Wujud Syukur dan Penguatan Semangat Pengabdian, Korbrimob Polri Gelar Syukuran Kenaikan Pangkat

Wujud Syukur dan Penguatan Semangat Pengabdian, Korbrimob Polri Gelar Syukuran Kenaikan Pangkat. (Dok. Divisi Humas Polri)

Depok, WaraWiri.net - Dalam rangka memperkuat nilai-nilai kebersamaan dan rasa syukur atas kepercayaan yang diberikan institusi, Rorenminops Korps Brimob Polri menggelar Syukuran Kenaikan Pangkat Anggota Polri dan ASN Tahun 2026, yang diselenggarakan di Gedung Gineung Pratidina, Mako Korbrimob Polri, Kelapadua, Depok, Jawa Barat. Kamis (2/7/2026).

Kegiatan ini dipimpin oleh Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, dihadiri oleh Danpas Brimob ll Korbrimob Polri Brigjen. Pol Heru Novianto, Teknisi KBRN Utama Tk. ll Korbrimob Polri Brigjen Pol. Christiyanto Goetomo, Teknisi Jibom Utama Tk. ll Korbrimob Brigjen Pol. Djadjuli, serta para Pamen, Pama, dan anggota Jajaran Rorenminops yang terlibat.

Acara diawali dengan pembukaan dan doa bersama, kemudian dilanjutkan sambutan perwakilan personel yang menerima kenaikan pangkat, Brigjen Pol. Heru Novianto.

Dalam sambutannya, Brigjen Pol. Heru Novianto menyampaikan rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa serta apresiasi kepada pimpinan dan keluarga yang senantiasa memberikan dukungan. Beliau menegaskan bahwa kenaikan pangkat merupakan amanah sekaligus tanggung jawab yang harus dijalankan dengan dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme.

Menurutnya, setiap personel dituntut untuk terus meningkatkan kompetensi, menjaga integritas, serta memberikan pengabdian terbaik demi kemajuan Korps Brimob Polri dan pelayanan kepada masyarakat.

Kemudian dilanjutkan dengan arahan Karorenminops Korbrimob Polri Brigjen Pol. Yuri Karsono, dalam arahannya menekankan bahwa kenaikan pangkat bukanlah tujuan akhir, melainkan awal dari tanggung jawab yang lebih besar.

Beliau mengajak seluruh personel untuk menjadikan momentum ini sebagai motivasi dalam meningkatkan disiplin, etos kerja, dan kualitas kinerja, sehingga mampu menjawab setiap tantangan tugas dengan profesional, adaptif, dan berintegritas.

Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan ramah tamah dan pembagian doorprize yang berlangsung penuh keakraban. Suasana kebersamaan tersebut menjadi simbol kuatnya kekeluargaan di lingkungan Rorenminops Korbrimob Polri.

Melalui kegiatan syukuran ini, diharapkan seluruh personel yang memperoleh kenaikan pangkat semakin termotivasi untuk terus memberikan pengabdian terbaik, menjaga nama baik institusi, serta mengimplementasikan nilai-nilai Setia, Berani, dan Ikhlas dalam setiap pelaksanaan tugas. (Zidan)
Share:

Pastikan Kesiapan Operasional, Kakorsabhara Baharkam Polri Cek Langsung Senjata dan Kendaraan Dinas

Pastikan Kesiapan Operasional, Kakorsabhara Baharkam Polri Cek Langsung Senjata dan Kendaraan Dinas. (Dok. Divisi Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Pucuk pimpinan Korps Sabhara (Korsabhara) Baharkam Polri, Irjen Pol. M. Nazly Harahap, S.I.K., M.M., turun langsung memantau kesiapan jajarannya. Beliau memimpin inspeksi dan pengecekan fisik terhadap jajaran senjata inventaris serta kendaraan dinas operasional aparat kepolisian.

Kegiatan inspeksi yang sangat strategis tersebut dipusatkan di Markas Komando (Mako) Korsabhara Baharkam Polri, Jakarta. Rangkaian pengecekan ini dilaksanakan pada hari Kamis (02/07/2026), dan dimulai tepat pada pukul 10.45 WIB.

Langkah pengawasan melekat ini memiliki tujuan yang sangat jelas dan terukur. Institusi ingin memastikan bahwa seluruh sarana dan prasarana pendukung operasional personel senantiasa berada dalam kondisi prima, lengkap, dan berstatus layak pakai.

Kesiapan fasilitas negara tersebut dinilai sangat krusial oleh jajaran pimpinan. Kendaraan dan persenjataan yang terawat dengan baik akan menjadi modal utama dalam mendukung kelancaran serta keberhasilan pelaksanaan tugas anggota kepolisian di lapangan.

Dalam proses inspeksinya, Kakorsabhara turut didampingi oleh jajaran perwira tinggi dan menengah kepolisian. Tampak hadir mendampingi beliau, Direktur Samapta Korsabhara Baharkam Polri, Brigjen Pol. Dr. Mokhamad Ngajib, S.I.K., M.H.

Selain itu, jajaran Pejabat Utama (PJU) Korsabhara Baharkam Polri juga terlihat mengikuti jalannya pengecekan. Turut hadir pula Kepala Detasemen (Kaden) Perintis beserta jajaran Kepala Sub Detasemen (Kasubden) Perintis di lokasi kegiatan.

Di sela-sela pengecekan, Irjen Pol. M. Nazly Harahap menegaskan bahwa pemeliharaan aset adalah sebuah kewajiban mutlak. Kegiatan pengawasan ini merupakan wujud nyata pertanggungjawaban institusi terhadap fasilitas yang dibeli menggunakan uang negara.

“Pengecekan ini bukan sekadar rutinitas, tetapi bentuk tanggung jawab kita dalam menjaga dan merawat kendaraan dinas maupun senjata inventaris agar selalu siap digunakan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Irjen Pol. M. Nazly Harahap kepada seluruh jajarannya.

Dari hasil pemeriksaan intensif yang dilakukan pada hari itu, didapati kesimpulan yang sangat memuaskan. Seluruh unit kendaraan roda dua maupun roda empat, beserta persenjataan inventaris, dinyatakan dalam kondisi yang sangat baik dan siap operasional.

Menurut Kakorsabhara, kesiapan sarana fisik merupakan pilar penting pendukung keberhasilan Polri. Evaluasi dan pengecekan ketat ini sekaligus menjadi bukti implementasi komitmen Korsabhara Baharkam Polri dalam mewujudkan moto kebanggaan kesatuan, yakni SIAP, SOLID, dan BERHASIL. (Ros)
Share:

KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan

KKP Bangun Kolaborasi Nasional Percepat Program Prioritas untuk Ketahanan Pangan. (Dok. KKP)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengajak seluruh kementerian/lembaga, pemerintah daerah, dunia usaha, akademisi, hingga masyarakat untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) sektor kelautan dan perikanan.

Ajakan tersebut disampaikan Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) bertema "Akselerasi PKPN Sektor KP Mendukung Swasembada Pangan" yang digelar di Ballroom Gedung Mina Bahari (GMB) III, Jakarta, Kamis (2/7).

"Forum ini memiliki arti penting dan strategis sebagai ruang konsolidasi nasional untuk menyatukan arah, memperkuat koordinasi, serta memastikan pelaksanaan kegiatan prioritas KKP tahun 2026 berjalan lebih cepat, tepat sasaran, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," kata Menteri Trenggono.

Menteri Trenggono menjelaskan, pembangunan sektor kelautan dan perikanan memiliki peran strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional sekaligus implementasi Asta Cita Presiden, khususnya dalam memperkuat kedaulatan pangan melalui penyediaan protein ikan dan garam, mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan, menurunkan angka kemiskinan, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.

Dalam mendukung target swasembada pangan nasional, KKP mengonsolidasikan enam Program Kerja Prioritas Nasional yang menjadi tanggung jawab kementerian, yaitu Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) melalui pembangunan 5.000 lokasi hingga 2029 sebagai pusat pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Kemudian Budidaya Ikan Darat Tematik melalui pengembangan 40.000 titik budidaya di 500 kabupaten/kota untuk mendukung penyediaan protein nasional.

Lalu program Swasembada Garam Nasional melalui pembangunan hingga 2.000 hektare tambak garam guna mengurangi ketergantungan impor. Disusul program Revitalisasi Tambak Pantura Jawa seluas sekitar 14.000 hektare untuk mendukung swasembada protein sekaligus rehabilitasi kawasan pesisir.

Selanjutnya pembangunan Kawasan Tambak Udang Terintegrasi di Waingapu seluas 2.000 hektare sebagai kawasan budidaya udang modern yang ramah lingkungan, serta program Modernisasi Kapal Perikanan untuk meningkatkan produktivitas, daya saing nelayan, dan mendukung kebijakan penangkapan ikan terukur.

Dalam implementasinya, sambung Menteri Trenggono, Program Kerja Prioritas Nasional sektor kelautan dan perikanan, dilaksanakan dengan pendekatan bottom-up, yaitu melalui pelibatan aktif masyarakat, pemerintah daerah, serta para pemangku kepentingan sejak tahap perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program. Pendekatan ini memastikan bahwa program yang dijalankan menjawab kebutuhan dan potensi lokal, memperkuat rasa memiliki (ownership) masyarakat, serta meningkatkan efektivitas dan keberlanjutan pembangunan di wilayah pesisir.

"Seluruh program yang telah direncanakan harus kita kawal bersama hingga tahap implementasi agar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi daerah, penguatan ketahanan pangan, penciptaan lapangan kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat," pungkasnya.

Sebagai bentuk penguatan sinergi antarkementerian dan pemerintah daerah, Rakornas turut menghadirkan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto, Wakil Menteri Dalam Negeri Komjen Pol. (Purn.) Drs. Akhmad Wiyagus, serta Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, Yandri Susanto.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman antara KKP dan PLN, Gubernur NTB, serta Aspeksindo, serta penandatangan dokumen Perjanjian Kerja Sama antara KKP dengan Baharkam Polri, PT Garam, dan Pertamina Patra Niaga. Kolaborasi ini sebagai landasan penguatan koordinasi dalam pelaksanaan Program Kerja Prioritas Nasional di sekot kelautan perikanan.

"Swasembada adalah kedaulatan, dan kedaulatan adalah kehormatan bangsa. Karena itu pemerintah harus berpihak kepada petani, nelayan, dan peternak. Selama ini kita terlalu bergantung pada impor berbagai komoditas pangan. Ke depan, kita ingin mengubah paradigma tersebut melalui pemberdayaan pelaku utama pangan agar mereka semakin produktif, sejahtera, dan memiliki daya saing," ujar Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan.

Zulkifli Hasan menilai pelaksanaan enam program kerja prioritas nasional sektor kelautan perikanan akan meningkatkan posisi tawar nelayan sekaligus memperkuat rantai pasok pangan nasional.

"Kalau program ini dijalankan secara konsisten dan didukung pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan, saya optimistis Indonesia tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan protein dalam negeri, tetapi juga menjadi kekuatan baru sebagai eksportir produk perikanan dunia," katanya.

Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menegaskan komitmen DPR RI untuk terus mendukung berbagai program prioritas Kementerian Kelautan dan Perikanan, terutama yang berdampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan nelayan dan masyarakat pesisir. Menurutnya, Komisi IV akan memastikan dukungan melalui fungsi penganggaran, legislasi, maupun pengawasan agar seluruh program strategis KKP dapat berjalan optimal.

"Pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih menjadi salah satu program yang kami dukung penuh karena kami telah melihat secara langsung manfaatnya dalam menggerakkan perekonomian masyarakat di sejumlah daerah," ujarnya. (Fathi)
Share:

Perkuat Mitigasi Pesisir Barat Sumatra, BMKG Resmikan HF Radar Array

Perkuat Mitigasi Pesisir Barat Sumatra, BMKG Resmikan HF Radar Array. (Dok. BMKG)

Sumatra Barat, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi mengoperasikan teknologi pemantauan laut mutakhir, High Frequency (HF) Radar Array, di Provinsi Sumatra Barat (Sumbar). Peresmian ini menandai langkah strategis BMKG dalam memperkuat sistem observasi laut nasional, mempercepat peringatan dini tsunami, serta melindungi keselamatan nelayan dan aktivitas pelayaran di wilayah pesisir barat Sumatra.

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menegaskan bahwa kehadiran infrastruktur modern ini membuktikan komitmen BMKG yang tidak hanya fokus pada penanganan bencana, tetapi juga hadir secara aktif dalam mendukung seluruh sektor pembangunan nasional, termasuk ketahanan pangan dan ekonomi maritim.

“Kami memasang HF Radar ini di tempat-tempat yang strategis untuk mendapatkan informasi kemaritiman terbaik. Melalui alat canggih ini, BMKG dapat mengamati kondisi laut secara terus-menerus dalam cakupan luas, serta memperoleh data arus laut, gelombang, dan arah angin dengan jauh lebih cepat dan akurat,” kata Faisal di Pantai Lohong, Pariaman, Sumbar, Jumat (3/7).

Hingga saat ini, BMKG telah mengoperasikan 4 sistem HF Radar Array dari total 10 unit yang direncanakan di seluruh Indonesia. Khusus di Sumbar, alat pemantau ini terpasang di dua lokasi yang saling melengkapi untuk mengoptimalkan cakupan radar hingga jangkauan 80 km, yaitu di Masjid Al-Hakim (Kota Padang) dan Taman Anas Malik (Kota Pariaman).

Dengan beroperasinya alat baru ini, Sumbar kini diperkuat oleh tiga kolaborasi teknologi radar utama BMKG: Radar Cuaca C-Band di Bandara Minangkabau (untuk penerbangan dan modifikasi cuaca), Radar Maritim X-Band di Teluk Bayur (untuk area pelabuhan), serta HF Radar Maritim terbaru untuk pengawasan laut lepas.

Lebih lanjut, data dari teknologi ini tidak akan berguna jika tidak menyentuh masyarakat. Oleh karenanya, BMKG secara masif menggelar program edukasi melalui Sekolah Lapang demi mencetak masyarakat yang tangguh dan mandiri dalam menyikapi informasi cuaca dan iklim.

Di wilayah Sumbar, BMKG mencatat telah melaksanakan sebanyak 31 kali Sekolah Lapang Iklim (SLI) untuk membantu petani menentukan masa tanam detail hingga level kecamatan, serta memilih varietas tanaman yang tepat di tengah kemarau panjang akibat fenomena El Nino.

BMKG juga melaksanakan sebanyak 6 kali Sekolah Lapang Cuaca Nelayan (SLCN) untuk melatih nelayan membaca data cuaca, arus, dan sebaran ikan melalui aplikasi Inawis. Dan telah melakukan sebanyak 6 kali Sekolah Lapang Gempa Bumi dan Tsunami guna membangun kesiapsiagaan masyarakat.

“BMKG saat ini tengah mendorong 5 lokasi di Sumbar untuk masuk ke dalam Tsunami Ready Community, sebuah standardisasi komunitas siaga tsunami internasional dari IOC-UNESCO. Hal ini menjadi prioritas karena wilayah pesisir barat Sumatra langsung berhadapan dengan Samudera Hindia dan memiliki kepadatan penduduk yang tinggi,” ujarnya.

Gubernur Sumatra Barat, Mahyeldi, mengapresiasi penuh langkah BMKG yang resmi mengoperasikan teknologi HF Radar Array di wilayahnya. Kehadiran teknologi mutakhir ini dinilai strategis dalam memperkuat pertahanan maritim, mendukung ketahanan pangan, serta memberikan perlindungan maksimal bagi keselamatan masyarakat pesisir dan para nelayan.

“Sumatra Barat berada di lokasi yang sangat vital dalam sistem pemantauan laut nasional. Ketika terjadi pergerakan mencurigakan di tengah laut sana, HF Radar ini langsung memantau dan mengirimkan informasi cepat ke daratan, sehingga kita bisa memitigasi risiko sejak dini,” papar Mahyeldi.

Di sisi lain, kehadiran infrastruktur ini juga membawa angin segar bagi kesejahteraan ekonomi. Data arus laut dari radar ini terintegrasi untuk mendeteksi lokasi berkumpulnya ikan, sehingga memudahkan nelayan langsung menuju titik tangkap terbaik secara efektif dan aman.

Mahyeldi menjelaskan bahwa keberadaan alat ini sekaligus memperkuat sistem keamanan dan pertahanan laut di Pesisir Barat Sumatra. Pemerintah Provinsi Sumbar berkomitmen penuh mendukung visi Presiden RI dalam memperkuat ketahanan pangan, ketahanan energi, nasional, serta konektivitas.

Wali Kota Pariaman, Yota Balad, menyampaikan bahwa kehadiran HF Radar ini merupakan tonggak sejarah penting mengingat Kota Pariaman memiliki tingkat kerawanan bencana kelautan yang sangat tinggi. Berdasarkan data topografi, wilayah tertinggi di Kota Pariaman hanya berada di angka 13 hingga 15 meter di atas permukaan laut. Kondisi geografis ini sangat rentan terhadap potensi ancaman gempa skala besar (megathrust) yang diprediksi dapat memicu gelombang tsunami dengan ketinggian melebihi batas daratan tertinggi kota tersebut.

“Radar frekuensi tinggi ini akan menjadi mata dan telinga kita dalam memantau posisi laut secara real-time. Mulai dari deteksi gelombang tinggi hingga mendukung keselamatan para nelayan dan masyarakat pesisir kita. Ini adalah bukti nyata kolaborasi konkret antara pemerintah pusat melalui BMKG dan pemerintah daerah dalam melindungi masyarakat,” ujarnya

Keberhasilan proyek strategis ini merupakan arahan langsung Presiden RI melalui kerja sama internasional antara Pemerintah Indonesia dengan Pemerintah Prancis melalui Agence Française De Développement (AFD) selaku _lender dan Collecte Location Satellites (CLS) sebagai penyedia_. BMKG menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Pemerintah Provinsi Sumatra Barat, Pemerintah Kota Padang, Pemerintah Kota Pariaman, serta 5 Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di Sumatra Barat, dan Kedeputian Meteorologi yang telah bersinergi menyukseskan pembangunan ini.

Kepala BMKG mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga fisik dan operasional infrastruktur HF Radar Array ini dari segala bentuk perusakan.

“Mari kita jaga bersama-sama agar fasilitas ini dapat beroperasi optimal, mendatangkan barokah terbaik, serta terus memberikan perlindungan keselamatan bagi kita semua secara berkelanjutan,” pungkas Faisal. (Rizal)
Share:

Dari Energi Bersih Hingga Peluang Usaha, Desa Energi Berdikari Perkuat Ekonomi Masyarakat Desa

Dari Energi Bersih Hingga Peluang Usaha, Desa Energi Berdikari Perkuat Ekonomi Masyarakat Desa. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Pertamina (Persero) terus memperkuat pemberdayaan masyarakat melalui dua pendekatan yang saling melengkapi, yakni pengembangan energi bersih di perdesaan melalui Program Desa Energi Berdikari (DEB) serta penguatan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Kedua program tersebut menjadi bagian dari upaya Pertamina menciptakan pertumbuhan ekonomi masyarakat yang inklusif dan berkelanjutan.

Program DEB menjadi salah satu upaya Pertamina dalam mendukung Asta Cita Pemerintah melalui pembangunan kemandirian energi berbasis energi terbarukan, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi desa. Energi terbarukan yang dikembangkan disesuaikan dengan potensi lokal sehingga mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

Hingga akhir Maret 2026, Pertamina telah mengembangkan Program DEB di 262 desa yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, dengan membangun fasilitas penunjang energi terbarukan berupa tenaga surya sebesar 1.302.700 watt-peak (Wp), biogas dan biometana sebesar 959.302 meter kubik per tahun, serta pembangkit mikrohidro berkapasitas 52.500 watt.

Program ini tidak hanya mendorong kemandirian energi masyarakat, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan, menciptakan peluang usaha, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, mengatakan Program DEB dirancang agar transisi energi tidak hanya berdampak pada lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan masyarakat

"Melalui Program Desa Energi Berdikari, Pertamina menghadirkan energi bersih yang mampu menciptakan nilai ekonomi baru bagi masyarakat. Energi yang tersedia membantu meningkatkan produktivitas, membuka peluang usaha, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di tingkat desa," ujar Baron.

Pemanfaatan energi bersih telah menciptakan efek berganda. Sepanjang 2025, Program DEB berkontribusi terhadap peningkatan produksi pangan hingga 21.357 ton per tahun. Di berbagai daerah, energi bersih juga mendorong tumbuhnya usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi penggerak ekonomi desa.

Selain manfaat ekonomi, Program DEB juga berkontribusi terhadap pengurangan emisi gas rumah kaca (GRK). Sampai dengan Juni 2026, program ini berhasil menurunkan emisi sebesar 72.979 ton CO₂e per tahun sebagai bagian dari dukungan Pertamina terhadap target Net Zero Emission (NZE) Indonesia pada 2060.

"Indonesia memiliki potensi energi bersih yang sangat besar. Pertamina akan terus memperluas Program Desa Energi Berdikari agar semakin banyak masyarakat desa yang memperoleh manfaat, baik dari sisi akses energi, peningkatan ekonomi, maupun ketahanan pangan," tambah Baron.

Secara keseluruhan, Program Desa Energi Berdikari telah memberikan manfaat kepada 96.925 orang. Adapun berbagai program unggulan pemberdayaan masyarakat yang dijalankan Pertamina secara keseluruhan telah menjangkau 283.841 penerima manfaat.

"Bagi Pertamina, transisi energi harus memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat. Karena itu, kami akan terus mendorong lahirnya pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di desa, membuka peluang usaha, menciptakan lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan," tutup Baron. (Dimas)
Share:

Respons Cepat Insiden di PT Raw Botanical Nusantara, Kemenperin Tekankan Pentingnya Audit Aspek K3 Industri

Respons Cepat Insiden di PT Raw Botanical Nusantara, Kemenperin Tekankan Pentingnya Audit Aspek K3 Industri. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) bergerak cepat merespons insiden ledakan dan kebakaran yang terjadi di fasilitas produksi PT Raw Botanical Nusantara, perusahaan pengolahan herbal (herb infusion) yang berlokasi di Kawasan Industri Candi, Kota Semarang, Jawa Tengah. Peristiw yang terjadi pada Rabu (1/7) sekitar pukul 09.30 WIB tersebut langsung ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pihak Perusahaan dan instansi terkait.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan keprihatinan yang mendalam atas musibah tersebut, khususnya atas jatuhnya korban jiwa dan luka-luka. Kemenperin memastikan bahwa keselamatan kerja merupakan prioritas utama yang tidak dapat ditawar dalam operasional industri.

"Kami menyampaikan belasungkawa dan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban yang meninggal dunia, serta mendoakan para pekerja yang mengalami luka-luka agar segera pulih. Kejadian ini menjadi alarm keras bagi sektor industri untuk terus memperketat implementasi standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3), khususnya pada penggunaan mesin-mesin industri dengan risiko atau tekanan tinggi," ujar Menperin dalam keterangannya di Jakarta (3/7).

Menindaklanjuti kejadian tersebut, Menperin telah menginstruksikan Plt. Direktur Jenderal Industri Agrountuk segera menerjunkan Tim Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) ke lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan guna melakukan verifikasi lapangan, mengumpulkan informasi secara komprehensif, serta berkoordinasi dengan aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan pihak perusahaan dalam proses investigasi.

Berdasarkan laporan kronologi awal, indikasi overheat pada mesin produksi bertekanan tinggi mulai terlihat pada pukul 09.30 WIB, yang kemudian disusul oleh ledakan tabung sterilisasi di ruang produksi bagian belakang sekitar pukul 09.45 hingga 09.56 WIB. Ledakan tersebut memicu kebakaran dan meruntuhkan sebagian struktur bangunan sebelum akhirnya berhasil dipadamkan oleh petugas pemadam kebakaran pada pukul 12.00 WIB.

Insiden ini mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia atas nama Muhammad Bryan Febryantoro, warga Mranggen, Demak, serta tujuh pekerja lainnya mengalami luka bakar ringan hingga sedang. Seluruh korban telah dievakuasi dan mendapatkan penanganan medis di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Adhyatma, MPH.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro Putu Juli Ardika, menjelaskan bahwa dugaan awal penyebab ledakan adalah kegagalan fungsi (failure) pada tabung sterilisasi akibat lonjakan suhu dan tekanan yang melebihi batas desain kemampuan alat. Saat ini, seluruh aktivitas produksi di pabrik tersebut telah dihentikan sementara untuk mendukung proses investigasi.

"Saat ini pihak perusahaan bersama Tim Identifikasi Forensik (Inafis) Polrestabes Semarang sedang melakukan olah TKP dan pendalaman untuk mengetahui secara pasti penyebab kecelakaan, termasuk memeriksa apakah ada unsur kelalaian. Kami di Direktorat Jenderal Industri Agro juga telah berkoordinasi dengan Kepala Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Pencegahan Pencemaran Industri (BBSPJPPI) di Semarang untuk terus mengawal penanganan insiden ini," jelas Putu.

Kemenperin menegaskan akan terus memantau perkembangan penyelidikan secara intensif serta berkoordinasi dengan instansi terkait. Kemenperin juga mengimbau kepada seluruh pelaku usaha industri manufaktur di Indonesia untuk melakukan pengecekan serta kalibrasi berkala terhadap fasilitas mesin produksi guna mencegah terjadinya insiden. (Slamet)
Share:

Kepala Perpusnas Ajak Orang Tua dan Pegiat Literasi Bijak Manfaatkan Bacaan Digital untuk Anak

Kepala Perpusnas Ajak Orang Tua dan Pegiat Literasi Bijak Manfaatkan Bacaan Digital untuk Anak. (Dok. Perpusnas)

Jawa Barat, WaraWiri.net - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin Aziz, mengajak orang tua, pegiat literasi, dan para pemangku kepentingan untuk memanfaatkan perkembangan teknologi digital. Pemanfaatan sarana teknologi digital memperluas akses bacaan berkualitas bagi anak, sekaligus membangun budaya literasi sejak dini.

Ajakan tersebut disampaikannya dalam kegiatan “Silaturahmi Stakeholders Pengembangan Budaya Baca dan Literasi Kabupaten Pangandaran” di Saung Sagati, Desa Margacinta, Kecamatan Cijulang, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (3/7/2026).

Pada momen tersebut, Kepala Perpusnas hadir bersama Bupati Pangandaran, Citra Pitriyami, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kabupaten Pangandaran, Heri Gustari. 

Menurut Kepala Perpusnas, perkembangan teknologi digital merupakan keniscayaan yang tidak dapat dihindari. Maka dari itu, masyarakat perlu menyikapinya secara bijak agar tidak tergerus oleh derasnya arus informasi digital. 

"Dunia digital tidak bisa dihindari. Sehingga, yang diperlukan adalah bagaimana kita menyiasatinya agar jangan sampai kita tergilas oleh dunia digital ini," ujarnya.

Ia menegaskan, peran orang tua menjadi kunci dalam mendampingi anak mengakses berbagai konten digital. Orang tua perlu berperan sebagai penyaring agar anak memperoleh konten yang sesuai dengan usia dan kebutuhannya. 

"Tanggung jawabnya tidak diberikan kepada anak, tetapi justru filternya harus mulai dari orang tua. Jangan membiarkan anak bebas mengakses setiap konten," tegasnya.

Dalam sesi diskusi yang berlangsung interaktif, orang tua, pegiat literasi, dan peserta lainnya turut menyampaikan berbagai pertanyaan mengenai penguatan budaya baca di tengah pesatnya perkembangan teknologi digital. Menanggapi hal tersebut, Kepala Perpusnas mengajak para pegiat literasi untuk memanfaatkan berbagai platform bacaan digital yang telah disediakan pemerintah sebagai alternatif sumber bacaan berkualitas bagi anak.

Selain pendampingan orang tua, Aminudin mendorong para pegiat literasi untuk mengenalkan berbagai sumber bacaan digital yang telah tersedia secara gratis. Ia mengungkapkan Perpusnas telah menyediakan ribuan koleksi buku digital. 

"Mau buku digital, audiobook, maupun komik, semuanya sudah tersedia di iPusnas dan BintangPusnas Edu, ini semua gratis sehingga semakin memudahkan anak-anak maupun pegiat literasi memperoleh bahan bacaan yang berkualitas. Sumber bacaan sekarang sebetulnya tidak sulit diakses. Pertanyaannya, kita tahu atau tidak sumber-sumber itu," tuturnya.

Lebih lanjut, ia menerangkan, Perpusnas juga terus mengembangkan komik edukatif yang mengangkat tokoh dan khazanah budaya Indonesia, seperti serial Pangeran Diponegoro, Imam Bonjol, Cerita Panji, hingga berbagai hikayat Nusantara. Pengembangan bahan bacaan tersebut memanfaatkan naskah-naskah yang telah diakui sebagai Memory of the World sehingga diharapkan mampu memperkenalkan sejarah dan budaya Indonesia kepada generasi muda melalui media yang lebih menarik.

Dalam kesempatan tersebut, Perpusnas turut menyerahkan bantuan bahan bacaan sebagai dukungan terhadap penguatan budaya baca di Kabupaten Pangandaran. Bantuan yang diberikan kepada komunitas literasi di Kabupaten Pangandaran berjumlah 206 judul sebanyak 222 eksemplar, sedangkan untuk Pemerintah Kabupaten Pangandaran diserahkan 99 judul sebanyak 100 eksemplar.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkaya koleksi bahan bacaan sekaligus mendukung upaya pemerintah daerah dan komunitas literasi dalam menumbuhkan budaya baca di Kabupaten Pangandaran. (Burhan)
Share:

PT PAL Ajak Media Saksikan Langsung Progres Pembangunan Kapal Selam Scorpène

PT PAL Indonesia mengundang berbagai media nasional mengunjungi fasilitas pembangunan kapal selam di galangan PT PAL, Surabaya. (Dok. PT PAL)

Surabaya, WaraWiri.net - Melalui kegiatan Media Visit, perusahaan memberikan kesempatan kepada media untuk melihat secara langsung perkembangan Program Kapal Selam Scorpène Republik Indonesia (SRI), sekaligus menyaksikan kesiapan fasilitas strategis yang mendukung pembangunan kapal selam di dalam negeri.

Kegiatan tersebut dihadiri jajaran manajemen PT PAL Indonesia bersama tim Naval Group. Selain memperoleh pemaparan mengenai perkembangan proyek dan pencapaian Qualification Section, para jurnalis juga diajak mengunjungi sejumlah fasilitas strategis, mulai dari area pembangunan kapal selam, dermaga, hingga fasilitas shiplift yang menjadi bagian penting dari penguatan kapabilitas industri pertahanan nasional.

Direktur Produksi PT PAL Indonesia, Diana Rosa, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk keterbukaan perusahaan kepada publik dalam memperlihatkan bagaimana industri pertahanan nasional terus berkembang melalui penguasaan teknologi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta penguatan fasilitas produksi.

“Kami ingin rekan-rekan media melihat langsung bahwa pembangunan industri pertahanan tidak hanya berbicara mengenai hasil akhir berupa kapal selam, tetapi juga mengenai kesiapan ekosistem yang mendukungnya. Mulai dari kemampuan engineer Indonesia, proses produksi yang terus berkembang, hingga fasilitas strategis yang dibangun untuk memastikan Indonesia mampu mengerjakan program-program pertahanan secara mandiri di masa depan” kata Rosa.

Dalam kunjungan tersebut, awak media memperoleh gambaran mengenai tahapan pembangunan Kapal Selam Scorpène yang saat ini telah menyelesaikan Qualification Section dan tengah bersiap memasuki fase First Steel Cutting sebagai penanda dimulainya pembangunan fisik kapal selam pertama Scorpène di Indonesia.

Nurhidayat Nasution, Senior News Editor, Indonesia Defense Magazine dalam kesempatan tersebut menyatakan rasa bangga nya.

“Ini kali pertama melihat fasilitas produksi kapal selam, saya jadi mempunyai gambaran jelas bagaimana proses pembangunan kapal selam Scorpene. Dan tentunya merasa bangga, pada akhirnya TNI AL selaku user punya kapal selam generasi terbaru dengan kemampuan yang handal” terangnya.

Media juga diajak meninjau sejumlah infrastruktur strategis yang dibangun melalui dukungan Penyertaan Modal Negara (PMN). Investasi pemerintah tersebut diwujudkan dalam peningkatan fasilitas galangan kapal PT PAL, termasuk pembangunan fasilitas produksi kapal selam, dermaga, serta shiplift yang dirancang untuk mendukung pembangunan, pemeliharaan, dan modernisasi kapal perang secara lebih efektif.

Kemampuan normal lifting capacity pada Shiplift PT PAL sebesar 6000Ton hingga maximum lifting capacity 9240Ton, transfer system total capacity 3690Ton, dengan dimensi panjang platform 100Meter dilengkapi dengan penggerak electrical motor dan tersertifikasi oleh Lloyds Register.

Keberadaan fasilitas tersebut menjadi bagian dari transformasi kapasitas industri pertahanan nasional. Tidak hanya mendukung penyelesaian Program Kapal Selam Scorpène, infrastruktur hasil PMN juga memperkuat kemampuan PT PAL dalam mengerjakan berbagai program strategis nasional di masa mendatang.

Melalui kegiatan Media Visit ini, PT PAL Indonesia berharap masyarakat memperoleh pemahaman yang lebih komprehensif mengenai bagaimana investasi negara diwujudkan menjadi kemampuan industri yang nyata. Pembangunan kapal selam bukan hanya menghasilkan alutsista modern, tetapi juga membangun kapabilitas nasional, memperkuat daya saing industri maritim, meningkatkan kapabilitas engineer putra putri bangsa, serta menghadirkan fondasi yang kokoh bagi kemandirian pertahanan Indonesia. (Ilham)
Share:

Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara", Tegaskan Adaptasi TNI Hadapi Perang Modern

Panglima TNI Pimpin Pengesahan Doktrin "Perisai Trisula Nusantara", Tegaskan Adaptasi TNI Hadapi Perang Modern. (Dok. Puspen TNI)

Tangerang Selatan, WaraWiri.net - Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto didampingi Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R. memimpin Uji Naskah III dan Pengesahan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara yang diikuti para Pejabat Utama TNI secara hybrid di Kodiklat TNI, Serpong, Tangerang Selatan, Kamis (2/7/2026).

Dalam arahannya, Panglima TNI menyampaikan apresiasi kepada Dankodiklat TNI beserta tim penyusun atas penyelesaian rumusan Doktrin TNI Perisai Trisula Nusantara. Menurutnya, perubahan lingkungan strategis global dan karakter peperangan modern menuntut TNI memiliki doktrin yang adaptif, relevan, dan mampu menjawab tantangan operasi militer masa kini.

"Saya mengucapkan terima kasih kepada Dankodiklat dan tim penyusun yang sudah memaparkan hasil dan rumusan Doktrin Perisai Trisula Nusantara. Perkembangan peperangan yang saat ini terjadi di berbagai negara menunjukkan perubahan yang sangat signifikan sehingga perlu menjadi perhatian kita bersama," ujar Panglima TNI.

Panglima TNI menjelaskan bahwa peperangan modern kini ditandai dengan penggunaan rudal jarak jauh, drone kamikaze, drone swarm, peperangan elektronik, hingga perang informasi yang dilaksanakan secara terpadu. Kondisi tersebut menjadi dasar perlunya transformasi doktrin TNI agar mampu menghadapi ancaman multidimensi secara efektif dan profesional. 

"Saya berpendapat bahwa memang sudah saatnya kita mengubah doktrin untuk menghadapi peperangan masa kini," tegas Panglima TNI.

Selain memimpin rapat pengesahan doktrin, Panglima TNI juga meresmikan dan menandatangani Prasasti Workshop Drone dan Artificial Intelligence (AI), Stadion Tri Matra, Lahan Aplikasi Ketahanan Pangan serta peresmian ruang makan siswa Perwira Prajurit Karir (Pa PK).

Peresmian sejumlah fasilitas tersebut merupakan bagian dari upaya TNI dalam meningkatkan kualitas pembinaan personel, penguasaan teknologi pertahanan, serta mendukung program ketahanan pangan nasional sebagai implementasi pembangunan kekuatan TNI yang modern dan profesional. (Anggara)
Share:

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Pilot PT AMA Air Melalui Operasi Khusus dan SAR Taktis

Koops TNI Habema Berhasil Evakuasi Pilot PT AMA Air Melalui Operasi Khusus dan SAR Taktis. (Dok. Puspen TNI)

Papua, WaraWiri.net - Koops TNI Habema berhasil mengevakuasi jenazah pilot pesawat PT AMA Air PK-RCY, Nicholas F. Goselin, yang menjadi korban penembakan di Bandara Ipdeheik, Kampung Balinggama, Distrik Sobaham, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan, Jumat (3/7/2026). Bersamaan dengan proses evakuasi, Personel Koops TNI Habema terus melaksanakan penyisiran dan pengejaran terhadap pelaku penembakan serta pembakaran pesawat.

Merespons cepat kejadian tersebut, Koops TNI Habema menggelar Operasi Khusus Perebutan Cepat untuk menguasai dan mengamankan lapangan terbang sebagai titik masuk bantuan, sekaligus melaksanakan Search and Rescue (SAR) Taktis guna mengevakuasi korban dan menjamin keselamatan masyarakat di sekitar lokasi. Operasi melibatkan 10 Personel Koops TNI Habema dengan dukungan dua Helikopter Caracal serta dilaksanakan secara cepat, terukur, dan terkoordinasi mengingat medan pegunungan yang memiliki tingkat kesulitan tinggi.

Kapuspen TNI Brigjen TNI Muhammad Nas menegaskan bahwa TNI akan terus mengoptimalkan pengamanan di wilayah serta mendukung langkah-langkah taktis terhadap pelaku.

"Koops TNI Habema telah bergerak cepat melaksanakan operasi khusus untuk mengamankan lokasi dan mengevakuasi korban. TNI akan terus bersinergi dengan seluruh unsur terkait dalam menjaga stabilitas keamanan, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap pelaku sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Kapuspen TNI.

Sementara itu, Wakil Panglima Koops TNI Habema Brigjen TNI Riyanto menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya pilot PT AMA Air sekaligus menegaskan komitmen Koops TNI Habema dalam menjaga keamanan wilayah. 

"Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga almarhum. Prioritas kami adalah menyelamatkan korban, mengamankan lokasi, melindungi masyarakat, serta mendukung proses penegakan hukum terhadap para pelaku. Melalui Operasi Khusus Perebutan Cepat dan SAR Taktis, kami memastikan proses evakuasi dapat dilaksanakan secara cepat, aman, dan profesional," ujarnya, di Cilangkap Jumat (3/7/2026).

Operasi pengamanan lokasi dan pengejaran terhadap pelaku masih terus berlangsung. TNI melalui Koops TNI Habema akan terus melaksanakan langkah-langkah lanjutan sesuai perkembangan situasi di lapangan dengan mengedepankan profesionalisme, sinergi antarinstansi, dan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama. (Isna)
Share:

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah Di Universitas Darussalam Gontor

OJK Perkuat Literasi Pasar Modal Syariah Di Universitas Darussalam Gontor. (Dok. OJK)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus memperkuat literasi dan inklusi Pasar Modal Syariah di kalangan generasi muda sebagai upaya memperluas basis investor domestik sekaligus mencetak investor yang cerdas, bijak, dan memahami risiko investasi melalui pelaksanaan Kuliah Umum Pasar Modal Syariah di Universitas Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, Kamis.

Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam kuliah umum itu menyampaikan bahwa minat masyarakat, khususnya generasi muda, untuk berinvestasi di pasar modal terus menunjukkan tren yang positif.

Hingga pertengahan Mei 2026, jumlah investor pasar modal Indonesia telah mencapai sekitar 28,1 juta investor, dengan lebih dari 54 persen di antaranya merupakan investor berusia di bawah 30 tahun. Sementara itu, jumlah investor pasar modal di Provinsi Jawa Timur telah mencapai sekitar 3,1 juta investor dan menjadi provinsi dengan jumlah investor terbesar ketiga di Indonesia setelah Jawa Barat dan DKI Jakarta.

Hasan menegaskan bahwa meningkatnya jumlah investor harus diiringi dengan pemahaman yang memadai mengenai investasi termasuk yang berbasis syariah.

"Pada kesempatan ini, saya ingin menegaskan satu hal yang sangat penting yaitu investasi saham bukanlah berupa praktik perjudian. Saham merupakan instrumen investasi yang sah, dan dalam konteks syariah juga telah memperoleh legitimasi yang kuat melalui berbagai fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI). Bahkan, pasar modal syariah telah didukung oleh Sharia Online Trading System (SOTS) yang memastikan transaksi dilakukan sesuai prinsip syariah," kata Hasan.

Sebagai wujud nyata komitmen dalam memperluas inklusi pasar modal di kalangan generasi muda, pada kesempatan tersebut, Hasan mengapresiasi pembukaan rekening efek yang dilakukan di Universitas Darussalam Gontor. Hal ini diharapkan menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk mulai berinvestasi secara legal, bertahap, dan sesuai prinsip syariah sekaligus mendukung perluasan basis investor domestik.

Hasan juga mengingatkan mahasiswa agar tidak terburu-buru berinvestasi hanya karena mengikuti tren, melainkan terlebih dahulu memahami risiko setiap instrumen investasi.

"Yang tadi sudah membuka rekening, jangan euforia. Jangan karena sudah punya rekening kemudian tanpa pemahaman langsung menginvestasikan modal ke instrumen tertentu. Teruslah belajar dan memahami risiko di balik setiap keputusan investasi yang diambil. Dan yang paling mudah, selalu ingat prinsip 2L, yaitu Legal dan Logis," kata Hasan.

Sementara itu, Rektor Universitas Darussalam Gontor Hamid Fahmy Zarkasyi menyampaikan apresiasi atas penyelenggaraan kuliah umum tersebut karena dinilai memberikan bekal penting bagi mahasiswa dalam menghadapi perkembangan sektor keuangan yang semakin dinamis.

"Sekarang orang harus bisa mengelola uangnya dengan sebaik-baiknya dalam situasi yang dunia ini penuh tipu daya, penipuan, dan kesalahpahaman. Yang penting saya berharap anak-anakku tidak terjebak dan tertipu karena tidak tahu ilmunya bagaimana investasi secara online. Maka dari itu hari ini adalah hari yang sangat penting bagi kalian semuanya," ujar Hamid.

Kegiatan kuliah umum tersebut merupakan bagian dari rangkaian Sosialisasi dan Edukasi Pasar Modal Terpadu (SEPMT) 2026 di Provinsi Jawa Timur yang menyasar berbagai kalangan masyarakat. Selain kuliah umum di Universitas Darussalam Gontor, rangkaian kegiatan juga meliputi:
  • Sosialisasi Pasar Modal di Pemerintahan Kota Kediri serta pencanangan pembukaan galeri investasi bagi ASN di lingkungan pemerintahan Kota Kediri.
  • Talkshow Pasar Modal di Radio Andika Kediri untuk mendorong peningkatan literasi dan inklusi di Pasar Modal serta pelindungan investor.
  • Sosialisasi Perdagangan Karbon di Bursa Karbon bagi Lembaga Jasa Keuangan dan Pelaku Industri Daerah di Kota Madiun yang melibatkan Kementerian Lingkungan Hidup Republik Indonesia dan Lembaga Validasi dan Verifikasi sebagai upaya dalam pendalaman materi di Bursa Karbon.
Melalui kegiatan SEPMT 2026, OJK berharap dapat mengoptimalkan literasi dan inklusi pasar modal dalam rangka mendorong jumlah investor domestik di berbagai kalangan dan meningkatkan pemahaman mengenai Bursa Karbon. (Muh)
Share:

OJK Tuntaskan Penyidikan Perkara Tindak Pidana Perbankan PT BPR DCN

OJK Tuntaskan Penyidikan Perkara Tindak Pidana Perbankan PT BPR DCN. (Dok. OJK)

Malang, WaraWiri.net - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menuntaskan penyidikan perkara dugaan tindak pidana perbankan yang terjadi di PT BPR DCN, Malang, Jawa Timur, dengan melaksanakan penyerahan tersangka dan barang bukti (Tahap II) kepada Jaksa Penuntut Umum di Kantor Kejaksaan Negeri Batu Malang, Kamis (2/7).

Penyelesaian penyidikan tersebut merupakan wujud komitmen OJK dalam menegakkan hukum secara tegas, konsisten, dan berkelanjutan guna menjaga integritas industri perbankan serta melindungi kepentingan masyarakat.

Dalam perkara tersebut, OJK menetapkan satu orang tersangka berinisial GK selaku Komisaris dan Pemegang Saham PT BPR DCN. Sebelumnya, Penyidik OJK telah melaksanakan pelimpahan berkas perkara Tahap I kepada Jaksa Penuntut Umum dan berkas perkara tersebut telah dinyatakan lengkap (P.21) pada 26 Juni 2026.

Proses penyidikan tersebut berlangsung setelah Penyidik OJK menghadapi sejumlah upaya perlawanan dari tersangka, antara lain tidak memenuhi panggilan pemeriksaan, melakukan percobaan melarikan diri, serta mengajukan berbagai upaya hukum, termasuk praperadilan sebanyak dua kali atas penetapan status tersangka.

Penyidikan ini merupakan tindak lanjut dari proses pengawasan OJK yang dilakukan secara berjenjang, mulai dari pengawasan rutin, pemeriksaan khusus, penyelidikan, hingga penyidikan. Langkah tersebut mencerminkan komitmen OJK dalam memastikan kepatuhan pelaku usaha jasa keuangan terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan sekaligus menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sektor jasa keuangan.

Berdasarkan hasil penyidikan, tersangka diduga melakukan beberapa perbuatan yang mengandung unsur tindak pidana perbankan, yaitu:
  • Tidak melakukan pencatatan dalam pembukuan PT BPR DCN melalui mekanisme penarikan kas bon pada periode Januari 2020 sampai dengan Juni 2024 dengan nilai sekitar Rp5,8 miliar;
  • Melakukan pencatatan palsu dalam pembukuan PT BPR DCN pada Februari 2024 melalui penggadaian agunan yang berasal dari persediaan logam mulia dan perhiasan emas milik BPR senilai sekitar Rp600 juta;
  • Menyebabkan pencatatan palsu dalam pembukuan PT BPR DCN melalui pemberian 71 fasilitas kredit senilai sekitar Rp14,8 miliar tanpa sepengetahuan debitur pada periode Juli 2020 sampai dengan Juni 2024; dan
  • Tidak melakukan pencatatan atas penghimpunan dana dari 12 deposan yang terdiri atas 25 bilyet deposito dengan nilai sekitar Rp7,8 miliar pada periode Maret 2020 sampai dengan tahun 2022.
Atas perbuatannya, tersangka disangkakan melanggar Pasal 49 ayat (1) huruf a dan/atau huruf b, Pasal 49 ayat (2) huruf b, dan/atau Pasal 50A Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2023 tentang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan yang mengubah Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 tentang Perbankan, juncto Pasal 55 ayat (1) dan juncto Pasal 65 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana. Tersangka terancam pidana penjara paling lama 15 tahun dan pidana denda paling banyak Rp5 miliar.

Dalam penanganan tindak pidana di sektor jasa keuangan, OJK terus berkoordinasi dan bekerja sama dengan aparat penegak hukum, termasuk Kepolisian Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia. OJK akan terus memperkuat penegakan hukum secara profesional, tegas, dan berkelanjutan terhadap setiap dugaan tindak pidana di sektor jasa keuangan sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas sistem keuangan, memperkuat tata kelola industri jasa keuangan, serta meningkatkan pelindungan bagi masyarakat. (Muh)
Share:

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, InJourney Airports Mulai Tambah Petugas Avsec

Jelang Reaktivasi Bandara Husein, InJourney Airports Mulai Tambah Petugas Avsec. (Dok. Pemkot Bandung)

Bandung, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung terus memperkuat kolaborasi lintas instansi dalam mendukung kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara.

Dukungan tersebut dilakukan seiring percepatan berbagai persiapan yang tengah dilakukan PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah terkait pengembangan layanan penerbangan di bandara tersebut.

Lewat keterangan resmi yang diterima Humas Kota Bandung, Regional CEO Kantor Regional I InJourney Airports, I Wayan Darma mengatakan, seluruh tahapan persiapan dilakukan secara bertahap melalui koordinasi intensif bersama regulator, pemerintah daerah, TNI AU, serta seluruh pemangku kepentingan di lingkungan bandara.

"Kami terus mengakselerasi berbagai persiapan sebagai bagian dari dukungan InJourney Airports terhadap kebijakan Pemerintah. Seluruh pekerjaan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, pelayanan, dan kepatuhan terhadap regulasi sehingga pada saat operasional penerbangan diperluas, seluruh fasilitas dan layanan telah memenuhi standar yang dipersyaratkan," ujarnya.

Saat ini, InJourney Airports terus memperkuat aspek keselamatan dan keamanan penerbangan melalui peningkatan kapasitas Airport Rescue and Fire Fighting (ARFF), penambahan personel Aviation Security (Avsec), serta pembenahan berbagai infrastruktur pendukung guna memastikan kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara.

Dalam keterangan yang sama, General Manager Bandara Husein Sastranegara, Granito W. Hindrawan menyampaikan, pembenahan infrastruktur dilakukan secara bertahap melalui koordinasi bersama berbagai pemangku kepentingan.

"Kami terus melakukan berbagai penyesuaian dan pembenahan fasilitas bandara agar seluruh infrastruktur siap mendukung operasional sesuai kebutuhan. Proses ini dilakukan melalui koordinasi dan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan sehingga seluruh pekerjaan dapat berjalan secara terintegrasi," katanya.

Dalam pelaksanaannya, InJourney Airports juga menjalin kolaborasi dengan Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Pemerintah Kota Bandung, dan TNI AU untuk mendukung peningkatan aksesibilitas, penataan kawasan sekitar bandara, serta infrastruktur pendukung lainnya sebagai bagian dari ekosistem pelayanan Bandara Husein Sastranegara.

Sebelumnya, Pemkot Bandung telah mulai melakukan berbagai penataan infrastruktur menuju Bandara Husein Sastranegara sebagai bentuk dukungan terhadap rencana reaktivasi bandara.

Pekerjaan tersebut meliputi perbaikan minor jalan, normalisasi drainase, pemangkasan pohon, pemarkahan jalan, hingga penataan penerangan jalan di kawasan menuju bandara.

Kolaborasi lintas instansi tersebut diharapkan mampu menghadirkan kesiapan operasional Bandara Husein Sastranegara yang memenuhi standar keselamatan dan keamanan penerbangan, sekaligus memberikan kenyamanan dan kemudahan akses bagi masyarakat saat bandara kembali melayani penerbangan. (Tedy)
Share:

Pembinaan Kemandirian Berbuah PNBP, Warga Binaan Lapas Wahai Dukung Pembangunan Nasional

Pembinaan Kemandirian Berbuah PNBP, Warga Binaan Lapas Wahai Dukung Pembangunan Nasional. (Dok. Ditjenpas)

Maluku, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai setorkan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke kas negara dari hasil program pembinaan kemandirian di bidang pertanian dan kerajinan, Jumat (3/7). Setoran tersebut jadi bukti bahwa hasil karya Warga Binaan tidak hanya dukung pembinaan, tetapi juga beri kontribusi bagi penerimaan negara.

Kepala Subseksi Pembinaan, La Joi, menyatakan keberhasilan tersebut merupakan hasil pembinaan keterampilan yang dilakukan secara berkelanjutan kepada Warga Binaan.

"Kami terus membina mereka melalui program yang berdaya guna. Hasil usaha pertanian dan kerajinan dikelola secara transparan, sebagian diberikan sebagai premi kepada Warga Binaan, dan sebagian lagi disetor sebagai PNBP. Ini membuktikan bahwa Warga Binaan tetap dapat berkontribusi bagi negara," ungkap La Joi.

Program kemandirian yang menghasilkan PNBP tersebut juga mendapat apresiasi dari Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya. Menurutnya, penyetoran PNBP merupakan wujud akuntabilitas dalam pengelolaan hasil pembinaan sekaligus bagian dari upaya membekali Warga Binaan dengan keterampilan yang bermanfaat.

"Pengelolaan PNBP yang transparan membuktikan bahwa Lapas Wahai bertanggung jawab kepada publik dan pemerintah. Selain memberikan bekal keterampilan agar mereka mandiri secara ekonomi dan tidak mengulangi tindak pidana, kami juga memastikan program pembinaan ini memberikan manfaat bagi negara," tegas Tersih.

Capaian tersebut turut mendapat apresiasi dari Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Maluku, Ricky Dwi Biantoro. Menurutnya, pembinaan kemandirian yang dijalankan Lapas Wahai sejalan dengan upaya mewujudkan Pemasyarakatan yang produktif dan berdampak.

"Apa yang dilakukan Lapas Wahai sebagai bagian dari pelaksanaan tugas Pemasyarakatan sangat membanggakan dan patut diapresiasi. Pembinaan kemandirian yang menghasilkan PNBP menunjukkan bahwa Warga Binaan mampu berkarya, berkontribusi pada penerimaan negara, serta mendukung program ketahanan pangan dan perekonomian nasional," pungkas Ricky.

Ke depan, Lapas Wahai akan terus tingkatkan kualitas dan variasi program pembinaan kemandirian agar semakin banyak Warga Binaan yang memperoleh keterampilan sekaligus meningkatkan kontribusi terhadap penerimaan negara. Program tersebut juga diharapkan membekali mereka agar siap kembali ke masyarakat sebagai pribadi yang produktif dan mandiri. (Alif)
Share:

Perkuat Standar Kompetensi Antikorupsi, KPK Mutakhirkan Lisensi LSP dari BNSP

Perkuat Standar Kompetensi Antikorupsi, KPK Mutakhirkan Lisensi LSP dari BNSP. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus memperkuat upaya pencegahan korupsi melalui pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan berstandar nasional. Salah satu langkah strategis tersebut diwujudkan melalui pemutakhiran lisensi Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) KPK oleh Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) sebagai bagian dari penguatan sistem sertifikasi kompetensi di sektor antikorupsi.

Proses tersebut ditandai dengan penyaksian uji kompetensi (witness) penyusunan dan pengembangan skema sertifikasi sektor antikorupsi berdasarkan standar terbaru oleh BNSP di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi (ACLC) KPK, Jakarta, Rabu (1/7). Tahapan ini memastikan skema sertifikasi tetap memenuhi standar nasional dan selaras dengan sistem pengembangan kompetensi tenaga kerja Indonesia.

Wakil Ketua KPK, Ibnu Basuki Widodo, menegaskan bahwa kompetensi merupakan fondasi penting dalam membangun ekosistem pencegahan korupsi yang efektif dan berkelanjutan. Menurutnya, pemberantasan korupsi tidak hanya bertumpu pada penindakan, tetapi juga pada tersedianya sumber daya manusia yang memiliki kompetensi, integritas, dan standar profesional yang terukur.

“Pemutakhiran lisensi LSP KPK menjadi bagian dari komitmen KPK untuk memastikan standar profesi di bidang antikorupsi terus berkembang sesuai dinamika dan tantangan yang dihadapi. Sertifikasi kompetensi menjadi instrumen strategis untuk menjamin kualitas para praktisi antikorupsi sehingga memperkuat sistem pencegahan korupsi di berbagai sektor,” ujar Ibnu.

Ia menambahkan, KPK membutuhkan Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dan Ahli Pembangun Integritas (API) yang tidak hanya berkomitmen pada nilai antikorupsi, tetapi juga memiliki kompetensi yang terstandar. Pemutakhiran skema sertifikasi diharapkan melahirkan lebih banyak tenaga profesional yang mampu menjadi agen perubahan dan memperkuat budaya integritas.

Menurut Ibnu, penguatan profesi antikorupsi telah dimulai sejak ditetapkannya Standar Kompetensi Kerja Khusus (SKKK) Corruption Risk Assessment (CRA) oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada Februari 2026. Standar tersebut menjadi tonggak penting dalam membangun profesi antikorupsi yang semakin kredibel sekaligus memperkuat asesmen risiko korupsi secara terukur.

“Saya hadir bukan hanya sebagai Wakil Ketua KPK, tetapi juga sebagai peserta uji kompetensi. Tidak ada jabatan yang membuat seseorang berhenti belajar atau tidak perlu membuktikan kompetensinya. Standar kompetensi harus berlaku bagi siapa pun, termasuk pimpinan yang wajib memberi teladan,” tegasnya.

Kompetensi Terukur Perkuat Profesionalisme

Ketua Dewan Pengarah LSP KPK, Wawan Wardiana, menjelaskan bahwa penyaksian uji kompetensi merupakan bagian penting untuk memastikan proses sertifikasi berjalan sesuai standar sehingga mampu menghasilkan tenaga profesional yang menjawab kebutuhan pemberantasan korupsi.

“Penguatan skema sertifikasi dilakukan melalui penyusunan dan verifikasi skema oleh BNSP, asesmen lapangan, hingga penyaksian pelaksanaan uji kompetensi menggunakan Materi Uji Kompetensi (MUK) Tahun 2026. Seluruh tahapan ini memastikan sertifikasi LSP KPK memenuhi standar mutu dan siap diimplementasikan secara nasional,” ujar Wawan.

Ia menambahkan, pemutakhiran skema sertifikasi dan MUK 2026 dilakukan agar sertifikasi tetap relevan dengan kebutuhan sektor antikorupsi. Hingga Januari 2026, LSP KPK telah menerbitkan 6.344 sertifikat kompetensi, terdiri atas 5.615 Penyuluh Antikorupsi (PAKSI) dan 729 Ahli Pembangun Integritas (API) yang tersebar di 37 provinsi. Ke depan, KPK juga mendorong pemanfaatan platform digital serta pengembangan Klinik Konsultasi Antikorupsi (SAKTI KPK) sebagai ruang edukasi, konsultasi, dan kolaborasi.

Direktur Pendidikan dan Pelatihan Antikorupsi (ACLC) KPK, Yonathan Demme Tangdilintin, menekankan bahwa kompetensi merupakan proses yang harus terus dikembangkan. Setiap insan antikorupsi dituntut untuk terus belajar, beradaptasi, dan meningkatkan kapasitas agar mampu menjawab tantangan yang semakin kompleks.

“Produktivitas tidak lagi sekadar diukur dari banyaknya hasil kerja, tetapi dari kemampuan menciptakan nilai tambah, bekerja efektif, dan memberi manfaat lebih besar bagi masyarakat. Prinsip yang sama berlaku dalam pencegahan korupsi yang harus semakin berkualitas, berdampak, dan berkelanjutan,” kata Yonathan.

Ia berharap LSP KPK tidak hanya menjadi lembaga sertifikasi yang memenuhi standar akreditasi BNSP, tetapi juga menjadi motor penggerak pengembangan SDM antikorupsi yang profesional, adaptif, dan berintegritas.

Sementara itu, Ketua BNSP, Syamsi Hari, menyatakan bahwa sertifikasi kompetensi merupakan instrumen strategis untuk memastikan setiap profesi memiliki kompetensi yang terukur, diakui, dan dapat dipertanggungjawabkan.

“BNSP mengapresiasi komitmen KPK yang secara konsisten menjaga kualitas sistem sertifikasi profesi di sektor antikorupsi melalui pemutakhiran skema sertifikasi dan materi uji kompetensi sesuai standar terbaru. Proses penyaksian ini memastikan seluruh mekanisme sertifikasi memenuhi prinsip validitas, reliabilitas, objektivitas, dan mengacu pada standar nasional,” ujar Syamsi.

Menurutnya, kebutuhan kompetensi di sektor antikorupsi akan terus berkembang mengikuti dinamika regulasi, teknologi, dan tata kelola. Karena itu, pembaruan skema sertifikasi menjadi langkah penting agar profesi antikorupsi tetap adaptif sekaligus menjadi rujukan nasional dalam pengembangan kompetensi.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Komisioner BNSP Adi Mahfudz, Kepala Sekretariat BNSP Moh. Amir Syarifuddin, Asesor Lisensi Kepala BNSP Suhadi, Asesor Lisensi BNSP Haekal, Sekretariat BNSP Wahyu Yudi Wibisono, serta para Master Asesor dan Pengurus Harian LSP KPK. (Junaedi)
Share:

PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional

PLN EPI Dorong Bioenergi Jadi Motor Diversifikasi Energi Nasional. (Dok. PLN EPI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) terus memperkuat diversifikasi energi primer melalui pengembangan bioenergi sebagai salah satu strategi menjaga ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat transisi menuju energi yang lebih bersih.

Komitmen tersebut disampaikan Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir dalam Grand Seminar ReEnergize Summit 2026: Pentahelix Talks x IETD 2026 Goes to Campus di Balai Sidang Universitas Indonesia. Melalui optimalisasi biomassa, biochar, compressed biomethane gas (CBG), hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar alternatif, PLN EPI mendorong pemanfaatan sumber daya energi domestik untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.

Direktur Biomassa PLN EPI Hokkop Situngkir mengatakan Indonesia memiliki potensi bioenergi yang sangat besar. Menurutnya, tantangan utama saat ini bukan lagi terletak pada ketersediaan sumber daya, melainkan bagaimana membangun kolaborasi yang kuat antar pemangku kepentingan agar potensi tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

"Source nya sebenarnya kita punya. Namun memang harus ada keberanian dari kita untuk berkolaborasi, antara PLN, mitra investasi, mitra lokal, pemerintah, regulator, akademisi, hingga dunia usaha agar pengembangan bioenergi dapat berjalan lebih cepat dan berkelanjutan," ujar Hokkop.

Ia menjelaskan, sebagai Subholding PLN yang bertanggung jawab menyediakan energi primer bagi seluruh pembangkit PLN Group, PLN EPI tidak hanya memastikan keandalan pasokan batu bara dan gas, tetapi juga terus memperluas portofolio energi primer berbasis energi baru terbarukan, khususnya bioenergi.

Menurut Hokkop, PLN secara bertahap telah memulai transformasi sektor pembangkitan menuju energi yang lebih bersih. Saat ini hampir seluruh pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD) telah memanfaatkan biodiesel B40, sementara pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) mulai mengimplementasikan biomassa sebagai bahan bakar cofiring untuk mengurangi konsumsi batu bara.

Selain biomassa, PLN EPI juga mengembangkan berbagai produk bioenergi lainnya, seperti compressed biomethane gas (CBG) yang berasal dari limbah organik dan limbah cair untuk dimanfaatkan pada pembangkit berbasis gas, biochar, Refuse Derived Fuel (RDF) dari sampah perkotaan, biofuel, hingga bioetanol sebagai bagian dari strategi dekarbonisasi sektor ketenagalistrikan.

"Target kami adalah memanfaatkan berbagai sumber energi alternatif di luar energi fosil. Saat ini kita memang sedang berada dalam masa transisi menuju energi yang lebih bersih. Karena itu, diversifikasi energi menjadi langkah penting untuk menjaga keandalan pasokan listrik sekaligus mendukung pencapaian target pengurangan emisi nasional," katanya.

PLN EPI mencatat Indonesia memiliki potensi biomassa sekitar 83,4 juta ton per tahun yang tersebar di berbagai wilayah, terutama Sumatra, Kalimantan, dan Jawa. Potensi tersebut berasal dari limbah perkebunan, pertanian, kehutanan, hingga sampah perkotaan yang dapat dimanfaatkan menjadi sumber energi terbarukan sekaligus memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat.

Dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) 2025-2029, bioenergi ditargetkan menyumbang tambahan kapasitas pembangkit sebesar 0,61 gigawatt (GW) melalui program co-firing, pembangkit listrik tenaga biomassa (PLTBm), dan biogas. Sementara itu, pengembangan energi terbarukan hingga 2034 diproyeksikan membutuhkan investasi sekitar Rp1.682 triliun, yang diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi hijau dan mempercepat transformasi sektor energi nasional.

Meski memiliki potensi besar, Hokkop menilai percepatan pengembangan energi terbarukan masih menghadapi sejumlah tantangan, terutama kebutuhan investasi yang tinggi untuk pembangunan jaringan transmisi dan distribusi listrik. Berbeda dengan pembangkit berbasis energi fosil yang bahan bakarnya dapat didistribusikan ke berbagai lokasi, pembangkit energi terbarukan umumnya harus dibangun mendekati sumber energinya sehingga memerlukan dukungan infrastruktur yang memadai.

Karena itu, menurut Hokkop, proses transisi energi harus dilaksanakan secara bertahap dengan tetap menjaga keandalan sistem kelistrikan dan keterjangkauan biaya listrik bagi masyarakat.

"Transisi energi harus menjadi solusi, bukan menjadi beban. Yang kita dorong adalah proses peralihan menuju energi yang lebih bersih secara bertahap, dengan tetap menjaga keandalan pasokan listrik, keterjangkauan tarif, dan daya saing ekonomi nasional. Melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan, kami optimistis bioenergi dapat menjadi salah satu pilar penting dalam memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mempercepat terwujudnya sistem energi Indonesia yang berkelanjutan," tutup Hokkop. (Fitri)
Share:

Ombudsman RI dan Kementerian Kesehatan Kawal Optimalisasi Tata Kelola dan Pelayanan RS Pratama

Ombudsman RI dan Kementerian Kesehatan Kawal Optimalisasi Tata Kelola dan Pelayanan RS Pratama. (Dok. Ombudsman RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Ombudsman RI bersama Kementerian Kesehatan berkomitmen memperkuat tata kelola fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) demi menjamin hak konstitusional masyarakat atas pelayanan kesehatan yang bermutu dan berkeadilan. Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Saran Perbaikan Ombudsman terkait Optimalisasi Pelayanan Kesehatan di Rumah Sakit (RS) Pratama yang disampaikan pada 2025.

Anggota Ombudsman RI, Nuzran Joher menyampaikan, hasil kajian Ombudsman RI tersebut memetakan berbagai tantangan fundamental, baik pada RS Pratama yang telah beroperasi maupun yang masih dalam tahap persiapan perizinan. Dalam kajian tersebut, Ombudsman RI memberikan lima poin saran perbaikan komprehensif, mulai dari harmonisasi kebijakan pembiayaan, penyesuaian standar akreditasi, penyusunan pedoman teknis pelayanan primer, hingga pemenuhan serta pemetaan reguler Sumber Daya Manusia Kesehatan (SDMK).

"Pemantauan yang dilakukan bersifat preventif guna mencegah potensi maladministrasi dan memastikan kehadiran pelayanan publik yang prima. Ombudsman RI turut menyampaikan apresiasi yang tinggi atas komitmen dan transparansi Kemenkes RI dalam mengimplementasikan rekomendasi perbaikan tersebut," ujarnya di Kantor Ombudsman RI, Jakarta Selatan, Kamis (2/7/2026).

Dalam pertemuan dengan Kementerian Kesehatan pada Rabu (1/7/2026), Nuzran menerangkan bahwa sinergi aktif antarlembaga dan perhatian serius dari pemerintah daerah menjadi kunci utama dalam mewujudkan perubahan tata kelola yang efektif di lapangan,"

Merespons saran tersebut, Sekretaris Inspektorat Jenderal Kemenkes RI, Rudi Supriatna Nata Saputra, memaparkan sejumlah langkah konkret yang telah dan sedang dijalankan. Kemenkes RI bergerak cepat melakukan penyelarasan regulasi, salah satunya melalui penerbitan Permenkes Nomor 6 Tahun 2026 yang mengatur masa transisi RS Tipe D Pratama, serta menetapkan target peningkatan status 12 RS Tipe D Pratama menjadi Tipe C sebagai bagian dari penguatan layanan kesehatan di daerah. Dari sisi pembiayaan, Kemenkes RI terus mengevaluasi skema kapitasi dan nonkapitasi berdasarkan Permenkes Nomor 3 Tahun 2023 demi menjaga keberlangsungan operasional fasyankes.

Melalui mekanisme monitoring, koordinasi, dan konsultasi yang berkelanjutan sesuai amanat Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2008, Ombudsman RI bersama Kemenkes RI berkomitmen penuh untuk mengawal proses pembenahan ini secara konsisten. Kolaborasi ini diharapkan dapat memperkokoh sistem kesehatan nasional, khususnya dalam memperluas aksesibilitas dan mutu layanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah-wilayah yang sulit dijangkau

Guna memperkuat komitmen implementasi di tingkat daerah, Ombudsman RI dan Kemenkes RI mengumumkan bahwa dalam waktu dekat akan dilakukan penandatanganan Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) Tripartit antara Ombudsman RI, Kementerian Kesehatan, dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kerja sama tiga pihak ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk memastikan pengawasan yang ketat sekaligus mendorong komitmen penuh dari pemerintah daerah dalam aspek tata kelola, pembiayaan APBD, dan percepatan perizinan RS Pratama. (Ros)
Share:

Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi

Imigrasi Gandeng KPK untuk Pembenahan Instansi. (Dok. Kemenimpas)

Surabaya, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Imigrasi menghadirkan Kepala Satuan Tugas Program Pengendalian Gratifikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Nensi Natalia, untuk memberikan pembekalan penguatan integritas kepada jajaran internal keimigrasian dalam rangka pembenahan instansi.

Kehadiran perwakilan KPK ini menjadi agenda utama dalam Sosialisasi Penguatan Kepatuhan Internal Terintegrasi yang digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu s.d. Jumat (1 s.d. 3 Juli 2026). Kegiatan tersebut diikuti oleh 272 peserta, yang terdiri dari jajaran pimpinan tinggi pratama hingga kepala unit pelaksana teknis keimigrasian dari seluruh Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Nensi menekankan pentingnya tahap pencegahan dalam pengendalian gratifikasi. Di antaranya adalah menjaga integritas, menghindari konflik kepentingan, taat melaporkan kekayaan secara berkala dan melaporkan kepada yang berwenang jika menerima gratifikasi.

Direktur Jenderal Imigrasi, Hendarsam Marantoko, yang hadir membuka acara memberikan penekanan bahwa setiap aparatur sipil negara di lingkungan imigrasi harus mengutamakan moralitas kerja yang baik saat melayani masyarakat. Hal ini disebabkan kinerja institusi dipantau secara langsung oleh publik dari segi output maupun proses pelayanan. Hendarsam mengingatkan bahwa integritas menjadi hal fundamental untuk menjaga muruah organisasi.

"Integritas dan kepatuhan harus menjadi fondasi utama dalam setiap pelaksanaan tugas dan fungsi keimigrasian. Masyarakat tidak hanya menilai hasil kerja kita, tetapi juga menilai bagaimana proses pelayanan itu diberikan," kata Hendarsam.

Agenda sosialisasi ini berfokus pada penguatan kurikulum pencegahan penyimpangan, salah satunya melalui implementasi Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP). Seluruh jajaran dibekali materi penegakan kode etik, budaya kerja antikorupsi, kepatuhan terhadap Standar Operasional Prosedur (SOP), serta efisiensi fungsi penegakan hukum keimigrasian. Penguatan ini dirancang agar instansi mampu mendeteksi potensi maladministrasi sejak dini melalui manajemen risiko benturan kepentingan dan optimalisasi mekanisme pelaporan pelanggaran whistleblowing system.

Selain perwakilan KPK, Ditjen Imigrasi juga menghadirkan sejumlah narasumber dari lembaga negara lainnya. Di antaranya adalah Direktur Pengawasan Bidang Politik dan Penegakan Hukum pada Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), Moch. Fachrudin; serta anggota Ombudsman Republik Indonesia, Robertus Na Endi Jaweng. Kehadiran para pejabat ini ditujukan untuk memperkuat sinergi pengawasan internal dan eksternal keimigrasian.

Dirjen Imigrasi menekankan agar fungsi kepatuhan internal tidak dijadikan sekadar formalitas. Kepatuhan ini semestinya menjadi landasan budaya kerja yang dipraktikkan secara konsisten mulai dari level pimpinan tinggi struktural hingga petugas pelaksana di lapangan sehari-hari.

"Kepatuhan internal tidak boleh dipandang semata-mata sebagai fungsi pengawasan atau penindakan terhadap pelanggaran. Kepatuhan internal harus menjadi budaya kerja yang hidup dalam setiap organisasi, mulai dari pimpinan hingga pelaksana," ujar Hendarsam.

Pada akhir pemaparannya, Direktur Jenderal Imigrasi meminta agar seluruh kepala kantor wilayah dan unit pelaksana teknis keimigrasian segera mengimplementasikan hasil forum di lingkungan kerja masing-masing. Evaluasi berkala akan terus dilakukan untuk menekan angka potensi penyimpangan kedinasan demi mewujudkan reformasi birokrasi. Keberhasilan instansi keimigrasian ke depan akan diukur secara objektif berdasarkan tingkat kepercayaan publik yang berhasil diraih.

"Mari kita jadikan momentum ini sebagai langkah nyata untuk memperkuat tata kelola keimigrasian yang bersih, transparan, akuntabel, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik yang berkualitas," ucap Hendarsam menutup penjelasannya. (Junaedi)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING