Pemkab Bogor Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat Percepat Penyusunan RDTR

Pemkab Bogor Perkuat Kolaborasi dengan Pemerintah Pusat Percepat Penyusunan RDTR. (Dok. Istimewa)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor memperkuat kolaborasi dengan Pemerintah Pusat dalam mempercepat penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR).

Hal tersebut dilakukan melalui Rapat Koordinasi dan Komitmen Bersama Percepatan Penyusunan RDTR Region 1 Wilayah Sumatera, Jawa, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara dan Kalimantan, di Ballroom Puriratna, Grand Sahid Jaya, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

Mewakili Bupati Bogor, Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, menghadiri rakor yang digelar Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) tersebut. 

Forum ini menjadi momentum untuk memperkuat sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian/lembaga terkait agar proses penyusunan RDTR dapat berjalan lebih cepat, terkoordinasi, dan tetap berkualitas.

Sekda Kabupaten Bogor, Ajat Rochmat Jatnika, mengatakan percepatan penyusunan RDTR membutuhkan komitmen bersama dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.

Terlebih, program penyusunan RDTR dilakukan secara serentak dalam jumlah besar di berbagai daerah sehingga membutuhkan pola kerja yang lebih efektif dan dukungan lintas sektor.

“Ini menunjukkan bahwa komitmen bukan hanya dari pusat, tetapi juga dari daerah. Kita di daerah harus proaktif mendukung, mulai dari pendataan, survei, memfasilitasi pertemuan sampai proses penyusunan Peraturan Kepala Daerah,” ujar Ajat.

Menurut Ajat, kolaborasi tersebut juga diperlukan untuk memastikan berbagai kebutuhan dalam penyusunan RDTR dapat dipenuhi secara bersama. 

Mulai dari data dan informasi, pembahasan lintas sektor, hingga penyelesaian tahapan administrasi dan regulasi di daerah.

“Waktunya memang singkat dan tidak mudah. Karena itu, dalam penyusunannya dilakukan pendekatan yang lebih efektif, termasuk otomatisasi dan penyederhanaan sistem. Kita di daerah tentu siap mendukung agar prosesnya berjalan lancar,” jelasnya.

Pada rakor tersebut juga dilakukan penandatanganan fakta integritas antara pemerintah daerah dengan Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN.

Penandatanganan ini menjadi bagian dari komitmen bersama untuk memastikan percepatan penyusunan RDTR tetap dilaksanakan secara akuntabel, sesuai ketentuan, dan berintegritas.

Ajat menegaskan, Pemkab Bogor akan terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Pusat agar proses penyusunan RDTR di Kabupaten Bogor dapat berjalan sesuai tahapan dan memberikan manfaat nyata bagi penataan wilayah.

“Intinya kita ingin bersama-sama memastikan RDTR ini bisa selesai dengan baik. Ketika sudah tersusun dan terintegrasi, produk tata ruang ini akan memberikan kepastian yang lebih baik dalam pemanfaatan ruang dan pelayanan perizinan,” imbuhnya.

Sekretaris Direktorat Jenderal Tata Ruang Kementerian ATR/BPN, Reny Windyawati, menyampaikan bahwa rakor digelar untuk memperkuat koordinasi dan sinergitas lintas kementerian/lembaga serta pemerintah daerah dalam percepatan penyusunan dan penyelesaian RDTR Region 1.

“Melalui pelaksanaan rapat ini, kami berharap dapat terbangun satu pemahaman, satu komitmen, dan satu langkah bersama dalam mendukung pencapaian target RDTR,” kata Reny.

Ia menjelaskan, percepatan penyusunan RDTR membutuhkan dukungan berbagai pihak, khususnya dalam kesiapan data dan informasi, penyusunan materi teknis, pembahasan lintas sektor, persetujuan substansi, penetapan, digitalisasi, hingga integrasi dengan sistem perizinan berusaha.

Rakor tersebut diikuti pemerintah daerah serta kementerian/lembaga terkait dari wilayah Region 1. Berdasarkan laporan Kementerian ATR/BPN, pelaksanaan percepatan penyusunan RDTR Region 1 mencakup 109 kabupaten/kota di 19 provinsi dan 261 wilayah perencanaan yang terbagi dalam 102 paket pekerjaan.

Kolaborasi Pemerintah Pusat dan daerah tersebut diharapkan menjadi langkah bersama dalam mewujudkan tata ruang yang lebih terarah, memberikan kepastian pemanfaatan ruang, serta mendukung pembangunan Kabupaten Bogor yang semakin tertata. (Tedy)
Share:

Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat

Telkom Bangun Ekosistem Keberlanjutan Berbasis Konservasi dan Pemberdayaan Masyarakat. (Dok. Telkom Indonesia)

Klaten, WaraWiri.net - PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) melalui inisiatif keberlanjutan GoZero% kembali menghadirkan aksi lingkungan bersama masyarakat melalui GoZero% Goes to Klangon di Bukit Klangon, Desa Glagaharjo, Sleman. Melanjutkan program GoZero% Goes to Yogyakarta yang telah dilaksanakan pada 2025, kegiatan tahun ini dikembangkan melalui rangkaian inisiatif yang mencakup konservasi lingkungan, pengelolaan sampah, serta pengembangan kawasan GoZero% EcoCamp Klangon.

Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari peringatan World Cleanup Day sekaligus upaya Telkom mendorong pengelolaan lingkungan yang dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi kawasan dan masyarakat setempat.

Melalui penyelenggaraan GoZero% Goes to Klangon, Telkom mengembangkan pendekatan keberlanjutan yang tidak hanya berfokus pada aksi lingkungan, tetapi juga memperhatikan bagaimana fasilitas dan kebiasaan baik dapat terus dikelola setelah kegiatan berlangsung. Pendekatan ini diwujudkan melalui sejumlah program yang melibatkan masyarakat dalam menjaga kelestarian kawasan sekaligus membangun kapasitas pengelolaan lingkungan di tingkat lokal.

SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom Ahmad Reza menyampaikan bahwa, GoZero% Goes to Klangon merupakan bagian dari langkah Telkom untuk melanjutkan program yang telah dimulai pada tahun 2025 sekaligus menghadirkan pendekatan yang lebih terintegrasi.

“Kami ingin program keberlanjutan tidak berhenti pada satu aktivitas, tetapi berkembang menjadi ekosistem yang dapat memberikan dampak dalam jangka panjang. Jika pada 2025 fokusnya adalah penghijauan, tahun ini kami mengembangkan pendekatan tersebut dengan mengintegrasikan konservasi, pengelolaan sampah, pengembangan GoZero% EcoCamp Klangon, dan keterlibatan masyarakat. Harapannya apa yang dibangun bersama di Klangon dapat terus dikelola dan dikembangkan oleh masyarakat, sehingga manfaatnya tidak berhenti pada saat program selesai,” ujar Reza.

Pada aspek konservasi, GoZero% Plant & Grow Action diwujudkan melalui penanaman 200 pohon di sekitar area camping. Jenis pohon yang ditanam meliputi jeruk keprok, kopi, dan sengon yang dipilih untuk mendukung penghijauan serta menjaga kelestarian lingkungan di kawasan Klangon. Penanaman dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi musim dan tingkat keberhasilan tumbuh, serta dilengkapi pemeliharaan dan pengawasan agar pohon yang ditanam dapat tumbuh secara optimal.

Sementara itu, bagian lain dari rangkaian GoZero% Goes to Klangon menghadirkan fasilitas tempat sampah terpilah untuk organik, anorganik, residu, dan B3, serta fasilitas bank sampah. Kehadiran fasilitas tersebut diikuti edukasi dan pendampingan kepada masyarakat untuk mendorong kebiasaan memilah sampah sejak dari sumbernya sekaligus mengenalkan pengelolaan sampah yang lebih terstruktur.

Pengelolaan sampah organik juga diperkenalkan melalui GoZero% Waste to Soil, berupa aktivitas pembuatan komposter sederhana bersama masyarakat. Sampah organik yang terkumpul kemudian diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan kembali bagi tanaman di kawasan Klangon. Titik kompos bersama ini diharapkan dapat menjadi ruang pembelajaran sekaligus fasilitas yang dapat dimanfaatkan dan dikelola masyarakat secara berkelanjutan.

Selain memperkuat aspek lingkungan, Telkom mengembangkan GoZero% EcoCamp Klangon sebagai kawasan camping ground yang mengedepankan prinsip ramah lingkungan. Penerapan GoZero% Rules menjadi bagian dari pengelolaan kawasan, khususnya dalam menjaga kebersihan dan kenyamanan area camping.

Sejumlah fasilitas pendukung turut dihadirkan, antara lain welcome gate, photospot, dan signage edukasi mengenai kawasan camping ground serta pengelolaan sampah bagi pengunjung. Kehadiran fasilitas tersebut sekaligus memperkuat identitas Klangon sebagai destinasi wisata yang mengedepankan prinsip eco-friendly.

“Program ini juga memiliki potensi untuk mendorong ekonomi sirkular di Desa Wisata Klangon. Kami berharap peningkatan kunjungan wisata dapat ikut mendorong pendapatan masyarakat, yang kemudian dapat dikelola kembali untuk mendukung pengembangan fasilitas di kawasan ini. Dengan begitu, manfaat yang dihasilkan dapat terus berputar dan memberikan nilai bagi masyarakat,” jelas VP Sustainability Telkom Gunawan Wasisto Ciptaning Andri.

Rangkaian kegiatan tersebut diharapkan dapat memperluas keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekaligus membangun praktik pengelolaan kawasan yang dapat dilanjutkan secara mandiri. Inisiatif ini menjadi bagian dari implementasi aspek Environmental, Social, and Governance (ESG) Telkom, khususnya melalui pilar Save Our Planet, yang mendorong hadirnya aksi nyata dengan manfaat bagi lingkungan sekaligus masyarakat.

Telkom memandang keberlanjutan sebagai proses yang membutuhkan keterlibatan bersama dan keberlanjutan pengelolaan setelah sebuah program selesai dilaksanakan. Melalui GoZero% Goes to Klangon, berbagai fasilitas, pengetahuan, dan kebiasaan yang dibangun diharapkan dapat menjadi legacy bersama yang terus tumbuh dan memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat Klangon. (Fathi)
Share:

Kemenpar dan KJRI Hong Kong Dukung Greater Bay Airlines Buka Rute Hong Kong-Surabaya

Perwakilan KJRI Hong Kong menghadiri inaugurasi penerbangan Greater Bay Airlines rute Hong Kong–Surabaya di Terminal 2 Hong Kong International Airport. (Dok. Kemenpar)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pariwisata (Kemenpar) berkolaborasi dengan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Hong Kong mendukung pembukaan rute penerbangan langsung Hong Kong–Surabaya oleh Greater Bay Airlines yang mulai beroperasi pada 25 September 2026.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenpar Ni Made Ayu Marthini mengatakan pembukaan rute tersebut menjadi bagian dari upaya bersama memperkuat konektivitas sekaligus meningkatkan arus wisatawan antara Hong Kong dan Indonesia.

"Kehadiran penerbangan langsung ini menjadi langkah proaktif dalam mengakomodasi peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara dari Hong Kong ke Indonesia," kata Made dalam keterangannya, Senin (28/9/2026).

Penerbangan perdana Greater Bay Airlines rute Hong Kong–Surabaya menggunakan pesawat berkapasitas 189 kursi dengan nomor penerbangan HB211 pada Jumat (25/9/2026). Pesawat berangkat dari Hong Kong International Airport (HKIA) pada pukul 18.15 waktu Hong Kong (HKT) dan mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, pada pukul 22.00 WIB.

Acara inaugurasi penerbangan perdana berlangsung pada pukul 16.45 waktu setempat di Terminal 2 HKIA dan dihadiri perwakilan KJRI Hong Kong. Rangkaian kegiatan meliputi sambutan, foto bersama, prosesi pemotongan pita, serta pembagian suvenir kepada para tamu undangan.

Sementara itu, penerbangan rute Surabaya–Hong Kong dengan nomor HB212 berangkat dari Surabaya pada pukul 22.45 WIB dan tiba di Hong Kong pukul 04.30 HKT keesokan harinya. Layanan penerbangan ini tersedia tiga kali dalam sepekan, yakni setiap Rabu, Jumat, dan Minggu.

Made menjelaskan pembukaan rute baru tersebut merupakan langkah strategis Greater Bay Airlines sekaligus merespons tren peningkatan kunjungan wisatawan asal Hong Kong ke Indonesia. Ketersediaan penerbangan langsung menjadi salah satu faktor penting dalam memperluas aksesibilitas sekaligus meningkatkan daya saing destinasi Indonesia di pasar internasional.

Potensi pasar tersebut tercermin dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara asal Hong Kong ke Indonesia yang terus bertumbuh. Pada Januari–Juli 2026, jumlah kunjungan wisman Hong Kong mencapai 87.631 kunjungan, meningkat 25,97 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebanyak 69.567 kunjungan.

Pada 2025, Bandara Internasional Juanda di Surabaya juga menempati posisi ketiga sebagai pintu masuk dengan jumlah kunjungan wisman asal Hong Kong terbanyak, yakni mencapai 4.183 kunjungan.

Peningkatan konektivitas melalui rute Greater Bay Airlines diharapkan semakin memudahkan mobilitas wisatawan Hong Kong maupun wisatawan mancanegara lainnya. Kehadiran penerbangan langsung tersebut juga membuka peluang lebih luas bagi pengembangan pariwisata Surabaya dan berbagai destinasi di Jawa Timur.

Surabaya tidak hanya berperan sebagai destinasi perkotaan, tetapi juga menjadi salah satu gerbang strategis menuju berbagai destinasi wisata Jawa Timur. Konektivitas udara yang semakin baik diharapkan dapat memperluas pergerakan wisatawan sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif di daerah.

"Kehadiran rute langsung Greater Bay Airlines ini menjadi peluang strategis untuk memaksimalkan momentum positif tersebut sekaligus meningkatkan kunjungan wisatawan ke depan. Surabaya juga menawarkan beragam pengalaman yang menarik bagi wisatawan Hong Kong, mulai dari kekayaan kuliner, warisan budaya, atraksi perkotaan, hingga wisata berbasis alam," ujar Made. (Subhan)
Share:

Ziarah HUT ke-81 Pertambangan dan Energi, Wamen ESDM Tekankan Keberlanjutan Warisan Kebijakan Pendahulu

Ziarah HUT ke-81 Pertambangan dan Energi, Wamen ESDM Tekankan Keberlanjutan Warisan Kebijakan Pendahulu. (Dok. Kemen ESDM)

Jakarta, WaraWiri.net - Di Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta, Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Yuliot memimpin ziarah dan tabur bunga ke makam para mantan Menteri Pertambangan dan Energi dalam rangka memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81.

Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mengenang kontribusi para pendahulu sekaligus melihat keberlanjutan kebijakan yang telah dibangun dalam pengelolaan sektor energi Indonesia, termasuk upaya mewujudkan subsidi energi tepat sasaran.

"Hari ini kita memperingati Hari Jadi Pertambangan dan Energi ke-81. Jadi seperti tahun lalu, kita melakukan ziarah ke makam para menteri yang dimakamkan di sini. Alhamdulillah, kegiatan itu berjalan lancar," ujar Yuliot usai ziarah di Jakarta, Selasa (29/9).

Menurut Yuliot, para Menteri Pertambangan dan Energi terdahulu tidak hanya meninggalkan catatan sejarah, tetapi juga warisan kebijakan serta pekerjaan yang perlu diteruskan oleh generasi pengelola sektor energi saat ini.

"Dari menteri-menteri tersebut, cukup banyak yang meninggalkan warisan dan juga pekerjaan-pekerjaan yang perlu diteruskan," katanya.

Yuliot menjelaskan, perkembangan sektor pertambangan dan energi Indonesia berlangsung secara bertahap. Pengelolaan sektor ini dimulai dari minyak dan gas bumi (migas), kemudian berkembang melalui sektor batu bara hingga mineral. Setiap menteri memiliki peran dalam membangun kebijakan sesuai dengan tantangan pada masanya.

Salah satu tokoh yang disampaikan Yuliot adalah Subroto, Menteri Pertambangan dan Energi periode 1978-1988. Menurutnya, Subroto memiliki peran dalam meletakkan dasar-dasar kebijakan di Kementerian ESDM.

"Seperti Pak Subroto, beliau justru banyak meletakkan dasar-dasar kebijakan yang ada di Kementerian ESDM," ungkap Yuliot.

Yuliot menyebut tiga warisan utama Subroto, yaitu pembinaan organisasi kementerian, keberpihakan dan penguasaan negara atas sumber daya alam, khususnya migas, serta program hemat energi. Kiprah Subroto juga diakui di tingkat global, termasuk saat dipercaya menjadi Sekretaris Jenderal OPEC.

Selain itu, Yuliot menyinggung kebijakan subsidi energi pada masa Menteri ESDM Darwin Zahedy Saleh. Pada periode tersebut, subsidi diterapkan melalui dua skema, yaitu subsidi terbuka untuk bahan bakar minyak (BBM) dan subsidi tertutup untuk LPG, dengan pengawasan dalam pelaksanaannya.

"Jadi subsidi tepat sasaran itu juga sudah dimulai pada zaman Pak Darwin. Inilah yang kita lihat sebagai keberlanjutan kebijakan-kebijakan dari menteri-menteri sebelumnya," jelas Yuliot.

Memasuki usia ke-81, sektor pertambangan dan energi terus diarahkan untuk memenuhi kebutuhan energi nasional dengan tetap menjaga keberlanjutan sumber daya alam. Fondasi kebijakan para pendahulu menjadi bagian dari perjalanan pengelolaan energi Indonesia dalam menghadapi tantangan penyediaan energi melalui pemanfaatan sumber daya, konservasi, dan diversifikasi energi untuk kepentingan generasi saat ini maupun mendatang. (Deni)
Share:

Gandeng Republik Korea, Pemerintah Dorong Penguatan SDM Industri Offshore Plant Service melalui KIOS Center

Gandeng Republik Korea, Pemerintah Dorong Penguatan SDM Industri Offshore Plant Service melalui KIOS Center. (Dok. Kemenko Perekonomian)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah Indonesia dan Republik Korea terus memperkuat kerja sama di bidang offshore plant service industry, khususnya melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia dan teknologi. Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui peresmian Korea-Indonesia Offshore Plant Service Training Center (KIOS Center) di Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP), Jakarta.

KIOS Center merupakan salah satu bentuk implementasi kerja sama Indonesia dan Korea yang telah dituangkan dalam MoU on Cooperation in the Field of Offshore Plant Service Industry yang ditandatangani pada 1 April 2026 di Seoul dan ditindaklanjuti melalui Implementing Arrangement (IA) Indonesia Eco-friendly Offshore Plant Service Industry Capacity Building Official Development Assistance (ODA). KIOS Center menyediakan pelatihan berbasis simulator di bidang operasi dan pemeliharaan fasilitas lepas pantai serta kegiatan bongkar muat kargo, yang ditargetkan dapat meningkatkan kompetensi sekitar 240 tenaga profesional hingga tahun 2029 dan mendukung daya saing perusahaan domestik.

Deputi Bidang Koordinasi Energi dan Sumber Daya Mineral Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Elen Setiadi, menyampaikan bahwa pengembangan kapasitas SDM merupakan bagian penting dalam memperkuat industri offshore plant service nasional. Lebih lanjut, Deputi Elen juga menyampaikan bahwa KIOS Center tersebut diharapkan dapat berkembang menjadi platform kolaborasi jangka panjang antara Pemerintah, akademisi, lembaga penelitian, dan industri di Indonesia dan Korea.

“Peresmian KIOS Center ini memiliki arti penting dalam mendukung penguatan kapasitas SDM, peningkatan kompetensi, pertukaran pengetahuan, serta pengembangan kemampuan teknologi di bidang offshore plant service industry,” ujar Deputi Elen.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut diantaranya yakni Ketua Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia Sultan Bachtiar Najamudin, Duta Besar Republik Korea untuk Republik Indonesia H.E Yoon Soon-gu, Kepala Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut Budi Rahardjo, Ketua STIP Capt. Tri Cahyadi, Presiden Korea Maritime and Ocean University Ryu Dong-geun, serta Dean of Academic Affairs Korea Maritime and Ocean University Lee Sang-deuk. (Alif)
Share:

Ombudsman RI Sampaikan Hasil Investigasi Terkait Program Internsip Dokter Kepada Kemenkes

Ombudsman RI Sampaikan Hasil Investigasi Terkait Program Internsip Dokter Kepada Kemenkes. (Dok. Ombudsman RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Ombudsman RI menyampaikan hasil investigasi kepada Kementerian Kesehatan terkait penyelenggaraan Program Internsip Dokter Indonesia (PIDI) Angkatan III Tahun 2025. Hasil investigasi tersebut merupakan tindak lanjut hasil pemeriksaan Ombudsman RI atas penyelenggaraan PIDI, menyusul rangkaian kejadian wafatnya peserta dokter internsip di sejumlah daerah.

Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher menyampaikan hasil pemeriksaan tersebut saat menyerahkan Laporan Hasil Pemeriksaan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri (IAPS) kepada Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin di Kantor Direktorat Jenderal Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK) Kementerian Kesehatan, Jakarta, Selasa (29/9/2026).

"Kami menyerahkan hasil laporan pemeriksaan Investigasi Atas Prakarsa Sendiri oleh Ombudsman RI terhadap kejadian meninggalnya empat dokter internsip," ujar Nuzran.

Sebelumnya, pemeriksaan Ombudsman RI dilakukan pada Juni hingga Agustus 2026 di empat wilayah yaitu Provinsi Jambi, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Bali. Hasil pemeriksaan menemukan adanya maladministrasi berupa penyimpangan prosedur dalam penyelenggaraan PIDI Angkatan III tahun 2025 oleh Kementerian Kesehatan.

Berdasarkan hasil pemeriksaan tersebut, Ombudsman RI mendorong Kementerian Kesehatan untuk menyusun kebijakan perlindungan peserta PIDI yang mengintegrasikan aspek kesehatan, keselamatan dan kesejahteraan selama pelaksanaan PIDI.

Selain itu, Ombudsman RI juga meminta agar Kementerian Kesehatan membenahi mekanisme pengaduan selama penyelenggaraan PIDI. Ombudsman RI berharap hasil pengawasan dan evaluasi PIDI dijadikan dasar dalam penetapan, pembinaan, serta evaluasi keberlanjutan penyelenggaraan internsip.

Nuzran mengatakan Ombudsman RI akan memantau tindak lanjut atas tindakan korektif tersebut bersama Kementerian Kesehatan. "Kami akan memonitor dalam 30 hari ke depan dan komitmen Pak Menteri telah menyampaikan kepada jajarannya yang akan menindaklajuti hasil temuan dan saran korektif dari Ombudsman. Tentu kami akan selalu berkoordinasi," ucapnya. (Isna)
Share:

Leo & Daniel Sukses Raih Medali Emas Ketiga untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Leo & Daniel Sukses Raih Medali Emas Ketiga untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Indonesia sukses meraih medali emas ketiga pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah di partai final, pasangan bulu tangkis ganda putra Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin berhasil mengalahkan pasangan China Liang Weikeng/Wang Chang 18-21, 21-13, dan 21-18.

Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) Erick Thohir menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi atas perjuangan Leo/Daniel yang menjadi momentum penting bagi perjuangan kontingen Merah Putih untuk mencapai target empat medali emas di Asian Games Aichi-Nagoya 2026.

“Alhamdulillah, emas ketiga untuk Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Pasangan ganda putra Indonesia, Leo Rolly Carnando/Daniel Marthin, berhasil mempersembahkan medali emas untuk Merah Putih setelah mengalahkan pasangan China di partai final,” ujar Menpora Erick.

Capaian Leo/Daniel juga memiliki nilai sejarah bagi bulu tangkis Indonesia. Medali emas bulu tangkis ganda putra Asian Games kembali menjadi milik Indonesia setelah terakhir kali diraih pada Asian Games Jakarta 2018, melalui pasangan Kevin Sanjaya Sukamuljo/Marcus Fernaldi Gideon.

“Kemenangan ini sekaligus mengembalikan emas ganda putra Asian Games ke Indonesia setelah terakhir diraih pada 2018. Selamat dan terima kasih atas perjuangannya. Ini prestasi yang membanggakan untuk Indonesia,” jelas Menpora Erick.

Emas Leo/Daniel juga mengantar cabang olahraga (cabor) bulu tangkis mempersembahkan dua emas, melampaui target awal yang disepakati antara Kementrian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) dengan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan para pengurus cabor, yaitu satu emas.

Menpora memberikan apresiasi kepada seluruh jajaran atlet dan pengurus bulu tangkis karena mampu melampaui target emas yang telah ditetapkan.

“Saya memberikan apresiasi dan berterima kasih kepada tim bulu tangkis Indonesia. Target kita adalah satu emas, tetapi hari ini cabor bulu tangkis sudah mampu mempersembahkan dua emas. Ini semua berkat komitmen, kerja keras atlet, pelatih, ofisial, pengurus federasi, serta seluruh tim yang telah mempersiapkan kontingen secara serius menghadapi Asian Games,” imbuh Menpora.

Selain bulu tangkis, Erick juga memberikan apresiasi kepada cabang olahraga angkat besi yang telah memenuhi target sekeping emas, sesuai kesepakatan awal.

“Kita juga memberikan apresiasi kepada angkat besi yang sudah mendapatkan satu emas sesuai dengan target. Ini menunjukkan bahwa target yang telah ditetapkan dapat menjadi motivasi dan acuan bersama untuk memberikan yang terbaik bagi Indonesia,” katanya.

Erick menegaskan bahwa perjuangan kontingen Indonesia belum selesai. Kemenpora terus menunggu prestasi cabor-cabor lainnya yang menjanjikan medali emas di Asian Games 2026

“Kita masih menunggu perjuangan dari cabang-cabang olahraga lain yang juga menjanjikan emas. Karena setiap cabor harus menjaga komitmen untuk memenuhi target yang telah disepakati bersama. Karena itu, saya berharap seluruh atlet yang masih bertanding bisa terus fokus, menjaga semangat, dan memberikan kemampuan terbaiknya,” tutur Erick.

Menpora meminta keberhasilan Leo/Daniel dan perjuangan para peraih emas sebelumnya menjadi energi positif bagi seluruh kontingen Indonesia.

“Sekarang kita sudah mendapatkan tiga emas. Tinggal satu emas lagi dari target yang sudah kita tetapkan. Jadikan pencapaian emas ini sebagai pemacu semangat atlet-atlet kita yang masih berjuang untuk mendapatkan emas berikutnya. Kita kawal bersama perjuangan ini sampai pertandingan terakhir. Semoga emas berikutnya segera hadir dan target empat emas dapat kita capai,” tutup Menpora Erick. (Bambang)
Share:

Amri & Nita Raih Medali Perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026

Amri & Nita Raih Medali Perak Asian Games Aichi-Nagoya 2026. (Dok. Kemenpora)

Jepang, WaraWiri.net - Ganda campuran Indonesia Amri Syahnawi/Nita Violina Marwah berhasil meraih medali perak pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026 setelah harus mengakui keunggulan pasangan China, Jiang Zhen Bang/Wei Ya Xin, pada partai final, Selasa (29/9).

Bertanding di Ichinomiya City Municipal Gymnasium, Amri/Nita memberikan perlawanan ketat sejak gim pertama. Kedua pasangan terlibat kejar-kejaran angka hingga memasuki poin-poin akhir. Namun, Jiang/Wei mampu mengamankan gim pertama dengan skor 21-19.

Memasuki gim kedua, pasangan China tampil lebih dominan. Amri/Nita berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi Jiang/Wei mampu mempertahankan keunggulan hingga menutup gim kedua dengan skor 21-8.

Hasil tersebut memastikan Amri/Nita membawa pulang medali perak dari nomor ganda campuran Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Medali ini menjadi pencapaian penting bagi keduanya dalam debut mereka di ajang Asian Games.

Dengan tambahan medali perak dari Amri/Nita, hingga Selasa (29/9) sekitar pukul 11.00 WIB, Indonesia berada di peringkat ke-16 klasemen sementara perolehan medali Asian Games Aichi-Nagoya 2026 dengan total 29 medali, yang terdiri dari 2 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.

Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus memberikan dukungan dan doa kepada para atlet serta Kontingen Indonesia yang masih berjuang pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Dukungan masyarakat diharapkan menjadi energi tambahan bagi para atlet untuk terus memberikan penampilan terbaik dan mengharumkan nama Indonesia di pentas olahraga Asia. (Bambang)
Share:

LPKA Ambon Perkuat Sinergi Pelayanan Publik bersama ORI Perwakilan Prov. Maluku

LPKA Ambon Perkuat Sinergi Pelayanan Publik bersama ORI Perwakilan Prov. Maluku. (Dok. Ditjenpas)

Ambon, WaraWiri.net - Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) Kelas II Ambon lakukan kunjungan koordinasi ke Kantor Perwakilan Ombudsman Republik Indonesia (ORI) Perwakilan Provinsi Maluku, Senin (28/9). 

Kegiatan dipimpin langsung oleh Kepala LPKA Ambon, Manuel Yenusi, bersama jajaran LPKA Ambon dan diterima oleh Kepala Keasistenan Pemeriksaan Laporan, Harun Wailissa.

“Kami ingin memastikan setiap pelayanan di LPKA Ambon terus bergerak ke arah yang lebih baik, terbuka, dan memberikan manfaat. Karena itu, koordinasi bersama ORI menjadi ruang penting bagi kami untuk mendapatkan masukan sekaligus memperkuat langkah dalam menghadirkan pelayanan publik berkualitas,” tegas Manuel.

Menurut Manuel, komunikasi dan sinergi dengan ORI Perwakilan Provinsi Maluku menjadi bagian penting dalam mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Masukan dari ORI diharapkan menjadi evaluasi dan penguatan bagi jajaran LPKA Ambon dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat maupun Anak Binaan.

“Kami siap menerima masukan, melakukan evaluasi, dan terus melakukan perbaikan. Harapannya, sinergi ini tidak hanya terjalin dalam koordinasi, tetapi memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan yang kami berikan,” harap Manuel.

Pada kesempatan itu, pertemuan diisi dengan koordinasi dan komunikasi mengenai penyelenggaraan pelayanan publik serta pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyarakatan. Apresiasi pun disampaikan atas kunjungan jajaran LPKA Ambon sebagai bagian penting dalam membangun komunikasi antarlembaga.

“Koordinasi seperti ini penting untuk memastikan penyelenggaraan pelayanan publik terus berjalan dengan baik. Kami berharap komunikasi yang sudah terbangun terus dilanjutkan sehingga setiap lembaga saling memberikan masukan dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” harap Harun.

Melalui kunjungan ini, LPKA Ambon terus memperkuat komunikasi dan sinergi dengan ORI Perwakilan Provinsi Maluku. Langkah tersebut menjadi upaya LPKA Ambon untuk menghadirkan pelayanan publik yang makin terbuka, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat. (Muh)
Share:

CB FEST 2026, Perkuat Layanan Kebanksentralan untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi

CB FEST 2026, Perkuat Layanan Kebanksentralan untuk Mendukung Pertumbuhan Ekonomi. (Dok. Bank Indonesia)

Jakarta, WaraWiri.net - Meluasnya konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara membutuhkan layanan kebanksentralan yang andal, efisien, dan aman untuk mendukung kelancaran transaksi, pengelolaan keuangan, dan pelaksanaan kebijakan. Hal ini sejalan dengan peran bank sentral yang tidak hanya menjaga stabilitas harga dan nilai tukar, tetapi juga stabilitas keuangan, keandalan sistem pembayaran, serta pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. 

“Kredibilitas kebijakan perlu didukung oleh kredibilitas operasional," ujar Deputi Gubernur Bank Indonesia, Thomas A. M. Djiwandono, pada pembukaan Central Banking Services Festival (CB Fest) 2026 di Hotel Kempinski, Jakarta (28/9).

Thomas menyampaikan bahwa pengembangan aktivitas ekonomi dan keuangan lintas negara perlu didukung oleh layanan kebanksentralan yang andal, efisien, dan aman. Layanan tersebut mencakup penyelesaian transaksi operasi moneter, pengelolaan cadangan devisa, kerja sama keuangan internasional, dan pengelolaan cadangan emas, serta layanan kepada Pemerintah dan industri keuangan.

Dalam konteks ini, Bank Indonesia memberikan layanan kepada Pemerintah, berupa penatausahaan rekening pemerintah, transfer dana dan penyelesaian transaksi, serta penatausahaan utang luar negeri Pemerintah. Sementara itu, bagi industri keuangan, Bank Indonesia melakukan penyelesaian transaksi surat berharga dalam Rupiah dan valuta asing.

Perluasan konektivitas ekonomi dan keuangan lintas negara tercermin antara lain dari kerja sama Local Currency Transaction (LCT) yang terus meluas. LCT mendorong penggunaan mata uang lokal dalam transaksi bilateral, sehingga mendukung ketahanan eksternal dan stabilitas nilai tukar serta memfasilitasi perdagangan dan investasi dengan negara mitra.

Saat ini, Indonesia telah mengimplementasikan kerja sama LCT dengan tujuh negara mitra, yaitu Malaysia, Thailand, Tiongkok, Jepang, Korea Selatan, Uni Emirat Arab, dan Singapura. Pada semester I 2026, nilai transaksi LCT mencapai USD42,07 miliar, tumbuh 259% (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun 2025 sebesar USD11,72 miliar, dan telah melampaui capaian sepanjang 2025 sebesar USD25,74 miliar. Kerja sama ini terus diperluas dengan negara mitra lainnya.

Wakil Menteri Keuangan Juda Agung mengatakan bahwa ketahanan tidak hanya berarti kemampuan menghadapi krisis, tetapi juga kemampuan beradaptasi dan menjaga kepercayaan publik. Juda menyampaikan bahwa ketahanan perlu dibangun sebelum krisis melalui kebijakan yang kredibel, institusi yang kuat, tata kelola yang baik, adaptasi berkelanjutan, dan kerja sama. Untuk itu, sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor keuangan diperlukan untuk merespons perubahan ekonomi dan perkembangan teknologi.

CB Fest merupakan forum tahunan yang mempertemukan bank sentral, otoritas di sektor keuangan, kementerian/lembaga, industri perbankan, dan asosiasi internasional. Forum ini juga menjadi ruang memperkuat posisi strategis Bank Indonesia dalam lanskap keuangan global. Melalui pertemuan ini, seluruh pihak memperkuat sinergi menghadapi dinamika ekonomi global dan perkembangan transaksi lintas negara di era digital.

CB Fest 2026 mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth". Sejalan dengan tema tersebut, pembahasan CB Fest mencakup dampak perubahan geopolitik terhadap ekonomi dan stabilitas keuangan serta respons yang perlu disiapkan oleh otoritas dan industri.

Diskusi menghadirkan pakar geopolitik dan ekonomi dari Centre for Strategic and International Studies (CSIS), akademisi teknologi dari Institut Teknologi Bandung dan University of Melbourne, serta praktisi data dan analitik sektor keuangan dari Delloite dan J.P. Morgan Asia Pacific. Pembahasan menggarisbawahi bahwa ketidakpastian global membutuhkan respons kebijakan yang adaptif, penguatan manajemen risiko, dan pemanfaatan teknologi untuk memperkuat ketahanan sektor keuangan.

Selain itu, diskusi menyoroti pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) dan generative AI dapat meningkatkan efisiensi sekaligus mendorong transformasi menuju intelligent reporting, dengan tetap memperhatikan transparansi, akuntabilitas, dan penguatan kompetensi fungsi keuangan.

CB Fest 2026 diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi global dan kerja sama strategis antarbank sentral, serta menghasilkan rekomendasi kebijakan untuk memperkuat ketahanan layanan dan pengelolaan keuangan yang adaptif dalam menghadapi risiko geopolitik, guna mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan. (Budi)
Share:

Presiden Prabowo Dorong Rehabilitasi Narkoba Diperkuat, BRIN Kaji Alat Deteksi Terjangkau

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria memberikan keterangannya usai diterima Presiden Prabowo Subianto di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah menyiapkan sejumlah langkah untuk memperkuat pencegahan dan penanganan penyalahgunaan narkoba, mulai dari penguatan pusat rehabilitasi, pengembangan alat deteksi yang terjangkau, hingga penyusunan regulasi berbasis riset. Upaya tersebut dibahas dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan, BRIN akan memperkuat dan meningkatkan kualitas pusat-pusat rehabilitasi narkoba, termasuk melalui kajian mengenai metode rehabilitasi. Arif juga menyebut pemerintah mendorong pengembangan teknologi deteksi yang murah dan dapat dimanfaatkan untuk mendukung upaya pencegahan.

“Kita juga mau meningkatkan kualitas dan memperbanyak pusat-pusat rehabilitasi. Bagaimana metodenya dan sebagainya, dan BRIN diminta untuk memberikan kontribusi berkaitan dengan itu. Kemudian yang kedua, kita juga diminta untuk melakukan kajian berkaitan dengan alat-alat deteksi yang murah ya yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pencegahan,” ujar Arif.

Selain itu, Arif mengatakan bahwa salah satu perhatian dalam penanganan narkoba saat ini adalah perkembangan penggunaan vape yang berpotensi menjadi celah penyebaran narkoba. Arif menyebut pengguna vape saat ini telah mencapai lebih dari 4 juta orang dan berdasarkan pengujian yang dilakukan BRIN, penggunaan vape juga memiliki dampak terhadap kesehatan.

“Vape ini secara medis, dari uji yang dilakukan oleh BRIN, berdampak kepada Kesehatan, satu masalah diabetes, kemudian masalah paru-paru, kemudian yang ketiga juga masalah pankreas. Dari uji-uji yang dilakukan oleh BRIN, vape itu punya dampak terhadap kesehatan. Namun demikian vape juga menjadi salah satu celah yang bisa dimanfaatkan untuk penyebaran narkoba. Sehingga ini hal yang segera harus benar-benar diantisipasi,” imbuh Arif.

Menurut Arif, BRIN akan berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan, BNN, Kementerian Hukum, serta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mengkaji berbagai regulasi terkait. Kajian tersebut akan didukung hasil riset dan naskah akademik sebagai dasar dalam penyusunan kebijakan.

“Intinya bahwa Presiden ingin menyelamatkan generasi ke depan Sehingga beliau ingin benar-benar generasi ke depan itu aman dari narkoba,” ujar Arif.

Sementara itu, Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengatakan bahwa Presiden Prabowo memberikan arahan untuk melakukan koordinasi dengan sejumlah kementerian dan lembaga, termasuk BNN dan BRIN, guna merumuskan kebijakan terkait rehabilitasi pengguna narkoba, termasuk mereka yang menjalani pidana di lembaga pemasyarakatan.

“Yang kedua adalah menyangkut soal khusus kepada saya diminta untuk berkoordinasi dengan beberapa Kementerian/Lembaga termasuk Kepala BNN, kemudian Kepala BRIN, dan juga Pak Menteri untuk memikirkan terkait dengan rehabilitasi terkait itu menyangkut soal pengguna dan pemakaian narkoba di dalam lapas di mana yang saat ini itu sudah over kapasitas,” ucap Supratman. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Dorong Digitalisasi Layanan Hukum, Posbankum Perluas Akses Keadilan

Presiden Prabowo Subianto menerima sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menerima Menteri Hukum Supratman Andi Agtas beserta sejumlah menteri Kabinet Merah Putih untuk membahas mengenai perkembangan digitalisasi layanan publik serta penguatan Pos Bantuan Hukum (Posbankum) di seluruh Indonesia di Istana Merdeka, Jakarta, pada Selasa, 29 September 2026.

Supratman menyampaikan bahwa Kementerian Hukum akan segera meluncurkan sistem digitalisasi layanan yang memungkinkan seluruh proses perizinan dan pelayanan publik di lingkungan kementerian dilakukan secara daring. Menurut Supratman, langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemudahan, kecepatan, dan efisiensi pelayanan kepada masyarakat.

“Yang pertama adalah terkait proses digitalisasi di Kementerian Hukum yang akan segera kita launching di mana semua nanti akan seluruh proses perizinan layanan publik di Kementerian Hukum itu akan dilakukan secara online,” ujar Supratman dalam keterangannya usai diterima.

Selain digitalisasi layanan, Supratman melaporkan perkembangan pembentukan Posbankum yang saat ini telah mencapai sekitar 83.960 pos di seluruh desa dan kelurahan di Indonesia. Keberadaan Posbankum tersebut telah menjadi salah satu sarana bagi masyarakat untuk memperoleh akses terhadap penyelesaian permasalahan hukum di tingkat awal.

“Saya sampaikan kepada Bapak Presiden dari 83.000 sekian posbankum yang sudah terbentuk, jumlah aduan yang masuk itu 16.000 kasus, kurang lebih 16.000 kasus, yang bisa diselesaikan secara mediasi itu 14.000,” imbuh Supratman.

Selain itu, Supratman menyebut bahwa penyelesaian tersebut turut menerapkan pendekatan keadilan restoratif sehingga perkara yang berpotensi berlanjut ke proses peradilan dapat diselesaikan melalui mekanisme penyelesaian di tingkat masyarakat.

“14.000 kasus yang tadinya ini kasus seharusnya berlanjut sampai ke proses tingkat peradilan. Tapi Alhamdulillah dengan keberadaan posbankum itu bisa kita selesaikan lewat pendekatan restorative justice dan kira-kira kalau ini seandainya terus ke pengadilan maka dengan restorative justice ini negara bisa menghemat 1,2 triliun dari penyelesaian kasus, 14.000 kasus yang kita selesaikan lewat mekanisme mediasi,” kata Supratman.

Sementara itu, Supratman mengatakan sekitar 2.000 kasus lainnya akan diteruskan melalui proses bantuan hukum secara gratis. Supratman menyebut pemerintah akan terus memastikan masyarakat yang membutuhkan pendampingan memperoleh akses terhadap bantuan hukum tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, Supratman juga menyampaikan arahan Presiden Prabowo agar seluruh kementerian dan lembaga pemerintah terus melakukan pembenahan dan menjaga tata kelola pemerintahan yang bersih.

“Tetapi tadi saya mendapat petunjuk dari Bapak Presiden intinya Presiden menginginkan seluruh Kementerian Lembaga, termasuk hari ini kami bersama-sama dengan Mendiktisaintek kemudian Kepala BRIN dan juga Kepala BNN, inti pesan Bapak Presiden yang pertama adalah pemerintahan yang kami pimpin semua dalam bentuk Kementerian dan Lembaga itu semua harus bersih-bersih,” pungkas Supratman. (Dinda)
Share:

SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh

SPMB Angkatan Ketiga SMA KTB Dibuka, 180 Siswa Dapat Beasiswa Penuh. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Wakapolri) Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo mengajak putra-putri terbaik Indonesia mengikuti Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Angkatan Ketiga SMA Kemala Taruna Bhayangkara (SMA KTB) Tahun Ajaran 2027/2028.

Pendaftaran dibuka pada 28 September hingga 28 Oktober 2026 dengan daya tampung 180 siswa. Siswa Indonesia yang diterima akan memperoleh beasiswa penuh selama tiga tahun, termasuk akomodasi, makanan, dan seragam.

“Apabila memiliki putra-putri yang memenuhi syarat dan berminat menempuh pendidikan di SMA KTB, saya persilakan untuk mendaftarkan putra-putrinya. Berikan kesempatan kepada mereka untuk mengikuti proses seleksi dan tunjukkan kemampuan terbaik,” ujar Dedi saat peluncuran SPMB di Mabes Polri, Jakarta, Senin (28/9/2026).

SMA KTB menyediakan kursi melalui jalur reguler dan undangan, termasuk bagi siswa berprestasi olahraga melalui O2SN. Seleksi dilakukan secara terbuka dan setara dengan sistem blind admission.

Dedi menegaskan biaya tidak boleh menjadi penghalang bagi calon siswa. “Jangan sampai ada putra-putri terbaik Indonesia yang mengurungkan niat untuk mendaftar hanya karena persoalan biaya,” tegasnya.

Antusiasme terhadap SMA KTB meningkat. Pada angkatan pertama terdapat 11.765 pendaftar, dengan 120 siswa diterima. Jumlah itu naik menjadi 17.291 pendaftar pada angkatan kedua, dengan 180 siswa diterima.

“Jumlah pendaftar ini bertambah hampir 52 persen, lebih dari 6.000 orang, hanya dalam waktu satu periode penerimaan,” kata Dedi.

SMA KTB memadukan Kurikulum Nasional dan International Baccalaureate (IB) serta telah berstatus IB World School. Siswa kelas X mengikuti kurikulum nasional sekaligus dipersiapkan menuju pembelajaran internasional, sedangkan kelas XI dan XII diproyeksikan mengikuti IB Diploma Programme.

“Perpaduan kurikulum nasional dan internasional ini diharapkan mampu membentuk generasi yang tidak hanya berakar kuat pada identitas bangsa, tetapi juga memiliki kompetensi dan wawasan global,” ujar Dedi.

Sekretaris Eksekutif Lembaga Pendidikan SMA KTB, Dirgayuza Setiawan, menargetkan jumlah pendaftar tahun ini kembali melampaui 17 ribu peserta.

“Target kami tahun ini lebih dari 17 ribu pendaftar. Dengan demikian, kita bisa mendapatkan putra-putri yang memang terbaik di seluruh Indonesia untuk mengikuti pendidikan selama tiga tahun di SMA KTB,” katanya.

Dirgayuza menyebut sosialisasi SPMB sebelumnya telah menjangkau lebih dari 3.000 SMP di seluruh Indonesia melalui jajaran Polri di daerah.

Selain pendidikan akademik, SMA KTB memberikan pembinaan melalui 12 nilai karakter kebhayangkaraan serta pengembangan olahraga, seni, dan kegiatan nonakademik untuk membentuk siswa berintegritas, berjiwa pemimpin, dan mampu bersaing secara global. (Evi)
Share:

Kapolri Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Perekat Persatuan

Kapolri Ajak Mahasiswa Jadi Agen Perubahan dan Perekat Persatuan. (Dok. Divisi Humas Polri)

Medan, WaraWiri.net - Kapolri Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si., mengajak mahasiswa untuk mengambil peran sebagai agen perubahan sekaligus menjadi pelopor dalam menjaga keamanan dan ketertiban serta memperkuat persatuan di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat memberikan kuliah umum dalam kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Tahun 2026 di Medan, Sumatera Utara.

Menurut Kapolri, mahasiswa memiliki posisi strategis untuk menghadirkan perubahan positif. Dengan ilmu dan kemampuan yang dimiliki, mahasiswa diharapkan tidak hanya berkontribusi di lingkungan kampus, tetapi juga mengambil peran nyata di tengah masyarakat.

“Menjadi agen perubahan, menginisiasi dan mengajak masyarakat melakukan perubahan positif serta berpartisipasi dalam pembangunan,” ujar Kapolri.

Kapolri mengatakan, kontribusi tersebut dapat diwujudkan sesuai bidang keilmuan masing-masing, mulai dari mendukung ketahanan pangan dan energi, transformasi digital, pemberdayaan ekonomi, hingga pelestarian lingkungan.

Di sisi lain, Kapolri mengingatkan bahwa generasi muda juga memiliki peran penting dalam menjaga ruang sosial tetap kondusif. Mahasiswa diharapkan menjadi pelopor kamtibmas dan perekat persatuan dengan menjaga kerukunan serta ikut menangkal hoaks dan provokasi.

Peran tersebut semakin penting di tengah pesatnya perkembangan teknologi dan media sosial. Tingginya penggunaan ruang digital harus diikuti kemampuan berpikir kritis agar generasi muda tidak mudah terpengaruh informasi yang dapat memicu perpecahan.

Karena itu, Kapolri mendorong mahasiswa untuk membangun budaya akademik yang sehat, menjaga integritas, menghargai perbedaan, dan memperkuat kolaborasi.

“Menjaga kerukunan, menangkal hoaks dan provokasi, serta mengajak masyarakat menjauhi narkoba, kekerasan, intoleransi, dan tindakan anarkis,” pesan Kapolri. (Evi)
Share:

Prajurit "Hiu Petarung" Ukir Prestasi Gemilang Pada Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI 2026

Prajurit "Hiu Petarung" Ukir Prestasi Gemilang Pada Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI 2026. (Dok. Puspen TNI)

Surabaya, WaraWiri.net - Prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir (Hiu Petarung) Korps Marinir, TNI AL kembali mengukir prestasi membanggakan di bidang olahraga beladiri tingkat Nasional dengan merebut medali pada Kejuaraan Taekwondo Piala Panglima TNI Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Olahraga (GOR) Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Surabaya, Jawa Timur. Senin (28/09/2026).

Dalam kejuaraan yang berlangsung sengit dan diikuti oleh ratusan atlet terbaik dari instansi militer, kepolisian, serta instansi umum tersebut prajurit Yonif 3 Marinir Prada Marinir Brian Jors Walker berhasil meraih Juara 1 (Medali Emas) dengan kategori Kyorugi Kelas Semi Prestasi Under 63 Kg dan Serda Marinir Tegar Pambudi berhasil meraih Juara 3 (Medali Perunggu) kategori Kyorugi Kelas Semi Prestasi Under 68 Kg.

Komandan Batalyon Infanteri 3 Marinir Letkol Marinir Edy Sumita, S.Hub.Int menyampaikan rasa bangga dan apresiasi setinggi-tingginya atas perjuangan pantang menyerah yang ditunjukkan oleh para prajurit.

"Capaian ini merupakan buah dari pembinaan kedisiplinan dan latihan terstruktur yang dilaksanakan secara intensif di lingkungan satuan," tegas Danyonif 3 Marinir.

Letkol Marinir Edy Sumita, S.Hub.Int juga berharap, raihan medali ini tidak hanya mengharumkan nama besar Korps Marinir TNI AL, tetapi juga dapat menjadi pemantik semangat dan inspirasi bagi seluruh prajurit Batalyon Infanteri 3 Marinir (Hiu Petarung) untuk terus mengukir prestasi dan memberikan yang terbaik bagi bangsa dan negara. (Dimas)
Share:

TNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kilogram Sabu di Perbatasan RI-Malaysia

TNI Gagalkan Penyelundupan 16,4 Kilogram Sabu di Perbatasan RI-Malaysia. (Dok. Puspen TNI)

Pontianak, WaraWiri.net - TNI melalui Satgas Pamtas RI-Malaysia, Yonarmed 19/Bogani berhasil menggagalkan dua upaya penyelundupan sabu di perbatasan Indonesia-Malaysia, Kalimantan Barat. Dari dua pengungkapan tersebut, TNI mengamankan sabu dengan total berat lebih dari 16,4 kilogram yang diserahkan kepada BNNP Kalimantan Barat di Aula Mapomdam XII/Tpr, Kota Pontianak, Senin (28/9/2026).

Penyerahan dilakukan secara simbolis oleh Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi, S.I.P., M.A.P., M.Han., mewakili Pangdam XII/Tpr kepada Kepala BNNP Kalbar Brigjen Pol Totok Lisdiarto, S.I.K., S.H., M.H.

"Pada kesempatan ini, saya mewakili Pangdam XII/Tpr menyampaikan rilis resmi terkait keberhasilan Satgas Pamtas RI-Malaysia di wilayah Kalbar dalam menggagalkan upaya penyelundupan Narkoba di dua kejadian berbeda," ujar Danrem 121/Abw Brigjen TNI Purnomosidi.

Pengungkapan pertama terjadi Senin (21/9/2026) di Desa Jagoi Babang, Kabupaten Bengkayang, dengan barang bukti sabu 1,93 kilogram melalui jalur tikus. Selanjutnya, Sabtu (26/9/2026), Satgas Pamtas Yonarmed 19/Bogani bersama Satgas Intelijen mengamankan 13 paket sabu seberat 14,472 kilogram di Desa Entumun, Kecamatan Sekayam, Kabupaten Sanggau.

Di tempat terpisah, Kapuspen TNI Mayjen TNI Muhammad Nas menyampaikan apresiasi atas keberhasilan prajurit menggagalkan penyelundupan narkotika di wilayah perbatasan. 

"Keberhasilan ini menunjukkan kesiapsiagaan dan komitmen prajurit TNI dalam menjaga wilayah perbatasan sekaligus mencegah masuknya narkotika ke Indonesia. Sinergi dengan seluruh instansi terkait akan terus diperkuat untuk memberantas penyelundupan narkotika lintas negara," ujarnya. (Dimas)
Share:

Bupati Bogor Finalisasi Perubahan APBD 2026, Pastikan Program Prioritas Tuntas dan Anggaran Tepat Sasaran Untuk Masyarakat

Bupati Bogor Finalisasi Perubahan APBD 2026, Pastikan Program Prioritas Tuntas dan Anggaran Tepat Sasaran Untuk Masyarakat. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Memasuki penghujung tahun anggaran 2026, Bupati Bogor Rudy Susmanto meminta seluruh perangkat daerah (OPD) memperkuat kinerja dan bergerak lebih cepat menuntaskan program prioritas yang telah direncanakan.

Penegasan itu disampaikan saat finalisasi penyelarasan materi Rancangan Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 di Ruang Soekarno-Hatta, Pendopo Bupati Bogor, Senin (28/9/2026).

Rudy Susmanto menegaskan, perubahan APBD bukan sekadar penyesuaian anggaran, tetapi menjadi momentum untuk memastikan setiap rupiah anggaran benar-benar diarahkan pada kebutuhan prioritas dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Yang wajib kita tuntaskan, kita tuntaskan. Yang sudah berjalan dan terlaksana kita evaluasi. Jangan sampai ada program yang tidak memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat,” tegas Rudy.

Ia meminta seluruh OPD tidak kehilangan fokus di sisa waktu 2026. Program yang menjadi kewajiban pemerintah daerah harus segera diselesaikan, sementara pelaksanaan program lainnya terus dievaluasi agar anggaran tetap efektif, tepat sasaran, dan berdampak langsung bagi masyarakat.

“2026 akan segera berakhir. Karena itu, seluruh perangkat daerah harus fokus, bergerak cepat, dan memastikan setiap rencana dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab,” ujarnya.

Ia juga menekankan agar percepatan pembangunan tidak hanya berpusat pada wilayah tertentu, tetapi harus dirasakan secara merata oleh masyarakat di seluruh Kabupaten Bogor yang tersebar di 40 kecamatan.

“Pembangunan harus hadir merata di seluruh wilayah Kabupaten Bogor. Kita jaga keuangan daerah tetap sehat, pengelolaannya tepat sasaran, dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tukasnya.

Finalisasi penyelarasan materi Rancangan Perubahan APBD 2026 menjadi bagian penting dalam memastikan arah kebijakan anggaran tetap sejalan dengan prioritas pembangunan daerah sekaligus memperkuat efektivitas pelaksanaan program hingga akhir tahun anggaran. (Dimas)
Share:

Bupati Rudy Susmanto Resmikan Padel Hall Pakansari, Tambah Pilihan Sarana Olahraga Masyarakat

Bupati Rudy Susmanto Resmikan Padel Hall Pakansari, Tambah Pilihan Sarana Olahraga Masyarakat. (Dok. Istimewa)

Bogor, WaraWiri.net - Bupati Bogor Rudy Susmanto meresmikan Grand Launching Padel Hall di Kawasan Gelora Pakansari, Kabupaten Bogor, Minggu (27/9/2026).

Kehadiran fasilitas olahraga tersebut menambah pilihan sarana olahraga sekaligus membuka ruang baru bagi masyarakat untuk menerapkan gaya hidup sehat.

Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pembangunan dan kehadiran sarana olahraga menjadi bagian penting dalam mendorong masyarakat agar semakin aktif berolahraga.

Selain mendukung kesehatan, fasilitas olahraga juga dapat menjadi ruang untuk mengembangkan potensi dan prestasi olahraga di Kabupaten Bogor.

“Alhamdulillah, hadirnya sarana olahraga ini menambah pilihan fasilitas olahraga bagi masyarakat Kabupaten Bogor sekaligus menjadi ruang untuk membangun gaya hidup sehat dan mengembangkan potensi olahraga,” ujar Rudy.

Menurutnya, kawasan Gelora Pakansari terus diarahkan menjadi salah satu pusat aktivitas olahraga yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Kehadiran Padel Hall diharapkan turut memperluas minat masyarakat terhadap olahraga padel yang kini semakin berkembang.

“Selamat dan sukses atas hadirnya Padel Hall Pakansari. Semoga semakin banyak masyarakat yang aktif berolahraga,” ungkapnya.

Rudy berharap fasilitas tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari upaya bersama membangun masyarakat Kabupaten Bogor yang sehat, aktif, dan produktif. (Dimas)
Share:

Pemkot Surabaya Tingkatkan Pelatihan Komunikasi Humanis untuk Satpol PP

Pemkot Surabaya Tingkatkan Pelatihan Komunikasi Humanis untuk Satpol PP. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan dan penertiban di lapangan. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menegaskan pentingnya pendekatan yang lebih humanis dalam setiap tindakan petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) saat berinteraksi dengan masyarakat.

Langkah ini diambil untuk mengantisipasi berbagai dinamika yang terjadi lapangan, mulai dari penertiban eksploitasi hewan, donasi ilegal, hingga evaluasi kesalahpahaman saat bertugas.

Wali Kota Eri menekankan bahwa penindakan di lapangan harus sesuai prosedur dan tetap mengedepankan aspek kemanusiaan. “Saya selalu menyampaikan ke semua petugas Satpol PP untuk mengedepankan aspek humanis ketika sedang melakukan penertiban atau bertanya pada masyarakat,” kata Wali Kota Eri, Senin (28/9/2026).

Selain penertiban di jalanan, Wali Kota Eri juga memberikan klarifikasi mengenai insiden viral petugas Satpol PP yang diduga menghentikan laju ambulans. Berdasarkan pemeriksaan internal oleh Kasatpol PP, petugas di lapangan bertindak atas dasar kehati-hatian karena melihat kondisi spion ambulans yang tertutup saat sirine berbunyi.

"Petugas ingin memastikan apakah ambulans tersebut benar-benar membawa pasien. Setelah mengetahui ada pasien di dalamnya, ambulans langsung dipersilakan melanjutkan perjalanan," jelasnya.

Meski demikian, Wali Kota Eri tidak menampik kemungkinan adanya kekeliruan dalam penggunaan gaya bahasa dan cara berkomunikasi petugas di lapangan sehingga memicu salah paham.

"Sikap kehati-hatian itu penting, tetapi cara bertanyanya harus diperbaiki. Jangan sampai kalimat yang digunakan menimbulkan persepsi atau ketegangan yang tidak perlu. Kalimat bertanya yang benar dan sopan itulah yang harus diajarkan," tegas Wali Kota Eri.

Untuk mencegah kejadian serupa terulang, Pemkot Surabaya melalui Satpol PP akan mengintensifkan pelatihan cara berkomunikasi yang efektif dan humanis bagi seluruh personel.

Menurut Wali Kota Eri, pendekatan persuasif tanpa kekerasan jauh lebih efektif dalam menegakkan aturan dan menjaga ketertiban kota. “Sekarang masyarakat bisa lihat sendiri, Satpol PP saat bertugas, bahkan saat menertibkan, komunikasinya jauh lebih humanis. Kami ajarkan bagaimana menegakkan aturan dan mengedukasi fungsi regulasi tanpa harus menggunakan kekerasan. Penertiban secara humanis itu jauh lebih baik," pungkasnya. (Slamet)
Share:

Wali Kota Makassar Sampaikan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026

Wali Kota Makassar Sampaikan Jawaban Pemandangan Umum Fraksi DPRD soal Perubahan APBD 2026. (Dok. Pemkot Makassar)

Makassar, WaraWiri.net - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menyampaikan jawaban dan tanggapan Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Kota Makassar terhadap Rancangan Peraturan Daerah tentang Perubahan APBD Tahun Anggaran 2026.

Jawaban tersebut disampaikan dalam Rapat Paripurna Ketujuh Masa Persidangan Pertama Tahun Sidang 2026/2027 di Aula Sipakatau, Balai Kota Makassar, Senin (28/9/2026).

Munafri menyampaikan apresiasi atas berbagai pandangan, masukan, dan catatan yang disampaikan fraksi-fraksi DPRD. Menurutnya, seluruh masukan tersebut menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran Pemerintah Kota Makassar.

“Jawaban Pemerintah Kota kami sampaikan berdasarkan struktur APBD dengan mengaitkan substansi pandangan fraksi-fraksi yang saling bersesuaian,” kata Munafri.

Ia menjelaskan, Perubahan APBD 2026 dilakukan dengan melihat perkembangan kondisi fiskal daerah, realisasi pendapatan dan belanja, serta kebutuhan masyarakat. Penyesuaian anggaran dilakukan agar program yang dijalankan tetap sesuai dengan kemampuan keuangan daerah dan target pembangunan.

Di sisi pendapatan, Munafri menegaskan Pemkot Makassar terus mendorong penguatan kapasitas fiskal daerah. Optimalisasi potensi pendapatan dilakukan melalui penguatan pengelolaan pajak dan retribusi, pemanfaatan teknologi, serta peningkatan kepatuhan masyarakat dan pelaku usaha.

Sementara dari sisi belanja, Munafri memastikan anggaran tetap diarahkan untuk mendukung pelayanan publik dan program prioritas yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Setiap program harus memiliki keterkaitan yang jelas antara alokasi anggaran, target kinerja, lokasi pelaksanaan, dan penerima manfaat,” ujarnya.

Munafri menekankan perubahan anggaran bukan berarti mengurangi pelayanan kepada masyarakat. Ia mengakatakan perubahan ini menjadi penajaman program pemerintah, melihat kesiapan pelaksanaan, serta memastikan anggaran digunakan pada kegiatan yang memiliki dampak nyata.

“Efisiensi belanja tidak dilakukan dengan mengurangi pelayanan masyarakat tanpa kajian yang matang, tetapi melalui pengendalian belanja umum, penajaman kegiatan, dan pemilihan kegiatan yang memiliki kesiapan dan dampak langsung,” jelasnya.

Ia juga meminta agar pelaksanaan program dan anggaran terus dikawal bersama sehingga tidak terjadi penumpukan kegiatan di penghujung tahun. Pemerintah Kota Makassar, katanya, akan memperkuat pemantauan terhadap pelaksanaan kegiatan dan realisasi anggaran.

Munafri menegaskan, pembahasan perubahan APBD merupakan proses bersama antara pemerintah daerah dan DPRD. Karena itu, sinergi kedua lembaga diperlukan agar kebijakan anggaran yang disepakati benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat.

“Keberhasilan anggaran bukan diukur dari besarnya angka, tapi dari manfaat yang dirasakan masyarakat,” tegasnya.

Ia berharap pembahasan Perubahan APBD 2026 dapat berjalan lancar dan segera dirampungkan sehingga program pembangunan dan pelayanan masyarakat dapat terus berjalan secara optimal.

Sementara itu, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham, menegaskan pentingnya pembahasan perubahan APBD 2026 dilakukan secara terbuka, terukur, dan berorientasi pada kepentingan masyarakat.

Menurutnya, Pembahasan perubahan APBD Tahun Anggaran 2026 merupakan bagian penting dalam memastikan program dan kegiatan Pemerintah Kota Makassar dapat berjalan secara efektif dan tepat sasaran.

“Karena itu, kami terus membangun sinergi dengan DPRD Kota Makassar agar setiap kebijakan anggaran benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta mendukung pencapaian prioritas pembangunan Kota Makassar,” tambahnya.

“Proses perubahan anggaran harus dilaksanakan secara transparan, akuntabel, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Masukan dan pandangan dari seluruh fraksi menjadi bagian penting dalam penyempurnaan kebijakan anggaran untuk kepentingan masyarakat Kota Makassar,” tambahnya. (Burhan)
Share:

Wamenkeu Juda Agung Tekankan Penguatan Ketahanan Fiskal dan Sektor Keuangan Hadapi Risiko Global

Wamenkeu Juda Agung Tekankan Penguatan Ketahanan Fiskal dan Sektor Keuangan Hadapi Risiko Global. (Dok. Kemenkeu)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat ketahanan fiskal dan sektor keuangan agar perekonomian Indonesia tidak hanya mampu menghadapi berbagai guncangan global, tetapi juga tetap menjaga momentum pertumbuhan. Penguatan tersebut menjadi semakin penting di tengah meningkatnya risiko geopolitik, disrupsi teknologi, fragmentasi keuangan, hingga kompleksitas rantai pasok global. Wakil Menteri Keuangan (Wamenkeu) Juda Agung menyampaikan hal tersebut saat memberikan keynote speech pada Central Banking Service Festival (CB Fest) 2026 di Jakarta, Senin (28/9).

Mengusung tema “Strengthening Financial Services Resilience Amid Escalating Geopolitical Risk to Support Economic Growth”, forum ini mempertemukan bank sentral, pembuat kebijakan, lembaga keuangan, akademisi, dan mitra strategis untuk membahas penguatan ketahanan sektor keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi.

Wamenkeu menjelaskan, berbagai risiko global saat ini semakin saling terhubung. Ketegangan geopolitik, misalnya, dapat mengganggu pasokan minyak dan mendorong kenaikan harga energi yang kemudian berdampak pada inflasi, suku bunga global, arus modal, nilai tukar, biaya pembiayaan, hingga pertumbuhan ekonomi. 

Karena itu, tantangannya bukan lagi sekadar menjaga stabilitas ketika terjadi ketidakpastian, melainkan membangun kapasitas institusi untuk menyerap guncangan, beradaptasi, dan tetap menjalankan fungsi perekonomian. Dalam menghadapi kondisi tersebut, kebijakan fiskal perlu tetap berfungsi sebagai shock absorber sekaligus menjaga momentum pertumbuhan. APBN harus mampu melindungi masyarakat, mendukung aktivitas produktif, dan merespons risiko yang muncul dengan tetap menjaga disiplin, kredibilitas, dan keberlanjutan fiskal.

“Strategi fiskal harus tetap adaptif, prudent, dan berorientasi pada pertumbuhan; melindungi perekonomian saat ini sekaligus menjaga keberlanjutan fiskal di masa depan.” ujar Wamenkeu.

Di sisi lain, ketahanan sektor keuangan menjadi fondasi penting bagi pertumbuhan ekonomi. Sistem keuangan perlu tetap stabil dan efisien, sekaligus semakin dalam dan inklusif agar mampu menyediakan sumber pembiayaan yang beragam serta mengarahkan modal kepada kegiatan produktif. Peran perbankan juga perlu berkembang dari sekadar menyalurkan kredit menjadi bagian dari upaya meningkatkan produktivitas, mendukung UMKM, inovasi, penciptaan lapangan kerja, dan daya saing.

Transformasi digital dan kecerdasan artifisial juga perlu diiringi dengan tata kelola dan manajemen risiko yang kuat. Menurut Wamenkeu, efisiensi tidak selalu berarti ketahanan, sehingga sistem keuangan tetap membutuhkan buffers, saluran alternatif, dan pengaturan kontingensi untuk memastikan keberlangsungan layanan serta menjaga kepercayaan terhadap sistem keuangan.

Untuk memperkuat ketahanan tersebut, koordinasi antara kebijakan fiskal, moneter, makro prudensial, dan regulasi sektor keuangan menjadi semakin penting. Wamenkeu menyebut Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sebagai salah satu kerangka kelembagaan yang berperan dalam memantau dan menjaga stabilitas sistem keuangan serta mengoordinasikan respons terhadap berbagai risiko yang muncul.

“Ketahanan bukan berarti tidak adanya guncangan. Ketahanan adalah kemampuan kita untuk menyerap guncangan, beradaptasi terhadap perubahan, dan terus bergerak maju tanpa kehilangan kredibilitas dan kepercayaan publik.” Tegas Wamenkeu.

Dalam konteks tersebut, Wamenkeu menilai CB Fest 2026 relevan sebagai ruang untuk memperkuat dialog, pertukaran pengalaman, dan kerja sama antar pemangku kepentingan. Forum ini membahas sejumlah isu, antara lain risiko ekonomi dan geopolitik global, kecerdasan artifisial dan layanan keuangan, masa depan pelaporan keuangan, pengelolaan cadangan emas, serta ketahanan operasional.

Bagi Kementerian Keuangan, penguatan ketahanan dilakukan melalui upaya menjaga kesehatan keuangan negara, memastikan kebijakan fiskal tetap mendukung pertumbuhan dan kesejahteraan masyarakat, memperkuat koordinasi dengan Bank Indonesia dan otoritas sektor keuangan lainnya, serta memperdalam kerja sama dengan mitra internasional. (Rizal)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING