Hadapi El Nino Godzilla, Pemerintah Pastikan Kesiapan Cadangan Pangan dan Infrastruktur Pertanian Nasional

Keterangan Pers Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta. (Dok. BPMI Setpres)

Jakarta, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto memanggil Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Istana Merdeka, Jakarta, pada Kamis, 18 Juni 2026. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah memastikan ketersediaan stok pangan nasional serta kesiapan infrastruktur pertanian dalam menghadapi potensi dampak fenomena iklim El Nino Godzilla.

Dalam keterangannya usai pertemuan, Mentan Amran menjelaskan bahwa cadangan beras nasional hingga Juni 2026 mencapai sekitar 5,2 juta ton. Menurutnya, jumlah tersebut cukup untuk memenuhi kebutuhan nasional dalam beberapa bulan ke depan.

“Kemudian beras di hotel, rumah, restoran, itu kurang lebih 12,5 juta ton. Artinya dengan cadangan ini, tiga-tiganya, itu bisa 10-11 bulan ke depan. Kalau anggaplah yang terendah adalah 10 bulan ke depan, artinya sampai dengan bulan April. Juli sampai April itu 10 bulan ke depan,” tambahnya.

Selain cadangan pangan, Menteri Amran menyampaikan bahwa pemerintah juga telah memastikan kesiapan berbagai infrastruktur pertanian sebagai langkah mitigasi menghadapi risiko El Nino Godzilla. Upaya tersebut meliputi pembangunan embung, irigasi pompa, sumur dalam, program pompanisasi, optimalisasi lahan, hingga pencetakan sawah baru.

“Kita sudah membangun embung, kemudian irigasi pompa, kemudian sumur dalam, kemudian pompanisasi, opla optimalisasi lahan, yaitu lahan rawa yang biasanya panen satu kali, jadi dua kali dan tiga kali. Kemudian cetak sawah kita lanjutkan. Ini semua bisa memitigasi risiko. Sekali lagi, Insyaallah untuk pangan aman,” jelasnya.

Pada sektor peternakan, Menteri Amran menuturkan bahwa pemerintah juga terus menjaga stabilitas harga telur melalui kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari peternak hingga Badan Gizi Nasional (BGN).

“Kami langsung telpon kepala BGN, menyampaikan kalau bisa dalam satu minggu biasanya konsumsi telur satu kali, bisa menjadi tiga kali termasuk ayam, sehingga harga mulai merangkak naik, dan itu kita sepakati semua,” tuturnya.

Lebih lanjut, Menteri Amran menjelaskan bahwa pemerintah juga terus mempercepat program hilirisasi sektor hortikultura, termasuk komoditas kopi, kelapa, dan tebu. Selain itu, pemerintah akan melanjutkan penyaluran berbagai bantuan ke daerah untuk mendukung percepatan pembangunan sektor pertanian.

“Kami sudah lakukan bersama teman-teman di 2025, kita lanjutkan 2026 dan 2027. Total luasan untuk petani itu adalah 870 ribu hektare, termasuk tanah Papua, seluruh kabupaten di Papua,” jelasnya.

“Kami berikan bantuan di sana tahun ini Rp3,2 triliun, tahun lalu Rp2 triliun, totalnya Rp5,5 triliun lebih. Kami laporkan kepada Bapak Presiden, beliau mengatakan ini lanjutkan bantuan ini. Ini bantuan langsung ke rakyat. Dan ini bantuan, hibah, traktor, kemudian sawah, bahkan dari beberapa provinsi meminta cetak sawah ditambah, termasuk Papua Barat dan lain-lain. Ini kita tambah,” pungkasnya.

Dengan cadangan pangan yang kuat dan infrastruktur pertanian yang terus diperkuat, serta dukungan langsung kepada petani, pemerintah optimistis Indonesia mampu menghadapi ancaman El Nino Godzilla sekaligus menjaga stabilitas pangan nasional dan kesejahteraan masyarakat. (Dinda)
Share:

Presiden Prabowo Sampaikan Terima Kasih kepada Seluruh Pihak atas Suksesnya Haji 2026

Keterangan Pers Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi dalam keterangan pers di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. (Dok. BPMI Setpres)

Bogor, WaraWiri.net - Presiden Prabowo Subianto menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam penyelenggaraan ibadah haji tahun 2026. Apresiasi tersebut disampaikan Presiden kepada pimpinan Komisi VIII DPR RI, Tim Pengawas Haji, dan jajaran Kementerian Haji dalam pertemuan di kediamannya di Hambalang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, pada Rabu, 17 Juni 2026.

“Bapak Presiden secara pribadi dan mewakili pemerintah sebagai Kepala Pemerintahan maupun Kepala Negara menyampaikan terima kasih kepada seluruh jajaran Kementerian Haji, Wakil Menteri Haji berserta dengan seluruh jajaran Kementerian Haji, dan menyampaikan terima kasih juga kepada pimpinan DPR RI dan pimpinan Komisi VIII atas terselenggaranya penyelenggaraan haji tahun ini dengan baik,” ucap Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi dalam keterangannya usai pertemuan.

Tidak hanya itu, Presiden turut memberikan apresiasi kepada para petugas haji yang telah menjalankan tugas dengan penuh disiplin dan dedikasi tinggi. Para petugas haji juga dinilai bertugas dengan penuh semangat untuk memberikan pelayanan terbaik kepada para jemaah.

“Beliau juga ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh petugas, kurang lebih petugas haji ada 2.000 orang yang telah menjalankan tugas dengan penuh kedisiplinan, dengan penuh dedikasi, dengan penuh semangat untuk memastikan memberikan layanan yang terbaik kepada seluruh jemaah,” lanjutnya.

Selain para petugas, keberhasilan penyelenggaraan haji tahun 2026 juga tidak lepas dari kerja sama seluruh jemaah haji Indonesia. Kepala Negara pun mendoakan agar seluruh jemaah mendapatkan keberkahan dari ibadah yang telah dijalankan dan menjadi haji yang mabrur.

“Beliau juga menyampaikan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja sama dari seluruh jemaah kita dan beliau mendoakan semoga semua menjadi haji mendapatkan mabrur,” kata Menteri Pras. (Dinda)
Share:

BMKG Paparkan RKA dan RKP 2027, Perkuat Layanan MKG untuk Dukung Prioritas Nasional

BMKG Paparkan RKA dan RKP 2027, Perkuat Layanan MKG untuk Dukung Prioritas Nasional. (Dok. BMKG)

Jakarta, WaraWiri.net - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memaparkan Rencana Kerja dan Anggaran (RKA) serta Rencana Kerja Pemerintah (RKP) Tahun 2027 dalam Rapat Kerja dan Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi V DPR RI di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (17/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani menyampaikan bahwa penyusunan RKA Tahun 2027 masih menghadapi kesenjangan (backlog) antara kebutuhan program dan pagu anggaran yang tersedia, yang mengacu pada Rencana Strategis BMKG 2025–2029 serta RKP Tahun 2027.

“Tujuan penyampaian ini adalah untuk menjelaskan kebutuhan anggaran BMKG Tahun Anggaran 2027 sesuai Renstra, pagu indikatif yang telah ditetapkan pemerintah, kondisi backlog yang masih dihadapi, serta peran BMKG dalam mendukung pelaksanaan RKP 2027 melalui program prioritas nasional,” ujar Faisal.

Ia menjelaskan, kebutuhan anggaran BMKG Tahun 2027 mencakup dukungan layanan operasional 24 jam, pemeliharaan alat operasional, penguatan sistem informasi, serta pelaksanaan program prioritas nasional, termasuk penyelenggaraan layanan informasi meteorologi, klimatologi, geofisika, serta peringatan dini secara berkelanjutan di seluruh Indonesia.

Selain itu, anggaran juga dialokasikan untuk belanja pegawai, operasional tugas dan fungsi, pemeliharaan peralatan, program rehabilitasi dan rekonstruksi, serta penguatan layanan BMKG di berbagai wilayah Indonesia.

“Kebutuhan anggaran berdasarkan Renstra BMKG mencakup dukungan belanja pegawai, operasional tugas dan fungsi, pemeliharaan, program prioritas nasional, hingga kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi serta penguatan layanan MKG di seluruh Indonesia,” kata Faisal.

Faisal menambahkan, dukungan tersebut akan didistribusikan ke seluruh unit organisasi BMKG, mulai dari Deputi Bidang Meteorologi, Deputi Bidang Klimatologi, Deputi Bidang Geofisika, Deputi Bidang Infrastruktur MKG, hingga Deputi Bidang Operasi Modifikasi Cuaca, Sekretariat Utama BMKG, Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG), Satuan Kerja Mandiri, Balai Besar MKG, dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dalam rangka peningkatan layanan kepada masyarakat, BMKG juga merencanakan penguatan sarana dan prasarana observasi melalui pembangunan Automated Weather Observing System (AWOS), pengadaan peralatan pengamatan atmosfer, sistem deteksi petir, serta penguatan teknologi informasi dan komunikasi untuk mendukung prioritas nasional.

BMKG juga akan menyelenggarakan 129 Sekolah Lapang, yang terdiri atas 47 Sekolah Lapang Iklim, 39 Sekolah Lapang Cuaca Nelayan, serta 43 Sekolah Lapang Gempabumi dan Tsunami yang dilaksanakan di 30 provinsi di seluruh Indonesia.

Lebih lanjut, Faisal juga menyoroti sejumlah kebutuhan strategis yang belum terakomodasi secara optimal dalam pagu indikatif, antara lain pemeliharaan alat operasional utama, dukungan pendidikan dan pengembangan SDM, reorganisasi UPT, komitmen organisasi internasional, serta penguatan audit internal. Kondisi tersebut, menurutnya, berpotensi memengaruhi keandalan layanan apabila tidak terpenuhi secara optimal.

“Meskipun tidak seluruhnya terlihat langsung oleh masyarakat, namun seluruh kegiatan tersebut merupakan fondasi penting agar layanan BMKG dapat berjalan efektif, akuntabel, dan berkelanjutan,” ujarnya.

Dalam pemaparannya, Faisal juga menyampaikan dukungan terhadap tiga klaster Prioritas Nasional dalam RKP Tahun 2027, yaitu Kedaulatan Pangan, Kemandirian Energi dan Air, serta Infrastruktur Perumahan dan Ketahanan Bencana.

Untuk mendukung Kedaulatan Pangan, BMKG memperkuat layanan informasi agroklimat, prediksi musim dan iklim beresolusi tinggi, serta dukungan keselamatan nelayan melalui layanan maritim. Pada klaster Kemandirian Energi dan Air, BMKG menyediakan informasi iklim untuk mendukung pemanfaatan energi terbarukan dan pengelolaan sumber daya air.

Sementara itu, pada klaster Infrastruktur Perumahan dan Ketahanan Bencana, BMKG memperkuat sistem observasi dan peringatan dini melalui peningkatan radar cuaca, infrastruktur data dan komunikasi, jaringan komunikasi terintegrasi, observasi laut, serta penguatan sensor peringatan dini dan pemberdayaan masyarakat.

Faisal juga menyoroti kondisi infrastruktur radar cuaca nasional yang sebagian telah memasuki usia operasional lanjut. Saat ini terdapat 45 radar cuaca yang beroperasi, dengan 20 di antaranya telah berusia di atas 15 tahun. 

“Secara teknis, radar dengan usia di atas 10–12 tahun sudah perlu dilakukan penggantian karena keterbatasan suku cadang dan perkembangan teknologi yang sudah tidak lagi mutakhir,” jelasnya.

Ketua Komisi V DPR RI, Lasarus, dalam kesempatan tersebut turut menekankan pentingnya pembaruan radar cuaca sebagai infrastruktur strategis yang tidak dapat digantikan dalam mendukung keselamatan masyarakat.

“Radar ini sifatnya wajib dan tidak bisa digantikan perannya. Selain usianya sudah tua, biaya perawatannya juga tinggi, sehingga opsi paling efisien adalah pembaruan teknologi,” ujarnya.

Melalui RDP tersebut, BMKG menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat layanan informasi cuaca, iklim, gempabumi, dan tsunami guna mendukung keselamatan masyarakat serta memperkuat ketahanan pangan, energi, dan bencana di Indonesia. (Putra)
Share:

Gandeng Kreator Konten, KPK Kemas Kampanye Antikorupsi Lewat Drama Musikal

Gandeng Kreator Konten, KPK Kemas Kampanye Antikorupsi Lewat Drama Musikal. (Dok. KPK)

Jakarta, WaraWiri.net - Upaya pendekatan edukasi antikorupsi semakin merambah ke dunia seni pertunjukan, salah satunya lewat drama musikal. Melalui pendekatan budaya populer inilah, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berupaya keluar dari pola sosialisasi konvensional demi menyentuh kesadaran kritis masyarakat luas, khususnya generasi muda dan para penikmat seni teater di Tanah Air. 

Melalui Direktorat Sosialisasi dan Kampanye (Soskam) Antikorupsi, KPK akan menggelar drama musikal bertajuk “SIDIK,” pada 4-6 Desember 2026 mendatang. Gelaran ini turut menjadi bagian resmi dari rangkaian menuju Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia) 2026.

“Proyek ini agenda besar yang telah disiapkan dan digodok sejak 2024, dengan belajar dari berbagai produk kreativitas sejenis yang menginspirasi lembaga,” tutur Direktur Soskam KPK, Amir Arief, dalam media briefing di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (18/6).

Lebih lanjut, Amir mengatakan gelaran drama musikal ini dinilai sangat strategis guna menyebarkan nilai-nilai antikorupsi dengan segmentasi masyarakat yang lebih spesifik, di antaranya para penyuka teater dan seni budaya. Selain itu, gelaran ini diharapkan mampu memantik respons positif hingga menyebar luas ke seluruh penjuru Tanah Air. 

Guna memastikan proyek kampanye kreatif ini berjalan akuntabel, KPK bekerja sama dengan Da Lopez Entertainment melalui mekanisme pengadaan penunjukan langsung yang sah sesuai Peraturan Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) Nomor 5 Tahun 2021.

Kolaborasi ini didasarkan pada rekam jejak kuat Content Creator sekaligus perwakilan Da Lopez Entertainment, Jovial da Lopez dan Andovi da Lopez, yang sebelumnya sukses mengemas isu politik kebangsaan menjadi produk musikal, seperti “DPR Musikal” dan “Polarisasi.” KPK menilai keterlibatan aktif pekerja seni menjadi bukti nyata bahwa gerakan pemberantasan korupsi harus bergerak menjadi aksi bersama, bukan urusan kelembagaan semata. 

Sebagai informasi, konsep cerita drama musikal “SIDIK” ini mengangkat tokoh utama seorang penyidik KPK bernama Sidik. Narasi cerita berfokus membedah realitas di balik layar penanganan kasus korupsi, proses hukum, hingga potret kemanusiaan dari kehidupan pribadi seorang penegak hukum.

Pada kesempatan yang sama, Andovi da Lopez menyatakan bahwa demi menjaga objektivitas proses hukum yang riil, naskah skrip dikembangkan menggunakan basis riset dan wawancara eksklusif bersama para penyidik asli KPK demi menangkap pola pikir mereka, dengan latar belakang inspirasi dari perkara-perkara lama yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht). 

“Berangkat dari rasa penasaran publik mengenai realitas kehidupan seorang penyidik KPK. Mulai dari apa yang dilakukan saat menangani kasus, proses penegakan hukumnya, hingga kehidupan pribadi,” jelas Andovi.

Lebih jauh, Andovi menegaskan bahwa cerita ini sengaja dibuat dengan tidak mengangkat kasus hukum yang sedang berjalan agar tidak memengaruhi proses hukumnya. Selain itu, sejumlah kasus yang diangkat sebagai inspirasi cerita merupakan perkara lama yang sudah inkrah—dibumbui dengan sentuhan humor segar agar tetap menghibur.

Akuntabilitas Anggaran

Tidak berhenti pada konsep drama musikal, KPK berupaya tetap menjaga akuntabilitas, salah satunya terkait anggaran yang digelontorkan. KPK menerapkan skema pengelolaan anggaran yang ketat dalam pementasan ini.

KPK menegaskan, anggaran negara hanya dialokasikan guna mendanai pertunjukan nonkomersial bagi para pegiat pendidikan, penyuluh antikorupsi, serta mitra strategis pencegahan. Sementara itu, demi memperbanyak pementasan tanpa membebani keuangan negara, KPK membuka ruang bagi Da Lopez Entertainment untuk menggelar pertunjukan komersial secara umum melalui sistem e-ticketing yang dikelola secara mandiri.

“Perencanaan, pengelolaan, dan pertanggungjawaban anggaran tetap akuntabel karena keuangan negara hanya dialokasikan untuk show non-komersial yang dihadiri para mitra pendidikan antikorupsi,” tegas Amir.

Jovial da Lopez yang turut hadir dalam kegiatan ini, menyatakan rasa syukur dan apresiasinya terhadap upaya KPK, sebab bersedia mempercayakan serta mengapresiasi kreativitas para pekerja seni di ranah ini—sebuah kolaborasi yang dinilai Jovial jarang terjadi.

“Menurut saya, kolaborasi seperti ini jarang terjadi. Melalui musikal ini, anak muda diharapkan melihat profesi penegak hukum adalah pekerjaan sangat mulia, yang wajib dilandasi integritas kokoh sebagai pondasi utama,” ucapnya.

KPK menilai intervensi budaya melalui musikal “SIDIK” ini sangat relevan di tengah tantangan integritas pendidikan saat ini, salah satunya terkait Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) yang saat ini prosesnya tengah berjalan. 

Adapun KPK memproyeksikan kreativitas kampanye lewat panggung teater ini, sebagai pemantik gerakan berkelanjutan. KPK berharap drama musikal seperti ini, dapat diduplikasi sanggar-sanggar sekolah serta forum teater di seluruh Indonesia sehingga penanaman nilai kejujuran dapat mengakar kuat dalam ekosistem pendidikan nasional. (Ros)
Share:

Ajak Warga Binaan Bangkit Menatap Masa Depan dengan Kemandirian

Ajak Warga Binaan Bangkit Menatap Masa Depan dengan Kemandirian. (Dok. Kejagung RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Pengurus Pusat Persatuan Jaksa Indonesia (PERSAJA) menyelenggarakan kegiatan kunjungan sekaligus penyuluhan hukum bagi warga binaan perempuan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas IIA Jakarta pada Rabu 17 Juni 2026. Acara ini diinisiasi sebagai wujud kepedulian dan komitmen nyata para Jaksa dalam memberikan edukasi serta pembinaan hukum yang humanis.

Dalam kesempatan tersebut, Ketua Umum PERSAJA Asep N. Mulyana, yang diwakili oleh Staf Ahli Jaksa Agung Bidang Pertimbangan dan Pengembangan Hukum, Katarina Endang Sarwestri, menyampaikan pesan, motivasi dan penguatan bagi para warga binaan. Melalui sambutan yang dibacakannya, Katarina menegaskan bahwa kehadiran PERSAJA bukan untuk melihat masa lalu para warga binaan, melainkan untuk bersama-sama menatap masa depan yang lebih cerah.

"Kami percaya bahwa setiap orang memiliki kesempatan untuk memperbaiki diri, belajar dari pengalaman, dan menjadi pribadi yang lebih baik. Melalui kegiatan penyuluhaan hukum ini, kami berharap para warga binaan dapat memperoleh pemahaman yang lebih baik mengenai hukum, hak, dan kewajiban sebagai warga negara," ujar Katarina menyalurkan pesan Ketua Umum PERSAJA.

Mengangkat tema “Perempuan Tangguh, Bangkit dengan Harapan dan Kemandirian” kegiatan ini menekankan pentingnya peran perempuan dalam keluarga, masyarakat, dan bangsa, dengan menghadirkan Narasumber I Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Tindak Pidana Umum Yusna Adia dan Narasumber II Kabid 1 Pengurus Pusat Asosiasi Psikologi Forensik Noridha Weningsari.

Ketua Umum PERSAJA dalam sambutannya mengingatkan bahwa ketangguhan sejati bukanlah tentang tidak pernah jatuh, melainkan tentang keberanian dan tekad untuk bangkit kembali.

"Harapan dinilai menjadi kekuatan untuk melangkah, sedangkan kemandirian akan menjadi bekal utama dalam menata masa depan setelah masa pembinaan berakhir.", ujar Ketum PERSAJA.

Ketua Umum PERSAJA juga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Daerah Khusus Jakarta, Direktur Pembinaan Narapidana dan Anak Binaan Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI, serta Kepala Lapas Perempuan Kelas IIA Jakarta beserta jajaran yang telah membuka ruang kolaborasi yang luar biasa demi menyukseskan program pembinaan ini.

Di akhir sambutan, Ketua Umum PERSAJA melalui Katarina mengajak seluruh warga binaan perempuan untuk menyerap setiap ilmu, nasihat, dan pengalaman yang dibagikan oleh para narasumber.

"Bekal tersebut diharapkan dapat menumbuhkan semangat baru serta menjadi langkah positif dalam proses reintegrasi sosial, sehingga mereka siap kembali ke tengah masyarakat sebagai pribadi yang mandiri dan percaya diri.", harap Ketua Umum PERSAJA. (Burhan)
Share:

Tim Penyidik Pidsus Kejati Sulsel Geledah Kantor Disdik Sulsel Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Perpustakaan Digital

Tim Penyidik Pidsus Kejati Sulsel Geledah Kantor Disdik Sulsel Terkait Dugaan Korupsi Pengadaan Perpustakaan Digital. (Dok. Kejagung RI)

Makassar, WaraWiri.net - Tim Penyidik pada Bidang Tindak Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan (Kejati Sulsel) melaksanakan kegiatan penggeledahan di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan yang berlokasi di Jalan Perintis Kemerdekaan, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar, Rabu (17/06/2026).

Kegiatan penggeledahan yang dimulai pada pukul 10.30 WITA tersebut difokuskan pada ruang Bidang Sekolah Menengah Atas (SMA). Langkah hukum ini dilakukan sebagai bagian dari rangkaian penyidikan dugaan tindak pidana korupsi pada kegiatan Pengadaan Perpustakaan Digital (Bookless Library) Tahun Anggaran 2022.

Operasi penggeledahan dipimpin langsung oleh Asisten Tindak Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, didampingi oleh tim penyidik Pidsus Kejati Sulsel.

Dalam proses tersebut, Tim Penyidik berhasil mengamankan dan menyita sejumlah dokumen penting yang berkaitan dengan perkara dimaksud, antara lain:
 * Dokumen perencanaan kegiatan;
 * Dokumen kontrak pengadaan;
 * Dokumen keuangan meliputi Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D);
 * Surat Pertanggungjawaban (SPJ) belanja serta dokumen pendukung lainnya.

Terkait tindakan tersebut, Aspidsus Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, menegaskan bahwa penggeledahan dan penyitaan ini dilakukan demi kepentingan pembuktian dalam proses penyidikan guna mengungkap secara terang benderang dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi.

“Penggeledahan dan penyitaan ini merupakan bagian dari upaya penyidik untuk mengumpulkan alat bukti yang diperlukan dalam proses penyidikan, sehingga perkara dapat diungkap secara komprehensif sesuai dengan ketentuan hukum yang berlaku," kata Rachmat Supriady.

Saat ini, Tim Penyidik Kejati Sulsel terus mendalami peran pihak-pihak yang terlibat, menelusuri seluruh dokumen yang diperoleh, serta melacak aliran anggaran yang berkaitan dengan proyek pengadaan tersebut.

Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan berkomitmen untuk terus bekerja secara profesional, transparan, dan akuntabel dalam menuntaskan penanganan perkara ini demi tegaknya hukum dan rasa keadilan di masyarakat. (Muh)
Share:

Upacara Pengukuhan Jabatan Komandan Batalyon D Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob

Upacara Pengukuhan Jabatan Komandan Batalyon D Resimen II Pasukan Pelopor Korps Brimob. (Dok. Div Humas Polri)

Depok, WaraWiri.net - Upacara Pengukuhan Jabatan Komandan Batalyon D Resimen II Pasukan Pelopor. Dalam suasana penuh khidmat dan disiplin, seluruh jajaran personel hadir untuk menyaksikan prosesi pengukuhan Jabatan yang menandai tonggak penting dalam perjalanan kepemimpinan di lingkungan Resimen II Pasukan Pelopor.

Dalam upacara tersebut, Kompol Aloisius Naibili Manek, S.H., M.H. resmi dikukuhkan sebagai Komandan Batalyon D Resimen II Pasukan Pelopor. Pengukuhan Jabatan ini dipimpin langsung oleh Wakil Komandan Resimen II Pasukan Pelopor, AKBP Arthur Sameaputty, S.I.K., yang menegaskan bahwa jabatan komandan bukan sekadar amanah, melainkan sebuah tanggung jawab besar untuk menjaga kehormatan, soliditas, dan profesionalisme satuan.

Prosesi berlangsung dengan penuh penghormatan, ditandai dengan barisan pasukan yang tegap, semangat kebersamaan yang kuat, serta doa agar kepemimpinan baru ini membawa Batalyon D Resimen II Pasukan Pelopor semakin maju dan berprestasi. Kehadiran seluruh personel menjadi simbol dukungan dan komitmen bersama dalam mengawal tugas pengabdian kepada bangsa dan negara.

Selamat bertugas kepada Komandan Batalyon D Resimen II Pasukan Pelopor, Kompol Aloisius Naibili Manek, S.H., M.H. Semoga senantiasa amanah, tegas, dan mampu menginspirasi seluruh jajaran untuk terus berbakti, menjaga keamanan, serta mengharumkan nama Resimen II Pasukan Pelopor di setiap langkah pengabdian. (Ilham)
Share:

Polri Hadir untuk Masyarakat, 750 Paket Sembako Disalurkan di Terminal Kampung Rambutan

Polri Hadir untuk Masyarakat, 750 Paket Sembako Disalurkan di Terminal Kampung Rambutan. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Dalam rangka menyambut Hari Bhayangkara ke-80, Polri menggelar kegiatan bakti sosial dengan membagikan 750 paket sembako kepada masyarakat di Terminal Kampung Rambutan, Jakarta Timur, Rabu (17/6/2026).

Kegiatan tersebut menyasar berbagai kalangan di terminal mulai dari porter, awak bus, sopir, hingga pedagang asongan. Bantuan diberikan sebagai bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat serta mempererat silaturahmi dengan warga menjelang peringatan Hari Bhayangkara ke-80.

Kasubdit Fasmat SBST Korlantas Polri Kombes Pol. Jamal Alam mengatakan bantuan sosial tersebut merupakan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk membantu meringankan kebutuhan pokok warga.

“Kegiatan bantuan sosial ini merupakan komitmen dan wujud kehadiran Polri di tengah masyarakat untuk memberikan bantuan serta meringankan beban kebutuhan masyarakat, khususnya terkait bahan-bahan pokok,” kata Kombes Pol. Jamal di Terminal Kampung Rambutan.

Ia menyebut sebanyak 750 paket sembako dibagikan kepada masyarakat yang membutuhkan dan ia berharap bantuan tersebut dapat memberikan manfaat bagi para penerima.

“Jumlah bantuan sosial yang kami salurkan sekitar 750 paket. Mudah-mudahan ini bermanfaat bagi bapak dan ibu sekalian. Mohon doa restunya agar kami dapat terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat menjelang Hari Bhayangkara ke-80,” ujarnya.

Salah seorang penerima bantuan, porter Terminal Kampung Rambutan Sardiman mengaku senang dan bersyukur atas bantuan yang diberikan Polri.

“Sangat bermanfaat untuk keluarga kami. Saya merasa senang dan bangga karena Polri memberikan perhatian kepada masyarakat melalui bantuan sosial ini,” ungkap Sardiman.

Hal senada juga disampaikan awak bus PO Handoyo, Lintong Nadabdab menurutnya bantuan sosial ini sangat membantu masyarakat yang membutuhkan khususnya para pekerja di terminal.

“Kami sangat antusias. Ini sangat membantu masyarakat, seperti kuli panggul dan rekan-rekan yang membutuhkan. Mudah-mudahan kegiatan seperti ini terus dilakukan pada tahun-tahun berikutnya,” katanya.

Sementara itu, Ketua Paguyuban Terminal Kampung Rambutan Hendri Mardian mengapresiasi kepedulian Polri kepada masyarakat terminal.

“Kami merasa senang dan dihargai. Bantuan ini sangat bermanfaat karena banyak masyarakat di sini yang berprofesi sebagai sopir, porter, dan pedagang asongan. Kami berharap Polri semakin sukses dan jaya di Hari Bhayangkara ke-80,” ujar Hendri. (Fajar)
Share:

TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026

TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026. (Dok. Puspen TNI)

Lampung, WaraWiri.net - TNI dan Angkatan Bersenjata Malaysia Gelar Latgabma Malindo Darsasa 12AB/2026 menggelar Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Malaysia-Indonesia (Malindo) Darat Samudera Angkasa (Darsasa) 12 AB/2026 yang berlangsung dari tanggal 17 s.d. 25 Juni 2026 di wilayah Provinsi Lampung, Indonesia. 

Dalam amanat Asisten Operasi (Asops) Panglima TNI Letjen TNI Bobby Rinal Makmun yang dibacakan oleh Kepala Biro Latihan Sops TNI Brigjen TNI Ade David Siregar pada upacara pembukaan yang dilaksanakan pada hari Rabu, 17 Juni 2026, mengatakan bahwa latihan ini merupakan komitmen nyata pemerintah Indonesia dan Malaysia yang diwakili kedua angkatan bersenjata untuk memperkuat semangat kebersamaan, hubungan persahabatan dan kerja sama antara kedua bangsa serumpun.

"Latihan ini diharapkan menjadi sarana untuk meningkatkan profesionalisme, interoperabilitas, sinergi kesiapsiagaan penanganan bencana alam dan dalam pemberian bantuan kemanusiaan yang berpotensi besar dilaksanakan di kedua negara sesuai dengan mekanisme dan prosedur yang berlaku," pungkasnya.

Berdasarkan laporan kesiapan latihan yang disampaikan oleh Kepala Seksi Operasi Latihan (Kasi Ops Lat) Latgabma Malindo Kolonel Inf A. Wakhid Dedy Setyawan mewakili Direktur Latihan (Dirlat) Brigjen TNI Sumarlin Marzuki, menerapkan skenario utama dalam Latgabma Malindo ini yaitu Misi Bantuan Kemanusiaan dan Penanggulangan Bencana / Humanitarian Assistance and Disaster Relief (HADR). Dengan materi latihan meliputi, Latihan Staf (Staff Exercise), Latihan Siber (Cyber Exercise) untuk mengantisipasi ancaman digital modern dan Program Bakti Sosial / Medical Civic Action Program (MEDCAP).

Latihan gabungan tiga tahunan ini diawali dengan kegiatan Program Karya Bakti / Engineering Civic Action Program (ENCAP) berupa Rehap Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu), pengecoran jalan dan water purification di sungai terdekat, yang merupakan wujud kepedulian TNI terhadap warga masyarakat setempat di sekitar daerah latihan. 

Latgabma Malindo menjadi bukti nyata komitmen TNI dalam mempererat hubungan bilateral kedua negara dan meningkatkan kesiapan operasional, serta memperkuat stabilitas keamanan di kawasan Asia Tenggara. (Isna)
Share:

Komandan Lanud Adi Soemarmo Buka Diklat SPPI KDKMP dan KNMP, Cetak Penggerak Ketahanan Ekonomi dan Pangan Nasional

Komandan Lanud Adi Soemarmo Buka Diklat SPPI KDKMP dan KNMP, Cetak Penggerak Ketahanan Ekonomi dan Pangan Nasional. (Dok. Puspen TNI)

Jawa Tengah, WaraWiri.net - Komandan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Adi Soemarmo Marsma TNI Henri Ahmad Badawi, S.M., M.M., M.Han membuka Pendidikan dan Latihan Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) Koperasi Desa Kelurahan Merah Putih (KDKMP) dan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di Lapangan Dirgantara Lanud Adi Soemarmo, Rabu (17/6/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Komandan Lanud Adi Soemarmo membacakan amanat Sekertaris Jenderal (Sekjen) Kementrian Pertahanan (Kemhan) Republik Indonesia Letjen TNI Tri Budi Utomo yang menegaskan bahwa Indonesia saat ini menghadapi berbagai tantangan yang semakin kompleks, mulai dari dinamika geopolitik, ketidakpastian ekonomi global, ancaman terhadap ketahanan pangan, perubahan iklim, hingga berbagai ancaman nonmiliter. Kondisi tersebut menuntut hadirnya sumber daya manusia yang tangguh, adaptif, serta mampu berkolaborasi dalam menghadapi berbagai perubahan.

Sekjen Kemhan RI menyampaikan bahwa ketahanan nasional tidak hanya ditentukan oleh kekuatan pertahanan negara, tetapi juga ditopang oleh ketahanan ekonomi, ketahanan pangan, serta kemampuan masyarakat dalam mengelola potensi dan sumber daya secara mandiri, produktif, dan berkelanjutan.

Lebih lanjut disampaikan bahwa program SPPI merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki karakter, integritas, disiplin, jiwa kepemimpinan, serta semangat pengabdian kepada bangsa dan negara. Melalui Latihan Dasar Kemiliteran, para peserta dibentuk menjadi pribadi yang tangguh, bertanggung jawab, mampu bekerja sama dalam tim, serta memiliki daya juang dalam menghadapi berbagai tantangan di lapangan.

Proses pembentukan tersebut dilaksanakan melalui penerapan Tripola Dasar yang meliputi pembinaan sikap dan perilaku, peningkatan pengetahuan dan keterampilan, serta pembinaan jasmani. Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi utama dalam membentuk peserta SPPI yang berkarakter, kompeten, dan siap mengemban tugas pengabdian di tengah masyarakat.

Selain menerima pembinaan dasar kemiliteran, peserta juga memperoleh pembekalan manajerial di bidang koperasi dan pengelolaan Kampung Nelayan Merah Putih. Pembekalan ini diharapkan mampu mempersiapkan para peserta menjadi penggerak pembangunan ekonomi masyarakat melalui penguatan koperasi serta pemberdayaan masyarakat pesisir.

Menutup amanatnya, Sekjen Kemhan RI berharap para peserta mampu mengimplementasikan bekal karakter, kepemimpinan, dan kemampuan manajerial yang diperoleh selama pendidikan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya ketahanan nasional yang semakin kokoh. (Isna)
Share:

Berikan Kepastian Hukum yang Kuat, Pengesahan RUU Masyarakat Adat Mendesak Disegerakan

Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Nasir Djamil dalam Rapat Dengar Pendapat Umum Masyarakat Hukum Adat di Ruang Rapat Baleg, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta. (Dok. DPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Anggota Badan Legislasi (Baleg) DPR RI Nasir Djamil menilai pengesahan RUU Masyarakat Adat merupakan suatu kewajiban yang harus segera diselesaikan untuk menghadirkan perlindungan hukum bagi masyarakat adat. Ia mengatakan, pihaknya akan berupaya menghadirkan regulasi yang mampu melindungi hak-hak masyarakat adat secara menyeluruh.

“Kegelisahan dan kekhawatiran mengenai nasib masyarakat adat kita, meskipun konstitusi mengakui, namun kenyataannya dampaknya masih belum kita rasakan”, imbuhnya dalam RDPU Masyarakat Hukum Adat di Ruang Rapat Baleg, di Gedung Nusantara I, DPR RI, Senayan, Jakarta, Kamis (18/06/2026).

Ia menyebut konflik agraria yang dialami masyarakat adat selama ini membutuhkan penyelesaian yang lebih mendasar melalui payung hukum yang kuat.

“Negara juga dinilai gagal melindungi masyarakat adat ini, karena sistem hukum agraria yang sektoral dan juga ambisi ekonomi yang pro investasi sehingga mengakibatkan konflik agraria dan lahan,” kata Politisi Fraksi PKS ini.

Di sisi lain, ia akan terus mengawal pembahasan RUU ini hingga disahkan menjadi undang-undang. Serta memastikan sejumlah catatan terhadap draf RUU agar substansinya benar-benar berpihak kepada masyarakat adat.

Ia menilai pengesahan RUU Masyarakat Adat merupakan kebutuhan mendesak karena selama ini mekanisme pengakuan masyarakat adat dinilai terlalu rumit dan berbelit.

Ia mengatakan bahwa masyarakat adat bukanlah bentukan negara, melainkan komunitas yang telah hidup jauh sebelum Indonesia berdiri. Karena itu, ia berharap negara benar-benar menghadirkan undang-undang yang mengakui dan melindungi keberadaan masyarakat adat beserta wilayahnya.

“Tentu kita harapkan ketika UU disahkan permasalahan tersebut bisa segera diakhiri, karena memang menjaga masyarakat itu berarti menjaga alam, lingkungan dan aset,” pungkasnya. (Subhan)
Share:

Pemohon Mempersoalkan Ketidakjelasan Batas Penyalahgunaan Wewenang dalam UU Tipikor

Habibi Fahmi selaku pemohon pengujian Undang-Undang Pemberfantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor) menyampaikan pokok-pokok permohonan, pada sidang pendahuluan yang berlangsung di ruang sidang panel MK. (Dok. Mahkamah Konstitusi RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Mahkamah Konstitusi (MK) menggelar Sidang Pemeriksaan Pendahuluan uji materiil Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Sebagaimana Telah Diubah Dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 (UU Tipikor) pada Kamis (18/6/2026). Sidang perdana Permohonan Nomor 204/PUU-XXIV/2026 ini yang diajukan oleh Habibi Fahmi ini digelar di Ruang Sidang MK.

Dalam permohonannya, Habibi mempersoalkan frasa “menyalahgunakan kewenangan, kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan” dalam Pasal 3 UU Tipikor. Menurut Pemohon, aturan tersebut dalam praktik penerapannya ditemukan perkembangan penafsiran yang semakin luas sehingga menimbulkan ketidakjelasan batas antara perbuatan koruptif yang memang layak dipidana dengan keputusan administratif maupun keputusan bisnis yang diambil dalam ruang lingkup kewenangan yang sah. Pemohon berpandangan ketentuan tersebut tidak memberikan batasan yang jelas sehingga tidak memberikan kepastian hukum yang adil.

“Yang menjadi persoalan dalam permohonan ini bukanlah tujuan pemberantasan korupsinya, melainkan ketidakjelasan batasan norma yang digunakan untuk menentukan kapan suatu tindakan dapat dikualifikasikan sebagai penyalahgunaan kewenangan,” ujar Habibi.

Oleh karena itu, Pemohon meminta kepada Mahkamah untuk memberikan penafsiran konstitusional terhadap norma yang diuji. 

“Konstitusional dan mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang dimaknai: ‘sebagai penggunaan kewenangan yang secara sengaja menyimpang dari tujuan pemberian kewenangan yang diberikan oleh hukum, dilakukan dengan itikad buruk, serta disertai adanya keadaan yang menunjukkan penyalahgunaan jabatan untuk tujuan yang tidak sah’,” kata Pemohon membacakan salah satu petitum permohonannya.

Terhadap permohonan itu, Hakim Konstitusi Arsul Sani memberikan nasihat kepada Pemohon untuk membaca Peraturan MK (PMK) Nomor 7 Tahun 2025 Tentang Tata Cara Beracara Dalam Pengujian Undang-Undang agar format permohonan Pemohon sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Ia juga mengingatkan Pemohon bahwa kedudukan hukum Pemohon berisi penjelasan kerugian konstitusional warga negara.

“Harus ada uraian tentang kerugian konstitusional warga negara, nah itu untuk lebih jelasnya Bapak bis abaca nanti di Pasal 4 PMK Nomor 7 Tahun 2025,” kata Arsul.

Arsul juga memberikan saran kepada Pemohon untuk melihat permohonan lain yang telah diperbaiki atau melihat putusan-putusan MK khususnya yang mengabulkan permohonan Pemohon.

“Kenapa saya sarankan kok putusannya yang dikabulkan oleh Mahkamah contoh putusannya, karena kalau dikabulkan itu berarti permohonannya paling tidak dianggap bagus secara formil,” ujar Arsul.

Ia juga meminta Pemohon untuk mencantumkan alat bukti minimal Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 (UUD NRI Tahun 1945), serta undang-undang yang diuji.

Berikutnya, Hakim Konstitusi Ridwan Mansyur dalam nasihatnya meminta kepada Pemohon untuk melihat kembali putusan-putusan MK terkait tipikor agar format dan substansi permohonan menjadi lebih baik.

“Sekali lagi Saudara lihat putusan sebelumnya Saudara bisa lihat contoh saja itu tidak perlu sepanjang ini Saudara susun lalu lpmncat Saudara ke kedudukan hukum, tanpa itu kewenangannya tidak diuraikan tidak juga disebutkan satu per satu dasar hukumnya Saudara sudah loncat ke kedudukan hukum,” kata Ridwan.

Selain itu, menurut Ridwan, Pemohon harus menguraikan dengan jelas kerugian konstitusional seperti apa yang dialami akibat berlakunya norma yang diuji.

“Apa yang sebenarnya menjadi alasan permohonan Saudara yang menjadi positanya itu apa sebenarnya ituyang harus Saudara jelaskan lebih detail lagi,” kata Ridwan.

Terakhir, Hakim Konstitusi Enny Nurbaningsih yang memimpin jalannya persidangan meminta Pemohon untuk memperbaiki format permohonan sesuai sistematika yang lazim, menjelaskan mengapa Mahkamah berwenang, kedudukan hukum, alasan atau posita, dan petitum.

“Uraian-uraian itu isinya apa itu penting nanti Anda cari rujukannya di situ, belum lagi objek yang dimohonkan, ini harus Anda perhatikan juga,” kata Enny.

Sebelum menutup persidangan Enny Nurbaningsih menginformasikan Pemohon dapat melakukan perbaikan dan menyerahkannya paling lambat Rabu (1/7/2026) pukul 12.00 WIB baik secara offline maupun online dan hanya dapat diajukan satu kali. (Zikry)
Share:

Diskusi Publik Fraksi Partai Demokrat, Ibas Dorong Transportasi Bersih dan Cerdas sebagai Agenda Transformasi Peradaban Indonesia

Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menyampaikan sambutan dalam Diskusi Publik Fraksi Partai Demokrat bertajuk "Green and Smart Transportation: Inovasi Industri Transportasi Nasional untuk Keberlanjutan Masa Depan". (Dok. MPR RI)

Jakarta, WaraWiri.net - Wakil Ketua MPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menegaskan bahwa transformasi transportasi hijau dan cerdas harus berorientasi pada amanat konstitusi, yakni melindungi rakyat, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa.

Menurutnya, pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur fisik, tetapi juga harus menghadirkan layanan publik yang semakin efektif, efisien, dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Edhie Baskoro, Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, saat menghadiri Diskusi Publik bertajuk "Green and Smart Transportation: Inovasi Industri Transportasi Nasional untuk Keberlanjutan Masa Depan", Rabu (17/6/2026).

Diskusi ini menghadirkan akademisi, pelaku industri transportasi, komunitas transportasi, serta para pemangku kepentingan yang berperan dalam mendorong pengembangan sistem transportasi cerdas dan ramah lingkungan di Indonesia.

Transportasi Bersih dan Cerdas Harus Berpijak pada Amanat Pasal 33 UUD 1945

Dalam sambutannya, Anggota Dapil Jawa Timur VII dari Fraksi Partai Demokrat tersebut mengingatkan bahwa arah pembangunan nasional harus selalu berpijak pada tujuan bernegara sebagaimana tertuang dalam Pembukaan UUD 1945. Menurutnya, kemajuan teknologi dan pembangunan ekonomi pada akhirnya harus bermuara pada kesejahteraan rakyat.

"Konstitusi kita sudah sangat jelas. Negara hadir untuk melindungi segenap bangsa Indonesia, memajukan kesejahteraan umum, dan mencerdaskan kehidupan bangsa. Karena itu, pembangunan ekonomi sebagaimana amanat Pasal 33 UUD 1945 harus benar-benar diperuntukkan bagi kesejahteraan rakyat, bukan semata-mata pembangunan fisik atau infrastruktur," ujar Ibas.

Lulusan S3 IPB University tersebut menilai bahwa perkembangan teknologi harus dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik. Menurutnya, keberhasilan transformasi digital tidak hanya diukur dari kecanggihan teknologi yang digunakan, tetapi sejauh mana manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Yang terpenting bukan sekadar komitmen memajukan teknologi, tetapi bagaimana teknologi itu menghadirkan pelayanan publik yang lebih baik, lebih mudah diakses, dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," katanya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Dewan Penasihat KADIN itu menyoroti tren global yang mulai mengarah pada pembangunan kota cerdas, transportasi rendah emisi, dan kebijakan transportasi yang berorientasi pada netralitas karbon. Menurutnya, berbagai negara maju telah menjadikan sektor transportasi sebagai bagian penting dalam agenda pembangunan berkelanjutan.

"Negara-negara maju sudah fokus pada transportasi ramah lingkungan, smart cities, dan carbon-neutral transportation. Semua itu dilakukan untuk menciptakan masa depan yang lebih hijau, lebih bersih, dan lebih berkelanjutan," jelasnya.

Bonus Demografi dan Transisi Energi: Tantangan Wujudkan Ekosistem Transportasi Bersih dan Cerdas

Di sisi lain, Indonesia juga sedang menghadapi momentum besar berupa bonus demografi dan transisi energi. Namun, sebagai negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan, mulai dari kemacetan di kawasan perkotaan, tingginya konsumsi energi, emisi transportasi, hingga ketimpangan infrastruktur antarwilayah.

"Indonesia merupakan salah satu pengguna energi terbesar di kawasan. Kita juga menghadapi tantangan emisi yang terus meningkat serta kesenjangan infrastruktur di berbagai daerah. Karena itu, transisi menuju energi baru dan terbarukan harus dilakukan secara bertahap, berkelanjutan, dan tetap berpihak pada masyarakat," ungkapnya.

Sebagai solusi, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat tersebut mendorong hadirnya kebijakan yang lebih komprehensif dalam mendukung ekosistem transportasi hijau nasional. Ia menilai pemerintah perlu mempersiapkan peta jalan yang jelas agar transformasi transportasi tidak berjalan parsial.

"Apakah kita perlu roadmap kendaraan listrik yang lebih terintegrasi? Apakah insentif dan subsidi sudah tepat sasaran? Bagaimana integrasi data transportasi nasional, penguatan Intelligent Transportation System (ITS), pemanfaatan sensor berbasis Internet of Things (IoT), hingga penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam manajemen lalu lintas? Ini semua harus kita pikirkan bersama," tegas Ibas.

Menurutnya, pemanfaatan AI juga dapat membantu meningkatkan efektivitas tata kelola transportasi apabila diintegrasikan dengan institusi terkait, termasuk kepolisian dan sektor perhubungan. Langkah tersebut diyakini dapat mempercepat terwujudnya konsep smart mobility di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Ibas juga mengingat kembali pengalaman pemerintahan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono, yang mengedepankan strategi pembangunan yang pro-pertumbuhan sekaligus pro-kesejahteraan rakyat.

"Kita pernah memiliki pendekatan pembangunan yang berorientasi pada pertumbuhan ekonomi sekaligus kesejahteraan masyarakat. Prinsipnya adalah pro-growth, pro-jobs, pro-poor, dan pro-environment. Artinya pertumbuhan ekonomi harus menciptakan lapangan kerja, mengurangi kemiskinan, dan tetap menjaga lingkungan untuk generasi mendatang," tuturnya.

Ia menambahkan bahwa arah pembangunan nasional saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto juga memiliki semangat yang sejalan, yakni mewujudkan kedaulatan energi, memperkuat industrialisasi nasional, membangun infrastruktur strategis, serta menghadirkan keadilan ekonomi yang didukung tata kelola yang baik.

Menutup sambutannya, lulusan S2 Nanyang Technological University, Singapura, itu mengajak seluruh peserta untuk membangun kolaborasi lintas sektor demi mewujudkan masa depan transportasi Indonesia yang lebih maju dan berkelanjutan.

"We may have different backgrounds, but we have the same goals. Pertanyaannya sekarang, apakah Indonesia sudah memiliki arsitektur besar transportasi hijau nasional? Bagaimana memastikan transisi kendaraan listrik berjalan secara adil bagi seluruh pihak? Dan yang tidak kalah penting, bagaimana Indonesia dapat menjadi produsen inovasi dan teknologi, bukan sekadar konsumen?" pungkasnya.

Akademisi dan Pelaku Industri Soroti Ekosistem Transportasi Bersih dan Cerdas
Dalam sesi diskusi, para narasumber turut menyampaikan berbagai gagasan strategis terkait pengembangan transportasi hijau dan cerdas. Akademisi, Prof. Suhono, menekankan bahwa pembangunan smart nation harus dimulai dari smart city, di mana isu energi dan transportasi menjadi dua aspek yang tidak dapat dipisahkan.

Menurutnya, transportasi cerdas bukan hanya soal teknologi, melainkan juga integrasi antara kebijakan, data, kecerdasan buatan, proses, dan sumber daya manusia. Ia menilai transportasi publik harus menjadi tulang punggung mobilitas perkotaan agar efisiensi energi dan pengurangan emisi dapat tercapai.

Sementara itu, para pelaku industri dan komunitas transportasi menyoroti pentingnya kesiapan ekosistem dalam mendukung transisi menuju transportasi berkelanjutan. Yayan menyoroti perlunya infrastruktur pengisian daya yang memadai dan terintegrasi dengan perencanaan kota. Martinus menegaskan pentingnya smart policy dan smart regulation sebagai fondasi utama pembangunan transportasi cerdas.

Sitanggang menekankan bahwa penguatan transportasi publik merupakan langkah paling efektif untuk menekan emisi transportasi darat, sementara Agus dan Tyas menyoroti tantangan biaya investasi kendaraan listrik serta kebutuhan dukungan kebijakan finansial agar ekosistem kendaraan listrik dapat berkembang secara berkelanjutan. Adapun Abdul Rahman mengingatkan pentingnya memperkuat industri dalam negeri agar Indonesia tidak hanya menjadi pemasok bahan baku, tetapi juga produsen teknologi dan inovasi transportasi masa depan.

Anggota Fraksi Demokrat Dorong Hilirisasi Nikel dan Kepastian Regulasi Transportasi Bersih dan Cerdas

Sejumlah anggota Fraksi Partai Demokrat DPR RI yang turut hadir dalam diskusi tersebut antara lain Kapoksi Komisi V DPR RI, Lokot Nasution; Anggota Komisi V DPR RI, Faujia Helga Br. Tampubolon; Anggota Komisi V DPR RI, Wastam; Kapoksi Komisi XII DPR RI, Sartono Hutomo; Anggota Komisi XII DPR RI, Hasani bin Zuber; serta Sekretaris Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Marwan Cik Asan.

Dalam sesi tanggapan, Sartono Hutomo menegaskan bahwa keberhasilan transportasi hijau dan cerdas tidak dapat diukur hanya dari jumlah kendaraan listrik atau digitalisasi layanan transportasi. Menurutnya, yang lebih penting adalah kemampuan Indonesia membangun ekosistem energi dan transportasi yang terintegrasi, rendah emisi, dan berdaya saing. Ia juga menekankan pentingnya percepatan energi terbarukan, hilirisasi nikel dan baterai, kesiapan infrastruktur, pengembangan SDM, serta kepastian hukum dan keberlanjutan regulasi.

Lokot Nasution menambahkan bahwa konsep transportasi cerdas harus memenuhi prinsip hemat, bermanfaat, dan terintegrasi. Ia mengungkapkan bahwa pembahasan regulasi terkait transportasi terus berkembang, termasuk dialog dengan komunitas pengemudi ojek online yang ingin beralih ke kendaraan listrik namun masih menghadapi keterbatasan daya beli. 

Sementara itu, Faujia Helga Br. Tampubolon mengingatkan pentingnya pemerataan pembangunan hingga wilayah timur Indonesia yang masih menghadapi berbagai keterbatasan infrastruktur. Wastam menilai transisi menuju transportasi hijau harus diiringi efisiensi di berbagai sektor lainnya. Adapun Marwan Cik Asan menegaskan bahwa peningkatan daya saing industri transportasi nasional membutuhkan dukungan regulasi dan skema pembiayaan yang mampu memperkuat ekosistem kendaraan listrik dan industri mobilitas nasional secara keseluruhan.

Sebagai penutup, Ibas berharap diskusi publik ini tidak berhenti pada pertukaran gagasan semata, melainkan mampu menghasilkan rekomendasi kebijakan yang konkret bagi pemerintah, dunia usaha, akademisi, dan seluruh pemangku kepentingan. (Fathi)
Share:

6.9 Juta Pelanggan Menggunakan Kereta Menuju Bandara di Berbagai Wilayah

6.9 Juta Pelanggan Menggunakan Kereta Menuju Bandara di Berbagai Wilayah. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - Bandara menjadi pintu perjalanan udara. Kereta api dan LRT hadir sebagai penghubung darat yang membantu masyarakat menjangkau pintu tersebut dengan lebih mudah, terjadwal, dan terintegrasi.

PT Kereta Api Indonesia (Persero) melalui KAI Group memperkuat keterhubungan antara layanan kereta api, LRT, dan bandara di Jawa serta Sumatra. Sepanjang Januari–Mei 2026, KAI Group melayani 6.201.016 pelanggan pada layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara.

Jumlah tersebut berasal dari Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta, KA Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), KA BIAS atau KA Bandara Internasional Adi Soemarmo, KA Srilelawangsa di Sumatra Utara, LRT Sumsel, serta KA Minangkabau Ekspres di Sumatra Barat. Dari total tersebut, layanan di Jawa melayani 2.518.233 pelanggan, sedangkan layanan di Sumatra melayani 3.682.783 pelanggan.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan, layanan kereta api dan LRT yang terhubung dengan bandara memiliki peran penting dalam memperkuat konektivitas dari pusat kota, kawasan permukiman, daerah penyangga, pusat ekonomi, destinasi wisata, hingga simpul transportasi udara.

“Ketika stasiun terhubung dengan bandara, perjalanan masyarakat menjadi lebih mudah direncanakan. Kereta api memberi kepastian waktu, memperluas akses, dan membantu pelanggan menjangkau penerbangan dengan lebih nyaman,” pungkasnya.

Di wilayah Jabodetabek, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta melayani 1.013.574 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 14,78 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 883.065 pelanggan.

Layanan ini memperkuat akses masyarakat dari kawasan perkotaan Jabodetabek menuju Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Bagi pelanggan yang melakukan perjalanan dinas, wisata, pendidikan, layanan kesehatan, maupun kunjungan keluarga, Commuter Line Bandara Soekarno-Hatta menjadi pilihan mobilitas yang lebih terjadwal di tengah kepadatan lalu lintas perkotaan.

Di Daerah Istimewa Yogyakarta, KA Bandara YIA melayani 1.129.627 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut terdiri dari KA YIA Reguler sebanyak 763.216 pelanggan dan KA YIA Xpress sebanyak 366.411 pelanggan. Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.117.749 pelanggan, pelanggan KA Bandara YIA meningkat 1,06 persen.

KA Bandara YIA menjadi penghubung penting antara pusat aktivitas Yogyakarta dan Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo. Layanan ini mendukung mobilitas wisatawan, mahasiswa, pekerja, pelaku ekonomi kreatif, pelaku UMKM, serta masyarakat yang menggunakan penerbangan dari dan menuju Yogyakarta.

Di Jawa Tengah dan Jawa Timur, KA BIAS melayani 375.032 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Angka ini meningkat 24,90 persen dibanding periode yang sama tahun 2025 sebanyak 300.271 pelanggan.

KA BIAS merupakan layanan kereta api bandara yang menghubungkan Bandara Internasional Adi Soemarmo di Solo dengan sejumlah wilayah di sekitarnya. Dengan perpanjangan layanan hingga Stasiun Caruban di Kabupaten Madiun, KA BIAS memperluas akses masyarakat dari Solo Raya, Madiun, dan wilayah sekitarnya menuju simpul transportasi udara serta pusat-pusat aktivitas di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Di Sumatra Utara, KA Srilelawangsa melayani 1.775.765 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Jumlah tersebut berasal dari relasi Medan–Kualanamu sebanyak 664.833 pelanggan dan Medan–Kuala Bingai sebanyak 1.110.932 pelanggan. Dibanding periode Januari–Mei 2025 sebanyak 1.736.958 pelanggan, pelanggan KA Srilelawangsa meningkat 2,23 persen.

KA Srilelawangsa memperkuat konektivitas Medan, Kualanamu, Binjai, dan kawasan sekitarnya. Relasi Medan–Kualanamu menjadi akses kereta api menuju Bandara Internasional Kualanamu, sedangkan relasi Medan–Kuala Bingai memperluas jangkauan masyarakat dari kawasan penyangga menuju pusat Kota Medan dan koneksi perjalanan lanjutan.

Di Sumatra Selatan, KAI Group melayani akses menuju kawasan Bandara Sultan Mahmud Badaruddin II melalui LRT Sumsel. Sepanjang Januari–Mei 2026, LRT Sumsel melayani 1.815.017 pelanggan.

LRT Sumsel menghubungkan kawasan bandara dengan pusat kota, area pendidikan, pusat layanan publik, kawasan olahraga, dan titik aktivitas masyarakat di Palembang. Layanan ini memperkuat integrasi transportasi perkotaan dengan simpul penerbangan di Sumatra Selatan.

Sementara itu, di Sumatra Barat, KA Minangkabau Ekspres melayani 92.001 pelanggan sepanjang Januari–Mei 2026. Layanan ini menghubungkan kawasan Padang dengan Bandara Internasional Minangkabau dan menjadi pilihan mobilitas bagi masyarakat, wisatawan, serta pelaku perjalanan udara.

KA Minangkabau Ekspres mendukung konektivitas Sumatra Barat, terutama bagi masyarakat yang membutuhkan akses dari pusat kota menuju bandara. Keterhubungan ini juga mendukung aktivitas pariwisata, pendidikan, perdagangan, dan perjalanan keluarga di wilayah Padang dan sekitarnya.

Anne menambahkan, integrasi kereta api, LRT, dan bandara menjadi bagian penting dari ekosistem transportasi publik. Dengan layanan yang saling terhubung, pelanggan dapat melanjutkan perjalanan dari rumah, pusat kota, atau kawasan penyangga menuju bandara secara lebih mudah.

“Bandara dan stasiun adalah dua simpul penting dalam perjalanan masyarakat. Ketika keduanya terhubung, akses menuju pekerjaan, pendidikan, layanan kesehatan, dan pariwisata menjadi lebih terbuka. KAI Group memperkuat peran kereta api dan LRT sebagai penghubung mobilitas yang aman, nyaman, dan terintegrasi,” tutup Anne. (Siti)
Share:

Pembangunan Kecakapan Literasi Dimulai dari Budaya Baca di Daerah

Pembangunan Kecakapan Literasi Dimulai dari Budaya Baca di Daerah. (Dok. Perpusnas)

Jakarta, WaraWiri.net - Kepala Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas), E. Aminudin menegaskan pembangunan kecakapan literasi dan Pengembangan budaya baca pada dasarnya berlangsung di daerah. Menurutnya, pemerintah daerah (Pemda) memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam meningkatkan kecakapan literasi masyarakat.

Menurutnya, aparatur pemerintah daerah harus memahami tugas dan fungsi pembangunan literasi agar dapat menjadi contoh yang unggul bagi masyarakat.

“Peningkatan literasi tidak berjalan optimal, apabila para penyelenggaraannya tidak memiliki pemahaman terkait strategi, kebijakan, dan implementasi program literasi,” tegasnya dalam Bedah Buku Literasi di Daerah Realitas dan Strategi Kebijakan Perpustakaan Daerah, Kamis (18/6/2026).

"Ketika berbicara daerah maka yang menjadi penguasa adalah pemerintah daerah. Maka mereka perlu dibuat paham tentang tugas dan fungsinya dari pembangunan literasi. Saya yakin forum ini dapat memberikan penyadaran Kepada kita sebagai penyelenggara tugas dan fungsi untuk meningkatkan kecakapan literasi," ungkapnya.

Ia menjelaskan, Perpusnas telah melakukan perubahan terhadap instrumen pengukuran Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) dan Tingkat Kegemaran Membaca (TKM). Instrumen yang digunakan memiliki proporsi yang lebih logis dan mencerminkan kondisi riil di lapangan.

Sebelumnya, lanjutnya, IPLM tingkat provinsi banyak bergantung pada agregasi data di kabupaten/kota, sehingga Pemerintah provinsi dapat memperoleh nilai tinggi tanpa menunjukkan kontribusi yang nyata.

"Akibat perubahan ini, sejumlah daerah mengalami penurunan nilai IPLM yang cukup signifikan. Hasil ini justru memiliki tingkat validitas yang lebih tinggi dibandingkan instrument yang sudah dilakukan sebelumnya," jelasnya.

Kepala Perpusnas menambahkan, bahwa Perpusnas dan Kemendagri ke depan akan membuat instrumen bersama untuk melakukan penilaian kinerja pemerintah daerah di bidang perpustakaan dan literasi. 

"Literasi adalah urusan bersama yang harus dikerjakan bersama-sama oleh Perpusnas, pemerintah daerah, perguruan tinggi, organisasi profesi, dan para pegiat literasi," imbuhnya.

Sementara itu, Staf Ahli Bidang Aparatur dan Pelayanan Publik Kemendagri, Anwar Harum Damanik menyampaikan, buku ‘Literasi di Daerah’ ini dapat menjadi referensi penting bagi pemerintah, akademisi, pustakawan dan khususnya para pengambil kebijakan dalam merumuskan arah pembangunan perpustakaan di daerah yang semakin maju, inklusif dan berkelanjutan.

"Pembangunan bangsa tidak hanya ditentukan oleh pertumbuhan ekonomi, pembangunan infrastruktur, tetapi juga kualitas dari sumber daya manusia yang memiliki literasi, dan tetap semangat untuk terus belajar. Literasi merupakan pondasi untuk membangun masyarakat yang cerdas," katanya.

Anwar menekankan, tantangan literasi saat ini tidak hanya berkaitan dengan rendahnya minat baca, tetapi juga kemampuan masyarakat dalam menghadapi teknologi digital yang sangat pesat.

"Oleh karena itu, perpustakaan perlu bertransformasi menjadi pusat pembelajaran yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman," lanjutnya.

Ia mengatakan, bedah buku ini merupakan hasil kerja kolektif yang sangat berharga. Tidak hanya menyajikan data dan informasi tetapi juga merekam pengalaman, tantangan dan praktik baik serta berbagai strategi kebijakan perpustakaan di daerah.

"Mari kita jadikan literasi sebagai gerakan bersama. Saya meyakini budaya membaca dan belajar tumbuh kuat di seluruh daerah, maka kita sedang meletakkan fondasi yang kokoh menuju Indonesia Emas 2045," katanya.

Agenda bedah buku diikuti peluncuran Buku Agora Demokrasi: Guratan Ringkas tentang Kuasa, Demokrasi, dan Kebijakan Publik. Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara Perpusnas, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Ikatan Pustakawan Indonesia (IPI), dan Yayasan Obor Indonesia.

Penulis buku, Moh. Ilham Hamudy menerangkan bahwa buku tersebut lahir dari kegelisahan penulis terhadap kondisi Pengelolaan perpustakaan di daerah. Buku ini ditulis oleh lima penulis yang berasal dari berbagai disiplin ilmu, bukan dari latar belakang ilmu perpustakaan.

"Buku ini merupakan hasil pengamatan lapangan yang dilakukan melalui monitoring dan evaluasi perpustakaan daerah. Kami melihat kondisi perpustakaan dari berbagai aspek, seperti Sumber Daya Manusia (SDM), anggaran, metode kerja, sasaran layanan, sarana pendukung, dan interaksi dengan masyarakat pengguna," terangnya.

Ia mengatakan bahwa tugas utama dinas perpustakaan daerah sesungguhnya berorientasi pada Peningkatan IPLM dan TKM. Namun sayangnya, untuk meningkatkan kedua indikator tersebut sering kali tidak diimbangi dengan dukungan sumber daya yang memadai, baik dari sisi anggaran, kualitas SDM, maupun sarana pendukung.

"Perpustakaan daerah dituntut mencapai target kinerja tinggi, tetapi sering kali harus bekerja dengan anggaran terbatas dan SDM yang kurang mendukung," katanya.

Dari buku tersebut, lanjutnya, ia mengusulkan agar perpustakaan lebih menekankan pada aspek fungsional dan kenyamanan daripada kemegahan bangunan. Perpustakaan yang sederhana namun nyaman dan mudah dikelola dinilai lebih efektif dibandingkan gedung besar yang sulit dipelihara karena keterbatasan anggaran operasional. (Deni)
Share:

Kemenperin Percepat Kesiapan Industri AMDK Sambut Pemberlakuan SNI Wajib

Kemenperin Percepat Kesiapan Industri AMDK Sambut Pemberlakuan SNI Wajib. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Perindustrian terus memperkuat kesiapan industri Air Minum Dalam Kemasan (AMDK) untuk menghadapi penerapan Standar Nasional Indonesia (SNI) wajib yang akan berlaku efektif pada Oktober 2026. Langkah ini dilakukan melalui pendampingan teknis kepada pelaku industri, penguatan pemanfaatan Sistem Informasi Industri Nasional (SIINas), serta peningkatan sinergi dengan asosiasi industri di daerah.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, pemberlakuan SNI wajib pada AMDK merupakan langkah strategis pemerintah untuk menjamin keamanan dan mutu produk yang beredar di masyarakat, sekaligus meningkatkan daya saing industri nasional.

“Industri AMDK memiliki peran penting sebagai penyedia kebutuhan dasar masyarakat sekaligus sektor yang berkontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Oleh karena itu, implementasi Permenperin Nomor 62 Tahun 2024 harus dipandang sebagai upaya memperkuat standardisasi, perlindungan konsumen, keamanan mutu produk, serta meningkatkan daya saing industri nasional,” kata Menperin dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (17/6).

Menurut Agus, pemerintah mengajak seluruh pelaku industri AMDK untuk segera melakukan penyesuaian terhadap ketentuan yang berlaku, termasuk meningkatkan kesiapan teknologi produksi, sistem pengendalian mutu, serta kepatuhan terhadap regulasi standardisasi.

“Pemerintah mengajak seluruh pelaku industri untuk memperkuat investasi, meningkatkan kualitas produk, dan membangun kolaborasi yang baik dengan seluruh pemangku kepentingan agar tercipta iklim usaha yang sehat, berkeadilan, dan berkelanjutan,” imbuhnya.

Pemberlakuan SNI wajib AMDK sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 62 Tahun 2024 mencakup lima kategori produk, yaitu Air Mineral (SNI 3553:2023), Air Demineral (SNI 6241:2023), Air Mineral Alami (SNI 6242:2023), Air Minum Embun (SNI 7812:2021), dan Air Minum pH Tinggi (SNI 8982:2021).

Menperin juga mengapresiasi peran Asosiasi Perusahaan Air Minum Dalam Kemasan Indonesia (ASPADIN) sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung sosialisasi dan pendampingan implementasi regulasi kepada pelaku industri di berbagai daerah.

Selain memenuhi aspek kepatuhan terhadap regulasi dan standar mutu, industri AMDK juga dipacu untuk menerapkan prinsip industri hijau melalui efisiensi penggunaan sumber daya air, pengurangan limbah, serta penguatan penerapan ekonomi sirkular guna mendukung pembangunan industri yang berkelanjutan.

Sebagai bentuk dukungan terhadap implementasi kebijakan tersebut, Balai Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri (BSPJI) Banjarbaru telah menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pendaftaran Sertifikat SNI dan SPPT SNI Produk AMDK melalui SIINas yang diikuti oleh 30 pelaku industri AMDK dari Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Emmy Suryandari menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan pendampingan kepada pelaku industri selama masa transisi menuju pemberlakuan SNI wajib AMDK.

“BSKJI melalui unit pelaksana teknis di daerah berkomitmen memastikan pelaku industri memahami regulasi, proses sertifikasi, serta tata cara pelaporan melalui SIINas. Pendampingan ini penting agar implementasi kebijakan berjalan efektif, meningkatkan kepatuhan industri, sekaligus memperkuat basis data industri nasional sebagai landasan penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran,” ujar Emmy.

Melalui kegiatan tersebut, peserta memperoleh pemahaman mengenai tata cara pendaftaran sertifikat SNI dan SPPT SNI melalui SIINas, mekanisme pelaporan data industri, serta berbagai aspek teknis yang perlu dipersiapkan sebelum pemberlakuan SNI wajib AMDK.

Komitmen penguatan industri AMDK nasional juga ditunjukkan melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (MUSDA) IV ASPADIN DPD Kalimantan Selatan yang menjadi forum konsolidasi organisasi sekaligus wadah diskusi strategis terkait kesiapan industri menghadapi transformasi regulasi dan tantangan persaingan usaha.

Dalam kesempatan tersebut, BSPJI Banjarbaru dan ASPADIN menandatangani nota kesepahaman sebagai langkah strategis untuk memperkuat kerja sama di bidang standardisasi industri, pengujian, sertifikasi, pelatihan, serta peningkatan kompetensi sumber daya manusia industri.

Kepala BSPJI Banjarbaru, Oktaviyanto Jimat Wibowo, menegaskan bahwa kolaborasi antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha menjadi kunci dalam membangun industri AMDK yang berdaya saing tinggi. BSPJI Banjarbaru berkomitmen untuk memberikan pendampingan teknis kepada pelaku industri dalam implementasi SNI wajib AMDK melalui layanan pengujian, sertifikasi, konsultasi, dan pelatihan.

“Kerja sama dengan ASPADIN diharapkan dapat memperkuat budaya mutu industri sekaligus meningkatkan kompetensi SDM industri agar semakin siap menghadapi tuntutan regulasi dan persaingan pasar,” tuturnya.

Kemenperin optimistis bahwa melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, asosiasi, dan pelaku usaha, industri AMDK nasional akan semakin siap menghadapi implementasi wajib SNI pada Oktober 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan daya saing industri nasional, memperkuat kepercayaan konsumen terhadap produk dalam negeri, serta mendukung pertumbuhan industri yang berkelanjutan dengan tetap mengedepankan kualitas, keamanan produk, dan kelestarian lingkungan. (Dimas)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING