Bakti Kesehatan Hari Bhayangkara ke-80, Polda Riau Gelar 14 Layanan Medis

Polda Riau menggelar bakti kesehatan dalam menyambut Hari Bhayangkara ke-80. Kegiatan ini dihadiri ribuan masyarakat hingga melebihi target. (Dok. Div Humas Polri)

Riau, WaraWiri.net - Kegiatan Puncak Bakti Kesehatan ini digelar di Grand Central Hotel Pekanbaru, Selasa (23/6/2026), yang dihadiri langsung oleh Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Wakapolda Brigjen Hengki Haryadi, Irwasda Kombes Prabowo Santoso, serta seluruh pejabat utama (PJU) Polda Riau. Turut hadir, Danlanud Roesmin Nurjadin Marsma TNI Abdul Haris, Kadiskes Riwau yang mewakili Plt Gubernur, Danrem 031 Wirabima Brigjen TNI Agustatius Sitepu, Danlanal Dumai Kolonel Laut (P) Abdul Haris, dan BNNP Riau.

Ada 14 pelayanan kesehatan yang diselenggarakan dalam kegiatan Puncak Bakti Kesehatan ini, meliputi pengobatan umum dan spesialis, serta cek kesehatan gratis, pelayanan kesehatan gigi, operasi katarak, dan operasi bibir sumbing, khitanan massal, bedah minor, serta pelayanan Keluarga Berencana (KB). 

Selain itu, Polda Riau bersama Dinas Kesehatan juga melakukan aksi donor darah, pemeriksaan laboratorium, pemberian vitamin dan imunisasi, program deteksi dini dan pencegahan stunting hingga pemberian kacamata gratis serta pelayanan khusus sekaligus pemberian alat bantu bagi penyandang disabilitas.

Dalam sambutannya, Kapolda Irjen Herry Heryawan mengatakan pelayanan bakti kesehatan ini mendapatkan antusiasme luar biasa dari masyarakat hingga melebihi target yang ditentukan.

Dari target-target tadi yang sudah disampaikan, ada peningkatan sejumlah 15 persen, dari target 1.432, tetapi capaiannya sudah 2.400 lebih, kata Irjen Herry Heryawan.

Peningkatan angka partisipasi ini disyukuri oleh Kapolda Riau sebagai indikator meningkatnya kesadaran warga dalam menjaga kesehatan secara berkala. Secara khusus, ia menyoroti peta kerawanan penyakit di Provinsi Riau yang didominasi oleh kasus hipertensi dan diabetes.

Guna mencegah komplikasi fatal akibat kedua penyakit tersebut sejak dini, Kapolda Riau menginstruksikan jajarannya untuk tidak berhenti di momen seremonial ini saja.

Saya meminta agar terus dilakukan kolaborasi dan koordinasi intensif dengan Dinas Kesehatan serta seluruh pihak terkait untuk memperluas akses dan meningkatkan partisipasi masyarakat dalam melakukan screening kesehatan berkala, tegasnya.

Kapolda Riau menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada seluruh elemen yang menyukseskan acara, khususnya 15 rumah sakit mitra, jajaran tenaga medis, tenaga kesehatan, serta para relawan.

Diharapkan, bakti kesehatan dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, 1 Juli 2026 ini tidak hanya memberikan manfaat kebugaran fisik yang nyata, tetapi juga semakin merekatkan ikatan emosional inklusif antara Polri dan masyarakat demi mewujudkan Riau yang sehat, aman, dan sejahtera. (Dimas)
Share:

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Permudah Akses Layanan Kesehatan Pekerja

Kapolri Luncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Permudah Akses Layanan Kesehatan Pekerja. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo meluncurkan Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sebagai fasilitas layanan kesehatan bagi pekerja di seluruh Indonesia. Program tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri dalam mendukung kesejahteraan buruh melalui kemudahan akses layanan kesehatan. 

Peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh dilakukan dalam rangkaian kegiatan Puncak Bakti Kesehatan menyambut Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan), Jakarta Selatan, Selasa (23/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kapolri mengatakan bahwa melalui program tersebut para pekerja dapat memperoleh akses layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia.

Melalui program Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh, Polri memberikan berbagai layanan kesehatan di Rumah Sakit Polri yang tersebar di seluruh Indonesia sehingga dapat diakses dengan lebih mudah oleh para buruh, ujar Kapolri.

Kapolri menegaskan, Polri akan terus memperkuat sinergi dengan kalangan pekerja melalui berbagai program yang memberikan manfaat langsung bagi buruh dan keluarganya. Menurutnya, dukungan kepada pekerja tidak hanya diwujudkan melalui penegakan hukum dan perlindungan ketenagakerjaan, tetapi juga melalui pelayanan sosial dan kesehatan yang dapat dirasakan secara nyata.

Kami ingin memastikan kehadiran Polri dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, termasuk para pekerja yang menjadi salah satu elemen penting dalam pembangunan nasional, ungkap Kapolri.

Sementara itu, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI), Andi Gani Nena Wea, menyambut baik peluncuran Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh. Ia menilai program tersebut akan memberikan manfaat nyata bagi pekerja yang membutuhkan layanan kesehatan.

Kartu Bhayangkara Prioritas Buruh sangat membantu buruh yang ingin berobat ke Rumah Sakit Polri di seluruh Indonesia. Kartu ini menjadi hal yang luar biasa bagi buruh, kata Andi Gani.

Melalui program ini, Polri berharap akses layanan kesehatan bagi pekerja dapat semakin mudah dan merata, sekaligus memperkuat kolaborasi antara Polri dan kalangan buruh dalam mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat. (Dimas)
Share:

Kodaeral V Dukung Peringatan Hut Kodaeral Tahun 2026 Yang Sederhana Dan Berorientasi Sosial

Kodaeral V Dukung Peringatan Hut Kodaeral Tahun 2026 Yang Sederhana Dan Berorientasi Sosial. (Dok. Puspen TNI)

Makassar, WaraWiri.net - Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Komando Daerah TNI Angkatan Laut (Kodaeral) Tahun 2026, Kodaeral V mengikuti kegiatan video conference (vicon) yang membahas rencana pelaksanaan rangkaian kegiatan peringatan HUT Kodaeral yang dipimpin oleh Kodaeral VI Makassar selaku Koordinator Acara, Selasa (23/6/2026).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Komandan Kodaeral V Laksda TNI Ali Triswanto, S.E., M.Si., diampingi Wakil Komandan Kodaeral V Brigjen TNI (Mar) Suwandi, S.A.P., M.M., Asisten Personel (Aspers) Dankodaeral V Kolonel Laut (P) Rahadian Rahmadi, S.E., M.Tr.Hanla., M.M., Asisten Perencanaan (Asrena) Dankodaeral V Kolonel Laut (P) Erwin Herdianto, M.Tr.Hanla., M.M., serta Kepala Dinas Penerangan (Kadispen) Kodaeral V Kolonel Laut (P) Arif Priwadi Wibowo, M.Tr.Opsla.

Pertemuan ini merupakan rapat awal dalam rangka mempersiapkan pelaksanaan HUT Kodaeral Tahun 2026 yang direncanakan diselenggarakan secara gabungan dan sederhana. Dalam pembahasan yang dilaksanakan secara daring tersebut, peserta rapat mendiskusikan beberapa alternatif bentuk kegiatan, mulai dari pelaksanaan upacara militer maupun tanpa upacara militer yang dipadukan dengan kegiatan syukuran.

Rencananya, puncak peringatan HUT Kodaeral Tahun 2026 akan dilaksanakan di Kodaeral VI Makassar tepat saat pertama kali dibentuk dan diresmikan pada 10 Agustus 2025.

Sebagai tonggak sejarah organisasi, Kodaeral diresmikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, melalui Upacara Gelar Pasukan dan Kehormatan Militer yang berlangsung di Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Pada kesempatan tersebut juga dilaksanakan validasi organisasi dan pengukuhan 14 Komandan Kodaeral sebagai bagian dari restrukturisasi organisasi TNI Angkatan Laut dalam memperkuat sistem pertahanan maritim nasional.

Pada kesempatan tersebut, Komandan Kodaeral V menyampaikan beberapa masukan terkait rencana peringatan HUT Kodaeral. Di antaranya menyarankan agar penyelenggaraan HUT tetap mengedepankan prinsip kesederhanaan sesuai arahan pimpinan TNI AL sebagaimana yang telah diterapkan pada beberapa peringatan hari jadi satuan jajaran TNI AL.

Untuk meningkatkan manfaat peringatan HUT Kodaeral bagi masyarakat, Komandan Kodaeral V turut mengusulkan agar rangkaian kegiatan diisi dengan olahraga bersama, bakti sosial, dan bakti kesehatan sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus mempererat kemanunggalan TNI Angkatan Laut dengan masyarakat.

Melalui rapat koordinasi ini diharapkan peringatan HUT Kodaeral Tahun 2026 dapat terselenggara dengan baik, sederhana, dan bermakna, serta menjadi momentum untuk memperkuat soliditas organisasi dalam mendukung tugas pokok TNI Angkatan Laut. (Rizal)
Share:

Perkuat Pelayanan dan Pemenuhan Hak Warga Binaan, Lapas Cipinang Ikuti Penguatan bersama Ombudsman

Perkuat Pelayanan dan Pemenuhan Hak Warga Binaan, Lapas Cipinang Ikuti Penguatan bersama Ombudsman. (Dok. Ditjenpas)

Jakarta, WaraWiri.net - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas I Cipinang terus perkuat komitmen peningkatan kualitas pelayanan publik melalui sinergi jajaran Pemasyarakatan Daerah Khusus (DK) Jakarta bersama Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Selasa (23/6).

Kegiatan tersebut menjadi forum penguatan tata kelola pelayanan, pemenuhan hak Warga Binaan, serta pencegahan maladministrasi di lingkungan Pemasyarakatan.

Kepala Lapas I Cipinang, Dr. Syarpani, menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi momentum untuk memperkuat komitmen menghadirkan layanan yang transparan, responsif, dan berintegritas.

“Kami berkomitmen memastikan seluruh layanan di Lapas Cipinang berjalan sesuai aturan dan memberikan kepastian kepada masyarakat maupun Warga Binaan. Pelayanan yang baik harus dibangun dengan keterbukaan, integritas, serta kemauan untuk terus memperbaiki diri,” ujarnya.

Menurut Syarpani, pemenuhan hak Warga Binaan harus dilaksanakan secara konsisten dalam seluruh aspek layanan, mulai dari pembinaan, kesehatan, kunjungan keluarga, hingga layanan administrasi dan integrasi.

“Pemasyarakatan tidak hanya tentang pengamanan, tetapi juga memastikan proses pembinaan berjalan secara adil dan manusiawi. Setiap layanan harus diberikan secara profesional, transparan, dan bebas dari penyimpangan,” tambahnya.

Kegiatan tersebut dihadiri Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan DK Jakarta, Wachid Wibowo, bersama para Kepala Lapas dan Rutan se-DK Jakarta. Dalam arahannya, Wachid menekankan pentingnya kolaborasi dengan Ombudsman sebagai bagian dari upaya meningkatkan akuntabilitas pelayanan publik.

“Sinergi dengan Ombudsman menjadi ruang evaluasi dan perbaikan bersama. Masukan serta pengawasan yang diberikan menjadi energi positif bagi jajaran Pemasyarakatan untuk terus meningkatkan kualitas layanan,” ungkap Wachid.

Sementara itu, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Jakarta Raya, Dedy Irsan, memberikan penguatan mengenai pentingnya membangun budaya pelayanan publik yang transparan, responsif, dan bebas dari praktik maladministrasi.

“Ombudsman hadir bukan sekadar melakukan pengawasan, tetapi juga mendorong perbaikan pelayanan publik. Kami berharap sinergi dengan jajaran Pemasyarakatan terus diperkuat agar setiap layanan yang diberikan semakin mudah diakses, transparan, dan memberikan kepastian bagi masyarakat,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi keterbukaan jajaran Pemasyarakatan DK Jakarta dalam membangun koordinasi dan komunikasi sebagai langkah pencegahan maladministrasi. (Junaedi)
Share:

Perkuat Sinergi Daerah di Sulsel 23 Kabupaten/Kota Hadir Dalam Forum Bisnis Investasi IGS 2026

Perkuat Sinergi Daerah di Sulsel 23 Kabupaten/Kota Hadir Dalam Forum Bisnis Investasi IGS 2026. (Dok. Pemkot Makassar)

Makassar, WaraWiri.net - Indonesia Gastronodiplomacy Series (IGS) 2026 tidak hanya menjadi ajang promosi investasi Kota Makassar tetapi juga menjadi ruang kolaborasi bagi pemerintah kabupaten dan kota se-Sulawesi Selatan.

Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kota Makassar, Mario Said, menyebutkan sebanyak 23 kabupaten/ kota di Sulawesi Selatan turut berpartisipasi dalam forum investasi yang digelar di Hotel Rinra Makassar, Selasa (24/6/2026).

“Total ada 23 daerah yang hadir. Sebagian kepala daerah berhalangan karena mengikuti agenda nasional sehingga diwakili oleh wakil kepala daerah maupun Kepala DPMPTSP masing-masing daerah,” ujarnya.

23 Kabupaten Kota ini membawa produk-produk UMKM lokal unggulannya untuk diperkenalkan dan banyak diminati oleh para tamu yang hadir.

Meski forum investasi difokuskan pada promosi potensi Kota Makassar namun Pemerintah Kota Makassar tetap memberikan ruang kepada pemerintah daerah lain untuk menjalin komunikasi dengan para delegasi negara sahabat yang hadir.

“Kami memberikan ruang dan kesempatan kepada daerah lain untuk berkomunikasi dan membangun jejaring dengan perwakilan negara-negara peserta. Ini bagian dari upaya bersama mendorong investasi di Sulawesi Selatan,” jelas Mario.

Menurutnya, kehadiran puluhan pemerintah daerah tersebut menunjukkan komitmen bersama dalam memperkuat iklim investasi dan memperluas peluang kerja sama ekonomi di tingkat regional maupun internasional.

Forum investasi IGS 2026 diharapkan menjadi momentum penting untuk memperkenalkan potensi daerah masing-masing.

Sekaligus mempererat hubungan antara pemerintah daerah, pelaku usaha, akademisi, dan mitra internasional dalam mendukung pembangunan ekonomi berkelanjutan. (Muh)
Share:

Gubernur Herman Deru Instruksikan Pergub Guna Jaga Warisan Budaya Sumatera Selatan

Gubernur Herman Deru Instruksikan Pergub Guna Jaga Warisan Budaya Sumatera Selatan. (Dok. Pemprov Sumsel)

Sumatera Selatan, WaraWiri.net - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) yang berkolaborasi dengan Dekranasda Sumsel resmi menabuh genderang Festival Seni Adat & Tradisi 2026 serta Pameran Anjungan Sumatera Selatan, Rabu (24/6/2026).

Acara yang berlangsung selama dua hari (24–25 Juni 2026) ini dibuka langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan, H. Herman Deru. Sempat terjeda sejak tahun 2023, festival ini kembali dihidupkan sebagai benteng kelestarian adat sekaligus motor penggerak ekonomi kreatif berbasis kriya dan wastra lokal.

Dalam arahannya, Gubernur Sumsel, H. Herman Deru menegaskan bahwa pelestarian budaya tidak boleh bergantung pada selera rezim pemerintahan. Ia langsung menginstruksikan jajarannya untuk merumuskan Peraturan Gubernur (Pergub) atau SK Gubernur agar festival ini resmi masuk dalam kalender agenda tahunan yang permanen.

"Inilah barrier penahan agar budaya adat kita tidak tergerus oleh kemajuan teknologi dan informasi. Kita harus memberikan navigasi nyata bagi anak cucu agar tidak lepas dari akar budaya Sumatera Selatan. Regulasi kuat adalah kuncinya," tegas Herman Deru.

Herman Deru juga menyoroti kompleks Anjungan Kabupaten/Kota Jakabaring yang megah bak Taman Mini skala lokal. Ia meminta seluruh kepala daerah mengoptimalisasi fungsi anjungan tersebut menjadi kantor penghubung resmi sekaligus pusat kegiatan berkala agar aset tersebut tidak terbengkalai.

Senada dengan visi Gubernur, Ketua Dekranasda Provinsi Sumsel, Hj. Feby Herman Deru, mengetuk kesadaran para Bupati dan Wali Kota selaku pembina di daerah untuk berkomitmen menganggarkan perawatan rumah adat sesuai pakem aslinya.

"Anjungan ini adalah cermin budaya 17 kabupaten/kota. Tamu luar tidak perlu berkeliling ke semua daerah, cukup datang ke sini untuk melihat wajah asli Sumsel," tutur Feby.

Lebih jauh, Feby membocorkan rencana strategis menyulap bangunan utama induk menjadi Museum Wastra Sumatera Selatan untuk memamerkan kain-kain kuno langka, lengkap dengan pusat pelatihan pengrajin di lantai dasar. Saat ini, pihaknya juga tengah gencar mengembangkan tren pewarna pakaian alami lewat riset bersama Badan Riset dan Inovasi Daerah (Brida).

Kepala Disbudpar Sumsel, Dr. H. Rudi Irawan, S.Sos., M.Si., melaporkan bahwa festival tahun ini dikemas kaya akan konten edukasi dan ekonomi antara Lain 14 Kabupaten/Kota unjuk gigi dalam pameran arsitektur dan home decor, sementara 16 Kabupaten/Kota siap menghentak panggung seni lewat tari tradisional, sastra tutur, hingga sendratari.

"Kami juga mengajak Publik terlibat langsung lewat workshop membatik Aksara Ulu, tari Gending Sriwijaya, hingga flashmob tari massal Serampang 12. Selain itu, Sebanyak 20 UMKM/IKM sektor kreatif dan wastra dilibatkan penuh dengan sokongan dari Bank Indonesia (BI) serta OJK demi mendorong produk lokal naik kelas di tengah fluktuasi ekonomi global, " Jelasnya.

Acara pembukaan ini dihadiri secara maksimal oleh jajaran Bupati/Wali Kota se-Sumsel, Forkopimda, para ketua adat, serta Kepala OPD lingkungan Pemprov Sumsel yang kompak mengenakan wastra kebanggaan daerah masing-masing. (Ros)
Share:

Percepat Hilirisasi, Kemenperin dan Danareksa Perkuat Kawasan Industri

Percepat Hilirisasi, Kemenperin dan Danareksa Perkuat Kawasan Industri. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah terus memperkuat pengembangan kawasan industri untuk mempercepat hilirisasi, menarik investasi, dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional. Sejalan dengan upaya tersebut, Kementerian Perindustrian dan PT Danareksa (Persero) memperkuat sinergi dalam pengelolaan kawasan industri strategis untuk mempercepat industrialisasi di indonesia. PT Danareksa (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang ditugaskan untuk mengelola kawasan industri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa kawasan industri memiliki peran strategis dalam menciptakan ekosistem industri yang efisien dan berdaya saing.

"Kawasan industri tidak hanya menjadi lokasi beroperasinya perusahaan manufaktur, tetapi juga menjadi penggerak investasi, penciptaan lapangan kerja, serta instrumen penting dalam mempercepat transformasi industri nasional yang lebih maju dan berkelanjutan," ujarnya saat acara Audiensi PT Danareksa (Persero) dengan Kementerian Perindustrian beberapa waktu lalu di Jakarta.

Peran kawasan industri semakin strategis dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Hingga pertengahan 2026, Indonesia memiliki 179 kawasan industri yang tersebar di berbagai wilayah dengan total luas hampir 100 ribu hektar. Kawasan industri tersebut telah menampung sekitar 11.970 tenan, mencatatkan realisasi investasi sebesar Rp6.744,58 triliun, dan menyerap sekitar 2,35 juta tenaga kerja.

Sebagai bagian dari upaya tersebut, PT Danareksa (Persero) turut berkontribusi melalui pengelolaan tujuh kawasan industri strategis yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Ketujuh kawasan tersebut meliputi Kawasan Industri Terpadu Batang (KITB), Kawasan Industri Wijayakusuma (KIW), Kawasan Industri Medan (KIM), Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Jakarta Industrial Estate Pulogadung (JIEP), Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER), dan Kawasan Industri Makassar (KIMA).

Secara keseluruhan, tujuh kawasan industri yang berada dalam holding Danareksa memiliki luas sekitar 7.800 hektare dengan tingkat okupansi mencapai sekitar 70 persen. Kawasan tersebut menampung sekitar 1.200 tenan dengan total investasi mencapai USD10 miliar atau setara Rp177,4 triliun serta menyerap lebih dari 300 ribu tenaga kerja. Capaian tersebut menunjukkan besarnya kontribusi kawasan industri BUMN dalam memperkuat daya saing industri nasional.

Dalam pertemuan tersebut, Kemenperin dan Danareksa juga membahas berbagai peluang pengembangan kawasan industri ke depan, termasuk penguatan konsolidasi kawasan industri BUMN, transformasi menuju kawasan industri hijau, serta rencana pembangunan dan perluasan kawasan industri baru. Kemenperin menilai langkah tersebut penting untuk mempercepat penyebaran pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, khususnya di luar Pulau Jawa.

Namun pengembangan kawasan industri masih menghadapi sejumlah tantangan, antara lain terkait aspek pertanahan dan tata ruang, infrastruktur, lingkungan hidup, perizinan, hingga kebutuhan penguatan kelembagaan dan insentif. Oleh karena itu, kolaborasi antara pemerintah, BUMN, dan pelaku usaha dinilai menjadi faktor penting dalam menghadapi tantangan tersebut sekaligus mempercepat pengembangan kawasan industri yang berdaya saing dan berkelanjutan.

"Kami menyambut baik komitmen Danareksa dalam mendukung agenda hilirisasi dan industrialisasi nasional melalui pengembangan kawasan industri. Ke depan, kami berharap kawasan industri BUMN dapat terus berkembang, memperluas jangkauan pembangunan industri ke berbagai daerah, serta menjadi penggerak pemerataan ekonomi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat," tutup Agus. (Zikry)
Share:

PLN EPI Gelar Financial Wellbeing Series Perkuat Literasi Keuangan Pegawai

PLN EPI Gelar Financial Wellbeing Series Perkuat Literasi Keuangan Pegawai. (Dok. PLN EPI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT PLN Energi Primer Indonesia (PLN EPI) menyelenggarakan Financial Wellbeing Series bertajuk "Economic Outlook: Strategi Investasi Menghadapi Perubahan Ekonomi" sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan dan ketahanan finansial pegawai di tengah dinamika ekonomi global yang terus berkembang. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada Senin (22/6) ini diikuti oleh seluruh pegawai PLN EPI serta dihadiri VP Corporate Banking Mandiri Hebyb Isaaf dan Area Head Tebet Supomo Rizki Meizano.

Direktur Manajemen Human Capital & Administrasi PLN EPI Dedeng Hidayat mengatakan kemampuan mengelola keuangan pribadi kini menjadi kompetensi penting yang perlu dimiliki setiap pegawai, seiring meningkatnya tantangan ekonomi seperti perubahan suku bunga, dinamika geopolitik, fluktuasi nilai tukar, hingga volatilitas pasar keuangan.

"PLN EPI memandang literasi keuangan sebagai bagian penting dari pengembangan kualitas sumber daya manusia. Melalui kegiatan ini, kami ingin membekali pegawai dengan pemahaman yang lebih baik dalam mengelola keuangan, menjaga kesehatan finansial, serta memilih instrumen investasi yang sesuai dengan profil risiko dan tujuan keuangannya", ujar Dedeng.

Menurutnya, kesehatan finansial yang baik akan membantu pegawai bekerja lebih fokus, produktif, dan mampu mengambil keputusan secara lebih bijak dalam menghadapi berbagai perubahan ekonomi. Karena itu, penguatan literasi keuangan menjadi bagian dari upaya perusahaan dalam membangun insan yang adaptif dan berdaya saing.

Bekali Pegawai Hadapi Volatilitas Ekonomi

Dalam kegiatan tersebut, PLN EPI menghadirkan Literacy & Education Mandiri Sekuritas Norman Yudha Aditya Andreswara sebagai narasumber. Ia menjelaskan bahwa perkembangan ekonomi global, mulai dari ketegangan geopolitik, pergerakan harga komoditas, penguatan aset safe haven, hingga perubahan arus modal global, memiliki pengaruh terhadap kondisi ekonomi domestik dan keputusan investasi masyarakat.

"Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, investor perlu membangun strategi yang disiplin, terdiversifikasi, dan sesuai dengan profil risiko. Pemahaman terhadap instrumen investasi menjadi penting agar keputusan yang diambil tidak hanya berorientasi pada imbal hasil, tetapi juga keberlanjutan keuangan jangka panjang," jelas Norman.

Selain membahas prospek ekonomi dan strategi investasi, peserta juga mendapatkan wawasan mengenai pengelolaan keuangan pribadi, mulai dari penyusunan tujuan finansial, pengaturan anggaran, pengelolaan arus kas, hingga pentingnya dana darurat sebagai fondasi kesehatan finansial. Materi tersebut diharapkan dapat membantu pegawai membangun perencanaan keuangan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan.

Program Financial Wellbeing Series merupakan bagian dari komitmen PLN EPI dalam mendukung pegawai melalui pengembangan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan saat ini. Perusahaan meyakini bahwa pegawai yang memiliki literasi keuangan yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan ekonomi, mampu merencanakan masa depan secara lebih matang, serta berkontribusi secara optimal bagi perusahaan.

Melalui penguatan literasi keuangan, PLN EPI tidak hanya membangun insan yang unggul secara profesional, tetapi juga mendorong terciptanya budaya finansial yang sehat, sehingga pegawai memiliki ketahanan finansial yang kuat dalam menghadapi berbagai dinamika ekonomi di masa depan. (Bambang)
Share:

Dubes Denmark Sebut PT PAL Indonesia Simbol Teknologi Terdepan

CTO PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba dan Duta Besar Denmark, H.E. Sten Fridmodt Nielsen, bersama delegasi di PT PAL Indonesia. (Dok. PT PAL)

Surabaya, WaraWiri.net - Duta Besar Denmark untuk Indonesia, H.E. Sten Fridmodt Nielsen, mengapresiasi kemajuan kapabilitas PT PAL Indonesia. Ia menyebut PT PAL telah menjadi simbol teknologi terdepan di Indonesia.

Denmark merasa sangat bangga jika keahlian dan teknologi maritim kami nantinya dapat diberikan kesempatan untuk mendukung serta menjadi bagian dari produk-produk luar biasa di sini,” ungkapnya saat berkunjung ke PT PAL Indonesia, Selasa (23/06).

Dubes Denmark berkunjung ke PT PAL Indonesia bersama sejumlah delegasi diplomatik dan industri maritim Kerajaan Denmark. Selain memperkuat hubungan bilateral, lawatan ini juga bertujuan mengeskplorasi peluang kolaborasi yang lebih luas di sektor maritim, perkapalan, dan pengembangan teknologi.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Teknologi dan Manajemen Risiko PT PAL Indonesia, Briljan Gazalba, mengatakan kerja sama PT PAL dan Denmark memiliki fondasi historis yang kuat. Ia mencontohkan pemanfaatan desain frigat kelas Iver Huitfeldt yang dikembangkan OMT Denmark sebagai basis proyek Arrowhead 140. Melalui penguasaan teknologi dan proses rekayasa lanjutan, desain tersebut kemudian dikembangkan oleh PT PAL menjadi Frigat Merah Putih yang disesuaikan dengan kebutuhan pertahanan nasional.

“Hubungan kerja sama kita melangkah jauh melampaui sekadar desain kapal. Lainnya seperti komponen-komponen penting pada produk kapal kami, menggunakan teknologi asal Denmark. Kami berharap kunjungan hari ini dapat memperkuat persahabatan serta membuka lebih banyak peluang kolaborasi inovasi ke depan.” ujarnya.

Pada kesempatan tersebut, Dubes Denmark beserta delegasi juga meninjau secara langsung fasilitas produksi dan perkembangan sejumlah proyek strategis yang tengah dikerjakan PT PAL Indonesia. Salah satunya adalah pembangunan kapal perang Landing Dock (LD) Philippines #1 pesanan Angkatan Laut Filipina yang dijadwalkan melaksanakan peluncuran pada akhir Juni 2026.

Kunjungan ini menjadi cerminan semakin eratnya hubungan Indonesia dan Denmark di sektor maritim, sekaligus membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam pengembangan teknologi, peningkatan kapabilitas industri, dan penguatan ekosistem maritim kedua negara. (Deni)
Share:

Kupas Konsep Mens Rea, KPK Perkuat Kolaborasi Tata Kelola Antikorupsi di Industri Keuangan

Kupas Konsep Mens Rea, KPK Perkuat Kolaborasi Tata Kelola Antikorupsi di Industri Keuangan. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Keterlibatan sektor swasta dalam perkara korupsi masih menjadi tantangan serius bagi upaya perbaikan tata kelola nasional. Data Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menunjukkan, sepanjang periode 2004 hingga 31 Maret 2026, sebanyak 521 pelaku usaha dan 19 korporasi telah dijerat dalam perkara korupsi, dengan penyuapan sebagai modus yang paling dominan.

Berangkat dari kondisi tersebut, KPK terus memperkuat kemitraan dengan dunia usaha untuk membangun sistem pencegahan yang mampu menutup celah korupsi, fraud, dan kejahatan keuangan sejak dari lingkungan korporasi.

Komitmen tersebut kembali ditegaskan melalui partisipasi aktif KPK dalam kegiatan Prudential Risk Awareness Series 2026 yang diselenggarakan di Kantor Pusat Prudential, Jakarta, Selasa (23/6).

Forum ini mempertemukan regulator, aparat penegak hukum, dan pelaku industri jasa keuangan untuk membahas strategi penguatan integritas serta mitigasi risiko korupsi di sektor usaha.

Salah satu isu yang menjadi perhatian dalam forum tersebut adalah penerapan mens rea (niat jahat) dalam penanganan perkara korupsi. Pemahaman yang tepat mengenai konsep ini dinilai penting agar pelaku usaha dapat membedakan risiko bisnis yang wajar dengan tindakan yang berpotensi masuk ke ranah pidana korupsi.

Plt. Direktur Antikorupsi Badan Usaha (AKBU) KPK, Arend Arthur Duma, mengungkapkan bahwa sektor swasta masih menjadi salah satu pihak yang dominan terlibat dalam perkara korupsi.

Berdasarkan data penanganan perkara KPK periode 2004 hingga 31 Maret 2026, tindak pidana penyuapan mendominasi dengan 1.132 kasus, disusul pengadaan barang dan jasa sebanyak 150 kasus.

“Mayoritas penindakan yang kami tangani adalah kasus penyuapan. Karena itu, KPK terus memperkuat upaya pencegahan dengan masuk ke lini bisnis dan membangun sistem integritas di lingkungan usaha,” ujar Arend.

Dalam paparannya, Arend menegaskan bahwa dalam hukum pidana, niat jahat semata tidak dapat dipidana. Pertanggungjawaban pidana muncul ketika niat tersebut diwujudkan dalam perbuatan melawan hukum (actus reus).

Menurutnya, perkembangan regulasi juga telah memperkuat pertanggungjawaban pidana korporasi. Perusahaan dapat dimintai pertanggungjawaban apabila terbukti memperoleh manfaat dari tindak pidana, membiarkan terjadinya pelanggaran, atau tidak melakukan langkah-langkah pencegahan yang memadai.

Membuktikan Niat Jahat di Tengah Dinamika Dunia Usaha

Pembahasan mengenai mens rea turut diperdalam oleh Kepala Pusat Manajemen Penelusuran dan Perampasan Aset Kejaksaan Agung, Chatarina Muliana. Ia menjelaskan bahwa tantangan utama dalam penanganan perkara korupsi adalah membuktikan niat jahat yang pada dasarnya berada dalam sikap batin pelaku.

Menurutnya, korupsi pada hakikatnya merupakan bentuk kesengajaan untuk memperoleh keuntungan yang bukan menjadi haknya, bukan semata-mata akibat kelalaian.

"Korupsi itu sebenarnya suatu bentuk kesengajaan. Niat jahatnya (mens rea) cuma satu, yaitu mendapatkan uang yang bukan haknya sesuai aturan. Hanya caranya yang berbeda-beda, ada yang memeras, menyuap, atau memberikan gratifikasi," ujar Chatarina.

Ia memahami adanya kekhawatiran di kalangan pelaku usaha terkait potensi kriminalisasi kebijakan bisnis atau keuntungan usaha (business judgment rule), khususnya dalam proyek yang menggunakan APBN/APBD. Namun, menurutnya, tidak setiap kesalahan prosedur atau keuntungan yang diperoleh sektor swasta serta-merta dapat dikategorikan sebagai tindak pidana korupsi.

"Kalau orang ikut pengadaan pasti mencari keuntungan, tidak mungkin mencari kerugian. Tantangannya adalah bagaimana membedakan keuntungan bisnis yang sah dengan perbuatan korupsi. Ketika terdapat kesalahan prosedur atau ketidaksesuaian spesifikasi, semestinya dilakukan audit terlebih dahulu. Namun, apabila terbukti ada penyerahan sejumlah uang untuk menutupi penyimpangan tersebut, di situlah unsur korupsinya muncul," tegas Chatarina.

Penjelasan tersebut memberikan kepastian penting bagi dunia usaha bahwa penegakan hukum tetap bertumpu pada pembuktian unsur pidana secara objektif, sekaligus mendorong perusahaan untuk memperkuat kepatuhan dan tata kelola internal guna meminimalkan risiko hukum.

PanCEK dan WBS, Fondasi Pencegahan Korupsi Korporasi

Selain memperkuat pemahaman mengenai aspek hukum, KPK juga mendorong sektor swasta membangun sistem pencegahan korupsi yang konkret dan terukur. Langkah ini menjadi semakin penting seiring menguatnya rezim pemidanaan korporasi yang diatur dalam PERMA Nomor 13 Tahun 2016 dan dipertegas kembali melalui UU Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP Nasional.

Dalam ketentuan tersebut, korporasi dapat dimintai pertanggungjawaban pidana apabila terbukti membiarkan terjadinya pelanggaran atau tidak melakukan langkah-langkah pencegahan yang memadai.

Sebagai solusi operasional, KPK memperkenalkan Panduan Cegah Korupsi (PanCEK), yaitu sistem manajemen anti-penyuapan berbasis self-assessment yang dapat diakses secara gratis melalui platform Jaga.id.

"PanCEK dirancang agar mudah diterapkan oleh berbagai skala usaha. Instrumen ini berbasis checklist dan dapat diadaptasi tidak hanya oleh perusahaan, tetapi juga oleh vendor maupun mitra pihak ketiga, sehingga budaya anti-penyuapan dapat tumbuh di seluruh rantai ekosistem bisnis," jelas Arend.

Sejalan dengan hal tersebut, Chatarina menekankan bahwa komitmen kepatuhan tidak akan berjalan efektif tanpa didukung pengawasan internal yang kuat dan sistem perlindungan pelapor yang memadai.

"Pencegahan itu kuncinya adalah pengawasan. Sistem audit harus didorong ke arah digitalisasi dan tidak lagi dilakukan secara manual. Di sisi lain, penerapan ISO 37001 tidak akan cukup tanpa didukung ISO 37002 atau Whistleblowing Management System (WBS)," ujarnya.

Menurut Chatarina, orang yang pertama kali mengetahui adanya praktik kecurangan di dalam organisasi umumnya adalah orang dalam (insider). Karena itu, keberadaan WBS yang menjamin keamanan dan perlindungan pelapor menjadi elemen penting agar karyawan tidak takut menyampaikan dugaan pelanggaran.

Melalui forum ini, KPK mendorong penguatan budaya integritas di lingkungan korporasi sebagai bagian dari strategi pencegahan korupsi yang berkelanjutan. Penguatan PanCEK, kepatuhan terhadap standar antisuap, implementasi WBS, serta edukasi berkelanjutan diharapkan mampu mempersempit ruang terjadinya korupsi sekaligus memperkuat kepercayaan publik terhadap dunia usaha. Kolaborasi antara regulator, aparat penegak hukum, dan pelaku usaha menjadi fondasi penting untuk mewujudkan iklim bisnis yang bersih, sehat, dan berdaya saing. (Isna)
Share:

Respons Isu PHK dan Investor Hengkang, Eddy Soeparno Dorong Kepastian Hukum hingga Konsistensi Kebijakan

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno menegaskan pentingnya kepastian hukum, kemudahan berusaha, dan konsistensi kebijakan untuk menjaga daya saing investasi Indonesia serta mendorong penciptaan lapangan kerja di tengah dinamika ekonomi global. (Dok. MPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno menanggapi serius kabar mengenai potensi keluarnya sejumlah investasi dari Indonesia serta ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) terhadap sekitar 50 ribu pekerja sebagaimana disampaikan oleh penasihat presiden bidang tenaga kerja, Said Iqbal.

Menurut Eddy, dinamika tersebut harus dipandang sebagai sinyal penting bahwa daya saing ekonomi nasional perlu terus diperkuat di tengah kompetisi global yang semakin ketat dalam menarik dan mempertahankan investasi Indonesia.

Eddy menegaskan bahwa investasi merupakan salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Karena itu, setiap indikasi perlambatan, relokasi, maupun ketidakpastian yang dirasakan pelaku usaha perlu segera direspons dengan langkah kebijakan yang lebih adaptif dan terukur.

“Indonesia tidak boleh kalah cepat dibandingkan negara lain yang terus melakukan reformasi untuk menciptakan iklim usaha yang lebih sederhana, pasti, dan kompetitif,” tegasnya.

Kepastian Hukum Jadi Kunci Investasi Indonesia

Wakil Ketua Umum PAN ini menekankan pentingnya membangun ekonomi yang ramah investasi, di mana kepastian regulasi menjadi fondasi utama.

Menurutnya, dunia usaha sangat sensitif terhadap perubahan aturan yang terlalu sering dan tidak dapat diprediksi.

"Karena itu, birokrasi harus benar-benar bertransformasi menjadi lebih adaptif, efisien, dan berfungsi sebagai fasilitator, bukan hambatan bagi masuk dan berkembangnya investasi," ujarnya.

“Digitalisasi layanan publik serta penyederhanaan perizinan perlu terus dipercepat agar Indonesia tidak terjebak dalam ekonomi biaya tinggi yang mengurangi daya saing industri nasional,” tegasnya.

Doktor Ilmu Politik UI ini juga menilai bahwa pemerintah perlu terus memperkuat daya tarik investasi melalui kombinasi insentif fiskal dan nonfiskal yang kompetitif.

"Dari sisi fiskal, berbagai instrumen seperti keringanan perpajakan, fasilitas investasi, dan dukungan terhadap sektor-sektor prioritas perlu terus dievaluasi agar tetap relevan dengan kebutuhan investor," pungkasnya.

“Sementara dari sisi nonfiskal, penyederhanaan perizinan, percepatan layanan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penguatan infrastruktur harus terus menjadi agenda prioritas nasional,” tambahnya.

Reformasi Struktural dan Kemudahan Berusaha Harus Konsisten

Eddy menambahkan, upaya memperkuat iklim investasi bukan semata-mata untuk kepentingan investor, melainkan untuk kepentingan ekonomi nasional secara keseluruhan. Investasi yang masuk akan menciptakan lapangan kerja baru, meningkatkan produktivitas, memperkuat basis industri, dan pada akhirnya mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif.

“Karena itu, siapa pun yang mengganggu upaya menghadirkan dan mempertahankan investasi pada dasarnya juga mengganggu upaya memperkuat pertumbuhan ekonomi nasional dan memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat,” tegasnya.

Eddy meyakini Indonesia masih memiliki daya tarik fundamental yang kuat, mulai dari besarnya pasar domestik, bonus demografi, hingga posisi strategis di kawasan.

“Namun, seluruh potensi tersebut hanya akan optimal jika diiringi dengan reformasi struktural yang konsisten, terutama dalam memastikan kepastian hukum, kemudahan berusaha, serta lingkungan investasi yang bersih, aman, dan dapat dipercaya,” ucapnya.

“Momentum ini harus dijaga bersama agar tidak kehilangan peluang besar dalam persaingan global,” tutup Anggota Komisi XII DPR RI ini. (Putra)
Share:

Soft Launching Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya 5 Juli, Wali Kota Eri Sulap Jadi Pusat Industri Kreatif

Soft Launching Revitalisasi Hi-Tech Mall Surabaya 5 Juli, Wali Kota Eri Sulap Jadi Pusat Industri Kreatif. (Dok. Pemkot Surabaya)

Surabaya, WaraWiri.net - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menargetkan pelaksanaan soft launching revitalisasi eks Hi-Tech Mall pada 5 Juli 2026. Bangunan yang sebelumnya dikenal sebagai pusat perdagangan elektronik tersebut kini tengah ditata kembali menjadi ruang baru yang lebih dinamis bagi pengembangan industri kreatif, pelaku UMKM, komunitas, serta generasi muda.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan bahwa pada tahap awal, area yang dibuka meliputi basement dan lantai dasar dengan menghadirkan tenant food and beverage (F&B), pelaku usaha custom motor dan mobil, serta berbagai komunitas kreatif lokal. Pembukaan ini menjadi langkah awal dari pengembangan secara bertahap untuk menghidupkan kembali kawasan tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi dan kreativitas. 

“Insyaallah pada 5 Juli kami lakukan soft launching. Yang dibuka lebih dulu adalah lantai basement dan lantai dasar dengan menghadirkan brand lokal Surabaya, tenant F&B, pelaku custom, serta industri kreatif. Kami ingin memperkenalkan wajah baru High Tech Mal dan menggerakkan aktivitas dari bawah terlebih dahulu,” ujar Wali Kota Eri saat meninjau progres revitalisasi gedung, Rabu (24/6/2026).

Tak hanya menghadirkan tenant baru, Pemkot Surabaya juga tengah menuntaskan pembangunan gedung pertemuan berkapasitas sekitar 3.500 meter persegi yang ditargetkan rampung pada Agustus mendatang. Fasilitas tersebut dirancang untuk mendukung berbagai kegiatan, mulai dari pameran, hingga penyelenggaraan acara dalam ruangan.

“Gedung pertemuan ini insyaallah selesai pada Agustus. Luasnya sekitar 3.500 meter persegi sehingga bisa dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan indoor, termasuk acara mantenan (pernikahan),” kata dia.

Ke depan, revitalisasi High Tech Mal juga akan menyasar lantai tiga yang dirancang sebagai ruang multifungsi, termasuk gedung pertemuan, ruang pertunjukan bagi pelajar SD dan SMP, panggung seni untuk anak usia dini (PAUD), serta area bermain yang diharapkan menjadi wadah pengembangan kreativitas generasi muda.

Pada tahap berikutnya, pengembangan lantai satu dan lantai dua akan difokuskan untuk menarik lebih banyak investor dengan menghadirkan beragam fasilitas, seperti area e-sport, simulator mobil e-sport, dan ruang kolaborasi kreatif. Menurut Wali Kota Eri, konsep tersebut sengaja disiapkan agar High Tech Mal tidak hanya menjadi pusat aktivitas ekonomi, tetapi juga ruang berkumpul, berkreasi, dan mengembangkan potensi anak muda di Surabaya.

“Kami ingin kawasan ini benar-benar menjadi ruang bagi anak muda. Jika memiliki bakat di bidang e-sport maupun kreativitas lainnya, diharapkan dapat berkembang menjadi prestasi, bukan sekadar hobi. Saat ini, komunitas maupun investor mulai berdatangan dan melihat langsung perubahan yang terjadi di kawasan ini. Setelah soft launching pada 5 Juli, kami juga akan mengundang lebih banyak investor dari luar Surabaya yang insyaallah telah menyatakan minat untuk berinvestasi di sini,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian, mengatakan progres penataan area basement telah mencapai sekitar 90 persen. Pekerjaan yang tersisa meliputi penyelesaian detail akhir dan pembersihan menjelang pembukaan resmi.

“Basement akan menjadi pusat industri kreatif, komunitas custom, serta berbagai aktivitas anak-anak dan remaja. Saat soft launching nanti, fokus operasional memang masih di area bawah, sementara lantai lainnya menyusul setelah proses penataan selesai,” kata Iman.

Ia menjelaskan, pada tahap awal hanya area lantai dasar dan basement yang akan dibuka untuk umum, sementara pengembangan lantai lainnya dilakukan secara bertahap hingga akhir tahun. Lantai dasar akan tetap diisi tenant komersial yang sudah ada, khususnya di sektor komputer, serta dilengkapi koridor industri kreatif di sisi sayap utara.

Adapun lantai satu disiapkan untuk pelaku industri kreatif, lantai dua direncanakan menjadi area perkantoran Pemkot Surabaya, sedangkan lantai tiga akan difungsikan sebagai gedung pertemuan (hall) sekaligus ruang kegiatan di sisi sayap selatan.

“Antusiasme pelaku usaha terhadap konsep baru tersebut juga mulai terlihat. Hingga kini, sekitar 18 tenant F&B dipastikan bergabung, sementara sekitar 30 tenant industri kreatif telah mengisi seluruh ruang yang disediakan pada tahap awal,” jelasnya.

Iman menambahkan, bagi pihak yang ingin bergabung, pendaftaran dan koordinasi dapat dilakukan melalui Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Surabaya.

“Soft launching pada 5 Juli mendatang, Pemkot Surabaya juga menyiapkan berbagai hiburan dan kegiatan untuk memeriahkan acara, termasuk penampilan musik dan sejumlah atraksi lainnya,” pungkasnya. (Fajar)
Share:

Menteri Ekraf Dukung Film Lokal Berbasis Edukasi Keluarga

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menerima audiensi Langit Pictures Indonesia di Autograph Tower, Jakarta. (Dok. Kemenekraf)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membahas peluang penguatan ekosistem perfilman nasional melalui karya kreatif yang menghadirkan nilai edukasi dan kolaborasi lintas subsektor dalam film 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis'. Menteri Ekraf mengapresiasi film yang mengangkat isu keluarga dan hubungan antar generasi melalui pendekatan kreatif tersebut.

"Sekarang kita melihat semakin banyak pelaku industri kreatif yang membuat film, baik dari rumah produksi yang sudah lama maupun yang baru berkembang. Kualitas karya semakin baik, genre semakin beragam, dan pasar film Indonesia masih memiliki potensi besar. Kementerian Ekraf terus membuka ruang kolaborasi agar ekosistem perfilman semakin kuat," ujar Menteri Ekraf saat menerima audiensi Producer and Director Ferly Halim di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (23/6).

Dalam audiensi tersebut, Menteri Ekraf mengatakan bahwa karya film memiliki peran strategis tidak hanya sebagai produk hiburan, tetapi juga sebagai medium yang mampu menyampaikan nilai sosial kepada masyarakat.

"Film ini menarik karena menggabungkan berbagai unsur kreatif, tidak hanya dari sisi cerita tetapi juga melalui kolaborasi dengan subsektor musik. Kementerian Ekraf akan terus mendukung penguatan karya kreatif melalui berbagai bentuk amplifikasi agar semakin banyak masyarakat yang mengenal dan mengapresiasi karya lokal," lanjut Menteri Ekraf.

Dalam kesempatan yang sama, Producer and Director Ferly Halim dari Langit Pictures menyampaikan bahwa 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' merupakan film drama keluarga yang bercerita mengenai hubungan anak dan ibu, dengan pesan utama tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga. Film ini juga mengajak masyarakat untuk membangun kembali kedekatan emosional serta mengekspresikan kasih sayang kepada orang tua.

Dalam kesempatan yang sama, Producer and Director Ferly Halim dari Langit Pictures menyampaikan bahwa 'Takkan Kubiarkan Kau Menangis' merupakan film drama keluarga yang bercerita mengenai hubungan anak dan ibu, dengan pesan utama tentang pentingnya komunikasi dalam keluarga. Film ini juga mengajak masyarakat untuk membangun kembali kedekatan emosional serta mengekspresikan kasih sayang kepada orang tua.Dok. Biro Komunikasi Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif.

"Film ini kami buat sebagai persembahan seorang anak kepada ibunya. Kami ingin menyampaikan bahwa film bukan hanya tentang hiburan, tetapi juga bisa menjadi alat edukasi karena masyarakat dapat melihat, merasakan, dan mengambil pesan dari cerita yang disampaikan," jelas Ferly Halim.

Ferly Halim berharap kolaborasi bersama pemerintah dapat membantu memperluas jangkauan publikasi film sehingga pesan yang dibawa dapat diterima lebih luas oleh masyarakat.

Diproduksi di Semarang, Jawa Tengah, film ini menghadirkan perpaduan budaya lokal melalui penggunaan bahasa Indonesia dan bahasa Jawa, sekaligus mempertemukan elemen perfilman dan musik dengan melibatkan berbagai talenta kreatif. Takkan Kubiarkan Kau Menangis dijadwalkan tayang di bioskop pada 16 Juli 2026 dan saat ini tengah dalam proses penjajakan distribusi ke pasar internasional.

Kementerian Ekraf memandang industri film nasional sebagai salah satu motor penting dalam penguatan ekonomi kreatif Indonesia sebagai the new engine of growth. Melalui kolaborasi lintas sektor dan pelaku kreatif, Kementerian Ekraf terus mendorong hadirnya karya lokal yang tidak hanya berdaya saing global, tetapi juga membawa nilai ekonomi dan kebudayaan bagi masyarakat.

Turut mendampingi Menteri Ekraf yaitu Deputi Bidang Kreativitas Media, Cecep Rukendi; Direktur Film, Animasi, dan Video, Doni Setiawan. (Fitri)
Share:

Kemenimipas - LAN RI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Transformasi Kepemimpinan dan SDM ASN Unggul

Kemenimipas - LAN RI Perkuat Kolaborasi Wujudkan Transformasi Kepemimpinan dan SDM ASN Unggul. (Dok. Kemenimipas)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) terus berupaya memperkuat dukungan terhadap pengembangan kapasitas Aparatur Sipil Negara (ASN). Komitmen tersebut salah satunya tercermin dalam kegiatan audiensi dengan Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia (LAN RI) di Jakarta, Senin (22/6).

Koordinasi strategis ini menjadi upaya nyata Kemenimipas dalam mendorong pengembangan kapasitas ASN yang berdaya saing dan profesional.

Audiensi tersebut merupakan tindak lanjut atas permohonan dukungan bahan pembelajaran ASN oleh LAN RI. Dalam kesempatan itu, Kemenimipas secara resmi menyerahkan modul dan video pembelajaran ASN yang telah dikemas dalam bentuk hardcopy, softcopy, dan media penyimpanan digital sebagai kontribusi terhadap penguatan sistem pembelajaran ASN nasional.

Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kemenimipas, Asep Kurnia, yang memimpin langsung audiensi tersebut menegaskan bahwa modul dan video pembelajaran tersebut berasal dari praktik di lapangan serta pengalaman transformasi organisasi. Ia berharap bahwa bahan pembelajaran tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi berbagai pihak.

”Kami berharap materi pembelajaran ini dapat menjadi referensi yang bermanfaat dalam mendukung implementasi Asta Cita serta mendorong lahirnya ASN yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Sekjen Asep Kurnia.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LAN RI, Muhammad Taufiq, memberikan apresiasi tinggi atas kontribusi Kemenimipas dalam penyediaan bahan pembelajaran ASN. Ia menilai bahwa kontribusi tersebut relevan dengan implementasi Program Prioritas Nasional dan Asta Cita.

"Kami sangat mengapresiasi kontribusi modul ini, yang akan segera kami integrasikan ke dalam sistem pembelajaran LAN RI. Kami juga menaruh harapan besar untuk dapat menggali lebih dalam rekam jejak transformasi di Kemenimipas. Sebagai sebuah kementerian yang besar, kepemimpinan Bapak Menteri Imipas telah berhasil menakhodai perubahan yang terarah, terukur, dan berdampak sangat positif," ujar Muhammad Taufiq.

Kepala LAN RI turut menyampaikan komitmen dalam memperkuat sinergi dengan Kemenimipas. Langkah sistematisnya akan ditempuh melalui penyusunan Modul Transformasi Kepemimpinan yang mengangkat praktik-praktik terbaik transformasi organisasi di lingkungan Kemenimipas.

"Ke depan, kami siap berkolaborasi untuk menyusun Modul Transformasi Kemenimipas. Harapannya, inovasi dan langkah strategis ini dapat menjadi rujukan serta inspirasi kepemimpinan bagi seluruh ASN dalam menghadirkan perubahan yang nyata," ucap Kepala LAN RI.

Dalam diskusi yang berlangsung, sejumlah agenda strategis turut dibahas. LAN RI menyampaikan ketertarikannya untuk menjadikan transformasi Kemenimipas sebagai salah satu referensi dalam penyusunan Modul Transformasi Kepemimpinan Nasional. Salah satu praktik transformasi yang mendapat perhatian khusus adalah keberhasilan perubahan dan penguatan tata kelola di kawasan Pulau Nusakambangan yang dinilai memiliki nilai pembelajaran bagi para pemimpin sektor publik.

Pembahasan turut mencakup pengembangan kapasitas sumber daya manusia hingga tingkat wilayah. Dalam forum tersebut, muncul rekomendasi untuk mengkaji pembentukan formasi Analis Pengembangan Kompetensi (Bangkom) pada tingkat wilayah guna memperkuat pengelolaan pengembangan kompetensi ASN, termasuk mendukung pelaksanaan Community of Practice (CoP) yang saat ini telah berjalan di lingkungan Kemenimipas.

Sekjen Kemenimipas, Asep Kurnia, menyambut baik apresiasi dan komitmen kolaborasi yang disampaikan LAN RI. Menurutnya, sinergi antara Kemenimipas dan LAN RI merupakan langkah strategis untuk memperluas dampak transformasi organisasi sekaligus memperkuat ekosistem pembelajaran ASN yang adaptif, inovatif, dan berorientasi pada hasil.

Melalui kolaborasi ini, Kemenimipas menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia aparatur yang unggul. Kemenimipas berupaya untuk berperan aktif dalam mewujudkan transformasi birokrasi dan pencapaian visi Indonesia Emas 2045. (Burhan)
Share:

Pemanfaatan Lahan Idle Jadi Solusi Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional

Pemanfaatan Lahan Idle Jadi Solusi Nyata Dukung Ketahanan Pangan Nasional. (Dok. Kemenimipas)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemanfaatan lahan tidur (idle) di lingkungan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) memiliki potensi besar dalam mendukung ketahanan pangan nasional sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan warga binaan. Untuk memperkuat implementasi program tersebut, Kemenimipas menggelar Focused Group Discussion (FGD) bertajuk Laporan Implementasi Program Ketahanan Pangan Pada Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Selasa (23/06).

Forum tersebut menjadi sarana dalam melakukan evaluasi, pengukuran dampak, dan penyusunan rekomendasi strategis bagi pengembangan program ke depan.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Jusuf Adiwinata, Gedung Kemenimipas tersebut merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan Lembaga Demografi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI). Penelitian berfokus pada implementasi program ketahanan pangan pada berbagai unit pelaksana teknis Imigrasi dan Pemasyarakatan di seluruh Indonesia.

Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan (Imipas), Agus Andrianto, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Demografi FEB UI atas hasil penelitian yang telah dilakukan terhadap program ketahanan pangan yang dijalankan Kemenimipas.

“Hasil penelitian ini memberikan gambaran yang objektif mengenai capaian, potensi, tantangan, rekomendasi yang perlu menjadi perhatian kita bersama,” ujar Menteri Agus.

Menurut Menteri Imipas, hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa program ketahanan pangan yang telah berjalan memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan dan memberikan manfaat yang lebih luas.

“Hasil penelitian ini juga menunjukkan bahwa program yang telah berjalan memiliki potensi besar untuk terus dikembangkan baik dari aspek produktivitas, pemberdayaan sumber daya manusia, maupun kontribusi terhadap ekonomi lokal maupun insya Allah bisa berkontribusi secara nasional,” katanya.

Pada kesempatan tersebut, Menteri Agus menjelaskan bahwa program ketahanan pangan merupakan bagian dari dukungan Kemenimipas terhadap agenda strategis nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. Salah satu implementasinya dilakukan melalui pemanfaatan lahan-lahan tidur (idle) di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) dan Rumah Tahanan Negara (Rutan) untuk kegiatan pertanian, perikanan, dan peternakan yang sekaligus menjadi sarana pembinaan kemandirian bagi warga binaan.

Selain memperluas kapasitas pembinaan, program ketahanan pangan di lingkungan Kemenimipas juga memberikan kontribusi terhadap peningkatan produksi pangan. Sejumlah unit pelaksana teknis bahkan telah mampu memenuhi kebutuhan internal sekaligus memasok hasil produksinya kepada masyarakat.

Lebih lanjut, Menteri Agus turut menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan tanggung jawab bersama yang memerlukan keterlibatan seluruh elemen bangsa.

“Untuk mewujudkan ketahanan pangan diperlukan kontribusi dari seluruh elemen bangsa baik pemerintah pusat, daerah, swasta, akademisi, media, dan seluruh lapisan masyarakat. Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan sebagai bagian pemerintah wajib turut serta berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan tersebut,” tegas Menteri Agus.

Kemenimipas terus berkomitmen menghadirkan program yang berdampak nyata terhadap warga binaan dan masyarakat. Salah satu upayanya ditempuh dengan menghimpun masukan dari berbagai pihak. Melalui forum ini, Kemenimipas menaruh perhatian penuh dalam memperkuat implementasi program ketahanan pangan sekaligus mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya yang dimiliki guna mendukung program prioritas nasional dan Asta Cita Presiden Republik Indonesia. (Burhan)
Share:

Kementerian Kehutanan Perkuat Revitalisasi Hutan Alam dan Hutan Tanaman, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional

Kementerian Kehutanan Perkuat Revitalisasi Hutan Alam dan Hutan Tanaman, Dukung Pertumbuhan Ekonomi Nasional. (Dok. Kemenhut)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melalui Pusat Kebijakan Strategis (Pusjastra) terus memperkuat upaya pengelolaan hutan alam dan hutan tanaman yang lestari, produktif, dan berdaya saing. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Diskusi Multipihak bertema "Revitalisasi Hutan Alam dan Hutan Tanaman: Tantangan dan Jalan Keluar", yang menjadi ruang bersama untuk menghimpun pandangan, masukan, serta rekomendasi strategis pengelolaan kehutanan.

Sekretaris Jenderal, Mahfudz mengatakan pengelolaan hutan alam dan hutan tanaman memiliki peran penting dalam mendukung pencapaian target pembangunan nasional periode 2025- 2029, termasuk mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 8%.

Menurut Mahfudz, terdapat tiga langkah utama yang perlu diperkuat. Pertama, mengelola hutan secara optimal sebagai sumber pertumbuhan ekonomi, penyedia lapangan kerja, sekaligus penghasil devisa negara. Kedua, mengoptimalkan implementasi Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan (PBPH) yang memiliki potensi besar untuk dikembangkan melalui berbagai skema multiusaha kehutanan. Skema tersebut diharapkan mampu mendukung ketahanan pangan, energi, dan air sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

"Ini potensi yang luar biasa. Harus kita dorong dan bedah bersama, bagaimana nanti instrumen kebijakan yang kita bangun dapat menjawab persoalanpersoalan yang sedang dihadapi oleh bangsa ini," sambung Mahfudz.

Ketiga, melakukan transformasi layanan berbasis satu data melalui Decision Support System (DSS) yang terintegrasi dengan berbagai mitra dan pemangku kepentingan. Sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan kualitas pengambilan keputusan sekaligus mempercepat pelaksanaan berbagai agenda prioritas sektor kehutanan.

Selain itu, pemerintah juga terus melakukan pembenahan tata kelola pada hutan produksi, hutan lindung, dan hutan konservasi. Pada kawasan konservasi, Kementerian Kehutanan tengah mengembangkan skema pembiayaan yang lebih inovatif dan berkelanjutan, sementara pada kawasan hutan lindung berbagai aspek pengelolaan, termasuk keterkaitannya dengan aktivitas industri, terus diperkuat agar tetap selaras dengan prinsip kelestarian.

"Kita terus mendorong hutan tetap lestari, pembangunan tetap dilakukan, dan masyarakat lebih sejahtera," tutup Mahfudz.

Sebagai bagian dari penguatan tata kelola kehutanan, Kemenhut telah membentuk sejumlah gugus tugas strategis, yaitu:
  1. Gugus Tugas Pengakuan Hutan Adat, bekerja sama dengan organisasi masyarakat adat dan LSM;
  2. Gugus Tugas Multiusaha Kehutanan, untuk mendorong integrasi berbagai usaha kehutanan dalam satu kawasan;
  3. Gugus Tugas Karbon, guna memperkuat peran sektor kehutanan dalam perdagangan karbon dan ekonomi hijau;
  4. Gugus Tugas Digitalisasi, yang bertugas membenahi sistem perizinan kehutanan dan memperluas layanan digital termasuk sistem pembayaran nontunai dan e-ticketing di kawasan konservasi.
Diskusi multipihak tersebut dilanjutkan dengan pemaparan materi dari Direktur Pengendalian Usaha Pemanfaatan Hutan Kementerian Kehutanan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Perum Perhutani, Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI), serta akademisi kehutanan. Berbagai masukan yang disampaikan peserta menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan pengelolaan hutan yang adaptif terhadap tantangan pembangunan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya penyempurnaan kebijakan sektor kehutanan. Hasil diskusi multipihak akan menjadi masukan strategis dalam proses evaluasi dan penyusunan berbagai kebijakan kehutanan, termasuk pembahasan revisi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan, guna mewujudkan tata kelola hutan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat. (Isna)
Share:

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik

Lindungi Masyarakat Pesisir dan Kepulauan, Wamen LH Galang Dukungan dari Negara-Negara Kepulauan Pasifik. (Dok. Kemen LH)

Jerman, WaraWiri.net - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono, mendorong Indonesia untuk mengambil peran besar dalam upaya menyelamatkan pulau-pulau yang terancam tenggelam akibat kenaikan permukaan air laut yang disebabkan oleh perubahan iklim. Hal ini Wamen Diaz sampaikan dalam sejumlah pertemuan bilateral dengan negara sahabat di sela-sela Berlin Climate Mobility Forum (BCMF) 2026.

"Oleh karena itu, upaya kami (di forum BCMF) bertujuan untuk memastikan bahwa solusi adaptasi dan mobilitas melindungi masyarakat kami. Mobilitas iklim pada akhirnya adalah tentang manusia, rumah mereka, mata pencaharian, budaya, dan masa depan mereka. Tanggung jawab bersama kita adalah untuk memastikan bahwa tidak ada komunitas yang dibiarkan tanpa pilihan, perlindungan, atau harapan," seperti disampaikan Wamen Diaz ketika diwawancarai oleh awak media secara daring.

Dalam keterangan tertulisnya, Wamen Diaz menggelar sejumlah pertemuan bilateral untuk mendiskusikan potensi kerja sama serta proyeksi isu kenaikan permukaan air laut ke depan termasuk beberapa pejabat tinggi negara seperti Presiden Palau, Surangel S. Whipps Jr., Governor-General Tuvalu, Tofiga Vaevalu Falani, Menteri Perubahan Iklim, Lingkungan, dan Energi Maladewa, Ali Shareef, dan Ketua Komite Perlindungan Lingkungan di bawah Pemerintah Republik Tajikistan, Sheralizoda Bahodur Ahmadjon.

Wamen Diaz juga menceritakan pertemuan dengan Menteri Kehutanan, Perikanan, dan Lingkungan Hidup Afrika Selatan, Willem Abraham Stephanus Aucamp, yang menegaskan pentingnya kolaborasi dalam menemukan solusi bersama.

“Menteri LH Afrika Selatan menyatakan pertemuan dengan negara lain selalu baik, pertemuan (bilateral) seperti ini sangat penting, jika kita tidak berupaya untuk mengimplementasikan sesuatu, kita akan mengalami kerugian yang sangat besar,” ujar Wamen Diaz.

Saat bertemu dengan Kementerian Lingkungan Hidup Jerman, Wamen Diaz menceritakan bahwa forum disebut sebagai momentum terbaik untuk mendorong agenda mobilitas iklim menjelang Conference of the Parties (COP) ke-31 dalam kerangka United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC). 

“Saat berbicara dengan Director General for International Climate Action Jerman, Heike Henn, beliau bilang pembahasan mengenai topik mobilisasi penting dengan COP mendatang, ini adalah sesuatu yang dapat didorong oleh koalisi negara-negara (BCMF), langkah selanjutnya harus berdampak nyata, kita harus memiliki kemauan politik dan momentum yang baik untuk memulai,” jelas Wamen Diaz. 

Managing Director Global Centre for Climate Mobility, Kamal Akrane, yang turut bertemu dengan Wamen LH Diaz, menyampaikan bahwa Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi jembatan antara negara-negara maju dan negara-negara berkembang kepulauan kecil atau Small Island Developing States (SIDS).

“Kalau dari GCCM, dikatakan bahwa Indonesia sudah berhasil menjadi anggota G20 maka bisa menjadi contoh bagi pulau-pulau (SIDS) untuk melihat Indonesia sebagai contoh sukses, Indonesia bisa menjadi jembatan antara negara-negara di utara dan di selatan,” jelas Wamen Diaz. 

Forum BCMF sendiri bertujuan meningkatkan kesadaran terhadap mobilitas iklim yang dipicu oleh krisis iklim, di mana masyarakat terancam harus berpindah dan meninggalkan tempat tinggal asal mereka. Wamen Diaz menilai isu mobilitas iklim ini perlu mendapat perhatian lebih luas, tidak hanya bagi negara-negara SIDS, tetapi juga bagi negara kepulauan besar seperti Indonesia, sehingga keduanya dapat bersatu dalam menghadapi ancaman yang sama.

“Indonesia merupakan kumpulan lebih dari tujuh belas ribu pulau dan masyarakat di garis depan menghadapi tantangan berupa kenaikan permukaan laut, cuaca ekstrem, intrusi air asin, dan erosi garis pantai seperti negara-negara lain, termasuk negara-negara kepulauan kecil (SIDS). Oleh karena itu, kita harus mengakui keadaan khusus negara-negara kepulauan (archipelagic), pesisir (coastal), dan pulau kecil (small islands),” ajak Wamen Diaz. (Siti)
Share:

Hadiri Penutupan Munas-Konbes NU 2026, Presiden Prabowo Apresiasi Peran Strategis NU bagi Bangsa

Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur. (Dok. BPMI Setpres)

Jawa Timur, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menghadiri Penutupan Musyawarah Nasional (Munas) Alim Ulama dan Konferensi Besar (Konbes) Nahdlatul Ulama (NU) 2026 yang diselenggarakan di Institut Agama Islam (IAI) Syaichona Mohammad Cholil, Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, pada Selasa, 23 Juni 2026. Kehadiran Presiden menjadi penutup rangkaian forum strategis NU yang mengusung tema “Menjaga Marwah, Memperkaya Khidmat untuk Kemaslahatan Bangsa.”

Acara diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan lagu Syubbanul Wathan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan laporan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) K.H. Yahya Cholil Staquf, taujihad oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, serta pembacaan doa sebelum Presiden Prabowo menyampaikan sambutan sekaligus menutup secara resmi Munas dan Konbes NU 2026.

Dalam laporannya, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf menyampaikan apresiasi atas kehadiran Presiden Prabowo pada penutupan forum tersebut. Menurutnya, kehadiran Kepala Negara melengkapi kebahagiaan keluarga besar NU setelah berhasil menyelesaikan seluruh rangkaian pembahasan Munas dan Konbes yang menjadi forum permusyawaratan strategis menjelang Muktamar ke-35 NU.

“Kami semua adalah rakyat yang setia kepada negara. Rakyat yang siap berjuang, yang rela berkorban demi bangsa dan negara tercinta. Rakyat yang tidak pernah kehilangan keyakinan dan optimisme akan Indonesia,” ujar Gus Yahya.

Ia juga menegaskan komitmen NU untuk terus hadir menjaga, melestarikan, dan memelihara bangsa serta negara, sekaligus memohon doa restu agar penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU yang dijadwalkan berlangsung pada Agustus mendatang dapat berjalan dengan lancar.

Dalam sambutannya, Presiden Prabowo mengungkapkan rasa terima kasih atas kehormatan yang diberikan kepadanya untuk hadir di tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kepala Negara mengatakan memiliki kedekatan emosional dengan NU sejak masa kecil.

“Saya ingin ucapkan terima kasih atas kehormatan yang besar diberikan kepada saya bisa hadir di tengah saudara-saudara di acara penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama 2026. Terima kasih atas sambutan yang luar biasa. Memang saya merasa selalu nyaman di tengah-tengah keluarga besar Nahdlatul Ulama, nyaman dan aman, merasa aman,” ujar Presiden.

Lebih lanjut, Presiden Prabowo menilai NU memiliki karakter khas sebagai organisasi keagamaan yang tetap menjunjung tinggi nilai-nilai kebangsaan dan patriotisme. Menurut Presiden Prabowo, semangat cinta Tanah Air telah lama menjadi bagian dari identitas NU, bahkan tercermin dalam lagu Syubbanul Wathan yang telah diciptakan jauh sebelum Indonesia merdeka.

“Nahdlatul Ulama adalah memang organisasi keagamaan, tapi sangat nasionalis, sangat patriotik, sangat cinta Tanah Air. Jadi agamis, tapi nasionalis dan patriotik,” tegas Presiden.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Negara turut menyampaikan penghargaan atas kontribusi besar NU dalam perjalanan bangsa Indonesia. Menurut Presiden, keluarga besar NU selalu hadir ketika bangsa menghadapi berbagai tantangan dan telah menjadi salah satu pilar penting dalam menjaga persatuan serta stabilitas nasional.

“Keluarga besar NU selalu tampil di saat bangsa Indonesia dalam keadaan sulit. Keluarga besar NU adalah faktor stabilisator, faktor yang bisa membuat aman bangsa dan negara,” kata Presiden.

Penutupan Munas dan Konbes NU 2026 ditandai dengan penabuhan kenteng oleh Presiden Prabowo didampingi oleh Rais Aam PBNU K.H. Miftachul Akhyar, Ketua MUI K.H. M. Anwar Iskandar, Ketua Umum PBNU K.H. Yahya Cholil Staquf, dan Menteri Sosial Saifullah Yusuf. Momen tersebut menjadi simbol berakhirnya forum strategis NU sekaligus penegasan komitmen bersama untuk terus menjaga marwah organisasi dan memperkuat khidmat bagi kemaslahatan bangsa dan negara.

Turut hadir dalam acara tersebut di antaranya Ketua MPR RI Ahmad Muzani, sejumlah menteri kabinet Merah Putih, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, serta jajaran PBNU. (Dinda)
Share:

Popular Post











ADVERTISING

ADVERTISING