PPWI Kabupaten Bogor Kembali Adakan Kegiatan Kemanusiaan, Guest Yunanda: Sudah Menjadi Rutinitas Organisasi Di Penghujung Ramadhan

Berlomba-lomba Dalam Kebaikan, PPWI Kabupaten Bogor Kembali Bagikan Puluhan Paket Sembako Untuk Warga Kurang Mampu dan Santuni Anak Yatim/Piatu di Penghujung Ramadhan 1446 H. (Dok. PPWI Media Group/ Istimewa)

Cibinong, Warawiri.net - Membawa kebaikan di dalam bulan suci Ramadhan melalui pembagian sembako gratis dan buka puasa bersama (bukber), menjadi salah satu program kerja prioritas DPC PPWI Kabupaten Bogor dalam membantu pemerintah mewujudkan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) yang salah satu tujuannya adalah meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan.

Selain itu dengan adanya kegiatan pembagian sembako gratis dan bukber, dapat menjadi referensi dalam menunjukan kepedulian antar sesama.

Oleh karenanya bulan suci Ramadhan adalah bulan yang memberikan kesempatan bagi kita untuk lebih meningkatkan solidaritas dan memberikan kebaikan kepada sesama.

Untuk terus mewujudkan kebaikan itu, maka DPC PPWI Kabupaten Bogor untuk kesekian kalinya kembali mengadakan kegiatan kemanusiaan di wilayah kerja PPWI Kabupaten Bogor, Sabtu (29/03/25). 

"Alhamdulillah pada hari ini kita semua masih dapat berkumpul untuk melangsungkan kegiatan bukber dan pembagian puluhan paket sembako untuk warga kurang mampu," jelas Ketua Panitia Pelaksana, Guest Yunanda.

Harapan kami, lanjut Guest, semoga dengan adanya kegiatan ini dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat Kabupaten Bogor, khususnya warga Cibinong yang memang membutuhkan bantuan.

"Kegiatan yang kami adakan ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran sosial positif diantara kita, dan memberikan kesempatan bagi kita untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT," katanya.

Diakhir acara, Guest tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bogor dan berbagai pihak yang telah mendukung serta ikut mensukseskan kegiatan Ramadhan pihaknya tahun ini.

"Kepada mitra kerja kami, terutama Pemda Kabupaten Bogor dan mitra-mitra kerja lainnya atas nama DPC PPWI Kabupaten Bogor, saya mengucapkan terima kasih untuk partisipasi dan dukungan yang telah diberikan,” tutupnya. (Ilham)

Share:

Sigap dan Responsif, Prajurit Yonmarhanlan VII Kupang Evakuasi Kebakaran Akibat Laka Lalin

Sigap dan Responsif, Prajurit Yonmarhanlan VII Kupang Evakuasi Kebakaran Akibat Laka Lalin. (Dok. Puspen TNI)

NTT, WaraWiri.net - Sigap dan responsif, hal tersebut yang dilakukan oleh Pratu Mar Maritchi Affandi Ago Raga saat mengetahui terjadi kecelakaan lalu lintas kendaraan mobil Toyota Rush yang menabrak kios warga yang mengakibatkan kebakaran dilokasi kejadian di jalan Sumatera No.43, Todekisar, Kec. Kota Lama, Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur, Jumat (28/03/2025).

Dalam kejadian tersebut pemilik mobil yang tidak diketahui namanya diduga melarikan diri karena takut di amuk oleh massa, sedangkan kendaraan Toyota Rush yang mengalami kecelakaan terbakar bersama kios yang di tabrak.

Pratu Mar Maritchi Affandi Ago Raga yang berada di sekitar kejadian langsung berupaya menyelamatkan korban dan membantu memadamkan api seraya menunggu petugas pemadam kebakaran tiba di lokasi, dengan dibantu oleh beberapa masyarakat sekitar, selang beberapa menit petugas kebakaran dari Dinas Pemadam Kebakaran Kota Kupang tiba di lokasi dan berupaya memadamkan api agar tidak merembet ke pemukiman warga setempat.

Danyonmarhanlan VII Kupang Letkol Marinir Fernando S.Lumi mengetahui hal tersebut menyampaikan bahwa tindakan yang dilakukan oleh prajuritnya yakni Pratu Mar Maritchi Affandi Ago Raga merupakan tindakan yang seharusnya dilakukan oleh setiap prajurit Korps Marinir, sigap dan responsif bila terjadi sebuah musibah, hal ini sebagai bentuk bahwa prajurit Korps Marinir sangat mencintai rakyat, dan senantiasa berkorban untuk rakyat hal ini selaras dengan salah satu butir dari 8 Wajib TNI yang berbunyi "Menjadi Contoh Dan Mempelopori Usaha-Usaha Untuk Mengatasi Kesulitan Rakyat Sekelilingnya".  (Subhan)
Share:

Korlantas Terapkan Contraflow dan One Way pada H-2 Lebaran 2025

Korlantas Terapkan Contraflow dan One Way pada H-2 Lebaran 2025. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menyampaikan traffic update dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2025. Dalam penyampaiannya, Korlantas menerapkan contraflow satu lajur dari KM 47 sampai ke KM 55.

“Selamat pagi rekan-rekan media, hari ini update traffic rekayasa lalu lintas H-2 (kami )melakukan contraflow satu lajur dr KM 47 sampai KM 55,” kata Kakorlantas Agus Suryonugroho, Sabtu (29/3/2025).

Kemudian, kata dia, contraflow kedua diterapkan di KM 55 sampai ke KM 70 Tol Jakarta-Cikampek. Adapun penerapan rekayasa lalu lintas seperti one way nasional yang diterapkan masih berlangsung, yakni dimulai dari KM 70 sampai KM 144.

Kakorlantas menyebut puncak arus mudik pada H-3 sebesar 258.383 kendaraan jika dibandingkan H-4 kemarin sebanyak 224.074. Ia mengatakan terdapat kenaikan dari H-4 ke H-3 sebanyak 34.309 kendaraan. Kakorlantas juga memprediksi puncak arus mudik adalah H-3, namun demikian arus kendaraan dan lalu lintas hinga saat ini masih terkendali.

“Diharapkan kepada para pemudik agar terus meningkatkan kewadspadaan berkendara, jaga kondisi fisik dan tetap konsentrasi dalam menggunakan rekayasa jalur mudik one way nasional ini,” pungkasnya. (Alif)
Share:

TNI AL Fasilitasi Mudik Gratis, Lanal Semarang Jajaran Koarmada II Sambut dan Lepas Pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas

TNI AL Fasilitasi Mudik Gratis, Lanal Semarang Jajaran Koarmada II Sambut dan Lepas Pemudik di Pelabuhan Tanjung Emas. (Dok. Puspen TNI)

Semarang, WaraWiri.net - Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Semarang jabatan Koarmada II, Letkol Laut (P) Akbar Abdullah, M.Tr.Opsla, bersama Walikota Semarang, Dr. Agustina Wilujeng Pramestuti, S.S., M.M., serta Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Semarang, menyambut sekaligus melepas peserta Mudik Gratis Tahun 2025 menggunakan Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Banjarmasin-592. Acara ini berlangsung di Dermaga Nusantara 2, Pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, pada Jumat (28/3).

Program mudik gratis dengan kapal perang ini merupakan inisiatif TNI AL untuk mendukung kebijakan pemerintah dalam mengurangi kepadatan arus mudik dan menekan angka kecelakaan lalu lintas, khususnya bagi pemudik yang menggunakan kendaraan roda dua. Sebelumnya, KRI Banjarmasin-592 telah dilepas oleh Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Dr. Muhammad Ali dari Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Jakarta Utara, pada Kamis, 27 Maret 2025. 

Dalam sambutannya, Kasal menyampaikan bahwa TNI AL berkomitmen untuk memberikan fasilitas mudik yang aman dan nyaman bagi masyarakat. "Total pemudik yang mengikuti program ini sebanyak 1.634 orang dengan 497 unit sepeda motor," ungkapnya.

Program mudik gratis ini melayani rute Jakarta – Semarang – Surabaya. Para peserta telah mendaftarkan diri melalui posko yang tersedia di Mako Kolinlamil Jakarta Utara, Mako Lanal Semarang, dan Mako Lantamal V Surabaya.

KRI Banjarmasin-592 tiba di Semarang pada Jumat, 28 Maret 2025, dengan membawa 985 pemudik dan 364 unit sepeda motor dari Jakarta. Selanjutnya, kapal akan melanjutkan perjalanan menuju Surabaya dan dijadwalkan tiba di Dermaga Madura, Koarmada II Surabaya, pada Sabtu, 29 Maret 2025.

Danlanal Semarang, Letkol Laut (P) Akbar Abdullah, menyampaikan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan perjalanan yang lebih aman dan nyaman bagi pemudik. "Dengan mudik menggunakan KRI, masyarakat dapat beristirahat dengan cukup, mendapatkan makanan tiga kali sehari, serta menikmati hiburan seperti pemutaran film. Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat kelelahan di perjalanan," ujarnya.

Keterlibatan Lanal Semarang dalam program ini merupakan bagian dari implementasi perintah Pangkoarmada II, Laksda TNI I. G. P. Alit Jaya, S.H., M.Si., agar seluruh jajaran Koarmada II mendukung penuh program mudik gratis yang diinisiasi oleh Kasal.

Program ini tidak hanya menjadi solusi bagi pemudik roda dua, tetapi juga menunjukkan kepedulian TNI AL dalam membantu masyarakat merayakan Hari Raya Idul Fitri dengan lebih aman dan nyaman. (Ahmad)
Share:

Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Kejahatan di Sekitar Stasiun Agar Pemudik Nyaman dan Aman

Kapolri Perintahkan Jajaran Antisipasi Kejahatan di Sekitar Stasiun Agar Pemudik Nyaman dan Aman. (Dok. Div Humas Polri)

Jakarta, WaraWiri.net - Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memerintahkan seluruh jajaran untuk mengantisipasi kejahatan yang dapat terjadi di sekitar area stasiun agar masyarakat nyaman dan aman selama mudik.

Hal tersebut disampaikan Kapolri saat meninjau langsung Stasiun Gambir, Jakarta Pusat, pada Sabtu (29/3) hari ini, bersama Menko PMK Pratikno, Menhub Dudy Purwogandhi dan Menkes Budi Gunadi Sadikin.

“Tadi kami menanyakan ke beberapa penumpang termasuk kepada seluruh petugas bahwa sampai hari ini tidak ada kejahatan yang terjadi,” ujarnya kepada wartawan.

Dalam kesempatan yang sama, Sigit juga menyarankan agar masyarakat dapat mempertimbangkan transportasi kereta sebagai pilihan untuk mudik maupun balik nanti.

Pasalnya, kata dia, kereta api dapat menjadi alternatif yang dapat dipilih lantaran dapat terjamin dari segi keamanan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu.

“Dari data yang kita lihat bahwa untuk kereta api ini masih digunakan 86 persen. Jadi masih ada sisa cukup banyak,” tuturnya.

“Maka, saya selalu menyarankan ini menjadi alternatif yang bisa digunakan oleh masyarakat yang akan mudik dan yang akan balik lagi,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Sigit mengatakan penggunaan transportasi seperti kereta api juga dapat membantu mengurani kepadatan arus lalu lintas mudik dan balik di jalur darat.

“Tentunya ini bisa digunakan untuk mengurangi kepadatan di jalur darat karena memang ruang yang disiapkan untuk jalur kereta api masih cukup banyak dan ini bisa menjadi alternatif,” jelasnya. (Ilham)
Share:

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal 1446 H Jatuh pada 31 Maret 2025. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Pemerintah menetapkan 1 Syawal 1446H/2025 M jatuh pada Senin, 31 Maret 2025. Penetapan ini didasarkan pada keputusan sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama Nasaruddin Umar, di Kantor Kementerian Agama, Jalan MH Thamrin No. 6, Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

“Sidang isbat secara bulat menetapkan 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025,” ujar Menag dalam konferensi pers yang digelar usai Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H.

Menurut Menag, sidang menyepakati keputusan tersebut karena dua hal. "Pertama, kita telah mendengar paparan Tim Hisab Rukyat Kemenag posisi hilal hari ini di seluruh Indonesia masih di bawah ufuk dengan ketinggian berkisar minus 3 derajat 15,47 detik sampai minus 1 derajat 4,57 detik. Dengan sudut elongasi berkisar 1 derajat 12,89 detik hingga 1 derajat 36,38 detik," kata Menag.

"Secara hisab, data hilal pada hari ini belum memenuhi kriteria visibilitas hilal MABIMS," imbuhnya.

Artinya, secara hisab posisi hilal di Indonesia saat sidang isbat awal Syawal 1446 H, tidak ada yang memenuhi kriteria baru yang ditetapkan MABIMS (Menteri Agama Brunei, Indonesia, Malaysia, dan Singapura). Diketahui, bahwa Menteri Agama anggota MABIMS menyepakati kriteria baru yaitu tinggi hilal 3 derajat dan sudut elongasi 6,4 derajat.

Dengan posisi demikian, lanjut Menag, maka secara astronomis atau hisab, hilal tidak dimungkinkan untuk dilihat. Hal ini selanjutnya terkonfirmasi oleh pernyataan para perukyah yang diturunkan Kemenag.

Pada tahun ini, rukyah dilaksanakan Kemenag pada 33 lokasi di Indonesia. "Kita mendengar laporan dari sejumlah perukyah hilal yang bekerja di bawah sumpah, mulai dari Aceh hingga Papua. Di 33 titik tersebut, tidak ada satu pun perukyah dapat melihat hilal," ujar Menag yang didampingi Wakil Menteri Agama Romo Syafi'i, Ketua Komisi VIII DPR Marwan Dasopang, Ketua MUI KH Asrorun Niam, dan Dirjen Bimas Islam Abu Rokhmad.

Karena dua alasan tersebut, Sidang Isbat menyepakati untuk mengistikmalkan (menyempurnakan) bulan Ramadan menjadi 30 hari sehingga 1 Syawal 1446 H jatuh pada hari Senin, 31 Maret 2025.

"Jadi, Minggu besok umat Islam di Indonesia masih akan menjalani ibadah puasa Ramadan, selanjutnya malam Senin akan takbiran menyambut Idulfitri," jelas Menag.

Menurut Menag, umat Islam di Indonesia perlu bersyukur dengan Ramadan dan Syawal yang terjadi tahun ini, di mana seluruh elemen masyarakat bisa mengawali dan mengakhiri dengan waktu yang sama.

"Alhamdulillah satu keberuntungan bangsa Indonesia, tahun ini awal Ramadannya sama dan alhamdulillah lebarannya pun sama," tutur Menag.

"Mudah-mudahan keputusan ini merupakan sarana untuk umat Islam di Indonesia agar tetap menjaga toleransi dan kebersamaan, baik dalam menjalankan ibadah maupun dalam bermasyarakat di dalam naungan tanah air yang sama," sambungnya.

Sidang Isbat 1 Syawal 1446 H ini digelar secara luring dan dihadiri perwakilan ormas Islam, perwakilan Duta Besar negara sahabat, Tim Hisab Rukyat Kemenag, serta para pejabat Eselon I dan II Kementerian Agama. (Candra)
Share:

Hari Suci Nyepi, Menag Ajak Jadikan Momen Instrospeksi dan Jaga Harmoni

Hari Suci Nyepi, Menag Ajak Jadikan Momen Instrospeksi dan Jaga Harmoni. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Umat Hindu di Indonesia saat ini tengah merayakan Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1947. Menteri Nasaruddin Umar mengatakan Hari Suci Nyepi adalah momen penting bagi umat Hindu untuk mendekatkan diri kepada Sang Hyang Widi dan melakukan introspeksi diri.

Dalam perayaan Nyepi ini, Menag mengajak umat Hindu untuk menenangkan pikiran, menyucikan diri, serta memperkuat harmoni sosial di tengah keberagaman. "Nyepi bukan sekadar ritual, tetapi juga perjalanan spiritual menuju kedamaian batin dan keharmonisan dengan alam," ungkap Menag Nasaruddin Umar di Jakarta, Sabtu (29/3/2025).

"Substansi utama Nyepi adalah proses penyucian diri dan alam semesta melalui keheningan. Sebagaimana disebut dalam kitab suci Hindu, penyucian dapat dilakukan melalui air, kebenaran, tapa brata, dan pengetahuan yang benar," imbuhnya.

Menag Nasaruddin Umar menambahkan, Nyepi menjadi kesempatan untuk membersihkan jiwa. Berbagai ritual Nyepi menurut Menag bertujuan untuk membersihkan jiwa umat Hindu dari berbagai sifat negatif dan kembali kepada nilai-nilai ketuhanan yang suci dan damai.

"Setiap rangkaian Nyepi ini, tujuannya membersihkan jiwa dari sifat-sifat negatif. Di sana juga kita diajak merenungkan agar bisa kembali kepada nilai ketuhanan," tutur Menag yang juga turut mendampingi Wapres RI saat menghadiri Tawur Agung Kesanga di Candi Prambanan, kemarin.

Rangkaian Nyepi dimulai dengan Upacara Melasti untuk menyucikan simbol-simbol keagamaan, diikuti oleh Upacara Bhuta Yajña yang bertujuan menyeimbangkan alam semesta. Puncaknya adalah pelaksanaan Catur Brata Penyepian yang terdiri dari Amati Geni (tidak menyalakan api), Amati Karya (tidak bekerja), Amati Lelungan (tidak bepergian), dan Amati Lelanguan (tidak menikmati hiburan). Keempat brata ini menjadi sarana refleksi diri dan pengendalian hawa nafsu.

Setelah melewati Nyepi, umat Hindu merayakan Ngembak Geni sebagai momen silaturahmi dan Dharma Santi sebagai ajang saling memaafkan. Kedua kegiatan ini menegaskan bahwa setelah pembersihan diri, umat Hindu kembali menjalankan perannya dalam kehidupan sosial dengan lebih baik, penuh kedamaian, dan keharmonisan. Tema Nyepi tahun ini, "Manawasewa Madhawasewa," menekankan pentingnya melayani sesama sebagai bentuk pengabdian kepada Tuhan.

Dengan memahami nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Nyepi, umat Hindu dapat berkontribusi dalam menciptakan masyarakat yang lebih damai dan harmonis. "Semoga Hari Suci Nyepi membawa kebahagiaan dan kedamaian bagi seluruh umat Hindu serta seluruh bangsa Indonesia," tutup Menag. (Fitri)
Share:

Para Guru Apresiasi Program Rumah untuk Guru Indonesia

Para Guru Apresiasi Program Rumah untuk Guru Indonesia. (Dok. Kemendikdasmen)

Bogor, WaraWiri.net - Guru sambut baik dan apresiasi atas perhatian pemerintah dengan memberikan Program Rumah untuk Guru Indonesia. Program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama PT Bank Tabungan Negara (BTN), Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat (BP Tapera), dan Badan Pusat Statistik. 
 
Dalam acara penandatangan nota kesepahaman (MoU) sekaligus Serah Terima Kunci, penghargaan bagi Pahlawan Tanpa Tanda Jasa; Radia Nurjanah, guru TK Islam Nurul Yaqin menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah yang telah memberikan rumah bersubsidi untuk guru. Radia yang sudah mengajar selama 21 tahun mengaku sangat bahagia karena akhirnya dia bisa memiliki rumah sendiri. 
 
“Saya sebelumnya tidak punya rumah dan Alhamdulillah Pemerintah telah memfasilitasi guru-guru untuk memiliki rumah. Harapan saya, semoga Pemerintah lebih terus memperhatikan kesejahteraan guru-guru, terutama mereka yang belum memiliki hunian yang layak,” terang Radia saat menghadiri acara tersebut, di Perumahan Pesona Kahuripan 11, Cileungsi, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Selasa (25/3).
 
Apresiasi juga disampaikan oleh Tatang Riyanto, guru SMAN 1 Cileungsi. Program ini menurutnya sangat memotivasi guru untuk mengajar lebih giat lagi. Tatang Riyanto yang sudah mengajar selama 8 tahun. “Rumah yang saya ambil di sini jaraknya dekat dengan tempat saya mengajar. Dengan begitu, saya tidak merasa kelelahan menempuh perjalanan ke sekolah dan dengan kondisi segar, saya bisa lebih bersemangat mengajar anak-anak,” ujar Tatang yang sudah mengajar selama 8 tahun, dan juga seorang perantau dari Brebes, Jawa Tengah dan selama ini tinggal di kos-kosan bersama istrinya.
 
Selain itu, ada juga debitur yang bernama Ika Mustikawati, Guru PJOK di SMPN 1 Kramatwatu. Sebelumnya, ia harus menempuh 1,5 jam perjalanan dari tempat tinggalnya ke sekolah. “Terkadang melelahkan namun anak-anak adalah semangat saya untuk datang ke sekolah,” ungkap Ika. 
 
Sudah sejak lama Ika mendambakan memiliki rumah yang dekat dengan sekolah sehingga ia bisa punya lebih banyak waktu mempersiapkan materi pembelajarannya dan bisa hadir ke sekolah dalam kondisi bugar. Akhirnya, Ika memberanikan diri mengajukan Kredit Perumahan Rakyat (KPR). “Alhamdulillah, sekarang saya punya rumah. Ini seperti mimpi yang menjadi nyata karena sekarang saya memiliki rumah yang dekat dengan sekolah. Untuk teman-teman guru seperjuangan, tetap semangat,” ucap Ika penuh haru. (Dinda)
Share:

Kerja Sama Kemendikdasmen dan Badan Gizi Nasional dalam Pemenuhan Gizi Peserta Didik

Kerja Sama Kemendikdasmen dan Badan Gizi Nasional dalam Pemenuhan Gizi Peserta Didik. (Dok. Kemendikdasmen)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) bersama Badan Gizi Nasional hari ini secara resmi menandatangani Nota Kesepahaman yang bertujuan memperkuat kerja sama dalam meningkatkan pemenuhan gizi bagi peserta didik di seluruh Indonesia. Acara yang berlangsung di Gedung A, Lantai 3, Kemendikdasmen ini menandai langkah strategis pemerintah dalam menciptakan generasi bangsa yang lebih sehat, cerdas, dan siap bersaing menuju Indonesia Emas 2045.

Pendidikan yang berkualitas tidak dapat dipisahkan dari kondisi kesehatan peserta didik. Status gizi yang baik berperan besar dalam mendukung perkembangan kognitif, meningkatkan daya konsentrasi, serta memperbaiki prestasi akademik anak-anak di sekolah. Namun, tantangan yang dihadapi saat ini masih cukup besar. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2024, angka prevalensi ketidakcukupan konsumsi pangan di Indonesia masih berada di angka 8,53 persen. Ini menunjukkan bahwa masih banyak anak yang belum mendapatkan asupan gizi yang memadai, baik dari segi jumlah maupun kualitas. Selain itu, tantangan gizi anak di Indonesia juga semakin kompleks, dengan tingginya angka kekurangan zat gizi mikro yang terjadi bersamaan dengan meningkatnya prevalensi kelebihan berat badan dan obesitas akibat pola makan yang tidak sehat.

Menanggapi kondisi ini, pemerintah telah meluncurkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebagai bagian dari upaya nasional dalam memastikan anak-anak mendapatkan akses makanan sehat dan bergizi. Program ini merupakan inisiatif Badan Gizi Nasional sebagai sektor utama, dengan Kemendikdasmen berperan sebagai sistem pendukung dalam implementasinya di lingkungan sekolah.

Program MBG mulai dijalankan secara penuh pada Januari 2025 sebagai bagian dari upaya memperkuat ekosistem kesehatan anak-anak di sekolah. Sebelumnya, berbagai inisiatif telah dijalankan untuk mendukung program ini, salah satunya Gerakan Sekolah Sehat (GSS), yang mengedepankan lima aspek utama, yaitu Sehat Bergizi, Sehat Fisik, Sehat Imunisasi, Sehat Jiwa, dan Sehat Lingkungan. Inisiatif-inisiatif tersebut menjadi bagian dari sistem pendukung yang memastikan keberlanjutan dan efektivitas program MBG dalam meningkatkan kualitas gizi anak-anak.

Nota Kesepahaman yang ditandatangani hari ini menjadi landasan penting bagi pelaksanaan program ini, dengan tujuan utama memastikan kerja sama yang lebih erat antara Kemendikdasmen dan Badan Gizi Nasional dalam mendukung pelaksanaan program pemenuhan gizi di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Mu’ti, menyampaikan apresiasi terhadap Badan Gizi Nasional atas percepatan program pemenuhan gizi bagi peserta didik. “Alhamdulillah, kita bersyukur program-program Badan Gizi Nasional berjalan lebih cepat dan melampaui ekspektasi sebelumnya. Kami berterima kasih karena penerima manfaat terbesar dari program ini adalah mereka yang belajar di Kemendikdasmen, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA. Dengan program Makan Bergizi Gratis, Insya Allah kita memiliki generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkarakter,” ucap Mendikdasmen di Jakarta, pada Kamis (27/3).

Lebih lanjut, Menteri Mu’ti mengatakan bahwa program MBG tidak hanya bertujuan meningkatkan gizi peserta didik, tetapi juga menjadi sarana membangun pendidikan karakter, seperti kebiasaan berdoa sebelum makan, menjaga kebersihan, serta menanamkan nilai-nilai tanggung jawab dan kemandirian.

Menteri Mu’ti menambahkan bahwa Kemendikdasmen mendukung sepenuhnya program Makan Bergizi Gratis sebagai bagian dari upaya membangun generasi yang sehat dan kuat, serta berkarakter dan berakhlak mulia.

“Program ini juga menjadi sarana untuk memperkuat pendidikan karakter dan menanamkan nilai-nilai utama, seperti kebersamaan, tanggung jawab, serta kesantunan. Selain itu, kami telah mengoptimalkan peran UKS sebagai ujung tombak implementasi program ini di sekolah, melakukan digitalisasi sarana-prasarana pendukung gizi, serta memperkuat data melalui dashboard program MBG guna memastikan kebijakan berbasis bukti,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Gizi Nasional, Dadan Hendiyana, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari strategi nasional dalam menurunkan angka kekurangan gizi pada anak usia sekolah. “Program ini merupakan bentuk investasi besar dari pemerintah Indonesia dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia menuju Generasi Emas 2045. Saat ini, pertumbuhan penduduk Indonesia masih tinggi, bertambah sekitar enam orang per menit atau tiga juta per tahun. Jika mencakup seluruh anak usia sekolah, jumlah yang seharusnya mendapatkan manfaat ini adalah 70 juta anak,” kata Dadan.

Dadan menekankan pentingnya akses keluarga miskin terhadap makanan bergizi seimbang. “Salah satu tantangan utama adalah kurangnya akses keluarga miskin terhadap makanan dengan gizi seimbang. Oleh karena itu, kami berusaha memastikan bahwa setiap anak, terutama dari kelompok rentan, mendapatkan asupan gizi yang baik. Gizi seimbang mencakup protein, karbohidrat, serat, buah, dan susu. Jika intervensi ini tidak dilakukan sejak dini, kita berisiko memiliki tenaga kerja produktif yang kurang berkualitas pada tahun 2045,” ucapnya.

Dadan juga menyoroti dampak positif dari program ini. Ia mengatakan bahwa Badan Gizi Nasional telah mengamati dampak positif dari program MBG di sekolah-sekolah yang telah mendapatkan makanan bergizi lebih dari satu tahun. Anak-anak menjadi lebih ceria, aktif, dan sehat, serta angka kehadiran sekolah meningkat hingga 99%. “Bahkan di Papua, ada cerita seorang nenek yang kesulitan membangunkan cucunya untuk sekolah. Namun, sejak adanya program makanan bergizi, anak tersebut bangun lebih awal dan semangat ke sekolah,” tuturnya.

Dalam laporannya, Sekretaris Jenderal Kemendikdasmen, Suharti, menjelaskan bahwa Nota Kesepahaman ini mencakup berbagai aspek kerja sama, termasuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia, koordinasi dan edukasi, pemanfaatan sarana dan prasarana, serta pertukaran data dan informasi.

“Nota Kesepahaman ini telah melalui proses yang cukup panjang sejak Februari lalu dan akhirnya siap untuk ditandatangani hari ini. Komunikasi antara Kemendikdasmen dengan Badan Gizi Nasional sudah dijalin sejak September 2024. Kami berharap kerja sama ini memberikan manfaat besar bagi pemenuhan gizi peserta didik,” terang Suharti.

Dengan adanya sinergi ini, intervensi gizi diharapkan lebih tepat sasaran, tidak hanya mengatasi kekurangan gizi tetapi juga membentuk karakter dan mendukung gerakan 7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat.

Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk jajaran pejabat Kemendikdasmen, Badan Gizi Nasional, serta mitra strategis seperti UNICEF dan Tanoto Foundation. Setelah sesi penandatanganan, acara dilanjutkan dengan pertukaran cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbolisasi dimulainya kolaborasi strategis ini.

Melalui kerja sama ini, pemerintah berharap bahwa setiap anak Indonesia, tanpa terkecuali, dapat tumbuh dengan asupan gizi yang cukup dan memiliki masa depan yang lebih cerah. Program Makan Bergizi Gratis diharapkan tidak hanya meningkatkan kesehatan anak-anak di sekolah, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang dalam membangun sumber daya manusia yang unggul dan berdaya saing tinggi di tingkat global. (Tedy)
Share:

Investasi Lampaui Rp 206 Triliun, Industri Agro Serap Lebih dari 9 Juta Naker

Investasi Lampaui Rp 206 Triliun, Industri Agro Serap Lebih dari 9 Juta Naker. (Dok. Kemenperin)

Jakarta, WaraWiri.net - Industri agro di Indonesia tengah menunjukkan perkembangan yang signifikan, menjadikannya salah satu sektor kunci dalam memperkuat perekonomian nasional. Dengan potensi sumber daya alam yang melimpah, industri agro mampu mencatat performa yang cemerlang.

“Dengan dukungan regulasi yang kondusif dan investasi yang terus mengalir, kami optimis sektor ini akan semakin tumbuh dan berdaya saing di pasar global. Apalagi, kita punya potensi pasar domestik yang sangat besar, yang juga perlu dioptimalkan industri dalam negeri, termasuk bagi sektor agro,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (28/3).

Kementerian Perindustrian mencatat, industri agro mampu tumbuh sebesar 5,20 persen dan turut berkontribusi mencapai 8,89 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional pada tahun 2024. Hal ini menunjukkan peran vital sektor industri agro dalam struktur ekonomi nasional, terutama melalui sektor pengolahan non-migas yang menyumbang hingga 51,81 persen.

“Industri agro bukan hanya menggerakkan sektor ekonomi, tetapi juga menyerap tenaga kerja lebih dari 9,37 juta orang. Artinya, sektor ini ikut andil dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di seluruh wilayah Indonesia,” ungkap Menperin. Beberapa subsektor andalan di industri agro, antara lain industri makanan dan minuman, serta industri kayu, kertas, dan furnitur.

Namun, sektor di industri agro juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti fluktuasi harga bahan baku, perubahan regulasi global, dan dampak perubahan iklim. “Untuk itu, kita perlu mengantisipasi tantangan tersebut dengan kebijakan yang adaptif dan penerapan inovasi teknologi. Dukungan dari pemerintah, investasi yang berkelanjutan, serta peningkatan daya saing adalah kunci untuk memastikan industri agro tetap berkembang secara berkelanjutan,” tambah Agus.

Dalam konteks perdagangan internasional, neraca perdagangan industri agro menunjukkan hasil yang positif, tercermin dari nilai ekspor mencapai USD67,08 miliar dengan volume sebesar 67,07 juta ton pada tahun 2024. “Produk agro Indonesia semakin dinamis, baik dalam hal kualitas maupun kuantitas, dengan sektor makanan dan minuman olahan yang menyumbangkan USD41,4 miliar. Keseimbangan antara ekspor dan impor yang kondusif juga menjadi kunci untuk memastikan keberlanjutan sektor ini,” imbuh Menperin.

Sementara itu, realisasi investasi di sektor agro juga menunjukkan pertumbuhan yang menggembirakan, dengan total investasi mencapai Rp206,3 triliun. Jumlah tersebut meliputi Rp126 triliun dari modal asing dan Rp80,4 triliun dari modal dalam negeri. “Hal ini mencerminkan kepercayaan yang kuat dari dunia usaha terhadap prospek jangka panjang industri ini,” tegas Menperin.

Menurutnya, perkembangan kinerja yang gemilang ini mencerminkan bahwa industri agro di Indonesia pada tahun 2024 dapat menciptakan ekosistem yang dinamis dan penuh peluang. “Kami mengajak semua pihak, di antaranya kementerian dan lembaga terkait, pelaku usaha, dan masyarakat, untuk bersinergi dalam menjaga pertumbuhan industri agro yang berkelanjutan, berdaya saing tinggi, dan mampu beradaptasi dengan tantangan global yang terus berkembang,” pungkas Agus. (Siti)
Share:

Tumbuh 6,3%, Semen Baturaja Bukukan Laba Rp129,25 Miliar di 2024

Tumbuh 6,3%, Semen Baturaja Bukukan Laba Rp129,25 Miliar di 2024. (Dok. PT. Semen Baturaja)

Baturaja, WaraWiri.net - Ditengah kondisi pasar yang mengalami koreksi dan tekanan oversupply, PT Semen Baturaja Tbk (SMBR) selaku anak usaha PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) berhasil mencatatkan kinerja positif tahun 2024.

Vice President of Corporate Secretary SMBR Hari Liandu mengatakan kinerja tahun 2024, SMBR berhasil mencatatkan pendapatan sebesar Rp2,09 triliun atau meningkat 2,5% dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,04 triliun. Meskipun pasar domestik mengalami koreksi, SMBR mampu meningkatkan volume penjualan semen sebesar 2,23 juta ton atau tumbuh 3,4% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 2,16 juta ton.

Pendapatan ditopang oleh penjualan pada pihak berelasi yang sebesar Rp 2,00 triliun. Kemudian juga didapatkan dari penjualan pada pihak ketiga sebesar Rp 62,56 miliar dan disusul penjualan segmen bisnis non semen atau diversifikasi produk senilai Rp 18,88 miliar.   

Selain itu, SMBR juga berhasil memangkas beban penjualan sebesar 19,5% menjadi Rp161,3 miliar dari sebelumnya sebesar Rp200,4 miliar dibandingkan periode tahun lalu. Begitu juga dengan beban umum dan administrasi yang turun 11,9% menjadi Rp203,3 miliar dari sebelumnya sebesar Rp230,8 miliar dibandingkan periode tahun lalu. Beban keuangan juga mengalami penurunan signifikan sebesar 20% menjadi Rp78,85 miliar dari sebelumnya Rp98,60 miliar dibandingkan periode tahun lalu.

“Hasilnya, SMBR mampu mengantongi laba tahun berjalan sebesar Rp129,25 miliar, angka ini meningkat 6,3% dibandingkan laba bersih di tahun 2023 yang senilai Rp121,57 miliar,” ucap Hari.

“Pencapaian ini didorong oleh strategi cost leadership melalui operational excellence, yang mencakup peningkatan performa peralatan, optimalisasi supply chain, serta efisiensi di seluruh lini operasional. Selain itu, kami juga terus mengembangkan sumber pendapatan baru dan memperkuat sinergi dengan SIG sebagai induk usaha,” katanya.

Selain pertumbuhan kinerja bisnis, SMBR terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan. SMBR mencatatkan pencapaian signifikan dengan berhasil menurunkan emisi karbon menjadi 561,5 kg CO2/Ton Cement Equivalent (Cem) dari sebelumnya 577,4 kg CO2/Ton Cem pada tahun 2023. Penurunan emisi ini didukung oleh peningkatan pemanfaatan bahan bakar alternatif (Alternative Fuel & Raw Material/AFR), yang mencapai 9.401 ton atau tumbuh 41% dibandingkan tahun 2023 yang sebesar 6.661 ton, serta penurunan faktor klinker total menjadi 67,2% dari sebelumnya 68,6%.

Berkat upaya tersebut, SMBR berhasil meraih PROPER Hijau Tahun 2024 dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia.

Lebih dari sekadar pencapaian lingkungan, keberhasilan SMBR dalam menurunkan emisi karbon dan meningkatkan efisiensi energi juga membawa manfaat finansial bagi perusahaan. Sebagai penerima fasilitas kredit sindikasi Sustainability-Linked Loan (SLL), SMBR mendapatkan insentif berupa potensi penurunan beban bunga pinjaman bank. Dalam skema ini, pencapaian target keberlanjutan, seperti pengurangan emisi karbon dan peningkatan pemanfaatan energi alternatif, berkontribusi terhadap penurunan suku bunga kredit, sehingga membantu efisiensi biaya keuangan perusahaan.

“Penurunan emisi karbon ini tidak lepas dari strategi SMBR dalam meningkatkan pemanfaatan bahan bakar alternatif serta menurunkan faktor klinker, yang berkontribusi signifikan terhadap efisiensi energi dan pengurangan dampak lingkungan. Upaya ini sejalan dengan komitmen SMBR dalam penerapan ESG, di mana kami terus berinovasi dalam teknologi ramah lingkungan serta mendorong penggunaan energi terbarukan untuk mendukung terciptanya industri semen yang berkelanjutan. Selain manfaat bagi lingkungan, strategi ini juga memberikan dampak positif terhadap efisiensi biaya dan penguatan struktur keuangan SMBR,” kata Hari.

Hari menambahkan saat ini, SMBR tengah merencanakan pembangunan fasilitas produksi bata interlock brick presisi sebagai bagian dari inovasi semen hijau. Langkah ini merupakan upaya perusahaan dalam menghadirkan produk ramah lingkungan guna mendukung pembangunan infrastruktur berkelanjutan.

“Dengan kinerja yang terus bertumbuh dan strategi bisnis yang adaptif, SMBR optimis dapat terus menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham dan berkontribusi pada industri semen nasional secara berkelanjutan,” tutupnya. (Dinda)
Share:

Apresiasi Menjelang Lebaran dari Pertamina Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 29 Maret 2025

Apresiasi Menjelang Lebaran dari Pertamina Harga BBM Non-Subsidi Turun Mulai 29 Maret 2025. (Dok. Pertamina)

Jakarta, WaraWiri.net - Menyambut Hari Raya Idulfitri serta dalam rangka mendukung kelancaran arus mudik, PT Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading PT Pertamina (Persero), menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) Non-Subsidi Pertamax Series dan Dex Series. Penyesuaian harga ini berlaku mulai 29 Maret 2025.

Plt. Direktur Utama Pertamina Patra Niaga, Mars Ega Legowo Putra menyampaikan bahwa penyesuaian harga ini merupakan kado Lebaran dari Pemerintah dan Pertamina untuk masyarakat.

"Sebagai bagian dari komitmen dalam melayani masyarakat, khususnya di momen mudik Lebaran ini, Pemerintah dan Pertamina Patra Niaga memberikan hadiah spesial dengan menurunkan harga BBM Non-Subsidi. Kami berharap kebijakan ini dapat membantu masyarakat menikmati perjalanan yang lebih nyaman dan terjangkau," ujar Ega.

Penyesuaian harga BBM Non-Subsidi per 29 Maret 2025 adalah sebagai berikut:
1. Pertamax (RON 92): Rp12.500/liter (turun Rp 400/liter dari sebelum nya Rp 12.900/liter)
2. Pertamax Green (RON 95): Rp13.250/liter (turun Rp 450/liter dari sebelum nya Rp 13.700/liter)
3. Pertamax Turbo (RON 98): Rp13.500/liter (turun Rp 500/liter dari sebelum nya Rp 14.000/liter)
4. Dexlite (CN 51): Rp13.600/liter (turun Rp 700 per liter dari sebelum nya Rp 14.300/liter)
5. Pertamina Dex (CN 53): Rp13.900/liter (turun Rp 700/liter dari sebelum nya Rp 14.600/liter)

Harga tersebut berlaku untuk wilayah dengan Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) sebesar 5%, seperti DKI Jakarta.

Selain memberikan harga yang lebih terjangkau, Pertamina Patra Niaga juga menjamin stok BBM tersedia dalam kondisi aman dan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama masa mudik dan perayaan Idulfitri 2025.

“Kami terus membuka ruang komunikasi dan siap menerima masukan dari masyarakat demi pelayanan yang semakin baik. Dukungan dan kepercayaan masyarakat adalah semangat kami untuk terus hadir dan melayani,” tutup Ega.

Vice President Corporate Communication Pertamina Fadjar Djoko Santoso mengatakan penurunan harga BBM merupakan dukungan Pertamina untuk kelancaran dan kenyamanan arus mudik dan balik Lebaran 2025.

"Penyesuaian harga BBM melengkapi berbagai program yang dijalankan Pertamina selama Ramadan dan Idulfitri hingga arus balik nanti agar semuanya lancar dan aman," ujar Fadjar.

Informasi lengkap mengenai harga terbaru BBM dapat diakses melalui website Pertamina Patra Niaga melalui tautan https://pertaminapatraniaga.com/page/harga-terbaru-bbm atau dapat langsung menghubungi Pertamina Call Center 135. (Fathi)
Share:

Masa Cuti Bersama, Satgas Pertamina Tetap Sigap Layani Pemudik

Wakil Menteri ESDM RI, Yuliot Tanjung didampingi Kepala BPH Migas Erika Retnowati dan Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis PT Pertamina Patra Niaga, Harsono Budi Santoso meninjau kesiapan Pangkalan LPG Sukini di Cirebon, Jawa Barat. (Dok. Pertamina)

Cirebon, WaraWiri.net - Momen mudik Idulfitri merupakan salah satu yang ditunggu kebanyakan masyarakat untuk melakukan silaturahmi ke kampung halaman. Untuk itu, PT Pertamina (Persero) terus beroperasi dan sigap melayani kebutuhan masyarakat, terutama bagi pemudik di sepanjang perjalanannya.

Seperti yang dilakukan oleh Alwi Awaludin, selaku Motoris Pertamina Delivery Service yang bertugas di SPBU Pertamina Rest Area KM 207 A, Ruas Tol Palimanan - Kanci. Ia bersiaga di rest area, untuk menghampiri pemudik yang kehabisan BBM di ruas jalan tol.

"Saya sudah rutin menjadi Motoris di momen Lebaran. Suatu waktu, pernah ada kendaraan yang kehabisan BBM di KM 208. Kendaraan tersebut tidak sempat isi BBM sebelumnya karena rest area sedang ditutup akibat padatnya pengunjung. Pemudik hanya perlu menghubungi Call Center Pertamina 135, selanjutnya, saya akan mengantarkan BBM menuju lokasi dengan dibantu pengawalan oleh polisi," jelas Alwi.

Bagi Alwi, tugas yang dijalankannya sangat bermanfaat apalagi dalam keadaan darurat tersebut.

"Menjadi hal yang menyenangkan ketika bisa membantu. Sebisa mungkin kami membantu pemudik yang membutuhkan. Meskipun tidak bisa ikut berlebaran bersama keluarga namun ini merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab yang memiliki manfaat besar, menghantarkan pemudik bertemu sanak saudaranya di kampung halaman," ungkap Alwi.

Serupa dengan Wawan, salah satu pengemudi truk LPG Subsidi Pertamina yang beroperasi di wilayah Ciayumajakuning (Cirebon, Indramayu, Majalengka, Kuningan). Wawan menyampaikan bahwa selama masa mudik, ia bersama rekan-rekannya terus siaga mengantarkan LPG dari Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) ke Pangkalan, untuk kemudian didistribusikan kepada masyarakat.

"Sudah menjadi tugas dan tanggung jawab kami untuk mengantarkan LPG agar selalu tersedia di masyarakat. Apalagi pasokan LPG selama masa libur lebaran ini ditambahkan," ujar Wawan.

Memastikan layanan Pertamina berjalan optimal, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung meninjau langsung pasokan dan penyaluran BBM dan LPG Pertamina, di wilayah Cirebon, Jumat 28 Maret 2025.

Peninjauan dilakukan di SPBU Pertamina Rest Area KM 207A, SPBE Ciayumajakuning Gas, serta Pangkalan LPG Sukini.

Ikut serta dalam kunjungan tersebut, Kepala Badan Pengatur Hilir Migas (BPH Migas) Erika Retnowati dan Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Jisman P Hutajulu, serta Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso.

Harsono menyampaikan, Motoris Pertamina Delivery Service sudah tersedia di jalur tol maupun jalur wisata.

"Hal tersebut untuk memastikan masyarakat yang terjebak kemacetan bisa memesan melalui Call Center Pertamina 135 sehingga memudahkan kami dalam melakukan pengantaran ke konsumen," terang Harsono.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero) Fadjar Djoko Santoso mengungkapkan, Satgas Ramadan - Idulfitri Pertamina berperan dalam mendukung target Pemerintah untuk kelancaran momen mudik serta menjaga ketahanan energi nasional.

"Pada puncak arus mudik Lebaran 2025, Pertamina mengoptimalkan seluruh fasilitas distribusi energi, sekaligus kinerja pekerja pendukung layanan Pertamina ke masyarakat sehingga masa Idulfitri berjalan lancar dan menyenangkan," jelasnya.

Di wilayah Jawa bagian Barat, imbuh Fadjar, Pertamina telah menyiagakan 224 SPBU Siaga 24 jam, SPBU Modular di 17 titik dan SPBU Kantong 65 titik. Selain itu, 65 Motoris bersiaga mengantar kebutuhan BBM kepada pemudik di ruas jalan tol maupun jalur wisata.

Pertamina juga menyiapkan 9 titik Serambi MyPertamina dan Mini Serambi MyPertamina di rest area jalan tol dan jalur utama mudik.

Pertamina juga telah mengantisipasi titik kemacetan dan jalur wisata di wilayah JBB seperti Anyer dan Carita, Puncak Bogor, Lembang, Ciwidey, Pantai Pangandaran, Pelabuhan Ratu dan Ancol.

Kesigapan para petugas SPBU dirasakan oleh pemudik asal Jakarta, Ikrar Rama. Ia mengapresiasi kesigapan para operator dalam mengurai antrean pengisian BBM.

"Responnya cepat, meskipun ada antrean karena memang masa mudik seperti ini namun kesigapannya perlu diapresiasi," ungkapnya di SPBU Pertamina Rest Area KM 207A.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (Nugroho)
Share:

Kini Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air

Kini Warga di 131 Daerah Ini Tak Lagi Khawatir Kekeringan Air. (Dok. Pertamina)

NTT, WaraWiri.netBencana kekeringan bagaikan teman setia yang tak diharapkan bagi warga Nusa Tenggara Timur (NTT). Tahun 2023, sebanyak 8 kabupaten didera kekeringan, sementara 14 wilayah lainnya siaga kekeringan. Tahun lalu, 225 dari 309 wilayah kecamatan di NTT ditetapkan siaga kekeringan. Alhasil tak sedikit warga di NTT terpaksa menempuh jarak 6 hingga 10 kilometer untuk membeli air bersih, yang dibanderol Rp2.500 per 20 liter.

Salah satu wilayah rawan kekeringan saat musim kemarau adalah Desa Tanaduen, Kangae, Kabupaten Sikka, NTT.

Paulus Johnson Aritos, Kepala Desa Tanaduen mengatakan, pada saat musim kemarau akses air bersih menjadi sebuah permasalahan yang kerap dihadapi.

“Kendala untuk mengakses air bersih di desa kami sering terjadi. Kami terus berusaha untuk memenuhi kebutuhan air bersih dengan berbagai cara karena akses air bersih menjadi salah satu isu penting. Sejalan dengan pentingnya air untuk menjaga kesehatan, sanitasi, dan kebutuhan dasar di desa”, ucapnya.

Keresahan Paulus Johnson Aritos dan masyarakat Desa Tanaduen mendapatkan jalan keluar di akhir 2024, dengan dukungan dari Pemerintah Daerah dan PT Pertamina (Persero) untuk pembangunan sarana infrastruktur air bersih yang meliputi pengeboran sumur, ⁠instalasi pompa, tempat penyimpanan air bersih berkapasitas 4.600 liter, ⁠filterisasi dan kelistrikan, serta sistem distribusi yang menjangkau rumah-rumah warga.

Sarana air bersih yang telah dibangun ini diserahkan langsung kepada Kepala Desa Tanaduen sebagai hak milik desa, yang dapat dikelola pemanfaatannya untuk seluruh masyarakat desa. Sarana air bersih ini juga diharapkan mampu meningkatkan produktivitas ekonomi masyarakat dengan mengurangi biaya pengadaan air. Serta, meningkatkan efisiensi waktu masyarakat untuk kegiatan produktif.

Vice President Corporate Communication PT Pertamina (Persero), Fadjar Djoko Santoso menyampaikan komitmen Pertamina dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat dengan menjamin ketersediaan serta pengelolaan air bersih dan sanitasi yang berkelanjutan sebagaimana yang tertuang dalam poin 6 Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Pada tahun 2024, Pertamina Group telah membangun 131 titik sanitasi air bersih yang tersebar di sekitar wilayah operasi, yaitu di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, Sumatera Selatan, Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Kalimantan Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Sulawesi Selatan, Nusa Tenggara Timur, Papua dan Papua Barat Daya.

“Pertamina tidak hanya melayani energi nasional, tetapi juga peduli dan mendukung kebutuhan masyarakat di bidang kesehatan, pemberdayaan dan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pendidikan. Salah satunya melalui program Sanitasi Air Bersih yang kami harapkan dapat membantu masyarakat untuk mendapatkan fasilitas dan sanitasi layak yang diperlukan sehari-hari,” tutup Fadjar.

Sejalan dengan Hari Air Sedunia yang jatuh pada 23 Maret 2025, Pertamina berkomitmen menjaga ketahanan energi, sekaligus mendorong kesejahteraan Indonesia melalui program sanitasi air bersih.

Pertamina sebagai pemimpin di bidang transisi energi, berkomitmen dalam mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan terus mendorong program-program yang berdampak langsung pada capaian Sustainable Development Goals (SDG’s). Seluruh upaya tersebut sejalan dengan penerapan Environmental, Social & Governance (ESG) di seluruh lini bisnis dan operasi Pertamina. (Budi)
Share:

10 KA Ekonomi Terlaris di Angkutan Lebaran Tahun Ini, Berikut Daftarnya

10 KA Ekonomi Terlaris di Angkutan Lebaran Tahun Ini, Berikut Daftarnya. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus berkomitmen untuk menyediakan transportasi yang aman, nyaman, dan terjangkau bagi masyarakat. Dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 1446 H/2025, KAI telah menyiapkan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025. Dari total tersebut, sebanyak 2.752.310 tempat duduk atau sekitar 59,94% dialokasikan untuk layanan kereta ekonomi dengan harga lebih terjangkau.
 
"Penyediaan kapasitas ini adalah bentuk komitmen KAI dalam mendukung mobilitas masyarakat selama momen Lebaran, dengan tetap mengedepankan keselamatan, ketepatan waktu, dan kenyamanan perjalanan. Hingga 28 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, dari total 530.768 kursi yang tersedia untuk KA Jarak Jauh (PSO), sebanyak 722.528 tiket telah terjual dengan tingkat okupansi mencapai 136,13%," kata Vice President Public Relations KAI Anne Purba.
 
Tingkat okupansi yang melebihi 100% terjadi karena adanya pola perjalanan penumpang yang fleksibel, di mana pelanggan naik dan turun di berbagai stasiun sepanjang rute perjalanan, bukan hanya dari stasiun awal hingga tujuan akhir.
 
Dalam sehari, KAI mengoperasikan 49 KA JJ Ekonomi Komersial di luar KA tambahan, dengan jumlah perjalanan 127 perjalanan per hari. Beberapa di antaranya terangkai dengan KA kelas lainnya. Selain itu, terdapat 13 KA JJ Ekonomi PSO dengan 34 perjalanan per hari di luar KA tambahan Lebaran. Dari total kapasitas tempat duduk kelas ekonomi jarak jauh yang tersedia, sebanyak 1.633.720 tempat duduk dialokasikan untuk KA ekonomi komersial. Sementara 1.118.590 tempat duduk lainnya merupakan KA ekonomi bersubsidi atau yang mendapatkan public service obligation (PSO) dari pemerintah melalui kontrak dengan Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (DJKA Kemenhub).
 
Berikut daftar 10 KA Ekonomi yang paling diminati selama periode Angkutan Lebaran 21 Maret hingga 11 April 2025:
 
1. KA 269 (KA Matarmaja) relasi Malang – Pasarsenen: 27.323 Penumpang
 
2. KA 186 (KA Joglosemarkerto) relasi Purwokerto- Tegal – Semarang Tawang Bank Jateng – Solo Balapan: 24.990 Penumpang
 
3. KA 270 (KA Matarmaja) relasi Pasarsenen – Malang: 23.797 Penumpang
 
4. KA 253 (KA Kertajaya) relasi Surabaya Pasar Turi – Pasarsenen: 23.669 Penumpang
 
5. KA 254 (KA Kertajaya) relasi Pasarsenen – Surabaya Pasar Turi: 23.330 Penumpang
 
6. KA 275 (KA Pasundan) relasi Surabaya Gubeng – Kiaracondong: 22.866 Penumpang
 
7. KA 251 (KA Jayakarta) relasi Surabaya Gubeng – Pasarsenen: 22.704 Penumpang
 
8. KA 193 (KA Joglosemarkerto) relasi Solo Balapan – Purwokerto – Tegal – Semarang Tawang Bank Jateng – Solo Balapan: 22.695 Penumpang
 
9. KA 276 (KA Pasundan) relasi Kiaracondong – Surabaya Gubeng: 22.357 Penumpang
 
10. KA 264 (KA Ambarawa Ekspres) relasi Semarang Poncol – Surabaya Pasar Turi: 21.735 Penumpang
 
Sejak awal periode Angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 27 Maret 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani 1.230.272 pelanggan di seluruh wilayah operasionalnya di Pulau Jawa dan Sumatera. Stasiun dengan volume keberangkatan tertinggi antara lain Stasiun Pasarsenen, Gambir, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, Semarang Poncol, Bandung, Kiaracondong, Bekasi, dan Lempuyangan.
 
"Hingga 28 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket menunjukkan tren positif dengan total 3.193.412 tiket telah terjual, atau sekitar 70% dari kapasitas yang tersedia. Dari angka tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual mencapai 2.891.060 dengan tingkat okupansi 84%, sementara tiket KA Lokal terjual sebanyak 302.352 tiket atau 26% dari kapasitas yang disediakan," jelas Anne.
 
Dengan kebijakan tarif yang terjangkau, KAI tidak hanya mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran tetapi juga berkontribusi dalam memperkuat konektivitas antardaerah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di berbagai wilayah.
 
Selain menghadirkan tarif yang bersahabat, KAI juga terus meningkatkan kualitas layanan KA ekonomi agar pelanggan mendapatkan pengalaman perjalanan yang lebih baik. Peningkatan ini mencakup renovasi dan modernisasi fasilitas di stasiun, peningkatan kenyamanan tempat duduk, perbaikan fasilitas kereta makan, hingga peningkatan kebersihan toilet. Seluruh KA Ekonomi juga telah dilengkapi dengan AC, stop kontak di setiap kursi, pencahayaan yang lebih baik, serta sistem informasi perjalanan yang lebih modern untuk memberikan kenyamanan ekstra bagi pelanggan.
 
“Ke depan, KAI akan terus berinovasi dalam meningkatkan kualitas layanan serta menyesuaikan kebutuhan pelanggan, sehingga perjalanan dengan kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian, terutama selama momen Lebaran dan periode liburan lainnya,” tutup Anne. (Evi)
Share:

Tinjau Mudik Lebaran, Menko IPK Puji Stasiun Pasar Senen yang Semakin Cantik

Tinjau Mudik Lebaran, Menko IPK Puji Stasiun Pasar Senen yang Semakin Cantik. (Dok. KAI)

Jakarta, WaraWiri.net - Menteri Koordinator Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK), Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), melakukan kunjungan ke Stasiun Pasar Senen pada H-3 Lebaran untuk memastikan kelancaran arus mudik. Dalam kunjungan ini, AHY mengapresiasi PT Kereta Api Indonesia (Persero) yang telah meningkatkan kualitas pelayanan dan kenyamanan di stasiun.

"Stasiun ini ternyata merupakan stasiun yang terpadat. Oleh karena itu, saya berterima kasih kepada KAI yang membuat Stasiun Pasar Senen jauh lebih baik, lebih nyaman, dan lebih cantik," ujar AHY.

Dalam kunjungan tersebut, AHY didampingi oleh Wakil Menteri BUMN Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Risal Wasal, serta Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo. Mereka berkeliling stasiun untuk mengecek berbagai fasilitas dan kesiapan operasional dalam menghadapi lonjakan penumpang.

Setibanya di lokasi, AHY meninjau Pos Pelayanan Operasi Ketupat yang berada di luar gedung stasiun. Kehadiran AHY mendapat sambutan hangat dari para penumpang yang antusias untuk berfoto bersama.

Selanjutnya, AHY meninjau jalur masuk pemudik dan mengecek langsung kondisi peron serta fasilitas di dalam kereta. Ia juga turun langsung ke peron dan memasuki gerbong KA Gaya Baru Malam Selatan untuk berinteraksi dengan penumpang yang hendak berangkat ke berbagai daerah.

Sebagai bagian dari kunjungan, AHY juga melepas keberangkatan KA Gaya Baru Malam Selatan. Dengan mengangkat tongkat berwarna hijau sebagai simbol persetujuan keberangkatan, ia mengiringi pelepasan kereta dengan suara peluit panjang.

Pada kesempatan yang sama Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan KAI mencatat tingginya animo masyarakat dalam menggunakan layanan kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2025. Demi memastikan kelancaran arus mudik, KAI menyediakan total kapasitas hingga 4.591.510 tempat duduk untuk perjalanan periode 21 Maret – 11 April 2025. Rinciannya, sebanyak 3.443.832 tempat duduk dialokasikan untuk Kereta Api Jarak Jauh (KA JJ) dan 1.147.678 tempat duduk untuk Kereta Api Lokal.

“Dalam rangka mendukung kelancaran mudik Lebaran 1446 H/2025, KAI telah menyiapkan total kapasitas 4.591.510 tempat duduk untuk periode 21 Maret hingga 11 April 2025. Dari total tersebut, sebanyak 2.752.310 tempat duduk atau sekitar 59,94% dialokasikan untuk layanan kereta ekonomi dengan harga lebih terjangkau,” ungkap Didiek. 

Sejak dimulainya periode Angkutan Lebaran pada 21 Maret hingga 27 Maret 2025 pukul 24.00 WIB, KAI telah melayani 1.230.272 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya, baik di Pulau Jawa maupun Sumatera. Beberapa stasiun utama dengan volume keberangkatan tertinggi meliputi Stasiun Pasarsenen, Gambir, Surabaya Pasar Turi, Surabaya Gubeng, Yogyakarta, Semarang Poncol, Bandung, Kiaracondong, Bekasi, dan Lempuyangan.

“Hingga 28 Maret 2025 pukul 07.00 WIB, penjualan tiket menunjukkan tren positif dengan total 3.193.412 tiket telah terjual, atau sekitar 70% dari total kapasitas yang disediakan. Dari jumlah tersebut, tiket KA Jarak Jauh yang telah terjual mencapai 2.891.060 dengan tingkat okupansi 84%, sedangkan tiket KA Lokal terjual sebanyak 302.352 tiket atau 26% dari kapasitas yang tersedia,” jelas Didiek. 

KAI terus berupaya meningkatkan pelayanan selama masa angkutan Lebaran dengan menghadirkan berbagai fasilitas tambahan untuk kenyamanan penumpang, seperti area tunggu yang lebih luas, layanan informasi digital yang lebih baik, serta peningkatan keamanan di stasiun dan dalam perjalanan.

Sebagai bentuk komitmen dalam memberikan layanan prima, KAI juga mengoperasikan kereta tambahan untuk mengakomodasi lonjakan permintaan tiket. Selain itu, petugas stasiun dan awak kereta telah disiagakan untuk membantu penumpang selama periode mudik berlangsung.

“Dengan berbagai upaya yang dilakukan, KAI optimistis dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih baik bagi masyarakat serta memastikan perjalanan yang aman, nyaman, dan lancar hingga arus balik nanti,” tutup Didiek. (Alif)
Share:

KKP Jamin Layanan Pelabuhan Perikanan Optimal di Masa WFA Jelang Lebaran

KKP Jamin Layanan Pelabuhan Perikanan Optimal di Masa WFA Jelang Lebaran. (Dok. KKP)

Banten, WaraWiri.net - Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan ketersediaan stok ikan, serta pelayanan publik tetap berjalan optimal di tengah penerapan Work From Anywhere (WFA) di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Karangantu Banten.

Plt. Direktur Jenderal Perikanan Tangkap Lotharia Latif meninjau cold storage, dermaga pelabuhan, dan pabrik es, dan docking serta fasilitas pelayanan publik dan terpantau ketersediaan ikan di PPN Karangantu mencukupi menjelang Idul Fitri dengan harga stabil.

“Kita ingin memastikan stok ikan tetap mencukupi. Selain itu, pelayanan publik di sektor perikanan harus berjalan optimal meskipun ada sistem WFA,” ujarnya saat meninjau ketersediaan ikan di cold storage dan pasar ikan di PPN Karangantu, kemarin.

Latif juga mengapresiasi pabrik es PPN Karangantu tetap beroperasi untuk memenuhi kebutuhan pelaku usaha perikanan di PPN Karangantu. Ia menegaskan bahwa fleksibilitas kerja saat ini, harus tetap menjamin kualitas pelayanan bagi masyarakat dan pelaku usaha perikanan.

“Kami ingin pelayanan publik ini tetap memberikan hasil yang maksimal dalam perizinan, fasilitasi kegiatan perikanan tangkap, dan dukungan bagi nelayan juga pelaku usaha perikanan,” ujarnya.

Dengan langkah ini, diharapkan pasokan ikan stabil dan layanan publik tetap berjalan baik, sehingga masyarakat dapat merayakan Idul Fitri dengan tenang tanpa kekhawatiran akan stok pangan laut, dengan kualitas ikan yang baik.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu meminta seluruh jajarannya untuk memastikan ketersediaan ikan sdlama ramadan dan Idul Fitri 1446 H tetap terjaga dan terkendali. Selain itu juga berkomitmen agar pelayanan di pelabuhan perikanan bagi nelayan dan pelaku usaha tetap berjalan dengan optimal pada libur lebaran. (Burhan)
Share:

Kemenag Sosialisasikan Regulasi Penguatan Pendidikan Pesantren

Kemenag Sosialisasikan Regulasi Penguatan Pendidikan Pesantren. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) menggelar sosialisasi dua regulasi baru yang bertujuan memperkuat tata kelola pendidikan pesantren di Indonesia.

Dua regulasi tersebut adalah Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 195 Tahun 2025 tentang Pedoman Pendirian Satuan Pendidikan Pengkajian Kitab Kuning dan Penataan Kelembagaan Pesantren yang Menyelenggarakan Program Kesetaraan serta Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 2491 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pendaftaran Keberadaan Pesantren.

Sosialisasi dilaksanakan secara daring melalui Zoom hari ini, Kamis (27/3/2025), mulai pukul 09.00 hingga 11.15 WIB. Hadir, para pemangku kepentingan pesantren, termasuk Majelis Masyayikh, Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU, Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah, Asosiasi Kemitraan Direktorat Pesantren (Amali, Aspendif, FKPM, FK-PKPPS, APPSI) serta berbagai pejabat Kemenag di tingkat pusat dan daerah, diundang untuk mengikuti kegiatan ini.

Penguatan Pendidikan Pesantren

KMA 195/2025 disusun sebagai pedoman bagi pesantren dalam mendirikan satuan pendidikan yang fokus pada pengkajian kitab kuning. Regulasi ini juga mengatur penataan kelembagaan bagi pesantren yang menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan agar memiliki standar yang diakui dalam sistem pendidikan nasional.

Sementara itu, Kepdirjen Pendis 2491/2025 tentang Petunjuk Teknis Tanda Daftar Keberadaan Pesantren diterbitkan sebagai perubahan atas petunjuk teknis yang lama. Perubahan yang dimaksud adalah adanya penambahan beberapa dokumen persyaratan yaitu antara lain rekomendasi/surat dukungan dari pesantren/lembaga pendidikan asal pengasuh menimba ilmu dan rekomendasi ormas Islam seperti Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU/Lembaga Pengembangan Pesantren Muhammadiyah/Forum Komunikasi Pondok Pesantren. Penambahan persyaratan ini dimaksudkan agar keberadaan pesantren benar-benar dibutuhkan oleh masyarakat sekitar pesantren serta sebagai bentuk tanggung jawab masyarakat terhadap keberadaan pesantren tersebut.

Direktur Pesantren Kemenag RI, Basnang Said menegaskan pentingnya regulasi ini dalam meningkatkan kualitas dan legalitas pesantren di Indonesia. "Kami berharap sosialisasi ini dapat memberikan pemahaman yang lebih baik bagi para pemangku kepentingan di daerah, sehingga implementasi kebijakan ini berjalan efektif tentunya juga akan mendorong pemutakhiran data pesantren yang lebih baik,” ujarnya.

RMI NU yang diwakili oleh KH Hodri Ariev menekankan pentingnya penguatan kelembagaan pesantren khususnya terkait dengan penguatan pendataan pesantren. Selaras dengan prinsip yang dipedomani oleh Nahdlatul Ulama yaitu menjaga tradisi lama yang baik dan mengkreasi tradisi baru yang lebih baik, maka tradisi khasanah keilmuan yang khas pesantren tetap wajib dipertahankan dan perlu diperkuat dengan pendataan yang baik.

Majelis Masyayikh sebagai Lembaga Penjamin Mutu Pesantren yang diwakili oleh Zeni Hafidhtoun Nisak menyampaikan bahwa satuan-satuan pendidikan pesantren yang ada dalam layanan Direktorat Pesantren wajib memedomani standar mutu pembelajaran yang telah ditetapkan, termasuk juga satuan pendidikan pengkajian kitab kuning (Salafiyah) sebagai wujud baru dari satuan pendidikan PKPPS.

Kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi ajang diskusi bagi peserta untuk memahami lebih dalam implikasi dari regulasi yang diterbitkan. Dengan adanya pedoman yang jelas, pesantren di Indonesia dapat semakin berkembang dan berkontribusi dalam mencetak generasi yang berilmu dan berakhlak. (Siti)
Share:

Kemenag Pastikan Optimalisasi Masjid Ramah Pemudik hingga Puncak Arus Balik

Kemenag Pastikan Optimalisasi Masjid Ramah Pemudik hingga Puncak Arus Balik. (Dok. Kemenag)

Jakarta, WaraWiri.net - Kementerian Agama (Kemenag) memastikan optimalisasi layanan Masjid Ramah Pemudik hingga puncak arus balik Lebaran 2025. Hal itu disampaikan Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam, Abu Rokhmad, dalam rapat koordinasi virtual bersama jajaran Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag se-Indonesia, Rabu (26/3/2025).

Abu Rokhmad meminta Kanwil Kemenag untuk berkoordinasi dengan berbagai pihak agar masjid-masjid dapat terus memberi layanan terbaik bagi para musafir. “Kami ingin memastikan bahwa Masjid Ramah Pemudik bukan sekadar angka di atas kertas, tetapi benar-benar memberi manfaat bagi para pemudik. Oleh karena itu, kebersihan, kenyamanan, dan ketersediaan fasilitas harus menjadi prioritas,” ujar Abu Rokhmad.

Dirjen Bimas Islam menekankan pentingnya sinergi antara jajaran Kemenag di daerah dengan pengelola masjid, pemerintah daerah, kepolisian, serta para donatur agar layanan bagi pemudik dapat berjalan optimal. “Kami mengimbau jajaran Kemenag di daerah untuk terus berkomunikasi dan berkolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk pengurus masjid yang telah berkenan menyediakan tempat istirahat bagi pemudik,” jelasnya.

Selain sebagai tempat singgah, Abu Rokhmad juga berharap masjid-masjid dapat menghadirkan suasana yang ramah bagi musafir, termasuk menyediakan minuman dan takjil sesuai dengan kapasitas masing-masing. “Pelayanan tidak perlu mewah, yang penting memberikan kenyamanan dan kemudahan bagi pemudik yang singgah,” tambahnya.

Pendataan Pemudik

Abu Rokhmad juga meminta jajaran Kemenag di daerah untuk mendata jumlah pemudik yang singgah di setiap masjid secara berkala, baik selama arus mudik maupun arus balik. Data ini akan menjadi bahan evaluasi untuk mengukur efektivitas program serta dilaporkan kepada Menteri Agama.

“Kami butuh angka yang jelas. Berapa pemudik yang mampir, bagaimana kondisi di lapangan, dan apa kendala yang dihadapi. Ini penting agar program ini bisa terus ditingkatkan di tahun-tahun mendatang,” ungkapnya.

Ia juga mengungkapkan pentingnya dokumentasi dan publikasi lokasi masjid yang telah berpartisipasi dalam program ini, agar masyarakat lebih mudah menemukan tempat singgah yang nyaman selama perjalanan. “Testimoni dari pemudik yang merasakan manfaat layanan Masjid Ramah Pemudik dapat dikumpulkan dan dipublikasikan melalui media sosial agar informasi ini semakin luas diketahui,” ujarnya.

Laporan Daerah

Sejumlah perwakilan Kanwil Kemenag melaporkan kondisi layanan Masjid Ramah Pemudik di daerah masing-masing. Dari Papua, disampaikan bahwa Masjid Al-Aqsha di Jayapura telah menyiapkan takjil gratis, ceramah sore sebelum berbuka, serta fasilitas parkir dan kebersihan bagi pemudik yang singgah.

Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur melaporkan bahwa 446 masjid telah dipersiapkan sebagai posko pemudik. Masjid-masjid ini tersebar di berbagai jalur utama mudik, termasuk di Madura, seperti Bangkalan, Sampang, dan Pamekasan. Selain itu, koordinasi dengan Polres dan instansi terkait telah dilakukan untuk memastikan keamanan dan kenyamanan pemudik.

“Kalau ada pemudik yang merasa terbantu, tolong dokumentasikan. Ini bukan soal pencitraan, tetapi agar masyarakat tahu bahwa masjid-masjid ini benar-benar hadir untuk melayani mereka,” ujar Kepala Kanwil Kemenag Jawa Timur.

Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah, Arsad Hidayat, menjelaskan, program Masjid Ramah Pemudik telah diatur dalam Surat Edaran (SE) Nomor 2 Tahun 2025. SE ini memberi panduan tentang standar minimal layanan yang dapat tersedia di masjid yang berpartisipasi, seperti tempat istirahat, toilet bersih, air wudu, serta konsumsi bagi musafir.

“Kami memastikan bahwa seluruh Kepala Kanwil dan Kepala Kemenag Kabupaten/Kota telah menerima dan menindaklanjuti SE ini dengan mendukung masjid-masjid yang melayani pemudik. Pengawasan akan terus dilakukan, dan laporan dari setiap daerah akan dihimpun setiap hari,” ujar Arsad.

Ia juga menegaskan bahwa koordinasi dengan pihak keamanan serta publikasi lokasi masjid-masjid yang terlibat sangat diperlukan agar masyarakat mudah menemukan tempat singgah selama perjalanan.

“Dengan koordinasi yang baik dan pengawasan yang ketat, program Masjid Ramah Pemudik diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik dan arus balik Lebaran tahun ini,” tandasnya. (Ros)
Share:






ADVERTISING

ADVERTISING