuat Hilirisasi Nilam

Ekspor Minyak Atsiri Indonesia Tembus USD 348,7 Juta, Kemenperin Perkuat Hilirisasi Nilam. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) berkomitmen untuk terus memperkuat struktur industri minyak atsiri nasional melalui peningkatan nilai tambah dan pengembangan produk hilir. Langkah tersebut dinilai penting untuk mengoptimalkan potensi Indonesia sebagai salah satu negara penghasil minyak atsiri utama dunia sekaligus memperluas kontribusi komoditas tersebut terhadap perekonomian nasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kinerja ekspor minyak atsiri Indonesia menunjukkan prospek yang semakin positif. Berdasarkan data perdagangan tahun 2025, nilai ekspor produk minyak atsiri Indonesia pada HS 3301 mencapai USD 348,7 juta, meningkat sekitar 34,4 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 259,5 juta.

“Peningkatan ekspor ini menunjukkan bahwa produk minyak atsiri Indonesia memiliki daya saing dan permintaan yang kuat di pasar global. Momentum ini perlu dimanfaatkan untuk memperkuat industrialisasi dan meningkatkan nilai tambah di dalam negeri” ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (19/8).

Pada 2025, Indonesia tercatat sebagai eksportir minyak atsiri terbesar kelima di dunia, setelah India, Amerika Serikat, Prancis, dan Brasil. Pada periode yang sama, nilai perdagangan ekspor minyak atsiri dunia mencapai sekitar USD 6,49 miliar, meningkat dari USD 6,29 miliar pada 2024.

Menurut Menperin, pengembangan industri minyak atsiri masih menghadapi sejumlah tantangan untuk menghasilkan produk turunan yang bernilai ekonomi lebih tinggi. Namun, minyak nilai atau patchouli oil memiliki peluang besar untuk dikembangkan karena Indonesia memiliki basis produksi dan pasar ekspor yang kuat.

Data perdagangan menunjukkan nilai ekspor minyak nilam Indonesia pada 2025 mencapai USD 173,4 juta, meningkat sekitar 22,7 persen dibandingkan tahun 2024 yang sebesar USD 141,3 juta. Produk tersebut telah memiliki pasar ekspor yang tersebar di berbagai negara, antara lain India, Singapura, Prancis, Spanyol, Amerika Serikat, China, Swiss, Belgia, Belanda, Jerman, Britania Raya, dan Turki.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengatakan, pengembangan hilirisasi minyak nilam memiliki potensi besar yang dapat diolah melalui teknologi pemurnian dan fraksinasi menjadi produk turunan yang bernilai tambah tinggi seperti hi-grade patchouli, fragrance, antiseptic, medicated oil, dan aromatherapy.

“Dengan penguatan hilirisasi, pemanfaatan minyak nilam dapat diperluas, tidak hanya untuk pasar bahan baku, tetapi juga menjadi input bagi industri parfum, kosmetik, toiletries, farmasi, pestisida, dan aromaterapi,” ujar Putu.

Bangun Ekosistem Industri Atsiri

Putu menambahkan, pengembangan hilirisasi tersebut perlu dilakukan secara terintegrasi dengan memperkuat ekosistem industri dari hulu hingga hilir. Hal ini mencakup peningkatan kapasitas petani dan penyuling, penguatan kelembagaan seperti koperasi, peningkatan kualitas dan kontinuitas bahan baku, serta perluasan akses pasar dan pembiayaan.

“Penguatan industri atsiri membutuhkan kolaborasi pemerintah, pelaku industri, petani, lembaga riset, perguruan tinggi, dan mitra pasar untuk membangun ekosistem yang kuat dari hulu hingga hilir. Dengan demikian, potensi bahan baku dapat terhubung dengan kebutuhan industri dan pasar global, sekaligus memastikan petani dan penyuling memperoleh manfaat dari meningkatnya permintaan serta industri hilir mendapatkan bahan baku yang berkualitas dan berkelanjutan,” tutur Putu.

Selain minyak nilam, diversifikasi produk minyak atsiri juga dapat diarahkan pada pengembangan produk seperti parfum dan fragrance, antiseptic dan disinfectant, medicated oil, aromatherapy, serta berbagai produk kosmetik dan perawatan diri.

Kemenperin menilai penguatan hilirisasi minyak atsiri akan memberikan sejumlah manfaat strategis, mulai dari meningkatkan nilai tambah komoditas, memperluas diversifikasi produk industri, membuka peluang investasi dan pasar baru, hingga meningkatkan daya saing produk Indonesia di pasar global.

“Indonesia memiliki modal yang kuat untuk mengembangkan industri minyak atsiri. Dengan bahan baku, pelaku usaha, teknologi, dan pasar yang semakin berkembang, kita perlu memastikan bahwa peluang ini diterjemahkan menjadi industri hilir yang menghasilkan nilai tambah lebih besar di dalam negeri,” pungkas Putu. (Subhan)
Share:

Siapkan Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, OJK Lantik Deputi Komisioner Baru

Siapkan Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis, OJK Lantik Deputi Komisioner Baru. (Dok. OJK)

Jakarta, WaraWiri.net - Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi, Rabu ini di Jakarta melantik dan mengambil sumpah jabatan Henry Rialdi sebagai Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan Bursa Mineral dan Komoditas Strategis (BMKS).

Pelantikan ini menjadi bagian dari penguatan kapasitas kelembagaan OJK dalam menjalankan mandat Undang-Undang tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (UU P2SK).

“Harapan negara sangat besar akan suksesnya bursa mineral dan komoditas strategis ini. Banyak sekali kita mendengarkan harapan banyak pihak, terutama dari Bapak Presiden, bahwa nantinya bursa ini yang akan menjawab banyak hal, terutama terkait praktik transfer pricing dan under-invoicing yang sangat merugikan bangsa Indonesia," kata Friderica.

Lebih lanjut, Friderica mengatakan Indonesia merupakan salah satu produsen utama berbagai mineral dan komoditas strategis, namun selama ini belum memperoleh manfaat optimal dari posisi tersebut, antara lain karena pembentukan harga sejumlah komoditas belum berlangsung di dalam negeri.

Keberadaan BMKS diharapkan dapat memperkuat tata kelola perdagangan sekaligus mendukung pembentukan harga yang lebih transparan sehingga Indonesia dapat memperoleh nilai tambah yang lebih optimal.

Mandat OJK dalam pengaturan dan pengawasan BMKS juga menjadi bagian dari perhatian Presiden dalam pidato kenegaraan pada 14 Agustus 2026.

Menurut Friderica, hal tersebut menunjukkan besarnya ekspektasi negara terhadap OJK untuk memastikan penyelenggaraan BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai mandat yang diberikan.

“Tentunya kita perlu mempersiapkan sejak awal, mulai dari POJK, pengaturan, hingga pengawasan, agar kehadiran BMKS dapat memberikan hasil yang optimal sesuai dengan mandat yang diberikan kepada OJK," ujar Friderica.

Pengisian jabatan Deputi Komisioner Pengaturan dan Pengawasan BMKS menjadi salah satu langkah awal OJK dalam mempersiapkan kerangka pengaturan, pengawasan, dan pengembangan ekosistem BMKS.

Fungsi tersebut diharapkan dapat memastikan penyelenggaraan perdagangan mineral dan komoditas strategis berlangsung secara teratur, transparan, dan berintegritas, sekaligus memperkuat pengelolaan risiko dan tata kelola.

Dengan penguatan kelembagaan dan kerangka pengaturan serta pengawasan yang disiapkan sejak awal, OJK berkomitmen memastikan BMKS dapat berkembang sebagai bagian dari ekosistem perdagangan mineral dan komoditas strategis yang kredibel.

Keberadaan BMKS diharapkan tidak hanya meningkatkan transparansi dan integritas perdagangan, tetapi juga memperkuat pembentukan harga di dalam negeri serta mengoptimalkan nilai tambah sumber daya mineral dan komoditas strategis bagi kesejahteraan masyarakat, bangsa, dan negara. (Ilham)
Share:

Karya Kreatif Indonesia 2026: Beudaya Meusare Sare, Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing

Karya Kreatif Indonesia 2026: Beudaya Meusare Sare, Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Bank Indonesia menyelenggarakan Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 sebagai bentuk komitmen mengembangkan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. KKI tahun ini mengangkat semangat “BeudayaMeusareSare" dari Aceh, yang bermakna Berdaya, Bersama-Sama. 

Gelaran ini juga menjadi bentuk upaya mendorong kebangkitan UMKM di wilayah Sumatera dan Nusa Tenggara Timur (NTT) yang terdampak bencana alam. Gelaran Bank Indonesia yang berlangsung pada 20–23 Agustus 2026 di Hall A dan B JICC, Jakarta ini dibuka oleh Pejabat Gubernur Sementara Bank Indonesia, Destry Damayanti, dan Ketua Dewan Kerajinan Nasional, Selvi Gibran Rakabuming. 

Turut dalam momen tersebut Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Ketua Otoritas Jasa Keuangan Friderica Widyasari Dewi, Wakil Menteri Perdagangan Dyah Roro Esti Putri, dan Anggota Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan Doddy Zulverdi.

Mengusung tema “Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing", Bank Indonesia menyelenggarakan KKI 2026 bersinergi dengan 27 Kementerian dan Lembaga serta 34 mitra strategis. KKI 2026 menjadi wadah sinergi lintas sektor untuk memperkuat daya saing, akses pembiayaan, digitalisasi, dan perluasan akses pasar UMKM. Kegiatan ini turut didukung dan dihadiri oleh duta besar negara sahabat, perwakilan Kementerian/Lembaga terkait, asosiasi, perbankan, dan para pelaku usaha.

“Penguatan UMKM ke depan diwujudkan melalui tiga kata kunci, yaitu Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing. Bangkit merupakan semangat pemulihan UMKM yang menghadapi tantangan ekonomi maupun bencana alam. Tangguh diwujudkan melalui penguatan struktur usaha dan akses pembiayaan berkelanjutan. Berdaya Saing diwujudkan melalui inovasi produk dan perluasan akses pasar domestik maupun ekspor," ujar Destry Damayanti, saat membuka KKI 2026.

Peran strategis UMKM sebagai pilar ekonomi bangsa tercermin dari jumlah pelaku yang mencapai 64 juta, menyerap 97% tenaga kerja, dan berkontribusi lebih dari 60% terhadap PDB nasional. UMKM perlu terus didorong menjadi penggerak utama ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Untuk semakin memperkuat UMKM, kebijakan pengembangan UMKM Bank Indonesia diarahkan melalui tiga strategi utama, yaitu ekonomi inklusif yang terintegrasi dan berdaya saing, pembiayaan inklusif dan keuangan berkelanjutan, serta literasi dan sinergi ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan yang meluas.

Strategi tersebut diwujudkan melalui penguatan kapasitas dan skala usaha, perluasan akses pasar dan pembiayaan, serta akselerasi digitalisasi. Bank Indonesia mengajak seluruh masyarakat untuk mencintai dan bangga pada produk buatan UMKM Indonesia serta mendukung UMKM untuk bangkit dan berdaya saing. 

Gelaran KKI 2026

KKI 2026, yang merupakan penyelenggaraan ke-11 kalinya, menghadirkan lima aspek kebaruan. Program berdampak nyata melalui CANGKIR BARISTA dan CITRA NUSA, perluasan kolaborasi, penguatan ekosistem rantai nilai, inovasi generasi muda untuk produk lokal, serta penerapan prinsip keberlanjutan melalui KKI Bijak (zero emision dan zero waste to landfill) dan pengembangan zona hijau.

Selama 4 hari pelaksanaan acara, pameran di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sementara pameran daring melalui platform digital www.karyakreatifindonesia.co.id melibatkan lebih dari 1.300 UMKM. Jumlah tersebut meningkat dibandingkan penyelenggaraan KKI 2025 yang diikuti 362 UMKM secara luring dan lebih dari 1.100 UMKM secara daring.

KKI 2026 juga menghadirkan 44 rangkaian kegiatan. Talkshow ekonomi-keuangan inklusif dan berkelanjutan, pagelaran karya kreatif, business matching pembiayaan, ekspor dan value chain, showcase UMKM unggulan digelar secara daring dan luring, area Cangkir Nusantara, showcase pariwisata, serta berbagai kegiatan aktivasi, ruang interaksi dan instalasi hijau. KKI 2026 menampilkan beragam produk UMKM hasil kurasi, mulai dari wastra, ready to wear, aksesori, home decor, kopi, makanan dan minuman olahan, hingga atraksi desa wisata.

Mari semarakkan KKI 2026 dengan mengunjungi pameran secara langsung di Hall A dan B JICC, Jakarta, maupun secara daring melalui situs www.karyakreatifindonesia.co.id. Bersama, kita dukung UMKM Indonesia untuk terus bangkit, berdaya saing, dan menjadi kebanggaan bangsa. (Budi)
Share:

Mentan Amran Temukan Petani Muda di Untad, Garap 300 Hektare dengan Modal Terbatas

Mentan Amran Temukan Petani Muda di Untad, Garap 300 Hektare dengan Modal Terbatas. (Dok. Kementan)

Palu, WaraWiri.net - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan semangat baru generasi muda di sektor pertanian saat berdialog dengan mahasiswa dan alumni Universitas Tadulako (Untad), Palu, Kamis (20/8). Di tengah keterbatasan modal, sekelompok alumni Untad justru berani mengelola lahan pertanian hingga sekitar 300 hektare dan membangun usaha melalui Brigade Pangan.

Kelompok yang beranggotakan sekitar 15 orang tersebut menyampaikan kepada Mentan Amran bahwa mereka telah mendapatkan lahan dengan sistem sewa. Namun, untuk mengelolanya, mereka masih harus menyewa alat mesin pertanian karena keterbatasan dana.

Mentan Amran mengapresiasi langkah para alumni tersebut yang memilih terjun langsung menjadi pelaku usaha pertanian. Menurut Mentan Amran, keberanian anak muda untuk mengelola lahan dan membangun usaha merupakan modal penting untuk menciptakan lapangan kerja sekaligus memperkuat ekonomi daerah.

"Jangan lagi mendapatkan pekerjaan. Kamu harus jadi orang kaya", ujar Mentan Amran.

Mentan Amran kemudian memberikan dukungan alat mesin pertanian untuk membantu pengembangan usaha Brigade Pangan tersebut. Ia menyebut satu unit combine harvester senilai sekitar Rp600 juta dan satu unit traktor senilai sekitar Rp400 juta, dengan total dukungan sekitar Rp1 miliar.

"Saya kasih combine satu harga 600 juta, saya kasih traktor satu harga 400. Itu 1 miliar. Saya senang anak muda gini", kata Mentan Amran.

Namun, Mentan Amran menegaskan bantuan tersebut harus diberikan secara tepat sasaran. Ia meminta tim terlebih dahulu mengecek lokasi, kesiapan kelompok, serta aktivitas pertanian yang dijalankan sebelum alat diserahkan.

"Combine jangan diserahkan kalau tidak. Lihat timnya, lihat kerjanya", tegas Mentan Amran.

Mentan Amran juga meminta agar para alumni tersebut tidak hanya mendapatkan bantuan alat, tetapi juga pendampingan secara berkelanjutan. Ia meminta pihak terkait membina kelompok tersebut hingga mampu mengembangkan usaha secara mandiri.

"Tolong bina, apalagi kekurangannya sampai dia menjadi kaya," ujar Mentan Amran.

Mentan Amran menilai model usaha yang dijalankan para alumni Untad tersebut menunjukkan bahwa keterbatasan modal bukan alasan untuk berhenti memulai usaha. Dengan kemauan untuk bekerja dan mengelola lahan secara serius, sektor pertanian dapat menjadi sumber penghasilan sekaligus membuka peluang bagi masyarakat lainnya.

"Pendapatannya bisa 20 juta bersih per bulan. Itu di atas gaji menteri", ungkap Mentan Amran.

Dalam dialog tersebut, Mentan Amran juga mengajak para wisudawan Untad untuk tidak hanya berpikir menjadi pencari kerja setelah menyelesaikan pendidikan. Ia justru mendorong mereka mengikuti jejak para alumni yang berani membangun usaha dan menciptakan lapangan pekerjaan.

"Tekanan pertama adalah jangan minta uang. Tekanan kedua jangan minta warisan. Tekanan ketiga jangan mendaftar-mendaftar. Ciptakan lapangan kerja", pesan Mentan Amran.

Menurut Mentan Amran, sektor pertanian memberikan ruang yang luas bagi generasi muda untuk membangun usaha. Lahan pertanian dapat dikembangkan menjadi kegiatan produktif, sementara inovasi dan teknologi dapat digunakan untuk meningkatkan hasil serta efisiensi usaha.

Mentan Amran juga menemukan potensi pengembangan pertanian dari mahasiswa Fakultas Pertanian Untad. Salah seorang mahasiswa menyampaikan bahwa kampus memiliki lahan sekitar dua hektare untuk kegiatan pertanian dan penelitian, tetapi masih menghadapi kendala ketersediaan air.

Menanggapi aspirasi tersebut, Mentan Amran meminta agar dibangun sumur bor dan disiapkan pompa untuk mendukung kegiatan pertanian di lahan tersebut.

"Kasih pompa sumur bor untuk pertanian. Kerjakan ya. Setelah itu tanam jagung dan kamu tidur di tengahnya", ujar Mentan Amran.

Mentan Amran juga memberikan dukungan satu unit hand tractor untuk menunjang kegiatan pertanian dan penelitian mahasiswa. Ia meminta bantuan tersebut dimanfaatkan untuk praktik sekaligus menghasilkan inovasi yang dapat meningkatkan produktivitas.

"Buat jagung yang sebesar begini. Tapi tongkolnya lima atau sepuluh. Itu kerja, itu tugasnya", kata Mentan Amran.

Mentan Amran mengatakan perjalanan menjadi pengusaha membutuhkan ketahanan dan keberanian untuk menghadapi berbagai tantangan. Ia menggambarkan proses membangun usaha seperti mencari sumber air yang membutuhkan kesabaran hingga akhirnya menghasilkan.

"Kalau bisnis itu sama dengan bor air. Kalau masih muda itu lumpur keluar. Tapi begitu tembus itu ada batu di bawah. Dan setelah tembus itu ada air jernih yang memancar sepanjang masa. Itulah bisnis", ujar Mentan Amran.

Karena itu, Mentan Amran meminta generasi muda tidak mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan pada tahap awal membangun usaha. Ia mendorong para wisudawan untuk berani mengambil peluang, bekerja keras, dan menciptakan usaha yang tidak hanya menghidupi diri sendiri tetapi juga memberikan manfaat bagi orang lain.

Mentan Amran berharap semakin banyak generasi muda yang tertarik menjadi pelaku usaha pertanian. Menurutnya, keberadaan petani muda seperti alumni Untad yang mampu mengelola ratusan hektare lahan dapat menjadi contoh bahwa pertanian bisa menjadi pilihan masa depan yang menjanjikan bagi generasi muda.

"Bukakan pintu jalan pemuda Indonesia untuk mengantar Indonesia menjadi super power. Jangan kita ego hidup", pungkas Mentan Amran. (Junaedi)
Share:

Ratusan Siswa di Sumut Keracunan MBG, Ombudsman RI Minta BGN Tindak Tegas SPPG dan Benahi Tata Kelola

Ratusan Siswa di Sumut Keracunan MBG, Ombudsman RI Minta BGN Tindak Tegas SPPG dan Benahi Tata Kelola. (Dok. Ombudsman RI)

Medan, WaraWiri.net - Ombudsman RI menyoroti meningkatnya kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Provinsi Sumatera Utara. Lembaga Negara Pengawas Pelayanan Publik ini meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menindak tegas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang menyebabkan keracunan. 

Hal tersebut disampaikan Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin dan Syafrida R. Rasahan, dan Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara, Herdensi dalam Rapat Koordinasi Pengawasan Pelaksanaan Program MBG se-Sumatera Utara, Rabu (19/8/2026) di Aula Raja Inal Siregar, Medan.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sumatera Utara, Timur Tumanggor dan jajaran, serta lebih dari 1.000 Kepala SPPG se-Provinsi Sumatera Utara dan pemangku kepentingan untuk membahas pelaksanaan program hingga penanganan kasus keracunan MBG. 

Berdasarkan data Kantor Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Sumatera Utara, sepanjang tahun 2026 telah terjadi 4 kali peristiwa keracunan MBG dengan total 700 korban (699 siswa dan 1 guru). Angka ini melonjak signifikan dibandingkan tahun 2025 yang mencatatkan 1 peristiwa keracunan MBG dengan 107 korban. Lonjakan tertinggi terjadi pada Agustus 2026 di Kabupaten Karo dengan 389 korban. Dari jumlah tersebut, 142 pasien menjalani rawat inap, 52 rawat jalan, 175 diperbolehkan pulang, dan 2 pasien dirujuk.

"Jangan sampai kita menganggap keracunan ini hanya sekadar hitungan angka. Jika cara mengelola MBG seperti ini, potensi kejadian berulang akan terus ada," tegas Anggota Ombudsman RI, Fikri Yasin.

Ia menekankan bahwa penanganan kasus harus cepat, terkoordinasi, dan berfokus pada keselamatan penerima manfaat. BGN beserta perangkat BGN di tingkat regional dan pemerintah daerah (Pemda) wajib memastikan pemulihan korban berjalan optimal serta melakukan pembenahan mendasar pada tata kelola.

Fikri menegaskan BGN tidak boleh hanya berkomunikasi secara vertikal, tetapi harus melibatkan pemda secara intensif. Hal ini mengingat bahwa Ombudsman RI menerima masukan dari berbagai Pemda provinsi maupun kabupaten/kota mengenai kurangnya upaya koordinasi dari BGN kepada Pemda sejak program ini dilaksanakan.

Dalam kesempatan yang sama, Anggota Ombudsman RI, Syafrida R. Rasahan, menyebut program MBG sebagai program strategis nasional yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

"Kehadiran Ombudsman di lokasi menjadi pemantik bagi BGN dan SPPG untuk meningkatkan pengawasan, membenahi tata kelola, dan memperkuat koordinasi dengan pemerintah daerah," ujarnya.

Merespons kondisi tersebut, Ombudsman RI menyampaikan dua saran untuk BGN. Pertama, pemberian sanksi tegas berupa penutupan secara permanen dan memasukkan ke dalam daftar hitam (blacklist) bagi SPPG yang menyebabkan kasus keracunan. Kedua, penguatan koordinasi antara BGN Pusat, Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG), dan SPPG dengan pemerintah provinsi maupun kabupaten/kota melalui evaluasi berkala, monitoring, dan mitigasi.

"Ombudsman tidak ingin persoalan ini berhenti pada pencarian siapa yang salah atau perbaikan jangka pendek. Yang terpenting adalah bagaimana pemerintah memastikan kejadian serupa tidak terulang. Harus ada efek jera (punishment), tidak permisif terhadap kasus keracunan, dan penyelenggara harus memahami tingkat risiko tugasnya," pungkas Fikri. 

Sementara itu, Sekda Provinsi Sumut membacakan arahan Gubernur Sumut yang menegaskan bahwa Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) merupakan standar minimal yang wajib dipenuhi SPPG.

Pemda juga mewajibkan jaminan higienitas bahan baku, pelibatan sanitarian Puskesmas, serta penguatan sinergi antar-pemangku kepentingan. Gubernur turut menekankan transparansi, akuntabilitas, dan pemanfaatan kearifan lokal pada menu MBG dengan melibatkan PKK serta kelompok tani untuk menyokong bahan baku sekaligus menggerakkan ekonomi warga. (Zikry)
Share:

Kejar Potensi Panas Bumi Nomor Satu Dunia, Bahlil Minta Pengembang Tak Tahan Konsesi

Kejar Potensi Panas Bumi Nomor Satu Dunia, Bahlil Minta Pengembang Tak Tahan Konsesi. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Indonesia memiliki potensi panas bumi sekitar 23,2 gigawatt (GW), tetapi baru 11,6 persen yang telah menjadi kapasitas terpasang. Pemerintah kini mendorong percepatan pengembangannya melalui pembenahan regulasi, insentif, dan penegasan kepada pengembang agar konsesi yang sudah diperoleh tidak berhenti tanpa realisasi proyek.

Berdasarkan data Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) pada The 12th Indonesia International Geothermal Convention & Exhibition (IIGCE) 2026, total potensi panas bumi nasional mencapai 23.202,77 megawatt (MW), sedangkan kapasitas terpasang 2.776,39 MW. Sekitar 88,4 persen potensi tersebut masih belum tergarap.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia mengatakan kondisi itu menunjukkan kesenjangan antara besarnya sumber daya panas bumi Indonesia dan realisasi pengembangannya.

"Indonesia adalah negara nomor satu di dunia yang mempunyai resource terhadap geotermal. Kita nomor satu, tetapi dalam implementasinya kita itu nomor dua, Amerika masih nomor satu," kata Bahlil saat membuka IIGCE 2026 di Jakarta, Rabu, 19 Agustus 2026.

Pemerintah menempatkan pengembangan panas bumi sebagai bagian dari upaya memperkuat kedaulatan energi. Dalam sambutannya, Bahlil mengatakan Presiden Prabowo Subianto telah meminta pemerintah mencari terobosan energi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi impor di tengah ketidakpastian geopolitik dan pergerakan harga energi global.

Untuk mempercepat proyek, pemerintah mengevaluasi regulasi yang masih menjadi hambatan. Sejumlah tahapan aturan telah dipangkas, tetapi masih terdapat kendala yang perlu dibenahi.

"Tidak ada cara lain untuk melakukan percepatan implementasi geotermal supaya bisa menjadi listrik ataupun menjadi yang lain, adalah harus ada kolaborasi antara pengusaha dan regulator," ujarnya.

Aspek keekonomian juga menjadi perhatian. Bahlil mengatakan nilai keekonomian panas bumi telah mencapai sekitar 9,5 sen AS per kilowatt hour (kWh), tetapi tingkat tersebut masih dinilai belum memadai oleh pelaku usaha.

Pemerintah menyiapkan insentif perpajakan serta revisi PP Nomor 7 Tahun 2017 yang diarahkan antara lain pada pemanfaatan tidak langsung panas bumi dan peningkatan tingkat pengembalian investor. Revisi Perpres Nomor 112 Tahun 2022 juga disiapkan untuk mempercepat pengembangan energi baru terbarukan.

Di sisi pengembang, Bahlil meminta konsesi yang sudah diberikan segera direalisasikan.

"Bagi teman-teman pengusaha yang sudah mendapatkan konsesi harus juga cepat. Jangan konsesinya ditahan. Kalau ditahan itu juga memperlambat," katanya.

Ia juga menyoroti pengajuan penghentian sementara dan perpanjangan izin berulang, terutama jika keterlambatan berkaitan dengan kesiapan teknologi atau pembiayaan.

Pada IIGCE 2026, pemerintah menyerahkan Izin Panas Bumi kepada PT PLN (Persero) untuk Wilayah Kerja Panas Bumi (WKP) Gunung Ungaran dan PT Telaga Rano Geothermal untuk WKP Telaga Ranu. Pemerintah juga menyiapkan penawaran lima WKP dan tujuh Wilayah Penugasan Survei Pendahuluan dan Eksplorasi pada 2026.

Pemanfaatan panas bumi juga diarahkan melampaui pembangkitan listrik. Data Kementerian ESDM mencatat penerapannya pada pengeringan kopi di Kamojang, pengolahan gula aren di Lahendong, serta pengembangan ekstraksi mineral dari kegiatan panas bumi di Dieng. (Siti)
Share:

Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik

Perkuat Ketahanan Energi, Indonesia-Jerman Percepat Investasi EBT dan Jaringan Listrik. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah Indonesia mempercepat pengembangan energi baru dan terbarukan (EBT) serta menjalankan Program Mandatori Biofuel B-50 untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil. Di tengah risiko gejolak energi global, langkah tersebut diperkuat melalui kemitraan dengan Jerman, terutama pada investasi energi terbarukan dan modernisasi jaringan listrik.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot menyampaikan langkah tersebut dalam Indonesia Sustainable Energy Week (ISEW), yang menghadirkan pemimpin kedua negara, inovator, serta pakar energi global.

Menurut Yuliot, ketegangan di Timur Tengah dan gangguan pada rute transit minyak utama di Selat Hormuz dapat berdampak pada harga dan pasokan energi serta biaya logistik. Kondisi tersebut juga berpotensi meningkatkan inflasi, menambah beban fiskal APBN melalui subsidi energi, dan memengaruhi daya beli masyarakat.

Pemerintah menargetkan porsi bauran EBT sebesar 18 persen hingga 21 persen pada 2026. Indonesia tercatat memiliki potensi EBT sebesar 3.687 gigawatt (GW), terdiri atas energi surya 3.294 GW, tenaga air 95 GW, angin 155 GW, energi laut 63 GW, bioenergi 57 GW, dan panas bumi 24 GW.

Namun, Yuliot menyebut pemanfaatan potensi tersebut saat ini baru mencapai 16,278 GW atau kurang dari 0,5 persen.

"Tantangan di hadapan kita memang tidak kecil, namun dengan keahlian kolektif dan komitmen yang teguh, saya yakin kita mampu membuka peluang-peluang baru, memperkuat ketahanan energi nasional, serta memberikan kontribusi nyata bagi masa depan," ujar Yuliot.

Selain EBT, pemerintah menjalankan Program Mandatori Biofuel B-50 sejak 1 Juli 2026. Program ini diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp170 triliun, menghasilkan nilai tambah industri CPO sebesar Rp23,5 triliun, menyerap 2,1 juta tenaga kerja, serta menekan emisi gas rumah kaca sebesar 44,5 juta ton CO2.

Kerja sama dengan Jerman diarahkan untuk mendukung percepatan tersebut. Menteri Federal Jerman untuk Kerja Sama Ekonomi dan Pembangunan Reem Alabali Radovan menyatakan kedua negara akan memperkuat investasi energi terbarukan, perluasan jaringan listrik, serta kemitraan dengan dunia usaha.

"Dalam beberapa tahun mendatang, kami ingin memperluas kerja sama ekonomi dengan Indonesia secara terarah dan memperkuat investasi swasta, khususnya dalam energi terbarukan dan perluasan jaringan listrik," kata Reem.

Kerja sama energi Indonesia-Jerman yang didukung BMZ dan International Climate Initiative (IKI) telah mencatat komitmen dukungan kumulatif lebih dari 2,3 miliar euro. Dukungan meliputi bantuan teknis, peningkatan kapasitas, dan investasi modal untuk mendukung target Net Zero Emission sektor energi pada 2060 serta peta jalan Just Energy Transition Partnership (JETP).

Kolaborasi ini juga meliputi perdagangan dan investasi di sektor industri hijau, penyelesaian perundingan I-EU CEPA, serta peluang investasi pada ekosistem kendaraan listrik, industri semikonduktor, pengolahan mineral penting, dan jaringan listrik pintar (smart grid).

Penguatan kerja sama tersebut bertujuan untuk memaksimalkan pemanfaatan potensi energi dalam negeri, menjaga ketahanan energi, serta mendukung peralihan menuju sistem energi yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi. (Siti)
Share:

Sesmenko PMK: Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa

Sesmenko PMK sebut Teknologi Harus Hadir Menjawab Persoalan Nyata Bangsa. (Dok. Kemenko PMK)

Jakarta, WaraWiri.net - Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Sesmenko PMK) Imam Machdi menekankan pentingnya pemanfaatan teknologi dan kecerdasan artifisial (AI) untuk menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat dan bangsa Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Imam saat mewakili Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Coding Camp 2026 Graduation Powered by DBS Foundation di Grand Ballroom Astaka, ARTOTEL Gelora Senayan, Jakarta, pada Selasa (18/8/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Imam menyampaikan pesan Menko PMK mengenai pentingnya membangun "nurani teknologi", yakni cara pandang yang menempatkan kebermanfaatan bagi manusia dan masyarakat sebagai orientasi dalam pemanfaatan teknologi.

"Teknologi hendaknya tidak hanya melihat apa yang dapat dilakukan, tetapi bagaimana teknologi dapat dikendalikan dengan empati. Yang paling penting bukan teknologi terbaru dan tercanggih, tetapi teknologi itu dapat membantu siapa dan menjawab permasalahan apa," ujar Imam menyampaikan pesan Menko PMK.

Menurut Imam, kebutuhan terhadap solusi berbasis teknologi semakin penting karena Indonesia menghadapi berbagai persoalan yang kompleks, seperti perubahan iklim, krisis pangan dan energi, penyakit menular maupun tidak menular, hingga berbagai risiko bencana.

"Pertanyaannya, bisakah teknologi membuat kota-kota kita lebih siap siaga terhadap bencana? Bisakah kita membaca risiko lebih awal, mengenali siapa yang paling rentan, dan mengalirkan bantuan lebih cepat ke titik yang tepat? Pertanyaan itu yang saya bawa ke ruangan ini pagi ini," kata Imam.

Imam menilai tantangan serupa juga terdapat dalam berbagai sektor kehidupan masyarakat. Teknologi dan AI, misalnya, dapat dikembangkan untuk membantu penyandang disabilitas, mendukung nelayan melalui pemanfaatan data, maupun membantu petani mengantisipasi serangan hama dan risiko gagal panen.

Menurutnya, pemanfaatan teknologi perlu dimulai dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sekaligus diarahkan untuk membaca kebutuhan dan tantangan di masa depan.

"Persoalan bangsa ini begitu banyak dan begitu kompleks. Kita perlu melihat permasalahan hari ini, membaca permasalahan masa depan, dan yang paling penting mampu memberikan solusi untuk permasalahan tersebut. Ini dimulai dari hari ini,” tegasnya.

Imam juga mendorong para lulusan Coding Camp untuk melihat berbagai persoalan di sektor riil sebagai ruang menghadirkan solusi berbasis teknologi. Menurutnya, perkembangan teknologi dan AI membuka peluang bagi talenta digital untuk menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus menghadapi berbagai tantangan bangsa di masa depan.

Ia mengapresiasi para peserta yang telah mengikuti program Coding Camp. Menurutnya, ketekunan dalam menyelesaikan rangkaian pembelajaran merupakan modal penting bagi para talenta digital untuk terus berkembang dan berkontribusi. Tantangan selanjutnya adalah bagaimana kompetensi yang telah diperoleh dapat digunakan untuk menjawab berbagai persoalan bangsa.

"Enam bulan bukan waktu yang pendek. Saudara sudah membuktikan ketekunan. Itu adalah modal yang sesungguhnya," ujarnya.

Imam juga menyampaikan apresiasi kepada DBS Foundation dan Dicoding Indonesia atas kontribusinya dalam pengembangan talenta digital Indonesia. Selama empat tahun terakhir, DBS Foundation telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 229 ribu talenta digital Indonesia, termasuk dalam penguatan literasi keuangan.

"Kami mengapresiasi DBS Foundation dan Dicoding Indonesia atas kerja samanya dalam melatih talenta digital sampai hari ini," ujarnya.

Menutup sambutannya, Imam mengajak para talenta digital untuk memanfaatkan teknologi secara bijak dan menjadikannya sebagai sarana menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan masyarakat.

"Kepada para lulusan, kalian sudah mampu membuat mesin untuk berpikir, maka pastikan mesin itu berpihak untuk memberikan solusi bagi kepentingan kemanusiaan. Masa depan Indonesia tidak ditentukan oleh secanggih apa teknologi yang kita adopsi, tetapi oleh sebijak apa warganya menggunakan inovasi untuk memecahkan masalah bangsa," ujar Imam.

Kegiatan tersebut dihadiri Staf Khusus Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Bidang Transformasi Digital dan Kecerdasan Buatan Dr. Muhammad Muchlas Rowi; Direktur Jenderal Pendidikan Menengah dan Pendidikan Khusus Tatang Muttaqin, Ph.D.; Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Setiawan; Direktur Sekolah Menengah Kejuruan Dr. Arie Wibowo Khurniawan; Head of DBS Foundation Karen Ngui; Head of Group Marketing and Communications PT Bank DBS Indonesia Mona Monika; CEO Dicoding Narenda Wicaksono; serta para pimpinan perguruan tinggi dan sekolah, guru, mentor, mitra industri, dan para lulusan Coding Camp 2026. (Tedy)
Share:

Kemensos Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Bencana di Nagekeo

Kemensos Beri Dukungan Psikososial Anak Terdampak Bencana di Nagekeo. (Dok. Kemensos)

NTT, WaraWiri.net - Kementerian Sosial melalui Sentra Efata Kupang melaksanakan Layanan Dukungan Psikososial (LDP) bagi anak-anak terdampak bencana gempa di posko pengungsian mandiri Stella Maris, Kabupaten Nagekeo, Nusa Tenggara Timur (NTT), Kamis (20/8/2026).

Sebanyak kurang lebih 20 anak-anak tampak ceria dan menikmati beragam kegiatan yang dilaksanakan oleh petugas dari Sentra Efata Kupang dan Direktorat Rahabilitasi Sosial Anak Kemensos.  

Penyuluh Sosial Sentra Efata Kupang Rahmat Hidayat Ismail menyampaikan kegiatan LDP yang dilakukan mulai dari sosialisasi ringan dengan benyanyi terkait tanggap darurat ketika bencana gempa dan bermain beragam permainan.

“Supaya anak-anak bisa punya kesiapan lah ketika terjadi gempa. Karena kan gempa ini terus terjadi di kawasan NTT, itu yang pertama. Terus kedua, ya kita ada permainan, mungkin model kayak ice breaking gitu untuk mencairkan suasana,” kata Rahmat yang juga hadir di lokasi.

Disamping diisi dengan berbagai macam kegiatan, petugas juga memberikan makanan berupa bubur kacang hijau, hingga melakukan sharing session dengan tujuan supaya anak-anak bisa berbagi cerita dan mendapatkan penguatan emosional.

“Mereka bercerita segala macam untuk mengeluarkan unek-uneknya atau apa sih ketakutannya. Seperti itu, kita coba di situ, dengan harapan kita upayakan anak-anak ini saling menguatkan satu sama lain,” ujarnya.

Berdasarkan hasil asesmen dan observasi, Rahmat menjelaskan anak-anak terdampak bencana di posko pengungsian cukup mengalami trauma pada bencana gempa yang terjadi. Hal tersebut dibuktikan saat sharing session, dimana anak-anak bercerita soal pengalamannya saat terjadi gempa.

“Gempa ini karena terjadi di pagi hari, anak-anak kebanyakan masih tidur. Hari Sabtu itu kan, jam 6 itu anak-anak kebanyakan masih tidur. Jadi mereka bangun dengan kaget dan ada yang jatuh, ada yang nabrak, mereka melihat sendiri TV-nya pecah, segala macam. Jadi beberapa anak memang cukup-cukup terdampak,” jelasnya.

Kondisi trauma tersebut belum bisa sepenuhnya hilang, dengan masih terjadinya gempa-gempa susulan. Meskipun terjadi dengan kekuatan yang tidak sebesar gempa pertama, hal tersebut cukup membuat anak-anak takut.

“Tapi kan tetap bikin anak-anak ini akhirnya takut lagi. Itulah kenapa semuanya lebih cenderung untuk memilih berada di luar rumah, di lapangan-lapangan,” kata Rahmat.

Terkait kegiatan LDP khususnya di Kabupaten Nagekeo, Rahmat berharap Kementerian/Lembaga lain atau pemerintah daerah dapat berkolaborasi untuk menurunkan SDM yang mampu memberikan dukungan psikososial bagi anak-anak terdampak.

Lebih lanjut, dia berharap secepatnya bisa dibangun tenda khusus untuk dukungan LDP sehingga layanan psikososial bisa terfokus di satu titik.

“Harapan saya sih, sebenarnya ada satu posko besar yang bisa ngumpulin anak-anak itu semua. Ini kan masih kepecah nih, jadi penanganannya itu gak bisa langsung, walaupun kami ngelakuin, harus pindah-pindah di lokasi,” pungkasnya.

Pada Rabu (19/8), Gudang logistik darurat di Sentra Efata Kupang mengirimkan dukungan ke Kabupaten Nagekeo. Bantuan yang disalurkan berupa family kit 100 paket, kids ware 80 paket, selimut 500 lembar, tenda gulung 500 lembar, solar panel SHS-500 5 unit, dan dapur umum lapangan 1 unit. (Dimas)
Share:

Kemenag dan University of Melbourne Buka Jalan Murid Madrasah ke Kampus Dunia

Kemenag dan University of Melbourne Buka Jalan Murid Madrasah ke Kampus Dunia. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Jalan menuju perguruan tinggi luar negeri makin lebar bagi siswa madrasah. Kementerian Agama membahas kerja sama dengan University of Melbourne, Australia, untuk mengembangkan program Madrasah Goes Abroad sekaligus menjajaki skema pertukaran mahasiswa, beasiswa, dan riset.

Pembahasan itu berlangsung saat delegasi University of Melbourne berkunjung ke Kementerian Agama, Kamis (20/8/2026). Pertemuan tersebut merupakan kelanjutan dari kunjungan Kementerian Agama ke Australia, termasuk ke kampus yang masuk jajaran perguruan tinggi terkemuka dunia itu.

Program Madrasah Goes Abroad menjadi salah satu pintu masuk kerja sama tersebut. Program ini dirancang untuk membuat siswa madrasah tidak berhenti pada kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga mengenal cara masuk ke perguruan tinggi asing.

Peserta dibimbing mengenali kampus tujuan, memahami proses pendaftaran, menulis esai, hingga mendapatkan Letter of Acceptance atau LoA. Dengan begitu, pengalaman ke luar negeri tidak sekadar menjadi kunjungan akademik, melainkan bagian dari persiapan melanjutkan pendidikan.

Pada 2026, Kementerian Agama memperluas sasaran program itu. Pesertanya bukan lagi hanya siswa Madrasah Aliyah Negeri Insan Cendekia atau MAN IC, melainkan juga siswa dari sejumlah madrasah unggulan lain.

Program tersebut diberikan tanpa biaya bagi peserta. Pendampingan dan coaching dilakukan oleh tim UIN Raden Fatah Palembang.

Di Melbourne, peluang yang ditawarkan tidak hanya satu bidang. University of Melbourne membuka kemungkinan studi dalam Islamic Studies, Arts, serta Engineering and Information Technology. Universitas itu memiliki sembilan fakultas dan lebih dari 70 ribu mahasiswa. Sekitar 45 persen di antaranya mahasiswa internasional.

Kerja sama juga mulai diarahkan ke jenjang yang lebih tinggi. Kedua pihak membicarakan student exchange, beasiswa magister dan doktor, serta penelitian bersama.

Namun ada satu hal yang perlu dipastikan sebelum kerja sama itu berkembang lebih jauh: jumlah calon mahasiswa yang akan diarahkan ke University of Melbourne.

Jumlah tersebut menjadi salah satu pertimbangan universitas dalam menentukan bentuk dukungan dan skema beasiswa. Artinya, kerja sama yang dibahas bukan hanya soal pertukaran program, tetapi juga bagaimana menciptakan jalur yang jelas dari madrasah menuju perguruan tinggi di Australia.

Direktur KSKK Madrasah, Nyayu Khadijah mengatakan kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada Madrasah Goes Abroad. Kementerian Agama ingin hubungan dengan University of Melbourne berkembang ke berbagai bidang pendidikan.

“Kerja sama ini tidak hanya terbatas pada program Madrasah Goes Abroad, tetapi dapat membuka lebih banyak peluang kolaborasi,” ujar Direktur KSKK Madrasah.

Kementerian Agama berharap penyusunan Memorandum of Understanding atau MoU antara kedua institusi segera ditindaklanjuti. Dengan MoU itu, ruang kerja sama diharapkan menjadi lebih luas dan berkelanjutan.

Dukungan juga datang dari Kedutaan Besar Australia di Indonesia. Perwakilan Australia menyatakan kesiapan membantu menyosialisasikan kesempatan studi di Australia kepada siswa madrasah.

Bagi Kementerian Agama, kerja sama ini bukan sekadar membuka kesempatan siswa belajar di luar negeri. Ada ambisi yang lebih besar: membawa madrasah masuk ke jaringan pendidikan global dan membuat siswa-siswanya memiliki lebih banyak pilihan ketika menentukan masa depan akademiknya.

Madrasah, dengan demikian, tidak lagi hanya dipandang sebagai jalur pendidikan yang berorientasi pada lingkungan domestik. Melalui program seperti Madrasah Goes Abroad, siswa dipersiapkan untuk mengetuk pintu kampus-kampus dunia—termasuk University of Melbourne. (Putra)
Share:

RUU P2 APBN TA 2025 Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna

RUU P2 APBN TA 2025 Disepakati untuk Dilanjutkan ke Sidang Paripurna. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah dan Badan Anggaran (Banggar) DPR RI menyelesaikan Pembicaraan Tingkat I Rancangan Undang-Undang tentang Pertanggungjawaban atas Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RUU P2 APBN) Tahun Anggaran 2025. Seluruh fraksi menyetujui untuk melanjutkan pembahasan RUU P2 APBN TA 2025 ke Pembicaraan Tingkat II atau pengambilan keputusan dalam Sidang Paripurna DPR RI.

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan apresiasi kepada Pimpinan dan seluruh Anggota Banggar DPR RI yang mewakili seluruh fraksi dan Komisi DPR RI atas dukungan dalam proses pembahasan RUU P2 APBN TA 2025. Pembahasan dapat dilaksanakan secara lancar dengan tetap memperhatikan berbagai substansi yang disampaikan oleh seluruh fraksi.

“RUU P2 APBN TA 2025 bukan hanya bentuk pemenuhan kewajiban formal atas pertanggungjawaban pemerintah, namun juga penting sebagai bentuk komitmen pemerintah untuk terus membangun tata kelola dan juga fondasi pengelolaan keuangan negara menjadi lebih baik lagi,” ujar Menkeu.

Pemerintah juga memperhatikan seluruh pandangan mini fraksi terkait berbagai langkah perbaikan yang perlu dilakukan serta rekomendasi yang telah dirumuskan bersama pada tahap Panitia Kerja. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat tata kelola dan fondasi pengelolaan keuangan negara.

Menkeu menyampaikan terima kasih kepada Pimpinan dan seluruh Anggota Banggar DPR RI yang senantiasa mendukung Pemerintah sepanjang pelaksanaan APBN TA 2025. Pemerintah juga menyambut baik persetujuan seluruh fraksi untuk melanjutkan pembahasan RUU P2 APBN TA 2025 ke tahap berikutnya.

Pemerintah berharap seluruh proses pembahasan selanjutnya dapat berjalan dengan baik sebagai bagian dari upaya bersama untuk terus menjaga keuangan negara agar dapat memberikan manfaat maksimal bagi bangsa dan negara. (Rizal)
Share:

Wujudkan Swasembada, Wakapolri Pimpin Langsung Penanaman Perdana Bawang Putih Serentak

Wujudkan Swasembada, Wakapolri Pimpin Langsung Penanaman Perdana Bawang Putih Serentak. (Dok. Divisi Humas Polri)

Cianjur, WaraWiri.net - Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., memimpin langsung penanaman perdana bawang putih di Kabupaten Cianjur, Rabu (19/8/2026). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari penanaman bawang putih secara serentak di 14 daerah di Jawa Barat sebagai upaya mendukung terwujudnya swasembada bawang putih nasional.

Penanaman yang digelar di Kampung Maleber, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Kabupaten Cianjur, tersebut turut dihadiri Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Dr. Pipit Rismanto, S.I.K., M.H., Kapolres Cianjur AKBP Dr. A. Alexander Yurikho Hadi, S.H., S.I.K., M.Si., M.M., M.H.I., M.I.P., serta Forkopimda Kabupaten Cianjur. Penanaman dilakukan pada lahan seluas 6 hektare yang melibatkan kelompok tani setempat.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penanaman bawang putih, panen raya, sekaligus ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri dalam rangka menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Program ini merupakan implementasi Asta Cita yang menempatkan ketahanan pangan sebagai salah satu pilar utama bangsa.

Wakapolri Komjen Pol. Prof. Dr. H. Dedi Prasetyo, M.Hum., M.Si., M.M., mengatakan Kabupaten Cianjur menjadi salah satu dari 14 daerah di Jawa Barat yang dipilih untuk menjalankan program penanaman bawang putih.

Menurutnya, program tersebut merupakan langkah konkret Polri dalam mendukung arahan Presiden Prabowo Subianto untuk memperkuat ketahanan pangan dan mewujudkan kemandirian bangsa.

"Seperti yang selalu disampaikan Bapak Presiden Prabowo Subianto, ketahanan pangan merupakan kunci kemandirian bangsa. Dengan swasembada, kita bukan hanya memenuhi kebutuhan rakyat, tetapi juga memperkuat martabat Indonesia. Maka dari itu, Polri bergerak untuk menyukseskan Asta Cita swasembada, salah satunya melalui bawang putih," ujar dia.

Wakapolri menjelaskan, kebutuhan bawang putih nasional saat ini mencapai lebih dari 600 ribu ton per tahun. Namun, sekitar 95 persen kebutuhan tersebut masih bergantung pada impor. Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan Polri terus mendorong pengembangan budidaya bawang putih bersama kelompok tani dan para pemangku kepentingan.

"Sejak tahun 2025, kami telah memulai langkah konkret bekerja sama dengan kelompok tani. Total luas lahan yang telah dikembangkan mencapai 948 hektare dengan capaian panen basah sebesar 9.480 ton pada tahun 2026 ini," katanya.

Menurutnya, program tersebut juga terus diperluas dengan melibatkan jajaran kewilayahan Polri. Sebanyak 14 Polda dengan 59 Polres telah berpartisipasi aktif, dengan total lahan yang ditanam mencapai 279,53 hektare dan estimasi hasil panen sebesar 2.795,4 ton.

Khusus di wilayah Polda Jawa Barat, penanaman bawang putih serentak dilaksanakan pada lahan seluas 44,58 hektare dengan potensi hasil panen mencapai 445,8 ton. Lahan tersebut berasal dari berbagai sumber, di antaranya PTPN, Dinas Pertanian, serta Gabungan Kelompok Tani atau Gapoktan.

Wakapolri mengatakan luasan lahan tersebut akan terus dikembangkan secara bertahap sehingga produksi bawang putih nasional dapat semakin meningkat.

"Jumlah produksinya juga akan bertambah seiring penambahan lahan. Hingga target swasembada bawang putih terwujud," kata dia.

Selain kegiatan penanaman di Cianjur dan wilayah Jawa Barat, rangkaian kegiatan serentak juga dilaksanakan di Sembalun, Lombok Timur. Di lokasi tersebut dilakukan penanaman bawang putih pada lahan seluas 120 hektare, panen raya pada lahan 105 hektare, sekaligus ground breaking Gudang Ketahanan Pangan Polri.

Gudang tersebut akan menjadi fasilitas penyimpanan dan penjemuran bawang putih untuk menjaga kualitas hasil panen serta mendukung stabilitas pasokan bawang putih. (Evi)
Share:

Bareskrim Ungkap Tiga Kasus PPA-PPO, Tangani Kekerasan Seksual hingga TPPO Pengantin Pesanan

Bareskrim Ungkap Tiga Kasus PPA-PPO, Tangani Kekerasan Seksual hingga TPPO Pengantin Pesanan. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Tindak Pidana Perempuan, Anak, dan Pidana Perdagangan Orang (Dittipid PPA-PPO) Bareskrim Polri mengungkap sejumlah kasus kekerasan seksual terhadap perempuan dan anak serta tindak pidana perdagangan orang (TPPO). Pengungkapan tersebut disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Direktur Tindak Pidana PPA-PPO Bareskrim Polri Brigjen Pol. Dr. Nurul Azizah mengatakan pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk transparansi dan akuntabilitas Polri sekaligus komitmen untuk memastikan tindak pidana terhadap perempuan, anak, kelompok rentan, maupun TPPO ditangani secara profesional dan tegas.

“Tidak ada toleransi terhadap kekerasan, terhadap eksploitasi maupun perdagangan manusia, siapapun pelakunya, apapun latar belakangnya. Semua perkara ini yang masih dalam proses, kami proses tetap dengan menjunjung tinggi asas praduga tak bersalah dan tentu melalui proses peradilan,” kata Nurul dalam konferensi pers di Bareskrim Polri, Jakarta, Rabu (19/8/2026).

Kasus pertama yang diungkap merupakan tindak pidana kekerasan seksual yang ditangani Subdit Perempuan. Perkara tersebut tercatat dalam Laporan Polisi Nomor LP/B/101-3/III/2026/SPKT Bareskrim Polri tanggal 3 Maret 2026 dengan tersangka berinisial HB, yang merupakan pelatih pada periode 2022 hingga 2024 dan Kepala Pelatih Pelatnas Federasi Panjat Tebing Indonesia pada 2025.

Peristiwa tersebut terjadi di wilayah Bekasi, Jawa Barat, serta beberapa negara saat pertandingan internasional dan berlangsung berulang sejak 2022 hingga Desember 2025. Tersangka dijerat Pasal 6 huruf C dan Pasal 15 angka 1 huruf C dan E Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (TPKS).

Dalam perkara tersebut, penyidik telah memeriksa 18 saksi dan lima ahli, yang terdiri atas dua ahli visum et repertum, satu ahli psychiatricum, satu ahli pidana, dan satu ahli TPKS. Penyidik juga mengamankan bukti surat, bukti elektronik berupa percakapan, serta keterangan tersangka.

Berkas perkara telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh Kejaksaan Negeri Kota Bekasi pada 7 Juli 2026. Selanjutnya, pada 13 Juli 2026 telah dilakukan tahap II berupa penyerahan tersangka dan barang bukti kepada Kejaksaan Negeri Kota Bekasi.

Kasus kedua merupakan dugaan kekerasan seksual terhadap lima korban laki-laki, terdiri dari empat anak dan satu orang dewasa, yang dilakukan tersangka berinisial SAM, seorang tokoh agama berusia 39 tahun.

Perkara tersebut dilaporkan melalui Laporan Polisi Nomor LP/B/586-11/XI/2025/SPKT Bareskrim Polri tanggal 28 November 2025. Peristiwa terjadi di Purbalingga, Sukabumi, Bandung, Jakarta, dan Mesir sejak 2017 hingga 2025.

Nurul menjelaskan, tersangka diduga memanfaatkan pengaruhnya sebagai tokoh agama dan guru ngaji untuk melakukan kekerasan seksual terhadap para korban. Tersangka juga memberikan iming-iming kepada korban berupa fasilitas untuk kuliah atau sekolah di Mesir.

“Tersangka yang mengklaim dirinya sebagai tokoh agama dan guru ngaji para korban, menggunakan pengaruhnya untuk melakukan kekerasan seksual berupa pencabulan kepada para korban dengan memberikan iming-iming kepada korban untuk difasilitasi melaksanakan kuliah di Mesir,” ujar Nurul.

Dalam perkara tersebut, penyidik telah menetapkan SAM sebagai tersangka pada April 2026. Karena tersangka diketahui sudah tidak berada di Indonesia, penyidik menerbitkan daftar pencarian orang (DPO) dan mengajukan red notice melalui Interpol.

Red notice terhadap tersangka telah diterbitkan pada 9 Juli 2026. Polri selanjutnya berkoordinasi dengan pihak terkait di Mesir, Baintelkam Polri, dan Interpol untuk mengetahui keberadaan serta mengupayakan pemulangan tersangka ke Indonesia.

Kasubdit II Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Faisal Febrianto mengatakan proses tersebut ditempuh melalui mekanisme Interpol lantaran Indonesia dan Mesir belum memiliki perjanjian ekstradisi.

“Sampai saat ini, untuk terkait ekstradisi, kami masih melakukan kerja sama Interpol karena negara kita tidak memiliki perjanjian ekstradisi dengan negara Mesir. Jadi, kami memilih jalur Interpol untuk melakukan pemulangan terhadap tersangka,” kata Faisal.

Kasus ketiga yang diungkap merupakan TPPO dengan modus pengantin pesanan warga negara Indonesia (WNI) untuk warga negara asing (WNA) asal Tiongkok. Perkara tersebut ditangani Subdit TPPO berdasarkan Laporan Polisi Nomor LP/B/32/I/2025/SPKT Bareskrim Polri tanggal 17 Januari 2025.

Dalam kasus tersebut, penyidik menetapkan dua tersangka, yakni CA, perempuan berusia 25 tahun yang berperan sebagai perekrut korban, dan CU, laki-laki berusia 59 tahun yang berperan sebagai penerjemah bahasa Mandarin sekaligus penghubung antara calon suami dengan korban.

CA diketahui memperkenalkan korban kepada calon suami warga negara Tiongkok, membantu pemalsuan dokumen, serta mengurus dokumen pemberangkatan korban ke Tiongkok. Dari perannya tersebut, CA memperoleh keuntungan Rp20 juta. Sementara CU memperoleh keuntungan Rp5 juta.

Modus yang digunakan yakni menawarkan kehidupan lebih layak apabila korban bersedia menikah dengan warga negara Tiongkok. Korban dijanjikan uang Rp25 juta setelah pernikahan dan uang Rp10 juta setiap bulan ketika berada di Tiongkok. Namun, janji tersebut tidak dipenuhi.

Setelah berada di Tiongkok, korban justru mengalami kekerasan fisik oleh suaminya dan harus bekerja sebagai pekerja rumah tangga untuk keluarga suaminya yang berjumlah sekitar 10 orang.

Kasubdit III Dittipid PPA-PPO Bareskrim Polri Kombes Pol. Yolanda Evalyn Sebayang mengatakan modus pengantin pesanan dilakukan dengan merekrut perempuan menggunakan iming-iming pernikahan dengan WNA dan kehidupan yang lebih baik.

“Namun, nanti sampai di negara tujuan, apa yang diiming-iming itu tidak diberikan. Perempuan-perempuan yang menikah ini akan diperlakukan di sana seperti pembantu. Jadi, dia mengerjakan pekerjaan sehari-hari, namun uangnya tidak diberikan untuk bulanannya,” ujar Yolanda.

Dalam perkara tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, antara lain delapan paspor asli perempuan WNI, delapan fotokopi KTP WNA yang dinikahkan dengan WNA Tiongkok, empat telepon seluler, tiga kartu ATM, dua buku tabungan, serta buku catatan nikah palsu.

Perkara tersebut telah dinyatakan lengkap atau P21 oleh jaksa penuntut umum dan tersangka beserta barang bukti telah diserahkan dalam tahap II.

Nurul menegaskan penanganan perkara perempuan, anak, kelompok rentan, dan TPPO akan terus diperkuat, termasuk melalui kerja sama lintas negara. Menurutnya, penegakan hukum harus berjalan beriringan dengan upaya perlindungan dan pemulihan korban.

“Kekerasan seksual, kekerasan fisik maupun psikis, eksploitasi seksual, termasuk yang terjadi di ranah daring, perdagangan orang, maupun penyelundupan manusia dapat meninggalkan dampak jangka panjang terhadap korban. Oleh karena itu, penanganannya harus dilakukan secara serius, cepat, profesional, dan berpihak pada perlindungan korban,” tegas Nurul.

Ia juga mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap tawaran pekerjaan, pernikahan, pendidikan, maupun kehidupan yang lebih baik apabila terdapat indikasi eksploitasi, penipuan, atau pemberangkatan melalui jalur yang tidak sesuai ketentuan.

“Khusus bagi korban perempuan, anak, serta kelompok rentan lainnya, kami ingin menyampaikan pesan bahwa Anda tidak sendiri. Polri hadir untuk melindungi, memberikan rasa aman, dan memastikan proses hukum tetap berjalan,” kata Nurul.

Polri juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan dugaan kekerasan maupun TPPO. Dittipid PPA-PPO turut menjalankan program Rise and Speak sejak 2025 sebagai upaya membangun keberanian masyarakat untuk berbicara dan melaporkan kekerasan.

Kabag Penum Divhumas Polri Kombes Pol. Erdi Adrimulan Chaniago menegaskan masyarakat tidak boleh diam ketika mengetahui adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak.

“Program Rise and Speak yang telah dicanangkan dan digaungkan sejak tahun 2025 ini mohon terus kita gaungkan dan budayakan. Mari kita bersama-sama membangun keberanian untuk tidak diam, khususnya dalam mencegah dan mengungkap kejahatan, sehingga tidak ada lagi korban-korban berikutnya,” ujar Erdi.

Melalui penegakan hukum dan upaya pencegahan tersebut, Polri menegaskan komitmennya untuk melindungi perempuan, anak, dan kelompok rentan sekaligus memutus mata rantai kekerasan, eksploitasi, serta TPPO.

“Pada akhirnya, penegakan hukum bukan hanya tentang menghukum pelaku, tetapi juga tentang memulihkan rasa aman korban, memberikan kepastian hukum, mencegah terulangnya kejahatan, dan membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi penegak hukum,” pungkas Nurul. (Evi)
Share:

PMK Kodaeral XI Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Naori, Cegah Api Merembet ke Permukiman

PMK Kodaeral XI Padamkan Kebakaran Lahan di Jalan Naori, Cegah Api Merembet ke Permukiman. (Dok. Puspen TNI)

Papua, WaraWiri.net - Petugas Pemadam Kebakaran (PMK) Kodaeral XI bergerak cepat memadamkan kebakaran lahan kosong yang terjadi di kawasan Jalan Naori, Merauke, Rabu malam (19/08). Kebakaran menghanguskan lahan kosong dengan luas sekitar satu hektare.

Begitu menerima informasi adanya kebakaran, personel PMK Kodaeral XI segera dikerahkan menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Upaya tersebut dilakukan secara cepat dan terukur guna mencegah kobaran api meluas, khususnya ke arah permukiman warga yang berada di sekitar lokasi.

Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api hingga situasi berhasil dikuasai. Kecepatan respons menjadi faktor penting dalam mencegah kebakaran meluas dan menimbulkan dampak yang lebih besar bagi masyarakat.

Komandan Kodaeral XI Laksda TNI Joko Andriyanto, S.T., M.Tr.Hanla., mengapresiasi kesigapan personel PMK Kodaeral XI yang telah melaksanakan tugas pemadaman dengan cepat.

"Saya mengapresiasi kesigapan dan profesionalisme personel PMK Kodaeral XI dalam merespons kejadian kebakaran di Jalan Naori. Kecepatan bertindak sangat penting untuk mencegah api meluas dan melindungi masyarakat serta lingkungan di sekitarnya," ujar Komandan Kodaeral XI.

Menurutnya, keterlibatan Kodaeral XI dalam penanganan kebakaran tersebut merupakan bagian dari komitmen TNI Angkatan Laut untuk selalu hadir membantu masyarakat dalam menghadapi berbagai kondisi darurat.

Komandan Kodaeral XI juga menekankan pentingnya kewaspadaan seluruh pihak terhadap potensi kebakaran lahan, terutama pada kondisi cuaca yang dapat mempercepat penyebaran api.

Respons cepat PMK Kodaeral XI mendapat apresiasi dari masyarakat setempat. Warga yang berada di sekitar lokasi menyampaikan terima kasih atas kesigapan personel yang segera datang ke lokasi dan melakukan pemadaman.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kodaeral XI, khususnya personel PMK yang sudah cepat datang membantu memadamkan api. Kami sempat khawatir karena api cukup besar dan lokasinya tidak jauh dari permukiman. Alhamdulillah, api bisa segera dikendalikan sehingga tidak merembet ke rumah-rumah warga," ujar salah seorang warga.

Warga berharap kepedulian dan respons cepat Kodaeral XI terhadap kondisi darurat di tengah masyarakat dapat terus dipertahankan. Kehadiran personel di lokasi dinilai memberikan rasa aman sekaligus membantu mencegah kebakaran menimbulkan dampak yang lebih luas. (Iqbal)
Share:

TNI Kerahkan 4.477 Personel dan 27 Alutsista Bantu Korban Terdampak Gempa NTT

TNI Kerahkan 4.477 Personel dan 27 Alutsista Bantu Korban Terdampak Gempa NTT. (Dok. Puspen TNI)

NTT, WaraWiri.net - TNI terus memperkuat dukungan penanganan dampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Hingga hari kelima, Rabu (19/8/2026), sebanyak 4.477 personel telah dikerahkan untuk membantu penanganan bencana di wilayah terdampak.

Dukungan TNI juga diperkuat dengan 27 unit alutsista, terdiri dari 21 pesawat, 5 KRI, dan 1 Kapal ADRI. Alutsista tersebut digunakan untuk mendukung mobilitas personel, distribusi bantuan, serta penanganan masyarakat terdampak.

Pada hari kelima, sebanyak 63,073 ton bantuan telah disalurkan kepada masyarakat terdampak. Dengan tambahan tersebut, total bantuan yang telah disalurkan TNI hingga saat ini mencapai 251,317 ton.

Pengerahan personel, alutsista, dan bantuan tersebut dilakukan untuk mempercepat penanganan serta membantu memenuhi kebutuhan masyarakat terdampak. TNI akan terus berkoordinasi dan memperkuat penanganan bersama pemerintah daerah, BNPB, Basarnas, serta instansi terkait. (Iqbal)
Share:

Pemkab Bogor Raih Predikat Istimewa dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum 2026

Pemkab Bogor Raih Predikat Istimewa dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum 2026. (Dok. Istimewa)

Bandung, WaraWiri.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor meraih penghargaan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia atas partisipasinya dalam Penilaian Indeks Reformasi Hukum Tahun 2026 dengan memperoleh predikat ISTIMEWA.

Penghargaan tersebut diterima dalam rangkaian Upacara Peringatan Hari Pengayoman ke-81 Kementerian Hukum Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Hitam Kantor Wilayah Kementerian Hukum Jawa Barat, Bandung, Rabu (19/8/2026).

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, hadir dalam upacara sekaligus menerima penghargaan tersebut.

Sekda Ajat Rochmat Jatnika menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia atas penghargaan yang diberikan.

Capaian ini menjadi bentuk apresiasi sekaligus motivasi bagi Pemkab Bogor untuk terus memperkuat reformasi hukum dan meningkatkan kualitas tata kelola pemerintahan.

Menurutnya, Predikat ISTIMEWA menjadi bukti atas komitmen Pemkab Bogor dalam mendukung pelaksanaan reformasi hukum, memperkuat kualitas regulasi, serta memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Pemkab Bogor berkomitmen menjadikan penghargaan ini sebagai penyemangat untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan publik, kepastian hukum, dan tata kelola pemerintahan yang transparan, berintegritas, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Terima kasih kepada Kementerian Hukum Republik Indonesia atas penghargaan yang diberikan. Predikat Istimewa ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan perbaikan dan memperkuat reformasi hukum di Kabupaten Bogor,” ujarnya.

Penghargaan ini juga diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Kabupaten Bogor dengan Kementerian Hukum dalam mewujudkan reformasi hukum yang berkelanjutan demi terciptanya pemerintahan yang semakin baik dan berpihak pada kepentingan masyarakat. (Tedy)
Share:

Popular Post











ADVERTISING

ADVERTISING